Posted in EuroTrip, My Interest, Ten Day Trip, Travelling, Vacation, Zilko's Life

#954 – 2011 Austria Summer Trip (Part I)

Just like before, due to its length, I will only write this sequence of entries in bahasa Indonesia only. Sorry for the inconvenience🙂

===

Hari 1 (Rabu, 17 Agustus 2011)

Aku dan temanku berangkat dari Delft sekitar jam 10.15an naik kereta menuju bandara Schiphol. Singkat cerita, berangkatlah kami naik penerbangannya transavia menuju Innsbruck dengan menggunakan Boeing 737-7K2 kode registrasi PH-XRA nomor penerbangan HV 6609.

Ceritanya, semenjak beberapa tahun yang lalu, aku sudah tahu bahwa bandara Innsbruck itu terkenal akan keindahan dan keelokannya. Makanya waktu booking tiket aku mau deh membayar sedikit ekstra untuk memilih kursi yang di jendela yang bisa lihat pemandangan di luar. Dan benar saja, semenjak sekitar sepuluh menit sebelum touch down di landasan pacu bandara Innsbruck, pemandangannya itu kayak gini:

Pemandangan sebelum mendarat di bandara Innsbruck di Austria.
Pemandangan sebelum mendarat di bandara Innsbruck di Austria.
Pemandangan sebelum mendarat di bandara Innsbruck di Austria.
Kota Innsbruck seperti yang terlihat di pesawat sebelum mendarat

Gila kan indahnya? Dan proses mendaratnya seperti ini:


Dan setelah mendarat, pesawatnya berhenti, dan turun dari pesawat; terlihat pemandangan bandara yang kayak gini:

Bandara Innsbruck dan pesawat Boeing 737-7K2 kode registrasi PH-XRA milik transavia.

Beneran deh, bandara Innsbruck itu adalah bandara terindah yang pernah aku kunjungi selama ini! Buaguss banget!!

Lalu, naiklah kami bus umum menuju pusat kota. Karena baru bisa check in setelah jam 5 sore, kami memutuskan untuk menyimpan tas di stasiun dan jalan-jalan keliling kota dulu. Altstadt (Kota Tua) di Innsbruck cukup menarik juga. Kami naik ke atas sebuah menara (lihat-lihat sekeliling kota) dan tentu saja keliling-keliling gitu. Beberapa tempat disana kami masuki (karena gratis, eh tapi menaranya itu bayar ding) dan lewati. Suasananya lumayan dah, dan memang rame banget.

Pemandangan di salah satu square di Innsbruck
Pemandangan dari atas sebuah menara di Innsbruck

Sekitar jam 6, kami kembali ke stasiun untuk mengambil tas untuk kemudian check in di hotel. Setelah check in, kami kembali lagi ke Altstadt buat makan malam. Kami memilih satu restoran yang nampaknya lumayan. Setelah melihat-lihat menunya, aku tertarik untuk makan Tirolean Kedgeree, semacam menu lokalnya sana gitu. Setelah memesan, aku menyadari bahwa waktu itu suasana restorannya lagi seperti ini:

Restorannya sedang rame kayak gini

alias: RAME buanget! Dan nggak cuma bagian ini saja lho. Restorannya punya dua area/ruangan lain yang besarnya kira-kira segitu juga, dan itu juga penuh banget! Langsung deh begitu pesan kami menduga bahwa masakannya bakal cukup lama keluarnya, rame gitu. Lalu, tiba-tiba, semenit kemudian, datanglah Tirolean Kedgeree yang kami pesan!!😯 Uwaa, cuepet banget gitu keluarnya!!😯

Tirolean Kedgeree

Btw, menu ini terbuat dari kentang dan daging, plus telur ceplok dan salad. Rasanya lumayan juga.

Setelah makan, kami pulang ke hotel dan istirahat malam.

Hari 2 (Kamis, 18 Agustus 2011)

Sehari sebelumnya, kami memutuskan untuk membeli Innsbruck Card. Sebuah kartu seharga 29 euro yang mana dengan kartu itu kita bisa masuk ke semua atraksi di Innsbruck (masing-masing sekali saja tentunya ya) termasuk alat transportasinya dengan gratis selama 24 jam semenjak kartu pertama kali digunakan (ada varian lain sih yang 48/72 jam kalau tidak salah, harga juga menyesuaikan tentunya ya🙂 ). Kami sudah menghitung dulu sih *tentu saja😎 * dan bagi kami worth it juga koq membeli kartu ini.

