Posted in EuroTrip, My Interest, One Week Trip, Travelling, Vacation, Zilko's Life

#945 – 2011 Germany-Switzerland Summer Trip (Part V)

Cerita sebelumnya : Zilko dan teman-temannya bepergian ke Jerman dan Swiss dalam rangka liburan musim panas. Kini mereka sudah menghabiskan waktu sehari di Swiss, tepatnya di ibukotanya, Zürich.

===

Hari 7 (Senin, 25 Juli 2011)

Ketika aku bertukar pesan di Facebook dengan seorang teman yang pernah tinggal di Zürich dan memberi-tahunya tempat-tempat yang kami kunjungi di hari Minggu, ia berkata bahwa sebenarnya kami sudah mengunjungi (hampir) semua tempat yang menarik di Zürich. Uwaaaa, gimana dong? Kan kami masih memiliki waktu satu setengah hari nih di Zürich. Ya sudah, akhirnya kami memutuskan untuk memanfatkan tiket Zona 10 itu semaksimal mungkin. Kami akan keliling-keliling nggak jelas aja di Zürich hari ini, haha.

Nggak mau rugi, kami menaiki semua alat transportasi umum yang mungkin di Zürich, terutama yang unik, seperti funicular misalnya. Sebenarnya aku sudah pernah naik funicular sih waktu travelling ke Lisbon tahun lalu, tapi tetep aja dong kan nggak mau rugi makanya di Zürich naik lagi, huahaha😆. Btw, salah satu funicular itu membawa kami ke Grand Dolder. Awalnya kami nggak tahu ya Grand Dolder ini apaan. Di peta sih penampakannya kaya kastil gitu, makanya sepertinya menarik kan. Dan ternyata saudara-saudara, seperti yang bisa dilihat di link itu, Grand Dolder adalah sebuah hotel superior berbintang lima. Dan layaknya hotel bintang lima pada umumnya, hotel ini bagus dan mewah sekali🙂. Tujuan kami selanjutnya adalah Stasiun Sentral karena tiket Zona 10 kami sudah hampir habis masa berlakunya (kan hanya 24 jam). Kami akan membeli 1 tiket lagi yang baru untuk 24 jam selanjutnya. Untuk pergi kesana, kami menaiki funicular lain. Funicular yang ini lebih klasik karena dibuat di abad ke-19, namanya Polybahn.

Hotel Grand Dolder di Zürich
Funicular dari abad ke-19 di Zürich

Alat transportasi lain yang kami naiki adalah kapal ferry yang berlayar mengelilingi Zürichsee. Di kapal ini kami harus berhati-hati karena rute kapal ini mencakup beberapa zone (bukan Zone 10 saja). Karena kami naik di dermaga Bellevue, kami harus turun di pemberhentian selanjutnya (Zürichhorn Casino) yang lokasinya tepat di perbatasan Zona 10 dan zona sebelahnya. Di dekat dermaga Zürichhorn Casino itu ada sebuah: Chinese Garden loh, haha. Kami nggak masuk area tamannya sih, dan memilih untuk : tidur-tiduran di lapangan rumput yang ada di depannya, huahahaha😆. Eh, itu rumputnya enak banget loh ditiduri. Nyaman dan lembut banget! Aku tidak merasa seperti sedang tiduran di atas tanah tapi seperti sedang tiduran di atas karpet! Beneran deh!

Kapal ferry di Zürichsee
Rumput di lapangan di depan Chinese Garden di Zürich yang enak banget ditiduri

Setelah itu, kami lalu naik tram asal saja dan tiba-tiba sampai di kampus ETH di atas bukit, haha. Setelah berputar-putar sebentar, kami lalu turun ke pusat kota dan makan malam disana. Lalu, kami balik ke hostel. Karena masih ada banyak waktu, kami terus main kartu deh sampai malam, huahaha.

Hari 8 (Selasa, 26 Juli 2011)

Hari ini diawali dengan dua kondisi buruk buatku:

(1) Pertama-tama, aku mengira kacamataku hilang! Setelah bingung mencari-carinya dan nggak ketemu, eh ternyata kacamatanya ada di dalam tasku! wkakakaka😆
(2) Aku merasa sangat nggak fit dari pagi! Duh, sepertinya perasaan kurang fit yang aku rasakan semenjak di Bingen makin berulah nih! Ditambah dengan kebingunganku akan “hilang”-nya kacamata seperti di poin 1 di atas, makin buruk deh keadaanku. Sudah nggak fit, eh harus pusing (dan sedikit panik) kehilangan sesuatu. Benar-benar kombinasi yang “bagus” *sarkastik mode on*.

