Posted in EuroTrip, Half Week Trip, Vacation

#1067 – Scotland Spring Trip (Part I)

ENGLISH

Okay, without further ado (I know some of you have really been waiting for this post😛 ), let the story of my weekend trip to Scotland last week start with this post🙂

Day 1 (Friday, 20 April 2012)

The night before, I decided to get to bed early (but not as early as 7 PM though, it was 8.30 PM) because of the early morning flight that I would take on Friday. This backfired a little bit as I woke up at around 11 PM (because 8.30 PM was still quite bright, so maybe my body thought I was taking a nap instead of attempting to have actual good night sleep, hmm). Lucky I could get back to sleep about 40 minutes later, hahaha.

Long story short, I got up at 3 AM and after having a quick breakfast and shower, I walked to Delft Station at 3.45 AM (there was no bus on operation at that time of the day). I took the 4.14 AM train to Schiphol Airport (the train was quite full btw, as some people were coming back from parties or something like that, hahaha🙂 ). At almost 5 AM I arrived at Schiphol Airport. I already checked in the day before so I could just go directly to the baggage drop-off area. And in Schiphol, if we are flying with KLM, there are new 12 self-service baggage drop-off units that are really cool! So we can just scan our ticket, put our luggage in the machine, print the tag, stick that on our luggage, click done; and then the machine rolls our luggage to its belly. Pretty cool!🙂

Anyway, after two rigorous and extremely tight security inspections and passing the immigration desk (the first time I passed an immigration desk in like 20 months, huahaha😆 (Yeah, if we fly to other Schengen countries (the UK is not Schengen), we do not need to pass through immigration. It is basically like a domestic flight) ), I finally arrived at the gate of my flight. We boarded at 6.45 AM and were taken by a bus to get to our plane: a KLM Cityhopper’s Embraer ERJ-190-100LR 190LR reg code PH-EZE. We took off from runway 24 of Schiphol Airport at 7.15 AM. About 1 hour and 15 minutes later (including a nice complimentary breakfast on board, hahaha :D), we landed at runway 23 of Glasgow International Airport. There was a 1 hour time difference between the UK and the Netherlands, so we landed at around 7.30 AM local time.

After passing the immigration desk (with short interview on the spot with the officer), taking my luggage, and taking some poundsterling cash at the ATM machine (there was no service charge for this, muahahaha😆 ), I walked outside the airport and took the Airport Shuttle to the city centre of Glasgow. I got off at Queen Street Railway Station, which apparently was quite close to Buchanan Bus Station (the bus station I would have to go to later on that day to catch a bus to Edinburgh), to drop my luggage at the locker room there. I had to pay 5 pounds just for this.

Then, I pretty much strolled around the city. I walked around the city centre, then I walked (quite far, about 1 mile I guess) to Clyde Auditorium: an armadillo-shaped auditorium (in a way it looked like Sydney Opera House btw), which was famous as Susan Boyle’s audition place for Britain’s Got Talent in 2009 (the audition was really awesome btw, and mind-opening; you can watch it here). There was actually an expo going on there, but I was not really interested. So, I decided to go back to the city centre. But because I was quite tired, I decided to take the train instead. It was only three stops with train btw, and I got off at Argyle Street station.

Actually I was already feeling quite hungry. It was only about 11 AM there, so no restaurant had opened yet. So, I decided to walk further and I arrived at the Glasgow Cathedral. I entered the cathedral (because it was free, huahaha😆 ) and after that I walked to the Necropolis which was just behind the cathedral. Then, I went back to the city centre to find a place to eat. In the end, after looking at some places, somehow I picked Pizza Hut because they had this “All You Can Eat” promotion, huahaha😆 . Now that I think about it, it might not be a wise decision as I should have chosen something that was more Scottish, or British at least, no? hahaha😀

After lunch, I just walked around the city centre randomly until about 2 PM. I picked my luggage at Queen Street Station and walked to Buchanan Bus Station. I already bought a bus ticket from Glasgow to Edinburgh prior to my departure and the bus would depart at 3 PM. Long story short, after waiting for like 25 minutes at the bus station, my bus left Glasgow and took the M8 highway heading to my base city of this trip: Edinburgh.

