EuroTrip · One Day Trip

#967 – When Ken is Around

ENGLISH

A friend of mine, Ken, just came to Europe last week (I think) and now is in his first own Eurotrip until next month. And one of his stops is the Netherlands. As a good friend 😎 of course I am trying to accompany him during his stay in Holland from Sunday to Friday. However, due to my quite hectic schedule this week, I cannot do that full-time as I have part-time jobs to do and several assignments to tackle. But I think it is still quite fine though, haha πŸ˜›

Anyway, so, I met him last Monday evening at around 6.15 PM or so in Rotterdam (well, quite late in the day because I had a meeting for my part time job before that which ended at 5.15 PM; I will get on this probably in the next entry). It has been quite funny and “strange”, you know, meeting an old friend, whom you have not met in a few years (about a little over three years in my case), abroad! We did not meet for quite a while (even when I was still in Indonesia) because he already moved to Australia for about four years now. We used to meet in Yogyakarta, or Bandung, years back; and now we met in the Netherlands, in Rotterdam! Wow! How fate really brings people’s lives towards different “directions” on their own but yet at some point fate meets them in a place they never really expected (or even imagine) before!

So, back to the story, on Monday we just had a quick dinner in Rotterdam as I would have a morning class on Tuesday so that I had to go back home and hit the bed quite early. On Tuesday, I could accompany him the whole day after my morning class ended at 10.30 AM. His itinerary was Delft and Amsterdam. (btw, yes, Delft is (apparently) quite a popular tourist destination in the Netherlands. It might not be that popular among Asian tourists though; but I have seen a lot of tourists (coming in couches or so) in Delft).

At 11.30 AM I picked him up at Delft station and we started wandering around Delft. Well, at first we walked back to my apartment first because I forgot to bring my camera though (because I was wearing different jacket and my camera was in the other jacket I wore beforehand πŸ™„ ). In Delft, of course I took him around the centrum: the main attraction in Delft.

In the centrum, finally, after thirteen months living in Delft, I climbed the Nieuwe Kerk’s (New Church’s) tower!! hahaha πŸ˜› Btw, by “new”, it means that it was built in the 15th century 😯 , as the Oude Kerk (Old Church) was built before that. So, it was “new” compared to that old church, huahaha πŸ˜† . Btw, Nieuwe Kerk is the tallest building in Delft. It is even taller than the thin-tall-and-slim EWI building in TU Delft which has 23 floors. And because the Nieuwe Kerk was constructed in the 15th century, there was NO elevator that could bring people up to the top of the tower. And people who wanted to go up there had to climb spiral narrow stone stairs (which made me feel like I was inside a dungeon, kinda cool though in a way). So, combining those three informations, we get: Nieuwe Kerk is TALLER than a 23 stories building, there is no elevator to go up to the top of the tower, and so people have to climb spiral narrow stone stairs to get up there!! You can see what the conclusion is? Yes, it was f*cking exhausting to go up to the top of the tower!!

But in the end, it all PAID OFF. From the top of the tower, the scenery was breathetaking! It really offered a different point of view of Delft: a view I had never seen before. I could see the whole city of Delft (even the skyline of Rotterdam and Den Haag of course). And the most beautiful is: because Nieuwe Kerk is located in the centrum, we could see centrum buildings surrounding us! Well, what is centrum exactly? Well, centrum is like the “old town” of a Dutch city. So, you can expect the buildings to be classical Dutch and not in a modern architecture. Thus, you can imagine it now! Seeing Delft from this point of view surrounded by (small) classical Dutch buildings! It was kinda cool!! Well, pictures spoke thousand of words, and so you could see how the scenery was in the pictures below.

