Posted in Long Trip, Vacation

#1305 – First Two Times Flying with Airbus A380s

ENGLISH

So you know that I was flying on an Airbus A380-800 two days ago and you know the reason I was flying was because I was on my way to Indonesia for my one month vacation. So here is the story😀 (I am soo jetlagged in Singapore anyway so I am writing this post at 3 AM now😆 ).

After getting up on Sunday morning, I checked flightradar24 to see which aircraft Emirates was using today for the AMS (Amsterdam) to DXB (Dubai) route. It was an easy thing to do because Amsterdam Schiphol Airport was not Emirates’ hub. So with 100% certainty, I knew that the same airplane used in their EK 147 flight from Dubai that day would be used as the returning flight to Dubai, EK 148, which was my flight. And here was the result:

Emirates was using their A6-EEI aircraft today to serve their daily DXB-ASM route.
Emirates was using their A6-EEI aircraft today to serve their daily DXB-ASM route.

Apparently they were using their A6-EEI aircraft. I did some research on A6-EEI and found out that it was a four month old airplane!😯 (According to this data, it was delivered to Emirates (from Airbus) on 17 June 2013)! Yay! A new aircraft!!

Long story short, I went to Schiphol Airport, checked in (I deliberately chose not to check in online because I wanted their official paper boarding passes, you know, as a memorabilia, lol😆 ), and walked to the gate afterwards. Oh, here is the flight map (based on Google Earth) for my two flights today:

Flight map
Flight map

At 12:40 PM, A6-EEI was EK 147 landed at runway 27 of Schiphol Airport and parked at Gate G09.

An Emirates' Airbus A380-800 reg code A6-EEI, a four month old A380!
An Emirates’ Airbus A380-800 reg code A6-EEI, a four month old A380!

Long story short, at around 2 PM, the boarding process started. The boarding was done not simultaneously (understandable though, as it was such a huge aircraft which could carry a lot of passengers, so they had to employ a boarding strategy to make the boarding process efficient), but per zone. Because I was sitting at the front of the plane, I was boarding last.

At 2:40 PM, the airplane was ready to depart, and here my one month vacation started!!🙂 We took off from runway 24 of Schiphol Airport to embark on a 5 hour 54 minutes flight to Dubai. The flight experience was very very nice, and I understand why Emirates was voted the world’s best airline this year by Skytrax. The almost six hours flight did not feel like it was six hours at all. I watched a movie I had really wanted to watch but did not get the opportunity when it was being aired in Dutch cinemas (because I kept forgetting, lol😆 ): Star Trek Into Darkness! For lunch (or dinner, it depends on how you want to see it😉 ), the choice was chicken tandoori or seafood duo, and I chose seafood duo. And as you know, there was wifi on board too (even though it was not free).

At almost midnight Dubai time, our flight descended towards Dubai Airport, and finally landed at runway 30L of the airport. I had a little more than three hours of transit time at Dubai Airport this time. After passing through the security check, I went around the airport and decided to have a hamburger. At 2 AM, I entered the gate and the boarding started at around 2:40 AM. This time, even though I was sitting in the same zone as before, my zone was the first boarding zone, hahaha😆 .

On this second flight, Emirates used their A6-EDV aircraft, a 16 month old Airbus A380-800 according to this data, on their EK 354 flight from DXB to SIN. We took off frum runway 30R of Dubai International Airport a little bit delayed due to heavy traffic at the airport at the time. They served savoury snack around 30 minutes after take-off. And by savoury snack, I mean a piece of sandwich and a muffin! Hahaha🙂 For breakfast, the choice was eggs or fried noodles, and I chose the eggs. The flight experience was pretty much the same, even though I think the In Flight Entertainment gadget was a little bit different (even though the content was the same). I couldn’t really sleep, but this was because I am not an easy sleeper though, haha😆 . It was a seven hour flight from DXB to SIN. At around 2:50 PM Singapore time, we landed at runway 20R of Singapore Changi Airport.

***

So here I am now, in Singapore. Before leaving, I thought I would use the one night I spent in Singapore to go around, but I did not have the energy to do so because I was so exhausted! Hahaha😆 . Plus, Singapore greeted me with tropical rain and thunder when I arrived! The bad news? I was not bringing any rain coat or umbrella!😦

BAHASA INDONESIA

Pada tahu kan aku terbang dengan pesawat Airbus A380-800 untuk pertama kalinya dua hari yang lalu dan pada tahu juga bahwa aku terbang karena aku dalam perjalanan menuju Indonesia dalam ranka liburan satu bulanku. Jadi inilah ceritanya😀 (Aku lagi kena jetlag berat nih makanya sekarang aku posting ini subuh-subuh, huahaha😆 ).

Setelah bangun pagi di hari Minggu pagi, aku mengecek flightradar24 untuk melihat pesawat yang mana yang dipakai Emirates untuk menerbangi rute AMS (Amsterdam) ke DXB (Dubai)-nya. Ini adalah sesuatu yang mudah karena Bandara Amsterdam Schiphol bukanlah hub dari Emirates. Jadi dengan tingkat keyakinan 100%, aku tahu bahwa pesawat yang sama seperti yang mereka gunakan di penerbangan EK 147 dari Dubai hari itu akan digunakan sebagai penerbangan kembalinya ke Dubai, EK 148, yang mana merupakan penerbanganku. Dan inilah hasilnya:

Emirates was using their A6-EEI aircraft today to serve their daily DXB-ASM route.
Emirates mengoperasikan pesawat A6-EEI mereka hari ini untuk melayani rute harian DXB-AMS mereka.

