Posted in Conference Trip, PhD Life, Travelling

#1242 – Live from London (Part 3)

ENGLISH

Okay, this is not actually “live from London” because now I have been back in the Netherlands, huahaha๐Ÿ˜† . This morning, I caught a flight from London City Airport to Rotterdam The Hague Airport in Rotterdam. Anyway, so, to continue where I left off previously. Here we go.

So, the conference evening was held in the Natural History Museum of London. It was so amazing because not only we got access to all exhibition rooms inside the museum, but we also got a party going on! We could find food everywhere inside the huge museum, there was a stage with a band performing live music (and another stage with a DJ), and obviously dance floors.

Anyway, I have visited this Natural History Museum in my previous visit to London, but apparently there were several parts of the museum which I did not go to in that visit. When entering the museum this time, they made us walk around in one wing of the museum which I had not visited previously. It was the dinosaurs wing. Obviously I expected to see some dinosaur’s skeletons or bones or fossils display, but I certainly did not expect this:

๐Ÿ˜ฏ I mean, WOW!!๐Ÿ˜ฏ Yes, it was a replica of what is probably the most famous dinosaur, an “ALIVE” T-Rex!! It was the most incredible, mind-blowing, jaw-dropping, amazing exhibit I have ever seen in a museum!! I mean, it was just “WOW”!!

It was such a fun evening. The problem was that there was still one day of a conference the next day so I knew I could not stay for too long. I planned to leave at about 21:30 but when I reached the stage area, the music was so good that I decided to stay for a little bit longer, huahaha๐Ÿ˜†. After awhile, I remember thinking “I must go home now, unless I find an ice cream corner“. So I walked towards the exit when I did find an ice cream corner on the way. So I did not leave because of that, huahaha๐Ÿ˜† . But in the end I left at around 23:00, I think.

Thursday was pretty much the same ordinary day at the conference though. So there is not so much interesting things to write down here. It was just that in the evening I decided to go to Covent Garden to have another dinner at Jamie’s Italian. This time, I ordered polenta chips and a 30-day matured prime rib steak. And it was another amazing dinner at Jamie’s Italian.

This morning, I got up at 5:30 and checked out at around 6:20. I took a bus to London City Airport to catch my flight back to the Netherlands. I caught a CityJet’s flight AF5073/KL2472 (another code-shared flight between CityJet, Air France, and KLM) to Rotterdam The Hague Airport. The flight flew on a Fokker 50 reg code OO-VLO named “City of Manchester”. It was the first time I flew on a Fokker 50 and it was probably the smallest airplane I had ever been onto (it was smaller than the ATR 72-500 Wings Air operated in Indonesia). The flight took off from runway 27 of London City Airport and 50 minutes later landed at runway 24 of Rotterdam The Hague Airport. After going through the immigration and took my luggage, I took a bus to go back to Delft. And here, this conference trip to London officially came to and end.

The flight route from London City Airport (LCY) to Rotterdam The Hague Airport (RTM)
The flight route from London City Airport (LCY) to Rotterdam The Hague Airport (RTM)

Btw, this short flight with a Fokker 50 made me realize that there are a lot of advantages of actually flying on a smaller aircraft through non-busy airports though (I chose to fly through London City Airport and Rotterdam The Hague instead of the busier (and bigger) London Heathrow Airport and Amsterdam Schiphol Airport). All processes in the airport (check-in, immigration, luggage collection, etc) went much much faster! For example: the capacity of a Fokker 50 was for 50 passengers. And today, only a small number of the not so many passengers actually checked-in the luggage. So it did not take long at all for all the luggage to come out at the baggage carousel at Rotterdam Airport!๐Ÿ™‚

BAHASA INDONESIA

Oke, posting ini sebenarnya nggak “langsung dari London” juga sih karena sekarang aku sudah kembali di Belanda, huahaha๐Ÿ˜† . Pagi tadi, aku menaiki penerbangan dari Bandara London City ke Bandara Rotterdam The Hague di Rotterdam. Anyway, jadi, untuk melanjutkanย cerita yang lalu. Mari kita mulai saja.

