Posted in General Life, Zilko's Life

#1418 – A Visit from A Friend

ENGLISH

As promised in the previous post, here is the story of my last weekend🙂 .

An old friend of mine, Evan, was in Germany for three weeks this summer. And since Germany is the neighboring the Netherlands, he decided to spend a weekend (the last weekend) in the Netherlands. So now I think you have enough information on why I was so exhausted on Sunday evening; yes, I took him around. Btw, this was the second visit from an old friend since I moved to the Netherlands; the first one was almost three years ago when my other friend, Ken, was backpacking around Europe at that time.

I picked him up in Utrecht at 18:45 on Saturday (I decided to work a little bit on Saturday, so I went straight from my office to the train station to go to Utrecht). We went around a little bit before deciding to have dinner at a restaurant with a three-course meal for €24.50. I ordered carpaccio for appetizer, a Jordanian lamb for the main course, and a strawberry cheesecake for dessert.

The agenda for Sunday was Delft and Amsterdam; so timewise it was quite tight. We went around Delft centrum in the morning. Then I showed him the campus of TU Delft (his brother also happened to study his Masters’ degree in TU Delft as well). All of these activities, for the record, we finished all of them by walking. So it was quite an exercise already on Sunday, haha😆 .

Rump steak with mushroom sauce for lunch
Rump steak with mushroom sauce for lunch

Then, we went to the train station to catch a train to Amsterdam. Long story short, we arrived at Amsterdam Centraal station at around 13:45. We walked around a little bit and decided to have lunch at a pizzeria slash grill place. He ordered a calzone and I ordered a rump steak. It was quite nice (and big) I must say🙂 .

Since I wanted to show him Zaanse Schans, after lunch we went to the bus stop in front of Amsterdam Centraal to take the bus 391 there. Zaanse Schans is located to the north of Amsterdam and there are well-preserved Dutch windmills along with several small museums (cheese, bread, chocolate, klompen, etc) there. So it does not get more “Dutch” than that, in my opinion😆 . Btw, it would be my second time visiting Zaanse Schans, as I went there too when my brother was in Europe one and a half years ago.

Back to Zaanse Schans
Back to Zaanse Schans

We stayed in Zaanse Schans until around 17:00, and then we took the bus back to Amsterdam. After the 40 minutes bus-ride to Amsterdam, we were still quite full so we decided to just walk around the city centre of Amsterdam and skipped dinner. At first I was thinking of taking him to the Museumplein; but then Evan had a better idea: why did not we go to the Amsterdam ArenA? The home stadium of the Dutch football club Ajax? Well, cool! I had never been there myself so obviously I was excited as well.

We took the Amsterdam metro from Amsterdam Centraal station to Amsterdam Bijlmer ArenA which was next to the football stadium. Obviously it was closed at that time already; but at least we went around it. After that, our agenda in Amsterdam finished and we took the train to go back to Delft. We stopped at Schiphol for awhile (since we had to make one transit there). Btw, apparently, just outside the airport, there was a big screen showing the final of the World Cup! Haha🙂

A big screen airing the World Cup final in front of Schiphol
A big screen airing the World Cup final in front of Schiphol

After arriving in Delft, it turned out that the final match was not over yet as it was still 0–0! Yay!🙂 So I did not miss Mario Götze’s beautiful goal which brought Germany their fourth World Cup title!🙂

BAHASA INDONESIA

Seperti yang aku janjikan di posting sebelumnya, berikut ini cerita tentang akhir pekanku yang lalu🙂 .

Seorang teman lamaku, Evan, ceritanya sedang berada di Jerman selama tiga minggu musim panas ini. Nah, karena Jerman itu bertetangga dengan Belanda, ia memutuskan untuk sekalian main selama satu akhir pekan (akhir pekan kemarin ini) ke Belanda. Jadi, sepertinya sudah cukup lah ya informasi yang menjelaskan mengapa aku merasa lelah banget di hari Minggu malamnya; iya, aku mengajaknya berkeliling. Btw, ini adalah kali kedua aku dikunjungi teman lama semenjak aku pindah ke Belanda; yang pertama nyaris tiga tahun yang lalu ketika seorang temanku yang lain, Ken, sedang backpacking keliling Eropa waktu itu.

Aku menjemputnya di Utrecht jam 6:45 sore di hari Sabtu (aku memutuskan untuk bekerja di hari Sabtunya, jadi aku langsung pergi dari kantor ke stasiun kereta untuk pergi ke Utrecht). Kami berkeliling Utrecht sedikit sebelum memutuskan untuk makan malam di sebuah restoran dengan menu three-course seharga €24.50. Aku memutuskan untuk memesan carpaccio sebagai makanan pembuka, sebuah daging domba ala Yordania sebagai makanan utama, dan strawberry cheesecake sebagai makanan penutup.

Agenda untuk hari Minggu adalah Delft dan Amsterdam; jadi secara waktu memang ketat banget. Kami mengelilingi centrum-nya Delft di pagi harinya. Lalu, aku mengajaknya ke area kampus TU Delft (kakaknya kebetulan juga menyelesaikan jenjang S2-nya di TU Delft juga). Semuanya itu dilakoni dengan berjalan kaki lho. Jadi aja deh sama aja sekalian berolahraga itu ya, haha😆 .

