Posted in Indonesia Trip, Long Trip, Vacation

#1432 – 2014 Eastern Indonesia Trip (Prologue)

ENGLISH

So, in this one month trip to Indonesia, I also went to several destinations within Indonesia for a trip. Yes, in past tense since now I am already back in Yogyakarta; as this trip ended on Tuesday morning earlier this week as I landed at Adisucipto International Airport. I did not reveal the destinations before, but now it seems that it is the time to do so🙂 .

Those following my Instagram account may have guessed the destinations; or the readers of this blog may have guessed partially correctly anyway from these two posts I wrote in Makassar and in Lombok. Yes, so obviously those two are part of the destinations that I visited. But here are the complete destinations of the trip:

  1. Makassar and Toraja
  2. Lombok
  3. Bali

Okay, technically these destinations are all in central Indonesia. In fact, they are all in the Central Indonesia Time Zone (Waktu Indonesia Tengah/WITA); so they are not that “east” in the country. But as I said before, this time, my definition of “east” is to the east of Java. So that is why I name this trip the “Eastern Indonesia Trip”, hahaha😆 .

Anyway, as this post is just an intro and my original purpose is just to reveal the destinations, I will not get into the details at the moment yet. I am keeping that for later😉 . But here are my top impressions of these destinations after my trip:

Makassar and Toraja

The Kete Kesu Village in Toraja
The Kete Kesu Village in Toraja

Being my first time on the Sulawesi soil, I could feel the diversity of Indonesia as it was different from the other parts of Indonesia that I have been to. The food was different (well, not that we cannot find Sulawesi food in Java though😆 ), the people’s Indonesian accent was different, and it was simply a different place.

The main reason I included this destination in the trip was Toraja. I knew I would visit a lot of beaches in Lombok so I was thinking of another destination that was not a beach. And Toraja came to mind; plus, geographically it was pretty much to the same direction (from Yogyakarta) to Lombok so I could arrange a nice route. And it was, indeed, a beautiful place! There was no funeral ceremony when I visited though (since my visit coincided with the Toraja International Festival); but nevertheless, it was still amazing.

Lombok

Tanjung Aan Beach in Lombok
Tanjung Aan Beach in Lombok

I am so recommending Lombok, that is my first impression about Lombok from this trip; as the island has many very beautiful beaches! And they are not only the three famous Gilis (Gili Trawangan, Meno, and Air), but the other beaches in the island itself are very scenic as well!

I know Indonesia has a lot of many other beaches that are super beautiful, but what some of those beaches (currently) do not offer that Lombok offers is the access easiness: (1) There are a lot of flights from/to Lombok International Airport; (2) There is road pretty much to everywhere (even though the condition in some places can afford some (major) repair or upgrade); (3) Being a small island, it does not consume unreasonable amount of time to get to these places. So, Lombok seems to be an optimal solution for those looking for beauty and practicality at the same time.

The one thing that I am not that fond of is the food. Well, not that the food is not tasty, it is just that being someone who cannot eat (let alone enjoy) spicy food, I found the Lomboknese food too spicy to handle! Hahaha😆 . For instance, when having ayam bakar Taliwang (Taliwang grilled chicken) for dinner at a restaurant, there were three options: spicy grilled chicken (ayam bakar pedas), medium [spicy] grilled chicken (ayam bakar sedang), or honey-sauced grilled chicken (ayam bakar madu). According to the waiter, the ayam bakar madu menu was totally not spicy at all. So I ordered one. But when it came out, it was still too spicy for me that I could not finish it! Lol😆 .

Bali

Bali
Bali

Bali is, well, Bali. Even though I have been there three times before (in 2001 (I started blogging in 2005 so there is no post about this 2001 trip obviously😛 ), in 2006, and in 2010), it is always a pleasure to come back to Bali! There is just something about Bali that is very enchanting. No matter how many times you are back to Bali, you are always thrilled to be back to Bali. Well, at least that is for me.

***

Speaking of which, I just realized that my Bali – Yogyakarta flight this Tuesday was my first Bali – Yogyakarta flight since 2001! In 2006, my flight was detoured to Solo because of the earthquake (at that time, Adisucipto Airport was closed); and in 2010, I flew to Bandung🙂 .

