Posted in General Life, Zilko's Life

#1039 – Basically Bikeless

ENGLISH

Okay, last July, after a really long search, I finally got a (new) bike. Lately (well, it has been a couple of months actually), this bike has quite been troublesome; which is irritating because this bike is a little bit more expensive than my previous bike yet its life seems to be shorter (plus, if I factor the maintenance cost in (because I had to change its tire last November), it becomes even more expensive; and as a consequence, more irritating). Actually, I think, the problem it is having now is the complication of an earlier problem which occurred last December. At that time, I was still able to “fix” it (probably I did not really “fix” it though; but more like “patch” it here and there) and so I still could use it for a little longer. My guess would be that now it finally reaches it saturation point where everything is already screwed, haha😆 .

So, I am pretty much bikeless now which means that currently I am looking for a new bike. You know, owning a bike is, somehow, a must for ones who live in the Netherlands, huahaha😆 . Well, I think I will still use the same criteria to look for this new bike; though learning from the experience of this troublesome bike, I would weaken one of the criteria, which is the third one. I am willing to pay a little bit more for a better (and hopefully, much more durable) bike. There is still limit (for the price I am willing to pay) though, of course, because the price of a new bike here is pretty much unbounded (as I told you some months ago, it can reach, like, 2000 euro!😯 ). But I think I can multiply my older limit with 1.5 or even double it if the potential new bike is really really good, hahaha🙂

Anyway, of course there is still an option to just fix this troublesome bike that I own now, instead of buying a new one. However, I don’t think, in the long term, this is a good idea. After a bit of calculation, investing on a new better bike seems to be a more attractive option for me now, huahaha😆 .

So, yeah, after about seven months now, I am kinda back to the state of being bikeless, haha😛 . But hopefully this time it won’t last that long (the last time, it last for about one and a half month), as I also increase my price limit, hmm.

BAHASA INDONESIA

Oke, Juli lalu, setelah pencarian yang lamaa sekali, akhirnya aku mendapatkan sebuah sepeda (baru). Nah, akhir-akhir ini (hmm, sudah sekitar dua bulanan terakhir ini sih sebenarnya), si sepeda ini bermasalah dong; yang mana ini agak menyebalkan juga karena sepeda yang baru ini kan harganya sedikit lebih mahal daripada sepedaku yang sebelumnya tetapi kok masa pakainya lebih pendek sih (ditambah lagi, kalau aku memasukkan faktor biaya perawatan (karena aku harus mengganti bannya November lalu), jadi tambah mahal deh; dan akibatnya, jadi makin menyebalkan deh). Ngomong-ngomong, aku rasa, masalahnya adalah komplikasi dari masalah yang muncul Desember lalu. Waktu itu sih aku masih bisa “memperbaikinya” ya (mungkin sebenarnya aku nggak beneran “memperbaikinya” sih; sepertinya sih lebih tepat disebut “menambalnya” disana-sini deh) sehingga aku masih bisa menggunakannya sedikit lebih lama. Tebakanku adalah kini akhirnya sepedaku mencapai titik jenuhnya dimana masalahnya sudah gawat sekali, haha😆 .

Jadi, sekarang aku ini kurang lebih tak bersepeda deh yang mana artinya aku akan mencari sepeda baru. Tahu dong, hidup di Belanda itu kalau nggak punya sepeda itu rasanya gimanaa gitu, huahaha😆 .Nah, aku rasa sih aku masih akan menggunakan kriteria yang sama untuk mencari sepeda baru ini; walau belajar dari pengalamanku dengan si sepeda bermasalah ini, aku akan melemahkan salah satu kriterianya deh, yaitu kriteria ketiga. Sekarang aku nggak berkeberatan kok membayar lebih mahalan dikit gitu untuk sepeda yang lebih bagus (dan mudah-mudahan lebih tahan lama gitu ya). Masih ada batasan (akan harga yang bersedia aku bayar) tentunya ya, karena harga sepeda disini kan bisa dikatakan tak terbatas gitu (seperti yang pernah kubilang, ada sepeda yang harganya mencapai 2000 euro alias sekitar 24 juta rupiah loh!😯 ). Tapi aku rasa sih aku bisa kok menaikkan batasan lamaku menjadi 1,5 kalinya atau menjadi 2 kali lipat deh kalau calon sepeda baruku itu beneran bagus banget, hahaha🙂

Anyway, tentu saja ya masih ada pilihan untuk memperbaiki si sepeda bermasalah ini saja, daripada membeli yang baru kan. Namun, aku pikir-pikir, dalam jangka panjangnya ini bukanlah ide yang baik deh. Setelah dihitung-hitung, inves di sepeda baru yang lebih bagus sepertinya kok lebih menarik dan menguntungkan ya buatku sekarang, huahaha😆 .

Jadi, ya, setelah sekitar tujuh bulan nih, aku bisa dikatakan kembali ke kondisi tak bersepeda, haha😛. Tapi mudah-mudahan kali ini kondisi ini nggak berlangsung lama-lama amat sih (terakhir kali kan sampai satu setengah bulan gitu ya), karena toh aku juga sudah meningkatkan batasan hargaku, hmm.

