Posted in PhD Life, Zilko's Life

#1161 – Writing Style

ENGLISH

You may notice that my favorite writing style is chronological style. I think this is very clear from how I write the story of my trips, for example. Well, I also use this writing style when writing somewhere else btw, not just in my blog. For instance, while writing my Master thesis (and my Bachelor thesis as well), I did it chronologically from the first chapter to the last. So I did not do Chapter 2 then Chapter 4 then back to Chapter 3 before moving on to Chapter 5, for example.

As a PhD candidate now, one of my job desks is to submit paper to scientific journals and/or to conferences (international conferences). The topic of the paper is, obviously, about my research.ย Lately, I was busy writing a paper to submit to a conference next year. The problem was, the paper had to be four pages (not more, not less; and it must follow a strict format (so no playing around with font size, font type, paper margin, or spacing))ย and list of references included within this four pages limit. Yes, it was that strict. Well, this one was not really a paper though since it was that short, only four pages. That was why they actually called it an extended abstract; so it was like an abstract but longer (and more in detail).

The problem was, there was a lot in my research that I wanted to write down while only about three and a half pages were available (after subtracting some space for list of references which already took half a page (and this was even after taking only the main references)) and this space should still be spared with introduction and description of my research as well.

Of course, most part of the extended abstract should be about the core of my research. And that was why my supervisor advised me to write the core (centre) first before writing the introduction, research description (opening), and conclusions (closing). At first I was still stubborn and wrote it chronologically instead. But as a result, the introduction and research description only already took two pages, huahaha๐Ÿ˜†๐Ÿ˜ณ . Okay, so I deleted everything and wrote the core part first before writing the opening and closing parts adjusting to the left available space.

Even so, I feel that I am still not used to this writing style. My comfort zone in writing is writing chronologically. With this style, I feel more comfortable and it flows more. But I must realize that this style is not always the best and there are circumstances while it is, actually, bad and another style is much more efficient…

BAHASA INDONESIA

Mungkin sudah pada menyadari bahwa gaya penulisan favoritku adalah gaya penulisan yang kronologis. Menurutku, ini sangat terlihat dari bagaimana aku menulis cerita-cerita acara jalan-jalanku, misalnya. Nah, gaya penulisan favorit ini juga aku anut ketika aku harus menulis di tempat lain lho, bukan hanya di blog saja. Misalnya, ketika menulis tesis S2-ku (dan skripsi S1-ku juga sih :D), aku menulisnya selalu runtut dari bab 1 hingga bab terakhir gitu. Jadi nggak lompat-lompat, misalnya dari bab 2 kemudian bab 4 baru setelahnya bab 3 dan dilanjutkan bab 5.

Sebagai kandidat PhD, salah satu pekerjaanku adalah mengirimkan paper ke jurnal ilmiah dan juga ke konferensi-konferensi (konferensinya internasional loh). Isi paper ya tentulah berkisar mengenai penelitianku gitu ya.ย Nah, akhir-akhir ini, aku sedang sibuk menulis paper untuk dikirimkan ke sebuah konferensi yang akan diadakan tahun depan. Masalahnya, ada ketentuan bahwa paper yang dikirimkan harus sepanjang empat halaman (nggak boleh lebih dan nggak boleh kurang; dan harus mengikuti format yang telah ditentukan (jadi nggak bisa memainkan ukuran font, jenis font, margin kertas, atau spasi)), dan daftar pustaka sudah termasuk dalam empat halaman ini. Iya, ketat banget memang aturannya. Eh, ini bukan paper juga sih karena kan singkat banget gitu ya, cuma empat halaman aja gitu. Oleh karenanya ini disebut extended abstract gitu deh; semacam abstrak tetapi agak panjangan dikit (dan tentu lebih mendetail).

Masalahnya adalah, hasil dari penelitianku itu ada banyak banget sementara hanya ada space sekitar tiga setengah halaman (setelah dikurangi jatah untuk daftar pustaka yang sudah memakan setengah halaman sendiri (ini pun hanya untuk referensi yang utama-utama saja)) dan itu pun harus berbagi dengan jatah untuk bagian “pembukaan” (introduction) dan deskripsi singkat mengenai penelitianku.

