Posted in Indonesia Trip, Vacation

#1436 – Earlier This Week in Yogyakarta

ENGLISH

Here is the story of the last two days of my stay in Yogyakarta earlier this week during my one month Indonesia trip this year.

Monday

For lunch on Monday afternoon, my parents, my grandma, and I went to the original Mang Engking restaurant in Sendangrejo, which was really far away from the city of Yogyakarta, haha. Btw, it has been awhile since the last time I went there. After some digging of my blog about it, the latest post I could find was this one; which means the last time I was there was 31 December 2008. Yes, it has been 5.5 years!! Well, honestly, I thought it was more recent than that though; so either I was wrong or I did not write the more recent visit, haha๐Ÿ˜Ž .

Mang Engking Restaurant
Mang Engking Restaurant

Anyway, Mang Engking has changed quite a lot since the last time I was there. Now they have more huts and offer more activities (boat rowing, etc). In some sense it reminded me of some restaurants near Pakem to the north of Yogyakarta, which offered similar atmosphere. Speaking of Mang Engking, it has been amazing to see how this business evolves. I still remember the first time I went there. It was in 2002 or 2003, when I was still in Junior High School, and Mang Engking was still an unknown restaurant located super far away from Yogyakarta, almost literally in the middle of nowhere. They only had two very simple huts in the middle of the rice field then, and the kitchen was in a house in the village nearby. So they had to bring all the food from the house to the huts, which was quite some distance. And now? Well, they already have several restaurants in Indonesia!

We ordered udang bakar madu (grilled prawns with honey sauce), two versions of guramis (I love this fresh-water fish! :D), and several vegetables. It was delicious as usual!๐Ÿ™‚

We went back home after that and arrived at around 15:00. Then, my mom and I went to a phone shop to try to see what I could do with my broken Samsung Galaxy S3, haha. But apparently the damage was really bad that it would cost quite a lot to repair. Plus, since I bought it in the Netherlands, it was a bit difficult to sell it in Indonesia because of some official stuffs. Well, okay then. After that, we went to some other shops to do power bank hunting.

Then, we had dinner at Ayam Lombok Idjo. Btw, again, I just dug my old blog and the most recent reference to Ayam Lombok Idjo was this post, so it was in October 2008. Really? I thought my latest visit there was much more recent than that! Haha๐Ÿ˜› . Anyway, it was another nice meal as usual๐Ÿ™‚ .

Later in the evening, I went out with my friends as it was my last evening in Yogyakarta. We decided to go karaokeing (at first we planned to watch a movie but then decided that karaokeing would be a nicer experience). Well, it has been awhile since the last time I was karaokeing. I still remember this trivia, the last time was in January 2011 during one of my friends’ birthday here in the Netherlands๐Ÿ˜€ . Anyway, this time we just took one hour for it since one of my friends would have a class for his Master’s study the day after.

But then we decided to drop by at Mary Anne’s cafe for a late dessert (read: ice cream, lol๐Ÿ˜† ). There were more than 50 choices for the flavour. Wow, cool, isn’t it? Well, true, but only until when you have to decide about which flavour do you want to have, haha๐Ÿ˜› . Anyway, we stayed there until 23:30.

A lot of choices at Mary Anne's
A lot of choices at Mary Anne’s

On the way back home, we had a really good conversation about life in general. It was such an inspiring and relieving conversation to have; especially given the timing as it was on the last evening of my stay in Yogyakarta and that they were some of my very closest friends. It was one of the best highlight of this one month trip to Indonesia!

Tuesday

On Tuesday morning, I accompanied my mom to a BCA office to fix her blocked internet banking account. Then, I helped my parents booked some AirAsia tickets (thanks to their FREE tickets offer this week๐Ÿ˜€ ) for an upcoming trip in 2015. I will be involved in this trip too but I will keep the story for a (much) later time๐Ÿ˜‰ . So stay tuned!๐Ÿ™‚

Then, after lunch, I went out with my friends again. So actually from Mary Anne’s the evening before, we got some vouchers and we felt like why we did not use one of them, which was another free karaoke voucher for one hour, haha๐Ÿ˜€ . But then, because of the many traffic jams in Yogyakarta due to the scarcity of fuel (gas), we arrived a little bit late (than planned) at the karaoke place. To use the ticket we must book the room for at least two hours in, at least, a medium-sized room; plus we had to wait for another 45 minutes because all rooms were occupied. At first we almost dropped it but then we found out that a small room was available in about 10 minutes; so we decided to book this one for one hour. So there we went again, another hour of karaokeing, haha๐Ÿ˜› . Btw, at first we kinda had problem with the computer (it was a different karaoke place than the evening before and it was the first time for all of us there), but in the end we figured it out.