I arrived at Edinburgh at around 4.15 PM. I already printed a map on how to get to my hostel, so I just followed the map. On the way, I decided to stop by at the Tourist Information first to gather some information I needed (as they would close at 5 PM). My decision not to buy the Edinburgh Pass before asking in person at the Tourist Information turned out to be a smart one. For me, the Edinburgh Pass was not that worth the money. So I decided not to buy that Pass. Then, I walked to my hostel, checked in, left my luggage in my room, and left the hostel for a nice stroll because the weather was really good.

That evening, I just walked around the Princess Street Garden. It was really beautiful (especially with a nice weather like that) with Edinburgh Castle in the background. The garden was closed at around 7 PM or so. Then, I walked around randomly and decided to have dinner at a small restaurant there. This time, I picked a menu that was much more British than pizzas: fish and chips, huahaha😆 . And it was nice! After dinner, I went back to my hostel. At the hostel, I made some plan for the upcoming days and after that I called it a day…

To Be Continued …

Next on Scotland Spring Trip:
1. Edinburgh Castle and Being Very Lucky
2. Royal Yacht Britannia
3. Rosslyn Chapel

BAHASA INDONESIA

Oke, tanpa ba bi bu lagi (aku tahu ada beberapa orang yang telah menunggu posting ini untuk ditulis😛 *GR*), mari cerita perjalanan akhir pekanku ke Skotlandia minggu lalu dimulai dengan posting ini🙂

Hari 1 (Jumat, 20 April 2012)

Malam sebelumnya, aku memutuskan untuk tidur sedikit lebih awal (tapi nggak seawal jam 7 sih, aku tidurnya jam 8.30) karena penerbangan di pagi hari yang akan aku ambil di hari Jumatnya. Ini sedikit menjadi bumerang bagiku karena aku terbangun jam 11 malam (karena jam 8.30 malam itu masih terang, jadi mungkin badanku mengira aku lagi tidur siang kali ya, bukan sedang berusaha untuk tidur malam). Untungnya sekitar 40 menit kemudian aku bisa tidur lagi deh, hahaha.

Singkat cerita, aku bangun jam 3 subuh dan setelah sarapan kilat dan mandi, aku berjalan ke Stasiun Delft jam 3.45 pagi (nggak ada bus yang beroperasi deh jam segitu). Aku naik kereta jam 4.14 pagi menuju Bandara Schiphol (keretanya cukup penuh loh btw, karena sebagian penumpangnya kan baru pulang dari parties atau apa gitu, hahaha🙂 ). Sekitar hampir jam 5 subuh, tibalah aku di Bandara Schiphol. Aku sudah check in sebelumnya sehingga aku langsung menuju area drop off bagasi. Dan di Schiphol, kalau kita terbang dengan KLM, ada 12 mesin self-service untuk drop off bagasi yang keren banget loh! Jadi kita tinggal menge-scan tiket kita, menaruh bagasi di mesinnya, mencetak tag-nya, menempelkannya di bagasi kita, dan memilih pilihan selesai; lalu mesinnya akan memutar bagasi kita ke dalamnya. Keren deh!🙂