Maka dari itu, tujuan utama kami hari itu adalah tempat yang bagus, dan kalau bisa yang jauh plus mahal *nggak mau rugi banget :P*. Tujuan pertama kami adalah Swarovski Kristallwelten, museumnya Swarovski yang terletak di Welten, sekitar 30 menit dari Innsbruck. Kami naik shuttle bus yang berangkat dari stasiun kereta Innsbruck jam 9 pagi. Tiga puluh menit kemudian, tibalah kami di Swarovski Kristallwelten itu. Dan saudara-saudara, pemandangan disana itu bagus banget loh!! Tamannya sendiri juga bagus banget! Kalau ngomongin museumnya ya bagus juga lah. Di dalamnya ada crystal dome dan banyak barang-barang yang dibuat dari kristal. Cuma kalau aku pribadi sih lebih suka pemandangan alamnya yang ada di luar museumnya itu yah🙂.

Taman di Swarovski Kristallwelten di Welten, Innsbruck.
Icon-nya Swarovski Kristallwelten

Jam 11.30 siang, kami naik shuttle bus untuk kembali ke pusat kota. Di kota, kami ganti bus dan pergi ke sebuah kastil yang namanya Schloss Ambrass. Aku nggak berharap terlalu banyak sih dari kastil ini, soalnya baca-baca dalamnya sudah disulap jadi museum. Dan menurut beberapa review yang temanku baca, museum-museum di Innsbruck umumnya bisa koq di-skip, kecuali yang Swarovski itu. Tapi ya berhubung sudah sampai sana dan kami ada Innsbruck Card, ya sudah deh kami kunjungi saja. Toh bangunan kastilnya kan menarik buat foto-foto, hahaha🙂 . Dan memang, Schloss Ambrass ya menurutku gitu-gitu aja sih.

Kastil Ambrass di Innsbruck

Setelah dari Schloss Ambrass, tujuan kami adalah area Nordkette dimana kita naik ke puncak salah satu gunung di pegunungan Alpen di sekitar Innsbruck. Nah, naiknya ini bisa dilalui dengan dua pilihan: hiking alias jalan kaki atau naik kereta gantung. Tentu saja dong kami naik kereta gantungnya, ogah aja suru jalan kaki ke puncak gunung yang tingginya sampai 2256 meter dpl dari kota Innsbruck yang tingginya 574 meter dpl. Lagian kereta gantungnya ini juga gratis koq soalnya kami punya Innsbruck Card itu (ni kartu ternyata sakti juga ya, hahaha. Beli tiket kereta gantung ngeteng-nya aja sudah 21,60 euro sendiri loh buat orang muda (kayak aku :D) setelah diskon).

Kereta gantung naik ke Seegrube
Pemandangan ketika sedang naik kereta gantung ke puncak gunung.

Untuk ke puncak Hafelekar, kami mesti naik tiga alat transportasi: naik funicular ke Hungerburg; lalu naik kereta gantung pertama yang lumayan panjang ke Seegrube; lalu naik kereta gantung kedua ke Hafelekar. Dan naiklah kami di semua alat transportasi itu. Kereta gantungnya lumayan besar koq, satu kereta muat sekitar 30-40an orang. Di atas: pemandangannya keren banget! Puncak-puncak pegunungan Alpen yang di sekitar Innsbruck terlihat dari situ! Dan di atas itu dingin loh, padahal di kota Innsbruck-nya kan lumayan panas. Btw, tau nggak, di puncak gunung gitu ya, ternyata ada sinyal wifi loh, huahaha😆 .

Puncak Alpen!
Pegunungan Alpen
Pegunungan Alpen

Setelah sekitar satu jam di atas, kami memutuskan untuk turun. Kami memutuskan untuk mampir sebentar di Alpenzoo, soalnya dalam perjalanan ke atas itu kami melewati kebun binatang ini. Dan katanya kebun binatang ini unik karena binatang-binatang yang ada di dalamnya itu binatang khas pegunungan Alpen. Dan berhubung masuknya gratis dengan Innsbruck Card, mampirlah kami disana.

Dan ternyata, Alpenzoo itu adalah contoh kebun binatang yang sangat berperi-kehewanan tapi nggak berperi-kemanusiaan loh. Mengapa? Coba lihat salah satu contoh kandang yang ada disana seperti yang aku foto ini:

Mana binatangnya????

Coba deh: mana ini binatangnya!?!?!?!? Mana??😡 . Dan setelah diamati dengan teliti, ternyata binatangnya ada tuh di salah satu batu di situ, dan binatangnya kecil. Temanku langsung berkomentar kalau ngelihat binatang di kandangnya malah jadi berasa kaya permainan “mencari” gitu, haha. Makanya deh aku bilang kebun binatang ini sangat berperi-kehewanan, karena tempat tinggal hewannya dibuat sedemikian mirip dengan habitat aslinya, termasuk ukurannya yang generous banget; tapi nggak berperi-kemanusiaan soalnya kan orang-orang yang sudah masuk jadi susah ngeliat binatangnya🙄 ! hahaha😆 . Untung masuknya gratis, kalo gak bisa ngomel-ngomel deh aku, hahaha.

