Posted in General Life, Life in Holland, Zilko's Life

#1457 – Fall Season (Literally)

ENGLISH

If on Tuesday I was talking about the fall TV season, now I am going to talk about the actual fall season, haha😆 . Since it is October already, we are already entering the fall season, or het najaar in Dutch, in the Netherlands. And here are something that I have to deal with because of this season:

Getting Colder

I have to accept the fact that it has started to get gradually colder now. The temperature has consistently floated within the teens of Celsius. which is fine and this band of temperature is actually my favorite. However, after a beautiful summer this year (with relatively less rain, yay!) and my one month trip to the tropics (read: Indonesia), I do have to make an effort to accept that the temperature has, indeed, gone colder.

And by this I mean I have had to open my winter cabinet, haha😆 . No more days where we can just wear a t-shirt and shorts to get out. Well, actually noone would prohibit you from doing so though, lol😆 . Noone would prohibit you from doing so, but risk is at your own😛 . Now at least I must wear long jeans or trousers and a sweater, or at least long-sleeves. I still feel that I don’t need my winter jackets yet though, so they are still stored neatly in the cabinet. But I have taken some of my sweaters out.

I don’t know, the psychology about fall is a little bit strange in my experience. It seems that we (or probably just me? Lol😆 ) don’t want to accept that fall has started (which equivalently means summer is over). So we tend to postpone opening our winter cabinet as long as possible until we come to the conclusion that “Yes, fall is here, I need my warmer clothes otherwise I will suffer outside“; this the point which I refer to as the “acceptance”-that-fall-has-come point, haha😆 .

It is the complete opposite with spring, where we would happily store all our winter outfits in the cabinet and start wearing our summer clothes; even though the temperature is also in the teens.

Getting Darker

One thing that, for sure, I will miss from the summer time is the long daylight. In the summer, most of the time the sun sets at or after 21:00 in the Netherlands, which peaks at around 22:30 in June. Now, well, this week the sun sets at around 19:00; and it will get sooner and sooner as winter approach. Plus, we will have a DST later on this month as well which will make it even earlier.

I love long daylight. I feel like I can be more productive when the day is longer. Plus, I tend to be in better mood when the sun is out, especially for work-related stuffs. Working when the sky is dark does feel more depressing than the counterpart.

Getting Rainier

But the most annoying thing with this fall weather, to me, is the more frequent rain. Twice this week only has rain played around with me. On Wednesday, after I finished working out at the gym, apparently it was raining quite heavily (for Dutch standard) outside. Obviously I did not know this before since the gym was inside the Sport Centre main building. I waited for a little bit and decided to just bike through it since at one point it seemed that the rain had started to die down a little. But then, when I was still almost halfway back home, it started pouring again. Damn!

The second one was a day later, while I was having my tennis lesson. Midway through the lesson, it started to rain. Damn! We took a shelter in a small hut for about five minutes before continuing the lesson again when the rain had come a little bit lighter. But the rain did change my rhythm and the courts a lot, since the courts were clay courts. So the ball bounce changed quite dramatically. Even though playing tennis through the rain is not really foreign to me, I still prefer playing when it is not, haha😆 .

A rainy evening in Delft
A rainy evening in Delft

BAHASA INDONESIA

Jika Selasa lalu aku membicarakan mengenai musim gugur di acara-acara TV, kali ini aku ingin bercerita tentang musim gugur yang sebenarnya, hahaha😆 . Jadi karena sekarang ini sudah bulan Oktober, kami sudah mulai memasuki musim gugur, alias het najaar dalam bahasa Belanda, di Belanda. Dan berikut ini beberapa hal yang harus aku hadapi berkaitan dengan musim ini:

Menjadi Semakin Dingin

Aku harus menerima kenyataan bahwa sekarang temperatur perlahan-lahan telah turun dan menjadi semakin dingin. Sekarang ini suhu udara sudah stabil berada di kisaran belasan derajat Celsius, yang mana sebenarnya baik-baik saja sih dan kisaran temperatur ini sebenarnya adalah temperatur favoritku loh. Namun, setelah musim panas yang indah tahun ini (dengan relatif sedikit hujan, hore!) dan juga perjalananku selama satu bulan ke daerah tropis (baca: Indonesia), aku benar-benar harus berusaha untuk menerima kenyataan bahwa memang suhu udaranya sudah semakin dingin.

