Posted in My Interest, Tennis

#1086 – 2012 French Open

ENGLISH

Earlier today, the second grandslam tournament of the year, the 2012 French Open, was concluded. I did make a prediction about two weeks ago for the singles events and it turned out that I was (mostly) correct๐Ÿ™‚ Let me start with the women’s singles first.

Women’s singles

The only thing that I missed to see coming was Serena Williams’ shocking loss in the first round to Virginie Razzano. ย  But who on earth would have predicted this occurrence to happen? Serena had never lost a grandslam singles opener before, she was in a hot streak on clay this year, and she was facing the world no. 111. I don’t think that even (most) people who do not like Serena would have predicted this to happen. During my first night in Paris (the day Serena lost), there was one guy in my hostel who asked me by how much Serena won after seeing me opening the French Open’s official website in a public computer in my hostel. I told him Serena lost, he looked surprised but then he was like “Yes!“. So, it was clear that he did not like Serena Williams but still found it surprising to see her lost her opener.

Anyway, moving on, I did say in the prediction that the two favorites to win the title was Serena and Maria Sharapova; and because Serena and Maria were in the same quarter of the draw, I predicted that this half of the draw would be represented in the final by either one of this two (and I picked Serena at that time). Because Serena lost in the first round, it sufficed to imply that my second choice was Maria Sharapova. And this became a reality as she advanced to, indeed, her first French Open final in her career by generally winning quite comfortably, albeit that quite rough fourth round match that lasted for more than three hours.

The quite ‘scary’ thing was that my prediction for the other half of the draw turned out to be correct also. The finalist from this part of the draw was indeed someone from the lower seed or lower rank, though I did not name a name. Sara Errani, the world no. 23 and the 21st seed, had a fairy-tale run after defeating 2008 and 2009 champions, Ana Ivanovic and Svetlana Kuznetsova, and followed this by winning her first two matches against top 10 player: Angelique Kerber and Samantha Stosur. Actually, Errani herself already had quite a run this year. After reaching the quarterfinals of the Australian Open, she has since performed really well on clay by winning three titles on it. However, all titles were relatively small so she was still overshadowed by bigger names in the form of Serena and Sharapova.

The final went as predicted, with Sharapova won 6-3, 6-2. The score looks ‘easy’, but the match itself was actually not that “easy” for Sharapova as Errani put some really good, crafty, and smart fights. The victory completed Sharapova’s collection of grandslam titles, with now she has won all of the four grandslams once. On top of that, her run to the final guaranteed her ascend to the world no.1 position as of today.

So, congratulations Maria Sharapova!

Men’s Singles

It was more straight-forward for the men’s singles as the top two players in the world, Novak Djokovic and Rafael Nadal, advanced to the final. Interestingly enough, this was the fourth consecutive time these two met in a grandslam final (starting since last year’s Wimbledon)! More interestingly, both were chasing their own record-breaking history. Novak Djokovic was looking to be the first man in 43 years to hold all four grandslam singles titles at once; and Rafael Nadal was looking to be the first man ever to win seven singles titles at Roland Garros, surpassing Bjรถrn Borg’s record of six. So, no matter what the result would be, this final would be indeed a very historic match from both sides of the court.

As I said, coming to the final, Rafael Nadal was the clear favorite. He was also in a better position than last year where he lost two finals on clay to Djokovic. He turned that around this year and it was also reflected in his path to the final. Not only he did not surrender any set in his six matches, his service was broken only freaking once during all those six matches, which happened in the second set of his first round match! Djokovic had a rougher path to the final where he had to come from two sets to love deficit in the fourth round to win against Andreas Seppi and followed by another five setter in the quarterfinals against Jo-Wilfried Tsonga. But he was the world no.1 and of course he could not be sidelined just like that in the final, even though Rafael Nadal was awaiting.

