Posted in Life in Holland, Zilko's Life

#1299 – “U” and “Jij”, “Anda” and “Kamu”, and “You”

ENGLISH

So one of the topic discussed in one of my Dutch course lately was the difference between the word “u” and “jij“. Well, both words mean “you” in English.

In the text that we read for the course, one of the characters did not understand the difference between these two words and was confused on how to use which one so he asked his friend, who was Dutch. Well, so my classmates and I guessed that this character’s mother tongue must be English, as in English there is only one word describing these words, “you”, and this word is used in all context.

In Bahasa Indonesia, the translation of “u” is “anda” and “jij” is “kamu“. So to me the difference was very obvious. Coincidentally, my classmates this time were from Venezuela, Greece, Russia, Italy, France, Iran, and Algeria. So none of us, aside from Dutch, only spoke English (i.e. none of our mother tongue languages was English). And we were asked if we had similar things in our own mother language (the existence of more than one words to refer to the second person). And apparently it existed in all of the languages, lol๐Ÿ˜† . So maybe English is the only language which only has one word to refer to the second person? Ah, it was a pity this time there was no American in our class so we could not see their reaction/opinion, haha. Why Americans btw? Well, simply because in all of my previous Dutch courses, there was at least one American in the class. And for me, most people that I met whose mother tongue language was English were mostly American. In the Netherlands and Delft obviously. Obviously when I was travelling to the UK, there I met a lot of people whose mother tongue language was Englishย with that sophisticated accent, so obviously that didn’t count๐Ÿ˜† .

Anyway, when I explained that in Bahasa Indonesia, the third person referring is used to address someone whom we are talking to in a formal context (for example, as a student, when we are talking with our professor, then we should use the third person referring (like “Mr” or “Mrs”, not even the polite form of “you” (“Anda”) to refer to him/her), some of my classmates were like “Well, in my language too!”ย :lol: . Apparently this style in language is quite popular too in many languages! In English, it is simple, we can just use “you” everywhere. Like now everytime I have a discussion with my supervisor, I refer to her with the word “you”๐Ÿ˜€ .

BAHASA INDONESIA

Satu topik yang didiskusikan di kelas bahasa Belandaku beberapa waktu yang lalu adalah perbedaan arti kata “u” dan “jij“. Dalam bahasa Indonesia, padanan kata “u” adalah “anda” sementara padanan kata “jij” adalah “kamu“. Yang mana perbedaannya mah jelas banget dong ya? Huahaha๐Ÿ˜† .

Tapi ceritanya, di teks yang harus kami baca waktu itu, salah satu tokohnya nggak paham dengan perbedaan arti dua kata ini dan bingung akan penggunaannya sehingga ia bertanya ke temannya yang merupakan orang Belanda. Langsung deh kami sekelas menduga si tokoh ini kemungkinan besar bahasa ibunya adalah bahasa Inggris, dimana dalam bahasa Inggris kan hanya ada satu kata saja kan, “you“; dan kata ini digunakan di semua situasi.

Kebetulan, rekan-rekan sekelasku kali ini asalnya adalah dariย Venezuela, Yunani, Rusia, Italia, Prancis, Iran, dan Algeria. Jadi tidak ada satu pun dari kami yang, selain bahasa Belanda, hanya bisa bahasa Inggris saja (alias tidak ada yang bahasa ibunya bahasa Inggris).ย Trus kami ditanya dong apakah hal yang serupa (keberadaan lebih dari satu kata untuk merujuk orang kedua) juga ada di masing-masing bahasa kami. Dan ternyata ada di semuanya loh, hahaha๐Ÿ˜† . Jadi jangan-jangan memang cuma bahasa Inggris aja ya yang mana hanya ada satu kata untuk merujuk orang kedua? Ah, sayang di kelas kali ini nggak ada orang Amerika jadi nggak bisa melihat reaksi/pendapatnya mereka deh. Kenapa Amerika? Ya, soalnya di kelas-kelasku di level sebelumnya, setidaknya ada satu orang Amerika gitu deh di kelas. Dan rasanya orang dengan negara asal yang bahasa ibunya bahasa Inggris yang paling aku sering temui ya orang Amerika gitu deh. Di Belanda atau Delft maksudnya ya. Kalau pas aku jalan-jalan ke Inggris ya jelas disana banyak orang yang bahasa ibunya bahasa Inggris dengan aksen yang keren tentunya ya, jadi pas jalan-jalan itu nggak dihitung dah๐Ÿ˜† .

