Posted in General Life, Tennis, Zilko's Life

#1006 – Saturday Story

ENGLISH

Friday evening, just as usual this quarter, I had a tennis lesson in the ballooned courts in TU Delft’s Sport Centre. This week, we studied how to serve, and I must say this was quite tricky. A few elements have to go right for a good serve to be produced. For me, two of the most tricky are the toss and hitting the serve itself. The toss is tricky as it is quite difficult to produce good toss; and after a good toss, timing (of hitting the ball) is everything to hit the ball to the service box. I definitely need more practice also in this area; as well as strengthening my forehand and backhand shots, hmmm. Anyway, so, after the lesson ended, my friends (who also took the lesson) and I decided to stay a little bit longer practicing more. One friend brought his tennis balls so we could do it (the tennis balls we used in the lesson were of course brought away by the instructor). We stayed for about 40 minutes after the lesson.

Anyway, this made me think that maybe I should also buy tennis balls myself for practice (I mean, my own practice, outside of the tennis lesson) or for when I want to play casually with friends. Well, if you remember, I already did buy tennis balls at this time during Unicef Open tournament this summer in Rosmalen. But there is now way I will ever want to use those balls as they are limited edition balls for this year’s 125th edition of Wimbledon, hahaha😆 . So, yeah, I needed to buy my own tennis balls.

I remember though that about ten days ago I saw a shop which sold tennis balls in a very attractive sale in Delft but somehow I kept forgetting coming by to that shop. So, this afternoon, I biked there to buy the balls. But then, I found out that the shop has been closed!! So that was why they were on attractive sale! It was clearance sale! Damn!! Then, as I could not think of any other shop in Delft, I decided to go to Den Haag.

I knew for sure that the place where I bought my tennis racket also sold tennis balls; and that place was in the centrum. So, I got on an InterCity that was heading to Den Haag Centraal station with one stop at Den Haag Hollands Spoor (also a station). Anyway, I met Verdi, one of my Indonesian friends, at Delft Station. Apparently he also wanted to go to Den Haag Centraal. In Den Haag Hollands Spoor (HS), Verdi noticed a strange thing where the train stopped in a “non-usual” platform for a train that would go to Den Haag Centraal. Usually, any train that would go to Den Haag Centraal (from the direction of Rotterdam) would stop on platform 5 in Den Haag HS; but it was on platform 6 today. It was weird as usually trains who were on platform 6 in Den Haag HS would go to the direction of Amsterdam or Schiphol. But I was 100% sure the board in Delft station mentioned that this train would go to Den Haag Centraal, and Verdi asked a Dutch boy who were sitting in front of us and he also said so. So, we just stayed in the train. Then, the train moved. Few minutes later, we did realize that Verdi’s concern was true as the train was turning to the direction of Amsterdam, and NOT Den Haag Centraal!  WTF!! How could this train change its final destination without any announcement?? Lucky this train stopped in Den Haag Laan van NOI though as it was not that far a way from Den Haag Centraal; as the next stop would be Leiden Centraal in Leiden, some 20 km away from Den Haag! There were regular metro services to Centraal from Laan van NOI. Yeah, NS is currently under system rearrangement so maybe that is why the train schedules are a mess lately. Long story short, we finally made it to Den Haag Centraal. Verdi went to his friend’s place and I went to the centrum.

In the centrum, I visited several shops until finally I found one which sold tennis balls with attractive offer (read: big discount,😆 ). At first I only planned to buy one can of tennis balls but because of this offer, I bought three (so I got nine new balls)!! Now I am a bit worried if I bought too many balls though, hahaha😀. Anyway, after getting the balls and buying some things in the orientalmarkt in Spui, I went back to Delft.

That pretty much sums up my Saturday…

My three cans of new tennis balls I bought earlier today in Den Haag

BAHASA INDONESIA

Jumat sore, seperti biasanya di kuarter ini, aku ada les tenis di lapangan berbalon di Sport Centre-nya TU Delft. Minggu ini, kami belajar tentang serve, dan harus kubilang kalau serve ini lumayan rumit juga. Beberapa elemen harus dilakukan dengan benar supaya serve yang bagus bisa dihasilkan. Untukku sih, dua yang paling rumit itu adalah toss dan pemukulan bolanya. Toss-nya rumit soalnya sulit loh ternyata untuk menghasilkan toss yang bagus; dan setelah toss yang bagus, timing pemukulan bolanya itu penting banget supaya bolanya masuk di service box. Ah, bener deh aku butuh latihan lebih di area ini; dan juga memperkuat pukulan forehand dan backhand-ku, hmmm. Anyway, setelah lesnya berakhir, aku dan beberapa teman (yang juga ikutan lesnya) tinggal agak lebih lamaan di lapangan tenisnya buat latihan sedikit. Seorang temanku membawa bola tenisnya jadi bisa latihan sendiri deh (kan bola-bola tenis yang dipakai di lesnya tentu dibawa pergi sama pelatihnya dong ya). Kami main ekstra selama sekitar 40 menit deh setelah lesnya itu.

