#1449 – 2014 Eastern Indonesia Trip (Part 5: Lombok)


Previously on 2014 Eastern Indonesia Trip: After spending five nights in the island of Sulawesi and two nights in Lombok during Zilko’s one month Indonesia trip this year, Zilko and his family were ready explore more of Lombok. Now, they were focusing on the Lombok island itself.


Day 8 (Friday, 15 August 2014)

The driver we had hired picked us up at the hotel at 08:00. We were a little bit late though so we actually left at around 08:20, haha. Our driver today was awesome btw, as he liked to speak a lot. Anyway, our first destination of today was a place quite far, in the south-eastern tip of the island of Lombok: Pantai Pink (the Pink Beach) and the area nearby. It was so far away that a one-way trip would cost around 3 hours! 😯

And also because from the information we gathered that there would be no restaurants or stree vendor selling food at the location, on the way we decided to stop by at a few (yes, a few) restaurants and took some meals away. We bought some portion of nasi bungkus, nasi puyung Inaq Esung, and a portion of Ayam Taliwang Asri.

Anyway, we finally arrived at the village of Keruak in south-eastern Lombok where we had to make a turn towards the direction of Pantai Pink. And the information we got in the internet was correct. The road condition was bad. And by bad, I mean really bad. We could tell that there used to be an asphalt layer on the road; but it aged so it (literally) crumbled and there had been no follow-up action to relayer it. Here are a few photos of it btw in case you are wondering:

We arrived at Pantai Pink at around noon. Well, by that I mean at the gate of the beach. The beach was located quite down there and there was no way a car could get there. So we had to walkdown the road. The beach itself was very beautiful btw. There were not so many people, so it was nice; but the beach itself did not look that pink. This was expected though because we read that the best time to go to Pantai Pink was either in the morning or in the late afternoon. But still, with a few exposure, we could highlight the pinkness in photos so it was cool. Btw, it was also scorching hot today.

Pantai Pink (the Pink beach)

Pantai Pink (the Pink beach)

After spending about thirty minutes there, we decided to leave. So we walked up, got to our car, and drove for another 1 kilometer to get to Tanjung Ringgit. The view in Tanjung Ringgit was very spectacular though, as it as basically a cliff beach (and we were standing on top of it) overlooking the Indian ocean. Scenic!

From there, our next destination was the southern part of Lombok. But as there was no direct road from Tanjung Ringgit to there, we had to turn back to the main road, passing through all those long and bad road again. It actually took awhile to get back to the main road, but I managed to get some sleep along the way so I did not feel it, haha.

There were two destinations today in southern Lombok, the Tanjung Aan beach and the Kuta beach. Yes, you read it right, the Kuta beach. But of course not the same Kuta beach as in Bali (well, obviously), but the Lomboknese Kuta beach, haha. Anyway, we decided to go to Tanjung Aan beach first even though actually we passed the Kuta beach first. Tanjung Aan was about 30 minutes away from Kuta beach btw.

Tanjung Aan Beach in Lombok

Tanjung Aan Beach in Lombok

We had our late lunch at Tanjung Aan, even though somehow I was still not in the mood for eating; so I ended up not eating anything. Tanjung Aan was another vey beautiful beach of Lombok btw. The beach actually consisted of two parts: the part with delicate sand and the part with rough sand. But the sand was white everywhere. After lunch, we took photos at the beach (well, that is a given) and enjoyed it. We stayed until around 17:00 there and decided to go to the Kuta beach before the sunset.

We ended up arriving at the Kuta beach just in time for sunset, so it was perfect. We took a few more snapshots making use of the sun 😀 . Kuta beach had a really wide area of sand. But in my own opinion, the nature landscape in Tanjung Aan was more beautiful.

At around 18:15, we left the Kuta beach to get back to the Senggigi area, as it was getting dark already anyway. For dinner, we chose to have it at Ayam Taliwang Irama in Mataram, apparently it was a famous one. And here was where the incident with the spicy/not-spicy ayam taliwang happened.

