Posted in EuroTrip, Half Week Trip, Travelling, Vacation

#972 – Paris Summer Trip (Part II)

ENGLISH

Previously on Paris Summer Trip: Zilko and his friend went for a trip to the capital city of France, Paris. After spending two days there, now they were ready to enjoy the third day.

===

Day 3 (Monday, 26 September 2011)

Our main plan for the day was visiting Louvre Museum. Before our trip, I had heard many friends told me that Louvre was soo HUGE that it was impossible to enjoy all collections there in one afternoon. Indeed, Lonely Planet said that a visitor would need about NINE MONTHS (with daily entry) to enjoy every single collection exhibited in the museum!! For this reason, we allocated like four hours of our day in the museum. Afterward, we planned to just visit some places nearby like Notre Dame and so on.

At about 10, we arrived at the metro (subway) station close to the museum. We walked to a ticket counter since my friend had to buy his ticket first. As for a cool and awesome person like๐Ÿ˜Ž me, I did not have to pay anything for my visit to Louvre! Muahahahahaha๐Ÿ˜†๐Ÿ˜† . Yup, it was FREE for me. You don’t believe me? Well, this is the proof:

Yeah, free admission to Louvre!!๐Ÿ˜€

See??? I had to pay ZERO euro to enter the museum.๐Ÿ˜Ž Well, not everyone is entitled for this special entrance. As a resident of a European Union country and aged under 26 years old, I was entitled for this free entry! Muahahahaha๐Ÿ˜† I LOVE Paris even more!!๐Ÿ˜€

Anyway, after getting his ticket, we went upstairs to go to the main entrance of the museum, which was the pyramid. At first we planned to rent also the audio guide (which was not that expensive in my opinion), but there were already a lot of people lining up for it. And so we dropped it off and just entered the museum right away.

There were a lot of wings and sections in the museum. Of course we did not plan to see all of them (as there would not be enough time) and we started prioritizing the most interesting (for us) section to the least. Based on our plan, the first section to visit was the Egyptian section (because it was kind of unusual. I mean, we can pretty much see Roman or Greek remains everywhere in Europe. But Egyptian? Not so much). And yeah, it was interesting. I got to see a miniature of Sphinx and also the sarcophagi used to “store” mummies. And also, I saw a REAL mummy!๐Ÿ˜ฏ Well, it was not really scary though as there were a lot of “decorations” on the mummy which kind of diminished the “spookiness” of the dead body.

Our next visit was to see the famous Mona Lisa. Well, apparently it is true that Mona Lisa is very famous worldwide. This is the proof:

The crowd of people who all wanted to see Mona Lisa

See the crowd?? Yeah. This is what you can expect if you want to see the original Mona Lisa in Louvre. A lot of people flocked in front of that small painting!! Btw, you can also see the protection they installed for the painting (which makes sense for a painting whose price (after adjusting inflation) is like 720 million US dollar in 2010๐Ÿ˜ฏ (source: Wikipedia)).

We then left the museum for a while to have lunch at a Chinese food diner nearby. After lunch, we went back to the museum again. The rest, well, I don’t think it will be interesting to write all details here, but we just enjoyed some paintings and sculptures displayed in the museum. Also, there were several items brought from Indonesia! And the most unexpected thing was that there was a head statue from the Easter Island!! Whoaa, I had been wanting to see that statue and apparently I did not need to go to Easter Island to see one!! haha๐Ÿ™‚

At about 4 PM, we had pretty much seen anything (or so we thought). Well, true that it was much more like a quick tour (we just pretty much passed many paintings in the museum) but we were happy with it. Btw, it meant that we spent like almost six hours in the museum, way more than the planned four hours!!๐Ÿ˜ฏ hahaha. I think it was the longest time I have spent in a single museum.

Anyway, after Louvre, we sticked to our plan. We went to some places nearby, and the first one on the list was the cathedral of Notre Dame. It was a free admission to enter the cathedral, and so we got in, haha. The cathedral was okay (in my opinion). It was in Gothic style, a style that I prefer less than Roman style. We were actually thinking about going up to the top of the cathedral. But it was already close for the last admission to get up there (thanks God as it would have been another 6 euro, haha :D).

From Notre Dame, we just walked around the city quite randomly. This random walking led us to Pantheon, and, unexpectedly, Jardin du Luxembourg. We then just sat at the chairs in that garden for like one hour (until all visitors were “shooed” away with a siren, hahahaha๐Ÿ˜† ).

