Posted in My Interest, Tennis

#1095 – 2012 Wimbledon Championships

ENGLISH

Today, the third grandslam tournament of the year, the Wimbledon Championships, has just been concluded. This time, I did not make any prediction (like I usually do prior to the start of a grandslam tournament) mainly because I was busy travelling (huahaha😆 ). Maybe it is good though (that I did not make any prediction) as some of my favorites players fared really good in the tournament; while every time I made those predictions, they did not fare as well. Maybe I should not make any prediction in the future, lol😆 .

Gentlemen’s Singles

As “usual”, the limelight was directed towards the top four players in the world. Novak Djokovic was the defending champion, Rafael Nadal was coming ‘fresh’ from his triumph at Roland Garros three weeks prior, Roger Federer was eyeing to be the world no.1 (if he won the title), and Andy Murray was still chasing his first grandslam title.

However, these people are just human. Of course they don’t win all the time. Rafael Nadal suffered one of the biggest shocks in a grandslam history after falling to an unknown Czech player who was ranked at 100th in the world, Lukáš Rosol, in the second round. It was his earliest exit from a grandslam tournament since Wimbledon in 2005. Many dubbed this shock as a good opening for Andy Murray, who was in this side of the draw, to finally reach his Wimbledon final. And he did. He became the first British man to reach a Wimbledon singles final since 1938. The semifinals of other side of the draw featured Novak Djokovic and Roger Federer. Federer defeated the subpar Djokovic to reach his eight Wimbledon final.

Between Murray and Federer, it would be their third grandslam final meeting (Federer won the first two); but this time, it would take place in the UK, Murray’s home nation. Most of the crowd would be behind Murray’s back. His improved mentality and approach to big moments, instilled by his current coach, Ivan Lendl, might also widen his chance of winning. Indeed, Lendl’s influence was visible in the final. Murray didn’t play not at his best (as he did in his first three grandslam finals). He was toe to toe with Federer and took the first set 6-4. Late break in the second set, however, gave Federer the momentum and he won the last three sets 7-5, 6-3, 6-4. Federer claimed his seventh Wimbledon title, his 17th grandslam singles title, and also the world no.1 title. As for Murray, it was nothing to be ashamed of as he had showed much improvement in the final, and most importantly: played a great final.

Ladies’ Singles

As “usual”, the women’s side was much more unpredictable than the men’s side. Serena Williams, the world no.1: Maria Sharapova, and the defending champion: Petra Kvitová were probably the three hot favorites to win the title. However, Serena Williams’ early loss at the French Open made it even more tentative. Beside, two unseeded players were also under the spotlight: Kim Clijsters and Venus Williams.

Venus Williams came to the tournament unseeded since her debut in 1997. Venus, still battling the Sjögren’s syndrome, was in an “unknown” form coming to the tournament. Noone knew what to expect form her. And indeed, she was really erratic in her first round match, looking nothing like her best self which saw her triumphing five time in singles on the Wimbledon grass. She lost 1-6, 3-6 to Elena Vesnina. Kim Clijsters performed well but was knocked out in the fourth round to Angelique Kerber, the no.8 seed. It was Kim Clijsters’ last match at Wimbledon. The world no.1, Maria Sharapova, fell in the fourth round to big-hitter, Sabine Lisicki; the woman she beat in the semifinal last year. For some, these losses, sort of, affirmed the ‘openness’ of the women’s tour these past a few years…

Serena Williams played some descent (but not so spectacular) tennis in the first week of Wimbledon. However, her serving was ominous and her fighting spirit was still exemplary. She managed to get to the quarterfinals with two three-setters in the third and fourth round. Just like a champion, she raised her game when she needed to and she overplayed the defending champion, Petra Kvitová, and overpowered the world no.2, Victoria Azarenka, in the quarterfinals and semifinals respectively to reach her seventh Wimbledon singles final. Moving more “quietly” in the other side of the draw, the no.3 seed Agnieszka Radwańska progressed to her first grandslam final.

In the final, Williams quickly took control of the match and won the first set 6-1 and led by a break in the second. At this point, errors started to creep into Williams’ game while Radwańska shut her nervousness down and brought up her game level. Radwańska took the second set 7-5. Williams roared back in the third set, including winning one game with four consecutive aces. She claimed the third set 6-2; and thus, won her fifth Wimbledon singles title and her 14th grandslam singles title!!