Tentu saja secara keseluruhan tentu sebagian besar isi extended abstract itu haruslah mengenai inti dari penelitianku. Oleh karenanya, pembimbingku menyarankan untuk menulis bagian intinya dulu (tengah) sebelum menulis bagian pembukaan, deskripsi penelitian (awal), dan kesimpulan (akhir). Awalnya sih aku ngeyel dengan tetap menulis secara runtut kronologis. Tetapi akibatnya, bagian pembukaan dan deskripsi penelitian jadi memakan dua halaman sendiri, huahaha๐Ÿ˜†๐Ÿ˜ณ . Ya sudah deh, akhirnya aku hapus semua dan aku menulis bagian intinya dulu, baru kemudian bagian pembukaan dan penutupannya menyesuaikan sesuai dengan space yang tersisa.

Walaupun begitu, aku masih merasa belum cukup terbiasa dengan gaya penulisan seperti ini. Comfort zone-ku dalam menulis adalah menulis dengan runtut dan kronologis. Dengan gaya ini, rasanya bisa lebih nyaman dan mengalir gitu ketika menulis. Namun harus aku sadari juga, bahwa gaya ini tidaklah selalu cocok dan kadang gaya penulisan lain justru lebih efisien dalam kasus tertentu…

24 thoughts on “#1161 – Writing Style

      1. aku kalo bikin paper yah (jaman dulu), maunya spasinya 2 apa kalo bisa mah ya 3 gitu, hahaha. fontnya 12. giliran sekarang disuruh bikin soal, hadeuh….spasinya 1, fontnya maunya 9 deh tp kasian anak2 yg baca teksnya, hahaha. abis itu rata kanan kirinya juga cuma 1,5 cm๐Ÿ˜† biar irit kertas, gitu๐Ÿ˜›

        1. Spasi 3, wuakakakaka๐Ÿ˜† . Itu nanti jadi sekertas cuma berapa baris ya Bu?? hahaha๐Ÿ˜€ Yoi, font 9 kekecilan dah Bu; untuk beberapa jenis font, 10 aja menurutku juga udah kekecilan lho, hmmm… . Paling enggak ya 11 lah๐Ÿ˜€

  1. Sama banget Ko kaya aku waktu nulis skripsi dulu.. Aku harus menyelesaikannya bab per bab dengan ngurut.. Rasanya ada yang aneh kalo harus melongkap longkap.. Sampai sekarang pun aku masih terbiasa dengan penulisan yang kronologis seperti itu

    1. Iya, kalau lompat-lompat rasanya aneh gitu ya. Agak “sulit” membuat “cerita”-nya mengalir gitu. Bisa sih, tapi kan gimanaa gitu, hahaha๐Ÿ˜€

  2. kebalikan banget ama aku berarti kak.. aku sukanya loncat2 klo kerja *dalam arti harfiah lho ya*, kalau cerita juga jarang runut soalnya pas lagi asik cerita kadang suka tiba2 inget kalau ada yang kelupaan, jadi alurnya maju mundur deh..

    1. Dalam arti harafiah? Berarti kalau di depan komputer sambil loncat-loncat gitu Mel? Huehehe๐Ÿ˜› j/k . Yaa, aku kadang juga begitu sih Mel (kadang ada yang kelupaan), tapi maksudnya kan secara garis besar nulisnya maju gitu๐Ÿ˜€

  3. Wah kalau papernya nanti dimuat di web/jurnal online, kasih linknya ya.. Penasaran pengen baca (walaupun ga yakin akan ngerti istilah2 sains ^^)…
    Btw saya juga waktu harus meringkas skripsi jadi agak bingung, karena halaman dibatasi banget, padahal yg mau dijelasin banyak. Untuk formatnya masih kronologis… ^^

    1. Hahaha, nanti deh, kan masih belum tahu papernya lolos atau enggak๐Ÿ™‚ Prosesnya lama soalnya๐Ÿ™‚ . Iya, kadang agak pusing gitu ya harus meringkas banyak hasil gitu. Rasanya ada banyak yang mau dijelasin. Akhirnya cuma dipilih yang inti-intinya aja deh, hehehe๐Ÿ˜€

  4. Kalau cover dibuat duluan gak zil?๐Ÿ˜›

    aku juga pas skripsi nulis runut 1-5 seh. tapi gak masalah kalau harus dibagian mana dulu. yg penting gak membingungkan bagi aku sendiri.๐Ÿ˜€

    1. Cover-nya nggak perlu dibuat Nie karena kalau lolos, paper ini akan jadi bagian dari prosiding konferensi yang mana mereka sudah ada formatnya sendiri. Jadi intinya, cover bakal diurusin sama mereka, huahaha๐Ÿ˜† .

      Iya sih, yang penting bagi diri kita sendirinya masih nyaman aja gitu ya ngerjainnya, hehehe๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s