Posted in PhD Life, Zilko's Life

#1280 – Third and Fourth Day of The Week

ENGLISH

Utrecht

On Wednesday, I went to Utrecht for my one-day-per-week-for-now working day there this week. My schedule that starts this September allows me to be able to allocate one full day in Utrecht on Wednesday. Well, not really a big problem as I have my full-time access to my Utrecht office and I have a flex-plex there, meaning I can sit in any computer that is free (not used).

Speaking of Utrecht, as usual, they had another nice meal for lunch yesterday. This time, they had “babi ketjap” (“pork with soysauce” in Indonesian). Btw, the lunch-guy, who was Dutch, pronounced the word “babi ketjap” perfectly!๐Ÿ˜€

Masterchef Australia

Anyway, earlier this week, this year’s series of Masterchef Australia was concluded. To me, well, this series was the worst series that I have followed fully thus far. This was not only, again, because the winner was not my favorite, but I still don’t have any idea how could the winner win in the first place. I mean, no offense, but IMO, Emma has been “hiding” behind the immunity pin (that she luckily got in week three; ‘lucky’ because it was during a week where an immunity pin was guaranteed to be obtained by one of the contestants, not via a cook off against a professional chef or his/her apprentice) for really long until nearly the finals week where she exercised it to put herself out of an elimination challenge. Even in the finale, well, I don’t think she was the best.

Well, not to take anything away from Emma’s victory, but this was how I felt as a viewer. This series has been the weirdest series IMO; and my subjective and personal opinion is that: in a way I am kinda disappointed. However, the overall show (bar the elimination order of contestants) was still great and exciting!๐Ÿ™‚

Dutch course

Anyway, so finally today I had my first Dutch course after more than one and a half year๐Ÿ˜† . The first meeting was actually on Monday but I couldn’t attend it because I had to be involved in a workshop in a research company. Well, it was my first class so I was still feeling quite awkward with the dynamics of the course (including the preparation and the listening test afterwards). Maybe rustiness was also understandable in this case? Hahaha๐Ÿ˜† . But it doesn’t matter. I am sure I will get used to it in no time.

A very tasty Dutch interpretation of "Babi Kecap" with noodels
A very tasty Dutch interpretation of “Babi Kecap” with noodles

BAHASA INDONESIA

Utrecht

Di hari Rabu, aku pergi ke Utrecht untuk hari kerja satu-kali-per-minggu-untuk-saat-ini disana minggu ini. Jadwalku yang dimulai di bulan September ini hanya memungkinkanku untuk mampu mengalokasikan satu hari penuh di Utrecht di hari Rabu saja. Ya, nggak masalah juga sih soalnya kan aku memiliki akses penuh ke kantor Utrecht dan toh aku memiliki flex-plex disana, yang artinya aku bisa duduk di komputer mana aja yang sedang kosong/nggak dipakai.

Ngomongin Utrecht, seperti biasa, mereka menyediakan makan siang yang oke banget kemarin. Kali ini, menunya adalah “babi ketjap” loh. Btw, si petugas makan siangnya, yang mana merupakan orang Belanda, mengucapkan kata “babi ketjap”-nya sempurna banget loh kayak dalam bahasa Indonesia gitu!๐Ÿ˜€

Masterchef Australia

Anyway, awal minggu ini, edisi tahun ini dari Masterchef Australiaย resmi berakhir. Untukku, edisi kali ini adalah edisi terburuk dari yang pernah aku ikuti sejauh ini deh. Ini bukan hanya karena, lagi-lagi, pemenangnya bukanlah favoritku, tetapi aku masih tidak mengerti bagaimana si pemenang ini bisa menang. Maksudku, bukannya bermaksud bagaimana-bagaimana ya, tetapi menurutku, Emma “bersembunyi” di balik pin immunity (yang mana ia dapatkan dengan keberuntungan di minggu ketiga; ‘beruntung’ karena waktu itu pin immunity-nya tergaransi akan dimenangkan oleh salah satu kontestannya, tidak melalui pertandingan masak melawan koki profesional atau apprenticeย (anak didik)-nya) dalam waktu amat lama hingga nyaris minggu final dimana ia menggunakannya untuk menyelamatkan diri dari tantangan eliminasi. Bahkan di finalnya, menurutku dia pun bukan yang terbaik.

Yah, bukannya ingin menjatuhkan kemenangannya Emma ya, tetapi inilah perasaanku sebagai penonton. Edisi ini adalah edisi teraneh deh menurutku; dan pendapat personal dan subyektifku adalah: di satu sisi aku amat kecewa. Namun, secara keseluruhan sih (di luar urutan eliminasi kontestannya), acaranya masih oke dan seru kok!๐Ÿ™‚

Kelas bahasa Belanda

Anyway,ย jadi akhirnya hari ini aku mengikuti kelas bahasa Belanda pertamaku setelah lebih dari satu setengah tahun๐Ÿ˜† . Pertemuan pertamanya sebenarnya hari Senin lalu tetapi aku nggak bisa hadirย karena aku harus terlibat dalam satu workshop di sebuah perusahaan riset. Ya, tadi adalah kelas pertama dan aku masih merasa agak canggung dengan dinamika kursusnya nih (termasuk persiapan dan tes listening setelahnya). Ternyata bisa juga ya merasa canggung atau agak ‘karatan’ gitu di hal-hal beginian? Hahaha๐Ÿ˜† . Ah, nggak masalah juga sih karena aku yakin aku akan menjadi terbiasa kembali dalam waktu cepat.

13 thoughts on “#1280 – Third and Fourth Day of The Week

    1. Belajar sih, tapi dasar-dasarnya gitu, hehehe๐Ÿ™‚ . Di Belanda orangnya sudah pada jago-jago bahasa Inggris semua jadi memang jatuhnya “memanjakan” orang asing banget, hmmm. Makanya ini sekarang ingin lebih serius belajarnya biar cepat lancar, hahaha๐Ÿ˜€ .

    1. Sebelum berangkat sih aku sudah belajar bahasa Belanda sedikit-sedikit jadi tahu dasar-dasarnya sedikit lah๐Ÿ˜€ . Tapi berhubung dulu mulainya disini dari Master (S2) yang mana programnya dalam bahasa Inggris, jadi kalau di kampus nggak terlalu terpakai deh bahasa Belandanya. Dimana-mananya juga pakai bahasa Inggris masih survive. Kalau di toko atau supermarket aku mencoba pakai bahasa Belanda sih. Tapi conversation di supermarket atau toko kan paling ya gitu-gitu aja kan, hahaha๐Ÿ˜€ . Dan kadang kalau kita mencoba ngomong pakai bahasa Belanda dan kemudian “macet” karena kurang lancar, orang Belandanya langsung ngomong pakai bahasa Inggris dong, huahaha๐Ÿ˜† . Makanya Belanda ini “memanjakan” orang asing banget dari segi bahasa, hehehe๐Ÿ™‚ .

    1. Iya, tapi di pertemuan kedua kemarin aku lebih banyak ngomong Belandanya, hehehe๐Ÿ˜€ . Masterchef Aussie ya gitu deh. Bagus sih, tapi entah kenapa pilihan/favorit jurinya gak pernah pas sama kontestan favoritku. Jadi agak bete gitu nontonnya, huahaha๐Ÿ˜† .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s