Anyway, ketika aku menjelaskan bahwa dalam bahasa Indonesia rujukan orang ketiga digunakan ketika kita berbincang dengan seseorang dalam konteks formal (misalnya sebagai mahasiswa kita berbincang dengan dosen kita, kita menggunakan kata “Bapak” atau “Ibu” kan sebagai rujukannya, bukan “Anda” (apalagi “kamu”๐Ÿ˜† )), beberapa rekan sekelasku menimpali “Di bahasaku juga loh“, huahaha๐Ÿ˜† . Ternyata model/gaya bahasa seperti ini lumayan populer juga ya dimana-mana. Kalau bahasa Inggris kan tinggal pakai kata “you” saja. Kayak saat ini ketika aku berdiskusi dengan profesorku, ya aku memanggil beliau dengan kata “you” gitu deh๐Ÿ˜€ .

14 thoughts on “#1299 – “U” and “Jij”, “Anda” and “Kamu”, and “You”

  1. Jadi you sekarang tidak punya teman sekelas orang Amrik yah you ya? Trs temen2 you yg dr timur tengah apa bahasa inggrisnya faseh?

    *knp aku ngomongnya jd gini๐Ÿ˜† *

    1. Hahaha, di kelas bahasa Belanda kebetulan nggak ada yang dari Amerika Bu,๐Ÿ˜€ . Bahasa Inggris orang-orang disini rata-rata fasih semua kok. Yang relatif kurang fasih biasanya yang dari Asia Timur, hehehe๐Ÿ˜€ .

    1. Iya, soalnya dalam bahasa Inggris cuma ada satu kata aja kan, “you”. Makanya semua subjek orang kedua memakai kata “you” gitu deh๐Ÿ˜€ . Iya, mau umurnya beda, beda posisi (atasan/bawahan), dll, juga semuanya pakai kata “you”. Simpel dan nggak ribet sih.๐Ÿ˜€

  2. Wah bahasa emang bisa menggambarkan gimana kultur masyarakat ya…
    Kalo rujukan orang pertama ada lebih dari satu kata juga ngga kayak bahasa indo..?
    terus ya kalo bahasa indo kan kadar kedeketan dengan orang kadang bisa diliat juga dari penggunaan “saya-anda”, “aku-kamu”, atau “lo-gue”… kalo di english & dutch gimana..?

    1. Itu dia, di bahasa Belanda rujukan orang pertama hanya ada satu saja, “Ik”, seperti di bahasa Inggris yang hanya “I”, hehehe. Untuk kata ganti orang kedua memang ada sedikit miripnya seperti dalam bahasa Indonesia kok kalau bahasa Belanda, dimana biasanya “jij”/”je” memang bisa menunjukkan kedekatan. Tapi memang agak berbeda dari bahasa Indonesia sih karena kadang dengan orang nggak kenal pun masih bisa ngomong “jij”, hehe๐Ÿ™‚ . Kata “u” memang sepertinya sudah agak jarang dipakai…

    1. Hahaha, soalnya dari segi tenses memang beda dari bahasa Indonesia ya, hehe๐Ÿ™‚ . Tapi bahasa Belanda juga tricky lho tenses-nya. Ada berbagai macam aturan padahal masih satu satu “tense”, hehehe๐Ÿ˜€ .

  3. Kalau orang belajar bahasa Indonesia mungkin paling ribet yak.. tahunya anda kamu eh ada lagi elo-lo-lu. tahunya saya. eh ada aku gue. belom lagi yang bahasa alaynya๐Ÿ˜›

    1. Itu dia Niee, banyak yang bilang belajar bahasa Indonesia itu mudah. Kalau yang formal mungkin mudah sih. Tetapi untuk percakapan atau yang informal gitu rasanya lebih sulit soalnya kan banyak pengaruh dialek lokal gitu kan ya๐Ÿ˜€ .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s