The match turned out to be a very dramatic one, on top of that history-making at stake. It took two days to complete due to the bad weather over Paris. Nadal took the first two sets 6-4, 6-3 but Djokovic made a remarkable comeback by winning the third 6-2. Djokovic was leading 2-1 on his serve when the match had to be postponed due to the ongoing rain. The match was continued the next day (today). Nadal quickly erased the slight advantage Djokovic had by breaking him right away, leveling the match back to 2-2. The two men held serves until 5-5. The next game was Nadal’s serve and it was not an easy one as there was one more drama during the game where Nadal thought a ball Djokovic hit was out (but the linesman said it was in) but the umpire didn’t want to check the mark because Nadal didn’t “stop right away”, thus rewarding Djokovic the point. Nadal lost the next point after that but still managed to hold serve. In the next game, Nadal got a championship point at 30-40 and Djokovic double faulted to give the victory to Rafael Nadal.

Thus, now, Rafael Nadal is officially the holder of most French Open singles titles, with seven, surpassingย Bjรถrn Borg’s record!

Congratulations Rafa!! It was a great final anyway as he got such a fight from Novak Djokovic, the world no.1. Djokovic was also the only man in the tournament to steal a set from Rafa at French Open this year.

2012 French Open women’s singles champion, Maria Sharapova, and the runner up, Sara Errani. Photo credit: Matthew Stockman/Getty Images Europe
Rafael Nadal won his seventh Roland Garros singles title after defeating the world no.1, Novak Djokovic. Photo credit: FFT (French Tennis Federation); photo taken from the official website

BAHASA INDONESIA

Siang tadi, turnamen grandslam kedua tahun ini, French Open 2012, berakhir. Aku membuat sebuah prediksiย sekitar dua minggu yang lalu untuk event tunggal dan ternyata prediksiku (kebanyakan) benar lho๐Ÿ™‚ Mari aku mulai dengan tunggal putri dahulu.

Tunggal Putri

Satu-satunya hal yang aku tidak sangka akan terjadi adalahย kekalahannya Serena Williams yang mengejutkanย di babak pertama dari Virginie Razzano. Ah, tapi siapa juga yang bakal menyangka hal ini akan terjadi? Serena tidak pernah kalah di babak pertama grandslam sebelumnya, ia sedang berada dalam rentetan kemenangan yang menakjubkan di tanah liat tahun ini, dan ia akan melawan seorang pemain berperingkat 111 dunia. Aku rasa bahkan (kebanyakan) orang yang nggak suka Serena pun tidak menyangka hasil ini akan terjadi deh. Di malam pertamaku di Parisย (hari dimana Serena kalah), ada bapak-bapak di hostel yang bertanya kepadaku Serena menang dengan skor berapa setelah melihatku membuka website resminya French Open di komputer untuk umum di hostelku. Aku bilang kepadanya bahwa Serena kalah, ia lalu nampak terkejut tetapi kemudian bereaksi “Yes!“. Jadi, jelas lah ya ia adalah seorang yang tidak suka Serena tetapi tetap masih cukup kaget dengan kekalahannya di babak pertama.

Anyway, lanjut, di prediksiku itu aku sebutkan bahwa dua favorit untuk menjuarai titelnya adalah Serena dan Maria Sharapova; dan karena Serena dan Maria berada di perempat bagian yang sama dari undiannya, aku prediksikan bahwa finalis di sisi undian ini akan diwakili oleh salah seorang dari mereka (dan waktu itu aku memilih Serena). Karena Serena kalah di babak pertama, bisa dibilang pilihanku otomatis terjatuh pada Maria Sharapova dong untuk sisi undian ini. Dan ternyata ia beneran masuk ke final pertamanya sepanjang karier di French Open dengan kemenangan yang cukup mudah di sepanjang perjalanannya, kecuali mungkin babak keempat dimana ia cukup kesulitan dan harus bermain selama tiga jam lebih.