Ayam Taliwang

Ayam Taliwang

After dinner, we went straight back to our hotel in Senggigi.

Day 9 (Saturday, 16 August 2014)

Our flight to Bali was scheduled later on in the late afternoon, so we basically had almost 3/4 day today for Lombok. Actually at first we were considering to go to a waterfall in central Lombok, but considering the time, we decided to just do some temples tour of Lombok today.

We left our hotel, again, at around 08:00. We had a different driver today btw, which was still a good driver but he was much less talkative than previous one. First, we went to a point near our hotel which, according to an article, provided a good view of the sea. I don’t remember the name but it was one point on the main road between Senggigi and Bangsal. Then, our next two destinations were two temples in Cakranegara. Both temples were just okay, IMO, so there was not so much to write about.

The Lingsar Temple in Lingsar

The Lingsar Temple in Lingsar

From there, we went to the Lingsar temple. My mom had been there when she was in high school apparently. Here, obviously we did the coin-throwing and the make a wish rituals, haha. Before leaving the temple’s complex, we decided to stop by at two sate bulayak vendors at a small hall in front of the gate. From Lingsar, we went to the Suranadi temple. Again, before entering the temple, we had another breakfast at, again, sate bulayak vendors in the parking area, lol 😆 .

After visiting the temple, we decided to have lunch (yes, I know that it seems that we ate a lot; but in those sate bulayak visits, we did not order that many) at a small restaurant nearby. From there, we went all the way south to the Sade Village. Sade Village was a traditional Sasak village (Sasak was the people of Lombok) which had been preserved to maintain its custom and tradition. It was quite nice.

At the Sade village

At the Sade village

And from there, it was around 14:30 already and we decided to just go to the airport right away. And here, the Lombok part of my 2014 Eastern Indonesia Trip officially ended.


Next on 2014 Eastern Indonesia Trip:
– Back in Bali after 4.5 years!
– Bali
– Back to Yogyakarta


Sebelumnya dalam 2014 Eastern Indonesia Trip: Setelah menghabiskan lima malam di pulai Sulawesi dan dua malam di Lombok dalam rangka liburan selama satu bulannya Zilko di Indonesia tahun ini, Zilko dan keluarganya kini siap untuk menjelajah pulau Lombok. Kali ini, fokus berada pada pulau Lomboknya itu sendiri.


Hari 8 (Jumat, 15 Agustus 2014)

Sopir yang sudah kami sewa untuk hari ini menjemput kami di hotel jam 08:00. Kami agak sedikit terlambat sih jadi kami baru berangkat sekitar jam 08:20, haha. Sopir kami hari ini asyik banget loh btw, dan ia suka banget bercerita. Ngomong-ngomong, tujuan pertama kami hari ini berlokasi lumayan jauh, ada di ujung tenggaranya pulau Lombok: pantai Pink dan area di sekitarnya. Saking jauhnya, sekali jalan memakan waktu sekitar 3 jam loh! 😯

Dan juga berdasarkan informasi yang kami dapatkan bahwa tidak terdapat restoran atau warung di lokasi, di jalan kami mampir di beberapa (iya, beberapa) restoran dan membungkus beberapa makanan. Kami membeli beberapa porsi nasi bungkus, nasi puyung Inaq Esung, dan juga seporsi Ayam Taliwang Asri.

