Posted in General Life, Life in Holland, Zilko's Life

#991 – Eating Habit

ENGLISH

As I promised this time, here I will share a little bit about my eating habit.😀

So, ever since I went to college in Bandung, there was one habit that was slowly formed. This habit is about my eating habit. Let me start this entry with a little bit of my past before I moved to Bandung for college.

As a kid, I was also “taught” to have meal three times a day. Well, it was standard though: breakfast, lunch, and dinner. But there was one point in my life where instead of having dinner, I had a meal at around 4 – 4.30 PM, and we called it “afternoon meal”. And of course because I had meal at this time, I was still full at 6 – 8 PM and hence I did not eat anymore for the rest of the day; but maybe a little snack though if I really wanted to eat something. But the point is, until high school, I routinely ate three times a day: breakfast before school; lunch after school; and dinner. Well, except for some occasional events which “obliged” me to have more meal (for example when there was guest (my parents’ friend) visiting and invited us to have meal somewhere), huahaha😆 , but this is not counted as it did not occur in regular basis.

Then I moved to Bandung in 2006 for college. The first months in Bandung, I still continued my 3 times a day meal habit. However, somehow, suddenly this habit changed slowly. In the end, I routinely only ate twice a day. The system was having a combined breakfast and lunch (brunch); and dinner (for sure, dinner was very important (as usually dinner meal was always awesome :D); and so its existence would never be disturbed :P).

Why did this happen? To save some money? Hmm, maybe; but honestly, I think this was not a strong argument because the cost of meal was not that high in Bandung (as I seldom “ate out” and I usually bought my meal in a Sundanese warung near my boarding house; and because I was so frequent buying meal there, the owner knew what I would always buy everytime I was there: kangkung, hahaha😆 ).  Anyway, my guess would be that because college life was so different from school life. Classes in college did not always start early in the morning, and so I could get up quite later; and in the end I had my breakfast at like 9 – 10 AM. Therefore, at 12 PM, I was still full. Sometimes at 4 – 5 PM I already got hungry, but it was already almost dinner time and I often opted to wait for dinner time to come to have my dinner. That was it, and it happened day after day, and eventually (I think) it became a habit. Well, true that I did not always have meal twice a day, as there were some occasions where I ate way more frequent than that in a day. But as I recall, it did not happen that often though.

And this habit still continues until now that I live in the Netherlands. Normally, here, I also eat twice a day, hahaha😆 . However, the days where I have three meals a day occur in a more frequent basis here, especially when I have morning classes. This is because I always cook and eat breakfast before I go to a class (in Bandung, I could hold my hunger until after class, hahaha :P); and in the afternoon, I have meal in the cafetaria of my campus.

Some of my non-Indonesian friends were quite surprised when I told them I had meal twice a day. Of course then I explained that I had meal at 9 – 10 and hence I was still full in the afternoon. But they still could not believe it and said: “how could it be?“. Apparently, this was because of, again, different custom. For me, a breakfast is a complete full meal. But for my friends, most of them (I think) have Western-style breakfast which consists of bread and the accompanying (jam, ham, cheese, Nutella) and coffee. Well, no wonder at noon they already get hungry. I mean, if I only have bread for my breakfast, for sure I will also already get hungry at noon, huahaha😆 .

This reminds me though, there is one Dutch habit (regarding eating) that I may share here some time; but not now definitely, I am kinda exhausted, haha.

BAHASA INDONESIA

Seperti yang kujanjikan waktu ini, aku sekarang ingin bercerita tentang kebiasaan makanku.😀

Ceritanya, semenjak aku kuliah di Bandung, ada satu kebiasaan harian yang perlahan-lahan terbentuk. Kebiasaan ini berkaitan dengan pola makanku. Biarlah ceritaku ini dimulai dari waktu sebelum aku pindah ke Bandung untuk berkuliah.

Sebagai anak-anak, aku juga “diajari” untuk makan tiga kali dalam sehari. Standar lah: sarapan, makan siang, dan makan malam. Malah ada satu waktu dari hidupku (ketika aku masih SD) dulu dimana aku tidak mengenal yang namanya makan malam; dan jatah makan malam ini tergantikan oleh “makan sore”. “Makan sore” ini aku lakukan sekitar jam 4-4.30 sore gitu. Dan tentu karena sudah makan jam segitu, aku masih kenyang jam 6 – 8 malam dan sampai malam tidak makan lagi; paling ngemil doang kalau tiba-tiba ingin makan sesuatu. Cuma intinya, sampai SMA, aku rutin makan tiga kali dalam satu hari: satu kali sebelum sekolah; satu kali sepulang sekolah; dan satu kali di malam hari. Eh, kecuali kalau ada event tertentu ya yang “mewajibkanku” untuk makan lebih sering (misalnya ketika ada tamu (kenalannya orangtua) dari luar kota yang datang dan malam-malam minta diantar makan dimana gitu), huahaha😆 , tapi ya ini nggak dihitung lah karena toh jarang terjadi.

