Posted in EuroTrip, My Interest, One Week Trip, Travelling, Vacation, Zilko's Life

#944 – 2011 Germany-Switzerland Summer Trip (Part IV)

Cerita sebelumnya : Dalam rangka liburan musim panas, Zilko dan teman-temannya pergi ke Jerman. Kini mereka sudah berada di kota Konstanz yang terletak di pinggiran Bodensee (Danau Konstanz) di perbatasan Jerman dan Swiss.

===

Hari 5 (Sabtu, 23 Juli 2011)

Setelah makan pagi di hostel, kami lalu turun ke pusat kota Konstanz. Berhubung bingung mau kemana, ya sudah kami masuk ke sebuah … MALL! wkakakaka😆 Iya, kami masuk ke mall! Mall-nya lumayan juga. Ya jangan dibandingin sama mall-mall di Jakarta yang mewah-mewah itu ya, hanya saja dibandingin mall-nya Delft (yup, gini-gini Delft juga punya mall loh, jelek tapinya, hahaha😆 ) ya jauh lebih bagus. Lalu, karena bete di mall, kami memutuskan untuk keluar saja dan mencari patung-patung “the Grand Arcana” yang katanya berada di pinggir danau di perbatasan Jerman dan Swiss di kota Konstanz, yang informasinya aku dapat di internet. Namanya kan keren yah makanya kami expect sesuatu yang menarik gitu. Namun, jalan di pinggir danau koq kami nggak melihat sesuatu yang penampakannya kaya patung yah. Yang ada cuma susunan rangka yang aneh banget dan gak jelas gitu deh. Dan ketika berjalan itu, hujan mulai turun, dan hujannya deras loh! Mana anginnya lumayan kencang pula! Anyway, tapi kami tetap berjalan di pinggiran danau itu, hingga kami melihat sebuah papan tanda. Papan tanda ini bertempat tepat di sebelahnya susunan rangka nggak-jelas-apaan itu. Pertama kirain ini papan yang berisi informasi tentang susunan rangka itu kan. Tapi ternyata, tahu nggak papan itu isinya apa? Ternyata itu adalah papan yang menandakan lokasi itu adalah perbatasan Jerman dan Swiss!! Yang mana ini berarti the Grand Arcana itu ya susunan rangka nggak jelas itu!! Daaaaamn you internet!! Sudah dibela-belain jalan di luar di saat hujan deras eh the Grand Arcana-nya ternyata cuma gitu doank!! hahaha. Bete, lalu kami kembali ke mall itu untuk menunggu hujan reda.

p.s : baca-baca di internet barusan sih katanya susunan rangka itu adalah karya seni seorang seniman bernama Johannes Dörflinger yang terinspirasi dari kartu-kartu Major Arcana di dalam set kartu tarot.

Setelah keliling-keliling di mall dan nebeng internet gratisan di sebuah tokonya Ap*le😆 , kami memutuskan untuk jalan-jalan mengelilingi Bodensee. Tujuan pertama kali adalah Friedrichshafen yang berada di seberang danau. Berhubung tiket naik kapal ferry (catamaran) tujuan Friedrichshafen dari Konstanz itu muahal banget, kami memutuskan untuk naik kereta saja yang rutenya jadi agak berputar sedikit soalnya harus mengelilingi pinggiran danau.

Btw, ngomongin tentang Bodensee. Air danau ini tuh bersih buangettt loh. Bahkan bisa kubilang “terlalu” bersih deh. Bener airnya tuh jerniiiih banget sampe ngeliatnya aja serasa ingin berenang disitu!! hahaha🙂

Sejam kemudian, tibalah kami di Friedrichshafen. Tujuan pertama kami adalah pinggir danau. Ada semacam susunan rangka yang nampak seperti pompa air yang bentuknya gelo banget (foto di bawah). Aku lalu mengunjungi Museum Zeppelin. Teman-temanku sih nggak tertarik jadinya mereka nggak ikutan masuk dan duduk santai-santai di sebuah cafe di luar museum. Museum ini agak overrated yah menurutku (atau mungkin aku saja yang ekspektasinya agak terlalu tinggi :D). Lalu, kami meninggalkan Friedrichshafen dan naik kereta menuju kota lain di tepian Bodensee, Lindau.

Pompa air yang gelo di Friedrichshafen
Suasana kota Friedrichshafen

Aku sih nggak terlalu berharap banyak sama Lindau. Soalnya aku cari di internet dan katanya sih memang Lindau ini tidak terlalu terkenal untuk dikunjungi. Hanya saja temanku kekeuh bahwa kota ini terkenal soalnya kadang acara penyerahan hadiah nobel itu dilakukan disana. Benar saja, keluar dari stasiun Lindau, langsung deh bertemu sama jalan yang namanya “Alfred Nobel Straße” (Jalan Alfred Nobel), haha🙂 Anyway, tapi ternyata, Lindau itu justru kotanya lumayan indah loh. Memang sih nggak worth it buat nginap disana, tapi untuk sekedar two-hour trip sih kayanya oke juga lah ya.

