Posted in General Life, Zilko's Life

#1042 – UK Visa, Ayam Paniki, and A Grade

ENGLISH

UK Visa

Finally, this morning I received my passport back with a UK visa in it! Yeaaahhh!!! Yes, I have a plan to travel to the UK in the near future. Actually I have implied this in my previous post though, with this sentence: “I do have some [plans] in my mind though, but I won’t share them now as I need a few more information and data to make them happen.” One information or data that I was waiting for was the confirmation of this UK visa, hahaha🙂 Anyway, I have got it now, so I already have that important piece of information that I need. Now it is time to make more rigorous plans.

This visa grants me multiple entries to the UK as a general visitor until August this year, where in total I can stay there for up to 180 days. Firstly, you know, I have been wanting to go the the Wimbledon Championships later on in late June/early July this summer. So far there is no luck yet in my side regarding the ticket to one of the main courts, but I think I will go there anyway for the tournament (I still can buy the groundpass🙂 ). Secondly, this visa is also perfect in term of timing (just as I planned) because the London Summer Olympics will be held in late July/early August. It means that I can also go to London to watch this edition of the Olympics! However, I am still not sure whether I will go there for the Olympics or not though, as at that time I think I will also be quite occupied with settling my life after this master degree. However, it is the Olympics. And this time, it will be held in London, which is not that far away from where I live now. The next one is not until four years in the future and it will be held in Brazil! That is why I think I should not miss this opportunity? Right? Hmmm… . I think I should go. Thirdly, who knows there will be interesting offer to go to the UK (which frequently pops up here in the Netherlands. I often receive promotional newsletter every now and then) a bit earlier before summer?🙂 All this time I could not consider those offers because of the visa, but now I can, haha🙂

Ayam Paniki

Anyway, as some requested in the comments section of this entry, last weekend I did try to cook that ayam paniki (paniki chicken) recipe. Because I was too lazy to cook it from scratch (with recipe I might be able to find through google), I decided to just buy and use that instant bumbu (condiment) in the supermarket😆 . Because I myself had never tried ayam paniki before, I had no expectation nor experience whatsoever about it; so I cannot really say whether it was authentic or not😛. But reading the ingredients list, I think we can expect the authentic one to be spicy (if not very spicy). Btw, this is the proof that ayam paniki is an Indonesian dish:

A proof that ayam paniki is Indonesian. (yes, the proof is in Dutch and I am too lazy to translate it now)

So, how was it? Well, it was okay. I mean, as I said, I had nothing to expect nor any reference to the authentic one so I am not sure what to say here. But it was definitely okay. It was not that spicy, and my guess for this would be that because this condiment was made in such a way that it was more edible for European (in other words, the level of spiciness was dropped significantly :D). I still could taste the spiciness, even though it was not strong (hence, still within my tolerance range, which is low for Indonesian standard, hahaha😛 ).

Grade

Finally, the result of the exam that I took last January was published. It was quite late and delayed because the professor was apparently ill so he was, sort of, behind his schedule (which for us, the students, meant longer “torture time” (not knowing for sure the result)). Anyway, how was the result? Well, it was okay and definitely not a waste of time for me to take that exam. What surprised me was that my exam grade was one of the top three. The thing was, I did not attend even one of the classes of this course last semester nor worked on any of the assignments,  . I just started studying (intensively) one week before the exam. But to be fair, it was not that I came to this course having zero experience or zero knowledge about the materials; I had some in my pockets. This was why I decided to take the exam even though it was quite last minute (the semester already almost ended when I made the decision). Yeah, I was very busy last semester that I did not have the time to attend the class in the first place. And I think, me having possessed the knowledge and experience of the materials definitely also helped a lot. In the end, I guess my approach to this exam worked well.

