Posted in EuroTrip, Half Week Trip, Vacation

#1089 – Paris Trip: Roland Garros (The Experience)

ENGLISH

Okay, this post will still be about my trip to Roland Garros two weeks ago; but instead of focusing on the tennis, I am focusing on the trip itself🙂

Souvenirs I Bought

As I said in the prologue, I bought many souvenirs during the trip. In fact, around 22.50% of my total expense was on souvenirs, hahaha😆 . So what did I buy?

The very first thing on my list, thus it was prioritized so much, was the official Roland Garros big umbrella. So, I have this grand plan to collect four big umbrellas from the four grandslam tournaments in the world; and all I have to buy them on the spot, not via the internet (because we can actually order it online and it will be delivered to our address). Why does it have to be on the spot? Well, in my opinion, that is the spirit, hehehe🙂 . And of course I got one during this trip. I didn’t care if it was expensive (it was €60), as aside from the fact that it was a collectible item, it was also such a very good quality product!

In fact, the only thing I had in my list to buy from the tournament was actually only that big umbrella. But in the end, I ended up with buying other stuffs too, like a Roland Garros cap (because on Day 1 it was blazing hot and so I thought I needed a cap to keep my head and face from the blazing sun ray), a pair of Roland Garros wristband, Roland Garros official tennis balls for all courts, and a medium-sized (5 inch in diameter) Roland Garros big tennis ball. Yea, in a way it was like a shopping spree, hahaha😆 .

French Cuisine

During this trip, I did not really spoil myself with the famous French meal. Why? Well, because as you can read at the story, I spent the entire day from 9 AM to around 8 PM every day at the tournament venue. So, I did not have the time to spoil myself with those French meal😦 . However, even so, I was still able to get myself something that was so French that I liked: macarons. So, the tournament also sold macarons which were, of course, in Roland Garros theme. There were only three colors (orange, dark green, and yellow; the three colors of Roland Garros) which meant three flavors (too bad none of them was mocca). The macarons were great, though none of the three flavors beat that mocca macarons I had during my previous trip to Paris, hehe.

Language Barrier

Speaking of macarons, there was a quite funny story that took place when I was buying them from one of the snack booth. So, this conversation occurred:
Shopkeeper lady (SL): “Bonjour, Monsieur!
Me : “Hi, can I get the ‘macarons’ please?” (pronouncing ‘macarons’ with a totally non-French pronunciation)
SL : “What?
Me : “The macarons” (still with the same non-French pronunciation)
SL : “I am sorry, I don’t understand
Me : “That one” (pointing the macarons in the chiller)
SL : “Oh, you mean the macarons!” (pronouncing ‘macarons’ with a French pronunciation, hahaha)
Me : “Yeah, sorry about that

So, yeah, huahaha😆😎 .

Perfect Weather

Except for the first day which was blazing hot, the other two days were perfect for me. The weather was good and the temperature was so comfortable: around 15-18 °C. It was mostly sunny or partly cloudy. Well, I was quite lucky because at the second week of the tournament, the weather worsened and the men’s singles final had to be suspended because of the rain.

Autographs

One of the biggest highlight during this trip was that I got the autographs of my most favorite men’s doubles team ever (and one of the best men’s doubles teams in the history of tennis): the Bryan twins! Yes, BOTH twins. I got Bob and Mike Bryan’s autographs!! And the awesome thing was that both autographs were on the same piece of paper. So, after their first round victory (which I fully watched during my first day), they were signing autographs for all people (mostly children though) at the side of the court. I used my height as a big advantage for me. So, even though I did not stand the closest to the court, I was able to put my blank book in front by sticking out my arm to the court (because I was taller than most people there, mahahaha😆 ).

Anyway, they were so very nice!! :) The news that they think of the fans importantly is true!🙂 Gotta love this team!! And of course, that piece of paper with their autographs on it will surely be framed and put on my wall, hahaha🙂

No Museum and RG Lab 2050

There was a museum inside the venue and there was also a RG Lab 2050 exhibition inside; but somehow I did not visit any of them during my three day visit to the tournament. Dang it. Ah, maybe I should do it next time I am visiting the tournament, maybe next year, hahaha😆 .