Pelabuhan Lindau di Bodensee

Setelah dua jam di Lindau, kami kembali lagi ke Konstanz untuk makan malam. Agak sulit juga nyari makan malam soalnya sewaktu jam makan malam, restoran disana penuh banget! Akhirnya kami mendapat kursi di sebuah pizzeria. Dan ternyata ada juga weißbier (bir putih) disana. Kata temanku yang pernah tinggal di Jerman sih ini layak untuk dicoba. Ya sudah aku pesan satu, tanpa ingat pesan lain temanku bahwa harus hati-hati kalau pesan bir di Jerman karena porsi standarnya besar banget. Bener aja, begitu keluar, *tadaaaa* birnya setengah liter loh!! Uwaaa!! Berhubung sudah dibeli, ya sudah aku terima saja. Eh, tapi harga birnya murah loh, satu gelas 0,5 L itu harganya cuma 2,9 euro padahal di Belanda rata-rata buat yang ukuran 0,3 L kan sekitar 2 – 2,25 euro tuh. Kemudian, setelah makan malam, kami pulang ke hostel.

Setengah liter Weißbier, lihat tuh besar gelasnya!!

Hari 6 (Minggu, 24 Juli 2011)

Rencana hari ini adalah kami akan meninggalkan negaranya Steffi Graf dan berpindah ke negaranya Martina Hingis😛. Kami akan pergi ke Zürich di hari ini. Di halte bus menuju stasiun, kami bertemu seorang oma-oma yang ternyata datang dari Belanda. Ia cerita ia lagi travelling keliling Jerman dan beberapa hari sebelumnya baru travelling ke tengah hutan (Black Forest). Buset deh ya oma-omanya masih seger bener, wkwkwkw😆. Begitu tahu kami akan pulang ke Belanda naik pesawat dari Basel, dengan bangganya ia cerita bahwa ia dapat tiket kereta murah (39 euro) untuk kembali ke Leiden dari stasiun apa pun di Jerman. Tapi, begitu kami memberi tahu harga tiket pesawat yang kami dapat, kaget dong dia soalnya harga tiket pesawatnya cuma terpaut 6 euro lebih mahal dari harga tiket keretanya itu. Padahal, untuk balik ke Belanda ia harus naik kereta selama 20an jam (soalnya kan itu tiket yang murah) sementara kami naik pesawat cuma butuh waktu 1 jam saja dari Basel, muahahahaha *tawa penuh kemenangan*😆.

Anyway, tibalah kami di stasiun kereta Konstanz, dan singkat cerita tibalah kami di Zürich. Di stasiun, kami bertanya-tanya mengenai tiket harian untuk naik transportasi umum di Zürich. Aku sih sudah survey di internet bahwa ada 1 tiket yang namanya ZVV-9-Uhr Pass yang berlaku buat sehari di seluruh zona di Zürich, tapi aku lupa nyari info harganya. Makanya aku bertanya ke seorang petugas informasi, dan percakapan berikut terjadi:
Aku : “Benarkah ada tiket yang namanya ZVV-9-Uhr Pass?
Petugas Informasi : “Ya, benar.”
Aku : “Dimana ya saya bisa membelinya?
Petugas Informasi : “Oh, di mesin itu juga bisa kok
Aku : “Oke. Btw, berapa ya harganya?
Petugas Informasi : “DUA PULUH EMPAT Franc!
Aku : *shock* “Excuse Me?????”

note : Swiss menggunakan mata uang yang berbeda, yaitu Swiss Franc. Rate-nya sih kurang lebih 1 Swiss Franc setara dengan 0,91 euro (berdasarkan informasi di Yahoo Finance yang diakses beberapa jam yang lalu).

Kaget dong aku, dua puluh empat franc kan artinya sekitar dua puluh-an euro ya?? Yang artinya sekitar dua ratus empat puluh ribu rupiah?? Itu buat tiket SATU hari!?!? Uwaaaaa, aku sudah sering dengar sih kalau Swiss itu negara yang mahal, tapi nggak kukira akan semahal itu!! Sebagai perbandingan yah, tiket satu hari di Lisbon (Portugal) itu cuma sekitar 4 euro. Jadi, semahal-mahalnya Swiss ya aku perkirakan sekitar 10-12 euro lah sehari. Lha ini koq 20an euro? Gilaa!!