Berhubung kondisiku sedang nggak fit dan bisa dibilang kami sudah mengunjungi seluruh penjuru Zürich, kami tetap tinggal saja di hostel (sambil main kartu buat membuang waktu) sampai jam 11 walau sudah check out dari jam 10 kurang. Koq kami nggak langsung ke stasiun kereta aja buat pergi ke Basel? Well, ya karena untuk perjalanan ke Basel ini kami sudah membeli tiketnya duluan sejak di Belanda karena ada penawaran harga yang murah banget, didiskon sampai 60% loh. Jadi, jadwal kereta kami ke Basel sudah fixed, yaitu jam 12 siang. Kalau kami ke stasiun duluan ya kami juga harus menunggu disana sampai jam 12. Makanya, kan lebih enak nunggunya di lobby hostel kan ya yang ada sofa dan koneksi wifi gratisannya? hehehe🙂

Singkat cerita, kami pergi ke stasiun jam 11an dan naik kereta jam 12. Jam 12.50an, tibalah kami di Basel. Seperti biasa, tujuan pertama kami adalah hostel. Hostel yang ini ok banget karena memberikan petunjuk cara untuk mencapai hostel dengan detail dan jelas. Hostelnya terletak sekitar 1 km dari stasiun. Nah, setelah berjalan kaki sekitar 500 meter, aku baru ingat bahwa sebenarnya dengan booking confirmation dari hostel itu kami bisa naik alat transportasi umum dari stasiun/bandara ke hostel dengan gratis! Arrrggghhhh!!! Damn you flu! Andai aku nggak sakit, pasti deh aku sudah ingat informasi ini dari awal! Jadi kan nggak perlu capek-capek jalan kaki yah, mana cuacanya lagi panas lagi! :oops: *manja dotcom*

Suasana kota Basel

Setelah check in di hostel, kami lalu naik tram menuju pusat kota Basel. Dan di saat itu lah tiba-tiba aku merasa lapar yang luar biasa. Pusing (karena flu) ditambah rasa lapar, well, bukan kombinasi yang mengasyikkan tentunya ya. Jadilah di pusat kota itu sambil jalan-jalan aku juga mencari restoran. Masalahnya: koq restoran-restorannya mahal amat sih!?!? :? Heran deh, padahal ekspektasi kami adalah Basel ini seharusnya lebih murah daripada Zürich kan? Tapi restoran yang kami temui koq malah lebih mahal daripada yang di Zürich ya? Hmm. Fenomena yang sangat aneh. Dan saat itu aku masih lumayan pelit, makanya aku tahan dulu deh rasa lapar itu (dan rasa kurang fit) sambil tetap berjalan-jalan sambil mencari restoran dimana kami bisa berhenti (harganya pas di kantong). Jalan kaki di saat perut lapar dan merasa tidak fit itu sangat tidak mengasyikkan loh. Akhirnya kami menemukan satu restoran di pinggir Sungai Rhein yang harganya masih lumayan oke: nggak murah sih menurutku, tapi nominalnya masih cukup masuk di kantong deh, hehe🙂

Tram di kota Basel
Model kota Basel, sungai Rhein, dan kota Basel

Setelah makan, aku langsung merasa segar loh! hahaha🙂 Rasa kurang fit di badanku langsung berkurang secara signifikan dan aku merasa bertenaga lagi! Ternyata makan di kala kondisi badan kurang fit itu memang sangat diperlukan tubuh ya. Anyway, setelah makan dan duduk-duduk di restoran soalnya hari itu tiba-tiba hujan, jadi kan sekalian nebeng berteduh gitu, haha😀, kami jalan lagi.