Ternyata mereka menggunakan pesawat A6-EEI mereka. Aku melakukan sedikit riset mengenai pesawat A6-EEI ini dan ternyata ini adalah pesawat yang umurnya empat bulan loh!😯 (Menurut data ini, pesawat ini diberikan ke Emirates (oleh Airbus) pada tanggal 17 Juni 2013)! Hore! Pesawatnya baru!!

Singkat cerita, aku pergi ke Bandara Schiphol, check in disana (aku sengaja memilih untuk tidak check in online karena aku kan mau boarding pass kertas mereka sebagai kenang-kenangan, huahaha😆 ), dan berjalan ke gate-nya setelahnya. Oh, berikut adalah peta penerbangannya (menurut Google Earth) dari dua penerbanganku hari ini:

Flight map
Peta rute penerbangan

Jam 12:40 siang, A6-EEI mendarat di landasan pacu 27 Bandara Schiphol dan parkir di Gate G09.

An Emirates' Airbus A380-800 reg code A6-EEI, a four month old A380!
Pesawat Airbus A380-800 milik Emirates dengan kode registrasi A6-EEI, sebuah A380 berumur empat bulan!

Singkat cerita, sekitar jam 2 siang, proses boarding-nya dimulai. Proses boarding-nya tidak dilakukan secara bersamaan (masuk akal sih, pesawatnya kan gede banget sehingga bisa membawa banyak penumpang, jadi mereka harus menggunakan strategi dalam boarding agar proses boarding-nya efisien kan), tetapi per zona. Karena aku duduk di zona depan, aku boarding terakhir deh.

Jam 2:40 siang, pesawatnya sudah siap berangkat, dan disinlah liburan satu bulanku dimulai!!🙂 Kami lepas landas dari landasan paci 24 Bandara Schiphol untuk memulai penerbangan selama 5 jam 54 menit menuju Dubai. Pengalaman di atas pesawatnya oke banget lho, dan aku paham deh mengapa Emirates di-voting sebagai maskapai terbaik di dunia tahun ini oleh Skytrax. Penerbangan selama enam jam ini nggak berasa seperti enam jam sama sekali. Aku juga nonton film gitu deh yang sudah ingin banget aku tonton tetapi selalu nggak sempat ketika filmnya ladi ditayangin di bioskop Belanda (soalnya kelupaan terus, huahaha😆 ): Star Trek Into Darkness! Untuk makan siang (atau makan malam, terserah mau dilihatnya bagaimana😉 ), pilihannya adalah ayam tandoori atau seafood duo, dan aku memilih seafood duo. Dan tahu lah ya, ada wifi pula di pesawatnya (walaupun nggak gratis sih).

Hampir tengah malam waktu Dubai, pesawat kami mulai turun menuju Bandara Dubai, dan akhirnya mendarat di landasan pacu 30 L dari bandara ini. Waktu transitku tiga jam lebih sedikit di Bandara Dubai kali ini. Jadilah setelah pemeriksaan sekuriti, aku berjalan-jalan keliling bandaranya dan kemudian memutuskan untuk makan hamburger. Jam 2 subuh, aku memasuki gate-nya, dan boarding dimulai jam 2:40an. Kali ini, walaupun aku duduk di zona yang sama seperti sebelumnya, zonaku boarding-nya duluan loh, hahaha😆 .

Di penerbangan keduaku, Emirates menggunakan pesawat A6-EDV mereka, umurnya 16 bulan kalau menurut data ini, di penerbangan EK 354 mereka dari DXB ke SIN. Kami lepas landas dari landasan paci 30R Bandara Internasional Dubai sedikit terlambat karena lalu lintas bandara yang amat sibuk jam-jam segitu. Mereka memberikan layanan snack sekitar 30 menit setelah take-off. Dan yang dimaksud dengan snack itu adalah satu sandwich besar dan satu muffin! Hahaha🙂 . Untuk sarapan, pilihannya adalah telur atau mi goreng, dan aku memilih telurnya saja. Pengalaman di pesawatnya kurang lebih sama seperti sebelumnya, walaupun gadget In Flight Entertainment-nya agak sedikit berbeda sih (tetapi kontennya sih sama). Aku nggak bisa tidur banyak kali ini, tetapi ini sih karena memang akunya saja yang susah tidurnya, haha😆 . Penerbangan kali ini memakan waktu tujuh jam dari DXB ke SIN. Sekitar jam 2:50 sore waktu Singapura, kami mendarat di landasan pacu 20R Bandara Changi.

***

Jadilah aku berada di sini sekarang, di SIngapura. Sebelum berangkat, awalnya aku berpikiran buat jalan-jalan gitu di Singapura, tetapi akhirnya aku nggak jadi soalnya rasanya capek banget! Hahaha😆 . Plus, Singapura juga menyambutku dengan hujan tropis (hujan super deras maksudnya) dan guntur dong ketika aku tiba! Berita buruknya? Aku kan nggak bawa payung atau jas hujan!😦

30 thoughts on “#1305 – First Two Times Flying with Airbus A380s

    1. Iya, Emirates memang keren banget! Terutama ya Airbus A380-nya ini kan😀 . Gede banget pesawatnya jadi kokoh banget memang. Mana fasilitasnya oke pula🙂

  1. Aaaa.. seruuu.. sayang igh kalo flight Emirates yang ke CPH ga pake pesawat segede gini Ko.. jadi ga bisa ngerasain deh😦

    Oh iya.. selamat mudik yaaaaa…

    1. Iya, barusan aku cek yang ke CPH pakai Boeing 777-300ER aja ya Be, sama kayak yang dipakai dari Dubai ke Jakarta pp, hehehe. Berangkatnya dari Amsterdam aja Be😛 . Kan kalo dari Amsterdam pakai yang Airbus A380 itu (mulai Desember ini kayaknya bakal ada 2 penerbangan sih, tapi yang satunya pakai Boeing 777-200LR).

      Triims!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s