Posted in General Life, Zilko's Life

#1041 – 2012 Spring Break and New Bike

ENGLISH

Spring Break

In technical sense, this week is the spring break week in the campus of TU Delft. There is no class (even though this does not affect me as I am not taking any classes anymore, huahaha😆 ) and there is not so much activity around campus. As I wrote here, it was already too late for me to find affordable (read: cheap) tickets to travel somewhere in Europe when I realized this week would be a spring break week . So, if last year I went to Luxembourg for spring break, I went nowhere this time. Damn, I do need to plan a few more travelling plans. I know, I know, I will go to Paris next May; but I mean, I need a few OTHER plans also, huahaha😆 . I do have some in my mind though, but I won’t share them now as I need a few more information and data to make them happen.

New Bike

Anyway, as you all know, earlier this week I decided to buy a new bike as I was basically bikeless because my bike was broken down. I wrote that post last Monday, and on Tuesday, I already got my new bike, muahahaha😆 . Apparently, it is true that if we increase our price limit when looking for something, that something is much easier to get,😆 (of course). This time, I did not have to be bikeless for like more than one month and a half before finally finding a new one. But still, this process of new bike hunting was also quite time-consuming and effort-demanding. Lucky this week is the spring break week so basically I had all the time I needed.

Note: even though I am referring this bike as ‘new’ here, my ‘new’ bike is not ‘new’ in a ‘new’ sense. It is still a second-hand bike. But because I just bought it, so it is “new” for me. Get it?😀

On Monday, I decided to walk to a bike store that I knew selling second-hand bike. The location of that store required me to walk for like 40 minutes from my apartment to get there (well, actually I could take a bus so it would have been much faster but because I was too stingy (I don’t like the word ‘cheap’ :P) to spend like 1 euro on a bus ride, I decided to walk instead; beside, walking is a good exercise, no? :P). This store actually had a website but I decided not to access it before going there as there was no second-hand bike section in the website anyway and I automatically assumed the store would be open on Monday (they did have openingstijden (opening hours)  section in their website).

Finally, after walking for 40 minutes, I arrived at the block where the store was. But it was weird, it looked weird. There were supposed to be bikes being displayed outside of the store, but at that time, there was none! *Oh God, no*. I walked closer toward the store. And yes, my suspicion was correct, that store was CLOSED!!  Damnit! I should have checked their opening schedule in their website before going!! There was a bike store just across the street. If I was not mistaken, they didn’t sell second-hand bike. But well, it was worth a shot, I was already there. I checked that store, and yes, they didn’t have any second-hand bike. The only bike that sort of fell to my price range was a damesfiet (ladies bike) with flowery pinky design which I definitely would never ever buy, huahaha😆 .

So, I called it a day.

On Tuesday, I walked to that first store again (after making sure it would be opened that day). Yes, it was open, but none of the bikes that they had I liked. There were two that were actually kinda okay for me, but somehow I just didn’t feel right about them. You know what I mean? It is like you are thinking to buy stuff and you are looking at it. Your brain says that thing is okay (or tolerable), but your heart says no. Yeah, it was exactly like that. I decided to follow my heart and did not buy the bike there.

Then, I remembered there was another store that also sold second-hand bike. This store was actually really recommended by some of my friends but I did not buy anything from them last July because none of the bikes they had matched my criteria. At first I did not think of going to this store because this place was located even further. If I had to walk 40 minutes west to get to the first store, it would take another 30 minutes of walking to the west from there to reach this place. Now you know the reason, haha. But this time, of course I decided to give it a try. Because I was too lazy to walk, I decided to take a tram to get there (there was actually a bus going there also but I chose to take the tram as it had been a while since the last time I took a tram, lol😆 ).

After five minutes of tram ride which cost me 95 cents, I finally arrived at the neighborhood. I arrived at the store and long story short, this time, because I increased my price-tolerance range, I found it! It was quite taller than my previous two bikes but I think I would get used to it. It also already had lock equipped to it. And most importantly, it felt really good riding it. I mean, it felt much better than both my previous two bikes. Well, of course there was a price for that. The price was almost twice of the last bike that I bought, but I think it was worth it. And I do hope it was a good investment in term of longevity. I hope this bike will last much much much longer, hehe🙂

Actually there was another bike that was also good and it was 30% cheaper than the one that I bought. But it was a damesfiet, though it looked okay and not girly (kinda unisex). But still, the comfort I got from the other bike won me.

