Posted in Cookings, Zilko's Life

#1114 – Soup A La Zilko and Kripik Tempe

ENGLISH

Soup A La Zilko

Lately, somehow I have been craving to include more greens to the meals that I cook (and therefore, eat). You know, to live a healthier life and I kinda thought that I had not consumed that much veggies lately😆😎 . Then, some days ago I read this Bebe’s post about meat soup and it encouraged me to try to cook one myself😀 .

I did try it and it ended up well. It was indeed very simple except that the preps-stage took a bit of some time because there were several kind of vegetables and other stuffs to chop so it took a little bit of effort there. I also did not use “instant broth” for flavoring. The only broth that I used was the broth I got as a result of steaming the meat (I decided to steam the meat, not boil it. It was because I liked the texture of steamed meat much more than boiled meat🙂 ). I know, I know, had I added some dash of “instant broth”, its flavor might have been a bit stronger; but in my opinion, even without it, it was already alright (and maybe ‘healthier’ because everything I put in the soup was natural?? :D).

Kripik Tempe

Anyway, a few days ago when I went to the orientalmarkt, I found kripik tempe. And it was quite weird because the label was all in Indonesian (normally they put the Dutch version of the label over it :D). And the kripik tempe was apparently from Malang. I did not know Malang was famous for kripik tempe btw, was it??

A portion of soup I cooked earlier this week. It was much simpler than I thought before
Kripik tempe I found earlier this week

BAHASA INDONESIA

Sup A La Zilko

Akhir-akhir ini, entah kenapa aku merasakan keinginan untuk melibatkan lebih banyak sayuran gitu deh ke masakan yang aku masak (dan tentunya, aku makan juga lah ya). Tahulah, biar lebih sehat gitu dan aku merasa kalau banyaknya sayuran yang kukonsumsi agak kurang deh akhir-akhir ini, huahaha😆😎 . Lalu, beberapa hari yang lalu aku membaca posting-nya Bebe yang ini tentang sup daging dan posting ini memberiku semangat untuk mencoba memasak sup dah, hahaha😀 .

Aku mencobanya dan hasilnya lumayan loh. Ternyata memang prosesnya sederhana sekali; hanya saja bagian persiapannya yang memang agak memakan waktu sih soalnya kan ada beberapa jenis sayuran dan kawan-kawannya yang harus dipotong-potong sehingga tahap ini membutuhkan usaha juga gitu, hahaha. Aku juga memutuskan untuk tidak menggunakan “kaldu instan” untuk menambah rasa. Satu-satunya kaldu yang kugunakan adalah kaldu yang kudapatkan sebagai akibat dari proses mengukus dagingnya (Aku memutuskan untuk mengukus dagingnya, bukan merebusnya. Ini karena aku lebih suka tekstur daging hasil kukusan daripada rebusan🙂 ). Tahu, tahu kok, kalau saja aku menambahkan sedikit “kaldu instan” gitu, tentu rasanya bakalan lebih kuat kan ya; tapi menurutku sih, walaupun tanpa itu pun, rasanya sudah oke kok (dan mungkin ‘lebih sehat’ juga sih ya karena artinya semua yang aku masukkan ke dalam sup itu bahan-bahan alami semua?? :D).

Kripik Tempe

Anyway, jadi beberapa hari yang lalu gitu ketika aku pergi ke orientalmarkt, aku menemukan kripik tempe loh. Dan kripik tempenya agak aneh juga soalnya labelnya hanya dalam bahasa Indonesia gitu (biasanya kalau disini kan labelnya bakal ditumpuki dengan label berbahasa Belanda, hahaha :D). Dan ternyata kripik tempenya berasal dari Malang. Eh, aku nggak tahu loh kalau Malang terkenal akan kripik tempenya, atau memang begitu ya dan aku nggak ingat??

