Posted in General Life, Zilko's Life

#1206 – End of the Ultra Long Weekend

ENGLISH

So here we are, already in the last day of this ultra long weekend. Tomorrow I will have to go back to work again, and actually I am quite excited about that, hahaha😆 . But still, this long weekend has gone much faster than I thought it would be though…

Brussels

Actually, on Friday my friends invited me to join them on a spontaneous (impromptu) weekend trip to Brussels. The train tickets were still relatively cheap at that time (not the fast one, but the one with some transfers). At first I was really interested as I had nothing else planned anyway. I even already browsed for a hotel or hostel and actually found a good offer from one hotel with a single bedroom. However, then I remembered that for some reasons, I could not join the trip. Well, then I had to say no; it was kinda too bad actually…

DST

Anyway, this Sunday, the Daylight Saving Time (DST) took place in the Netherlands (and the whole Europe, I think); and this one was my less favorite one where the time was forwarded by one hour on Sunday morning. So on Sunday, we only had 23 hours in one full day.

Speaking of this DST, this year marks the third time I have had this forward DST in my life. And I think there is something about this forward DST because just like last year and the year before, I still “suffer” from jetlag-ish effect because of this DST. I don’t know. I think this year my body has handled it much better than the previous years though, but I still do feel the effect. So weird…

Indian Wells and Miami

Speaking of tennis, this weekend the series of two consecutive big tennis tournaments on hard court in Northern America was concluded. Indian Wells finished two weeks ago with Rafael Nadal and Maria Sharapova came on top. And Miami (Key Biscayne) was concluded this Sunday with Andy Murray and Serena Williams won their 26th and 48th title, respectively.

What can I say? Rafael Nadal surprised me by winning Indian Wells. I mean, we all know he is a top player but he had been off the tour for seven months. Okay, he played three Southern American clay tournaments in February, reached the final of all of them, and won two. But the field in Indian Wells was much stronger with the presence of the other big four, and it was on hard court. So at first I thought his goal was just to try his best and see where he was. But he ended up winning. Wow!

As for the women, I have to say Serena Williams showed why she is the best women tennis player in the world. She did not play anywhere near her best for the whole two weeks in Miami, and she ended up winning the title. She produced her comeback trademark in three matches: against Dominika Cibulková in the fourth round, Li Na in the quarterfinals, and Maria Sharapova in the final. It was just fantastic mental quality that she showcased there.

So now, we move on to the clay season…

Rafael Nadal's reaction after winning his third Indian Wells title. Photo credit: Michael Heiman/Getty Images North America
Rafael Nadal’s reaction after winning his third Indian Wells title. Photo credit: Michael Heiman/Getty Images North America
Serena Williams' reaction after winning her sixth Miami title. Photo credit: Matthew Stockman/Getty Images North America
Serena Williams’ reaction after winning her sixth Miami title. Photo credit: Matthew Stockman/Getty Images North America

BAHASA INDONESIA

Disinilah kita, sudah berada di hari terakhir ultra long weekend kali ini. Besok aku akan kembali bekerja, dan sebenarnya aku malah excited loh dengan hal ini, hahaha😆 . Tapi tetap aja sih, long weekend ini berlalu dengan lebih cepat daripada jangkaanku loh…

Brussels

Sebenarnya, di hari Jumat temanku mengajakku untuk jalan-jalan spontan (dadakan) akhir pekan ke Brussels. Ada tiket kereta yang harganya relatif murah waktu itu (bukan dengan kereta yang cepat sih, tapi kereta yang dengan beberapa transit). Awalnya aku tertarik banget karena toh aku tidak ada rencana lain kan. Aku bahkan sudah browsing hotel atau hostel loh dan sebenarnya telah menemukan satu hotel dengan kamar single yang harganya oke juga. Namun, aku kemudian teringat bahwa karena beberapa alasan, aku nggak bisa ikutan deh. Jadilah ajakannya harus kutolak; agak sayang sih, tapi mau bagaimana lagi…

DST

Anyway, hari Minggu ini, Daylight Saving Time (DST) kembali berlangsung di Belanda (dan semua Eropa, kayaknya); dan ini adalah DST yang lebih tidak aku sukai dimana jamnya dimajukan satu jam di Minggu pagi. Jadi hari Minggu kemarin, dalam satu hari hanya ada 23 jam saja.

Ngomongin DST ini, tahun ini adalah tahun ketiga aku mengalami DST maju ini. Dan rasanya ada sesuatu deh dengan si DST maju ini karena seperti tahun lalu dan tahun sebelumnya, aku masih merasakan efek seperti jetlag karena DST ini. Nggak tahu deh kenapa. Tahun ini rasanya badanku meng-handle-nya dengan lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya sih, tapi tetap aja gitu efeknya terasa. Aneh deh…

Indian Wells dan Miami

Ngomongin tenis, akhir pekan ini satu seri dua turnamen besar di lapangan keras di Amerika Utara berakhir. Indian Wells berakhir dua minggu yang lalu dengan Rafael Nadal dan Maria Sharapova sebagai juaranya. Dan Miami (Key Biscayne) berakhir hari Minggu ini dengan Andy Murray dan Serena Williams memenangi titel ke-26 dan ke-48-nya, secara berturutan.