So yeah, my adventure of being bikeless was short-lived this time, much much to my delight, hahaha…

My new bike

BAHASA INDONESIA

Liburan Musim Semi

Secara teknis, minggu ini adalah minggu liburan musim semi di kampus TU Delft. Nggak ada kelas yang diadakan (walau ini nggak berpengaruh juga sih bagiku soalnya kan aku juga sudah nggak mengambil kelas apa pun sekarang, huahaha😆 ) dan nggak ada banyak kegiatan di sekitar kampus. Seperti yang kutulis disini, sudah terlalu terlambat bagiku untuk mendapatkan tiket yang terjangkau (baca: murah) untuk pergi kemana gitu di Eropa ini ketika aku menyadari bahwa minggu ini adalah minggu liburan musim semi . Jadi, jika tahun lalu aku pergi ke Luxembourg ketika liburan musim semi, kali ini aku nggak kemana-mana deh. Ah, nyebelin nih, kayaknya aku beneran deh harus segera merencanakan beberapa rencana buat jalan-jalan. Ya ya ya, aku tahu kok, aku akan ke Paris Mei nanti; tapi maksudku, aku butuh beberapa rencana LAIN juga gitu, huahaha😆 . Aku ada beberapa ide sih di kepala ini, tapi aku belum mau menulisnya disini sekarang karena aku membutuhkan beberapa informasi dan data dulu sebelum merealisasikannya.

Sepeda Baru

Anyway, sudah pada tahu kan, awal minggu ini aku memutuskan untuk mencari sepeda baru karena aku pada dasarnya tak bersepeda karena sepedaku rusak. Aku menulis posting itu Senin lalu, dan di hari Selasanya, eh aku sudah menemukan sepeda baru loh, muahahaha :lol: . Ternyata, benar bahwa apabila kita meningkatkan batasan harga ketika kita mencari sesuatu, sesuatu itu jadi lebih gampang didapatkan,😆 (ya iyalah). Kali ini, aku tidak harus tak bersepeda selama lebih dari satu setengah bulan deh sebelum akhirnya mendapatkan yang baru. Ah, tapi masih saja sih, proses untuk mencari sepeda baru ini cukup menyita waktu dan membutuhkan usaha yang lumayan juga. Untungnya minggu ini adalah minggu liburan musim semi jadi ya aku memiliki waktu yang aku butuhkan untuknya.

Catatan: walaupun di atas aku bilang sepeda ini tuh ‘baru’, sepeda ‘baru’-ku ini tidak ‘baru’ dalam artian ‘barang baru’ gitu ya. Masih sepeda second aja kok. Tapi karena aku baru saja membelinya, jadi sepedanya ya “baru” buatku. Nah, mengerti kan maksudku sekarang?😀

Di hari Senin, aku memutuskan untuk berjalan ke sebuah toko sepeda yang aku tahu menjual sepeda second. Aku harus berjalan-kaki selama sekitar 40 menit dari apartemenku untuk mencapai toko ini (hmm, sebenarnya bisa aja sih aku naik bis sehingga kan lebih cepat ya sampainya disana tetapi berhubung aku pelit untuk membayar sekitar 1 euro buat naik bis, jadilah aku memilih untuk jalan kaki aja; toh jalan kaki itu juga olahraga yang bagus kan?😛 ). Tokonya sebenarnya memiliki website tetapi aku malas untuk mengaksesnya karena toh sepeda second yang mereka jual juga nggak dimasukin disitu dan aku asumsikan tokonya buka dong di hari Senin (sebenarnya ada bagian openingstijden (jadwal buka) di website-nya).

Akhirnya, setelah berjalan 40 menit, tibalah aku di kompleks lokasi toko itu. Tapi ada yang aneh, benar-benar aneh. Seharusnya kan ada banyak display sepeda gitu ya di depan tokonya, tapi kali itu tidak ada! *Ya Tuhan, janganlah*. Aku berjalan semakin mendekati tokonya, dan kecurigaanku benar, tokonya TUTUP dong!!  Sial! Bener deh seharusnya sebelum aku pergi aku mengecek jadwal buka tokonya dulu ya!! Nah, di seberang jalan ada sih toko sepeda lain. Kalau aku nggak salah, mereka tidak menjual sepeda second. Tapi biarlah, aku coba mampir saja, toh aku sudah disana juga. Jadilah aku mengecek tokonya, dan benar saja, mereka tidak menyediakan sepeda second. Satu-satunya sepeda mereka yang jatuh dalam kisaran hargaku adalah sebuah damesfiet (sepeda wanita) dengan corak bunga warna pink yang aku langsung tahu aku tidak akan pernah membelinya selama-lamanya, huahaha😆 .

Ya sudah deh, perburuanku hari itu berakhir.

Di hari Selasa, aku berjalan ke toko yang pertama itu lagi (tentu setelah memastikan kalau mereka buka hari itu). Ya, mereka memang buka, tetapi tidak ada sepeda yang aku suka dari sepeda yang mereka jual. Ada sih dua yang boleh deh, tapi entah kenapa aku nggak sreg gitu dengan keduanya. Tahukah maksudku? Jadi kayak ketika kita ingin membeli sebuah barang dan kita sedang mempertimbangkannya. Otak kita berkata kalau barang itu oke lah (bisa ditolerir), tapi hati berkata tidak. Ya, begitulah yang kurasakan waktu itu. Aku memutuskan untuk mengikuti kata hatiku (halah) dan akhirnya nggak membeli sepedanya deh.