***

So, yeah, it was such a great and awesome trip for me! I cannot wait to have another trip of this kind!!🙂

Big Roland Garros Umbrella. One down, three more to go.
Other souvenirs I bought from the tournament. Quite nice I must say
Roland Garros macarons for €8.
Bob and Mike Bryan’s Autographs for me

BAHASA INDONESIA

Oke, posting ini akan bertemakan perjalananku ke Roland Garros dua minggu yang lalu itu; tapi aku akan fokus ke perjalanannya sendiri, bukan ke tenisnya🙂

Suvenir yang kubeli

Seperti yang aku bilang di prolog, aku membeli beberapa suvenir di perjalanan ini. Bahkan, sekitar 22,50% dari total pengeluaranku ya dari suvenir ini loh, hahaha😆 . Nah, apa sajakah yang kubeli?

Benda paling pertama yang berada di daftarku, makanya sangat kuprioritaskan, adalah payung besar resminya Roland Garros. Nah, jadi ceritanya, aku memiliki sebuah rencana akbar untuk mengoleksi empat payung besar dari empat turnamen grandslam di seluruh dunia gitu deh; dan kesemuanya harus aku beli di lokasi turnamennya yah, bukan lewat internet (karena sebenarnya kita bisa sih memesan online trus barangnya dikirim ke alamat kita gitu). Kenapa harus di lokasi turnamennya? Ya, menurutku sih justru inilah esensinya kan ya, hehehe🙂 . Dan tentu saja di perjalanan ini aku membeli satu. Nggak peduli deh harganya mahal (aku membayar €60), karena selain bahwa ini adalah barang koleksi, kualitas payungnya juga bagus banget loh!

Sebenarnya nih, payung ini adalah satu-satunya benda yang berada di daftar harus kubeli dari turnamen ini sih. Tapi pada akhirnya, aku juga membeli beberapa barang lain juga, seperti topi Roland Garros (soalnya di Hari 1 panas banget dong dan jadilah aku berpikir bahwa aku membutuhkan sebuah topi untuk melindungi kepala dan mukaku dari sengatan terik sinar matahari yang bisa bikin pusing itu), sepasang wristband Roland Garros (btw, apa sih bahasa Indonesianya wristband??), bola tenis resminya Roland Garros untuk segala permukaan lapangan, dan bola tenis besar Roland Garros ukuran medium (diameternya 5 inch). Ya, memang jadi kayak belanja memborong gitu sih, hahaha😆 .

Masakan Prancis

Di perjalanan ini, aku tidaklah memanjakan diriku dengan masakan Prancis yang terkenal itu. Kenapa? Ya, bisa dibaca kan di cerita perjalananku itu, bahwa aku menghabiskan waktuku seharian dari jam 9 pagi sampai sekitar jam 8 malam setiap hari di area turnamennya. Jadi, nggak ada waktu deh bagiku untuk memanjakan diri dengan masakan Prancis itu😦  Eh, walaupun begitu, aku masih sempat sih mentraktir diriku dengan sesuatu yang Prancis banget yang aku suka: macarons. Jadi, turnamennya juga menjual macarons yang, tentunya, juga bertemakan Roland Garros. Hanya ada tiga warna saja (oranye, hijau tua, dan kuning; tiga warna Roland Garros) yang artinya hanya ada tiga rasa aja (sayangnya tidak ada yang rasa mocca). Macarons-nya oke juga sih, tapi sayangnya dari ketiganya tidak ada yang rasanya mengalahkan rasa macarons mocca yang aku makan di perjalananku ke Paris sebelumnya deh, hehe.

Kendala Bahasa

Ngomongin tentang macarons, ada cerita lucu yang kejadiannya berlangsung ketika aku hendak membelinya di sebuah kedai snack disana. Nah, percakapan berikut ini berlangsung (supaya ‘dapat’ esensinya, percakapannya aku tulis seperti aslinya ya; yaitu dalam bahasa Prancis dan bahasa Inggris):
Penjaga Toko (PT): “Bonjour, Monsieur!
Aku : “Hi, can I get the ‘macarons’ please?” (mengucapkan ‘macarons’ dengan pengucapan yang sangat tidak Prancis)
PT : “What?
Aku : “The macarons” (masih dengan pengucapan yang sangat tidak Prancis)
PT : “I am sorry, I don’t understand
Aku : “That one” (menunjuk ke macarons yang ada di mesin pendingin)
PT : “Oh, you mean the macarons!” (mengucapkan ‘macarons’ dengan pengucapan Prancis, hahaha)
Aku : “Yeah, sorry about that

Jadi, ya, gitu deh, huahaha😆😎 .

