Posted in General Life, Zilko's Life

#1465 – DST, WTA Finals, and Taro

ENGLISH

DST

My favorite DST occurred on Sunday, yay! So that means yesterday, we had 25 hours in one day as opposed to 24 hours😀 . The implication also that now the time difference between Central European Time (the CET, the time-zone which includes the Netherlands) and the Western Indonesian Time Zone (Waktu Indonesia Barat/WIB, the time-zone which, just as the name tells, covers the western part of Indonesia) becomes six hours, as opposed to five hours during the summer period.

This DST reminds me that exactly 365 days ago, I was flying with an Airbus A380-800 for the first time from Amsterdam to Dubai, with destination to Singapore for my one month Asia trip. It would mark the first time I was going back to Indonesia since the day I moved to Europe in August 2010, or 1,168 days later! Yeah, how time flies!! It turns out it has been one year since that amazing trip!! Btw, what was the relation between DST and this trip? Well, the day I left for the trip was the DST day, haha😆 .

The WTA Finals

The last WTA tennis tournament was held last week, with the season ending championships, currently branded as the WTA Finals, was held in Singapore. On paper, this is the fifth biggest tournament of the year, after the four grandslams, because only the top 8 singles players and top 8 doubles teams can participate. The equivalent of this event on the men’s tour is the ATP World Tour Finals which will be held in London in two weeks. Okay, technically, there is still one WTA tournament going on this week. But this is the smaller season ending championships in Bulgaria so the prestige is much lower, haha. I know this is a bit of a weird scheduling.

Anyway, so obviously I followed this latest big women’s tennis tournament of this season. And I have to say, I am impressed by Singapore at how they host the event. They deliver the event really well and the stadium, the Singapore Indoor Stadium in Kallang, is packed! Wow!! If I were in Indonesia, I would have hopped on a flight to Singapore for a few days for the event! Hahaha😀 .

As of the actual tennis matches, it was a very dramatic tournament as well. First of all, the year-end world no.1 ranking was up for grab in this event, with two players having a shot at it: the reigning world no.1 herself, Serena Williams, and the current world no.2, Maria Sharapova. Sharapova lost her first two matches in her group, but still had a shot at it if she won her third in straight sets and another circumstance to happen so she could advance to the semifinals. She would have locked it had she won the event and Serena to lose before the final. The other circumstance did occur, she did win her third match, but it was in three sets. So she was eliminated from the event and denied her shot at the world no.1 ranking. So Serena Williams will end this year as the world no.1 again.

As of Serena Williams herself, it was also a dramatic week for her. She played a good tennis against Ana Ivanovic to win her first match in her group. Then she played extremely horribly in her second match, losing to Simona Halep 0–6, 2–6, her worst official loss since 1998 where she was still an upcoming 16 year-old btw. The next day she was so mad and destroyed Eugenie Bouchard in her third match. But there was a chance she would be eliminated from the tournament as well. And that if Halep lost to Ivanovic in straight sets. Halep did lose to Ivanovic though, but in three sets. So Serena advanced to the semifinals.

And when a champion like Serena is being given a second chance, she doesn’t waste it. She reached the final of the tournament where she would face, well, Halep for the second time in a week. The first a few games of the final went really tightly though. But in the end, the world number 1 steamrolled Halep and won 6–3, 6–0. Such a revenge to the really bad loss she suffered just a few days prior.

Taro

Anyway, I went to Den Haag on Saturday and guess what I found at the orientalmarkt there? Well, Taro snack! Yes, the actual Indonesian Taro snack! Hahaha😆 . Taro was not my most favorite snack, but I had never seen one here in the Netherlands so I was excited and ended up buying two packs, haha😆 . It was imported from Indonesia btw, as I can see that all the information on the package was in Indonesian.😀

BAHASA INDONESIA

DST

DST favoriktu berlangsung di hari Minggu, hore! Jadi artinya kemarin dalam satu hari ada 25 jam loh, bukan 24 jam😀 . Implikasi dari ini adalah sekarang perbedaan waktu dari Central European Time (CET, zona waktu yang mencakup Belanda) dan Waktu Indonesia Barat menjadi enam jam, bukannya lima jam seperti di periode musim panas.