Anyway, setelah dua pemeriksaan sekuriti yang sangat teliti dan ketat dan melewati meja imigrasi (pertama kalinya aku melewati meja imigrasi dalam 20 bulan, huahaha😆 (Ya, soalnya kalau cuma pergi ke negara Schengen lain sih (UK tidak termasuk Schengen), kita tidak perlu melewati imigrasi gitu deh. Pada dasarnya mirip seperti penerbangan domestik) ), akhirnya aku tiba juga di gate penerbanganku. Kami boarding jam 6.45 pagi dan diantar dengan bus untuk menuju pesawat: Sebuah Embraer ERJ-190-100LR 190LR dengan kode registrasi PH-EZE milik KLM Cityhopper. Kami lepas landas dari landasan pacu 24 Bandara Schiphol sekitar jam 7.15 pagi. Setelah sekitar 1 jam 15 menit (termasuk sarapan complimentary yang oke di pesawat, hahaha :D), kami mendarat di landasan pacu 23 Bandara Internasional Glasgow. Ada perbedaan waktu 1 jam antara UK dan Belanda, sehingga kami mendarat sekitar jam 7.30 pagi waktu setempat.

Setelah melewati meja imigrasi (dengan wawancara singkat di situ sama petugasnya), mengambil bagasi, dan menarik sejumlah uang poundsterling melalui mesin ATM (nggak kena charge loh kalau kita ambil uang pakai mesin ATM, muahahaha😆 ), aku berjalan keluar bandara dan naik Airport Shuttle menuju pusat kota Glasgow. Aku turun di Stasiun Kereta Api Queen Street, yang mana ternyata lokasinya cukup dekat dengan Terminal Bus Buchanan (terminal bus yang harus aku tuju kemudian siang nantinya), untuk menitipkan bagasiku di loker disana. Aku harus membayar 5 poundsterling loh untuk gini aja.

Lalu, yang aku lakukan ya berjalan-jalan keliling kota. Aku berjalan di pusat kotanya, kemudian berjalan (lumayan jauh loh, sekitar 1 mil kayaknya) ke Clyde Auditorium: sebuah auditorium berbentuk seperti armadillo (yang mana juga agak mirip Gedung Opera Sydney gitu sih), yang terkenal sebagai tempat berlangsungnya audisinya Susan Boyle di acara Britain’s Got Talent tahun 2009 (audisinya keren banget loh btw, sangat membuka mata; bisa ditonton deh disini). Waktu itu sedang ada pameran juga disana, tapi aku nggak tertarik. Jadilah aku memutuskan untuk kembali ke pusat kota. Namun karena sudah capek, aku kembali kesana naik kereta aja deh walau hanya tiga pemberhentian saja. Aku turun di Stasiun Argyle Street.

Sebenarnya aku sudah merasa agak lapar. Hanya saja saat itu waktu masih menunjukkan pukul 11 pagi, jadi belum ada restoran yang buka deh. Jadilah aku memutuskan untuk lanjut jalan aja dan tibalah aku di Katedral Glasgow. Aku masuk ke dalam katedralnya (soalnya kan gratis, huahaha😆 ) dan setelahnya aku berjalan ke Necropolis (kota kematian) yang berada di belakangnya katedral. Lalu, aku kembali ke pusat kota untuk mencari tempat buat makan. Akhirnya, setelah melihat-lihat beberapa tempat, aku malah memilih untuk makan di Pizza Hut karena mereka sedang promosi “All You Can Eat” gitu deh, huahaha😆 . Kalau dipikir-pikir sekarang, ini bukan pilihan yang bijak kayaknya ya karena seharusnya aku memilih sesuatu yang lebih Skotlandia, atau setidaknya lebih UK gitu kan? hahaha😀

Setelah makan siang, aku berjalan-jalan keliling pusat kotanya dengan acak sampai bosan deh sampai jam 2 siang. Kemudian aku mengambil bagasiku di Stasiun Queen Street dan berjalan ke Terminal Bus Buchanan. Aku sudah membeli tiket bus dari Glasgow ke Edinburgh semenjak sebelum berangkat dan busnya akan berangkat jam 3 sore. Singkat cerita, setelah menunggu sekitar 25 menit di terminal, busku berangkat dari Glasgow deh dan memasuki jalan tol M8 menuju kota base-ku di perjalanan kali ini: Edinburgh.