Cuaca yang Sempurna

Kecuali hari pertama yang puanas banget, dua hari lainnya sempurna banget loh untukku. Cuacanya bagus banget dan temperaturnya juga nyaman banget deh: sekitar 15-18 °C. Dan cuacanya juga cerah atau setidaknya sedikit berawan gitu deh. Hmm, untung ya aku perginya pas minggu pertama karena di minggu kedua, cuacanya memburuk dan bahkan final tunggal putranya harus dihentikan di tengah pertandingan karena hujan kan.

Tanda tangan

Salah satu highlight terbesar dari perjalanan kali ini adalah aku berhasil mendapatkan tanda tangannya tim ganda putra favoritku sepanjang masa (dan tim ini memang salah satu tim ganda putra terbaik sepanjang sejarah tenis): si kembar Bryan! Ya, KEDUA-nya loh. Aku mendapatkan tanda tangannya Bob dan Mike Bryan!! Dan kerennya, tanda tangannya berada di selembar kertas yang sama! Jadi, setelah kemenangan pertandingan babak pertama mereka (yang mana pertandingannya aku tonton dari awal sampai akhir), mereka memberikan tanda-tangan gitu ke semua orang (kebanyakan anak kecil sih) yang berdiri di sisi lapangan. Nah, aku memanfaatkan tinggi badanku sebagai keuntungan besar bagiku. Jadi, walau aku secara teknis tidak berdiri tepat di pinggir lapangan, aku masih bisa memberikan bukuku dekat ke mereka dengan cara menjulurkan tanganku ke lapangan (karena aku kan lebih tinggi dari kebanyakan orang disana, mahahaha😆 ).

Anyway, mereka beneran baik dan ramah banget lho!!🙂 Artikel yang mengatakan bahwa mereka itu menganggap para fans amatlah penting ternyata memang benar!🙂 Nah loh, nggak mungkin nggak suka sama tim ini kan!! Dan tentu saja, selembar kertas berisikan tanda tangan itu jelas akan aku pigura dan aku gantung di tembok rumahku, hahaha🙂

Tidak ada Museum dan RG Lab 2050

Sebenarnya ada sebuah museum di dalam areanya dan waktu itu juga ada pameran RG Lab 2050 gitu; tapi entah kenapa kok aku nggak mampir sekali pun ya selama kunjungan tiga hariku kesana. Sial. Ah, mungkin ini pertanda bahwa aku harus melakukannya di kunjunganku selanjutnya ke turnamen ini, yang mungkin tahun depan deh, hahaha😆 .

***

Jadi, ya, gitu deh, perjalanan ini merupakan perjalanan yang mengasyikkan dan berkesan banget untukku! Aku nggak sabar deh ingin mengalami perjalanan yang seperti ini lagi!!🙂

21 thoughts on “#1089 – Paris Trip: Roland Garros (The Experience)

  1. waaahh koleksi yang bagus Ko, emang kalo buat koleksi itu kita gak pernah perduli soal harga… Btw aku penasaran sama macarons. Di indonesia kirakira ada yang jual gak yah ?

    1. Iya kan, hehehe🙂 Namanya aja barang koleksi sih ya, hehe🙂 Harga bukan prioritas deh, apalagi biasanya barang koleksi gitu kan kualitasnya juga top🙂

      Macarons rasanya didominasi manis gitu sih. Di Indonesia kayaknya ada kok karena beberapa kali aku pernah lihat iklannya gitu, hmmm… . Tapi entah ya rasanya apakah autentik sama kayak aslinya di Paris atau sudah diadaptasi dengan lidah Indonesia, hehehe

    1. kalau nggak salah sih kayak ngomong ‘makarong’ gitu deh, hehe. Pokoknya akhirannya bukan ‘ns’ tapi kayak ‘ng’ gitu; dan ini juga harus diucapin pakai aksen Prancis gitu, hahaha😀

    1. Ho oh, bulan Juni ini cukup sibuk acara bepergiannya, hehehe🙂 Iya, bahasa Prancis memang tantangannya besar untuk dipelajari, hehe🙂

  2. waduuuh kalo punya payung semahal itu bakal aku sayang sayang di rumah:mrgreen: bedewei butuh tanda tanganku juga ga Zi buat di pigura HAHAHAHA.

