Posted in PhD Life, Zilko's Life

#1136 – PhD Start Up

ENGLISH

Yesterday I had the first meeting of the PhD Start Up Course. It was a mandatory course for all new PhD candidates and it was advisable to take this course soon after a candidate started their PhD (obviously because it was a start up). And so I decided to take it this semester. I opened blackboard (TU Delft’s intranet system) to enroll in the course a few weeks ago. Apparently, they opened four classes this semester (with three meetings for one class); but at that time, out of those four: one was already in the past (held in September), one was already full, one would be held during my trip to southern France and Austria, and there was one left which was fine schedule-wise but the schedule was not really ideal as it was pretty much in the middle of my hefty time (as it would be right before and right after my trip where I expected to have piles of things to do). But okay, so I took the last one as it was the only viable option (otherwise I would have to wait until the next semester).

Back to topic, so I had the first meeting yesterday. Btw, I was so shocked when finding out that one meeting of this course literally took one whole day from 9 to 5!😯 Anyway, so, the first meeting was held in the Art Centre. And I had never heard of an Art Centre before, huahaha😆 . I knew there was a Culture Centre in TU Delft, but it was most definitely not an Art Centre. Apparently the Art Centre was like 3 km away from TU Delft, huahaha😆 . I was biking there so it was quite a good morning exercise already, hahaha😆 .

Well, nothing much to say here, but it turned out to be a nice class. I got to meet a lot of other new PhD candidates as well. And it was really nice to meet other people in the same situation; knowing that I was not alone. The new Graduate School system was explained again, which was, in my opinion, the most important and core part of the first meeting. And the rest of it was more like soft skill development class (or something like that).

Anyway, the next meeting will be next week, which is one day before I start my trip to France and Austria; and the next one will be in early November, which is exactly one day before an exam that I plan on taking this quarter😥 (this is why I said above the schedule is not that ideal; but it is still doable though, so bring it on!)

Art Centre in Delft in the morning
Materials at the PhD Start Up Course

BAHASA INDONESIA

Kemarin aku mengikuti pertemuan pertama dari kelas PhD Start Up. Ini adalah kelas yang wajib diikuti oleh semua kandidat PhD baru dan disarankan kelas ini diambil ketika seseorang baru memulai PhD-nya (ya iya lah ya, namanya aja start up). Dan jadilah aku putuskan untuk aku ambil saja semester ini. Aku membuka blackboard (jaringan intranetnya TU Delft) untuk mendaftarkan diri di kelas ini beberapa minggu yang lalu. Ternyata, mereka membuka empat kelas deh semester ini (ada tiga pertemuan gitu di satu kelas); tapi waktu itu, dari empat kelas itu: satu sudah berlalu (diadakannya di bulan September), satu sudah penuh, satu akan diadakan di waktu aku jalan-jalan ke Prancis selatan dan Austria, dan satu yang terakhir sih tidak bermasalah dari segi jadwal tetapi kurang ideal karena diadakannya pas di waktu-waktu aku lagi sibuk-sibuknya (karena diadakannya pas sebelum dan pas sesudah perjalananku itu dimana aku rasa akan ada banyak kerjaan gitu). Tapi nggak papalah, aku ambil aja yang terakhir ini karena ini kan satu-satunya pilihan yang tersisa kan (kalau enggak, aku harus menunggu semester depan deh).

Kembali ke topik, jadi pertemuan pertamanya kemarin gitu. Btw, awalnya aku shock loh ketika menyadari bahwa satu pertemuan itu memakan waktu, dalam artian sebenarnya, seharian dari jam 9 sampai jam 5!😯 . Anyway, jadi, pertemuan pertama kemarin diadakan di Art Centre. Dan aku belum pernah dengar deh nama Art Centre sebelumnya, huahaha😆 . Aku tahu di kampus TU Delft ada sih Culture Centre, tapi ini jelas bukan Art Centre lah ya. Ternyata Art Centre-nya berada 3 km dari TU Delft dong, huahaha😆 . Aku bersepeda kesananya jadi ya lumayan dah udah berolahraga gitu pagi-pagi, hahaha😆 .

Yah, nggak banyak sih yang mau kutulis disini, tapi kelas ini ternyata mengasyikkan juga. Aku jadi bertemu banyak kandidat PhD baru lainnya. Dan kan enak juga gitu ya ketemu orang-orang yang berada dalam situasi yang sama; jadi berasa nggak sendirian gitu. Sistem Graduate School yang baru ini dijelaskan lagi, yang mana, menurutku inilah agenda terpenting dari pertemuan pertama kemarin. Dan sisanya sih ya kayak semacam kelas pengembangan soft skill (atau semacam itu lah) gitu sih.

Anyway, pertemuan selanjutnya adalah minggu depan, yang mana tepat sehari sebelum aku pergi ke Prancis ke Austria; dan yang berikutnya nanti di bulan November, yang mana diadakan tepat sehari sebelum ujian yang aku ingin ikuti kuarter ini dong😥 (inilah mengapa aku bilang jadwalnya kurang ideal gitu deh; tapi masih bisa dilakukan sih, jadi ya bring it on deh!)