Wimbledon is still under the Williams’ legacy now because 10 of the past 13 championships were won by either Venus or Serena; and 11 of the past 13 finals were contested by at least of the sisters.

Ladies Doubles

To underline their legacy over Wimbledon even stronger, Serena and Venus Williams also won the doubles title together!😯 Playing in their first tournament at the competitive level since 2010 Wimbledon, the unseeded team defeated the no.4 seed and also the number 1 doubles players in the world to reach the final. They beat the sixth seeded team, Andrea Hlaváčková and Lucie Hradecká, in a good-contest final by 7-5, 6-4, to claim their fifth Wimbledon doubles title and 13th grandslam doubles title overall.

Roger Federer won Wimbledon for the seventh time. Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images Europe
Serena Williams claimed her fifth Wimbledon singles title. Photo credit: Julian Finney/Getty Images Europe
The Williams sisters also teamed up to win the doubles title, their fifth at Wimbledon, in 2012. Photo Credit: Paul Gilham/Getty Images Europe

BAHASA INDONESIA

Hari ini, turnamen grandslam ketiga tahun ini, Wimbledon Championships, telah selesai. Kali ini, aku tidak membuat prediksi apa pun (seperti yang biasanya aku lakukan setiap sebelum turnamen grandslam dimulai) karena aku sibuk bepergian (huahaha😆 ). Eh, tapi ini mungkin bagus juga (aku tidak membuat prediksi apa pun) karena beberapa pemain favoritku malah mendapatkan hasil yang baik loh di turnamen ini; sementara setiap kali aku membuat prediksi gitu malah hasilnya tidak sebaik ini. Jadi kayaknya memang mending aku nggak usah membuat prediksi aja ya nanti, lol😆 .

Tunggal Putra

Seperti “biasa”, sorotan tentu diarahkan ke pemain empat teratas di dunia. Novak Djokovic adalah sang juara bertahan, Rafael Nadal datang ke turnamen ini setelah memenangi Roland Garros tiga minggu sebelumnya, Roger Federer mengincar gelar nomor 1 dunia (yang akan ia raih kalau ia memenangi turnamen ini), dan Andy Murray mengejar gelar grandslam pertamanya.

Namun, bagaimanapun juga mereka-mereka ini adalah manusia biasa kan. Tentu saja mereka tidak selalu menang. Rafael Nadal mendapatkan salah satu hasil yang paling mengagetkan di sepanjang sejarah turnamen grandslam setelah kalah dari pemain tidak terkenal dari Ceko yang berperingkat 100 dunia, Lukáš Rosol, di babak kedua. Kekalahan ini adalah kekalahan terawalnya di sebuah turnamen grandslam semenjak Wimbledon di tahun 2005. Banyak yang kemudian mengatakan bahwa ini adalah sebuah kesempatan emas bagi Andy Murray, yang berada di sisi undian yang sama, untuk melaju ke final Wimbledon pertamanya. Dan ia melakukannya. Ia menjadi seorang petenis putra Inggris pertama yang berhasil mencapai finalnya Wimbledon semenjak tahun 1938 loh. Semifinal di sisi yang lain mempertemukan Novak Djokovic dan Roger Federer. Federer mengalahkan Djokovic yang tidak bermain dengan baik untuk mencapai final Wimbledon kedelapannya.

Di antara Murray dan Federer, ini akan menjadi pertemuan ketiga mereka di final sebuah grandslam (Federer memenangi dua pertemuan pertamanya); tapi kali ini, pertandingan akan berlangsung di Inggris Raya, di negara asalnya Murray. Sebagian besar penonton tentu akan mendukung Andy Murray. Selain itu, mentalitas dan pendekatannya dia akan saat-saat genting juga telah meningkat, dan ini atas berkat masukan dari pelatihnya kini, Ivan Lendl. Pada akhirnya, memang pengaruhnya Lendl terlihat dengan jelas di final ini. Murray tidak lagi tidak bermain dengan baik (ia tidak bermain dengan baik di tiga final grandslam pertamanya). Ia bermain dengan alot dengan Federer dan bahkan mengambil set pertama 6-4. Patahnya servis Murray di akhir set kedua memberikan momentum segar kepada Federer sehingga ia memenangi tiga selanjutnya dengan skor 7-5, 6-3, 6-4. Federer mengklaim gelar Wimbledon ketujuhnya, gelar grandslam ke-17-nya, dan juga peringkat 1 dunia. Untuk Murray, ia tidak perlu berkecil hati karena ia telah menunjukkan kemajuan yang sangat berarti di final, dan yang paling penting: mempersembahkan sebuah final yang seru.