Singkat cerita, tibalah kami di desa Keruak di Lombok tenggara dimana kami harus berbelok ke arah Pantai Pink. Dan informasi yang kami dapatkan di internet benar. Kondisi jalannya buruk banget. Dan yang aku maksud dengan buruk adalah buruk banget. Bisa kita lihat bahwa dulunya sebenarnya jalannya beraspal; tetapi karena sudah lama, aspalnya remuk menjadi pecahan batu kecil-kecil dan belum ada tindakan selanjutnya untuk memperbaiki kondisi ini. Berikut ini beberapa foto kondisi jalannya kalau misalnya pada penasaran:

Kami tiba di Pantai Pink sekitar tengah hari. Eh, maksudnya tiba di gerbang ke pantainya. Pantainya sendiri berada di bawah bukit dan mobil tidak bisa turun kesana. Jadilah kami berjalan-kaki menuruni jalannya. Pantainya sendiri memang indah banget. Dan juga nggak banyak orang, jadi asyik juga; tetapi sayangnya pantainya memang tidak terlalu nampak berwarna pink. Ini sudah kami duga sih karena memang katanya waktu terbaik untuk ke Pantai Pink adalah di pagi hari atau sore hari. Ah, tetapi dengan sedikit eksposur di kamera, kita bisa meng-highlight ke-pink-an pantainya kok, jadi oke deh. Oh iya, hari ini juga panasnya gila dan terik banget.

Pantai Pink (the Pink beach)

Pantai Pink

Setelah menghabiskan sekitar setengah jam disana, kami memutuskan untuk pergi. Jadilah kami naik, naik ke mobil, dan meneruskan perjalanan sekitar 1 kilometer lebih jauh untuk tiba di Tanjung Ringgit. Pemandangan di Tanjung Ringgit keren banget lho btw, dimana pantainya berupa pantai bertebing (dan kita berada di atasnya) menghadap ke Samudra Hindia. Keren!

Setelahnya, tujuan selanjutnya adalah daerah selatan pulau Lombok. Tetapi karena tidak ada jalan langsung dari Tanjung Ringgit kesana, kami harus berputar balik ke jalan utama, melewati jalan yang panjang dan rusak itu lagi. Sebenarnya lumayan lama lho sebelum kami tiba di jalan utama lagi, tetapi untung aku bisa tertidur sedikit di jalan jadi tidak terasa deh, haha.

Ada dua tujuan di Lombok selatan hari ini, pantai Tanjung Aan dan pantai Kuta. Iya, benar kok, pantai Kuta. Tetapi jelas lah ini bukan pantai Kuta yang di Bali (ya iya lah, menurut ngana?? 😛 ), tetapi pantai Kuta-nya Lombok, haha. Kami memutuskan untuk mampir di Tanjung Aan duluan walaupun sebenarnya kami melewati pantai Kuta terlebih dahulu. Tanjung Aan berlokasi sekitar 30 menit dari pantai Kuta btw.

Tanjung Aan Beach in Lombok

Pantai Tanjung Aan di Lombok

Kami makan siang bekal kami di Tanjung Aan, walaupun entah mengapa aku tidak terlalu bernafsu makan; jadilah aku tidak makan apa-apa. Tanjung Aan adalah pantai yang juga indah banget lho di Lombok. Pantainya bisa dibagi ke dua bagian: bagian yang mana pasirnya amat halus dan bagian yang pasirnya kasar. Tetapi di bagian manapun, pasirnya putih dan bersih. Setelah makan siang, jelas kami foto-foto disana dan menikmatinya. Kami berada disana sampai sekitar jam 17:00 dan memutuskan untuk menuju ke pantai Kuta sebelum matahari terbenam.

Kami tiba di pantai Kuta pas banget sebelum matahari terbenam. Jadilah kami foto-foto dulu memanfaatkan mataharinya 😀 . Pantai Kuta memiliki area pasir yang luas. Tetapi menurutku pendapatku, pemandangan pantai di Tanjung Aan lebih bagus.

Sekitar jam 18:15, kami meninggalkan pantai Kuta dan kembali ke Senggigi, karena hari juga sudah bertambah gelap. Untuk makan malam, kami mampir di Rumah Makan Ayam Taliwan Irama di Mataram, yang mana ternyata terkenal. Dan disinilah dimana insiden ayam taliwang pedas/tidak pedas terjadi.

