Posted in EuroTrip, My Interest, Tennis, Travelling, Vacation

#1098 – 2012 London Summer Trip (Preambule)

ENGLISH

Before writing the more detail story about my recent trip to London, I would like to write a preambule first (it needs not to be short, haha :P) which is like a summary of my experience while I was there๐Ÿ™‚

Reason to go to London

As I wrote here, one main reason I went to London was to attend the Wimbledon Championships. In fact, the very reason I applied for a UK visa last February was this championships. In fact (again), this was the reason why I could not extend my stay in Norway for longer than three extra nights. This is why I made all the efforts to still be able to make the trip.

Last month, before leaving for Norway, I was quite unsure because I was kinda worrying about not being able to find a new apartment in time. You know, I have to leave my current apartment by the end of this month, which last month meant that I had to find a new one really soon. Norway was out of the question, I had to go (because it was like work-related trip in the first place). If I chose to still go to London, it meant that I would be away for pretty much two weeks, or half a month. And this two week time, I could use it to find a new place. And time was (seemingly) running out. Because of this, for a split-second, I was thinking about cancelling my trip to London. Of course my return train ticket would be unused and I would not get my money refunded. But it was onlyย โ‚ฌ99 anyway and I would only loss probably an extraย โ‚ฌ5 from my hostel door payment. But then I said to myself: “What the hell Zilko. You have made all the efforts to be able to go to London during Wimbledon. All those efforts would be worthless and pointless if you throw the opportunity away just because you are ‘worried’ about one uncertain thing. I am sure you will still figure a way out to solve the problem. Hakuna matata“. And so I decided to still go on the trip. And I am really glad with my decision!!๐Ÿ™‚

Wimbledon Championships

Anyway, let’s talk about London. Around 50% of my active time in London, I spent in Wimbledon. And how was it?? Well, there were two main highlights:

Very physically demanding

Watching the championships was, really, physically demanding, in literal sense. Because I was not lucky enough to get ticket(s) from the ballot this year, I had to join the Queue to enter the tournament grounds. Entry to the grounds was limited to just a few thousand of people at one time. The thing is: for Wimbledon, demand ALWAYS exceeds supply; which means that if you come late, you wouldn’t get any ticket. And by late: if you arrive at the Queue at approximately 9 AM, then you are f*cking late!!๐Ÿ˜ฏ . For this reason, in my three visits to Wimbledon, I already arrived at the Queue before 6 AM!! It took me approximately 90 minutes from my hostel to get to the Queue, which meant that I got up at the latest at 4 AM in those three mornings. I left the grounds at around 8 PM. So, yeah, I guess now you can imagine how physically demanding it was!

But it was all worth the effort

However, all the efforts, in the end, paid off big time! Wimbledon was incredibly amazing and spectacular! The AELTC (All England Lawn Tennis Club), the venue of Wimbledon, was really beautiful; the atmosphere was amazing and so classic and classy; and the experience was unbelievable. Visiting Wimbledon was definitely one of the best things I have ever done in my life!! Being able to experience Wimbledon first hand was like an ‘honor’ for me. Well, it was because when I was still a kid, when I watched a tennis tournament on TV, Wimbledon was the tournament that I watched, hehehe.

More in depth story about this will be written in the upcoming posts about the trip…๐Ÿ™‚

I love London!

I can say that, after this trip, in general, I love London!! The city was nice. The food was great. Everyone spoke English in England (of course); and I like London accent btw. And most importantly: the people (well, obviously not ‘all’, but in general I mean) were amazing! I found that the stereotype about English people were true: they were very polite, fair, classy, and also gentlemen (is ‘gentlewomen’ a word?? hahaha :D). Well, it might have something to do with their accent though; but nevertheless, it was really great!!๐Ÿ™‚

