Posted in General Life, Life in Holland, Zilko's Life

#994 – Weekend Story

ENGLISH

Here we are again, already in the end of this weekend. How was my weekend? Well, it went fine.

Friday was very exhausting for me and by the end of the day, I was dead tired. But it was fun though. How was that? Well, so, some friends and I had a plan for a potluck dinner (potluck dinner: a dinner where each person brings their own cooking and share it with everyone). For this occasion, I planed to cook: opor! (note: I am quite proud now btw that I can cook opor from scratch! ). And somehow I kept forgetting to go to the orientalmarkt before Friday. So, I had to go to the orientalmarkt in the morning to buy some of the ingredients. Then, as I wrote here, my part-time job schedule for this quarter started this week. And so, I had to work from 1.45 to around 4.30 in the afternoon later on that day. After I went back home from work, I started prepping and cooking; and apparently it took longer than I expected because I forgot to take into the account that I was cooking for a bigger magnitude here (I mean, it was for more people, not just one person (me) as I usually do :P).

The potluck was quite nice. Even though not so many people came (my guess would be because of the hectic workload from campus lately so some might not have the time to cook and so they opted not to come. Yeah, coming to think about it now, potluck might not be a good way of gathering people for the time being), and the redbox was freezing cold because we could not turn the heater on (it would cause a short-circuit and turned all electricity in the room down. Weird), it was still fun!

After that, we went to the centrum to have some drinks in two bars. The first bar sold cheaper drinks (as it was aimed for students) and quite a unique setting (an underground dungeon) but the atmosphere was, well, not that awesome (because it was a dungeon afterall). The second bar was nicer in term of the atmosphere but it was so crowded! But still, we were lucky enough to get a shared table though, haha. We stayed in the second bar until its last order at almost 2 AM (yeah, bar in the Netherlands closes quite early); and just went back home after that. And that was why I was so dead tired!

One more thing, you know that now I have a new oven. And because of that, finally, I can make a: PIZZA!!! Yeaaaahh!!!  Well, of course not from a scratch though. What I mean is that now I can buy an “instant” pizza from the supermarket and cook it with my oven! And last Saturday, that was what I did. Finally I cooked my first pizza (though instant)!

Btw, if I thought the days before Sunday was misty enough, well, I was definitely WRONG. It was super misty today!! I will upload more photos later on, but here is a tiny bit of a sneak peak:

Drinks in the bar (of course I did not drink all of them)
Yeah, finally now I can cook pizza!!
The mist in Delft today: so thick!

BAHASA INDONESIA

Nah, lagi-lagi kita ada disini nih, di akhir dari akhir pekan. Bagaimanakah akhir pekanku? Ya, baik-baik saja sih.

Hari Jumat benar-benar melelahkan untukku, dan sampai-sampai, ketika hari itu berakhir, aku beneran capek banget deh. Tapi asyik sih. Bagaimanakah ceritanya? Jadi begini, aku dan beberapa teman ada rencana untuk mengadakan makan malam potluck (makan malam potluck: makan malam dimana setiap orang membawa masakannya masing-masing gitu trus masakannya dibagi-bagi gitu deh). Nah, untuk acara kali ini, aku berencana untuk memasak: opor! (note: eh, aku bangga loh soalnya berhasil masak opor dari nol! ). Namun entah kenapa koq aku lupa terus gitu untuk pergi ke orientalmarkt sebelum hari Jumat. Jadilah Jumat pagi aku pergi ke orientalmarkt untuk beli beberapa bahannya. Lalu, seperti yang kutulis disini, kerjaan paruh waktuku untuk kuarter ini kan jadwalnya dimulai minggu ini nih. Jadilah aku harus kerja dari jam 1.45 sampai sekitar jam 4.30 sore gitu deh siangnya. Kemudian, setelah pulang dari kerja, langsung deh aku menyiapkan bahan-bahan dan memasak opornya itu; yang mana ternyata memakan waktu lebih banyak dari perkiraanku karena aku lupa memperhitungkan bahwa kali ini kan aku memasak dalam partai lebih besar gitu ya (maksudnya untuk beberapa orang gitu, bukan cuma buat satu orang saja (diriku sendiri) kayak biasanya :P).

Acara potluck-nya asyik juga. Walau memang nggak terlalu banyak yang bisa datang sih (tebakanku sih karena memang jadwal di kampus lumayan padat deh jadi mungkin beberapa nggak sempet buat masak gitu, trus nggak datang deh. Iya sih, kalau dipikir-pikir lagi sekarang, potluck mungkin bukanlah ide yang baik untuk mengajak kumpul-kumpul deh di waktu-waktu sekarang ini), dan redbox-nya dingin banget karena heater-nya nggak bisa dinyalakan (soalnya kalau dinyalain bakal terjadi konslet gitu deh dan listriknya jadi mati deh. Aneh deh), tapi masih tetap asyik koq!