Apa yang bisa kubilang ya? Rafael Nadal mengejutkanku dengan menjuarai Indian Wells. Maksudku, kita semua tahu lah dia adalah pemain yang hebat tetapi ia sudah tidak bermain selama tujuh bulan. Oke, memang sih dia bermain di tiga turnamen tanah liat di Amerika Latin di bulan Februari, mencapai final di ketiganya, dan memenangi dua di antaranya. Hanya saja, daftar pemain di Indian Wells jauhlah lebih kuat dengan hadirnya tiga anggota big four lainnya, apalagi turnamen ini di lapangan keras. Awalnya aku kira tujuan utamanya dia adalah tampil yang terbaik untuk melihat dimana levelnya berada. Eh tetapi akhirnya dia bisa juara. Wow!

Untuk tur putri, harus kubilang bahwa Serena Williams menunjukkan mengapa dialah petenis wanita terhebat di dunia. Ia sama sekali tidak bermain dengan performa terbaiknya selama dua minggu turnamen Miami, dan akhirnya ia menjuarai kejuaraan ini. Dan ia memproduksi trademark comeback-nya di tiga pertandingan: melawan Dominika Cibulková di babak keempat, Li Na di perempat final, dan Maria Sharapova di final. Ia menunjukkan kualitas mental yang fantastis di turnamen ini.

Dan kini, beralihlah kita ke musim tanah liat…

14 thoughts on “#1206 – End of the Ultra Long Weekend

    1. Yoi, kali ini Amerika duluan ya. Waktu itu DST-nya pas turnamen Indian Wells kayaknya. Soalnya jadwal pertandingannya jadi maju sejam dari sehari sebelumnya, huahaha😀

  1. waah.. emang kenapa ga jadi ikut ke brussel kak?

    lucu ya di sana, jamnya disesuaiin..
    aku masih belum bisa ngebayangin jamnya ditambah, dikurangin gitu, hehehe

    1. Nanti kapan-kapan aku tulis alasannya Mel, hehehe😀 .

      Iya, jamnya disesuaiin. Kalau pas nyesuaiinnya mundur (Oktober) sih nggak masalah karena sehari kan jadi 25 jam gitu. Nah, waktu maju kayak sekarang ini baru deh kerasa efeknya, hahaha. Tapi kayaknya sih mereka sengaja ngepasin pas long weekend ya jadi kan efeknya sudah agak kurang pas hari kerja.

  2. Enaknya tinggal di Eropa gitu ya Ko, tinggal naik kereta dikit langsung bisa ke negara lain. Aku gagap geografi nich…Brussel itu bukan Belanda kan? hahaha…

    1. Hahaha, iya. Lha pulau Jawa aja jauh lebih besar dibandingin satu negara Belanda lho Dev, hehehe😀 . Bukan, Brussels ibukotanya Belgia, hehehe. Kira-kira 80an km dari perbatasannya Belanda, hehehe🙂 .

  3. badanmu bisa menghandle lebih baik, mungkin karena dikau sudah terbiasa dan bisa beradaptasi untuk hidup di eropa ya ko. tapi yang namanya berubah jam, tentu gak enak ya efeknya.

    Hmm.. aku juga kaget loh dengan kemenangan nadal. bisa nembus final aja bagus, apalagi semifinalnya lawan federer, karena kan si nadal juga gak terlalu jago di Hard Court. sama pendapat kita, kupikir turnament ini buat ngukur dilevel mana dia berada seusai cedera. ternyata sungguh kagett… dia bisa kalahin djokovic di Final dan keluar sebagai Juaranya.. Luar biasa !!!

    bener.. serena petenis terhebat didunia, pukulannya kerass.. dia bener-bener hebatt yaa.. tapi aku lebih suka maria sih. anggun pembawaannya. hahaha.. apalagi orangnya fashion, seneng bangett liat baju-bajunya selama tournament.😛 *gakfokus nih* hahhaha

    yeahh.. mari kita menuju tanah liat, dan tentunya semakin mendekati rolland Garros.. kalo gak salah kamu nonton kan di rolland garros nanti??? seneng yaa bisa nonton live..🙂

    1. Masih terasa sih efeknya DST, tapi sepertinya sih nggak “separah” tahun-tahun sebelumnya gitu, hehehe😀 . Iya, padahal cuma berubah jamnya satu jam aja ya, hahaha😆 .

      Di Indian Wells Nadal ngalahin Federer di perempat-final kok. Di semifinal lawan Tomas Berdych. Di final lawan Juan Martin del Potro. Pas ngelawan del Potro itu sebenarnya dia posisi tertinggal lho. Kalah set pertama dan di set kedua ketinggalan satu break. Tapi dia terus fight dan di saat yang sama del Potro malah mulai agak kendor. Aku duga sih del Potro mulai merasa lelah karena di perempat final sama semifinal dia menang tiga set ketat melawan Murray dan Djokovic, jadi efek capeknya mulai terasa berat gitu.

