Posted in Contemplation, Thoughts, Vacation

#1463 – The “Worst” Period During A Homecoming Trip

ENGLISH

I noticed something during my one month trip to Indonesia this August.

Based on this experience, to me, the “worst” period during a homecoming trip was when it was almost over. Yes, “almost” over. And on this particular trip, to me it was the last one week of my vacation; which was from the moment I came back to Yogyakarta from Bali for my Eastern Indonesia Trip and before going back on a 20 hours trip from Yogyakarta to the Netherlands.

It is important to stress out that by “worst”, I don’t mean it as in it was a really bad week. Nope. Not at all actually. As you can read here, here, and here, I actually had fun a lot and enjoyed my time as much as possible during this time period. It was just the realization that vacation was almost over. The thought that: “Damn, I can’t believe one month is almost over!”. It was almost like a realization that you were having a super awesome dream but knowing that it was going to end soon, haha😆 . In the back of my mind, I started counting days. I kept saying to myself, “Enjoy this, this is going to end soon for this trip“, which actually caused more pressure on myself, haha😆 .

But you may argue that, hey, this was a general feeling anyone would feel when their vacation was almost over, regardless of the destination. To this, I would like to point out that there was something different with this feeling when you were specifically on a homecoming trip. And I think those who live not in the place they were growing up would understand as well. When travelling, regardless of how much you love or enjoy your trip, I believe there still exists the feeling of “nothing beats your own bed at home“. No matter how awesome or luxurious the hotel you stay in, your home still triumphs it. Home sweet home. So in some sense, you are at least slightly bit excited to end the trip. But on a homecoming trip, at least this homecoming trip of mine, this feeling did not exist because I also had my very own bed in the trip, which to me, just as equally comfortable and best as my bed in the Netherlands.

Well, to clarify, it was not that I was not excited to come back to the Netherlands. Nope. Not at all. I have my life here in the Netherlands, and I love it.

But I guess this is another reality of life that anyone must go through, isn’t it?

Btw, this feeling only existed before I was going back to the Netherlands. While I was actually going back to the Netherlands, i.e. from the moment I stepped in at Adisucipto Airport in Yogyakarta to take my first flight to Jakarta, I started to feel that everything went back to normal already. The feeling was gone, hahaha😆 .

BAHASA INDONESIA

Aku menyadari sesuatu dari liburan satu bulanku di Indonesia August lalu.

Berdasarkan pengalaman ini, untukku, waktu “terburuk” dari liburan mudik adalah ketika liburannya nyaris selesai. Iya, “nyaris” selesai. Dan khusus di liburanku ini, untukku adalah satu minggu terakhir dari liburan ini; yaitu dari waktu ketika aku kembali ke Yogyakarta dari Bali dari perjalanan ke Indonesia Timurku dan sebelum kembali ke Belanda dari Yogyakarta dengan perjalanan 20 jam.

Btw, penting untuk aku tekankan bahwa dengan “terburuk”, maksudku bukanlah bahwa minggu itu adalah minggu yang tidak enak dan buruk ya. Tidak. Sama sekali tidak benar. Seperti yang bisa dibaca disini, disini, dan disini, aku sebenarnya banyak bersenang-senang dan sungguh menikmati waktuku semaksimal mungkin di masa ini. Hanya saja kesadaran bahwa liburan hampir berakhir. Pikiran bahwa “Wah, nggak terasa tiba-tiba satu bulan hampir habis juga!”. Rasanya seperti menyadari bahwa kita sedang bermimpi indah nan asyik banget tetapi kita tahu bahwa mimpi ini akan segera berakhir. Aku mulai menghitung hari (bukan lagunya KD yah😛 *dilempar kasetnya KD oleh pembaca* ). Dan aku terus-menerus mengingatkan diriku sendiri “Nikmati waktumu sekarang, mumpung liburan kali ini masih belum berakhir“, yang mana sebenarnya malah menimbulkan tekanan tersendiri, hahaha😆 .

Mungkin akan ada yang menyanggah dan berkata bahwa, hey, ini adalah perasaan yang umum dirasakan semua orang yang sedang berlibur, tanpa terpengaruh oleh destinasinya. Hmm, untuk ini, aku ingin menunjukkan bahwa ada satu detail yang berbeda dari perasaan ini karena kita sedang berlibur untuk mudik. Dan aku rasa mereka yang hidup merantau pasti bisa mengerti maksudku deh. Ketika sedang jalan-jalan, seberapa mengasyikkan dan seberapa menikmatinya kita akan acara jalan-jalan itu, aku rasa tetap akan ada perasaan “tidak ada yang bisa mengalahkan kasur di rumah sendiri“. Tidak peduli seberapa mewah atau kerennya hotel yang kita inapi, rumah sendiri tetap akan menang. Home sweet home. Jadi, setidaknya, walaupun sedikit, tetap ada yang namanya perasaan excited untuk mengakhiri jalan-jalan itu, karena kita akan pulang ke rumah kita. Tetapi ketika kita sedang mudik, setidaknya perjalanan mudikku kali ini yah, perasaan seperti ini tidaklah ada karena aku juga memiliki kasurku sendiri di perjalanan ini, yang mana untukku juga sama nyaman dan terbaiknya dengan kasurku di Belanda.

Eh, jangan salah tangkap dengan menafsirkan bahwa aku tidak excited untuk kembali ke Belanda ya. Ini sama sekali tidak benar. Aku juga sudah memiliki kehidupan sendiri kok di Belanda, dan aku amat menyukainya.

Ah, tetapi ya memang inilah salah satu realita yang semua orang harus hadapi kan ya?

Btw, perasaan ini hanya ada sebelum aku kembali ke Belanda loh. Ketika malah aku sebenarnya sedang kembali ke Belanda, yaitu mulai ketika aku menginjakkan kaki di Bandara Adisucipto di Yogyakarta untuk menaiki penerbanganku ke Jakarta, aku langsung merasa seperti biasa lagi. Perasaannya hilang begitu saja, hahaha😆 .

18 thoughts on “#1463 – The “Worst” Period During A Homecoming Trip

  1. “tidak ada yang bisa mengalahkan kasur di rumah sendiri“ -> ini kalimat bener banget.. senikmat apapun liburan dan sesedih apapun hari2 terakhir menjelang pulang, tetep akan excited karna kebayang udah mau ketemu rumah lagi hehe

  2. Zi, dulu ada temen aku ngomong gini “kalau lagi pergi jalan2 baru deh kerasa betapa nyamannya kasur dirumah. Jadi nyesel pergi2” tapi begitu nyampe dirumah langsung pengen jalan lagi hahaha.

  3. Jangankan liburan Ko, pas dah hari minggu aja perasaan dah mulai ga enak.. Yahh.. Besok kerja :p Terus kirim suntikan ke hati & otak.. Bersyukur masih ada kerjaan..hahaha😀

    1. Ho oh Py, yg namanya weekend atau liburan itu kok selalu berlalu dengan cepat banget yah? Hahaha😆 . Iya sih, memang pada akhirnya kita tetap harus bersyukur karena masih ada kerjaan untuk kita ya, hehehe🙂 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s