The Instant condiment that I decided to buy...
Ayam Paniki I cooked

BAHASA INDONESIA

Visa UK (Inggris Raya)

Akhirnya, pagi ini pasporku kembali kepadaku dengan visa UK (Inggris Raya) tertempel di dalamnya loh! Yeaaahhh!!! Ya, aku memang berencana untuk jalan-jalan ke Inggris deh dalam waktu lumayan dekat. Sebenarnya aku sudah menyinggungnya dengan implisit di posting lalu sih, di kalimat ini: “Aku ada beberapa ide [rencana] sih di kepala ini, tapi aku belum mau menulisnya disini sekarang karena aku membutuhkan beberapa informasi dan data dulu sebelum merealisasikannya.” Nah, satu informasi atau data yang aku tunggu itu ya konfirmasi visa UK ini, hahaha🙂 Ngomong-ngomong, kan sekarang aku sudah mendapatkannya, jadilah aku sudah mendapatkan satu informasi yang kubutuhkan itu. Jadi sekarang adalah saatnya untuk mulai membuat rencana yang lebih menyeluruh ya.

Visa ini memberiku akses masuk multiple (banyak kali) ke Inggris sebagai general visitor hingga Agustus tahun ini, dimana aku bisa tinggal disana selama sampai 180 hari. Pertama-tama, tahu dong, aku kan sudah ingin banget untuk pergi ke Turnamen Wimbledon tahun ini di akhir Juni/awal Juli di musim panas nanti. Sejauh ini aku masih belum beruntung mengenai tiket masuk ke salah satu lapangan utamanya sih, tapi toh rasanya aku tetap akan pergi kesana deh untuk turnamen ini (kan masih bisa membeli groundpass-nya🙂 ). Yang kedua, visa ini juga pas banget dalam hal waktu (memang sengaja aku rencanain gitu sih) karena Olimpiade di London tahun ini kan diadakannya di akhir Juli/awal Agustus tuh. Ini artinya aku bisa pergi ke London di waktu itu buat nonton Olimpiade dong! Hanya saja, sekarang aku masih belum yakin sih apakah aku akan pergi kesana di waktu Olimpiade atau tidak, karena di waktu-waktu itu sepertinya aku bakalan sibuk mengurus ini-itu untuk kelanjutan kehidupanku setelah kuliah S2 ini. Namun, ini kan Olimpiade gitu ya. Dan kali ini, pas banget diadakannya di London, yang mana dari segi lokasi nggak jauh-jauh amat dari tempatku tinggal sekarang. Olimpiade selanjutnya bakal diadakan empat tahun lagi dan itu pun diadakannya di Brazil! Makanya aku rasa sebaiknya aku nggak melewatkan kesempatan ini kan? Hmmm… . Kayaknya memang aku sebaiknya pergi deh ya. Yang ketiga, siapa tahu juga akan ada penawaran menarik gitu untuk pergi ke Inggris (yang mana sering ada loh di Belanda. Aku sering banget menerima email newsletter promosi gitu) sebelum musim panas?🙂 Selama ini ya aku nggak bisa mempertimbangkan penawaran-penawaran tersebut karena masalah visa lah, sementara sekarang aku bisa deh, haha🙂

Ayam Paniki

Anyway, seperti yang dirikues oleh beberapa orang di bagian komentar dari posting ini, wiken lalu aku mencoba memasak ayam paniki. Karena aku malas untuk memasaknya dari nol (dengan resep yang mungkin bisa dicari pakai google), aku memutuskan untuk membeli dan menggunakan bumbu instan yang sudah jadi di supermarket aja😆 . Karena aku belum pernah makan ayam paniki sebelumnya, ya tentunya aku tidak memiliki ekspektasi ataupun referensi mengenai rasanya lah ya; jadilah aku tidak bisa menyimpulkan apakah rasanya otentik atau tidak ya😛. Tapi kalau membaca daftar bahan-bahannya sih sepertinya yang otentik itu bisa diduga pedas deh (kalau nggak sangat pedas). Btw, ini buktinya bahwa ayam paniki itu menu dari Indonesia:

Bukti bahwa ayam paniki itu dari Indonesia. (ya, buktinya dalam bahasa Belanda dan aku lagi malas menerjemahkannya)

