Posted in My Student Life, Zilko's Life

#1111 – Master of Science

ENGLISH

As I said before, I was having my thesis defense for my Master study on 15 August, 2012; which was today. And so, yes, I had my thesis defense earlier today. And because I chose to have an ‘individual graduation ceremony’, I also received my diploma today. And how was it?? Well, first of all:

I passed and got the M.Sc title

Obviously (hahaha :P), I passed the thesis defense and in the end I got the M.Sc title. So yeah, I can use that title behind my name now. And btw, because I also completed this two year programme in the Netherlands, apparently I am also entitled for the equivalent title in the Dutch educational system, which is ‘Ingenieur’ (or ‘IR’). Yeah, it is the same ‘IR’ title as some people who graduated from technical programmes in Indonesia obtained prior to the 1990s (I think❓ ). So actually ‘IR’ is equivalent to a Master level study…

Anyway, how was the thesis defense itself? Well, it went excellently well, hehehe. As I said previously, I was not nervous at all going to the defense, except that I would have a 40-minute presentation session while when I practiced, I took like 53 minutes for the whole presentation, hahaha😆 . But I managed to compress some slides and omitted some of the less-important ones. Aside from the unexpected technical problem with the room I booked (of course this was out of my control) which caused us to change room for the thesis defense, it went really well. I presented well and smoothly, well of course a few things could have been better but this is always the case in any presentations one performs anyway, and I think I answered the questions from the thesis committees well. And I was not feeling nervous at all during the defense, which kinda surprised me a little bit but I was really glad with it, hahaha.

Cum Laude

Anyway, now it is already the time to reveal the second target I have had for the past many months or so. This second target is “to graduate with Distinction (Cum Laude) predicate”, huahaha😆 . I have been working like crazy the past one year to achieve this target. And after getting a 9 as my thesis’ grade, I finally achieved this. Hardwork (or smartwork) does pay off people, trust me!!🙂😎

In TU Delft (at least at my faculty, I think maybe other faculties have different rules or policies regarding this), to graduate with this predicate, a student has to fulfill three criteria: (1) to finish the Master study not longer than two years; (2) to get a minimum grade of 9 in the Master thesis; and (3) to have an average grade of minimum 8 in all courses not including the thesis. And in a university which is known to be “stingy” in grading, where a lot of students are (sometimes) thankful for getting a 6 (because it means they pass the course), fulfilling the third criterion has been very challenging for me🙂. Well, it may not be that ‘challenging’ if you are a genius (one of my colleagues is, I would say, a genius btw, where he always got like 9, 9.5, 8.5, 10 in his grades, hahaha. He is Russian btw). And I am glad that in the end I managed to achieve it.

Raising the Target

Actually, when I first came to TU Delft two years ago, honestly, I did not go for this Cum Laude predicate. My mindset at the time was to graduate on time, because my scholarship only covered two years of my study at TU Delft (which was a standard study period for an M.Sc programme here). If my study duration extended longer than that period, I would have to pay the ‘excess’ myself; and I did not want to do that. Wouldn’t the money be better spent on something else?? huahaha😆 . So, I was, sort of, in this mindset during the first year of my study. But after one year passed, especially after passing this super crazy exam last year, I evaluated my performance up to that point. And it turned out to be well; unless I did something stupid or crazy, I would be able to graduate on time. At this point, I also realized that this Cum Laude predicate was well within reach. Well, of course I had to work hard for the thesis to get that 9 grade (I had not started my thesis yet at this point last year); but aside from that, I would also have to do something to make my average grade to be at least 8. And it was not impossible, mathematically. But of course I had to work hard (or ‘smart’ as I prefer to call it) to achieve it. So I made some strategies and executed them with the hope of achieving that target in the end. And in the end, obviously, I succeeded, hahaha…

Well, why did I raise my target there and not be ‘happy’ with the first target which was already, practically, in my hand?? Well, first of all, it was a challenge for myself, hehe🙂 Beside, I think it is ‘easier’ to be even more motivated to work on something when there is a target (or reward) to reach at the end of the work, right? Second of all, in my opinion, being able to accomplish the Cum Laude predicate is something that is very wonderful and a big privilege, of course. It is, sort of, a testament that we have been taking our study very seriously and working hard on that; and this distinction is the fruit of that. Well, I am not saying people without this title are not hard-working. This title is just one of many possible indications of someone’s hardwork.🙂 Third of all, because it was possible for me to grab this distinction, I was thinking that I should just, at least, try. I might not get it in the end, but at least I have tried. I knew I would regret it in the future if I just gave it up withouth a ‘fight’, hehehe🙂

