Posted in General Life, Zilko's Life

#1050 – Quest for Mothball

ENGLISH

When I sleep, I am quite ‘sensitive’. By this, I mean, I hear and feel things when I sleep. When there is something ‘not-normal’, I am easily awaken. Even some drops of water in the kitchen (if they make quite a noise) could get me up. Well, that may not be always the case of course. When I am dead tired, I think I also sleep very soundly, hahaha๐Ÿ™‚ But generally, that is how my sleep is. That is why it is difficult for me to sleep not on a bed. When travelling, I always try as hard to avoid having to have night sleep on a bus or train ride or even flight. It is better for me to pay for a hostel/hotel. During my 17 hour flight from Jakarta to Amsterdam (with a one hour transit in Dubai) back in 2010, I only slept, probably, 3 hours in total. Those three hours was even in the Dubai – Amsterdam leg of the flight, because I was exhausted. In the Jakarta – Dubai leg, I did not sleep (but watched a movie (Shrek: Forever After) instead, huahaha๐Ÿ˜† ; because Garuda’s on board entertainment was really really coolย :P ). As an illustration, with West Indonesian Time (GMT +7) as the criterion, this Jakarta – Dubai flight, at that time, departed at 9 PM and landed in Dubai at around 6 AM.

So anyway, lately, I have been hearing things when I sleep. After some time, I identified that it was the sound of mice on the ceiling of my kitchen and bathroom. It was quite annoying as they literally woke me up with the sound they made. No, they were not really squeaking (though they did sometimes, but very rarely); but the noise of their steps was the one that annoyed me the most because it woke me up!

I gotta figure a way to scare them away. I do not want to poison them because I am kind-hearted๐Ÿ˜ณ because if they are dead, unless they die somewhere else far from my apartment (but of course there is no guarantee for this), the dead bodies will omit carcass odor which I hate (and I don’t want to deal with carcass anyway). I know black pepper works fine (though not superb), but it is not durable. I have to spray the black pepper everyday (or every night to be precise) to keep the mice out. But what can possibly repel mice in a rather lengthy amount of time? After a bit of surveying, I get the answer: mothballs.

Here is the thing, “mothball” was an English word that I was not really familiar with and I never used it that much. In fact, the first word I had in my mind for mothball was “camphor” instead, which I knew as the literal translation of the Indonesian word, “kapur barus“. So, I went around Delft looking for “camphor”, while what I was really looking was “mothball”, not realizing that they were, to some sense, quite different.

The first place I visited was Kruidvat as they, I believed, should sell mothball as it definitely looked like a product they would sell. I asked one of the sales lady if they had “camphor” (“kamfer” in Dutch), and she said that they didn’t sell that anymore. I further asked where I could get it; and she said in the pharmacy. Good, I knew there were two pharmacies nearby and I went to one of them. I asked the sales lady in the pharmacy if they had “camphor”, and she said they did. But instead of looking like balls, the camphor looked like this:

The "camphor" looked like this, while I was actually looking for "mothball"

and it confused the hell out of me, huahaha๐Ÿ˜† . It looked like medicine or chemical stuff and did not even resemble “camphor” that I had in my mind. I decided to buy it anyway as it was not that expensive and it might come in handy later. Who knows… .

After arriving back at home, I googled it and then I found the word I was supposed to use was “mothball” instead of “camphor”, huahaha๐Ÿ˜† . Just to be safe, this time, I also looked for the Dutch word for mothball, which was “motballen”. I went to Kruidvat again, and this time, I was asking for “motballen”. And indeed they had it! Yay!! So I bought a pack of it.

I just threw several balls onto the ceiling now. And we will see whether it works or not in repelling mice. Hopefully it does though *crossing fingers*

Yes, that is it, the story of my quest for mothball. The moral of the story is, we have to know the difference between “mothball” and “camphor” to avoid confusion, hahaha๐Ÿ˜† .

Mothballs I got today

BAHASA INDONESIA

Ketika aku tidur, aku itu agak ‘sensitif’. Maksudnya begini, aku tuh masih mendengar dan merasakan gitu ketika tidur. Ketika ada yang ‘tidak normal’ sedikit saja, aku gampang sekali terbangun. Bahkan beberapa tetesan air di dapur (asalkan tetesannya cukup besar sehingga menimbulkan cukup suara) bisa membangunkanku loh. Hmm, tentu saja ini bukan berarti selalu terjadi ya. Kalau aku lagi kecapekan banget, bisa deh aku tidur dengan sangat nyenyak, hahaha๐Ÿ™‚ Tapi secara umum sih begitu deh tidurku. Makanya aku sulit tidur kalau nggak berada di kasur. Kalau travellingย pun, sedapat mungkin aku menghindari jadwal dimana aku harus tidur malam di perjalanan kereta atau bus atau pesawat. Mending bayar dan tidur di penginapan deh. Di penerbangan selama 17 jam dari Jakarta ke Amsterdam (dengan transit di Dubai sejam) tahun 2010 lalu aja, aku tidur total paling 3 jam aja. Itu pun di penerbangan Dubai – Amsterdam karena kecapekan. Di penerbangan Jakarta – Dubai-nya nggak tidur deh saya (tapi nonton film (Shrek: Forever After), huahaha๐Ÿ˜† ; habisnya fasilitas on board-nya Garuda oke banget sih๐Ÿ˜› ). Sekedar bayangan, dengan Waktu Indonesia Barat sebagai patokan, penerbangan Jakarta – Dubai ini, waktu itu, berlangsung dari jam 9 malam dan mendarat di Dubai sekitar jam 6 subuh.