Ayam Taliwang

Ayam Taliwang

Setelah makan malam, kami kembali ke Senggigi.

Hari 9 (Sabtu, 16 Agustus 2014)

Penerbangan kami ke Bali dijadwalkan berangkat di sore hari, jadi pada dasarnya kami memiliki hampir 3/4 hari/siang di Lombok hari ini. Sebenarnya awalnya kami mempertimbangkan untuk pergi ke sebuah air terjun di Lombok tengah, tetapi atas pertimbangan waktu, kami memutuskan untuk mengunjungi pura-puranya Lombok hari ini.

Kami berangkat dari hotel, lagi, sekitar jam 08:00. Kami mendapatkan sopir yang berbeda hari ini btw, yang mana masih oke juga sih tetapi sopir yang ini lebih pendiam daripada yang sebelumnya. Pertama-tama, kami pergi ke sebuah lokasi di dekat hotel dimana, menurut sebuah artikel, menawarkan pemandangan laut yang bagus. Aku nggak ingat namanya nih, tetapi ini adalah satu tempat di antara Senggigi dan Bangsal. Setelahnya, dua tujuan berikutnya adalah dua pura di Cakranegara. Kedua puranya biasa-biasa saja, menurutku, jadi tidak banyak yang bisa ditulis sekarang.

The Lingsar Temple in Lingsar

Pura Lingsar di Lingsar

Dari sana, kami pergi ke pura Lingsar. Mamaku ternyata sudah pernah ke pura ini sewaktu SMA dulu katanya. Disini, jelas kami juga ikutan acara melempar koin dan make a wish dong ya, haha. Sebelum meninggalkan area puranya, kami mampir di dua pedagang sate bulayak di sebuah bangsal di depan pintu masuk. Dari Lingsar, kami pergi ke pura Suranadi. Lagi, sebelum memasuki puranya, kami makan lagi di pedagang kaki lima sate bulayak di tempat parkir, haha 😆 .

Setelah mengunjungi pura Suranadi, kami memutuskan untuk makan siang (iya, memang terdengar kami makan banyak banget yah; tetapi sebenarnya di kunjungan ke sate bulayak itu kami tidak memesan banyak kok) di sebuah restoran kecil di dekat sana. Dari situ, kami pergi ke arah selatan ke Desa Sade. Desa Sade adalah desa tradisional Suku Sasak (suku asli Lombok) yang mana masih dijaga dan dirawat. Oke juga deh.

At the Sade village

Di Desa Sade

Dari Desa Sade, jam sudah menunjukkan pukul 14:30. Jadilah kami langsung pergi ke bandara. Dan disini, bagian Lombok dari perjalananku ke Indonesia Timur tahun 2014 berakhir.


Selanjutnya dalam 2014 Eastern Indonesia Trip:
– Kembali ke Bali setelah 4.5 tahun!
– Bali
– Kembali ke Yogyakarta

25 thoughts on “#1449 – 2014 Eastern Indonesia Trip (Part 5: Lombok)

  1. jampang says:

    saya ke lombok enggak sempat ke mana-mana. waktu tugasnya mepet.
    tiba malam – besoknya tugas – lusa paginya pulang 😀

  2. Pypy says:

    Ya ampun, Ko kirain rusaknya seberapa parah? hahaha.. Kalo kayak gitu mah biasa :p Biasa ut standar di Kotamobagu tempat rumah beta 😀

    Ko, kepantainya ga pake berenang2 gitu yah? Etapi ga ada ruang gantinya juga deh yah..heheh.. *nanya, jawab sendiri*

    • zilko says:

      Hahaha, kan sudah termanjakan oleh kondisi jalanan yang oke Py 😛 .

      Nggak sempat berenang Py karena di perjalanan ini kemarin kita ngejar jumlah pantai yang mau dikunjungi karena waktunya mepet, hehehe 😀 . Dan iya sih, nggak ada ruang gantinya juga, hahaha 😆 .