Dan dengan ini maksudku adalah aku harus membuka lemari musim dinginku, haha😆 . Nggak ada lagi deh hari-hari dimana kita bisa keluar dengan kaus dan celana pendek aja. Eh, sebenarnya bisa-bisa aja sih kalau mau mah, haha😆 . Siapa juga yang melarang. Cuma risikonya mah ditanggung sendiri ya, haha😛 . Sekarang setidaknya aku harus mengenakan celana panjang dan sweater deh, setidaknya lengan panjang lah. Aku masih merasa belum perlu mengenakan jaket musim dinginku sih, jadi mereka masih tersimpan rapi di dalam lemari. Tapi aku sudah mulai mengeluarkan beberapa sweater-ku.

Nggak tahu ya, psikologi di musim gugur itu agak lucu berdasarkan pengalamanku. Sepertinya kita ini (Eh, “kita”? Jangan-jangan cuma aku aja ya, huahaha😆 ) sulit menerima kenyataan bahwa musim gugur sudah dimulai (yang mana ekuivalen dengan pernyataan bahwa musim panas sudah berakhir). Jadi kita cenderung menunda-nunda membuka lemari musim dingin selama mungkin, sampai pada akhirnya kita menyerah dan mengakui “Ya, musim gugur memang sudah datang, jadi aku perlu mengenakan pakaian yang lebih hangat karena kalau tidak di luar bakal menderita“; dan di saat inilah aku bilang bahwa kita “menerima” bahwa musim gugur sudah datang, haha😆 .

Ini berkebalikan dengan musim semi, dimana kita dengan sukaria menyimpang semua pakaian musim dingin ke dalam lemari dan mulai mengenakan pakaian musim panas; walaupun sebenarnya suhu udaranya juga berada di kisaran belasan.

Menjadi Semakin Gelap

Satu hal yang pasti akan aku rindukan dari musim panas adalah siang hari yang panjang. Di musim panas, biasanya matahari terbenam pada atau setelah jam 21:00 di Belanda, yang mana puncaknya adalah sekitar jam 22:30 di bulan Juni. Sekarang, yah, minggu ini sih matahari terbenam sekitar jam 19:00; dan jam ini akan semakin maju dan semakin maju karena musim dingin segera tiba. Apalagi akan ada DST di akhir bulan ini nanti yang mana akan membuat waktu matahari terbenam ini semakin maju.

Aku suka siang yang panjang. Aku merasa aku bisa lebih produktif ketika siangnya panjang. Ditambah lagi, rasanya mood-nya lebih menyenangkan gitu ketika matahari bersinar, terutama ketika harus bekerja. Bekerja ketika langit gelap itu rasanya lebih membuat depresi daripada kebalikannya loh.

Menjadi Lebih Sering Hujan

Tetapi yang paling menyebalkan dari musim gugur ini, untukku ya, adalah hujan yang menjadi lebih sering. Dua kali sudah minggu ini aku dikerjain oleh hujan. Di hari Rabu, setelah selesai berolahraga di gym, ternyata di luar sedang hujan lumayan deras loh (untuk ukuran Belanda). Tentu saja aku tidak tahu ini sebelumnya karena gym-nya kan berada di dalam gedung utama Sport Centre. Aku menunggu sedikit dan akhirnya memutuskan untuk bersepeda menerjang hujan, karena hujannya nampak mulai reda. Tetapi kemudian, belum ada setengah jalan, hujannya malah bertambah deras dong. Sial!

Yang kedua adalah sehari setelahnya, ketika aku sedang mengikuti les tenisku. Di tengah-tengah les, hujan mulai turun. Sial! Kami berteduh sebentar di bawah pondokan di dekat lapangan selama sekitar lima menit sebelum lesnya dilanjutkan lagi ketika hujannya sudah agak reda. Tapi hujannya telah mempengaruhi ritmeku dan juga lapangannya, karena lapangannya kan lapangan tanah liat. Jadi pantulan bolanya jadi berubah total deh. Walaupun bermain tenis di saat hujan bukanlah konsep yang asing untukku, aku masih lebih memilih bermain ketika nggak hujan deh, haha😆 .