Rump steak with mushroom sauce for lunch
Rump steak dengan saus jamur untuk makan siang

Setelahnya, kami pergi ke stasiun kereta untuk pergi ke Amsterdam. Singkat cerita, kami tiba di stasiun Amsterdam Centraal sekitar jam 13:45. Kami berkeliling sedikit sebelum memutuskan untuk makan siang di sebuah pizzeria. Ia memesan calzone sementara aku memesan rump steak. Rasanya lumayan enak juga (dan porsinya besar)🙂 .

Karena aku ingin mengajaknya ke Zaanse Schans, setelah makan siang kami pergi ke halte bus di depan Amsterdam Centraal untuk naik bus nomor 391. Zaanse Schans berlokasi di utara kota Amsterdam dan disana terdapat beberapa kincir angin kuno ala Belanda yang dirawat dengan baik sekaligus dengan beberapa museum kecil (museum keju, roti, coklat, klompen, dll). Jadi tempat itu menurutku “Belanda” banget deh, hahaha😆 . Btw, ini adalah kali kedua aku pergi ke Zaanse Schans, sebelumnya aku kesana ketika adikku berada di Eropa satu setengah tahun yang lalu.

Back to Zaanse Schans
Balik lagi di Zaanse Schans

Kami berada di Zaanse Schans sampai sekitar jam 5 sore sebelum kami kembali ke Amsterdam. Setelah naik bus selama sekitar 40 menit, tibalah kami di Amsterdam. Karena masih merasa kenyang, ya udah kami memutuskan untuk langsung berjalan mengelilingi Amsterdam aja dan melompati makan malam. Awalnya aku memiliki ide untuk pergi ke Museumplein; tetapi temanku justru memiliki ide yang lebih baik: kenapa nggak pergi ke Amsterdam ArenA saja? Iya, markas klub bola asal Belanda, Ajax, itu? Keren! Nah, karena aku juga belum pernah kesana, jadi aku ikutan bersemangat deh.

Kami naik kereta bawah tanahnya Amsterdam dari stasiun Amsterdam Centraal ke stasiun Amsterdam Bijlmer ArenA yang mana lokasinya di sebelahnya stadion sepakbolanya. Tentu saja waktu itu stadionnya sudah tutup; tetapi setidaknya kami bisa mengelilinginya dari luar sih. Setelahnya, karena agenda kami di Amsterdam sudah habis, kami naik kereta kembali ke Delft. Kami berhenti sebentar di Schiphol (karena memang harus transit disana). Btw, ternyata di luar bandaranya ada layar besar yang menayangkan finalnya Piala Dunia lho! Haha🙂

A big screen airing the World Cup final in front of Schiphol
Layar lebar yang menayangkan final Piala Dunia di depan Bandara Schiphol

Setelah tiba di Delft, ternyata pertandingannya belum selesai karena masih 0–0! Hore!🙂 Jadi aku masih sempat ikutan nonton dan menyaksikan gol indahnya Mario Götze yang memberikan kemenangan bagi tim Jerman untuk keempat kalinya di Piala Dunia!🙂

22 thoughts on “#1418 – A Visit from A Friend

  1. Wah enaknya ko…
    Itu makananya rasanya mau aku cicipin semua kira kira masuk ngka ya sama lidah aku klau steak ok lah sama strawberry cheesecake bisa tapi yang lain entahlah…

    kalau naik kereta dari jerman ke belanda berapa duit ko…?

    1. Makanannya enak-enak memang, hehehe🙂 .

      Harga tiket kereta tergantung dari (atau ke) Jerman dari (ke) kota apa, dan tergantung belinya kapan. Tetapi harga tiket kereta lebih stabil sih, hehehe🙂 .

  2. Wow…jadwalnya padat banget. Badanya kuat juga. Semoga tidak sakit.
    Memang seneng banget kalau di kunjungi sahabat apalagi kalau sudah lama tidak ketemu. Sudah kayak saudara.
    Itu foto di Kincir tapi kincirnya mana ya?
    Kere-keren fotonya. Eropa memang bersih.

    1. Iya, makanya setelah seharian ini rasanya capek banget, hehehe🙂 . Iya, seru memang kalau ada teman lama yang pas berkunjung jalan-jalan kesini, hehehe🙂

      Kincir anginnya ada di background-nya kan itu🙂 .

    1. Iya, jadi tour guide dadakan, hahaha. Iya nih Non, udah sibuk ini sama kerjaan. Kecuali kalau honornya super gede kali ya jadi bisa dipertimbangkan, huahaha😆 .

  3. Seruu banget ada layar gede gitu di bandara nya.. Mungkin kalo Indonesia masuk 4 besar PD juga di soeta bakal ada layar tancep nya yah..haha.. aaaminn :p

  4. oh waaaw rump steak! sejak di Oz, aku blm makan steak nih😦 belom nemu resto yg halal. trs itu nutella waffle-nya juga looks too delicious, yummmmm!

    1. Oh iya Bu di Oz kan banyak restoran-restoran ternama tuh. Yang chef-chefnya sering diundang di acara Masterchef Australia itu lho. Kayaknya seru ya dicobain😛 .

      Nutella waffle-nya memang enak! Tapi agak kemahalan sih menurutku *ya iya lah secara belinya di daerah turis, hahaha😆 *.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s