  3. nyonyasepatu says:

    zi, beli kain2 gak disana?

  4. ndutyke says:

    Still looks pink to me 🙂 pretty 🙂

    • zilko says:

      The photos were edited a little bit 😛 . But it was indeed a little pinkier than normal beach. But I heard if we came there in the morning or in the late afternoon, the pinkiness was (much) more visible 😀 .

  5. Evi says:

    Lombok yang memikat, budaya, makanan maupun alamnya 🙂

  6. rianamaku says:

    Mantap dari fotonya ketshuan panas banget cuacanya saat itu ya ko, tapu sumpah kece tempatnya, ayam taliwang wah udah laaaama banget udah ngak pernah majkan lagi…

    • rianamaku says:

      Maksudnya makan lagi wah banyak tipo nya hahaha

    • zilko says:

      Iya, hari itu cuacanya panas banget Ri. Tapi mendingan sih daripada hujan, haha. Dan sebenarnya cuaca cerah malah bikin hasil foto-fotonya lebih oke, hahaha 😛 . Iya, tempatnya aslinya memang kece banget juga, hehe 🙂 .

      Dulu di Jogja ada rumah makan yang jual ayam Taliwang tuh, tetapi kemudian tutup, hehehe. Cuma sekarang mestinya ada lah ya yang jual 😀

  7. joeyz14 says:

    Ahhhh lombok
    Belum kesampean ko…
    Btw pantai pink tp gak gt pink yakk..tp pastittp keren lahhh kalo judulnya udah lombokkk…makim mupeng sudahhh

    • zilko says:

      Iya, kalau siang kurang pink sebenarnya. Katanya kalau pagi atau sore justru mantap banget warnanya, hehehe 🙂 . Iya, Lombok memang keren banget! 😀

  8. Clarissa Mey says:

    aku ga cocok sama makanan lombok, ayam taliwang jg kurang suka bumbunya hehe
    wah jalanan rusak gitu kebayang deh, pengalaman dulu ke sawarna juga semaleman gabisa tidur dijalan!
    ternyata bahasa menurut ngana sampe ke belanda yah 😆
    nice foto btw, suka liat hasil foto2 pantainya terutama yg tanjung ringgit (Y)

    • zilko says:

      Iya, untuk Lombok aku juga kurang cocok karena terlalu pedas untuk ukuranku, hehehe 🙂 .

      Iya, jalan rusaknya nggak enak banget, haha. Tapi untungnya cuma di pelosoknya aja sih yang begitu. Di daerah utamanya, jalanan di Lombok rata-rata sudah bagus, hehehe 🙂 .

      Thanks. Pemandangan di Tanjung Ringgit memang oke banget ya 😀 .

  9. Riri says:

    lombok memang indah banget pantainya, gunung rinjani juga bagus, salam kenal ya, ditunggu kunbalnya neh mas bro

  10. Arman says:

    Lucu banget pantai pink nya. Kok bisa pink gitu ya?

    • zilko says:

      Iya, bagus ya 😀 . Pantainya pink karena karang-karang disitu ditumbuhi semacam binatang laut yang mana karena reaksi kimia dengannya, bagian dalam karangnya menjadi berwarna merah. Kemudian karangnya terkena abrasi ombak laut sehingga pecah-pecah. Prosesnya sudah berlangsung lamaa banget jadinya pecahannya menjadi halus banget, sehalus pasir. Akhirnya pecahan halus berwarna merah bercampur dengan pasir putihnya pantai sehingga pantainya jadi nampak pink. 😀

  11. bebe' says:

    Ayam taliwaaaaaaaaaang.. igh jadi makin kepingin Ko.. 🙂

  12. […] on 2014 Eastern Indonesia Trip: After spending five nights in the island of Sulawesi and three nights in Lombok during […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s