DST ini mengingatkanku bahwa tepat 365 hari yang lalu, aku terbang dengan sebuah Airbus A380-800 untuk pertama kalinya dari Amsterdam ke Dubai, dengan tujuan Singapura untuk perjalananku ke Asia selama satu bulan. Waktu itu adalah kali pertama aku pulang ke Indonesia setelah aku pindah ke Eropa di bulan Agustus 2010, alias 1.168 hari kemudian! Ya, waktu berlalu amat cepat yah!! Sudah satu tahun aja lho semenjak perjalanan yang seru itu!! Btw, memang apa hubungannya DST dengan perjalanan ini? Yah, ceritanya aku waktu itu kan berangkat di hari DST juga, haha😆 .

The WTA Finals

Turnamen WTA yang terakhir juga diadakan minggu lalu, dengan turnamen tutup tahun, yang sekarang dinamai WTA Finals, diadakan di Singapura. Di atas kertas, ini adalah turnamen terbesar kelima selama satu tahun, setelah empat turnamen grandslam, karena hanya 8 besar pemain tunggal dan 8 besar tim ganda yang bisa berpartisipasi. Ekuivalen turnamen ini dalam tur putra adalah ATP World Tour Finals yang akan diadakan di London dalam dua minggu. Oke, secara teknis, masih ada satu turnamen WTA lagi sih minggu ini. Tetapi ini adalah turnamen tutup tahun kecil di Bulgaria yang mana gengsinya juga lebih kecil, haha. Memang, ini adalah penjadwalan yang aneh.

Ngomong-ngomong, jelas aku mengikuti turnamen tenis putri terakhir musim ini. Dan harus aku akui bahwa aku terkesan dengan bagaimana Singapura mengadakan turnamen ini. Mereka menjalankan acara ini dengan amat keren dan stadionnya, Singapore Indoor Stadium di Kallang, juga selalu penuh loh! Wow!! Kalau aku berada di Indonesia, pasti aku sudah terbang ke Singapura selama beberapa hari untuk nonton acara ini dah! Hahaha😀 .

Dan pertandingan tenisnya sendiri, turnamen ini juga dramatis banget loh. Pertama-tama, gelar peringkat 1 dunia untuk akhir tahun ini masih diperebutkan melalui turnamen ini, dengan dua pemain yang memiliki kesempatan untuknya: pemegang peringkat 1 dunia saat itu sendiri, Serena Williams, dan peringkat 2 saat itu: Maria Sharapova. Sharapova kalah di dua pertandingan pertama di grupnya, tetapi ia masih berkesempatan untuk peringkat 1 itu juga ia menang di pertandingan ketiganya dalam dua set langsung dan satu kondisi lain untuk terjadi. Ia akan merebut peringkat 1 dunia apabila ia juara dan Serena kalah sebelum final. Kondisi yang satunya itu terjadi, dan Sharapova memenangi pertandingan ketiganya, tetapi dalam tiga set. Jadilah ia malah tereliminasi dari turnamen ini dan secara otomatis, Serena Williams akan mengakhiri tahun ini sebagai pemain berperingkat 1 dunia lagi.

Untuk Serena Williams sendiri, turnamen ini jugalah turnamen yang dramatis untuknya. Ia bermain dengan baik untuk memenangi pertandingan pertama di grupnya melawan Ana Ivanovic. Lalu ia bermain dengan amat super buruk sekali di pertandingan keduanya, kalah dari Simona Halep 0–6, 2–6, kekalahan resmi terburuknya semenjak tahun 1998 ketika ia masih pemain pendatang berumur 16 tahun. Sehari kemudian, ia sungguh marah dan menghancurkan Eugenie Bouchard di pertandingan ketiganya. Tetapi ia masih bisa tereliminasi dari turnamen ini juga. Dan ini apabila Halep kalah dari Ivanovic dalam dua set. Halep akhirnya kalah dari Ivanovic, tetapi dalam tiga set. Jadilah Serena lolos ke semifinal.