In Delft, we strolled around the city. I finally tried to buy fish in one fish stalls a friend of mine told me (and he recommended it actually btw) also thirteen months ago, which surprisingly was CHEAP!! Arrrggghhhh. Why didn’t I know it before? Why was I so stingy so that didn’t I even try to buy something there even once!?!? I bought a fried hering for 1 euro only, and my friend bought another fish for just 55 cents (while he had taken a 20 euro bill to pay, but the seller then said it was only 55 cents, haha :P). Hmm, but still, better late than never, right? Good to know!! haha πŸ˜›

After Delft, we moved to Amsterdam. I actually had one agenda in Amsterdam though: visiting the Museumplein (Museum’s Square). In all my previous visits to Amsterdam (including this one), I only visited either the area around Amsterdam Centraal Station or the business district of Amsterdam in the outskirt of the city. But I never reached the Museumplein, somehow. Btw, just like its name, there are a lot of museums around the Museumplein. Well, call me strange or what, but my main interest in the Museumplein was not any of the museums (even though the well-known Van Gogh Museum is there), but it was the “I amsterdam” sign they put on the square!! And finally I could tick that one off my list now as I took pictures there! huahaha πŸ˜† Btw, the sign was quite huge that it was quite a challenge to crawl up the letters though. And once up there, it was quite high (apparently) and a bit slippery. πŸ˜› After dinner, we went back home. I went back to Delft and Ken went back to Rotterdam, where his hostel was.

Quite a fun day indeed! πŸ™‚

BAHASA INDONESIA

Seorang temanku, Ken, baru saja datang ke Eropa minggu lalu (kalo nggak salah) dan kini ia sedang berada di perjalanan Eurotrip-nya sendiri sampai bulan depan. Dan salah satu pemberhentiannya adalah Belanda. Sebagai teman yang baik 😎 ya tentu saja aku berusaha menemaninya selama masa tinggalnya di Belanda dari Minggu sampai Jumat dong ya. Hanya saja karena jadwalku di kampus yang cukup sibuk minggu ini, aku nggak bisa full-time menemaninya deh soalnya kan aku ada kerja paruh waktu minggu ini dan ada beberapa tugas yang harus dikerjakan juga. Tapi masih ada waktu senggang juga sih, haha πŸ˜›

Ngomong-ngomong, akhirnya, aku bertemu dengannya Senin sore kemarin jam 6.15an sore di Rotterdam (ya memang agak sore banget ya soalnya aku ada meeting gitu sih untuk kerja paruh waktuku yang baru beres jam 5.15 sore; aku mungkin akan nulis tentang ini di posting selanjutnya deh). Hmm, rasanya lucu dan “aneh” juga ya, tahulah, bertemu seorang teman lama, yang mana sudah nggak ketemuan beberapa tahun (dalam kasusku ini sekitar 3 tahunan lebih deh kayaknya), di luar negeri! Memang kami sudah lama nggak bertemu (bahkan ketika aku masih di Indonesia) karena ia sudah pindah ke Australia semenjak empat tahun-an yang lalu. Biasanya kan kami ketemuannya ya di Yogyakarta, atau Bandung, gitu kan bertahun-tahun yang lalu; dan eh sekarang koq malah ketemuannya di Belanda, di Rotterdam! Wow! Lucu juga ya bagaimana nasib membawa kehidupan orang-orang ke arah yang berbeda-beda tapi nasib itu juga mempertemukan mereka di suatu tempat yang sebelumnya mungkin nggak pernah disangka (atau dibayangkan)!

Jadi, kembali ke ceritaku, di hari Senin kami makan malam aja gitu sih di Rotterdam, soalnya kan Selasanya aku ada kelas pagi jadi aku harus pulang dan tidur agak awal gitu. Di hari Selasa, aku bisa menemaninya seharian setelah kelas pagiku beres jam 10.30 pagi. Jadwalnya hari itu adalah Delft dan Amsterdam. (btw, ya, Delft itu (ternyata) merupakan tempat wisata yang lumayan populer loh di Belanda. Memang sih mungkin nggak terlalu terkenal di kalangan turis Asia; tapi aku sering loh lihat ada banyak rombongan-rombongan turis gitu (yang datangnya pakai bus pariwisata) di Delft).

Jam 11.30 pagi aku menjemputnya di stasiun Delft dan mulai deh kami jalan-jalan keliling Delft. Awalnya sih kami jalan dulu ke apartemenku soalnya aku lupa membawa kameraku (soalnya aku memakai jaket yang lain sih dan kameraku ada di jaket satunya yang aku pakai sebelumnya πŸ™„ ). Di Delft, tentu saja aku membawanya ke centrum: atraksi utamanya Delft deh.