Setelahnya, kami pergi ke centrum untuk pergi ke dua bar gitu deh. Minuman di bar pertama murah (soalnya memang bar untuk mahasiswa gitu deh) dan tempatnya agak unik (kayak ruang kuno dari abad pertengahan di bawah tanah yang langit-langitnya pendek banget (dungeon) gitu deh) tapi atmosfernya, ya, nggak gitu ok sih (ya gimana lagi sih, dungeon gitu). Bar keduanya agak lebih enak dari segi atmosfer, tapi rame banget! Tapi kami beruntung sih masih bisa dapat meja, walau sharing dengan orang lain juga, haha. Kami duduk-duduk di bar kedua sampai last order-nya, yaitu hampir jam 2 pagi gitu deh (ya, bar di Belanda memang tutupnya lebih awal); dan kemudian pulang deh. Dan itulah mengapa aku capek banget!

Eh iya, satu lagi, tahu kan aku sekarang punya oven baru. Dan oleh karenanya, itu berarti kini, akhirnya, aku bisa membuat: PIZZA!!! Yeaaaahh!!!  Yah, tentu saja nggak dari nol lah ya. Maksudku disini adalah aku bisa membeli pizza “instan” gitu dari supermarket dan memasaknya dengan ovenku! Dan Sabtu kemarin, itulah yang kulakukan. Akhirnya aku memasak pizza pertamaku (walau instan)!

Btw, kalau aku mengira bahwa hari-hari sebelum hari Minggu ini tuh berkabut banget, yah, aku ternyata SALAH banget. Hari Minggu ini berkabut tebal banget!! Ya, nanti kapan gitu aku akan upload beberapa foto lagi deh, tapi sedikit cuplikannya bisa diintip di atas tuh.

33 thoughts on “#994 – Weekend Story

    1. Kalau aku sih karena mau ngirit aja. Kalau delivery gitu setidaknya udah bakal habis 6 – 7 euro (dan kayaknya plus ongkos delivery gitu deh). Kalau beli yang instant di supermarket bisa cuma 2 euro aja tuh totalnya, hahahaha. Maklum lah, mahasiswa😛 Walau memang sih yang delivery juga biasanya lebih mantap pizza-nya😀

  1. akhirnya baca artikel inggrisnya panjangan, dan saya ngerti *bangga*
    bacanya sih bisa, tapi nulisnya ga bisa😥
    ah, tapi ga pernah pede nih buat nulis artikel dalam bahasa inggris..

    baidewi, hebat ih bisa masak opor. aku aja ga bisa.. hehehe

    1. Wah, selamat yaa😛 Ah, PD aja lagi🙂 Hitung-hitung sebagai latihan kan🙂

      Iya, kemarin cuma iseng-iseng bereksperimen aja; dan ternyata hasilnya lumayan berhasil😛. Beginilah karena “terpaksa”😀

  2. Zil sebagai koki dari belanda.. ntar postingannya sering2 nulis resepnya dong.. jadikan aku juga bs nyoba gitu :p

    @amel: huwaaa.. aku juga tuh pengen baca yg postingan inggrisnya.. Tapi klo lagi sibuk gak bs konsen akhirnya baca yg indo deh *alesan* hihihi…

  3. PIZZA! ME LOVE PIZZA! eh aku pernah loh bikin pizza dari nol. karena salah pake tepung, akibatnya itu rotinya gak karu-karuan pas mau dibentuk, mwahahaha. tp bisa dipanggang dan bisa dimakan kok, wekekekekek…..

    1. Oya? Wah, keren. Aku sih belum seniat itu kalau mesti bikin pizza dari nol, huahaha😆 . Ah, bener tuh, kalau buat diri sendiri seh penampilan nomer sekian lah ya, yang penting enak dan bersih, hahaha😛

  4. Bar? Wuhuuu…asik tuh😀
    Saya malah belum pernah ke bar mas, wkwkwkw…😆
    Keren ya bisa buat pizza sendiri😀
    Kalo udah jadi, bagi2 ya mas pizzanya😀

  5. wah asik tuh potluck jadi makan nya bisa rame. kan lebih seru.

    oven nya jangan rusak lagi yah. kan ada ada aja barang lu yang tiba tiba rusak ato bocor. hehe

    1. Hahaha, itu kan memang definisi kemandirian😛 Bener banget koq, kalau “kepepet” kita jadi lebih “kreatif” dan “mandiri” deh😛

      Ah, ya gitu deh. Yang jelas jadi sering masak sendiri aja, huahahaha

  6. Bang, ngomong2, pizza-nya Pizza Hut itu bukan pizza asli Italia ya?
    Maksud saya, Pizaa italia yang asli itu bukannya lebih tipis? Kalo Pizza Hut kan tebel gitu, dengan pinggiran yang dimodif.

    1. Yoi, pizza-nya Pizza Hut itu bukan pizza Italia. Kalau nggak salah sih aksennya lebih ke Amerika; dan itu pun mengarah ke Chicago🙂 Aku ada kenalan orang Italia dulu waktu masih di Indonesia, dan dia bilang kalau pizza-nya PH itu bukan “pizza”, wkakakaka😆 Tapi memang sih, beda banget sama pizza yang asli di Italia. Dan kayaknya yang pinggirannya dimacam-macamin itu juga cuma di Indonesia aja deh, hmmm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s