Kami melewati sebuah museum yang di depannya diberi tulisan dalam bahasa Jerman, yang anehnya aku ngerti loh maksudnya apa (padahal aku kan nggak bisa bahasa Jerman) : masuk museum antara jam 4 sampai jam 5, biaya masuk gratis! *hahaha, kalo masalah gratisan, biar bahasa asing pun, ngerti aja :D* Kami mengecek jam, dan jam menunjukkan pukul 4.30 sore. Jadi, masuklah kami ke museum itu, kan gratis, huahaha:mrgreen: . Museum ini adalah Museum Sejarah Alam. Keren banget loh isinya: ada fosil-fosil dinosaurusnya (ada fosil kepalanya triceratops, juga fosilnya alosaurus, dan juga fosilnya pterodactyl!). Keren banget deh! Selain itu, ada pula fosil beberapa jenis manusia purba. Manusia-manusia purba yang kita aku pelajari di pelajaran Sejarah sewaktu zaman SMP-SMA, seperti Homo erectus, dll, ternyata beneran ada loh (iyalah, masa pelajarannya bo’ongan? hahaha:mrgreen: ). Ada juga beberapa hal lain seperti kupu-kupu yang diawetkan *nggak tertarik deh saya sama yang beginian*, peta pergerakan lempeng teknonik di Bumi, eksperimen besar koloni semut merah (yang ini ya, ngelihatnya aja tiba-tiba badan jadi merinding sendiri gitu seakan-akan beneran digerayangi semut merahnya! Semut merahnya buanyak bener loh di situ), dll yang normalnya kita lihat di pelajaran IPA. Keren banget deh museum ini! Apalagi gratis! Te O Pe banget!😀 Lalu, tiba-tiba ada pengumuman bahwa jam 5 museumnya tutup. Nah, masuk akal lah semua ini. Pantesan aja kalau masuk setelah jam 4 gratis, lha jam 5nya sudah tutup! hahaha. Dan waktu kami berjalan keluar, kami melihat papan yang berisikan harga tiket masuk normalnya. Dan tahukah berapa harga tiketnya? Empat puluh franc!! Ya! 40 franc!! Alias sekitar 35an euro, alias sekitar empat ratus ribu rupiah seorang! muahahahaha *tawa penuh kemenangan dan sukacita* Bahagia deh kami bisa masuk museum itu dengan gratis!😛

Fosil Triceratops di Basel

Btw, bagaimanakah pendapatku tentang kota Basel? Ya, kotanya menurutku tidak terlalu istimewa sih, mirip sama kota-kota Eropa lainnya. Beda banget deh sama Zürich yang langsung menjadi kota favoritku. Pantas aja kota ini tidak se-ngetren kota-kota lain di Swiss (seperti Luzern misalnya) sebagai daerah wisata.

Anyway, setelah dari museum itu, kami berkeliling kota sedikit. Temanku ingin sekali membeli pisau Swiss Army yang terkenal banget itu. Akhirnya kami nemu satu toko yang menjualnya dengan harga yang ok banget (karena bukan toko souvenir, jadi harganya juga bukan harga untuk turis, haha). Aku juga tertarik sih membeli satu. Tapi iseng aku nanya ke penjualnya apakah pisau ini bisa kita bawa naik ke kabin pesawat (karena di penerbangan kami kembali ke Belanda, kami nggak membeli bagasi). Dan ia langsung bilang: “tidak bisa” dan menyarankan kami untuk tidak membeli, karena risikonya sangat tinggi untuk pisau ini ditahan di pemeriksaan sekuriti di bandara. Penjualnya baik ya, jujur begitu, hehe🙂. Ya sudah deh kami nggak jadi beli. Temanku itu kecewa sekali nggak dapat pisaunya. Tapi ya nggak papa seh, kami ada teman lain yang sering bolak-balik ke Zürich karena pacarnya sedang tinggal disana. Jadi kalau memang ingin pisau itu kan kapan-kapan juga bisa nitip, hehe.

Setelahnya, kami kembali ke hostel. Untuk makan malam, kami membeli beberapa masakan dari supermarket, hehe🙂

Hari 9 (Rabu, 27 Juli 2011)

Di hari ini kami pulang ke Belanda. Setelah check out, kami naik tram menuju stasiun kereta untuk naik bus yang berangkat dari sana menuju bandara. Kami naik easyJet dan kami sudah nge-print boarding pass dari Belanda. Enak juga ya jadi di bandara nggak perlu check in dan bisa langsung jalan ke gate loh.

Sambil menunggu pesawat, aku kan lapar tuh karena belum sarapan dan di dompetku hanya ada uang 6,5 franc. Aku lalu berjalan ke sebuah deli untuk beli makanan. Ada sandwich yang sepertinya ok. Aku mau beli, tapiii, harganya koq 7,5 franc sih! Arrrggghhh, uangku tidak cukup!😛 Males banget kan kalau bayarnya pake card dan akhirnya bayar pake euro. Kan aku maunya ngabisin uang franc-nya aja sekalian di Swiss. Dan uang itu memang harus dihabisin deh. Nggak lucu kan kalau di Belanda pergi ke money changer cuma buat nukerin duit 6,5 franc alias sekitar 5 euro? Bisa-bisa biaya ekstra-nya (biaya pelayanannya) lebih mahal lagi, wkakaka😆 . Ya sudah akhirnya aku beli dua biji croissant yang masing-masing seharga 2,8 franc.