Nah, conference evening-nya diadakan diย Natural History Museum-nya London. Acaranya keren banget karena tidak hanya kami mendapatkan akses ke semua ruang pameran di museum ini, tetapi pada saat yang bersama juga ada pestanya gitu loh! Kami bisa menemukan makanan dimana-mana di dalam museumnya yang besar banget itu, ada juga panggung dimana sebuah band tampil liveย (dan juga sebuah panggung lain yang ada DJ-nya), dan tentu saja ada dance floors-nya dong.

Anyway, aku sudah pernah ke Natural History Museum ini diย kunjunganku ke London sebelumnya, tetapi ternyata ada beberapa bagian museumnya yang belum aku masuki di kunjungan itu. Nah, ketika masuk ke dalam museumnya, kami harus memutari sebuah sayap museum yang kebetulan merupakan satu bagian museum yang belum pernah aku masuki. Ini adalah sayap dinosaurus. Tentu saja aku sudah menduga aku akan melihat tulang belulang atau fosil dinosaurus dong ya, tetapi jelas aku tidak menduga akan melihat ini:

๐Ÿ˜ฏ WOW banget kan!!๐Ÿ˜ฏ Ya, itu adalah replikanya dinosaurus yang mungkin paling terkenal, sebuah T-Rexย yang “HIDUP” dong!! Ini adalah pameran di sebuah museum paling keren, gila, impresif, bagus banget yang pernah aku lihat!! Maksudku, WOW banget kan!!

Ini adalah sebuah malam yang menyenangkan deh. Masalahnya adalah, besoknya kan masih ada satu hari buat konferensi gitu ya jadi aku tahu aku nggak bisa tinggal disana terlalu lama. Aku awalnya berencana untuk pulang sekitar jam 21:30 tetapi ketika aku mencapai bagian panggungnya, kok musiknya lagi seru banget ya dan jadilah aku nggak jadi pulang, huahaha๐Ÿ˜† . Setelah beberapa waktu, aku kemudian berpikir “Ah, harus pulang sekarang nih, kecuali kalau ngeliat ada es krim ah“. Kemudian aku berjalan ke arah pintu keluar dan di jalan beneran ada konter es krim dong.ย Jadilah aku nggak jadi pulang lagi karena itu, huahaha๐Ÿ˜† . Tapi akhirnya aku berhasil pulang juga kok, sekitar 23:00 kalau nggak salah.

Secara umum hari Kamis berlangsung seperti hari-hari biasa di konferensi deh. Jadi nggak ada terlalu banyak cerita menarik yang bisa ditulis disini. Malamnya, aku memutuskan untuk pergi ke Covent Garden untuk makan malam di restoran Jamie’s Italian lagi. Kali ini, aku memesan polenta chips dan sebuah 30-day matured prime rib steak. Dan lagi-lagi ini adalah sebuah makan malam yang oke di Jamie’s Italian.

Pagi tadi, aku bangun jam 5:30 dan check out sekitar jam 6:20. Aku naik bus menuju Bandara London City untuk menaiki penerbangan kembali ke Belanda. Aku naik penerbangannya CityJet nomor AF5073/KL2472 (sebuah penerbangan code-shared antara CityJet, Air France, dan KLM lagi) ke Bandara Rotterdam The Hague. Penerbangannya menggunakan sebuah pesawat Fokker 50 dengan kode registrasi OO-VLO dan dinamai “City of Manchester”. Ini adalah kali pertama aku terbang dengan sebuah Fokker 50 dan sepertinya ini adalah pesawat terkecil yang pernah aku naiki (lebih kecil daripada ATR 72-500-nya Wings Air di Indonesia loh). Penerbangannya lepas landas dari landasan pacu 27 Bandara London City dan 50 menit kemudian mendarat di landasan pacu 24 Bandara Rotterdam The Hague. Setelah melalui imigrasi dan mengambil bagasiku, aku kembali ke Delft deh. Dan disinilah perjalananku ke sebuah konferensi di London kali ini berakhir.