Tujuan kami selanjutnya adalah Bergisel, sebuah menara yang dijadikan tempat untuk kompetisi ski di musim dingin. Sayang, kami telat datangnya sehingga pas kami disana, tempatnya sudah tutup. Agak menyebalkan sih, soalnya untuk kesana kan kami harus jalan lumayan jauh mendaki bukit gitu (sebenarnya nggak perlu sih, ini gara-gara kami salah halte buat turun aja, hahaha😛. Habis nama haltenya juga menjebak sih, namanya “Bergisel” padahal masih jauh dari Bergisel dan halte berikutnya itu lebih dekat kesana😡 ). Tapi setidaknya bisa ambil satu fotonya sih, hahaha.

Bergisel

Setelah itu, kami kembali ke Altstadt untuk makan malam. Setelah makan malam, kami berkeliling sebentar buat mencari souvenir. Kemudian, kami balik ke hotel, dan berakhirlah hari kedua kami di Innsbruck.

BERSAMBUNG…

Selanjutnya: Kami beranjak dari Innsbruck menuju Salzburg.

22 thoughts on “#954 – 2011 Austria Summer Trip (Part I)

  1. Yang saya baru tau adalah, ternyata ada juga bandara yang memperhatikan keindahan alam😀 Jadi tidak hanya sekedar bandara pada umumnya, tapi juga tempat untuk memanjakan para penumpang😀

    1. hmmm, justru menurutku sih karena faktor geografisnya sudah seperti itu, jadi “mau bagaimana lagi”. Memang lokasi kotanya yang sudah berada di tempat eksotis gitu, otomatis bandara yang dibangun disana jadi “ikut eksotis”🙂 Kalau niat memanjakan penumpang biasanya yang di-jor-jor-in kan fisik bandaranya tuh, seperti terminalnya, dsb. Sementara faktor alam kan tidak bisa diapa-apakan😉

  2. Austria bener bener cantik ya negaranya.. dibagian manapun selalu nampak panorama alamnya yg keren banget deh.. terutama pegunungan alpennya itu..

    1. Yup, Austria memang indah banget, banyak banget panorama pegunungannya (tapi ini hanya di Austria barat aja sih, makin ke timur makin sedikit, hehe). Dan oke-nya lagi, negaranya gak terlalu mahal. Swiss juga banyak pegunungannya, tapi kan muahal, hahahaha:P

    1. yup, pemandangannya bagus-bagus. Dan nggak cuma alam saja. Kadang tempat lain nggak ada pemandangan alam yang bagus, tapi suasana kota/tempatnya juga sudah oke dan “Eropa” banget🙂

    1. Wah, saya juga ingin ke Lombok nih. Dua kesempatan terakhir ke Bali sempat berpikir untuk nyempetin ke Lombok, tapi waktunya kurang atau kurang pas, hehehe🙂 Btw, salam kenal juga, trims sudah mampir🙂

    1. Sama, pengen ke Alpen pas bersalju nih!! hehehe😀 Summer gini nggak ada saljunya🙂

      Cerita apa? Dongeng kah?🙂 Atau jangan2 Sound of Music? hahaha

  3. Makanya waktu booking tiket aku mau deh membayar sedikit ekstra untuk memilih kursi yang di jendela yang bisa lihat pemandangan di luar.

    >> zilko kamuh pintar!! and an amazing view INDEED! God…

    Btw, menu ini terbuat dari kentang dan daging, plus telur ceplok dan salad. Rasanya lumayan juga.

    >> goodness!! ini pasti enak banget (TT__________TT) membaca kata ‘kentang’ nya aja aku udah ngecessss…

    satu kereta muat sekitar 30-40an orang.

    >> gilak, itu apa gak serem ya? I mean, kereta seberat itu ebrgantung pada seutas, err kawat baja? suamiku pasti gak berani deh kalo diajakin naik keret gantung kyk gt, hahaha…

    1. haha, iya Bu. Dan sebelum bayar ekstra buat kursi itu aku juga sudah survey informasi detail tentang landasan pacu bandara Innsbruck (jadi bisa diduga arah terbangnya gimana) buat menentukan enaknya duduk di jendela kiri/kanan, wkakakakakaka…😆 Niat banget yah😀 Tapi pemandangannya emang bagus banget kan!😀

      Rasanya oke koq. Kalau banyak2 jadi agak eneg sih tapinya, hehe😀

      Iya, waktu berangkat juga aku mikir: “Ini banyak amat sih orang yg naik, mudah-mudahan nggak keberatan deh.” hahaha😆 Tapi aman-aman saja koq Bu. Soalnya di sistem kereta gantung itu cuma ada dua kereta aja, nggak banyak. Makanya nggak papa kali ya keretanya dibuat gede sekalian, hehehe😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s