Tunggal Putri

Seperti “biasa” pula, sisi putri lebih sulit diprediksi daripada sisi putra. Serena Williams, pemain peringkat 1 dunia: Maria Sharapova, dan sang juara bertahan: Petra Kvitová mungkin adalah tiga pemain yang paling difavoritkan untuk juara. Namun, kekalahannya Serena Williams di babak pertama French Open juga membuat sisi putri lebih tentatif. Di samping itu, ada dua pemain tak diunggulkan yang juga mendapatkan sorotan: Kim Clijsters dan Venus Williams.

Venus Williams datang ke turnamen ini tidak diunggulkan untuk pertama kalinya semenjak debutnya di tahun 1997. Venus, masih berjuang melawan Sindrom Sjögren, berada dalam performa yang “tak diketahui”. Tidak ada yang tahu apa yang bisa diharapkan dari penampilannya. Dan memang, ia nampak sangat tak menentu dan kacau di pertandingan babak pertamanya, sama sekali tidak terlihat performa terbaiknya yang membawanya menuju lima gelar tunggal Wimbledon. Ia kalah 1-6, 3-6 dari Elena Vesnina. Kim Clijsters tampil dengan baik tetapi kalah di babak keempat dari Angelique Kerber, unggulan ke-8. Pertandingan itu adalah pertandingannya Kim Clijsters di Wimbledon. Pemain nomor 1 dunia, Maria Sharapova, kalah di babak keempat dari pemain berpukulan keras, Sabine Lisicki; wanita yang ia kalahkan di semifinal tahun lalu. Bagi beberapa orang, ini menegaskan “keterbukaannya” tur tenis wanita beberapa tahun belakangan ini…

Serena Williams bermain dengan baik (tetapi tidak spektakuler) di minggu pertama Wimbledon. Namun, servis-nya sangat mematikan dan daya juangnya juga patut dikagumi. Ia berhasil lolos ke perempat final setelah melalui dua pertandingan tiga set di babak ketiga dan keempat. Seperti layaknya seorang juara, ia meningkatkan levelnya ketika ia membutuhkannya dan ia mengalahkan sang juara bertahan, Petra Kvitová, dan juga Victoria Azarenka, di perempat final dan semifinal berturut-turut untuk mencapai final tunggal Wimbledon ketujuhnya. Di sisi lain dari undian, Agnieszka Radwańska menembus final dengan perjalanan yang relatif lebih “tenang”.

Di final, Williams dengan cepat mengambil kontrol pertandingan dan memenangi set pertama 6-1 dan memimpin dengan satu break di set kedua. Di saat ini, ia mulai melakukan banyak kesalahan sendiri sementara pada saat yang sama Radwańska mengesampingkan rasa gugupnya dan meningkatkan level permainannya. Radwańska memenangi set kedua 7-5. Williams bangkit kembali di set ketiga, bahkan memenangi satu game dengan empat servis ace berturutan. Ia memenangi set ini 6-2; dan artinya, ia menjuarai gelar tunggal kelimanya di Wimbledon dan gelar grandslam ke-14-nya!!

Kini, Wimbledon masih berada dalam genggaman keluarga Williams karena 10 dari 13 turnamen terakhir dimenangi oleh Venus atau Serena; dan 11 dari 13 final terakhir dimainkan setidaknya oleh satu di antara bersaudari ini.

Ganda Putri

Nampak seperti untuk mempertegas genggamannya akan Wimbledon, Serena dan Venus Williams juga memenangi gelar gandanya!😯 Bermain di turnamen pertamanya di level kompetisi semenjak Wimbledon 2012, tim yang tidak diunggulkan ini mengalahkan unggulan ke-4 dan pemain peringkat 1 dunia di ganda untuk mencapai final. Mereka mengalahkan tim unggulan keenam, Andrea Hlaváčková dan Lucie Hradecká, di final yang seru dengan skor 7-5, 6-4 untuk memenangi gelar ganda Wimbledon kelimanya dan gelar grandslam ke-13-nya secara keseluruhan.

10 thoughts on “#1095 – 2012 Wimbledon Championships

    1. Iya, bener banget. Kita santai-santai gitu malah jagoan kita menang, hahaha😀 Eh, tapi waktu aku ngikutin skornya atau nonton pertandingannya (ketika permainannya ketat) juga deg-degan banget lho, hahaha😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s