The Lempuyangan Flyover in Yogyakarta
The Lempuyangan Flyover in Yogyakarta

After one hour, we left the karaoke place. We stopped by at a Toga Mas bookstore to look for some books but I did not find anything that interesting (I almost bought some though). Then, they dropped me off at home.

Then, after having dinner at home, I took all my luggage and left for Adisucipto Airport to get back to the Netherlands

BAHASA INDONESIA

Berikut ini cerita tentang dua hari terakhirku di Yogyakarta awal minggu ini dalam rangka liburan di Indonesia selama satu bulanku tahun ini.

Senin

Untuk makan siang dai hari Senin, orangtua-ku, omaku, dan aku pergi ke Rumah Makan Mang Engking di Sendangrejo, yang mana jauh banget loh dari kota Yogyakarta, haha. Dari Yogyakarta, lokasinya masih terus deh dari Godean. Btw, sudah lama juga semenjak terakhir kali aku makan disana. Setelah mengubek-ubek blogku tentangnya, posting terakhir tentangnya yang bisa kutemukan adalah yang satu ini; yang mana artinya terakhir kali aku kesana adalah tanggal 31 Desember 2008. Wih, iya loh, sudah 5,5 tahun aja gitu!! Eh, seujurnya sih awalnya aku kira kunjungan terakhirku lebih baru daripada itu sih; jadi ya antara aku salah ingat atau kunjunganku yang lebih baru itu tidak aku tulis, haha๐Ÿ˜Ž .

Mang Engking Restaurant
Rumah Makan Mang Engking

Ngomong-ngomong, yang jelas sih Mang Engking sudah berubah banget semenjak terakhir kali aku kesana. Sekarang mereka memiliki lebih banyak gubuk dan menawarkan lebih banyak aktivitas (mendayung perahu, dll). Sedikit banyak model restorannya mengingatkanku akan beberapa restoran serupa di dekat Pakem di utaranya kota Yogyakarta, yang menawarkan suasana yang mirip-mirip. Ngomongin Mang Engking, seru banget melihat perkembangan bisnisnya. Aku masih ingat banget kali pertama aku kesana. Waktu itu tahun 2002 atau 2003, ketika aku masih SMP, dan Mang Engking masih berupa sebuah rumah makan yang kurang banyak dikenal yang lokasinya super jauh banget dari Yogyakarta, bisa dibilang di tempat antah berantah dah. Waktu itu mereka hanya memiliki dua gubuk super sederhana di tengah-tengah sawah, dan dapurnya berada di sebuah rumah di desa di dekat situ. Jadi makanannya harus mereka bawa dari rumahnya ke gubuknya itu, yang mana lumayan jauh juga. Dan sekarang? Yah, mereka sudah memiliki beberapa rumah makan di Indonesia!

Kami memesan udang bakar madu, dua masakan gurami (Duh, ikan air tawar ini juara banget memang ya! :D), dan beberapa jenis sayur-sayuran. Enak deh seperti biasanya!๐Ÿ™‚

Kami pulang setelahnya dan tiba di rumah sekitar jam 15:00. Lalu, mamaku dan aku pergi ke sebuah toko hape untuk mencoba melihat apa yang bisa aku lakukan terhadapย Samsung Galaxy S3-ku yang rusak, haha. Nah, ternyata kerusakannya sudah terlalu parah yang mana ongkosnya akan mahal banget kalau mau diperbaiki. Ditambah lagi, karena aku belinya di Belanda, jadi lebih sulit deh menjualnya di Indonesia karena beberapa aturan resmi. Ya sudah deh. Setelah itu, kami pergi ke beberapa toko lain untuk mencari dan membeli power bank.

Lalu, kami makan malam di Ayam Lombok Idjo. Btw, lagi-lagi, aku juga baru saja mengecek blog lamaku dan ternyata posting terakhir tentang Ayam Lombok Idjo adalahย yang ini, jadi di bulan Oktober 2008. Eh, masa sih? Aku rasa kunjungan terakhirku jauh lebih baru daripaa itu deh! Haha๐Ÿ˜› . Ngomong-ngomong, makanannya sih enak seperti biasanya juga๐Ÿ™‚ .

Malamnya, aku keluar dengan teman-temanku karena ini kan malam terakhir aku di Yogyakarta. Kami memutuskan untuk karaokean (awalnya rencananya mau nonton film aja tetapi rencananya kemudian diganti karena sepertinya karaokean lebih seru deh). Yah, sudah lumayan lama juga semenjak terakhir kali aku karaokean. Masih ingat deh aku kalau trivia yang satu ini, terakhir kali adalah di bulan Januari 2011 di acara ulang tahunnya seorang teman di Belanda sini๐Ÿ˜€ . Kali ini kami mengambil sejam aja karena salah satu temanku akan ada kelas untuk studi S2-nya keesokan harinya.