Lalu aku pindah ke Bandung tahun 2006 untuk berkuliah. Awal-awal di Bandung ya aku masih mengikuti kebiasaan makan 3 kali sehari itu. Namun, entah bagaimana, tiba-tiba perlahan-lahan kebiasaan itu berubah. Sampai pada akhirnya, aku rutin hanya makan 2 kali saja dalam satu hari. Sistem makannya adalah makan pagi dan makan siang digabung (yang dalam bahasa Inggris sering disebut brunch); dan makan malam (iya dong, makan malam kan penting gitu ya (soalnya makanannya enak-enak :D); jelas eksistensinya tidak akan diganggu gugat deh😛 ).

Koq ini bisa terjadi? Untuk menghemat uang? Hmm, mungkin saja sih; hanya saja menurutku alasan ini kurang kuat karena toh biaya makan di Bandung juga nggak terlalu tinggi (aku jarang makan di “luar” gitu deh dan aku seringnya beli makanan di sebuah warung Sunda di dekat kos; dan teteh-nya yang jual sampai hafal pesanan “wajib” saya: tumis kangkung, hahaha😆 ). Dugaanku adalah: ini dikarenakan kehidupan perkuliahan itu berbeda dari kehidupan sekolah. Kuliah kan nggak setiap hari dimulai pagi hari gitu ya, makanya sering juga aku bisa bangun agak siangan dikit gitu; dan akhirnya makan paginya sekitar jam 10an. Alhasil, jam 12 siang aku masih kenyang. Kadang-kadang sore jam 4-5an gitu juga sudah lapar, tapi rasanya nanggung gitu untuk makan karena toh sudah hampir waktunya makan malam. Disekalianin aja deh. Begitu deh, dan ini terjadi berulang-ulang, sampai (sepertinya) akhirnya menjadi kebiasaan. Memang sih, nggak setiap hari juga aku selalu makan 2 x, kadang aku juga makan lebih dari itu kalau ada kejadian-kejadian khusus. Cuma seingatku sih jarang terjadi ya.

Dan kebiasaan ini terbawa juga ke kehidupanku di Belanda sekarang ini. Umumnya aku masih makan dua kali saja dalam satu hari, hahaha😆 . Hanya saja, memang hari dimana aku makan tiga kali sehari lebih sering terjadi disini, terutama ketika aku ada kuliah pagi. Ini karena sebelum kuliah, aku harus makan dulu (kalau di Bandung dulu bisa deh makannya ditahan sampai beres kuliah, hahaha :P); lalu siangnya aku makan di kantin kampus.

Beberapa temanku yang bukan orang Indonesia disini lumayan kaget ketika aku bilang bahwa aku makan dua kali saja dalam sehari. Aku jelasin juga kalau aku makan pagi kan jam 9 – 10 an gitu deh makanya ketika waktunya makan siang aku masih kenyang. Tapi mereka masih nggak percaya dan bilang: “kok bisa sih (nggak lapar)?“. Selidik punya selidik, ternyata ini diakibatkan perbedaan kebiasaan. Bagiku, yang namanya makan pagi itu sama kayak makan komplit deh, 4 sehat 5 sempurna gitu (eh, nggak 5 sempurna sih, 4 sehat aja soalnya nggak pernah minum susu, huahahaha😆 ). Nah, teman-temanku ini (kebanyakan) sarapannya ya ala Barat gitu deh. Jadi mereka sarapannya ya cuma roti (tawar) dan kawan-kawannya gitu (selai, ham, keju, Nutella) dan kopi. Ya nggak heran dong ya kalau siangnya sudah lapar. Aku juga kalau sarapannya cuma roti aja, siang juga pasti sudah lapar lagi deh, huahaha😆 .

Btw, jadi kepikiran, ada satu kebiasaan orang Belanda yang mungkin kapan-kapan bisa aku share disini; cuma nanti aja ah nulisnya, capek saya sekarang, haha.