Intolerant Roommates

However, there was also quite an unpleasant experience during my stay in London. In the hostel, some of my roommates were, in my opinion, really intolerant at night. When other people in the room (including me) were already sleeping (like at 1 or 2 AM), they just turned the room’s light on, talked and chatted (even played some music and guitar at one point) really loudly as there was no other person in the room!!๐Ÿ˜ˆ๐Ÿ˜ก I mean, of course we were all obviously on a vacation but they couldn’t expect other people to have the same “agenda” as them, right? They might want to see London more and thus came back to the hostel late in the night. That was fine, ย and there was nothing wrong with that. But once in the hostel, because it was a hostel, they also had to respect other people as well!! Like me, I had to get up at 4 AM and so I had to get to bed early!! They couldn’t “blame” me for getting to bed early on a vacation and thus my sleep was “disturbed”! I had my own agenda as well, just like they did!

Well, it was truly the first time I was staying in a hostel with intolerant roommates. All other roommates I had when I was staying in a hostel thus far were really nice and tolerant. Of course sometimes some of them made some unavoidable noise at night (like when they entered the room or opened their bag or charged their phone or something); but I could feel their ‘effort’ to minimize those noise and disturbance caused by it (for example, when they had to talk, they talked shortly and did this by whispering). And of course I was also being tolerant with this from my side as well, as it was a sharing facility. But these intolerant people, well, it was so crazy! I mean, if they wanted to talk freely, why didn’t they just go downstairs and talked in the bar? They wouldn’t disturb anyone there. But of course it wasn’t the hostel’s fault… .

Finally I attended this grandslam tournament!!!
Yes, I managed to go to Hogwarts. I was arriving in London at this picture, huahaha…

BAHASA INDONESIA

Sebelum mulai menceritakan cerita perjalananku baru-baru ini ke London dengan lebih detail, aku ingin menulis semacam pembukaannya dulu deh (yang tidak berarti posting ini singkat ya, haha :P) yang mana semacam ringkasan dari pengalamanku selama aku disana๐Ÿ™‚

Alasan pergi ke London

Seperti yang aku tulisย disini, satu alasan utama aku pergi ke London adalah untuk menghadiri Kejuaraan Wimbledon. Malah, alasan aku meng-apply visa UKย Februari laluย ya kejuaraan ini deh. Malah (lagi), ini jugalah alasan mengapa akuย tidak bisa memperpanjangย waktu tinggalku di Norwegia lebih lama daripada tiga malam. Oleh karena itu, aku berusaha sekeras mungkin agar aku bisa pergi ke London kali ini.

Bulan lalu, sebelum berangkat ke Norwegia, aku agak galau karena aku agak khawatir nggak akan berhasil menemukan apartemen baru tepat waktu. Tahu lah, aku harusย meninggalkan apartemenku sekarangย pada akhir bulan ini, yang bulan lalu berarti aku harus mencari yang baru dengan segera. Norwegia sudah tidak dapat diganggu gugat lah ya, aku harus pergi (karena kan agenda utama perjalanan ini adalah workshop-nya itu; jadi perjalanan ini semacam perjalanan dinas gitu deh). Kalau aku tetap pergi ke London, artinya aku akan pergi selama sekitar dua minggu, alias setengah bulan. Dan waktu dua minggu ini kan sebenarnya bisa aku pakai untuk mencari tempat baru gitu. Dan waktu juga (nampaknya) semakin mepet. Oleh karena hal ini, untuk sepersekian detik, aku sempat berpikir untuk membatalkan rencanaku ke London lho. Ya tentu saja tiket kereta pp-ku akan hangus dan uangku tidak dapat dikembalikan. Ah, tapi juga cuma โ‚ฌ99 saja sih dan mungkin aku akan kehilangan uang sekitar โ‚ฌ5 lagi gitu dari DP pembayaran hostelku. Tapi kemudian aku berkata kepada diriku sendiri: “Zilko, mikir deh. Kamu sudah berusaha dengan amat keras supaya bisa pergi ke London di waktu Wimbledon. Semua usahamu itu akan menjadi sia-sia dan tak bermakna kalau pada akhirnya kami nggak jadi pergi hanya karena galau akan sesuatu hal yang belum pasti. Aku yakin deh permasalahan ini, somehow, akan berhasil terpecahkan.ย Hakuna matata“. Dan jadilah aku memutuskan untuk tetap pergi. Dan kini, aku sangat lega aku dengan keputusanku itu!!๐Ÿ™‚

