Posted in General Life, Life in Holland, Zilko's Life

#984 – When There Are 25 Hours in One Day

ENGLISH

Yup, you read the title right. Today, there are 25 hours day in one day here, NOT 24!๐Ÿ˜ฏ Well, those who are familiar with the way time rolls here in Europe (and some other parts of the world, like northern America) must have not been surprised with this; as this is just because of the Daylight Saving Time (DST). So, this morning at 3 AM, the time was reversed back for one hour (it became 2 AM again) to compensate with this transition from summer time to winter time. As a result, now the time difference between Central European Time (GMT+1) and West Indonesian Time (GMT +7) is 6 hours (the difference is 5 hours during summer time).

This means that today, we, who live in Europe, have an extra one hour in our life! Wow, what do I make use this time for? Sleep? As this morning, we were allowed to literally oversleep for one hour without being really overslept for one hour! For example, if you planned to sleep for 8 hours from 11 PM to 7 AM, oversleeping for one hour means that you would still get up at 7 AM!๐Ÿ˜ฏ In fact, if you really did sleep for 8 hours, you would get up at 6 AM!๐Ÿ˜ฏ Nice, isn’t it!? Yes, indeed, only for today though. There will be another DST in March for the opposite transition from winter to summer time. That time, the clock will be forwarded for one hour. Hence, that day, there will only be 23 hours in a day! But whatever, the most important thing is that today I am having my favorite DST day! hahaha๐Ÿ˜†

Anyway, but no,ย I did not make use of my extra one hour for sleeping! Instead, I made use of this extra one hour to work on that Survival Analysis project!๐Ÿ˜ก Yeah, same old same old. But it was good though, I made quite a good progress today I think. Btw, this DST caused me to get confused for some seconds today in my office. At 5.30 PM, when I looked outside, I was surprised that it had been getting dark as yesterday the day got dark at around 7 PM or so. Then I realized it was because of this DST, hahaha๐Ÿ˜†

Btw, but it does not mean that I have not “enjoyed” my weekend though. I worked today (on Sunday), but I did not yesterday. You know, I was strolling around Delft yesterday because the town was just simply awesome. I did plan to work on the project a little bit, but then I dropped it off and decided to relax a little bit, huahahaha๐Ÿ˜ˆ:mrgreen: . That evening, I also (finally) watched Yesman, thanks to this entry by Sulung that sort of reminded me that I had not watched this movie yet. And yes, it was a great movie!

So, that pretty much sums up my weekend story this time. A new week is going to start tomorrow!

BAHASA INDONESIA

Yup, Anda membaca judul di atas dengan tepat. Hari ini, dalam sehari disini itu ada 25 jam loh, BUKAN 24!๐Ÿ˜ฏ Yah, mereka yang sudah terbiasa dengan sistem perwaktuan di Eropa sini (dan beberapa bagian Bumi lainnya, seperti Amerika Utara misalnya) pasti sudah nggak asing deh sama hal ini; karena hal ini hanya disebabkan olehย Daylight Saving Time (DST)ย saja kok. Jadi, subuh jam 3 tadi pagi, waktu disini tuh tiba-tiba mundur satu jam gitu (kembali jadi jam 2 subuh) untuk menyesuaikan dengan transisi waktu musim panas ke waktu musim dingin. Sebagai akibatnya, perbedaan waktu antara Waktu Eropa Tengah (GMT+1) dengan Waktu Indonesia Barat (GMT+7) menjadi 6 jam deh (pas musim panas bedanya 5 jam aja).

Ini artinya, hari ini, kami yang tinggal di Eropa memiliki satu jam ekstra loh dalam hidup kami! Nah, bagaimanakah aku memanfaatkan satu jam ekstra ini? Apakah buat tidur? Soalnya kan pagi tadi diizinkan tuh untuk ketiduran lebih lama selama satu jam tanpa secara teknis ketiduran lebih lama satu jam! Koq bisa? Misalnya gini: andaikan kita berencana tidur 8 jam dari jam 11 malam dan bangun jam 7 pagi, ketiduran lebih lama sejam artinya kita bangunnya ya jam 7 gitu deh!๐Ÿ˜ฏ Malah ya, kalau kita beneran tidurnya cuma 8 jam aja, kita jadi bangun jam 6 subuh loh!๐Ÿ˜ฏ Asyik kan!? Iya sih, memang, tapi cuma berlaku sekarang aja. Akan ada DST lagi di bulan Maret nanti untuk transisi waktu musim dingin ke musim panas. Waktu itu nanti, jamnya akan maju satu jam gitu deh. Jadi, hanya akan ada 23 jam dalam sehari! Ah, biarin lah, yang penting hari ini adalah hari DST favoritku! hahaha๐Ÿ˜†

Eh, tapi enggak loh, aku TIDAK memanfaatkan waktu ekstra sejam itu untuk tidur! Malah, aku memanfaatkan waktu ekstra ini untuk ngerjain proyek Survival Analysisku itu!๐Ÿ˜ก Ya, cerita lama memang. Tapi nggak papa sih, hari ini juga aku mengalami kemajuan yang cukup oke di proyek ini. Eh btw, DST ini membuatku sedikit bingung selama beberapa detik loh di kantorku tadi. Kan pas jam 5.30 sore aku melihat keluar jendela tuh, aku kaget koq tiba-tiba hari sudah mulai gelap padahal kemarin baru mulai gelap sekitar jam 7an malam gitu. Dan kemudian aku sadar ini gara-gara DST itu, hahaha๐Ÿ˜†

Btw, tapi bukan berarti aku nggak “menikmati” wikenku kali ini sih. Memang aku bekerja hari ini (Minggu), tapi aku nggak ngapa-ngapain kemarin (Sabtu). Tahulah, kemarin aku keliling-keliling Delft aja gitu soalnya pemandangannya pas lagi bagus banget gitu. Aku awalnya ada rencana bakal ngerjain tugas sedikit sih, tapi akhirnya nggak jadi dan santai-santai aja, huahahaha๐Ÿ˜ˆ:mrgreen: . Malamnya, aku (akhirnya) menonton film Yesman, berkat postingnya Sulung yang iniย yang mengingatkanku bahwa aku belum nonton film ini. Dan bener loh, ini film yang bagus!