After dinner in a nice French restaurant, we did not really feel like going back to hostel yet. And so we decided to take a detour on our way back to find Moulin Rouge first. Well, not like we wanted to watch the show, but we just wanted to see the building from outside, haha. In front of Moulin Rouge, there were (already) a lot of people. We took a peek on how much it costed to watch the show; and the cheapest one was around 130 euro!!๐Ÿ˜ฏ YES! 130 euro!!๐Ÿ˜ฏ Well, it was including dinner already btw, but still … .

From Moulin Rouge, we went back to our hostel. My friend moved to another room (because he had two reservations or so for his stays in Paris) and that night I dominated the room as there was noone else staying! hahaha๐Ÿ˜›

TO BE CONTINUED…

BAHASA INDONESIA

Sebelumnya dalamย Paris Summer Trip: Zilko dan temannya pergi ke ibukotanya Prancis, Paris. Setelah melewati dua hari disana, kini mereka siap untuk menikmati hari ketiga.

===

Hari 3 (Senin, 26 September 2011)

Rencana utama kami hari ini adalah mengujungi Museum Louvre. Sebelum perjalanan ini, aku sudah sering dengar dari teman-temanku kalau Louvre itu BESAR BANGET yang mana nggak mungkin deh seorang pengunjung bisa menikmati semua barang yang dipamerkan di museum itu dalam satu hari. Memang sih, Lonely Planet juga menegaskan hal itu, karena ternyata seseorang bakal butuh SEMBILAN BULAN (dengan masuknya tiap hari) untuk bisa menikmati dan menyelesaikan seluruh koleksi di Louvre!! Karena alasan ini, kami akhirnya mengalokasikan empat jam deh dari waktu kami untuk museum ini. Setelahnya, rencana kami adalah jalan-jalan ke tempat di sekitarnya seperti Notre Dame dan sebagainya.

Sekitar jam 10, kami tiba di stasiun metro (subway) yang dekat dengan museumnya. Kami lalu berjalan menuju konter tiket soalnya temanku harus membeli tiket dulu. Nah, untuk orang keren nan tampan rupawan seperti๐Ÿ˜Ž aku, aku nggak perlu beli tiket loh untuk masuk Louvre! Muahahahahaha๐Ÿ˜†๐Ÿ˜† . Ya, masuknya GRATIS untukku. Eh, nggak percaya? Koq gitu amat sih? Ya udah deh, ini buktinya:

Yeah, masuk ke Louvre GRATIS loh!!๐Ÿ˜€

Nah kan??? Aku harus membayar NOL euro untuk masuk museumnya loh,๐Ÿ˜Ž . Haha, nggak semua orang loh bisa mendapat perlakuan istimewa ini,๐Ÿ˜† . Ceritanya, sebagai penduduk salah satu negara anggota Uni Eropa dan berumur kurang dari 26 tahun, aku berhak deh masuk dengan gratis! Muahahahaha๐Ÿ˜† Aku makin CINTA nih sama Paris!!๐Ÿ˜€

Anyway,ย setelah temanku mendapat tiketnya, kami naik untuk masuk museumnya lewat pintu utama, yaitu piramidanya itu. Awalnya kami berencana mau menyewa audio guide (toh biaya sewanya nggak mahal menurutku) tapi akhirnya nggak jadi soalnya antriannya panjang sih. Ya udah akhirnya kami langsung masuk aja.

Ada banyak sayap dan bagian dari museum ini. Tentu saja ya kami nggak muluk-muluk mau lihat semuanya (nggak bakal cukup lah waktunya) dan akhirnya kami mulai memprioritaskan bagian-bagian itu urut dari yang paling menarik (menurut kami) sampai yang paling kurang menarik. Berdasar rencana kami, bagian pertama yang akan kami kunjungi adalah bagian Mesir (soalnya kan nggak biasa gitu ya. Maksudku, kita bisa deh melihat peninggalan kekaisaran Romawi atau Yunani di seluruh Eropa. Nah, kalo Mesir? Nggak gampang kan). Dan ya, memang menarik banget loh. Aku melihat miniaturnya Sphinx dan juga sarkofagus yang dulunya dipakai untuk “menyimpan” mumi. O iya, disana ada mumi BENERAN loh!๐Ÿ˜ฏ Yah, nggak serem-serem amat sih soalnya di muminya banyak “dekorasi”-nya sih jadi ya kesan seremnya agak berkurang deh.