Kejuaraan Wimbledon

Anyway, mari mulai membicarakan London. Sekitar 50% dari waktu aktifku disana, aku habiskan di Wimbledon loh. Dan bagaimanakah pengalamanku disana?? Hmm, ada dua hal utama deh:

Sangat amat demanding secara fisik

Menonton kejuaraan ini ternyata sangatlah demanding buat tubuh atau fisik loh. Karena aku tidak seberuntung itu untuk mendapatkan tiket dari ballot-nya tahun ini, aku memutuskan untuk bergabung di Antriannya (the Queue) untuk memasuki area turnamen. Jumlah pengunjung di dalam area turnamen hanya dibatasi sekian ribu orang saja dalam setiap waktu. Dan masalahnya: untuk Wimbledon, permintaan SELALU melebih penawaran; yang mana artinya: kalau datang terlambat, nggak akan dapat tiket deh. Dan definisi terlambat itu: kalau bergabung di the Queue baru sekitar jam 9 pagi, wedew, sudah sangat terlambat deh!!๐Ÿ˜ฏ . Oleh karenanya, dalam tiga kunjunganku ke Wimbledon, aku selalu tiba di the Queue sebelum jam 6 pagi!! Aku membutuhkan waktu sekitar 90 menit untuk pergi dari hostelku hingga tiba di the Queue, yang artinya aku harus bangun paling siang jam 4 subuh gitu deh di tiga pagi itu. Aku baru keluar dan pulang dari kompleks turnamennya sekitar jam 8 malam. Jadi, ya, bisa dibayangkan lah ya bagaimana demanding-nya kunjungan ke Wimbledon itu!

Tapi semua usaha itu sepadan dengan apa yang aku dapat

Namun, semua usaha keras itu, pada akhirnya, sangat setimpal dengan apa yang aku dapatkan loh! Wimbledon memang sangatlah mengagumkan dan spektakuler! AELTC (All England Lawn Tennis Club), kompleks turnamen Wimbledon diadakan, sangatlah indah; atmosfernya sangatlah menakjubkan dan sangat klasik dan berkelas; dan pengalamannya benar-benar tak terlupakan. Mengunjungi Wimbledon adalah salah satu hal paling keren yang pernah aku lakukan seumur hidup!! Untuk bisa merasakan secara langsung atmosfer Wimbledon itu seperti sebuah ‘kehormatan’ deh bagiku. Maklum deh, ketika kecil dulu (eh, sekarang juga masih muda sih saya :P), kalau nonton turnamen tenis di TV, yang paling sering kutonton ya Wimbledon ini, hehehe.

Cerita lebih mendalam akan aku tulis di posting-posting selanjutnya tentang perjalanan ini…๐Ÿ™‚

Aku cinta London!

Setelah pergi ke London ini, aku bisa bilang bahwa, secara umum, aku cinta London!! Kotanya bagus. Makanannya oke. Semua orang di Inggris ngomong pakai bahasa Inggris (ya iya lah); dan kan aku suka aksen (logat) Londonย gitu. Dan yang paling penting: orang-orangnya (hmm, nggak semua sih, tapi secara umum gitu) menakjubkan sekali! Stereotip tentang orang Inggris itu benar loh: mereka itu sangat amat sopan, adil, classy, dan juga gentleman. Hmm, mungkin ini juga disebabkan karena aksen ngomongnya sih ya; tapi bagaimanapun juga, tetep oke banget deh!!๐Ÿ™‚