Nah, yang cukup ‘mengerikan’ adalah prediksiku untuk sisi undian yang lain ternyata benar lagi loh. Finalis dari sisi ini adalah seseorang yang memang diunggulkan di posisi rendah atau berperingkat cukup rendah, walau waktu itu aku tidak menyebutkan nama. Sara Errani, pemain peringkat 23 dunia dan merupakan unggulan ke-21 di turnamen ini, memainkan dua minggu terbaik di kariernya sejauh ini dengan mengalahkan juara tahun 2008 dan 2009, Ana Ivanovic dan Svetlana Kuznetsova, dan menambahnya dengan dua kemenangan pertamanya atas pemain berperingkat 10 besar: Angelique Kerber dan Samantha Stosur. Sebenarnya, secara keseluruhan Errani sendiri sedang memainkan tahun terbaiknya sih tahun ini. Setelah mencapai perempat-final Australian Open, ia bermain dengan amat baik di tanah liat dengan menjuarai tiga turnamen di permukaan ini. Hanya, ketiga turnamen itu adalah turnamen kecil sehingga ia berada di bayang-bayang nama yang lebih besar seperti Serena dan Sharapova.

Finalnya berlangsung seperti dugaan, dengan Sharapova memenanginya 6-3, 6-2. Skornya nampak ‘mudah’, tetapi pertandingannya tidaklah “mudah” untuk Sharapova loh karena Errani memberikan beberapa perlawanan yang amat baik, kreatif, dan cerdik. Kemenangan ini melengkapi koleksi gelar grandslamnya Sharapova, dimana kini ia telah memenangi satu gelar di keempat turnamen grandslam. Selain itu, lolosnya ia ke final memberikan garansi bahwa ia akan kembali ke peringkat 1 dunia terhitung mulai hari ini.

Jadi, selamat buat Maria Sharapova!

Tunggal Putra

Sisi tunggal putra lebih mudah diprediksi dimana dua pemain dengan peringkat tertinggi di dunia, Novak Djokovic dan Rafael Nadal, lolos ke final. Yang menarik, ini adalah final grandslam keempat berturut-turut yang mempertandingkan dua pemain yang sama (semenjak Wimbledon tahun lalu)! Yang lebih menarik, masing-masing dari mereka sedang dalam upaya mengukir sejarah. Novak Djokovic akan menjadi pemain putra pertama dalam 43 tahun yang memegang keempat titel tunggal grandslam bersamaan apabila ia menang; dan Rafael Nadal akan menjadi pemain pertama yang pernah memenangi titel tunggal French Open selama tujuh kali, melewati rekornya Bjรถrn Borg dengan enam kemenangan, apabila ia menang. Jadi, apapun hasilnya, pertandingan final ini adalah sebuah final yang bersejarah dari kedua sisi lapangan.

Seperti yang aku bilang, masuk ke final, Rafael Nadal lebih difavoritkan untuk menang. Selain itu, ia juga berada di posisi yang lebih baik daripada tahun lalu dimana ia kalah di dua final turnamen tanah liat dari Djokovic. Ia membalik itu semua tahun ini dan ini terefleksikan dari perjalanannya ke final. Tidak hanya ia tidak kehilangan satu set pun selama enam pertandingan, servisnya patah hanya satu kali aja dong dari enam pertandingan itu, yang terjadinya di set kedua pertandingan babak pertamanya! Sementara itu, Djokovic mendapatkan perjalanan yang jauh lebih berliku untuk mencapai final dimana ia harus membalikkan kondisi tertinggal dua set untuk memenangi pertandingan babak keempatnya melawan Andreas Seppi dan diikuti dengan pertandingan lima set lainnya di babak selanjutnya melawan Jo-Wilfried Tsonga.ย Biarpun begitu, ia adalah pemain nomor 1 dunia saat ini dan tentu saja ia tidak bisa diremehkan begitu saja, walaupun lawan yang akan ia hadapi di final adalah Rafael Nadal.