31 thoughts on “#1114 – Soup A La Zilko and Kripik Tempe

  1. kalau aku buat di rumah sop paling simple deh kayaknya zil.. soalnya tinggal di kasih bumbu kaldu instan itu😛 tapi tetep harus ngerebus nya pake ayam atau daging sapi atau udang gitu seh,, kalau gak ya gak enak ada rasanya.. hmm…

    btw keripik tempe? Waaahhh jauh yak dibelanda impornya😛 kalau aku pas lebaran ini adanya pekyek tempe gitu😀

    1. Iya, soalnya awalnya aku agak ragu sama kuahnya tuh Nie. Kayaknya ribet gitu supaya bikin rasa di kuahnya ‘kena’, huahaha😆 Ternyata simpel ya😛

      Iya, disini lumayan banyak lho snack-snack yang diimpor dari Indo gitu😀

  2. hehe….
    selamat berjuang gan di negeri yg nun jauh disana
    agaann
    the last’ i want to say
    minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin…😀

  3. Sama dg Arman, aku tuh makan tempe kadang terpaksa aja soale menurut aku gak ada rasa apa2. Tapiiii klu keripik tempe mah doyaaaannn😀

    1. Hahaha, masa sih??😀 Kalo aku malah lebih doyan tempe biasa dah daripada kalau dibikin kripik, hahaha. Tapi mungkin tergantung kripiknya juga sih ya, hmmm

  4. masak sop itu salah satu masakan yang bisa aku masak pa pertama belajar masak loh… hahahaha.. soalnya paling simpel dan bumbunya ga ribet

    1. Hahaha, itu dia. Ternyata simpel😛 Awalnya aku agak ragu soalnya bingung sama perbumbuan kuahnya🙂 Kan kayaknya ribet gitu ya supaya bikin kuahnya ‘kena’, ternyata simpel aja, hehehe😀

  5. wah, wah, gua sampai sekarang masih sekadar ngeliat mama masak sup aja. soalnya kok kayaknya ribet banget😀
    btw, kripik tempenya harganya mahal ga Zil? kalau misalnya memang dr Indo, siap2 dh harganya naik.. Soalnya di Indo kan lagi krisis kedelai. hoho

    1. Itu dia Lung, kayaknya memang ribet kan ya. Apalagi agak ‘serem’ juga gitu ngebayangin cara ngebumbuin kuahnya. Ternyata simpel banget!! hehe😀

      Harga tempe disini masih stabil-stabil aja kok dari dulu Lung. Kayaknya sih nggak terlalu kena efek dampaknya deh, hehe🙂 (disini tempe biasa mentahan gitu juga ada loh).

  6. Kalau aku sih bikin sopnya…
    Well, aku gak bisa bikin sop! Ahahaha… Itu bahkan kamu tulis daging kukus sama rebus, aku gak tau beda teksturnya😛
    Ik penasaran sama harga kripik tempenya mas, hihi. Kasi tau dong berapa…

    1. Beda Na, rasanya lebih enak kalau dikukus gitu daripada direbus, hehehe🙂 Nggak tahu sih, mungkin ini juga preference selera masing-masing sih ya, hmmm…. .

      Harganya €2 kalau nggak salah (tepatnya kalau nggak salah sih €1,95 atau berapa gitu, yang jelas seh deket ke €2 , hehe :D).

        1. Wah, masa sih? Berarti mungkin ada lah, di pojokan mana gitu kali😛 Disini lumayan sering ada lho, padahal toko orientalnya kan campur-campur nggak dari Indonesia aja, hehehe🙂

    1. O iya ya Bu?? hahaha. Aku kalau dengar Malang malah nggak terbayang kripiknya nih, hmmm. Eh, tapi mungkin bener juga sih (kalau terkenal akan kripiknya), cuma lupa aja akunya, hehe😛

  7. Ihiiiiy.. akhirnya bikin sop juga.. hahahahaha.. gpp ga pake bumbu tambahan Ko.. yang penting enaaaaaaak..^^

    keripik tempe? aku malah jarang makan. sukanya tempe beneran..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s