Roommates yang tidak toleran

Namun, ada juga pengalaman yang agak kurang mengenakkan selama aku tinggal di London. Di hostel, beberapa roommates-ku itu, menurutku ya, sangat tidak toleran loh di malam hari. Ketika penghuni kamar lain (termasuk aku) sudah tidur (sekitar jam 1 atau jam 2 subuh gitu), mereka menyalakan lampu kamar, trus ngobrol gitu dong dengan kerasnya (bahkan pada satu waktu mereka juga memainkan musik dan gitar) seakan-akan seperti nggak ada orang lain gitu di kamar!!๐Ÿ˜ˆ๐Ÿ˜ก Maksudku, jelas lah ya semua yang ada di kamar itu sedang menikmati liburan tetapi mereka juga tidak bisa menganggap semua orang lain memiliki “agenda” yang sama dengan mereka dong ya? Mereka mungkin mau menikmati London lebih lama sehingga mereka baru pulang agak malaman. Ya sah-sah aja sih, terserah mereka gitu. Tapi begitu kembali di hostel, karena ini adalah sebuah hostel, ya mereka seharusnya menghormati orang lain juga kan ya!! Seperti aku misalnya, aku harus bangun jam 4 subuh sehingga aku harus tidur awal!! Mereka nggak bisa dong “menyalahkanku” karena aku tidur awal sehingga tidurku “terganggu”! Aku kan punya agenda sendiri juga, seperti mereka!

Hmm, ini adalah kali pertama aku menginap di sebuah hostel dan aku mendapat roommates yang tidak toleran deh. Semua roommates lain yang pernah aku dapatkan baik-baik dan toleran banget loh padahal. Ya tentu saja beberapa di antara mereka membuat suara-suara yang tak dapat terhindari gitu kalau malam (misalnya ketika mereka memasuki kamar atau ketika mereka membuka tas atau ketika menge-charge hape atau apalah); tapi aku merasakan gitu upaya mereka untuk meminimalisir suara-suara itu dan gangguan yang diakibatkan karenanya (misalnya kalau mereka harus ngomong, mereka ngomong dengan singkat dan dengan berbisik). Dan tentu saja dari sisiku aku juga harus toleran dong, namanya aja ini kan fasilitas yang shared gitu ya. Tapi orang-orang tak toleran ini, yah, gila banget dah! Heran deh aku, kalau mereka mau ngobrol dengan bebasnya gitu kenapa nggak turun trus ngobrol di bar aja sih? Kan kalau di bar nggak akan mengganggu siapa-siapa. ย Btw, tentu saja ini bukan salahnya hostel ya… .

19 thoughts on “#1098 – 2012 London Summer Trip (Preambule)

  1. 1. kalo denger kata preambule langsung asosiasinya UUD 45 rasanya. hahahaha.

    2. gua malah gak suka ama aksen london… karena gua gak ngerti! huahaha. kan kantor gua ada cabang di london, duh gua paling males kalo harus telpon ama mereka. mendingan email2an dah. soalnya tiap kali kalo telponan, gua banyakan gak nangkepnya mereka ngomong apaan. apalagi kalo lagi ngelucu, gak berasa lucu. huahahaha.

    3. itu di hostel nya gak ada peraturannya ya? masa udah malem gitu malah nyanyi2 sih… gak bisa ditegur ya? maksud gua, kalo kayak di hotel aja, kalo kita denger kamar sebelah kita berisik kan kita bisa minta orang hotelnya tegor. apalagi ini roomate nya satu kamar, mestinya bisa ditegur/dilaporin deh…

    1. 1. Huahaha, iya ya. Kayak waktu upacara bendera gitu, dibacain pembukaan UUD 45,๐Ÿ˜›

      2. Hahaha, kalau bagi aku aksen London masih ok; dan ada kayak pride alias kekerenan gimanaa gitu. Menurutku aksen Scottish yang agak lebih susah, apalagi kalau pas ketemu orang yang aksen Scottish-nya kental banget, hahaha. Pas di Wimbledon kemarin aku sempat ngobrol sebentar sama orang Scotland. Dan beberapa kali gitu aku minta dia ngulang ngomong apa; aksennya kental banget sih jadi aku gak gitu nangkep dia ngomong apa, huahaha๐Ÿ˜† .