32 thoughts on “#1039 – Basically Bikeless

  1. Kalo di Belanda ga naik sepeda kayaknya kurang lokal yaaaa.. saking disana demen banget kayaknya naik sepeda.. Harga sepeda di Jakarta juga beberapa ada yang mahal loh.. soalnya temenku jualan sepeda dan parts-nya.. banyak yang mesen ke dia sepeda2 yang harganya puluhan juta gitu… >___<

    1. Iya, disini kemana-mana memang enak naik sepeda, hahaha🙂 (kecuali kalo rutenya yang jauh banget ya, wkakaka😆 ). Iya, barusan juga aku lihat ada sepeda gitu merk-nya Porsche (gile ya, ada juga sepeda buatannya Porsche) harganya sekitar 8000 euro dong, berarti hampir 100 juta kan ya tuh, ck ck ck😯

  2. jd mo beli yg bekas atau yg baru zil?

    temen kantor aku ada yg punya sepeda seharga motor gt.. tp dia gak lsg plek.. dirakit gt.. jd gak terasa mahalnya😀

    1. Beli yang bekas dong, tapi yang bagusan dikit gitu, hahaha😛 Disini maksudnya bekas (second hand) itu kan bukan sesederhana kayak bekas punya orang trus tinggal dijual lagi gitu; tapi bekas punya orang dan dibenerin dan dibagusin lagi. Nah, semakin bener dan semakin bagus jadi makin mahal dong ya, hehe🙂

      Buset, ngerakit sendiri??😯 Kalau aku mah ogah deh, wuakakakaka😆

    1. Begitulah, di Belanda memang semenjak tahun 60an/70an gitu dicanangkan orang kemana-mana mesti naik sepeda. Alasannya: bagi ekonomi: menghemat BBM; bagi masyarakat: meningkatkan kualitas hidup kan (jadi sehat gitu). Pemerintahnya juga mendukung itu semua dengan tindakan nyata (gak omdo ato bikin aturan doank) dengan cara menyediakan jalan (atau setidaknya jalur) khusus bersepeda di seluruh negeri, sehingga orang kalau bersepeda itu aman🙂

      Harganya menurutku standar-standar aja kok kalau mau cari yang murah, huahaha😆

    1. Huahahaha, bener banget. Tapi bukan demi gaya hidup doank sih, tapi memang kebutuhan dah sepeda itu😀 Kemana-mana kalau jalan kaki terus ya capek juga dong ya, hahahaha😆 .

      Hmm, tergantung sepeda bekasnya sih. Soalnya disini pengertian sepeda second-hand itu gak sekedar bekas orang trus dijual lagi gitu. Tapi bekas orang trus dibenerin dan dibagusin lagi. Nah, makin bener dan makin bagus (dan juga kalau bekasnya bekas yang bagus) jadi makin mahal dong ya, haha😛 Jadi ya mudah-mudahan ini bakal dapet yg ok dan tahan lama deh, hmmm

  3. Coba Zilko di Jakarta, bisa beli di kaskus. Biasanya ada yang bagus-bagus dan harganya terjangkau. Kalo beli di Jakarta terus dikirim ke Belanda, mahal di ongkos ya Ko😀

    1. Di Belanda sebenarnya juga ada sih yang semacam gitu. Modelnya bukan mirip Kaskus tapi lebih mirip ke eBay, hehehe🙂 Jadi semacam eBay lokal gitu, khusus Belanda aja😛 Banyak sih disitu yang harga terjangkau, tapi kalau belum lihat fisik aslinya rasanya gimanaa gitu, hmmm. Soalnya kalau di internet gitu, bisa sih ngajak orangnya ketemuan, tapi kalo akhirnya gak beli kan gimana juga gitu ya, hehehe🙂

      Gilaa, ongkir sepeda bisa berapa tuh ya?? hahahaha😆

      1. Sama, aku juga termasuk orang yang males belanja online. Lebih suka datang ke toko untuk lihat fisiknya langsung. Jangankan sepeda, kirim surat aja pasti mahal. Waktu itu kantor kirim paket ke Inggris udah habis Rp 800ribu. Mahal BANGET! *mendadak emosi padahal bukan duit sendiri*😀

        1. Iya, kalau barang-barang tertentu yang sudah standardized (biasanya yg berhubungan sama gadget atau elektronik gitu sih), masih nggak papa deh belanja online, hehe. Tapi kalau yang kita butuh barangnya itu “cocok” dan “pas” sama kita, agak susah gitu nentuinnya kalau cuma online aja, hmmm…

          Kirim paket kalau paketnya gede dan yang ekspress memang lumayan mahal tuh. Waktu itu kirim dokumen buat syarat pendaftaran kuliah aja, karena ambil yg ekspress, habis berapa ratus ribu tuh yah, hahaha. Tapi kalau cuma ngirim surat biasa pakai pos standar sebenarnya nggak semahal itu kok. Kalau paket yang gede, ya memang lebih mahal sih ya, kan dihitung berdasarkan beratnya…

    1. Hahahaha, nggak jadi olahraga dong Bu kalo beli Vespa, wkwkwkw😆 Disini sih motor gitu nggak terlalu ngetren loh. Ada sih, tapi nggak banyak😛

      Bensin per-liter sekitar 1,8 euro kalo nggak salah. Tapi ini yang oktan 95 ya, jadi selevel Pertamax ato Pertamax Plus gitu deh. Nggak ada bensin yang selevel Premium soalnya kan memang yg selevel Premium ini nggak baik buat kendaraan, haha😛 Kalo solar (diesel) sih kalau nggak salah 1,3 atau 1,4 euro gitu deh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s