Lalu, aku ingat akan toko lain yang juga menjual sepeda second. Toko ini sebenarnya sangat direkomendasikan oleh beberapa temanku tapi Juli lalu aku nggak membeli dari mereka karena tidak ada sepeda mereka yang masuk kriteriaku. Awalnya memang aku nggak berpikiran untuk pergi kesana karena lokasinya lebih jauh lagi. Kalau aku harus berjalan 40 menit ke arah barat untuk mencapai toko pertama, nah aku harus berjalan 30 menit lagi ke arah barat dari lokasi toko pertama itu untuk mencapai toko ini. Tahukan alasanku sekarang, haha. Tapi kali ini, tentu saja aku jabanin deh. Berhubung sudah males jalan, jadilah kali ini aku naik tram (sebenarnya ada bis juga sih tapi berhubung sudah lama aku nggak naik tram, jadilah aku memilih naik tram aja, lol😆 ).

Setelah perjalanan dengan tram selama lima menit yang mana aku harus membayar 95 sen untuknya, tibalah aku di daerahnya toko itu. Tibalah aku di tokonya, dan singkat cerita, kali ini, karena aku meningkatkan toleransi rentang hargaku, aku menemukannya! Sepeda ini lebih tinggi sih daripada dua sepeda lamaku tapi ya lama-lama aku bakal terbiasa lah. Selain itu, gembok juga sudah terpasang di badan sepedanya. Dan yang paling penting, rasanya enak banget loh ketika dikendarai. Maksudku, beda lah rasanya dari kedua sepeda lamaku. Ya, tentu saja ini semua ada harganya ya. Harganya (setelah ditawar) hampir dua kali lipat harga sepeda terakhirku itu, tapi aku rasa worth it lah ya. Dan aku harap ini adalah investasi yang baik juga dalam hal umur si sepedanya. Mudah-mudahan sepeda ini bertahan jauh jauh lebih lama, hehe🙂

Sebenarnya ada sih sepeda satu lagi yang oke juga dan harganya sekitar 30% lebih murah dari yang aku beli ini. Tapi sepeda itu adalah damesfiet, walaupun penampilannya oke sih dan nggak feminin gitu (lebih ke unisex). Tapi, kenyamanan yang aku dapat dari sepeda satunya lah yang memenangkan hatiku *halah*.

Jadi, ya, petualangan tak-bersepedaku berumur pendek saja kali ini, yang mana sangat sangat aku syukuri, hahaha…

35 thoughts on “#1041 – 2012 Spring Break and New Bike

  1. nyahahahahaha… kenapa ga diambil aja sepeda pinknya Ko… kan biar keliatan beda sendiri kalo dipake.. ^^

    Btw, jalan 40menit…?? kalo bayar 1€ nyampenya berapa menit? wkakakakak

    1. Warna sepedanya sebenarnya biru, tapi ada corak bunganya. Nah, corak bunga inilah yang warnanya pink, huahaha😆

      Kalo bayar 1€ sih sekitar 7 menit sampai stasiun Delft, trus tetep harus jalan kaki lagi sih, sekitar 10 menitan, haha😛

  2. aaahh inget liburan inget rencana aku mau ke KL.. padahal tiketnya udah dibeli.. tapi gak jadi dong😦

    soal.sepeda.. aaahh zil.. yg pink itu lucu loh.. apalagi klo kamu yg pake😉

    1. Lha, kenapa nggak jadi Nie? Tiketnya hanguskah atau bisa di-refund tuh? Kalau bisa refund mah masih oke lah ya, hehe. Tapi aku pernah juga gitu kok, nggak jadi ke Jakarta dan tiket hangus deh, hehe🙂

      Hahaha, sepedanya biru Nie, tapi ada corak bunganya. Nah, si corak bunga ini yang pink😀

    1. 40 menit sekali jalan lho Dhe. Buat pulangnya ya 40 menit lagi deh, huahaha😆 Tapi nggak papa sih, hitung-hitung sekalian olahraga hari itu, huahaha😛

    1. Iya, kayaknya karena hampir tiap hari juga jalan kaki ato sepedaan gitu sih buat olahraga, hahaha😛 Lumayan loh.

      Trims🙂 Iya nih, mudah-mudahan yang ini lebih awet. Tapi feeling-ku sama sepeda ini dari awal sudah bagus sih, hehehe🙂 Mudah-mudahan aja bener.

