Posted in General Life, Zilko's Life

#1283 – Rain, Bike, and More Work

ENGLISH

Stupid Rain and Bike

The past a few days, the weather in the Netherlands has been a little bit abnormal. And to me it was “bad” abnormal, as it has been constantly raining all the time!😈 Please note that I am using the word “raining”, not “drizzling”. Well, obviously the rain was not as heavy as typical Tropical rain, but for Dutch standard, it was already heavy!

And particularly on Monday, it was very annoying to me. So I was leaving my office at 8 PM to bike back home and it was raining quite heavily. That morning, I, naively for some unexplainable reasons, ignored the weather forecast and not only did not bring an umbrella with me, but also chose to wear a jacket with NO hoodies! But well, I was so exhausted and I wanted to go back home. The forecast said the rain was not going to stop any time soon so I decided to just bike through the rain. Well, my apartment was just 10 minutes away anyway.

It would not really be worth a blog post mention if it was just like that (even though I would probably have still written about the rainπŸ˜› ), so obviously something else happened. So about a third way home, I felt my bike’s rear tire really weird. And my biggest concern turned out to be true: I got a Β fre*king flat-tire! I mean, like, WTF! Could this happen at an even worse time??😦 So I got off my bike and had to walk back home.

Yeah, imagine the situation: I was so exhausted after a full day of work until 8 PM, it was raining, I had no umbrella, no rain coat, not even a jacket with a hoodie, and the last thing I needed was obviously to have a flat-tire like 25 minutes walking-distance away from home.

More Teaching-Related Thing

Anyway, earlier this week one of the professors in my group invited me to help him with a Master course that he is teaching this semester. Well, the job is for more of a “behind-the-scene” work of the course (like grading the mini exam, giving feedbacks for the students’ assignments, etc). So the PhD candidate who used to help him in the past a few years just graduated so he was looking for a replacement for this job. And I took this course during the first year of my Master study here, which was three years ago, and I did quite well so he kinda appointed me for the position. So at least material-wise it is not a brand new thing for me.

It is very interesting though; but because it is a course in the Master level, obviously it is much much more challenging (difficulty-of-the-material-wise) than the other student-assistant job that I am also responsible for this semester. But the price that I have to pay with this is that now I even have more things to do! It is so crazy! Well, I still think I have enough time for all of the works though, but now there is much less time margins and so I have to be very strict with my schedule, hmmm…

p.s: yesterday I brought my bike to a bicycle workshop to get it fixed; and this morning it was finished. It was nice though because not only they changed the rear tire, but also they fixed and did maintenance works on the other parts of the bike tooπŸ™‚ .

BAHASA INDONESIA

Hujan Menyebalkan dan Sepeda

Beberapa hari belakangan ini, cuaca di Belanda agak-agak abnormal. Dan untukku, abnormalnya adalah abnormal yang “menyebalkan”, karena akhir-akhir ini hujan melulu dong sepanjang hari berturut-turut!😈 Dan yang aku maksud dengan hujan ya maksudnya “hujan” lho, bukan sekedar “gerimis” saja. Ya, memang sih derasnya hujan nggak sederas hujan Tropis tentunya, tetapi untuk ukuran Belanda sih sudah bisa dibilang deras juga!

Dan terutama di hari Senin, kondisi ini amat menyebalkan bagiku. Jadi, di hari itu aku pulang dari kantor jam 8 malam dan waktu itu sedang hujan lumayan deras. Paginya, dengan bodohnya karena alasan yang tidak dapat dipertahankan, aku mengabaikan ramalan cuaca dengan tidak hanya tidak membawa payung, tetapi juga memutuskan untuk membawa jaket yang nggak ada kupluknya! Tapi aku merasa capek dan sudah ingin banget pulang. Karena toh menurut ramalan cuaca juga hujan itu tidak akan segera berhenti, ya sudah aku memutuskan untuk hujan-hujanan saja. Toh apartemenku hanya berjarak 10an menit saja kan dengan sepeda.