Btw, more teasers can be found in Instagram under the hashtag “#EasternIndonesiaTrip” where you can find 33 Instagram pictures from this trip🙂 (it is written there as there were 35 files; but that was because twice it happened that I uploaded the same photos so I deleted the copies; but they have been counted anyway).

BAHASA INDONESIA

Nah, dalam acara liburan satu bulanku ke Indonesia ini, aku juga mengunjungi beberapa tempat tujuan di dalam Indonesia. Perjalanan ini sendiri baru saja berakhir hari Selasa pagi kemarin ini dimana aku mendarat di Bandar Udara Internasional Adisucipto Yogyakarta. Sejauh ini aku belum menyebutkan tujuannya mana saja, dan aku rasa sekarang ini lah saat yang tepat untuk mengutarakannya🙂 .

Mereka yang mem-follow akun Instagramku seharusnya sudah dapat menebak tujuan-tujuannya sih; atau para pembaca blog ini mungkin sudah dapat menebak sebagiannya dengan benar melalui dua posting yang aku tulis di Makassar dan di Lombok ini. Ya, jelas lah ya dua tempat ini adalah sebagian dari destinasi yang aku kunjungi. Dan berikut ini daftar lengkap destinasiku kali ini deh:

  1. Makassar dan Toraja
  2. Lombok
  3. Bali

Oke, memang secara teknis tujuan-tujuan ini berada di Indonesia tengah. Bahkan, zona waktunya aja Zona Waktu Indonesia Tengah (WITA) kan; jadi memang sebenarnya tidak se-“timur” itu di Indonesia. Tetapi seperti yang pernah aku bilang, kali ini, definisi “timur”-ku adalah lebih ke timur dari pulau Jawa. Nah, makanya perjalanan ini aku beri nama “Eastern Indonesia Trip”, atau “Perjalanan Indonesia Timur”, hahaha😆 .

Ngomong-ngomong, karena posting ini hanyalah pembukaan saja dan tujuan awalku hanyalah ingin menyebutkan tujuan-tujuanku itu, aku belum akan menuliskan detail cerita perjalanannya sekarang. Itu sih untuk nanti-nanti saja😉 . Tetapi berikut ini beberapa kesan pertamaku mengenai tujuan-tujuan ini:

Makassar dan Toraja

The Kete Kesu Village in Toraja
Desa Kete Kesu di Toraja

Ini adalah kali pertama aku menginjakkan kaki di tanah Sulawesi ini, dan aku benar-benar bisa merasakan keragamannya Indonesia. Suasana disana sungguh berbeda daripada tempat-tempat lain di Indonesia yang pernah aku datangi. Makanannya berbeda (eh, bukan berarti kita tidak bisa menemukan makanan ala Sulawesi di Jawa sih, huahaha😆 ), logat bahasa Indonesianya berbeda, ya pokoknya tempatnya berbeda lah.

Alasan utama aku memasukkan tujuan ini di perjalanan kali ini adalah Toraja. Karena aku tahu aku akan mengunjungi banyak pantai di Lombok, jadilah aku berpikir tentang tujuan yang bukan pantai. Dan aku langsung terpikir Toraja ini; ditambah lagi, secara geografis lokasinya lumayan searah dengan Lombok (dari Yogyakarta) sehingga aku bisa mengatur rute yang enak. Dan memang, tempatnya indah banget lho! Sayangnya aku kesana ketika tidak ada pesta pemakamannya sih (karena kunjunganku pas pula bebarengan dengan Toraja International Festival); tetapi biarpun begitu, masih keren banget dah.

Lombok

Tanjung Aan Beach in Lombok
Pantai Tanjung Aan di Lombok

Aku akan sangat merekomendasikan Lombok, begitulah kesan pertamaku akan Lombok dari perjalanan ini; karena pulau ini memiliki banyak pantai yang indah! Dan bukan hanya tiga Gili yang terkenal itu lho (Gili Trawangan, Meno, dan Air), tetapi juga pantai-pantai lain di pulau Lomboknya sendiri!