      Kalo pas ngelucu trus “hening” gitu disini juga terjadi loh. Selera humornya beda sih soalnya ya, huahaha๐Ÿ˜† . Temanku ada yang bilang kalau selera humornya orang Inggris itu aneh, wkwkwkw๐Ÿ˜† .

      3. Sebenarnya ada peraturannya (salah satunya ya harus toleransi gitu). Sampe dicetak dan banyak ditempel di dinding-dinding gitu sama hostelnya. Aku pengen negur sih tapi “males” (soalnya badan udah dalam state “tidur”, jadi mau beraktivitas yang agak ‘berat’ dikit (kayak ngomong misalnya๐Ÿ˜› ) rada malas gitu karena butuh effort besar, hahaha). Dan besoknya lupa terus pas mau “mengadu” ke resepsionis, huahaha๐Ÿ˜† .

    1. Rame loh peronnya Na๐Ÿ˜›

      Hahaha, itu ganti fotonya udah beberapa waktu yang lalu kok, setelah balik dari perjalanan ke Paris untuk nonton French Open akhir Mei/awal Juni yang lalu, hehe๐Ÿ™‚

      Iya, ngeselin banget kan. Koq nggak bertoleransi sama sekali gitu. Rasanya waktu itu mau negur tapi ya itu, berhubung badan udah dalam state “tidur”, berat banget gitu rasanya buat sekedar bangun dan ngomong, hahaha๐Ÿ˜›

  2. aaahhh… aku juga pengen ke london.. pengen ke manchester terus nonton EPL di old trafford disana.. huhuhu… (ah setiap zilko jalan seh aku selalu pengen aja yak :p)

    asyiiikkk ada yg baru pulang dari hogwarts… gak kelupaan beli cokelat berbagai rasa dong๐Ÿ˜‰

  3. aku jd teringat pas nginep di Aston Marina Ancol tahun lalu. Kamar2nya tuh gak berkarpet. Dan kamar diatasku persis, sejak siang sampe malam, penghuni (atau ‘penghuni’???)nya sibuk geret2 perabotan kesana kemari…. grrrt grrrrrrt… bunyi gt kan? gangguk. dan serem jugak sih, hahaha. ngapain juga geret2 perabotan seharian deh? hasyem, jadi horor gt deh….

    1. Eh buset, ngapain ya itu penghuni sibuk geret-geret perabotan kesana kemari dari siang sampe malam?? Kalau cuma sebentar masih masuk akal ya Bu, kali aja dia gak nyaman ama tata letak perabotannya jadi diubah dikit. Lha ini dari siang sampe malem?? Wedew….

      Mungkin emang hotelnya lagi pas ada renovasi kamar kali Bu?๐Ÿ˜€ *mencoba mencari penjelasan*

    1. Yup. Kalau gangguannya memang tak dapat dihindari ya nggak masalah lah ya. Namanya aja kamar shared, jadi kan mesti toleransi juga. Tapi kalau gangguannya semacam ini, yang mana muncul karena tidak adanya rasa toleransi dari roommates, kan menyebalkan banget rasanya….

  4. baru liat posting yang ini… Huaaaaa.. mau ke peronnya… btw, mau foto di sana rame ga Ko? hihihi nyebayangin pasti peminatnya banyak deh yang mau foto di sana..

    1. Nggak begitu kok Be. Ya memang sih paling ada beberapa orang lain yang mau foto juga gitu; tapi nggak sampai yang harus ngantri panjang dan lama gitu deh, hehehe๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s