Ngomong-ngomong, ini membuatku berpikir bahwa mungkin aku juga sebaiknya membeli bola tenis sendiri gitu ya buat latihan (maksudku, latihan sendiri gitu, di luar les) atau ketika aku mau main tenis santai aja sama teman-teman gitu. Ya, kalau pada ingat, sebenarnya aku sudah membeli bola tenis waktu ini di turnamen Unicef Open musim panas lalu di Rosmalen. Tapi aku nggak mau dong main pakai bola-bola tenis itu soalnya bola-bola itu kan bola-bola limited edition dari turnamen Wimbledon edisi ke-125 tahun ini gitu deh, hahaha😆 . Jadi, ya, aku membutuhkan bola tenis milikku sendiri.

Aku ingat bahwa sekitar sepuluh hari yang lalu gitu aku melihat satu toko di Delft yang menjual bola tenis dengan diskon yang lumayan banget gitu tapi entah kenapa kok aku lupa terus kalau mau kesana. Jadilah siang tadi aku sepedaan kesana untuk membeli bola tenis. Eh ternyata tokonya sudah ditutup dong!!  Jadi itulah mengapa mereka mengadakan diskon besar waktu itu! Ternyata diskon itu adalah diskon cuci gudang!! Sial!! Ya udah deh, karena aku nggak kepikiran toko lain di Delft, aku memutuskan untuk pergi ke Den Haag.

Aku yakin banget kalau toko dimana aku membeli raket tenisku juga menjual bola tenis; dan lokasinya ada di centrum gitu deh. Jadi, aku naik kereta InterCity tujuan stasiun kereta api Den Haag Centraal dengan satu pemberhentian di Den Haag Hollands Spoor (stasiun kereta juga). Anyway, aku ketemu Verdi, seorang temanku dari Indonesia, di stasiun Delft. Ia ternyata juga mau pergi ke Den Haag Centraal. Di stasiun Den Haag Hollands Spoor (HS), Verdi mengamati bahwa ada sesuatu yang aneh karena keretanya berhenti di jalur yang berbeda dari biasanya gitu untuk kereta yang akan menuju Den Haag Centraal. Biasanya, kereta tujuan Den Haag Centraal (dari arah Rotterdam) berhentinya di jalur 5 gitu deh di Den Haag HS; tapi tadi keretanya berhenti di jalur 6. Aneh soalnya kereta yang berhenti di jalur 6 biasanya adalah kereta tujuan Amsterdam atau Schiphol gitu. Tapi aku 100% yakin kalau papan pengumuman di stasiun Delft juga menyebutkan kalau kereta ini akan menuju Den Haag Central sih, dan Verdi juga nanya mas-mas orang Belanda yang duduk di depan kami dan ia juga berkata begitu. Ya udah, jadilah kita tetap duduk di keretanya. Lalu, keretanya bergerak. Beberapa menit kemudian, kekhawatirannya Verdi menjadi nyata karena keretanya belok ke arah Amsterdam dong, dan BUKAN ke Den Haag Centraal!  WTF!! Apa-apaan sih ini kereta tiba-tiba mengubah arah tujuan tanpa pemberitahuan gitu. Untungnya kereta ini berhenti di stasiun Den Haag Laan van NOI gitu deh yang nggak jauh dari Den Haag Centraal; soalnya pemberhentian berikutnya kan di Leiden Centraal yang jaraknya sekitar 20 km dari Den Haag gitu ya. Dari Laan van NOI juga ada layanan metro reguler gitu untuk pergi ke Centraal. Ya, memang sih NS akhir-akhir ini sedang mengurus perubahan sistem atau gimana gitu makanya jadwal keretanya juga agak kacau gitu deh. Singkat cerita, akhirnya kita tiba juga di Den Haag Centraal. Verdi pergi ke tempat temannya dan aku pergi ke centrum.

Di centrum, aku mengunjungi beberapa toko sampai akhirnya aku menemukan satu yang sedang menjual bola tenis dengan penawaran menarik (baca: diskon besar, huahahaha😆 ). Awalnya aku kan berencana cuma beli satu kaleng bola tenis gitu ya tapi karena penawaran ini, aku jadi beli tiga deh (jadinya aku dapat sembilan bola baru)!! Sekarang aku malah jadi agak khawatir kalau aku beli kebanyakan sih, hahaha😀 Lalu, setelah mendapatkan bolanya dan sekalian membeli beberapa barang (termasuk beras) di orientalmarkt di Spui, aku balik ke Delft.