Nah, bagaimanakah rasanya? Hmm, rasanya oke sih. Maksudku, seperti yang kubilang, aku nggak berekspektasi apa pun dan tidak memiliki referensi untuk menyimpulkan keotentikan rasanya jadi ya nggak tahu juga apa yang harus kutulis disini. Tetapi, bisa kubilang rasanya oke dan cukup enak juga kok. Masakannya tidak terlalu pedas sih, walau dugaanku untuk ini adalah karena bumbu ini dibuat sedemikian rupa sehingga cocok untuk lidah Eropa (sehingga level kepedasannya diturunkan jauh gitu :D). Aku masih bisa merasakan rasa pedasnya, walau memang nggak ‘menggigit’ (makanya masih berada dalam rentang toleransi kepedasanku, yang mana sangatlah rendah untuk standar Indonesia, hahaha😛 ).

Nilai

Akhirnya, hasil ujian yang aku ikuti Januari lalu diumumkan loh. Pengumumannya agak terlambat dan tertunda karena ternyata dosennya sakit sehingga ia jadi keteteran dengan jadwal dan kerjaannya gitu deh (yang mana bagi kami, mahasiswa, ini berarti “waktu penyiksaan” yang lebih lama (maksudnya HHC (harap-harap cemas😆 ) menunggu hasilnya gitu)). Ngomong-ngomong, bagaimanakah hasilnya? Hmm, hasilnya oke sih dan jelas bagiku, mengambil ujian ini bukanlah sebuah penyia-nyiaan waktu. Yang mengejutkanku adalah nilaiku termasuk tiga teratas loh. Nah, ceritanya, aku tuh selama satu semester nggak pernah menghadiri kelasnya mata kuliah ini ataupun mengerjakan tugas-tugasnya loh,  . Aku cuma belajar saja (dengan intensif) semenjak seminggu sebelum ujian. Namun, untuk fair-nya sih, memang ini bukan berarti aku ikutan ujian dengan nol pengalaman ataupun nol pengetahuan akan materinya ya; aku sudah pernah menyentuhnya kok sebelumnya. Dan sebenarnya inilah alasan mengapa di menit-menit terakhir aku memutuskan untuk mengambil ujian ini (waktu aku membuat keputusan akan ikut ujian, semesternya sudah mau berakhir). Maklum, semester lalu aku sangat sibuk sehingga dari awal juga tidak sempat mengambil kelas ini. Dan aku rasa sudah memiliki pengetahuan dan pengalaman dengan materinya ini memang membantu banyak sih. Ah, pada akhirnya, sepertinya pendekatanku dengan ujian ini bekerja dengan baik deh.

36 thoughts on “#1042 – UK Visa, Ayam Paniki, and A Grade

  1. Wah kalau ke Inggris mampir ke Stadion Emirates dong, Mas..
    Ajam Panikinya keren, rasa Indonesianya masih abadi di Belanda sana..🙂
    Dan semoga nilai-nilai selanjutnya semakin sempurna ya, Mas..

    1. Hahaha, aku kurang tertarik dengan sepakbola jadi sepertinya itu bukan prioritasku deh, tapi we will see deh🙂

      Iya, walau rasanya sudah disesuaikan dengan lidah sini ya, hehehe🙂

      Trims!🙂

  2. eh ada si ayam panik(i) lagi.. rasanya kurang eksotis ya? ya namanya juga buat lidah wong bule.. klo terlalu eksotis yang ada mereka diare..😀

    asik ke Inggris.. semoga dapet yg diskon2 ya.. jadi kan dana lainnya bisa buat beli yg lain..😀

    1. Lumayan eksotis sih menurutku, tapi memang nggak pedas gitu aja, hehehe🙂 Perpaduan bumbunya juga oke kok, lumayan🙂

      Hahaha, amiiin🙂

  3. wahhh asik amat kalo ntar bisa ke london pas olimpiade…. cerita yang bayak ya!! plus foto2!! hahaha

    congrats nilainya masuk 3 teratas!