Aku tiba di Edinburgh sekitar jam 4.15 sore. Aku sudah mencetak peta menuju hostel, jadi aku tinggal mengikuti petanya saja. Di jalan, aku memutuskan untuk mampir dulu di Pusat Informasi untuk Turis untuk mengumpulkan beberapa informasi yang aku butuhkan dulu (Pusat Informasinya akan tutup jam 5 sore soalnya). Ternyata keputusanku untuk tidak membeli Edinburgh Pass sebelum bertanya face-to-face dengan petugas Pusat Informasi Turis itu adalah keputusan yang cerdik. Untukku, Edinburgh Pass tidak terlalu berguna. Jadilah aku memutuskan untuk tidak membeli Pass-nya. Lalu, aku berjalan ke hostelku, check in, menaruh barang bawaan di kamar, dan kemudian meninggalkan hostel untuk jalan-jalan santai di sore hari mumpung cuacanya lagi bagus.

Malam itu, aku berjalan-jalan di sekitar Taman Princess Street. Tamannya indah banget loh (apalagi pas cuacanya bagus kayak gitu) dengan Kastil Edinburgh sebagai latar belakangnya. Tamannya ditutup jam 7 malam. Lalu aku berjalan nggak jelas gitu dan memilih untuk makan malam di sebuah restoran kecil disana. Kali ini, aku makan menu yang jauh “lebih Inggris” daripada pizza: fish and chips, huahaha😆 . Dan enak loh makanannya! Setelah makan malam, aku kembali ke hostel. Di hostel, aku membuat beberapa rencana untuk hari-hari selanjutnya dan kemudian tidur deh…

Bersambung …

Yang selanjutnya dalam Scotland Spring Trip:
1. Kastil Edinburgh dan Beruntung Sekali
2. Royal Yacht Britannia
3. Kapel Rosslyn

34 thoughts on “#1067 – Scotland Spring Trip (Part I)

  1. Zilkooooo ujung ujungnya pizza hut haha btw auditoriumnya kereen! Jembatannya apalagi. Terus terus, aku ngakak ngeliat celananya scottish guy. Itu celana kan bukan rok? :p pleeeuuuss british telephone boxes nyaa aaaa mauu. Tolong bungkusin satu😀

    1. Iya, kalau dipikir-pikir rugi juga ya, harusnya milih yg lain, hahaha😛 Arsitekturnya di Glasgow memang cukup menarik🙂

      Iya, itu celana namanya kilts. Memang itu celana (buat cowok) khas Skotlandia kan, jadi penampilannya ya kayak rok gitu deh, hehehe😀 Mereka biasanya pakai kalau di acara-acara formal gitu, semacam pernikahan atau semacamnya🙂

      Haha, British Telephone Box-nya memang terkenal dan British banget ya🙂

  2. waaahhh keren2 yak gedungnya zil.. apalagi box telpnya.. klo kita pencet dg nomor tertentu bs masuk ke kantor kementrian sihir gak (huwahahaha kebanyakan nonton harpot :p)

    btw zil, klo cm lbrn gt ke eropa daratan apa ttp gak pke imigrasi lagi? cm sekali gt pas masuk?

    1. Yoi, gedung-gedungnya memang keren. Tapi aku nggak sabar ke London nih, disana juga gedungnya oke-oke tuh. Aku penasaran sama the Gherkin, hehehe🙂 Ah, iya, aku juga mikir gitu!! Box telephone yang mana ya yang bakal ngebawa kita masuk ke kementrian sihir? huahaha😆 Ini yang aku juga nggak sabar dari London nih Nie, Harpot tour, hahaha🙂

      Iya, kalau negara di Eropa daratannya anggota Schengen, kita nggak perlu lewat imigrasi. Sama kayak kalau di Indo misalnya pergi dari Pontianak ke Jakarta gitu Nie, hahaha🙂 Cuma kadang-kadang gitu di kereta atau apa ada petugas yang ngecek sih, jadi kita tetep mesti bawa tanda pengenal (semacam KTP-nya negara Schengen tempat kita tinggal atau residence permit) atau bukti izin (visa) bahwa kita boleh masuk area Schengen. Jadi lewat pos imigrasi ya cuma sekali pas kita masuk itu doank, hehe.

