Posted in General Life, PhD Life, Zilko's Life

#1419 – Hot Days and Bucatini

ENGLISH

Wow, the entire week this week has been a week with full of stories. Seriously! There are two stories which each, I think, deserves its own post, so I keep them for a bit later; and here are a few of them which are more “daily”.

Really hot…

I know it is summer now, but even for summer standard, the temperature in the Netherlands this week has been amongst its hottest days. Not overwhelmingly nor uncharacteristically hot though, but it was very hot (and humid). Which was fine; except that, well, the air-conditioner in my office was broken for two straight days during these hottest days! Damn!!😦

Now I know how the other PhDs in Delft (whose offices are in other buildings) feel during summer. At least I am lucky enough that my office building is one of the newest buildings in TU Delft so each room has an air-conditioner. Other PhDs that I know, well, their offices don’t have air-conditioners! Under this condition, our offices basically turned into big greenhouses where the heat was trapped inside it and, as a result, made it even hotter inside! And well, working in such a hot condition is not fun at all! At least to me. It made me much more difficult to concentrate; even I could not think as fast as I normally could, haha😆 .

Speaking of the heat, I went to Den Haag on Saturday where it was also very hot. At one point, the temperature hit 35°C!😯 The weather was actually quite nice in the afternoon though. Okay, even though I said it was very hot, it was actually more like the hotter side of “warm”. It was still hot; but not unbearingly hot. I took the tram to go to Den Haag and the tram was packed with people (and there was no air-conditioner inside the tram too btw). At first I was surprised with the amount of people who were travelling to Den Haag; until I realized the final destination of the tram was Scheveningen (a popular beach area in the outskirt of Den Haag). Oh, that must be why! Maybe I should have made a plan to go to Scheveningen when the weather was like this too! Hahaha😆 .

Bucatini

I have a new favorite type of pasta after my visit to Rome in December 2010: bucatini. To me, bucatini is like the most delicious pasta ever. Cook any pasta meal, if you use bucatini as the pasta, it will taste even more delicious! My brother and I tested this hypothesis two years later during our visit to Rome in December 2012. We ordered bucatini carbonara and spaghetti carbonara from the same restaurant. And, indeed, the bucatini carbonara was much more delicious than the already very delicious spaghetti carbonarra, hahaha😆 .

Btw, for you who are foreign with bucatini, bucatini is a type of pasta which looks like spaghetti but the diameter is a little bit thicker and there is a tiny hole in the middle. To me, this thickiness is the factor that makes me find bucatini much more delicious than spaghetti🙂 .

Even so, I have not had the luck with bucatini in the Netherlands. Ever since that year-end 2010 Italy trip, I had not found bucatini anywhere in the Netherlands. Well, until Tuesday last week. When I decided to stop by at a supermarket, I saw a box of bucatini! Yay!! Finally!!!😀 So obviously I bought one. The day after, I changed my cooking plan for the day (I planned to cook fried chicken fillet with rucola) to pasta! Hahaha😆 . And indeed, it was so delicious!🙂

It reached 35°C in Den Haag on Saturday!!
It reached 35°C in Den Haag on Saturday!!
A bucatini bolognese I cooked myself
A bucatini bolognese I cooked myself

BAHASA INDONESIA

Wow, satu minggu ini benar-benar satu minggu penuh cerita deh. Beneran! Ada dua cerita yang menurutku berhak menjadi dua posting sendiri, jadi aku simpan untuk posting-posting berikutnya saja; dan berikut ini dua cerita yang lebih sehari-hari.