Dan ketika seorang juara seperti Serena diberikan kesempatan kedua, ia tidak menyia-nyiakannya. Ia mencapai babak final turnamen ini dimana ia akan menghadapi, lagi-lagi, Halep untuk kedua kalinya dalam satu minggu. Beberapa games pertama berlangsung ketat sih. Tetapi pada akhirnya, si pemain peringkat 1 dunia ini melaju mulus dan kencang dan mengalahkan Halep 6–3, 6–0. Benar-benar sebuah pembalasan atas kekalahan telak yang ia derita beberapa hari sebelumnya.

Taro

Aku pergi ke Den Haag di hari Sabtu dan coba tebak apa yang kutemukan di orientalmarkt disana? Taro! Iya, snack asli Indonesia Taro itu! Hahaha😆 . Sebenarnya Taro bukanlah snack yang paling aku favoritkan juga sih, tetapi berhubung ini adalah kali pertama seumur-umur aku melihatnya dijual di Belanda, aku jadi excited dong dan akhirnya membeli dua bungkus, haha😆 . Disini dijual dengan harga €0.99 per bungkus btw. Dan sepertinya ini memang diimpor langsung dari Indonesia loh, karena bisa aku lihat bahwa semua tulisan yang tercetak di bungkusnya itu dalam bahasa Indonesia.😀

 

 

32 thoughts on “#1465 – DST, WTA Finals, and Taro

  1. asik yah DST nya di hari minggu, daripada hari kerja yg jadi lebih panjang😆
    hebat banget snack taro sampai diekspor ke belanda hahaha.. tapi lebih mahal utk ongkos impornya yah.. disini ga sampai 5 ribu kayanya sebungkus😛

          1. Maksudnya makanan kecil dari Indonesia? Ada sih beberapa tetapi nggak terlalu banyak juga macamnya. Kripik singkong Kusuka sih sudah lama ada. Permen Kopiko juga ada walau yang ini kayaknya buatan Thailand sih, huahaha😆 . Aku juga pernah lihat kacang dua kelinci loh, hehe😀 .

    1. Itulah alasan DST selalu di hari Minggu, hehe🙂 . Kalau pas hari kerja bisa-bisa banyak kekacauan deh, huahaha😆 . Iya, Taro ternyata diekspor sampe ke Belanda juga loh, hebat yah, haha😛 . Iya, biaya transportasinya itu kayaknya makanya harganya jadi naik setinggi itu, huahaha😆 .

        1. Hehe, iya, harganya memang kurang lebih segituan🙂 . Hanya saja memang untuk harga segini ukuran Taro ini agak kecil sih. Untuk beberapa merk lain (snack Belanda biasa maksudnya, bukan yang diimpor jauh-jauh), harga segitu sudah dapat yang lebih besar, hahaha😆 .

          1. Namanya juga prinsip ekonomi ya… Gak mungkin diimport yang jual merugi… Maunya ya untung.. Kalo dijual dengan harga di Indo, wah… Beruntunglah bagi mereka yang gak gampang kangen kuliner Indo…🙂

            1. Hahaha, iya lah. Apalagi ongkos kirimnya dari Indonesia pasti mahal kan, hehehe🙂 . Haha, di Belanda sih kuliner Indo (dan Asia) masih cukup mudah ditemui kok. Walaupun memang harganya tidak bisa dibandingkan dengan harga barang yang sama di Indonesia (atau Asia). Tapi ini wajar kan😀 .

  2. Seruu yah ada DST gitu, pengen deh ngerasain😀

    Ko, gw skip baca WTA nya yah..Maafkan ga ngerti. :p

    Wihii.. Berasa senengnya ketemu Taro disana, Ko😀

    1. DST yg ini mah enak Py, sehari 25 jam jadi bisa tidur sejam lebih lama tanpa ada efek apa pun, nyahaha😆 . Yang ngeselin DST yang di akhir Maret, seharinya cuma 23 jam dong, hahaha😦 .

      Iya, kaget banget nemu Taro Py, soalnya sebelumnya nggak pernah lihat, hihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s