    1. Bisa, asalkan mendaftarkan diri untuk ikut ujiannya🙂 Soalnya disini kan daftar di kelas sama daftar di ujian itu berbeda gitu daftarnya. Jadi kalau mau ikut di kelas dan di ujiannya ya mesti daftar dua kali (ini berlaku untuk kelas yang ujiannya tertulis sih🙂 Kalau kelas yang ujiannya lisan/via project/presentasi ya cuma perlu daftar yang di kelas itu aja). Tapi kalau daftar di kelas juga ya enaknya dapat materinya lah ya🙂

      Kalau ada tugas juga biasanya “gak wajib” sih. Dalam arti, gak bikin juga ga masalah cuma artinya nilai akhir ya 100% murni dari ujian aja. Kalau bikin tugas, kalau nilai rata-rata tugasnya membantu, si tugas bakal dikasi bobot 40% dan ujiannya jadi 60% deh, hehe🙂 Tapi ini tergantung dosennya juga sih. Ada dosen yang memakai nilai tugas juga, jadi ya mesti bikin tugasnya gitu…

        1. Ok. Tapi nanti ingetin aku lagi Sop. Kalo ada rencana kesana kan pasti kutulis disini, hehehe🙂 Cuma nggak yakin bakal kesana lho ya, soalnya barusan melihat jadwal dan sudah cukup padat nih. Ada banyak aktivitas yang tersentralkan di London. Cuma mungkin bisa kali ya dimampirin Manchester/Liverpool bentar gitu, huahaha😆

  4. Wohooo selamat ya nilainya bagus banget! Keren!

    Ngomong-ngomong tentang visa, aku punya pengalaman buruk pas ngajuin visa ke US, ditolak aja gitu kan! Rrghh…karena ada perbedaan informasi antara embassy di Jakarta dengan di US tentang status tinggal kakakku. Tapi sekarang udah beres! Tinggal nabung untuk ke sana hehehe…

    Ayam paniki rasanya apa? Tadi mau minta bumbunya tapi ya udah, ntar aku googling aja🙂

    1. Trims!🙂

      Itu dia, memang kalau apply visa itu kita harus teliti banget ya. Salah sedikit bisa-bisa ditolak deh tuh visa, hmmm…. . Wah, keren, ayo kapan nih ke US?? hihihi🙂 Aku juga kapan-kapan mau apply visa US ah, hahaha😀.

      Rasanya? Hmmmm, sulit mendeskripsikannya, yang jelas ada rasa pedasnya gitu deh, huahaha😆 Iya, kayaknya sih mendingan googling aja, atau beli di rumah makan yg sudah jadi, wkakakaka😆

  5. woh aku aja tadi makan bandeng presto sambil ngunyah cabe rawitnya yg warna oranye menyala itu, huehehehe… demen bgt dah ama makanan pedes, selama masih tolerable dan gak bikin sakit perut jg sih. tp makan nasi + lauk + cabe rawit oranye, itu udah lumayan biasa bagi aku😀😀

    1. Wuih, gak berani aku makan cabe rawit langsung gitu Bu. Pedas!!! hahaha😛 Kalau makan cabe setidaknya mesti diolah dulu, itupun juga dengan syarat nggak pedes-pedes bgt😛. Iya ya, kalau makan pedas memang harus hati-hati. Kalo terlalu jor-joran malah bikin sakit perut yang nggak nyaman bgt, hahaha…

      1. kalo cabe rawit merah/oranye cuma sehari 2 sih ga bikin sakit perut, ko… (ya 2 hari sekali deh, hehe). tapi bikin sariawan! hahaha…. *sama aja*

  6. ih asik mau ke UK! apalagi udah summer yakks.. viel spaß🙂 tahun lalu mau ke sana juga, tapi gagal *sigh*

    aku ngerti tuh dikit2 tulisan di belakang bungkus ajam paniki, mirip kaya bahasa Indo!😀

    1. Iya, udah excited nih mau ke UK, hahaha. Makanya, pas banget kan bikin visanya sekarang, hehehe🙂 Lah, gagal kenapa?

      Hahaha, iya, memang bahasa Belanda itu bisa dimengerti dengan menggabungkan pengetahuan akan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, wkakakaka😆 . Apalagi kalau ngerti bahassa Jerman jadi makin gampang lagi deh. Makanya disini kalau di kelas bahasa Belanda, orang Jerman tuh biasanya jago-jago, hahaha😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s