Ya, kurang lebih begitulah ceritaku di hari Sabtu…

24 thoughts on “#1006 – Saturday Story

  1. akhirnya dapet yg diskon jg ya.. meskipun hrs dpt pengalaman gak enak. hehhe.. berarti emg jodoh tu sm bolanya.. hrs latian maksimal ga boleh kl2 ntr berenti di tengah2..😉

  2. Waahh setelah berbulan bulan akhirnya aku baca juga tuh bagian englishnya.. hahaha ternyata gak susah juga yak buat dibaca *aihh si irni*

    ternyata bukan di jakarta aja yak sistem baru kereta api ditetapkan.. di belanda juga yak.. aku blm pernah naek kereta api yang utk perjalanan dekat seh.. plgn perjalanan jauh dr surabaya ke bandung.. jd mgkn itu gak terlalu ada perubahan..

    Daann klo inget bola tenia ini aku teringat maen kasti deh zil.. dulu anak di kampung mana ada yg maen tenis.. ya kasti itu dipake bola tenis juga.. hahaha

    1. Iya, apalagi kalau udah dibiasain sih jadi makin berasa gampang loh Nie. Sama kayak baca artikel bahasa Indonesia gitu deh, hehehe😀

      Iya, ada perubahan sistem gitu di Belanda ato gimana gitu, jadi aja jadwalnya kacau. Di Belanda sih jarak jauhnya kereta-kereta internasional gitu ya. Nggak tahu deh kalau yg internasional gitu ada perubahan atau enggak, hmmm.

      Iya ya, dulu pas SD juga kayaknya bola tenis yang dipakai main kasti di sekolah, hahahaha😆

  3. utk awal2 mmg agak sulit latihan serve itu lho…..’grip’ di raket kita spt berat rasanya…..
    mungkin latihannya bisa dicoba spt org bermain squash sob….jadi bolanya dipantul2kan ke dinding tembok…..(ya sekalian meluapkan emosi sesaat….)
    ok dech smoga cepat bisa ya…..nnti main lawan sya….😀
    #alahkyksyabisaaja

    1. Iya, bener banget! Yah, kalau aku sih awalnya susah di mukulnya itu sih, butuh timing-nya yang pas soalnya, hahaha😀

      Yang main sama dinding itu buat latihan serve? Serius? Bukannya (sepertinya) lebih cocok untuk latihan forehand/backhand ya? hehehe😀

      Trims! Semester depan berencana ambil kelas lebih banyak nih🙂

      1. maksud sya biar ‘grip’ atau pegangan raketnya kuat dulu sob…..nah nanti khan kalo udah kuat masalah serve tentunya ngga ada masalah lagi tentunya….😀
        ok…sukses ya..!

  4. hadeeehh ini dia jenis olahraga yang aku ga bisa padahal suami,ortu smuanya hobby main tennis…karena ga bisa main,makanya aku cuma pasrah nonton aja.Sayang perawatan wajah kalo panas-panasan *edisi ibu-ibu*

  5. lagi suka baca komik prince of tennis nih, jadi kepengenan juga main tennis.. tapi dingin2 gini mah ogah ah..

    Walah bisa2nya si kereta belok, trus kereta yang seharusnya di line mana? tapi kalo jodoh mah emang ga kemana ya… dapet juga akhirnya bola2 murah.. ^__^ ayo semangat latihannya!!!!

    1. hahaha, dingin-dingin kalau mainnya di dalam balon ato mungkin lapangan yang indoor lumayan kok. Asal pakaiannya juga menyesuaikan gitu ya, wkakakaka😆

      Iya tuh, aneh banget kan keretanya tiba-tiba mengubah arah gitu. Harusnya di line 5, tapi kemarin tiba-tiba di line 6, hmmm. Iya, untung akhirnya dapet bola murah, wahahahaha😆

  6. jadi inget pas kuliah dulu, suka ke apartemen temen (di taman anggrek) buat main tenis. main asal2an. yang ada bolanya suka keluar terus. padahal lapangannya udah dipagerin tinggi, tetep aja karena mainnya kacau, itu bola keluar pager terus. dan karena apartemennya letaknya tinggi, jadi bolanya ya jatohnya entah kemana.
    kalo sampe bolanya abis, baru kita kelar main. hahaha.

    1. huahahaha😆 Yang disini lapangannya juga sebenarnya dipagarin sih. Tapi berhubung sekarang sekaligus dibalonin dan mainnya di lapangan yang ada balonnya itu, jadilah belum pernah mengalami bola keluar pagar, hahaha😛

      Setelah bolanya abis dicari lagi nggak tuh bolanya?😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s