      Ah, liburannya juga gitu-gitu doank. Malah agak sebel karena nunggu email dari professor kaga dibales-bales, wkakakaka😆

  3. Sepedanya keliatannya agak kuno gitu yah? Or emang model kaya gitu yang lagi trend di Belanda? *penasaran*

    Pengalaman tahun lalu pas aku kuliah, kampusku biasanya menyediakan sepeda bekas gratis buat murid-murid internasional yang nggak mau beli mobil. Karna murid internasionalnya kebanyakan dateng dari negara berkembang, sejam di pajang langsung abis semua sepeda yang ditawarkan. Tapi tebak ada berapa murida yang memakai sepedanya ke kampus dari sekitar 20 sepeda yang dibagikan? Nggak ada yang make sama sekali! hihihihihi… Alasannya macem-macem, intinya sepeda-sepeda itu nganggur di dorm selama setahun penuh sebelum akhirnya dibalikkin lagi ke kampus.😀

    1. Hmmm, nggak tahu deh, tapi sepertinya sih di Belanda nggak ada kok yang namanya trend model sepeda; karena pada dasarnya sih semua orang pasti punya sepeda gitu, hehe🙂 Malah rata-rata katanya setiap penduduk Belanda punya 2 sepeda loh😀

      Oya? Asyik banget ada pembagian sepeda gratis gitu! Disini mana ada!😯 Iya lah ya, barang gratisan pasti banyak yang mengincar, walau pada akhirnya ga dipakai,😆 . Tapi sebenarnya kalau nggak makai gitu ya kurang ajar juga ya, karena kan mungkin ada yang nggak kebagian dan sebenarnya ingin makai. Dia udah dapat jatah malah nggak dipakai. Kan jadi sia-sia gitu. Niat baik dari universitasnya juga jadi sia-sia, hmmm…

      Btw, itu universitas di Aussie??

      1. Hmm, berarti bener yah kalo Belanda itu negara sepeda. Ngeliat dari rata-ratanya🙂

        Itu college pas aku di Amrik, mungkin karna kebanyakan temenku alasannya nggak mo dingin-dingin bersepeda (salju di Wisconsin, state collegeku, turun sampe enam bulan siy) jadi mereka lebih milih bepergian naik bis atau nebeng temen lain yang punya mobil, biar tetep anget hehehehehe…😀

        1. Yoi, memang Belanda kan terkenal sebagai negeri sepeda, hehehe🙂

          Oh, I see. Oke juga ya college-nya ngasih sepeda gratis gitu, hahaha. Oh, kalau alasannya karena salju sih sangat masuk akal deh, apalagi lama gitu bersaljunya. Berbahaya banget sepedaan sewaktu bersalju sih, mesti ekstra hati-hati dan konsentrasi tinggi, hahaha🙂

    1. Trims. Disini sepeda mah macam-macam, ada sepeda anak-anak juga, hahahaha😛

      Kalo di Indo sih emang dasarnya pengguna sepeda masih bisa dibilang jarang atau sedikit kayaknya ya, hmmm… . Orang lebih suka naik kendaraan bermotor, hehehe🙂

    1. Sepedanya warnanya biru Bu, biru muda gitu; nah trus di badannya itu ada corak-corak bunganya, nah corak bunga ini yang warnanya pink, wkakakakaka😆 Tetep ogah deh saya

  4. pernah ada yang ngasih tebak-tebakan pas di education affair, “apa modal utama seseorang untuk kuliah di Belanda?” semua jawaban seperti kemampuan bahasa atau pinter disalahin, yang benar adalah harus bisa mengendarai sepeda! hahaha, bener ya?

    anyw, kok masih bayar bus atau tram sih? emangnya ga dapet semester tiket kah? terus itu biaya transpotnya murah looohhh.. di Hamburg 1,40 euro untuk jarak dekat (3 halte/stasiun).

    1. Iya, disini memang harus bisa naik sepeda biar semuanya efisien dan murah, hahaha😛 . Tapi kalau waktu datang nggak bisa juga nggak papa kok. Kampus dulu waktu Introduction Week menyediakan fasilitas “les sepeda” loh bagi yang nggak bisa, wuakakakaka😆

      Kayaknya ada sih semacam tiket berlangganan gitu, tapi berhubung Delft ini kecil banget jadi aku juga malas mencarinya. Kalau kereta sih aku memang punya kortingkaart jadi kalau naik kereta didiskon 40%, muahahaha😆 . Iya, Jerman memang transportasi umumnya lumayan mahal ya. Kemarin di Düsseldorf beli yang single ticket juga 1,4 euro tuh, hmmm. Tapi disini juga sekitar segituan sih kayaknya, hahaha. Nggak hafal aku, tapi jarak yang nggak gitu jauh juga bakal habis sekitar 1 euro gitu, hmmm.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s