25 thoughts on “#1457 – Fall Season (Literally)

    1. Iya, suhu belasan tuh sebenarnya enak loh, menurutku sih, huahaha😆 . Dua puluhan kalau masih dekat-dekat ke 20nya (bukan ke 30, haha) juga oke lah😀 . Adem tapi ademnya kan sejuk gitu, jadi enaak, hehehe🙂 .

    1. Iya, suhu belasan enak banget ya Niee. Sudah mulai terasa adem tapi ademnya enak, soalnya lebih ke sejuk gitu rasanya, hehehe🙂 . Iya, Pontianak mah di garis Khatulistiwa jadi agak jarang suhunya turun ke belasan ya. Harus ada kondisi tertentu dulu (hujan + malam😛 ).

  1. perubahan lamanya siang sepertinya yang akan berperngaruh yah.
    pernah ngerasain dapat tugas di daerah yang waktunya lebih awal sekitar satu jam dari tempat tinggal di jakarta.

    di jakarta, satu jam setelah keluar kantor baru masuk waktu maghrib.
    di tempat tugas itu, di bangkalan tepatnya, begitu jam kantor selesai, beberapa menit kemudian, masuk waktu maghrib

    1. Hehe, iya, memang jadi butuh penyesuaian lagi ya kalau belum biasa,😀. Tapi kasusnya agak sedikit berbeda karena seperti yang terjadi di Indonesia itu adalah pergeseran waktu. Alias kurang lebih lama siangnya juga sama aja; hanya saja waktu mulai matahari terbit dan terbenamnya yang agak bergeser. Kalau kasus musim panas – musim dingin disini lama siangnya yang berubah. Kalau di musim panas bisa matahari terbit jam 5:30 pagi dan terbenam jam 10:30 malam, sementara di musim dingin terbit jam 9 pagi dan terbenam jam 5 sore, haha😛 .

      Tapi kalau dibandingkannya dengan DST itu sama sih, karena DST prinsipnya juga pergeseran waktu saja, hehehe🙂 .

  2. Musim spring yg paling gw suka, suhu nya adem banget dan yg paling penting ga perlu pake jaket dan temen2 nya yg ribet itu😀 , harus sering2 liat ramalan cuaca tuh artinya supaya ga kehujanan lagi

  3. Zi, di Medan lagi enak juga cuacanya. hujan trus soalnya tapi begitu kemaren Sinabung meletus langsung berdebu dan panas😦 padahal lumayan jauh dari gunungnya huu *malah curhat*

  4. di jakarta mau ngerasain suhu belasan harus pasang AC😦
    yg paling ribet kayanya hujannya yah, disana kan org kebanyakan pakai sepeda, jadi kalau hujan org2 susah donk mau beraktivitas diluar ruangan..

    1. Iya, di Indonesia biasanya mah suhu udara memang stabil ya, hehehe🙂 . Iya, yang bikin ribet memang hujannya. Tetapi setidaknya hujan disini nggak seperti hujan di Indonesia sih. Yang disebut “deras” disini sebenarnya nggak deras-deras amat untuk ukuran Indo. Jadi banyak juga yang walaupun hujan ya diterjang aja deh hujannya, hehehe🙂 .

  5. Walah.. Suhu 21 aja gw dah menggigil apalagi yg belasan yah..😀 Bisa2 dah balurin badan pake wedang kali..haha

    Btw, iya yah kalo kerja pas langit udah gelap tuh berasa kek lembur bgt ga sih..haha.. dan itu bikin males.. 😀

    1. Hahaha, langsung bakal pakai semua amunisi udara dingin jangan-jangan ya Py kalau suhu belasan, hehe. Sebenarnya suhu belasan itu enak lho😀 .

      Iya, bener banget!! Kesannya lembur banget. Ya memang sebenarnya lembur sih secara memang setelah waktu kerja kan. Tapi kalau suasana terang kan rasanya kayak masih siang gitu. Jadi lebih produktif deh. Kalau gelap bawaannya jadi ingin pulang aja dan mellow, hahaha😆 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s