Nggak percaya, lalu kami mengubrek mesinnya. Dan memang tiket ZVV-9-Uhr itu harganya 24 franc (lagian ngapain juga ya petugasnya bohong? haha). Tapi kami melihat opsi lain. Ada tiket yang berlaku sehari juga, tapi hanya berlaku di Zona 10 yang merupakan pusat kotanya Zürich, dan ini “hanya” 8,2 franc saja untuk masa berlaku 24 jam. Kami akhirnya memutuskan untuk beli tiket yang ini saja, toh Zona 10 juga sepertinya sudah lumayan luas juga, hahaha🙂

Panorama kota Zürich

Setelah check in di hostel, kami lalu berencana memanfaatkan tiket itu semaksimal mungkin hari itu. Kami langsung pergi ke pusat kotanya Zürich. Dan saudara-saudara, Zürich itu adalah kota yang sangat amat indah sekali loh!!! Kota ini terletak di pegunungan Alpen, jadi ya dikelilingi banyak gunung gitu. Tapi, sekaligus kota ini juga terletak di pinggir danau besar yang namanya Zürichsee!! Jadi jalan-jalan di pinggir danau itu berasa seperti jalan-jalan di pinggir pantai tapi udaranya sejuk khas pegunungan gitu! Btw, sering kan ada pengelompokan apakah seseorang itu beach person atau mountain person. Aku sih suka dua-duanya karena masing-masing punya kelebihan dan kekurangan bagiku. Nah, bagiku, Zürich ini beneran best of both worlds, karena keunggulan pantai maupun gunung ada semua di situ! (walau pantainya juga bukan “pantai beneran” sih).

Kota Zürich dan sungai Limmat
Penduduk setempat bermain catur raksasa di Lindenhof

Old town-nya juga menarik sekali! Jalan kaki menyisiri pinggiran sungai Limmat yang mengalir dari Zürichsee juga sangatlah mengasyikkan. Kami berjalan naik ke Lindenhof, sebuah bukit kecil di old town. Di atas situ ada taman dimana penduduk-penduduk setempat bersantai-santai dan bermain catur raksasa atau bermain permainan lain nggak tahu apaan tapi sepertinya berpotensi membahayakan nyawa orang lain yang lewat soalnya permainan ini melibatkan melemparkan bola besi seberat sekitar 3 kg,😆, dan turis-turis foto-foto di pinggir bukit yang view-nya menghadap kota. Di dekat ETH, kami menemukan satu museum yang biaya masuknya 0 alias gratis. Ada gratisan, masuklah kami kesana, huahaha😆. Ini adalah museum paleontologi, zoologi, dan astro-fisika. Keren banget deh! Ada fosil dan model binatang purba hingga model-model eksplorasi manusia ke luar angkasa (terutama planet Mars)! Keren banget! (mana gratisan lagi, kerennya tambah top deh, huahaha😆 ).

Panorama kota Zürich dari Lindenhof
Panorama kota Zürich dari ETH

Malamnya, kami makan malam di hostel yang menyediakan menu barbekiu. Masakannya lumayan juga loh. Anyway, hari itu aku tahu, bahwa aku suka banget sama Zürich! Dan otomatis kota ini langsung masuk dalam daftar salah satu kota favoritku di dunia ini😛.

BERSAMBUNG…

Di edisi selanjutnya: More Zürich dan Basel.

8 thoughts on “#944 – 2011 Germany-Switzerland Summer Trip (Part IV)

  1. “Daaaaamn you internet!! Sudah dibela-belain jalan di luar di saat hujan deras eh the Grand Arcana-nya ternyata cuma gitu doank!! hahaha. ”
    😆😆 wkwkwkwkwk….

    by the waaaaay! haduh langseung ngehayal bisa jalan2 ke Swiss nihhh, gandengan tangan sama misua, ahuhuhu…. foto2mu aja udah bikin naksirrrr!

    1. Swiss memang kueren buanget Bu. Aku juga pengen balik lagi kesana dan memang ada beberapa destinasi disana yang kemarin belum kukunjungi. Cuma mahalnya itu lho yang nyebelin. Lebih mahal dari kota-kota di negara-negara Eropa lain!!

  2. Bah, ternyata mahal banget yak si swiss.. Katanya di eropa itu termahalnya inggris. Jadi di inggris semahal apa lagi?

    Tapi emang keren deh swiss itu. Aku pingin deh kesana, terutama kedaerah pegunungannya itu, pasti keren dah >.<

    1. Iya, mahal banget. Dari harga makanannya juga sudah terlihat koq, hahaha🙂 Hmm, kalo masalah mahal sih beberapa negara Eropa memang lebih mahal dari negara lain. Denger-denger sih negara Skandinavia juga mahal tuh. Inggris nggak tahu deh, cuma denger-denger dari teman kayanya masih oke koq. Banyak temanku yang udah jalan-jalan kesana, haha.

      Yup, Swiss memang KEREN banget! Bener! Pegunungannya juga buagus banget. Sayang kemarin belum sempat kesana. Makanya di Swiss juga masih ada beberapa tempat menarik yang layak dikunjungi nih, hehehe🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s