Posted in EuroTrip, Ten Day Trip, Travelling, Vacation

#957 – Austria Summer Trip (Part III)

Cerita sebelumnya: Zilko dan temannya pergi ke Austria dalam rangka liburan musim panas. Setelah berkeliling Innsbruck selama dua hari, kini mereka berada di Salzburg.

===

Hari 4 (Sabtu, 20 Agustus 2011)

Setelah bangun pagi (pagi dalam arti sebenarnya: jam 7 pagi, huahaha) dan siap-siap, kami berangkat dari hostel untuk mencari sarapan (harga hostelnya nggak termasuk sarapan nih). Dan ternyata ya saudara-saudara: kayaknya orang Salzburg itu pemalas-pemalas deh. Masa jam 8 pagi gitu suasana kotanya masih sepi sih? huahaha😆 *apa kami aja yang kerajinan ya? hahaha*. Akhirnya nemu satu cafe yang sudah buka dan sarapanlah kami disana. Btw, sarapannya ya sarapan ala Barat ya: roti-roti gitu. Tapi aku pesan satu salad sih, dan saladnya juga salad dingin, haha.

Setelah sarapan, berangkatlah kami ke tujuan pertama hari itu: Schloss Hellbrunn. Istana ini menarik bagi kami konon karena Paviliun “Sixteen Going on Seventeen” yang terkenal yang dipakai di Sound of Music itu ada disana. Di samping itu, istananya sendiri memang menarik sih, haha. Nah, lokasi istana ini berada agak di luar kota Salzburg. Kami naik bus kesana dan waktu yang dibutuhkan adalah sekitar 20 menit deh sekali jalan. Anyway, singkat cerita, tibalah kami disana. Teteup dong, dengan Salzburg Card yang kami miliki itu, masuknya gratis, huahahaha.

Waktu itu, ada guided tour yang akan dimulai beberapa menit setelah kami masuk area kastilnya. Berhubung gratis, ikutlah kami di guided tour itu masuk ke area “jeux d’eau” alias “watergames” dari istana ini (dan kayaknya semua yang masuk area ini ya ikutan guided tour ini deh. Soalnya kalau dipikir-pikir, nggak asik sih kalau masuk sana nggak ikut guided tour ini. Kenapa? Ya, teruskan bacanya ya! :D).

Pintu masuk Waterpark di Schloss Hellbrunn

Ternyata, watergames ini bukan area yang diisi permainan air gitu, tapi adalah area istana yang isinya adalah: JEBAKAN-JEBAKAN air! Jadi ceritanya, dulu keluarga kerajaan yang tinggal di istana itu membuat jebakan-jebakan itu untuk ngerjain tamu undangan (buset deh iseng amat ya keluarga kerajaannya😯 ). Ada satu meja makan terbuat dari batu yang (tentunya) dikelilingi kursi-kursi dari batu juga. Nah, dari kursi-kursi ini, kalau mekanisme jebakan dinyalakan, bakal tersemprot air keluar yang membuat yang duduk di kursi itu basah. Di sekeliling meja itu juga akan tersemprot air keluar. Hanya ada satu kursi yang nggak ada jebakannya: kursi buat yang punya istana itu (ya iya lah ya😆 ). Selain itu, di sepanjang area ini, banyak juga jebakan-jebakan lain. Di area yang nampak “aman-aman saja” juga ada jebakannya loh. Pengunjung (termasuk saya) yang sedang berjalan dengan riangnya tiba-tiba aja disemprot air dari patung kepala rusa! Mana nyangka kepala rusanya bisa nyemprot air? hahaha😆 . Banyak pengunjung yang basah karenanya (terutama anak kecil, mereka masih lugu sih, jadi nggak bisa menerka kira-kira dimana jebakan selanjutnya berada. Kalo orang dewasa kan udah bisa menerka-nerka gitu kan ya, muahaha👿 ).

Jebakan nomer 1: meja makan
Jebakan nomer sekian: patung kepala rusa
Jebakan nomer sekian: terowongan air mancur

Nah, jebakan-jebakan ini dibuatnya sekitar EMPAT RATUS TAHUN yang lalu😯 . Yup, Anda nggak salah baca: 400 tahun loh! Hebat ya orang-orang sini, hal-hal seperti ini beneran dirawat sampe umur 400 tahun juga mekanismenya masih berjalan dengan baik. Oleh karenanya, mekanismenya juga masih mekanisme manual gitu. *iya lah ya, 400 tahun lalu kan sensor otomatis masih belum ditemukan, hahaha :lol:*. Artinya, kalau nggak ikutan guided tour yang ada guide-nya, ya mekanisme jebakannya nggak akan nyala. Kan nggak seru lah ya kalau masuk sana dan atraksinya nggak dijalankan, hahaha. Makanya kalau kesana mendingan ikutan guided tour-nya. Toh ini gratis juga, haha.