Panas banget…

Iya, memang sekarang ini adalah musim panas di Belanda, tetapi bahkan untuk standar musim panasnya Belanda, akhir-akhir ini bisa dikatakan termasuk yang paling panas banget loh. Memang sih panasnya masih bisa ditahan dan bukan panas yang gimana banget gitu, tetapi rasanya ya sudah panas banget lah (dan lembab). Yang mana nggak masalah juga sih, kecuali bahwa AC di kantorku rusak dong selama dua hari berturut-turut ketika hari lagi panas-panasnya begini! Sial!!😦

Sekarang aku tahu deh bagaimana perasaannya mahasiswa PhD (S3) lain di Delft (yang kantornya di gedung-gedung lain) di musim panas. Setidaknya aku masih beruntung kantorku berada di salah satu gedung terbarunya TU Delft jadi di setiap ruangan ada AC-nya. Nah, kantor-kantornya beberapa kenalanku mahasiswa PhD lain ini nggak memiliki AC loh! Dan dalam kondisi seperti ini, kantor-kantor ini pada dasarnya berubah menjadi rumah kaca raksasa dimana panas terjebak di dalamnya, dan sebagai akibatnya, di dalamnya menjadi jauh lebih panas lagi! Dan bekerja di kondisi panas begini sungguh tidak nyaman lho! Setidaknya untukku ya, rasanya jadi lebih sulit berkonsentrasi; dan juga aku tidak bisa berpikir secepat biasanya, haha😆 .

Ngomongin panas, aku pergi ke Den Haag di hari Sabtu dimana cuacanya juga panas banget. Di satu waktu, bahkan suhunya mencapai 35°C loh!😯 Cuacanya juga oke sih di siang harinya. Oke, walaupun aku bilang panas banget, sebenarnya bisa dikatakan masih berada di sisi panasnya dari “hangat” sih. Masih panas; tetapi masih bisa ditahan kok panasnya. Aku naik tram untuk pergi ke Den Haag dan tramnya penuh orang (dan di dalam tramnya nggak ada AC loh btw). Awalnya aku kaget dengan banyaknya orang yang mau pergi ke Den Haag hari itu; sampai kemudian ketika aku menyadari bahwa tujuan akhir tramnya adalah Scheveningen (sebuah area pantai super populer yang berada di pinggiran Den Haag). Oh, pantas saja, orang-orang ini pasti pada mau ke Scheveningen! Mungkin seharusnya aku juga membuat rencana untuk ke Scheveningen ya ketika cuacanya seperti ini! Hahaha😆 .

Bucatini

Aku memiliki satu tipe pasta favoritku setelah kunjunganku ke Roma di bulan Desember 2010: bucatini. Untuk aku, bucatini ini sudah seperti pasta terenak sepanjang masa deh. Masak masakan pasta apa pun, kalau pasta yang digunakan adalah bucatini, pasti rasanya jauh lebih enak! Adikku dan aku mengetes hipotesa ini dua tahun kemudian dalam kunjungan kami ke Roma di bulan December 2012. Kami memesan bucatini carbonara dan spaghetti carbonara dari restoran yang sama. Dan, memang, bucatini carbonaranya jauh lebih enak daripada spaghetti carbonaranya yang sebenarnya sudah sangat enak juga loh, hahaha😆 .

Btw, bagi yang kurang familier dengan nama bucatini, bucatini adalah sejenis pasta yang penampilannya mirip spaghetti (jadi bentuknya seperti mie gitu) tetapi diameternya sedikit lebih tebal dan di dalamnya ada lubang rongga kecil. Untukku, ketebalannya ini lah yang membuat bucatini lebih enak daripada spaghetti🙂 .

Sayangnya, sejauh ini aku belum beruntung dengan bucatini di Belanda. Semenjak perjalanan akhir tahun 2010-ku ke Italia itu, aku belum pernah loh menemukan bucatini di Belanda. Sampai hari Selasa minggu lalu. Ketika aku mampir di supermarket, kebetulan aku melihat satu kotak bucatini! Hore!! Akhirnya!!!😀 Tentu saja aku membeli satu. Sehari setelahnya, aku langsung mengubah rencana masakanku untuk hari itu (awalnya aku berencana masak filet ayam goreng dengan rucola) menjadi pasta! Hahaha😆 . Dan memang, enaaak banget rasanya!🙂

29 thoughts on “#1419 – Hot Days and Bucatini

    1. Justru kalau nggak salah pernah ada yang bilang di Indonesia di supermarket pernah nemu bucatini juga loh😀 . Ntar kalau pas ke supermarket iseng-iseng aja lihat-lihat di bagian pastanya, siapa tahu ada juga, hehehe🙂 .