Di centrum, akhirnya, setelah tinggal selama tiga belas bulan di Delft, aku menaiki menaranya Nieuwe Kerk (Gereja Baru) loh!! hahaha πŸ˜› Btw, yang dimaksud dengan “baru” itu, maksudnya gereja ini dibuatnya pas abad ke-15 ya 😯 , dan kan Oude Kerk (Gereja Tua)-nya dibangunnya sebelum itu. Makanya gereja ini ya termasuk “baru” kan dibanding Gereja Tua itu, huahaha πŸ˜† . Btw, Nieuwe Kerk ini adalah bangunan tertinggi seantero Delft. Ia bahkan lebih tinggi daripada gedung kutilang (baca: kurus-tinggi-langsing πŸ˜† )-nya TU Delft: gedung EWI, yang tingginya 23 tingkat. Dan karena Nieuwe Kerk ini dibangunnya pas abad ke-15, jadinya ya NGGAK ADA dong yang namanya lift yang bisa membawa pengunjung naik ke atas menara. Dan orang yang mau naik ke atas harus menaiki tangga batu sprial nan sempit (yang membuatku merasa seperti berada di kastil kuno gitu deh, agak keren juga sih ya). Nah, menggabungkan tiga informasi di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa: Nieuwe Kerk itu LEBIH TINGGI daripada gedung yang memiliki 23 lantai, nggak ada lift buat naik ke atas, dan juga untuk naik ke atas pengunjung harus menaiki tanggal batu spiral nan sempit!! Jadi, apa kesimpulannya? Ya, naik ke atas menaranya itu BIKIN CAPEK BANGET!!!

Tapi akhirnya, semuanya memang TERBAYAR sih. Dari atas menaranya itu pemandangannya keren banget loh!! Beneran deh puncak menaranya itu menawarkan sudut pandang yang berbeda akan Delft: view yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Aku bisa melihat keseluruhan kotanya Delft (termasuk skyline-nya Rotterdam dan Den Haag tentunya ya). Dan yang paling keren adalah: karena Nieuwe Kerk ini lokasinya di centrum, ya kita bisa melihat bangunan-bangunan ala centrum yang mengelilingi menara ini! Eh, sebenarnya centrum itu apaan sih? Hmm, centrum itu adalah semacam “kota tua”-nya di sebuah kota di Belanda. Oleh karenanya, bisa kita harapkan kita akan melihat gedung-gedung dengan arsitektur klasik Belanda di centrum-nya, dan bukan arsitektur modern gitu deh. Makanya, bisa dibayangkan kan? Melihat Delft dari sudut pandang ini dengan dikelilingi gedung-gedung (kecil) klasik Belanda! Keren!! Yah, foto kan menceritakan dengan seribu kata tuh, makanya bisa dilihat deh bagaimana pemandangannya dari foto-foto di atas.

Di Delft, ya kami keliling-keliling kotanya gitu aja sih. Aku akhirnya mencoba beli ikan di salah satu kios ikan yang seorang temanku dari Korea bilang kepadaku (dan ia menyarankan aku beli disana sih btw) juga tiga belas bulan yang lalu, yang ternyata tu MURAAAHH!!! Arrrrggghhhh. Kenapa aku nggak tahu sebelumnya? Dan kenapa aku koq pelit amat sih aku nggak bahkan mencoba beli disana bahkan sekali aja ya!?!?!? Murah bener lho. Aku beli satu ikan hering goreng ternyata cuma 1 euro saja, dan temenku beli ikan lain yang harganya cuma 55 sen (padahal ia udah ngeluarin duit selembar 20 euro buat bayar, eh si penjualnya bilang harganya (cuma) 55 sen aja, haha :P). Hmm, memang lebih baik telat daripada nggak pernah kan? Makanya nih, good to know!! haha πŸ˜›

