Posted in EuroTrip, My Interest, One Week Trip, Travelling, Vacation, Zilko's Life

#942 – 2011 Germany-Switzerland Summer Trip (Part III b)

catatan : kalau belum baca bagian sebelumnya, aku sarankan baca bagian sebelumnya terlebih dahulu supaya alur ceritanya lebih nyambung๐Ÿ™‚

catatan (lagi) : baru sadar kalau rentetan posting cerita liburan ke Jerman-Swiss ini sepertinya sudah panjang banget yah (sudah posting kelima tapi sekarang baru sampai hari keempat, hmm). Mulai posting berikutnya sepertinya pace-nya akan aku percepat deh jadi supaya lebih cepat selesai, hehehe๐Ÿ™‚

Cerita sebelumnya : Zilko dan teman-temannya sedang bepergian ke Jerman dalam rangka liburan musim panas. Mereka telah tiba di kota Stuttgart dan sedang mencari lokasi hostelnya. Tanpa mereka sadari, mereka sedang bergerak menuju destinasi yang salah.

===

Sekitar dua puluh menit kami duduk di subway itu. Kemudian tibalah kami di halte Max-Eyth-See. Walaupun katanya tempat ini masih berada di dalam kota Stuttgart, tetapi rasanya sih sudah seperti berada di pinggiran kotanya gitu. Di sisi kiri jalan terdapat danau kecil dan di sebelah kanan jalan ada perumahan. Kami langsung menduga hostelnya ada di sebelah kanan jalan (ya iyalah ya๐Ÿ˜†, masa hostelnya ada di tengah danau? Memangnya hostel buat putri duyung apa? *apaan sih*๐Ÿ˜† ).

Berhubung nggak ada papan yang menunjukkan nama jalan disana, kami bertanya ke seorang pemuda (halah bahasanya, padahal kayaknya sih dia seumuran sama aku, huahaha๐Ÿ˜† ) tentang alamat hostel itu, yang ada di Max-Eyth-Str. Membaca alamat itu, ialah yang pertama kali menyadari kesalahan yang dibuat oleh si petugas informasi di stasiun itu. Ia berkata bahwa lokasi ini adalah Max-Eyth-See, sementara alamat yang kami cari adalah Max-Eyth-Str, yang mana tidak berlokasi disana!! *duar duar duar duar*ย Langsung deh kami juga menyadari kesalahan itu, perbedaan antara “See” and “Str”.

Ia menduga alamat yang kami cari berada di sebuah kota kecil di pinggiran kota Stuttgart, tetapi ia tidak 100% yakin. Ya sudah, akhirnya kami memutuskan untuk menelepon hostelnya dan kemudian diberikan panduan tentang bagaimana mencapai hostel itu. Dan benar saja, hostelnya bukan berada di kota Stuttgart-nya, tetapi berada di kota kecil Winnenden, di dekat Stuttgart! Dan lokasinya lumayan dekat sebenarnya dengan lokasi pertama (yang juga salah) yang ditunjukkan Google Map. Sepertinya kedekatan itulah alasan mengapa kedua kode pos itu mirip kan (71364 dan 71394).

Heran deh, kenapa sih ya orang sana hobi ngasi nama yang mirip-mirip gitu tapi lokasinya terletak berjauhan? Kan bikin bingung dan menyesatkan orang luar yang nggak tahu, ya nggak? *ya sapa suruh juga lu gak hati-hati dan teliti?? :P*.

Singkat cerita, tibalah kami di Winnenden, yang lokasinya sekitar 30 menit naik kereta S-Bahn dari Stuttgart. Setelah bertanya pada orang lokal, akhirnya kami menemukan hostelnya! Ternyata hostelnya itu bukan hostel loh, tetapi hotel! Pelayanan dan kamarnya juga oke. Dan lagi, harganya juga murah banget lah untuk tingkat servis seperti itu. Pantesan aja lokasinya di luar kota, hahaha๐Ÿ˜† Ibaratnya tuh seperti kalau kita berkujung ke Jogja, tapi hotelnya di Klaten, atau ketika berkunjung ke Bandung tetapi hotelnya di Padalarang, atau ketika berkunjung ke Surabaya tapi hotelnya di Gresik!

Kami tiba di Winnenden sekitar jam 4 sore. Kami duga sudah cukup terlambat bagi kami untuk mengunjungi dua tempat yang ingin kami kunjungi di Stuttgart. Dua tempat itu adalah Museum Mercedes-Benz dan Museum Porsche. Karena museum, kami duga sih paling-paling akan tutup jam 6. Rugi dong kalau kami balik ke Stuttgart saat itu juga dan nggak bisa enjoy di museumnya lama-lama karena mau tutup? Mengunjungi satu dari dua museum itu saja juga sepertinya waktunya sudah kurang. Oleh karenanya kami memutuskan untuk tetap tinggal di Winnenden saja hari itu, tanpa tahu di kota ini ada apaan.