Tetapi kemudian kami memutuskan untuk mampir di Kafe Mary Anne’s untuk dessert tengah malam (baca: es krim, huahaha๐Ÿ˜† ). Disana ada lebih dari 50 pilihan rasa es krim loh. Keren, iya kan? Yah, memang benar sih, tetapi hanya sampai waktu ketika kita harus memutuskan mau memilih rasa yang mana, haha๐Ÿ˜› . Kami disana sampai sekitar jam 23:30.

A lot of choices at Mary Anne's
Banyak sekali pilihan rasa es krim di Mary Anne’s

Dalam perjalanan pulang, kami mengobrol dengan amat seru, terbuka, dan dalam tentang kehidupan secara umum. Benar-benar sebuah percakapan yang menginspirasi dan melegakan dah pokoknya; apalagi kebetulan timing-nya pas di malam terakhir dari acara liburanku di Yogyakarta dan juga mereka adalah beberapa teman paling terdekatku. Percakapan ini adalah salah satu highlight terbaik dari acara liburan satu bulanku di Indonesia ini dah!

Selasa

Di hari Selasa pagi, aku menemani mamaku ke kantor BCA untuk memperbaiki akun internet banking-nya yang terblokir. Lalu, aku membantu orangtuaku memesan beberapa tiket AirAsia (berkat promosi tiket GRATIS-nya mereka minggu ini nih๐Ÿ˜€ ) untuk sebuah perjalanan nanti di tahun 2015. Ceritanya aku juga akan terlibat di perjalanan ini tetapi ceritanya lebih baik aku simpan untuk nanti-nanti aja๐Ÿ˜‰ . Jadi ditunggu aja deh ceritanya!๐Ÿ™‚

Kemudian, setelah makan siang, aku keluar dengan teman-temanku lagi. Jadi sebenarnya, dari Mary Anne’s semalam sebelumnya, kami mendapatkan beberapa voucher dan kami merasa bahwa sebaiknya salah satu voucher-nya lebih baik langsung dipakai aja deh, yang mana voucher karaoke gratis selama satu jam, haha๐Ÿ˜€ . Tetapi kemudian, karena kemacetan di jalanan Yogyakarta akibat kelangkaan BBM, kami tiba agak terlambat (dari rencana awal) di tempat karaokenya. Untuk menggunakan voucher-nya, kami harus memesan selama minimal dua jam di, setidaknya, ruang ukuran medium; ditambah lagi, kami harus menunggu selama 45 menit sebelum ada ruangan yang tersedia karena penuh. Awalnya nyaris kami batalkan tuh, tetapi kemudian ternyata ada ruangan small yang akan siap dalam waktu 10 menit; jadi kami memutuskan untuk memesan yang ini selama sejam aja karena tanggung sudah sampai sana juga kan. Dan begitulah, karaokean lagi deh selama sejam, haha๐Ÿ˜› . Btw, awalnya kami kurang familier dengan penggunaan komputernya (tempat karaokenya berbeda daripada semalam sebelumnya dan ini adalah kunjungan pertama kami semua kesana), tetapi akhirnya bisa juga sih.

Setelah satu jam, kami pulang deh. Di jalan, kami mampir sebentar di Toko Buku Toga Mas untuk melihat-lihat beberapa buku. Tetapi aku tidak menemukan apa pun yang menarik (aku nyaris beli beberapa sih sebenarnya). Kemudian, mereka menurunkanku di rumahku.

The Lempuyangan Flyover in Yogyakarta
Jembatan Layang Lempuyangan di Yogyakarta

Lalu, setelah makan malam di rumah, aku mengambil bagasiku dan kemudian pergi ke Bandara Adisucipto untuk kembali ke Belanda

13 thoughts on “#1436 – Earlier This Week in Yogyakarta

  1. Mary Anne di jogja sebelah mananya ko? Surga bngt kayanya buat pecinta ice cream yah.. Pengen deh cobain semua rasanya hahaha
    I think I should go there next time I visit jogja๐Ÿ˜€

    1. Mary Anne’s yang ini ada di seberangnya Hotel Santika, tempatnya ada di jalan yang agak masuk sedikit; jadi bukan tepat di pinggirnya Jalan Jend. Sudirman itu๐Ÿ˜€ . Iya, rasanya ada banyak banget pilihannya, bikin bingung mau pilih yang mana, huahaha๐Ÿ˜› .

  2. Wah baru minggu kemarin aku karaokean….
    Mary Anneโ€™s aku kaya ngak asing dengar tapi keliatanya aku pernah lihat tapi belum pernah mampir…
    kalai mau makan es cream aku suka di rummy cafe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s