    1. hahaha, jelas kan Pep. Apalagi ini barang koleksi, jelas disayang-sayang dah, hahahaha😆 . Hahaha, jadi pemain tenis top dulu Pep baru ntar kasih tanda tangan ke saya, wkwkwkw😆

  3. setuju zil.. emang penting bgt tuh cendramata kayak gt dan harus dr tempat asal.. seperti aku pengen ngoleksi souvenir disetiap negara yg aku kunjungi gitu.. kalau beli online kan beda.. hehhee

  4. dah lama ga mampir ke sini.. kayaknya kak zilko juga sibuk nih ya,, tapi hebatnya masih tetep rajin posting *malu*
    akhir2 ini aku jadi sering nonton tenis di tivi lho kak, ternyata lumayan seru
    tapi yang lebih menarik perhatianku itu lho, apa sih nyebutnya, yang suka ngambil bola, lari-larinya lucu dan kadang tanpa ekspresi. hhihih

    terus kalau baju tenis cewek itu sakunya ada di balik rok ya kak? soalnya sering liang petenis cewek masukin bolanya ke bawah rok -.-a

    1. Iya, bulan Juni kemarin ini sibuk banget acaranya Mel. Juli dan Agustus juga akan sibuk sih tapi tipe sibuknya beda, hihihi😀

      Yoi, akhir-akhir ini memang ada dua turnamen utama yang dimainkan dalam waktu dekat kan Mel (French Open/Roland Garros ini dan Wimbledon yang juga aku kunjungi minggu lalu :D), jadi banyak ditayangin TV dah😀.

      Yang ngambil bola disebutnya ballkids Mel. Iya, mereka dilatih untuk serius gitu kok memang jadilah kadang nampak tanpa ekspresi, hehehe.

      Petenis cewek kayaknya tergantung petenisnya sih ya. Nggak tahu deh apakah beneran ada “saku” khusus untuk menaruh bolanya itu atau enggak. Kalau cowok lebih gampang kan ya, tinggal masukin saku celana aja, wkakakaka😆 .

      1. oo.. ternyata ballkids namanya.. aku suka ngekek kalau liat “tingkah” mereka itu.. tugas mereka ga cuma ngambil bola ya kak? aku liat kemarin juga mayungin sama ambilin pemainnya handuk..
        satu pertandingan ada berapa ballkidsnya sih kak?
        iya nih,, ternyata seru juga nonton tenis,, sayangnya saat ini baru bisa lewat televisi, ga bisa jalan2 langsung kayak kak zilko
        berhubung ga ngerti apa2 tentang tenis kadang kalau pas nonton kepikiran kak zilko,, pingin bawel tanya2..
        tapi pas giliran online lupa yang mau ditanyain. hahaha
        ooo

        1. Tugas utama mereka mengambil bola dan melemparkan bola ke pemain yang akan melakukan servis Mel. Makanya setelah ngambil bola, mereka akan melemparkan bola-bola itu ke ballkids yang posisinya paling dekat dengan pemain yang melakukan servis jadi ngasih bolanya lebih gampang. Trus kadang mereka juga bertugas mengambilkan handuk buat pemain kalau pemain ingin mengelap keringat di antara poin🙂 Dan kadang juga bertugas ngambilin air minum buat pemain kalau botol air minumnya pemain udah kosong.

          Saat pertandingan kalau nggak salah ada 4 atau 6 ballkids gitu deh Mel (nggak ingat persisnya aku, tapi kayaknya 4 sih, hehehe). Dan mereka kerjanya juga pakai shift gitu. Setelah beberapa games atau beberapa menit, mereka bergantian shift…

          Hahaha, seru kan nonton tenis. Soalnya poinnya kan relatif “pendek” gitu (dibandingin bola). Di Indo sayangnya tahun ini ga ada turnamen besar ya Mel, hehe. Tahun lalu ada lho di Bali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s