    1. Hahaha, memang kalau panas banget enak ngadem di dalam ruang yang ada AC-nya ya😀 . Tapi kemarin ini memang harus keluar sih, hehehe🙂 .

  1. Wah memang cocok kalau panas ke pantai, buset itu panasnya sampai 35 benar benar panaaaaaas luar biasa.
    kalau jenis pasta aku ngak dong ko aku rasa kok ya sama aja ya…
    ( dasar katrok aku ini )
    uhhh kapan kapau mau coba naik trem…!!!

    1. Iya, orang-orang sini pada memanfaatkan momen ini buat pergi ke pantai tuh; kemarin ini kok nggak kepikiran yah, hahaha😆 . Jenis pasta ada banyaaakk banget sebenarnya😀 . Rasa pastanya sendiri sih sama-sama aja lah (selain di cara masak/bumbu/sausnya maksudnya ya😀 ) karena kan bahan utamanya kurang lebih sama. Perbedaannya ada di tekstur, bentuk, dan ketebalannya, hehehe🙂 .

      O iya ya di Indonesia nggak ada tram, hehehe🙂 .

  2. kak Zilko cobain ke Semarang deh, 35 C itu kaya udah makanan sehari2 dan kalo pas ‘beruntung’ bahkan bisa sampe 43 C :”””
    tapi kalo di sana ntar pas winter dingin banget sih ya :O

    1. Masak sih bisa mencapai 43 C?? Hehehe🙂

      Winter di Belanda nggak dingin-dingin amat kok (dibandingkan beberapa negara Eropa lain), rata-rata di sekitar 0 C saja (walau bisa naik/turun tergantung cuaca juga sih)🙂 . Jadi enak, hehehe🙂 .

        1. Gila banget kalau sampai 40 Non. Aku aja di Eropa males ke Eropa selatan kalau pas summer karena denger-denger disana bisa nyampe 40an juga temperaturnya, haha😛 . Lah ini di Indonesia bisa juga mencapai 40, padahal dulu rata-rata sekitaran 35an aja kan ya maksimalnya, hmmm…

    1. Iya, jadi susah konsen kalau panas banget gitu memang. Apalagi pas AC di kantor mati. Duh, nggak enak banget deh itu, hehehe🙂 .

      Bentuknya bucatini sekilas mirip banget sama spaghetti, tapi lebih tebal, hehehe😀 .

  3. Canggihan commuter line nya Jabodetabek dong yah Zi sudah ber-ac semuanya..hihihi.. Cuma dua musim soale disini.. panas sama panas banget, jadi kudu lah yah itu ac..hahaha :p

    Bucatini? Coba cari ah.. Sapa tau nemu yah..😀

    1. Iya, disini soalnya panasnya jarang Py. Jadi tidak menguntungkan kalau tramnya dipasangin AC ya. Secara AC-nya dipakainya juga cuma sebentar doang dalam satu tahun, hahahaha😆 .

      Yoi Py, siapa tahu ketemu bucatini itu ya, hehe. Dulu pernah ada yang bilang katanya nemu lho di supermarket di Indo😀 .

  4. 35 dercel, hahaha, kayak Surabaya dong klo segitu😀

    “and there is a tiny hole in the middle”

    mungkin karena saus pastanya nyelip ke tiny hole-nya itu, makanya rasanya jadi lebih enak ya? *sotoy*😆

    1. Kayaknya sih hole-nya terlalu kecil Bu untuk saus pastanya bisa masuk ke dalamnya itu. Saus pasta kan biasanya kental-kental, hehehe😀 . Kayaknya rasanya lebih enak karena mie-nya lebih tebal Bu😀 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s