The flight route from London City Airport (LCY) to Rotterdam The Hague Airport (RTM)
Rute penerbangan dari Bandara London City (LCY) ke Bandara Rotterdam The Hague (RTM)

Btw, penerbangan jarak dekat dengan pesawat Fokker 50 ini membuatku menyadari bahwa ternyata ada banyak banget keuntungan dari menaiki pesawat kecil melalui bandara yang relatif nggak sibuk loh (aku memilih terbang melalui Bandara London City dan Bandara Rotterdam The Hague dan bukannya Bandara London Heathrow dan Bandara Amsterdam Schiphol yang jauh lebih sibuk (dan besar)). Semua proses di bandaranya (check-in, imigrasi, pengambilan bagasi, dll) berlangsung jauh lebih cepat! Misalnya saja: kapasitas pesawat Fokker 50 adalah untuk 50 penumpang. Dan hari ini, hanya sedikit saja dari penumpang yang nggak banyak itu yang memasukkan bagasi. Oleh karenanya, nggak butuh banyak waktu deh sampai semua bagasinya keluar di ruang pengambilan bagasi di Bandara Rotterdam!๐Ÿ™‚

16 thoughts on “#1242 – Live from London (Part 3)

  1. keren trex nya. coba kalo bisa jalan pasti lebih keren lagi ya. hahaha.
    gua belum pernah nih nyobain ke national history museum yang disini. kayaknya mesti dicoba…

    1. Iya banget! Kalo bisa jalan KEREN banget pastinya ya! Hahaha๐Ÿ˜† . Tapi biarpun T-Rex-nya cuma stand still gini juga udah keren bener loh๐Ÿ˜€ .

      Btw, National History Museum-nya LA itu terkenal karena pernah buat syuting apa gitu nggak sih? Nggak yakin nih, lupa-lupa inget, huahaha๐Ÿ˜† . Cuma kayaknya lebih terkenal yang New York punya ya? Hmmm.

  2. Komen borongan : selamat ko, sukses konferensinya yah..hebatt dehh. Wahh T rex nya mirip bener ya…trnyata bandara di London banyak gitu ya? Baru tau aku….hahaha

    1. Trims!๐Ÿ˜€ Iya, T-Rex-nya mirip banget gitu. Kalau dilihat dari dekat juga kulitnya itu bikinannya bagus bener, kayak kulit beneran!! Keren banget!๐Ÿ™‚

      Iya, London bandaranya ada banyak banget. Dan beberapa airlines juga terbang ke beberapa bandara. Makanya kadang kalau beli tiket kalau mau ke London ditanya mau ke bandara yang mana, huahaha๐Ÿ˜† .

  3. aduuuh zilko, kapan yaa baca postingan kamu yang temanya bukan ‘jalan-jalan’.. iri deh, liat kamu punya banyak waktu luang untuk kesana kemari.. dan museumnya, kok beda banget yaa dengan museum yang pernah dhe kunjungin di Palembang??๐Ÿ˜€

    1. Hahaha, yang ini perginya dalam rangka urusan kerjaan Dhe. Jadi nggak murni “jalan-jalan” juga gitu soalnya di Londonnya mesti kerja, huahaha๐Ÿ˜† .

      Ah, kamunya aja Dhe yang kesini pas aku lagi bepergian, hahaha๐Ÿ˜€ . Btw, iya, museum di Eropa memang rata-rata keren banget. Apalagi museum besar yang terkenal. Wah banget.

  4. so far pesawat paling kecil yang pernah aku naiki yah ATR nya Wings Air… tapi pengen sih nyobain pesawat yg lebih kecil kaya Fokker 50

    1. Iya, sebelum ini pesawat terkecil yang pernah kunaiki ya ATR 72-nya Wings Air itu, hehehe. Eh, sama Fokker 70 besar mana ya? Sewaktu kecil dulu aku pernah naik Fokker 70-nya Sempati Air, hehehe๐Ÿ™‚ .

      Yup, Fokker 50 ini lebih kecil tetapi masih enak dan nyaman banget dinaikinya, hehehe. Seat pitch-nya (airline ini sih) luas banget!๐Ÿ˜€

  5. waktu itu sempet nyaris sih naik Fokker 50 nya Pasific Royale . Tapi ngga jadi karena schedule nya harus dimajuin. Eeehh sekarang udah gak beroperasi lagi tuh maskapai nya… hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s