Pesawat Airbus A319-111 kode registrasi HB-JZQ milik easyJet telah siap untuk terbang ke Amsterdam sebagai EZJ 1043

Jam 10.15, kami boarding. Pesawatnya adalah easyJet tipe Airbus A319-111 kode registrasi HB-JZQ nomor penerbangan EZJ 1043. Jam 10.45, kami lepas landas dari landasan pacu 15 bandar udara internasional Basel di Swiss. Satu jam kemudian, kami mendarat di landasan pacu 36 L (polderbaan) di bandar udara internasional Schiphol di Amsterdam. Kami lalu naik kereta kembali ke Delft, dan berakhirlah liburan satu minggu kami di Jerman dan Swiss.🙂

SELESAI.

14 thoughts on “#945 – 2011 Germany-Switzerland Summer Trip (Part V)

  1. Itu foto rumputnya, ijo bener yaaaak? Jadi pengen ngelalap buat temennya makan ayam bakar deh… *lho.*

    Waduh waduh makannya di pinggir sungai Rhein… Pasti indah dan gak bau ya sungainya… Jadi ngebayangin makan dipinggir sungai Ciliwung…. *apeuuu*

    1. hahaha, iya Bu. Ijo bener dan enak banget buat ditidurin, huahaha😆 wahaha, sekalian ngebakar ayamnya di rumputnya itu dong Bu *lho?*

      Iya, tapi makanannya juga mahal nih😦 Padahal cuma spaghetti doang, tapi harganya 23,5 franc! Sungainya oke sih dan memang bersih (apalagi dibandingin Ciliwung), wkwkwkw😆

    1. nggak seluruhnya koq. Jermannya hanya Jerman barat dan barat daya, dan Swissnya cuma dua kota aja, Zurich dan Basel, hehehe🙂 Memang kemarin kami itu travelling fast aja🙂 Mampir di satu kota, berhenti 1-2 jam liat2, trus cabut, hehe

  2. Hwhahaha hebat euy 1.5 hr gak mau dibiarkan gitu aja.

    Itu kok yg klaen gak ingat bahwa bs naek transportasi gratis dari hotel?

    Mayan dah itu museum dpt sejam gratis. Cukuplah buat berphoto LOL

    1. iya dong, soalnya uda dibela-belain nginep di Zurich dua malam kan, mana hostelnya paling mahal disana lagi, haha. Harus dimanfaatkan semaksimal mungkin dong,😆 . Haha, nggak tahu deh, soalnya informasinya itu ada di satu kalimat nyempil di booking confirmation-nya. Nah, aku kebetulan baca jadi tahu🙂

      Iya, lumayan banget. Cukup lah kalo cuma buat keliling-keliling dan foto-foto asal ga terlalu stay lama di masing-masing pamerannya aja😀 Mana harga normalnya 40 franc kan, ngiritnya buanyak banget deh. Btw, tapi mahal amat ya 40 franc. Padahal harga normal Vatican Museum kalo tanpa diskon itu 15 euro loh.

  3. asik banget ya jalan2 mulu…😀

    gua mau komen kayak ndutyke… itu rumputnya ijo nya ijo banget ya… itu diedit atau emang gitu sih warnanya?

    1. haha, ini kan masih kelanjutannya yang kemaren😛 (dan akhirnya ngetiknya beres juga sekarang, hehe)

      Iya, rumputnya memang ijo nyenengin gitu🙂 Kalo masalah gambar sih ga aku edit, cuma aku resize aja. Cuma waktu ambil fotonya di kamera aku pake mode yang memang bagus buat foto pemandangan, jadi warnanya memang ter-enhance gitu.

  4. serunya jalann-jalan ke eropa…😀
    bentar lagi menyusul nih ke Jerman, mau ngambil les kilat classic di salah satu sekolah musik disana… udah gak sabar…😀
    btw… thanks nih sudah share jalan2nya sampai ke price listnya… lumayan jadi acuan…😀

    1. iya, memang seru!🙂 Di Jermannya dimana? Dengar-dengar di Jerman ok tuh, biaya hidupnya nggak semahal Belanda, hehehe🙂

      Sama-sama. Senang bisa membantu😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s