Setelah dari Delft, kami berpindah ke Amsterdam. Sebenarnya aku ada satu agenda sih di Amsterdam: mengunjungi Museumplein (Lapangan Museum)-nya disana. Di semua kunjunganku ke Amsterdam sebelumnya (termasuk yangΒ kali ini), aku cuma mengunjungi area di sekitar Stasiun Kereta Api Amsterdam Centraal atau di area bisnisnya Amsterdam di pinggiran kotanya itu aja. Tapi aku nggak pernah deh mencapai yang namanya Museumplein, entah kenapa. Btw, seperti namanya ya, ada buanyak banget museum di sekeliling Museumplein ini. Yah, tapi, boleh deh bilang aku aneh atau bagaimana, tapi satu hal yang membuatku tertarik banget untuk mengunjungi Museumplein itu bukan museumnya (walau Museum Van Gogh yang terkenal buanget itu ada disana), tapi adalah tulisan “I amsterdam” yang mereka taruh di Museumplein itu!! Dan akhirnya aku bisa deh mencentang satu hal di daftarku sekarang soalnya kemarin aku udah foto-foto di depan tulisannya itu! huahaha πŸ˜† Btw, tulisannya itu besar loh jadi cukup susah juga buat merangkak naik ke atas huruf-hurufnya! Udah gitu mana di atasnya (ternyata) lumayan tinggi dan agak-agak licin juga lagi. :P. Lalu, setelah makan malam, kami balik deh ke tempat masing-masing. Aku balik ke Delft dan Ken balik ke Rotterdam, tempat hostelnya berada.

Memang sehari yang cukup menyenangkan! πŸ™‚

Advertisements

27 thoughts on “#967 – When Ken is Around

    1. iya Bu, naik trus turun lagi, huahaha πŸ™‚ Dari tingginya, itu memang ekuivalen dengan menara/gedung yg tingginya 20an lebih lantai 😯 . Dan habis itu capek! Makanya langsung beli ikan hering itu, huahahahaha πŸ˜† .

    1. iya, kalau mau nyari sebenarnya ada juga koq yang murah. Cuma sebenarnya kalau jalan-jalan sebagai traveller/tourist (yg artinya cuma stay aja dan nggak akan tinggal lama) biasanya susah banget nemu yang seperti itu :P.

  1. saya… saya… saya pengen kuliah di delft huhuhu…. πŸ˜₯
    baca postingan ini bikin makin bingung deh mau cari jalan buat kuliah lagi ato nggak πŸ˜›
    *lah ini pengen kuliah apa pengen jalan-jalan ya*
    hebat bener deh kuat naik tangga sampe segitu, kalo aku mungkin baru ketinggian berapa gitu udah nggelinding balik kebawah πŸ™„

    1. huahaha, ya kuliah sambil jalan-jalan lah #lho ? hahaha πŸ˜›

      Ya habis gimana lagi, kalo belum sampe atas turun lagi nanggung dong ya. Mana masuknya kan bayar tuh 2 euro *gak mau rugi, muahahaha πŸ˜† *, jadi ya udah dinaiki aja. Ya itung2 lumayan lah buat olahraga, haha πŸ˜›

  2. hihhihi mantap naik tangga setinggi gitu. sekalian olahraga trus bisa wisata. uww pengen banget gw ke eropa brooo. entar kalo seandai nya gw ke belanda. ajak jalan jalan ya

    1. Iya nih. Dulu pas kuliah S1 di Bandung aku juga pernah mesti kuliah di lantai 6. Naik tangga udah ngos2an, makanya mending naik lift :P. Lah ini malah 20an lantai lebih, hahaha πŸ˜† . Tapi lumayan lah buat olahraga :P.

  3. kalo mo olahraga kesana aja Ko, kan lumayan tuh naik tangganya.. hehe.. tapi hebat yaa udah lama gk ketemu sahabat, ketemu2 lagi malah di tempat yang gk di sangka2.. Tuhan memang punya banyak kejutan manis untuk hambaNya..

    1. ya pegel sih, tapi gimana lagi. Masa uda naik setengah trus turun lagi? huahahaha πŸ˜† Tapi lumayan sih, soalnya sampe atas gitu pemandangannya juga bagus koq, jadi ya impas lah *lagian lumayan kan itung2 olahraga, hahaha :P*

      Iya, memang seru dan rasanya “aneh” atau “lucu” gitu kan, hehe πŸ™‚

    1. Yang lama dibangun abad ke-14 kalo nggak salah, haha. Jadi ya relatif baru dibanding yang lama, hahaha πŸ˜†

      Iya, susah tuh naiknya. Mana hurufnya gede dan ternyata di atasnya licin gitu, haha πŸ˜› Tapi orang-orang yang disana pada foto-foto gitu semua sih πŸ˜›

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s