Paviliun "16 Going on 17" yang dipakai di Sound of Music

Setelah dari waterpark itu kami jalan-jalan mengelilingin Schloss Hellbrunn. Ada taman yang besar banget yang cukup indah, sampai-sampai ada dua pasangan yang lagi foto-foto prewed disana. Btw, ternyata prewed itu nggak cuma ngetren di Indonesia aja ya, hahaha. Dan akhirnya kami menemukan juga Paviliun “Sixteen Going on Seventeen” itu. Dan saudara-saudara, kalau nyari paviliun ini, jangan expect yang tinggi-tinggi ya. Paviliunnya sebenarnya cuma paviliun biasa aja gitu. Di dalamnya juga nggak ada apa-apa, cuma bangku-bangku doang. Cuma memang sih penampilannya dari luar ya memang terkenal karena film Sound of Music itu, haha. Setelah foto-foto disana, kami memasuki gedung istananya yang sekarang dijadikan museum. Istananya bagus juga tuh. Kami bisa meminjam audio guide dengan gratis, jadi ya lumayan lah bisa ngerti apa isi istananya dan sejarahnya.

Di dalam istana Hellbrunn

Kemudian, kami berkeliling taman di sekitar istana itu. Karena nggak ada apa-apa lagi yang menarik, kami memutuskan untuk meninggalkan tempat ini. Tujuan kami selanjutnya adalah Untersberg. Seperti di Innsbruck, Untersberg ini ya adalah gunung-gunung gitu dan naiknya pakai kereta gantung juga (ogah aja kalau mesti manjat sendiri). Karena gratis kalau pakai Salzburg Card, pergilah kami kesana, huahaha😆 . Nah, beginilah pemandangan dari kereta gantung ketika kereta gantung akan berangkat dari stasiun di bawah:

Pemandangan dari kereta gantung ketika baru akan naik

Lalu, di jalan terlihat pemandangan seperti ini:

Pemandangan dari kereta gantung di tengah jalan. Terlihat ada dua menara kereta gantung.

Pada bisa lihat menara kereta gantungnya kan? Ada dua menara tuh. Dan aku kira setelah menara kedua kami sudah sampai di stasiun atas. Ternyata, itu SALAH. Setelah menara kedua, masih butuh beberapa menit untuk sampai stasiun di atas. Dan waktu itu, pemandangannya setelah menara kedua itu berubah menjadi kayak gini:

Pemandangan dari kereta gantung setelah menara kedua: kabut/awannya tebal! Keren!!

Woooow! Keren kan! Suasananya mistis-mistis gimanaa gitu. Bener deh kayak di film-film thriller. Kereta gantungnya melewati kabut (atau awan ya?) yang tebal banget sampai-sampai jarak pandangnya cuma paling 5 meter-an. Makanya kadang agak kaget juga soalnya tiba-tiba dari kabut keluar batu karang besar bagian dari gunung itu jadi seakan-akan kereta gantungnya akan nabrak batu itu *untungnya engga, haha*.

Di atas, pemandangannya bagus juga. Cuma ya mirip-mirip lah sama pemandangan yang di Innsbruck. Dan menurutku yang di Innsbruck masih lebih bagus sih, soalnya gunung-gunungnya terlihat lebih banyak. Btw, pemandangan di atas sana terlihat seperti ini:

Pemandangan di Untersberg
Pemandangan di Untersberg
Salah satu puncak di Untersberg
Pemandangan di Untersberg

Btw, di atas ada restoran yang harganya nggak mahal loh. Kami cukup kaget soalnya di tempat-tempat seperti itu biasanya harga makanan kan mahal banget ya. Ini enggak loh, harganya standar banget. Aku pesan schnitzel untuk makan siang, hehe.

Agak sorean dikit, kami turun ke bawah dan kembali ke kota Salzburg. Di kota, bingunglah kami akan tujuan selanjutnya karena tujuan utama sudah terkunjungi semua. Ya sudah akhirnya kami pergi ke Mönchsberg soalnya disana ada bukit dan disebutkan ada lift. Kami kira lift-nya itu lift apaan gitu yang spesial, ternyata cuma lift biasa doank, zzz. Disana ada museum seni modern. Dan karena dengan Salzburg Card masuknya gratis, ya sudah kami masuk saja. Ternyata seni modern itu lebih menarik dari bayanganku lho. Btw, kami nggak boleh foto-foto di dalamnya makanya nggak ada fotonya nih, hehe.