Anyway, jadi, akhir-akhir ini, aku mendengar sesuatu gitu ketika tidur malam. Setelah beberapa waktu, aku mengidentifikasi bahwa bunyi-bunyian itu adalah tikus yang berlarian di langit-langit dapur dan kamar mandiku. Agak menyebalkan juga karena mereka membangunkanku dari tidur loh dengan bunyi-bunyian yang mereka buat. Enggak, mereka nggak mencicit kok (tapi memang kadang mencicit juga sih, tapi cuma jarang gitu); tapi suara langkah kakinya mereka itu lho yang menyebalkan sekali dan membangunkanku!

Nah, aku harus menemukan cara untuk menakut-nakuti mereka supaya nggak datang lagi kan. Aku nggak mau meracuni mereka karena aku kan baik hati๐Ÿ˜ณ karena kalau mereka mati, kecuali mereka matinya entah dimana jauh dari apartemenku gitu ya (tapi kan nggak ada jaminan juga untuk ini bakalan terjadi), bangkainya kan akan mengeluarkan aroma bangkai yang aku benci gitu (dan juga aku males deh berurusan dengan bangkai). Aku tahu sih lada hitam bekerja cukup ampuh (walau nggak terlalu hebat juga sih efeknya), tapi nggak tahan lama. Aku harus menyemprotkan/menaburkan lada hitam setiap hari dong (atau setiap malam deh kalau mau tepatnya) supaya tikus-tikusnya nggak datang. Nah, apa ya yang bisa mengusir tikus tapi daya tahannya cukup lama? Setelah survey sedikit, akhirnya aku menemukan jawabannya: kapur barus.

Nah, disinilah masalah (keseruan) dimulai. Bahasa Inggris dari kapur barus yang aku maksudkan itu adalah “mothball”. Masalahnya, “mothball” adalah sebuah kata dalam bahasa Inggris yang hampir nggak pernah aku gunakan sehingga aku kurang familier dengannya. Padanan kata “kapur barus” dalam bahasa Inggris yang aku tahu adalah “camphor”. Nah, jadilah aku berkeliling Delft mencari “camphor” ini padahal sebenarnya aku sedang mencari “mothball”; dan tak menyadari bahwa keduanya, di satu sisi, sangat berbeda.

Tempat pertama yang aku kunjungi adalah Kruidvat karena mereka, menurutku sih, seharusnya menjual kapur barus lah ya karena kapur barus itu jelas deh sebuah barang yang bakalan mereka jual. Aku bertanya ke salah satu SPG-nya apakah mereka menjual “camphor” (“kamfer” dalam bahasa Belanda), dan ia berkata bahwa mereka tidak menjualnya lagi. Ya sudah, aku kemudian bertanya aku bisa membelinya dimana; dan ia menjawab aku bisa mendapatkannya di apotek. Bagus deh, aku tahu ada dua apotek di dekat situ dan aku pergi ke salah satunya. Aku bertanya ke SPG-nya apotek itu apakah mereka menjual “camphor”, dan ia jawab iya. Nah, aku pengen lihat dong. Namun, bukannya berbentuk bola-bola gitu ya, si “camphor” ini bentuknya malah kayak gini:

"Camphor"-nya berbentuk kayak gini, sementara yang aku cari sebenarnya adalah "mothball"

dan ini sangat membingungkanku dong, huahaha๐Ÿ˜† . Penampakannya kok malah kayak obat atau bahan kimia apa gitu ya dan sama sekali tidak seperti “camphor” (kapur barus) yang ada di bayanganku. Tapi akhirnya aku membelinya sih karena, selain nggak mahal, siapa tahu ini bakal berguna nantinya kan. Siapa tahu… .

Setelah pulang, aku meng-google-nya dan barulah aku menyadari kata yang seharusnya aku gunakan adalahย “mothball” dan bukannya “camphor”, huahaha๐Ÿ˜† . Kali ini, untuk amannya, sekalian deh aku cari padanan katanya “mothball” dalam bahasa Belanda, yaitu “motballen”. Aku pergi ke Kruidvat lagi, dan kali ini, aku mencari “motballen”. Dan mereka punya dong! Yay!! Jadilah aku membeli satu pak.

Aku baru saja melempar beberapa bola ke langit-langitnya nih. Kita lihat saja apakah efektif atau tidak dalam mengusir tikus. Mudah-mudahan sih efektif ya *berharap*.