***

Anyway, this post turns out to be much longer than I expected before, so I think I should stop here. So anyway, yeah, I am free now!🙂

BAHASA INDONESIA

Seperti yang kubilang sebelumnya, aku menghadapi sidang tesis untuk masa studi S2-ku di tanggal 15 Agustus 2012; yang mana hari ini dong ya. Dan jadilah tadi pagi aku sidang tesis gitu deh. Dan karena aku memilih ‘individual graduation ceremony‘, aku juga telah menerima ijazahku hari ini. Dan bagaimanakah acaranya tadi?? Ya, pertama-tama:

Aku lulus dan mendapatkan gelar M.Sc

Tentu saja (hahaha :P) aku lulus sidang tesisnya dan pada akhirnya aku mendapatkan gelar M.Sc itu. Jadi, ya, aku bisa menggunakan gelar itu di belakang namaku sekarang. Dan btw, karena aku menyelesaikan program S2 selama dua tahun ini di Belanda, ternyata aku juga berhak mendapatkan gelar ekuivalennya dalam sistem pendidikan Belanda loh, yang mana adalah ‘Ingenieur’ (atau disingkat ‘IR’). Ya, memang ini adalah ‘IR’ yang sama dengan gelar yang didapat lulusan sekolah teknik di Indonesia sebelum tahun 1990an sih (kayaknya ya❓ ). Jadi, sebenarnya gelar ‘IR’ itu setara dengan level S2 loh…

Anyway, bagaimanakah sidang tesisnya? Yah, sidangnya berjalan dengan sangat amat lancar, hehehe. Seperti yang kubilang sebelumnya, aku tidak merasa gugup sama sekali loh sebelum sidang, kecuali bahwa aku akan memiliki waktu presentasi selama 40 menit sementara pada saat latihan, aku membutuhkan waktu 53 menit dong untuk keseluruhan presentasinya, hahaha😆 . Jadilah aku mempersingkat beberapa slide dan membuang beberapa yang relatif tidak terlalu penting. Di samping masalah teknis tak disangka-sangka dengan ruangan yang aku pesan (tentu saja ini di luar kontrolku ya) yang menyebabkan kami harus pindah ke ruangan lain, presentasinya berjalan dengan amat lancar. Aku presentasi dengan baik dan mulus, yah tentu saja ada beberapa hal yang mungkin bisa lebih baik lah ya tapi toh ini adalah kasus di presentasi apa pun yang dilakukan semua orang, dan aku rasa aku menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan anggota komite tesisku dengan baik. Dan aku nggak merasa gugup sama sekali loh selama sidang, yang mana cukup mengejutkanku juga, dan aku bangga karenanya, hahaha.

Cum Laude

Anyway, sekarang adalah saatnya untuk mengungkapkan target kedua yang sudah aku incar selama banyak bulan belakangan ini. Target ini adalah “untuk lulus dengan pujian (predikat Cum Laude)”, huahaha😆 . Aku sudah bekerja gila-gilaan dah setahun terakhir ini untuk mencapai target ini. Dan setelah mendapatkan nilai 9 di tesisku tadi, akhirnya target ini tercapai juga. Kerja keras (atau kerja cerdas) bener-bener akan membuahkan hasil loh, percaya deh!!🙂😎

Di TU Delft (atau setidaknya di fakultasku sih, karena sepertinya sih fakultas-fakultas lain gitu memiliki kebijakannya sendiri tentang ini), untuk lulus dengan predikat ini, seorang mahasiswa harus memenuhi tiga kriteria ini: (1) menyelesaikan program S2 tidak lebih dari dua tahun; (2) mendapatkan nilai minimal 9 di tesis S2-nya; dan (3) mendapatkan nilai rata-rata minimal 8 di semua mata kuliah yang diambil tidak termasuk tesis. Dan di sebuah universitas yang dikenal “pelit banget” dalam hal pemberian nilai, dimana banyak mahasiswa yang (kadang) bakal bersyukur banget kalau sudah mendapat nilai 6 (soalnya artinya mereka lulus), kriteria ketiga itu cukup menantang bagiku🙂. Eh, tapinya kalau jenius sih mungkin nggak terlalu ‘menantang’ ya (ada loh satu kolegaku yang, menurutku, jenius banget, dimana nilainya itu selalu 9, 9.5, 8.5, 10 gitu deh, hahaha. Dia orang Rusia btw). Dan akhirnya aku lega karena pada akhirnya aku berhasil mencapainya.