Pertandingannya ternyata menjadi pertandingan yang amat dramatis loh, selain karena faktor sejarah yang akan terukir karenanya. Pertandingannya harus dilangsungkan selama dua hari karena cuaca buruk di Paris. Nadal memenangi dua set pertama 6-4, 6-3 tetapi Djokovic membuat comeback yang mengagumkan dengan merebut set ketiga 6-2. Djokovic sedang unggul 2-1 di servisnya ketika pertandingan harus dihentikan karena hujan. Pertandingan baru bisa dilanjutkan keesokan harinya (hari ini). Nadal dengan cepat menghapus keuntungan tipis yang dimiliki Djokovic tersebut dengan langsung mematahkan servisnya sehingga skor menjadi 2 sama. Kedua pemain mempertahankan servisnya sampai 5-5. Di game berikutnya, yang merupakan servisnya Nadal, terjadi drama kecil lagi dimana Nadal mengira bolanya Djokovic keluar (tetapi hakim garis memutuskan bolanya masuk) tetapi wasit menolak untuk mengecek bekas pantulan bola di lapangan karena Nadal tidak “langsung berhenti”, sehingga poin menjadi milik Djokovic. Nadal kehilangan poin selanjutnya tetapi ia masih mampu mempertahankan servisnya. Di game selanjutnya, Nadal mendapatkan championship point di posisi 30-40 dan Djokovic membuat double fault sehingga kemenangan menjadi milik Rafael Nadal.

Jadi, sekarang, resmilah Rafael Nadal menjadi pemegang gelar tunggal putra French Open terbanyak, dengan tujuh gelar, melampaui rekornya Bjรถrn Borg!

Selamat Rafa!! Pertandingan finalnya adalah pertandingan yang seru karena ia mendapatkan perlawanan sengit dari Novak Djokovic, si peringkat 1 dunia yang jugalah satu-satunya pemain yang berhasil mencuri satu set dari Rafa di French Open tahun ini.

12 thoughts on “#1086 – 2012 French Open

    1. Lha, ya memang yang juara Sharapova, hehehe๐Ÿ™‚

      Iya, Nadal memang jago sekali di lapangan tanah liat. Rekor kemenangannya di French Open adalah 98% dan secara keseluruhan di tanah liat adalah 93%.

        1. Enggak. Kebanyakan turnamen dimainkan di lapangan keras (hardcourt). Dua dari empat grandslam di lapangan keras. French Open ini di tanah liat dan dua minggu lagi, Wimbledon, di lapangan rumput. Makanya di tenis ada “musim-musim”nya gitu. Dari April – Mei biasanya musim tanah liat, Juni musim rumput; sisanya kebanyakan hard court (walau ada sih beberapa turnamen tanah liat juga di musim hard court ini, tapi turnamen-turnamen relatif kecil dan pemain top biasanya nggak berpartisipasi di turnamen-turnamen ini๐Ÿ™‚ )

            1. Yoi, kayak rumputnya lapangan bola gitu Nie pas musim lapangan rumput, hehehe. Jadi ‘segar’ gitu deh ngeliat pertandingannya soalnya ijo-ijo gitu, hehe๐Ÿ˜€ Sekarang ini lagi musim lapangan rumput nih karena minggu depan, grandslam lapangan rumput dimainkan kan: Wimbledon.๐Ÿ˜€

              Musim lapangan rumput ini biasanya pendek (cuma sekitar sebulan alias empat-lima minggu gitu); tapi tahun ini bakal agak panjangan dikit karena olimpiade tahun ini akan diadakan di kompleksnya Wimbledon juga, yang mana artinya olimpiade juga akan dimainkan di lapangan rumput, hehehe๐Ÿ˜€

    1. Hehehe, kalau tanah liat rasanya agak lebih mudah diprediksi gitu. Kalau lapangan keras dan rumput setahun terakhir ini lebih sulit euy, hmmm…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s