Kunjungan kami selanjutnya adalah melihat lukisan Mona Lisaย yang terkenal banget itu. Eh, ternyata beneran loh Mona Lisa itu terkenal banget di seluruh penjuru dunia. Ini buktinya:

Kerumunan orang yang mau liaht Mona Lisa

Lihat kan kerumuman orangnya?? Ya. Inilah yang bisa Anda expect kalau Anda mau melihat lukisan Mona Lisa yang asli di Louvre. Buanyak banget orang yang berkerumun di depan lukisan yang kecil banget itu!! Btw, bisa dilihat juga tuh pelindung yang mereka pasang untuk melindungi lukisannya (yang mana masuk akal sih untuk sebuah lukisan yang harganya (setelah faktor inflasi diikut-sertakan) sekitar 720 juta dollar Amerika (atau sekitar 6,8 triliun rupiah berarti ya๐Ÿ˜ฏ ) di tahun 2010 (sumber: Wikipedia)).

Kami lalu meninggalkan museumnya sebentar untuk makan siang di sebuah rumah makan Chinese food di dekat sana. Setelah makan siang, kami kembali lagi ke museum itu. Sisanya, yah, kayaknya nggak menarik kali ya kalau aku tulis mendetail disini. Intinya sih kami melihat banyak lukisan dan juga patung-patung gitu deh. Ada juga beberapa barang yang dibawa dari Indonesia loh! Dan yang paling tak disangka-sangka adalah ada patung kepala dari Pulau Paskah!! Whoaa, kan aku udah pengen banget ngelihat patung ini dan ternyata aku nggak perlu jauh-jauh ke Pulau Paskah ya untuk melihatnya!! haha๐Ÿ™‚

Sekitar jam 4 sore, akhirnya kami sudah melihat semuanya (setidaknya kami kira begitu). Ya, memang sih kami kebanyakan juga melihatnya hanya sepintas lalu saja. Tapi kami oke juga koq buat itu. Btw, itu artinya, kami sudah menghabiskan waktu selama hampir enam jam loh di museumnya, jauh lebih lama dari anggaran waktu empat jam kami!!๐Ÿ˜ฏ hahaha. Aku rasa ini adalah kunjungan terlamaku di satu museum deh.

Anyway,ย setelah Louvre, kami tetap berpegang pada rencana kami. Kami pergi ke beberapa lokasi di dekat Louvre, dan yang pertama adalam katedral Notre Dame. Masuknya gratis tuh, makanya kami masuk, haha. Katedralnya oke sih (menurutku). Gaya arsitekturnya adalah gaya Gothic, sebuah gaya yang kurang aku sukai dibandingkan gaya Roman. Sebenarnya kami berpikir untuk naik ke atas katedralnya sih. Tapi ternyata waktu itu loketnya buat naik ke atas sudah ditutup (untung juga sih, lumayan jadi nggak keluar urang 6 euro, haha :D).

Dari Notre Dame, kami jalan-jalan keliling kota aja gitu dengan random. Jalan acak gini ternyata malah membawa kami ke Pantheon, dan, tak disangka-sangka, Jardin du Luxembourg loh. Di taman itu kami duduk-duduk aja gitu di kursi sekalian istirahat selama satu jam (sampai semua pengunjungnya “diusir” dengan sebuah sirene yang dimainkan disana, hahahaha๐Ÿ˜† ).

Setelah makan malam di sebuah restoran Prancis yang oke, kami koq agak males ya kalau langsung balik hostel. Ya udah akhirnya kami detour sedikit dengan mencari Moulin Rouge yang terkenal itu. Yah, kami nggak akan melihat show-nya sih, kami cuma mau lihat bangunannya dari luar aja, haha. Di depan Moulin Rouge, ternyata (sudah) ada banyak orang, haha. Kami iseng aja sekalian ngelihat harga tiket masuknya; dan yang paling murah itu sekitar 130 euro loh!!๐Ÿ˜ฏ YA!! 130 euro alias sekitar 1,5 juta rupiah!!๐Ÿ˜ฏ Memang sih harga segini udah termasuk makan malam, tapi kan ya … .

Dari Moulin Rouge, baru deh kami balik ke hostel. Temanku pindah ke kamar lain (karena ternyata ia ada dua reservasi buat masa tinggalnya di Paris) dan malam itu aku mendominasi kamarku soalnya pas nggak ada orang lain di kamar itu! hahaha๐Ÿ˜›

BERSAMBUNG…

28 thoughts on “#972 – Paris Summer Trip (Part II)

  1. “Yah, nggak serem-serem amat sih soalnya di muminya banyak โ€œdekorasiโ€-nya sih jadi ya kesan seremnya agak berkurang deh.”

    dekorasi apaan, ko? lbodi mumi-nya dililiti lampu kerlap-kerlip kayak hiasan 17an di indonesia gitu? hehehe….