30 thoughts on “#1136 – PhD Start Up

    1. Kalau di Eropa sih nggak ada (kecuali kelas pengembangan diri semacam how to do presentation dan lain semacamnya gitu ya, hehehe :D); TAPIII, berhubung PhD itu adalah riset yang mendalam gitu, jadi ya biasanya kebanyakan PhD juga ikutan kelas atau summer school atau seminar atau conference gitu sih untuk mendapatkan ilmunya untuk menunjang risetnya itu. Wajar lah ya, kan harus selalu nyari ilmu dan up to date gitu. Cuma bedanya adalah, kalau PhD ga butuh deh nilai / kredit dari kelas itu, hehehe🙂

      Tapi di TU Delft, aturan ini agak dimodifikasi sedikit. Graduate School ini menerapkan aturan dimana PhD juga mesti memenuhi sekian credits (semacam sks) gitu; yang bisa dipenuhi juga dari mengikuti kelas. Tapi bebas sih, dan kalau ngikutin kelas juga cuma sekedar hadir atau lulus aja, ga membutuhkan nilainya, hehehe😀 .

      Tapi ini kalau di Eropa ya, kalau di US dan UK gitu denger-denger beda aturannya…

    1. Iya, ada banyak banget ya mesti dikerjain gini Nie, hahaha. Nanti pas jalan-jalan juga berencana sedikit nyelipin membaca satu paper nih untuk dibikin report-nya, hahahaha

    1. Segitu mah nggak jauh Bu. Biasanya aku kalau olahraga sepedaan gitu sekitar 20an km deh sekali jalan, huahaha😆 . Tapi biasanya sore-sore atau menjelang malam gitu, bukan pagi, hihihi😀 Dan bener, lumayan buat menghangatkan badan😀

            1. Hahaha, Belanda kan memang negri sepeda sih Bu😀 Jadi sepedaan itu asyik, sehat (udaranya juga bersih), dan aman (soalnya jalur buat sepeda kebanyakan terpisah dari jalan buat mobil gitu). Aku pernah baca, anak-anak sekolah di Belanda itu rata-rata untuk berangkat sekolah mereka sepedaan 15-20 km loh (kalau nggak salah)! Berarti dalam sehari sepedaan sekitar 30-40 km dong ya!! hahaha😆

  1. Wah, mirip-mirip yah sama di sini sistem Phdnya. Di sini juga kelasnya nggak wajib ikut, cuma disarankan untuk ikut conference, seminar, dll, alasannya sama yang kaya kamu bilang, biar up to date penelitiannya. Tapi liburnya bisa dipilih sendiri, kalo dapet ijin dari professor pembimbing untuk libur maka liburan, kalo nggak ya tinggal gigit jari aja ngeliat mahasiswa lain liburan hahahaha…
    Sukses yah buat Phdnya, kayanya gedung kuliahnya seru tuh, jadi nggak ngerasa cape yah abis sepedaan pagi-pagi kalo disuguhin pemandangan cantik begitu.😉

    1. Yoi, salah satu asyiknya PhD kan itu ya Chit, disarankan (cenderung ‘diharuskan’ sih ya, hehe) ikut conference, seminar, dll gitu. Serunya, kan seringnya conference, seminarnya gitu diadainnya di luar negri tuh. Dan kan dibayarin deh kalau pergi kesananya, muahahaha😆 .

      Hahaha, bener. Liburnya juga nggak sama kayak libur mahasiswa soalnya disini dihitungnya kan karyawan gitu. Jadi ya dapatnya libur karyawan deh yang liburnya nggak sepanjang mahasiswa. Dan iya, kalau mau apply libur mesti konsultasi sama profesor dulu. Tapi aku kenal baik profesorku sih jadi ya asal nggak aneh-aneh aja jadwal liburnya (misalnya pas di tengah-tengah sibuk-sibuknya riset atau ngetik paper), ya biasanya goal deh, huahaha😆 .

      Ternyata mirip ya PhD di Eropa sama di Oz, hehe🙂 Soalnya denger-denger di UK sama US beda gitu. Eh, kalau di Oz PhD itu hitungannya student atau employee??😀

      Iya, tempatnya sih lumayan, tapi juga lumayan jauh gitu dari kampus, huahaha😆 .

      1. Hahahaha… nggak tau persisnya… soalnya si suami masih berkutat di graduate school. Tapi kalau yang aku liat dari temen-temen di sini. Kebanyakan tergantung sama professor pembimbing mereka, karena udah ada yang boleh back for good sebelum laporan penelitiannya selesai, jadi diterusin di negara asalnya. Kalo urusan jumlah beasiswanya sama aja sih, tergantung grant-nya dapet darimana. Jadi ini bisa dianggap employee atau malah lebih mirip ma student ya? *malah balik nanya hahahaha…*

        1. Iya sih, tergantung grant-nya darimana sih ya, hehe. Aku dapatnya dari pemerintah Belanda, jadi hitungannya bukan beasiswa, tapi dapatnya gaji gitu deh (yg artinya dipotong pajak dan segala macamnya juga, hahaha :D); jadilah hitungannya juga employee dan bekerja gitu deh, hmmm.

    1. Iya, di luar lingkungan kampus dan tempatnya agak masuk dan nggak di pinggir jalan gitu. Sebenarnya sih aku sering melewati pertigaan jalan masuknya sering banget (karena ada di rute sepedaanku🙂 ), tapi nggak pernah masuk kesana, hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s