Pemandangan kota Salzburg dari Mönchsberg

Pada tahu Harry Potter kan ya? Pasti tahu dong kalau di dunia sihirnya Harry Potter itu kalau kita ambil foto, di fotonya itu obyek yang difoto juga bisa bergerak-gerak gitu? Nah, di salah satu pameran di dalam museum itu: ada pameran yang seperti itu! Jadi ada beberapa foto atau gambar gitu yang orangnya atau obyeknya bisa bergerak-gerak gitu, haha. Keren ya! Ternyata foto kayak gitu nggak cuma ada di dunia sihir aja, hehe. Triknya sederhana sih, mereka cuma pakai layar TV aja untuk menayangkan foto itu. Lalu, di pameran lain ada karaoke box. Pertama kirain apaan, ternyata karaoke box beneran tapi lagu-lagunya itu lagu dari Korea. Bingung deh aku maksudnya apa🙄. Kadang seni memang sulit dimengerti, hahaha😆 . Dan karena agama Katolik itu pengaruhnya di Eropa lumayan kuat, ada pameran yang mana ada banyak lukisan-lukisan yang berdasarkan cerita di kitab suci. Lukisan-lukisan itu sih bercerita andaikata Yesus itu hidup di zaman sekarang. Yesusnya digambarkan masih memakai pakaian ala zaman waktu ia masih hidup dulu; tapi lainnya ya persis kayak sekarang ini. Jadi lucu juga. Ada parodinya lukisan “The Last Supper“, lalu tentang cerita “Lima Roti dan Dua Ikan”, dan cerita ketika Yesus mengampuni dosa seorang pelacur. Sangat menarik deh pokoknya!🙂 Lalu, ada juga satu ruang pameran yang merupakan rekonstruksi apartemen tempat kejadian terorisme di Jerman dimana banyak orang dibunuh oleh terorisnya disana. Ada bekas darahnya termasuk sampai bau darahnya juga. Huek, serem pokoknya ngeliatnya! Kayak beneran!!😯 Dan lain sebagainya.

Setelah sekitar satu jam disana. Kami lalu berkeliling nggak jelas keliling Salzburg. Kami nyaris pergi ke Leopoldskron, salah satu tempat syutingnya Sound of Music juga, tapi nggak jadi, haha. Akhirnya kami mampir di salah satu cafe di Altstadt untuk makan makanan lokalnya sana yang terkenal: Salzburg Nockerl. Salzburg Nockerl ini tuh dessert gitu, tapi unik karena rasanya seperti terbuat dari busa, dan di bawahnya ada selai berry-nya. Oke deh! Dan satu porsi nockerl ini bukan buat satu orang ya, besaar! haha.

Salzburg Nockerl

Dan begitulah, berakhirlah hari kedua kami di Salzburg.

BERSAMBUNG…

Selanjutnya: perjalanan menuju Vienna dan kota Vienna.

21 thoughts on “#957 – Austria Summer Trip (Part III)

  1. Dari ceritanya lo card itu penting bgt ya di eropa.. dan bisa masuk gratis gitu.. tapi pemandangannya emg keren banget..

    Yg spesial itu box karoke lagu koreanya.. klo aku pasti langsung nyanyi dah.. hehehehe

    1. tergantung sih, soalnya buat dapat card itu kan mesti bayar juga. Jadi sebelum beli mesti dihitung dulu kira-kira worth it ato engga, hehe. Makanya kemarin itu kita manfaatin semaksimal mungkin deh kartunya🙂 Dan memang bagus-bagus koq tempatnya🙂

      Huahaha, tapinya seruangan dicampur banyak orang gitu tuh,😆 .

    1. Yup, memang asyik🙂 Nah, itu dia, kemarin pas ke Austria itu nggak dingin sama sekali. Cenderung panas banget malah, suhunya stabil di sekitar 33-36 tuh selama aku disana. Puanass banget deh pokoknya…

    1. Iya, Salzburg memang ok koq, hehehe🙂 Untersbergnya juga ok, cuma gunung yang di Innsbruck menurutku masih lebih oke🙂

      Btw, salam kenal juga. Trims sudah berkunjung😀

    1. haha, penampilannya biasa aja sih Bu, sama kayak schnitzel yang lain-lain. Jadi ga aku upload disini deh, hiahahaha😆 Tapi schnitzel-nya oke juga tuh🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s