      Yaa, menurutku sih Nadal masih jago-jago aja kok di hardcourt. Dia sudah memenangi golden slam lho (pernah juara di 4 grand slam dan olimpiade). Federer aja nggak pernah, hehehe🙂 . Cuma ya karena sekarang ini kan dia udah nggak main lama, trus dia juga lebih suka clay, makanya ekspektasi awal nggak terlalu tinggi😀 .

      Iya, Serena memang yang terhebat kok. Dan menurutku hebatnya Serena itu bukan (hanya) karena pukulannya yang keras, tapi kontrol kekuatannya itu dan sudut-sudut (angle) yang bisa dia buat. Menurutku sih ada beberapa pemain yang kalau memukul bola lebih keras daripada Serena lho. Tapi kontrol mereka kurang bagus, hehehe🙂 .

      Maria Sharapova itu banyak yang bilang orangnya dingin lho. Sebenarnya keliatan juga kan kalau di wawancara gitu. Dingin banget, hehehe🙂 . Kalau masalah outfit, menurutku tahun ini yang paling bagus adalah outfitnya Venus Williams deh, hehe. Dia beneran serius menggarap perusahaan pakaiannya tuh (EleVen). Sharapova agak kurang oke tahun ini, hahaha *sok tau masalah beginian, huahaha😆 * .

      Iya, udah musim clay nih. Musimnya Rafa, hahaha. Sayang banget turnamen Madrid nggak memakai blue clay lagi. Padahal tahun lalu warnanya blue clay KEREN BANGET!!! Sayang pemain putra (Nadal dan Djokovic terutama) trus ngambek dan protes karena perubahan ini, hahaha😆 . Yoi, ntar bakal ke Roland Garros, hehehe🙂

      1. huahhaa.. gubrakkk … iya iya ko.. ampunn.. aku kok sampe lupa yaa.. yang di indian wells, padahal nonton.😛

        bener, diperempatan final, makanya aku sampe sesalkan kenapa harus ketemu di permpatan final, biasanya di semi or final. karena ranking nya itu kali yaa..

        dan bener, del potro main hebat di semi bisa ngalahin djokovic. akhirnya finalnya delpotro vs nadal. nadal sampe kaget, nepuk lantai setengah gak percaya bisa juara.

        aduhh koo.. untung kau ingatkan aku. hahhaa kok eror yang indian wells.

        yang Miami kaget juga sih, si djokovic bisa kalah duluan sama si haas. pemain veteran. dan congrats buat murray pemain favoritmu bisa menang di miami😀

        1. Iya, karena ranking-nya Nadal nomor 5, jadi dia bisa ketemu pemain top 4 mana pun di perempat-final. Dan ini karena David Ferrer masuk final Miami, Ferrer naik lagi ke nomer 4 dan Nadal turun lagi ke nomor 5. Artinya dia bakal ada di posisi ini sepertinya setidaknya sampe French Open deh, kecuali dia bisa defend semua poinnya (dan naikin poin di Madrid) dan Ferrer tidak terlalu stabil. Baru deh ada kemungkinan dia bisa masuk 4 besar di French Open.

          Del Potro memang bagus kok menurutku😀 . Untuk pemain dengan tinggi segitu (198 cm), menurutku permainannya lumayan komplit.😀 Biasanya kalo pemain tinggi kan senjata andalannya serve-nya. Nah ini permainan grounds-nya juga oke.

          Hahaha, ya justru kalau ada kejutan seperti itu malah seru lah. Tur putra sekarang ini memang lagi masa “emas” dimana empat pemain big four harus diakui sangatlah hebat. Hanya saja, menurutku ini ada kekurangannya dimana hasil di turnamen-turnamen besar jadi mudah diprediksi. Misalnya, juara turnamen level Masters semenjak turnamen Monte Carlo 2010 kan semuanya dijuarai satu di antara empat orang ini, kecuali Paris 2010 dan 2012 yang dijuarai Soderling dan Ferrer. Dan ironisnya, sewaktu juara itu, Soderling dan Ferrer adalah pemain peringkat 5😆 .

          Iya dong, happy Murray bisa menang Miami. Dan lebih seneng lagi karena dia balik ke nomor 2 kan minggu ini. Federer turun ke nomor 3. Bagus sih karena Murray relatif nggak banyak poin untuk di-defend di musim clay jadi secara matematis ada peluang emas buat meningkatkan total poin. Hanya saja, performanya Murray di clay memang nggak pernah sekonsisten di permukaan lain, hmmm…. .

    1. Iya, hahaha😆 . Padahal belum pernah ke Brussels yang sampe nginep nih. Dulu kesana cuma setengah hari doang nebeng makan siang, huahaha😆 .

      Yoi, jadi jamnya dipotong gitu, setelah jam 01:59 langsung jam 03:00, jam 02:00 sampai 02:59-nya kaga ada, hahaha😆 . Yang spring ini memang nggak enak, tapi ntar yang fall enak soalnya sehari jadi ada 25 jam, huahaha😆 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s