Kalau cuma begini doank ceritanya, tentu saja aku nggak akan menulis sebuah posting di blog tentangnya kan (walaupun mungkin hujannya masih akan aku singgung sihπŸ˜› ), jadi tentu saja ada hal lain yang terjadi. Nah, ceritanya, kira-kira sepertiga jalan, aku merasa ban belakang sepedaku kok aneh gitu. Dan kekhawatiranku ternyata nyata: ban sepedanya kempes dong! Β Maksudku, WTF banget kan! Kenapa sih harus terjadinya pada saat-saat seperti ini gitu??😦 Jadilah aku turun dari sepeda dan harus berjalan pulang sambil menuntunnya.

Iya, bayangkan situasinya ya: capek setelah bekerja seharian sampai jam 8 malam, hujan deras, aku tidak membawa payung, tidak membawa jas hujan, bahkan jaket juga nggak ada kupluknya, dan tentu saja hal yang paling tidak aku butuhkan adalah ban sepeda kempes 25 menit dengan jalan kaki dari rumah.

Urusan Ngajar Lagi

Ngomong-ngomong, awal minggu ini, salah seorang profesor di grupku mengajakku untuk membantunya di sebuah kelas level S2 yang ia ajar semester ini. Ya, pekerjaannya sih lebih ke pekerjaan “di belakang layar” gitu (kayak mengoreksi ulangan-ulangan kecil, memberikan feedbacks di tugas-tugas yang dikumpulkan mahasiswa, dll). Jadi ceritanya kandidat PhD (S3) yang biasanya membantunya baru saja lulus jadi ia mencari seseorang untuk menggantikan posisinya. Sewaktu kuliah Master (S2) dulu di tahun pertama, yang artinya tiga tahun yang lalu, aku juga mengambil kelas ini sih, dan nilaiku lumayan bagus jadilah ia menunjukku untuk membantunya. Jadi setidaknya dari segi materi sih ini bukan materi yang baru gitu.

Menarik sih; tetapi yang namanya kelas di level S2 ya, tentu saja kelasnya lebih menantang (dalam hal tingkat kesulitan materinya) daripada posisiku sebagai asisten di kelas lainΒ yang mana aku pegang juga semester ini. Tapi harga mahal yang harus aku bayar adalah: pekerjaanku jadi tambah buanyak deh! Gila deh! Ya, rasanya sih waktuku masih cukup lah untuk meng-handle semua pekerjaan ini, walaupun akibatnya sekarang jadwalku menjadi lebih ketat sehingga aku harus disiplin dengan jadwalku, hmmm…

p.s: kemarin aku membawa sepedaku ke sebuah bengkel sepeda untuk memperbaikinya; dan pagi tadi pekerjaannya selesai loh. Oke juga pelayanannya soalnya bengkelnya tidak hanya mengganti ban belakangnya, tetapi juga sekalian memperbaiki dan merawat bagian-bagian lain sepedanya jugaπŸ™‚ .

13 thoughts on “#1283 – Rain, Bike, and More Work

    1. Iya, apes bener kan, hahaha. Semuanya kok terjadi pada saat bersamaan gitu, heheheπŸ™‚ . Ah, untuk saat ini masih “di belakang layar” aja kok jadi masih oke lahπŸ˜€ . Walau profesornya juga bilang sih kalau aku ingin mengisi satu atau dua kelasnya, ini bisa dibicarain juga. HuahahaπŸ˜› .

  1. aku pernah ngalamin Ko.. bedanya aku naik motor.. bayangin kan aku harus dorong motor yang bannya kempes ujan-ujanan, soalnya kalo nekat di kendarai bisa jatuh karena jalanan licin..

    1. Wah, kalau naik motor lebih berat lagi ya. Soalnya motor kan memang lebih berat dan besar daripada sepeda. Dan kalau nekat dikendarai memang berbahaya banget…

  2. Kalau aku lagi seneng senengnya hujan zil.. soalnya pontianak panas banget.. kalau gak hujan rasanya kebakar aja badan.. mana lagi hamil itu suhu tubuh pasti naik kan yak.. kalau gak nemu AC pasti langsung gelisah >_<

    1. Iya, kalau panas memang kalau hujan enak ya Niee, adem gitu rasanya. Nggak enaknya hujan itu kalau kita harus beraktivitas di luar ruangan kok, heheheπŸ˜€ .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s