Yak, begitulah cerita pencarian kapur barusku. Moral dari ceritanya adalah, bagi yang berada di luar negeri dan pengen mencari kapur barus berbentuk bola gitu, gunakan kata “mothball”, bukan “camphor”, supaya nggak terjadi kebingungan, huahaha๐Ÿ˜† .

29 thoughts on “#1050 – Quest for Mothball

    1. Iya, biasanya sih aku bilang kapur barus gitu aja deh, dan aku (awalnya) juga tahunya bahasa Inggrisnya ya camphor gitu deh. Eh ternyata beda, haha. Sebenarnya kayaknya mirip-mirip sih fungsinya, soalnya aku baca-baca gitu camphor (yang berupa cairan kimia gitu) juga bisa jadi satu bahan buat kapur barus gitu, hmmm.

      Aku baca di Wiki sih ada yang pakai camphor buat medicine gitu, dan ada yang buat bahan masakan (gelo, hahaha๐Ÿ˜† ).

    1. Iya, dimana-mana ada aja deh si makhluk satu ini. Menyebalkan sekali๐Ÿ‘ฟ Iya, kayak suka “menantang” gitu ya. Hmm, tapi mudah-mudahan kali ini beneran pergi deh. Males berurusan dengannya, hahaha๐Ÿ™‚

  1. tikus memang sangat menyebalkan… dibasmi pake racun males urusan dengan bau bangkainya, pake jebakan atau lem, malah kasian mau bunuhnya… wakakakaka

    1. Bener, mendingan diusir aja ya๐Ÿ˜€ Paling males berurusan sama bangkainya. Kalau jebakan, kan kitanya repot harus “membuang” si tikus itu ketika ia sudah terjebak. Masalahnya, tikusnya kan kadang gak cuma 1 aja. Mau menjebak berapa kali?? hahaha…

  2. Wah, mothball… bola ngengat… hmm benar juga sih, bahasa inggrisnya itu. Kapur barus memang fungsinya untuk mengusir ngengat. Biasanya ditaruh di lemari buku atau lemari baju.๐Ÿ˜€

    1. Iya, awalnya sih aku tahunya “camphor” aja, ternyata berbeda, hehehe๐Ÿ˜€ . Ya gitu deh, lost in translation.

      Yoi, harusnya sih untuk mengusir ngengat atau serangga pakaian. Tapi banyak yang “mengimprovisasinya” untuk mengusir hama-hama lainnya, hahaha๐Ÿ˜›

        1. Hahahahaha๐Ÿ˜† Di rumahku juga begitu Sop! Tapi selain sebagai penghalau bau di kamar mandi, juga sekalian berguna untuk mengusir serangga gitu (kayak kecoak, dsb).

            1. kapur buat serangga itu manjur lho!
              di sini juga kadang (kalo pas summer) suka ada serangga2 kecil. jadi kita meng-import kapur nya dari indo tuh. tinggal digaris2in, ilang deh itu serangga2 gak ada yang berani muncul.๐Ÿ˜€

            2. Oiya ya? Hmmmm, malah nggak tahu nih aku. Mungkin pas summer bisa berguna juga sih disini karena serangganya juga jadi agak banyakan. Tapi waktu summer kemarin yg paling nyebelin itu lalat sih, hmm. Sekarang mau beli kain kasa (buat menghalau lalat masuk) kok sayang ya? Secara di apartemen ini cuma sampe Juli aja. Rugi gitu kalo sekarang beli kain kasa, wkwkwkw๐Ÿ˜†

    1. Aku juga baru tahu di internet sih. Awalnya nggak tahu beneran atau engga. Ya udah aku coba aja. Ternyata agak efektif, walau masa daya tahannya nggak lama (paling cuma semalam doang), haha…

  3. kok bisa ada tikus Ko? pake jebakan ga mau ya buang jauh2? semoga berhasiiill๐Ÿ™‚

    btw di tempat kerjaku juga lagi masalah sama tikus, pasang jebakan di mana2 tapi ga ada nyangkut udah hampir sebulan -_-

    1. Nah, nggak tahu deh, menyebalkan kan?๐Ÿ˜ฆ Iya, jebakan menurutku nggak efektif karena kita kan nggak tahu tikusnya total ada berapa, hmmm….

      Tikus emang nyebelin banget ya. Mana nggak berguna lagi binatangnya, hahaha…

  4. aaahhh tikus.. gak dirumah gak dikantor pasti ada aja..

    btw.. baru tahu klo di luar negeri gak ada kapur penghalau serangga yak.. aaah berarti indonesia emang kreatif yak.. buat inovasi baru.. hahaha

    1. Iya, dimana-mana ada mereka. Menyebalkan ya, hmmm…

      Haha, nggak tahu sih disini ada atau enggak. Mungkin ada tapi akunya aja yg nggak tahu ya? Hehehe. Tapi serangga disini rata-rata memang nggak sebanyak di Indo kok. Agak banyaknya ya pas summer aja๐Ÿ˜€

    1. Iya, yang lada itu aku juga tahu dari internet kok. Cukup ampuh tapi daya tahannya cuma sebentar saja, jadi mungkin bisa dibilang kurang efektif sih ya, hehehe๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s