Posted in Miscellaneous, Nostalgia

#1201 – Nostalgia: Digimon Adventure

ENGLISH

Probably the most memorable anime (and manga) series from my childhood is Digimon Adventure.

I first saw it on TV, in Indosiar every Sunday morning at 9:30 if I recall correctly, when I was in the sixth grade. It first aired at around the same time as the booming of Pokemon; and so people (including me at first to be honest) thought it was a “copycat” of Pokemon due to the existence of “mon” at its name, lol😆 . But for me, it turned out Digimon Adventure trumped Pokemon hands down, hahaha😆 .

Aside from the aired anime on TV, I also collected the manga version and also the “put into book” version of the anime (so the comic books are actually screenshots from the anime with balloons with words added into it). Plus, I also bought many action figures of the characters (the Digimon characters though, not the human, hahaha😆 ) and displayed them in my room.

In the early 2000s, tamagochi with Digimon characters were sold in Indonesia; and it became quite a booming in my friends circle. And I, obviously, had one as well, hahaha😆 . It was quite funny that if we did not take care of our characters well, it would eventually evolved to Sukamon, a digimon that was, literally, a piece of shit.😆 And it happened to me too though occassionally, hahaha😳 .

Due to its success, there were installments following Digimon Adventure. However, in my opinion, all those installments (that I saw) were nowhere as great as Adventure. Digimon Adventure II was still okay though, even though the ending was extremely bad and anticlimax in my opinion (btw, I rewatched the entire season of Digimon Adventure II just months after moving to Europe😛 ). But after that, it just got worse and worse. Quite a shame for a great series.

Digimon Adventure. Image taken from here: http://www.moonlightwarrior.net/joumimi/main.php?extra
Digimon Adventure. Image taken from here: http://www.moonlightwarrior.net/joumimi/main.php?extra

Btw, here is the Indonesian version of Digimon Adventure’s intro:

BAHASA INDONESIA

Mungkin acara anime (dan manga) yang paling berkesan bagiku dari masa kecilku adalah Digimon Adventure.

Aku pertama kali melihatnya di TV, di Indosiar setiap Minggu pagi jam 9:30 kalau nggak salah, ketika aku berada di kelas 6 SD. Waktu itu, penayangan perdana ini berada di waktu yang sama dengan booming-nya Pokemon; sehingga banyak orang (termasuk aku loh awalnya) mengira ini hanyalah acara yang “meniru-niru” Pokemon gitu deh karena keberadaan “mon” di namanya, lol😆 . Namun ternyata, Digimon Adventure bener-bener mengalahkan Pokemon deh bagiku, lebih keren!! hahaha😆 .

Di samping anime yang ditayangkan di TV, aku juga mengoleksi versi manga-nya dan juga versi anime “yang dijadijkan buku” loh (jadi buku komiknya sebenarnya adalah screenshots dari anime-nya dengan balon-balon percakapan yang ditambahkan disana). Plus, aku juga membeli banyak action figures mainan dari karakter-karakternya (karakter Digimon tentunya ya, bukan manusianya, hahaha😆 ) dan memajangnya di kamarku.

Di awal tahun 2000an, tamagochi dengan karakter Digimon dijual di Indonesia; dan di lingkunganku tamagochi ini booming loh. Dan aku, tentu saja, punya juga dong, hahaha😆 . Agak lucu juga kalau kita tidak merawat karakter kita dengan baik, karakternya akhirnya akan berevolusi menjadi Sukamon, digimon yang, dalam artian sebenarnya, adalah tinja😆 . Dan kadang-kadang ini terjadi juga padaku dah, hahaha😳 .

Karena kesuksesannya, ada beberapa seri kelanjutan dari Digimon Adventure. Hanya saja, menurutku, seri-seri tersebut (yang aku tonton) tidak sekeran Adventure deh. Digimon Adventure II memang masih oke sih, walaupun ending-nya nggak banget dan anti klimaks (btw, aku menonton ulang keseluruhan musim Digimon Adventure II loh setelah pindah ke Eropa😛 ). Tapi setelah itu, acaranya justru menjadi semakin jelek dan jelek. Agak sayang juga ya untuk sebuah acara TV yang sebenarnya keren.

26 thoughts on “#1201 – Nostalgia: Digimon Adventure

  1. Absolutely agree.. anime favorit banget itu,, pokoknya kalau dah terlanjur nonton ini ga bisa diganggu gugat.. terpesona banget dah pokoknya..
    dulu aku suka banget ama karakter takeru dan patamon/angemon… ngefans gitu ceritanya..
    pas digimon II masih okay lah, secara masih nyambung2 ama yg pertama kan..
    selanjutnya aku dah males nonton.. makin ga nyambung soalnya.. heheh

    1. Kalau aku dulu sebel sama Takeru soalnya cengeng bener, huahaha😆 . Dan itu si Patamon juga lelet amat kan berevolusinya, selalu jadi yang terakhir. Di saat Wargreymon dan Metalgarurumon udah beraksi disana-sini, eh dianya baru berevolusi jadi Magnaangemon di episode-episode terakhir…

      Iya, Digimon II masih oke. Soalnya masih nyambung gitu. Awal-awalnya juga oke sebenarnya, tapi makin ke belakang juga makin aneh soalnya evolusinya jadi makin ruwet (sampai bisa bergabung segala). Dan ending-nya nggak banget menurutku😀 .

      Dan bener banget Mel, selanjutnya nggak banget ya. Jelek. Soalnya dibuat jadi alur cerita yang berbeda banget kan, kayak mulai dari nol gitu.

      1. mungkin karena dulu aku masih kecil ya,, jadi sukanya juga tokoh anak kecil..
        kakaknya takeru, siapa itu udah, yamato ya kalau ga salah.. keren banget.. pengen punya kakak kayak dia..

            1. Huahaha, iya, beda selera kita Mel😛 . Bukan, aku juga kurang suka sama Taichi soalnya karakternya kan sok banget gitu ya, hahaha🙂 .

              Favoritku waktu itu ada tiga: Koushiro, Mimi, sama Joe, hahaha😆 .

  2. dulu aku jarang nonton film gitu ko, jadi gak tau. haha..
    tapi kalau tamagochi, sempet main, gile yaa.. sampe dibawa kemana-mana. kalo peliharaannya sampe mati bisa nangisss.. huaa huaa huaa.. namanya masih kecil ya, berasa kayak beneran, jadi rutin kasih makan, ngurusin full dahh !!! ada umurnya segala ya kalau ndak salah😛

      1. Hahaha, biasanya aku meliput grandslam sama olimpiade aja😀 Indian Wells sama Miami biasanya aku jadiin satu, dan itu pun paling cuma sekilas aja, hehehe🙂 . Jadi mungkin minggu depan deh, sekalian sama Miami🙂

    1. Iya, hahaha. Kalau tamagochi yang Digimon biasanya sebel kalau karakternya berubahnya jadi karakter yang enggak banget, huahaha😆 . Btw, tapi dulu aku juga sempat punya tamagochi yang reguler sih😀 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s