    1. gyahahaha, itu lho Bu dekorasi yg bisa diliat di foto muminya di atas๐Ÿ˜€ Ada kayak kain hiasannya dan segala macam itu. Makanya gak serem-serem amat, hehe

  2. Muminya udah gak terlalu kelihatan bentuk aslinya ya zil.. pantesan gak serem hahahaha…

    Btw bener tuh kata mas arman.. yg lihat monalisanya banyak amat.. terus ada perbedaan gak zil lihat yg asli dengan yg biasa berteberan diinternet? aku masih heran aja kenapa bisa seterkenal dan semahal itu.. heheh

    1. ho oh, itu dia Nie maksudku, haha. Soalnya banyak “ditutupi” dekorasinya kan, hehe๐Ÿ™‚ Kalo plain aja pasti serem deh, haha๐Ÿ™‚

      Haha, boro-boro mau menikmati lukisannya. Buat maju ke depannya biar bisa lihat lukisannya dengan jelas (lukisannya kecil banget lho) susah banget!!๐Ÿ™‚ Tapi rasanya tetep beda aja ah antara liat yang asli sama liat di gambar-gambar buku/internet, hehe๐Ÿ™‚

  3. Wah enak bener jd orang muda hiks…Klu bayar, berapa sih ? Aku waktu itu lewat doank hiks…berphoto doank๐Ÿ˜›

    Salut euy liat si Zilko klu jalan2x, puas semua dikunjungi.

    1. kalo bayar gak mahal sih. Cuma 10 euro aja, haha๐Ÿ˜€ 10 euro kalo buat Louvre ya sangat murah lah ya๐Ÿ˜› Yang agak kerasa yang di Versailles tuh๐Ÿ˜€

      Iya dong, kan harus memaksimalkan waktu๐Ÿ˜› Tapi tetep harus balance sama istirahatnya seh

  4. Wiiih, gila. Rame banget yang mau lihat Monalisa-nya.
    Hm, tapi wajar sih. Gua sendiri tergila-gila dengan karya-karya da Vinci๐Ÿ˜€

    Btw, Moulin Rouge itu yang pernah difilmkan itu ya Zil? Tapi gua lupa siapa pemerannya.

    1. yoi, memang rame bgt koq. Karya da Vinci disana juga banyak koq Lung. Dan yang paling rame ya yang Mona Lisa ini, hehehe๐Ÿ˜€

      Iya, kayanya pernah dibuat filmnya memang. Tapi pada dasarnya Moulin Rouge ini kan show cabaret gitu, hehe๐Ÿ™‚

    1. iya. Bener tuh, ke museum gitu memang jadi belajar sejarah. Dan asiknya, sejarah yg dipelajari di buku-buku dan di sekolah dulu, sekarang bener bisa dilihat “lebih langsung”๐Ÿ™‚

      Salam kenal juga๐Ÿ™‚

  5. nanti saya kesana,, bulan madu sama ayank mikha tambayong.
    kita ktemu disana brad..
    tar kalo udah nyampe sana kita jajian aja di warung si ‘lay yang di pengkolan..

  6. Wuidiiih, kalau harus menghabiskan waktu 9 bulan hanya untuk melihat2 isi meseum itu, berarti tuh gedung meseum gedenya kebangetan yak? :p

    1. Iya, 10 euro doank. Murah banget memang!! hehehe๐Ÿ™‚ Vatican Museum juga cuma 15 euro sih. Tapi berhubung aku masih student jadi didiskon jadi 8 euro aja waktu itu, huahahaha๐Ÿ˜†

    1. memang asyik, hehe๐Ÿ™‚

      Tergantung hostelnya. Yang di Paris kemarin sekamar 3 orang sih. Soalnya memang milih yang itu. Kamar lainnya 6 orang dan (sedikit) lebih murah (beda berapa sen doang gitu harganya, haha :D). Secara umum sih banyak orang sekamar macem2 yah, tergantung hostelnya. Ada yang 1,2,3,4,6,sampe belasan juga ada, hehe. Cuma aku pernahnya (sejauh ini) paling besar di kamar yang ber-8 deh, hehe๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s