Aku tahu memang Indonesia memiliki banyak pantai-pantai lain yang juga super bagus, tetapi apa yang (sekarang) tidak dimiliki beberapa pantai-pantai tersebut tetapi ditawarkan Lombok adalah kemudahan akses: (1) Ada banyak sekali penerbangan dari/ke Bandara Internasional Lombok; (2) Ada akses jalan kemana pun (walaupun kondisi beberapa bagiannya perlu perbaikan/upgrade (besar) sih); (3) Karena pulaunya kecil, tidak membutuhkan terlalu banyak waktu untuk mencapai tempat-tempat tersebut. Jadi, sepertinya Lombok adalah sebuah solusi optimal bagi mereka yang mencari keindahan alam sekaligus kepraktisan (practicality).

Satu hal yang aku kurang cocok dengan Lombok adalah makanannya. Bukan karena makananya tidak enak sih, tetapi karena aku bukanlah seseorang yang bisa (apalagi menikmati) makan makanan pedas, aku merasa bahwa makanan Lombok itu terlalu pedas untuk dimakan! Hahaha😆 . Misalnya aja, sewaktu makan ayam bakar Taliwang di sebuah restoran, pilihannya adalah ayam bakar pedas, sedang, dan madu. Menurut pelayanannya, ayam bakar madu itu sangat nggak pedas sama sekali. Jadilah aku pesan satu. Dan begitu keluar, ternyata terlalu pedas dong untuk aku sehingga aku nggak mampu menyelesaikannya, hahaha😆 .

Bali

Bali
Bali

Bali itu, yah, Bali. Walaupun aku sudah pernah kesana tiga kali (tahun 2001 (waktu itu aku belum mulai nge-blog jadi jelas tidak ada posting tentang perjalanan tahun 2001 ini😛 ), tahun 2006, dan tahun 2010), rasanya sih tetap seru-seru aja kembali ke Bali! Rasanya ada sesuatu tentang Bali yang memang sungguh memikat. Tidak peduli sudah berapa kali ke Bali, rasanya selalu senang dan bersemangat setiap kali kembali ke Bali. Yah, setidaknya ini untukku ya.

***

Ngomong-ngomong, aku baru sadar bahwa penerbangan Bali – Yogyakartaku hari Selasa ini aalah penerbangan Bali – Yogyakartaku yang pertama semenjak tahun 2001 itu! Di tahun 2006, penerbanganku dialihkan ke Solo karena gempa (waktu itu Bandara Adisucipto ditutup); dan di tahun 2010, aku terbang ke Bandung🙂 .

Btw, lebih banyak teaser bisa ditemui di Instagram dengan hashtag “#EasternIndonesiaTrip” dimana terdapat 33 foto Instagram dari perjalanan ini🙂 (tulisannya memang 35 disana, tetapi 2 kali ketika mengunggah, fotonya dobel, jadilah kopinya aku hapus; tetapi ternyata masih dihitung juga, haha).

20 thoughts on “#1432 – 2014 Eastern Indonesia Trip (Prologue)

  1. Brb follow IG hahaha
    Sama aku jg suka kepedesan makan masakan lombok, cabenya mereka parah.. Blm prnh ke toraja, kayanya menarik nunggu postingan ttg toraja nih.. Tauny yg terkenal dr toraja cm adat pemakamannya hehe

    1. Iya, makanan Lombok memang pedas-pedas banget! Hahaha😆 . Iya, di Toraja memang kunjungannya semua ya bernuansa tentang adat pemakamannya itu sih😀 .

  2. Haha syok dialek emang kalau di Toraja, pernah ada bapak-bapak nanya, “Kita’ dah nikah?” HAH HAH? KITAAAA? Taunya Kita di sana itu artinya kamu -,-

    Hahaha makanan Lombok memang pedas-pedas ya. Plecing kangkung juga pedas kan zzz.

    1. Hahaha, langsung kaget ya Na soalnya bingung kapan nikahnya, huahaha😆 .

      Iya, pedes banget makanan Lombok Na; termasuk yang mereka bilang tidak pedas juga sudah pedas loh, huahaha😆 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s