Menaikkan Target

Sebenarnya, ketika aku pertama kali tiba di TU Delft dua tahun yang lalu, jujur ya, aku tidak mengejar predikat Cum Laude ini. Yang ada dalam pikiranku waktu itu adalah untuk lulus tepat waktu, karena beasiswaku kan hanya meng-cover masa studi selama dua tahun di TU Delft (yang mana merupakan masa studi standar untuk sebuah program S2 disini). Nah, kalau masa studiku melebihi ini, ya ‘kelebihannya’ itu aku harus bayar sendiri deh; dan tentunya aku nggak mau begitu dong. Uangnya mending buat yang lain aja kan?? huahaha😆 . Jadi, ya, selama setahun pertama aku berada pada mindset ini. Namun, setelah setahun berlalu, terutama setelah aku lulus ujian yang gila ini tahun lalu, aku mengevaluasi performaku sampai saat itu. Dan ternyata, hasil yang sudah aku dapatkan bagus juga; kecuali aku melakukan suatu hal tolol atau gila, aku akan lulus tepat waktu. Nah, di waktu ini, aku juga menyadari bahwa predikat Cum Laude ini berada dalam jangkauan untuk bisa diraih. Ya, tentu saja aku harus bekerja keras supaya mendapatkan nilai 9 di tesis itu (kan setahun lalu aku belum mulai mengerjakan tesis); dan di samping itu, aku juga harus melakukan sesuatu agar nilai rata-rataku 8. Dan ini bukannya tidak mungkin ya, setidaknya secara perhitungan matematis. Tapi tentu saja aku harus bekerja keras (atau aku lebih suka menyebutnya bekerja ‘cerdas’) untuk mencapainya. Jadilah aku membuat beberapa strategi dan menjalankannya dengan harapan target tercapai. Dan akhirnya, jelaslah, targetnya berhasil tercapai, hahaha…

Eh, kenapa sih kok aku menaikkan target seperti itu dan nggak ‘puas’ dengan target pertama yang, pada dasarnya, sudah berada di genggaman tangan?? Hmm, pertama-tama, tentu ini adalah untuk memberikan tantangan gitu deh, hehe🙂 Di samping itu, rasanya akan lebih ‘mudah’ untuk termotivasi dalam mengerjakan sesuatu jika ada target (atau hadiah/penghargaan) yang hendak diraih kan? Yang kedua, menurutku, dapat lulus dengan predikat Cum Laude itu adalah sesuatu yang indah dan merupakan suatu kehormatan. Ini adalah, kurang lebih, sebuah cap bahwa kita telah serius sekali selama masa studi kita dan bekerja keras dan niat selama itu; dan predikat ini adalah buah dari kerja keras itu. Eh, aku bukannya menyatakan bahwa mereka yang tidak mendapatkan predikat ini bukan pekerja keras ya. Predikat ini tuh hanyalah satu dari banyaknya indikasi akan kerja keras dari seseorang.🙂 Yang ketiga, karena predikat ini berada dalam jangkauan untuk diraih, aku berpikir bahwa sebaiknya aku, setidaknya, mencoba meraihnya. Memang ada kemungkinan pada akhirnya akan gagal diraih sih, tapi setidaknya tuh aku sudah berusaha. Aku tahu aku akan menyesal di kemudian hari apabila aku merelakannya terlepas dari genggaman tanpa ‘usaha’, hehehe🙂 .

***

Anyway, posting ini kayaknya udah panjang banget deh ya, lebih panjang daripada perkiraanku sebelumnya, jadi kayaknya aku berhenti disini saja deh. Jadi intinya adalah, ya, aku bebas deh sekarang!🙂

32 thoughts on “#1111 – Master of Science

  1. Zilkooo.. selamat!! jadi sekarang gelarnya Ir. A. zilko, MSc gitu kah?? aahh.. aku mau dapet gelar MEng deh.. Hahahahhaa..