28 thoughts on “#991 – Eating Habit

  1. hati-hati sama maag ya..🙂
    tapi itu emang kebiasaan anak kos banget. dari mulai belajar hemat sampai karena malas bangun pagi *sambil mengenang masa lalu*

    1. Maag-ku lumayan kuat koq, jadi nggak pernah deh sakit maag, haha. Paling kalau laparnya udah tingkat lumayan tinggi perutnya jadi bunyi-bunyi gitu, hahaha😛 *malu*😳

      Yoi, anak kos banget kayaknya ya🙂

  2. kalo pas harus kuliah pagi gimana ko? ya tetep makannya jam 10-an gitu?

    kalo gua terbiasa pagi2 kudu makan dulu, laper soalnya. hahaha. lagian rasanya gak siap beraktivitas kalo gak diisi dulu. jadi sarapan juga kudu mesti. penyesuaiannya adalah, kalo dulu di indo terbiasa sarapannya berat pake nasi atau mie, kalo disini karena gak ada pembantu yang bantuin nyiapin, jadi ya makan roti aja yang praktis.😀

    dan berhubung gua emang orang yang gampang banget laper, jam 12 udah pasti udah kelaperan lagi. dan juga jam 6 (kita dinner selalu jam 6). itu pun biasa ntar pas nonton tv jam 8-an ngemil lagi. huahahaha gak heran ya kalo selalu jadi anggota suku perut buncit…😛

    1. Kalo kuliah pagi waktu di Bandung sih makan ya tetep jam 9 – 10an gitu, bisa ditahan lah, hahaha😛 Nah, kalau kuliah pagi di Belanda nggak bisa ditahan deh (secara kuliah “pagi” itu dari jam 8.45 sampai 10.45 biasanya, hahaha :P). Jadi sebelum kuliah udah makan dulu.

      Iya, kalau dipikir-pikir, makan pagi itu penting banget supaya kita siap beraktivitas. Nah makanya disini kalau kuliah pagi, untuk menyiasatinya, aku selalu bangun: lebih pagi supaya ada waktu ekstra buat masak sendiri, huahahaha😆 . Soalnya makan roti nggak ngefek lama nih, haha😛 *nggak terbiasa makan roti aja buat breakfast, cuma pas travelling aja*😛

      Iya, kebayang deh. Kalau pagi makan roti aja, siang gitu pasti udah lapar lagi, hahaha😛 Ah, makan banyak nggak masalah lah yg penting olahraga, huahaha😆

  3. Berarti emang lebig sehat dan mengenyangkan makanan ala Indo ya. Di belanda nggak ada tempe sama tau ya? Klo ada pun mahal? *sotoy*
    Padahal makanan wajib :”(

    1. lebih mengenyangkan sih iya, nah kalau lebih sehat aku nggak tahu, hehehe😛

      Ada koq tempe dan tahu. Memang lebih mahal sih daripada harganya di Indo. Satu stuk tempe gitu harganya sekitar 1 euro gitu deh disini. Tahu juga yang 500 gram sekitar 1 euro-an gitu😛

  4. yahhh sama banget sama gw. makan cuma 2x sehari dulu. tapi sekarang hmmm ngak deh. karna laper bro. dulu karna tidur bangun telat melulu. hehehe. ngak apa 2x sehari makan. asal makan cemilan nasi goreng, martabak, pisang goreng. wahhh sama aja lah ya

    1. Yoi, kalau sudah kerja dan ada waktu kerja 9 to 5 gitu sih mau gak mau mesti 3 kali ya makannya; kalau nggak bisa tewas dah tuh, hahaha😛

      hahaha, cemilan kalo nasi goreng gitu ya bukan cemilan lah ya, wkwkwkw😆

  5. Aku masih 3x sehari zil.. ya namanya juga.masih tinggal di rumah ortu.. hehehe. tapi semenjak kerja jadi lebih gak teratur gt deh.. jd mag kambuh.>_<

    sep ditunggu.kebiasaan di.belandanya.. biasanya aku tahu.kebiasaan negara cuma dr buku atau nopel aja soalnya😀

    1. sekali sehari? Wah, kalau cuma sekali beneran bakal laper banget dong ya seharian, hehe. Aku juga pernah sih, cuma ini karena sibuk banget dan nggak sempat makan seh😛 Kalo 4 kali mantab pasti ya tuh, hahaha😛

  6. iih kok samaan kita.
    aku dulu dari kecil selalu terbiasa makan 3kali sehari, kalau ga sarapan pasti beberapa hari kemudian sakit..
    tapi sejak kuliah, ngerasain jadi anak kosan, akhirnya jadi 2kali sehari, sama sistemnya: brunch & dinner, selain biar hemat juga karena ga sempet sarapan sebelum kuliah.. hehehe
    eh, sejak itu kebiasaan deh…

  7. kalau saya kerja, makan rutin 3 kali sehari, pagi roti/sandwich atau sejenisnya dan teh susu, makan siang (nasi/mie) dan makan malam yang kadang bisa simple kadang bisa lux. justru kalo wiken yang makannya tidak teratur, karena bisa tidur sampai siang bru bangun, kadang bisa ngulur sampai jam 2-3an baru makan.

  8. Ternyata sarapannya kayak makan malam whahha pantesan tahan sampe sorean.

    Kalo aku, jam 9 cuma minum teh manis, jam 11 makan trus jam 5 sore makan malamnya. Dua kali juga hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s