Jadi, kira-kira begitulah cerita akhir pekanku kali ini. Dan sebuah minggu yang baru akan dimulai besok!

32 thoughts on “#984 – When There Are 25 Hours in One Day

    1. di indo gak ada DST karena panjang ada dan tidak ada nya matahari dalam sehari tuh rata2 selalu sama sepanjang tahun bay
      tapi kalo di negara2 4 musim, panjang ada dan tidak ada nya matahari bisa berubah2 tergantung musim. makanya perlu ada DST…๐Ÿ˜€

    2. yup, sudah dijelaskan Arman tuh, hehe. Ini penyesuaian aja supaya “waktu matahari bersinar”-nya sesuai dengan jadwal kehidupan orang setempat (maksudnya jadwal kerja gitu contohnya). Jadi kalo berangkat pagi nggak gelap-gelap amat contohnya; dan di musim panas matahari bersinar sampai lebih malam (mungkin mereka berpandangan lebih baik gini daripada matahari bersinar kepagian, hahaha).

  1. loh loh komenku yg tadi mana๐Ÿ˜ฅ

    aku cm mo bilang kalo aku gak ngeh sama DST ini dan andai tinggal di Belanda, pasti orang yg sering linglung kyk aku gini bakalan bingung deh๐Ÿ˜€

    1. Sebelum ini komen Bu? Nggak masuk loh, hmmmm….

      Hahaha, tenang aja Bu, ada reminder-nya kok. Di komputerku (yg belinya di Indo) aja juga udah otomatis ada reminder DST-nya (yg cocok dengan waktu Eropa (karena setting-nya memang aku cocokkan ke Central European Time di Amsterdam); padahal tanggal penyesuaian DST kan beda-beda tuh di masing-masing tempat), canggih ya๐Ÿ˜€

    1. haha, iya, di Indo mau kapan pun juga sehari 24 jam. Soalnya tiap waktu sama terus sih panjang matahari bersinarnya. Maklum, di khatulistiwa, hehehe๐Ÿ™‚ Makanya agak ribet juga kalau tinggal disini dan belum terbiasa sama sistem perwaktuan disini

    1. hahaha, iya, lumayan ya ada ekstra satu jam. Tapi ini cuma berlaku sehari aja sih dalam setahun; dan ini adalah “bayaran” karena satu hari di bulan Maret dipotong sejam (cuma ada 23 jam sehari), hahaha. Jadi ya gitu deh…

  2. Waah gak bisa banyangin deh klo aku ngalamin DST.. lah wong pergi ke bali yg waktunya ttp cuma berubah aja aku jadi bingung.. hahaha..

    Tapi seru juga yak.. klo aku ngisinya? ya tidurrrr :p

    1. hahahaha, kalo udah biasa seh gak masalah koq๐Ÿ˜€

      Yoi, sebenernya enak kayanya yah dibuat tidur, tapi apa daya, lagi ada banyak kerjaan neh, hahaha

  3. Tanggung amat cuma satu jam. Kenapa ngga satu minggu aja sekalian. Hehehe… ada-ada aja, ya kebiasaan orang bule. Majuin-mundurin jam. Biarpun niatnya baik, tetap aja kedengarannya aneh buat saya.๐Ÿ™‚

    1. Karena disini lamanya matahari bersinar nggak selalu sama dari bulan ke bulan. Di musim panas, matahari bisa bersinar dari jam 5 pagi sampai jam 10 malam. Sementara di musim dingin, hanya dari jam 8-9an sampai jam 4-5 sore gitu. Adanya DST ini tujuannya supaya “menyesuaikan” waktu matahari bersinar itu supaya cocok sama aktivitas penduduk sini, hehehe๐Ÿ™‚

    1. Bener banget! Kalau jam analog harus disesuaikan sendiri perubahan jamnya! hehehe๐Ÿ™‚ Tahun lalu sih banyak salju, mudah-mudahan tahun ini lagi (tapi jangan sampai menyebabkan kekacauan saljunya), huahahahaha๐Ÿ˜†

  4. Meski sekarang 25 jam, nanti “dibayar” dengan dikurangi 1 jam menjadi 23 jam sehari kan? Hehehe, sama aja jadinya.

    Selamat menikmati pergantian musim! Keren2 foto di postingan sebelumnya!๐Ÿ˜‰

    1. Sebenarnya ini “bayaran” dari hari yang dikurangi satu jam di Maret lalu sih๐Ÿ˜€ Soalnya kan waktu “asli” Eropa ya winter time ini๐Ÿ™‚ Yoi, sama aja sebenernya, hehehe๐Ÿ˜›

      Thanks!๐Ÿ™‚

    1. waktu musim dingin gimana maksudnya? Kalau pas musim dingin ya sehari tetep 24 jam koq, hehe. Cuma memang nanti akan ada transisi lagi di bulan Maret, dimana sehari itu cuma ada 23 jam. Jadi ya sama aja memang๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s