    Btw.. dapet predikat cum laude emang menyenangkan.. dulu pas s1 kemaren aku dapet juga.. Padahal aku gak pake target.. soalnya mudah seh.. cuma perlu kuliah kurang dr 4 tahu. dan ipk di atas 3,5 hihihi.. (kalau s2 ntar bisa gak yak?)

    dan soal dapet ijazahnya gt.. jadi lo gak ada di wisuda lagi kah zil? ada pilihannya gt yak?

      1. Hahaha, iya. Target dapat PhD/kerja udah tercapai, beli smartphone deh; target cum laude tercapai, beli smartphone-nya mau smartphone yang bagus dan terbaru ah, huahahaha😆😛. Rencana ingin pesen dalam beberapa hari dekat ini. Nanti kalau sudah fixed dan dapat barangnya pasti aku posting dah, hehe😀

    1. Iya, gitu gelarnya Nie, hehehe😀 Eh, bisa juga ditambahin gelar S.Si pas S1 dulu ya biar tambah panjang gitu namanya, wuakakaka😆 . Yup, mudah-mudahan tercapai tuh Nie nanti cita-cita lanjut S2nya, hehe🙂

      Iya, kan semacam penghargaan gitu kan ya atas hasil kerja keras, hehehe. Kayak kalau sekolah trus dapat ranking 1 gitu, haha😀. Aku dulu waktu S1 juga dapat cum laude, dan kayaknya syaratnya mirip kok, lulus kurang dari 4 atau 4,5 tahun gitu (lupa persisnya) dan IPK di atas 3,5 atau 3,6 (kayaknya 3,6 deh, tapi lupa persisnya juga aku, hehe :D). Jangan-jangan di Indo memang dimana-mana mirip gitu kali ya persyaratan cum laude buat S1nya? Hmmm… . Tapi memang yang S1 dulu lebih “mudah” mencapainya karena dari awal kebetulan aku sudah selalu on track (dalam hal nilai dan mata kuliah yg lulus) kesana, hehehe😀 . Tapi ya wajar deh ya, yang namanya S2 tentunya juga bakal lebih menantang daripada S1 kan, termasuk pengategorian cum laude-nya, hahaha😀

      Yup, ga pake wisuda resmi gitu sih Nie karena kan aku udah dapat ijazah (dan toga)-nya pas kemarin ini. Cuma nanti bisa sih datang pas wisuda gitu sebagai guest. Katanya sih gitu, hahaha

      1. ditunda aja zil beli smartphonenya.. jadi beli iphone 5 yg keluar beberapa bulan lagi katanya.. hehehehehe..

        atau beli samsung s3..

        *itu mah cita cita aku yak* hehehehe

  2. Uwaaa,, lama ga mampir, sekalinya mampir eh dapat kabar empunya blog udah lulus..
    Selamat ya, Zil… Ciyee,, udah Em Es Ceh dibelakangnya nih… Semoga ilmunya bermanfaat,,
    Rncana berikutnya apa nih? Mengabdi kepada negara tercintah, ato stay di luar karena kurangnya apresiasi buat para ilmuwan dari pemerintah kita? hohohoho

    1. Hahaha, iya. Pas banget tuh baru lulus kemarin Lung, hehehe😀

      Trims. Amiin🙂

      Rencana berikutnya akan stay di Belanda Lung, akan ambil posisi PhD (S3) di TU Delft juga. Cerita agak lengkapnya ada di posting ini.😀

  3. Wow padahal kita hampir seumuran tapi kamu udah jadi Master aja, sementara saya masih berkutat dengan skripsi untuk s1… >_<
    Selamat ya Zilko..!😀

    1. Trims El, hehehe🙂 . Iya, ini program baru dari TU Delft, jadi kita bisa langsung yudisium dan wisuda tepat setelah sidang selesai. Kan jadi praktis gitu, hehehe🙂

    1. Trims🙂 Hahaha, kalau disini sih adanya Cum Laude dan tidak Cum Laude deh. Jadi nggak ada Magna Cum Laude atau Summa Cum Laude gitu, hmmmm….

      Tetap jalan dong, ini minggu depan bakal mulai, hehehe🙂

  4. waaah aku ketinggalan beritaaaa.. selamat Zilkooooo!! semoga jadi M.Sc yang mambrur, hihi. semoga lancar ya nanti PhD nyaaa🙂 Indonesia punya banyak orang cerdas, termasuk kamu! ih keren!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s