      Awalnya aku juga nggak tahu ini sih. Aku memang tahu bahwa nggak perlu visa kalau ke negara Schengen lain, tapi kirain sama kayak kalau orang Indo ke Singapore atau Malaysia atau Thailand gitu. Jadi tetep lewat pos imigrasi (jadi butuh paspor) tapi nggak perlu visa. Ternyata enggak, malah lebih praktis, hihihi🙂

    1. Iya, sama kayak kalau terbang dari Bali ke Indonesia Barat kan. Misalnya dari Bali ke Jogja, dari Bali jam 7, sampe Jogja jam 7 juga, huahaha😆

  3. Ko, itu box biru pos polisi ato gimana ya? kok kayak ada tempat masukin koin gitu sih? >__<

    Seruuuuu.. huhuhu.. sungguh deh mau kesanaaaa… hiks hiks.. *natap nanar paspor ijo*

    Nyahahahahaha… tetep nyarinya yang all you can eat.. Berapaan paket all you can eatnya Ko? dapet apa aja? jadi penasaran ngebayangin Pizza Hut ada sistem all you can eat-nya gitu..

    Ngomong2 bagasi di airport, kalau di Copenghagen untuk penerbangan star alliance ada alat check in otomatis yang ga cuma ngeprint tiket, tapi juga tag buat bagasi. Abis itu kita musti antri lagi deh buat naro bagasinya…

    1. huahaha, iya ya, kayak ada tempat buat masukin koin atau kartu gitu. Waktu disana nggak terlalu memperhatikan deh saya, hahaha😛

      Iya, Scotland memang keren. Dan waktu disana kemarin ketemu orang Estonia dan katanya Ireland juga bagus banget tuh. Arrgggh, harus ngatur waktu!! hahaha😛

      Kalau nggak salah sih All You Can Eat £6.99 deh. Lumayan kan, hehehe🙂 Dapat pizza, pasta, dan juga termasuk salad-nya itu loh🙂 Aku juga baru tahu mereka ada sistem All You Can Eat. Dan di UK kayaknya Pizza Hut emang lebih terkenal sih. Di Glasgow aja aku lihat ada seenggaknya 3 gerai. Di Belanda mah senegara cuma ada 2 kayaknya, huahahaha😆 .

      Iya ya? Tapi alat ini khusus buat bagasi lho. Jadi kita ngeprint tag-nya juga di alatnya itu. Keren deh. Dan mereka juga punya mesin khusus yang buat otomatis check in dan nge-print boarding pass sih. Dan mesin check in ini nggak cuma di Schiphol aja lho adanya, di bandara lain (Edinburgh) juga ternyata ada, haha. Asyik deh, praktis karena kita bisa milih sendiri kursinya (enaknya kalau naik maskapai semacam KLM ini kan milih kursi juga nggak bayar, huahaha😆 (kecuali kalau milih kursi kelas bisnis atau yg extra room, haha))😀. Kalau mesin bagasi cuma di Schiphol aja sih. Di bandara lain ya kita mesti antri juga. Tapi nggak lama karena kan cuma tinggal ngurus bagasi aja, hehe

    1. Hehehe, iya; tapi kalau udah lama disini ya jadi terasa “biasa” aja gitu deh, hehehe😛 Maksudku, jadi “kebiasaan” lihat arsitektur itu setiap hari. Bagus memang, tapi nggak sampai bikin terkagum-kagum setiap kali ngeliat bangunan berarsitektur itu😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s