Centrum di Winnenden

Dan ketika jalan-jalan di kota inilah kami tiba-tiba melewati sebuah showroom mobil BMW dan iseng melihat-lihat mobil yang mereka jual. Winnenden adalah kota yang cukup menarik. Setidaknya kota ini memiliki centrum juga, hahaha. Kami kembali ke hotel sekitar jam 6 sore (yup, kotanya memang sekecil itu dan nggak ada apa-apa untuk dilihat atau dikunjungi, hahaha) dan makan malam di sebuah restoran Thailand di hotel. Aku makan kari loh, dan rasanya lumayan juga.๐Ÿ˜›

Lalu, berhubung di hotelnya ada TV, kami nyalakan deh TV-nya. Kami nyari channel yang nayangin film atau acara dari Amerika atau Hollywood gitu, jadi kan pake bahasa Inggris ya. Nemu deh satu channel yang nayangin sebuah film Hollywood. TAPIII, ternyata filmnya itu disunting pake bahasa Jerman loh!!๐Ÿ˜ก Uwaaaa!!! Gimana coba bisa ngerti filmnya?? Ya sudah deh, pasrah deh kami…

Hari 4 (Jumat, 22 Juli 2011)

Kami meninggalkan Winnenden di pagi harinya, sekitar jam 8.30 pagi menuju Stuttgart. Setelah menitipkan barang di locker stasiun (di Stuttgart kami harus bayar lebih mahal, 5 euro untuk satu locker yang besar untuk masa penyimpanan enam jam), kami langsung bergerak menuju Museum Mercedes-Benz.

Museum Mercedes Benz di Stuttgart

Begitu sampai di museumnya, langsung deh kami foto-foto di dua mobil yang dipajang di luar, huahaha…๐Ÿ˜† Baru kemudian kami masuk dan membeli tiketnya (yang didiskon 50% dengan kartu pelajar, jadi 4 euro saja per orang dari yang seharusnya 8 euro, huahaha๐Ÿ˜† God Bless Kartu Pelajar!). Dan saudara-saudara, Museum Mercedes Benz itu keren banget!! Kami dipinjami audio guide gratis (ada banyak pilihan bahasa juga, tapi sayang nggak ada bahasa Indonesia, jadinya aku memilih yang bahasa Inggris deh). Dan tur museum dimulai dari lantai paling atas (lantai 8). Untuk mencapai atas, tentulah kami naik lift *iyalah ya, males banget kalau mesti naik tangga ke lantai 8, hahaha*, dan liftnya itu keren loh, futuristik banget.

Salah satu mobil klasik Mercedes-Benz di museumnya

Ekshibisi dimulai secara kronologis, dari awal berdirinya Mercedes-Benz ini (waktu berdiri namanya bukan Mercedes-Benz, tapi Daimler), termasuk dari inspirasi-inspirasi yang muncul (dari ide untuk membuat suatu alat transportasi yang bisa bergerak sendiri tanpa ditarik hewan) hingga mesin dan produksi pertamanya. Ada juga pameran berkas laporan keuangan perusahaan ini di tahun 1890an, neraca, dll. Semakin berjalan menyusuri museumnya, semakin modern lah yang dipamerkan. Ada juga cerita mengenai munculnya nama “Mercedes” (yang ternyata adalah nama putri dari salah satu buyerย penting (yang akhirnya jadi makelar mobil merk ini) perusahaan ini di awal abad ke-20. Kasihan juga loh, putri ini akhirnya meninggal karena influenza dan belum sempat belajar cara menyetir mobil pada waktu itu).

Di museum itu banyak banget mobil yang dipamerkan *ya iyalah*, termasuk pula mobil-mobil yang dipakai tokoh-tokoh ternama di dunia. Ada mobil yang dipakai oleh Paus Yohanes Paulus II untuk berkeliling *sambil dada-dada (melambaikan tangan) di dalamnya* sampai mobil yang dibeli Putri Diana (itu loh, Queen of Wales yang terkenal banget itu yang meninggal karena kecelakaan mobil gara-gara dikuntit paparazzi di Paris tahun 1997, mamanya Pangeran William dan Harry :D). Btw, mobilnya Putri Diana itu setelah dibeli harus dikembalikan ke pabriknya (dan akhirnya dipamerin ini) karena parlemen Inggris bikin aturan bahwa anggota keluarga kerajaan Inggris hanya boleh pakai barang produksi dalam negeri. Wuih, ketat juga ya aturannya. Ada juga mobil yang dipakai syuting di film keduanya Jurassic Park (The Lost World). Sumpah, keren banget deh!

Mobil ini ceritanya dipakai Paus Yohanes Paulus II
Mobil yang ini banget dulunya dibeli sama Putri Diana, tapi kemudian dikembalikan ke pabriknya karena ada aturan bagi anggota keluarga kerajaan Inggris Raya.

Dan yang paling keren adalah: ada SIMULATOR F1!! Jadi ceritanya kita bisa naik ke dalam mesin simulator itu dengan membayar 4 euro saja (nggak mahal lah ya harga segitu)ย dan kita bakal ngerasain bagaimana sih rasanya balapan F1 itu, dari kursi pembalapnya loh!! Sayang waktu itu harus ngantri panjang dan kami harus naik kereta jam 2.18 tujuan Konstanz plus kami masih ada satu museum lain (Museum Porsche) yang harus kami kunjungi, jadinya aku nggak ada waktu buat mencobanya deh๐Ÿ˜ฆ.

Simulator Formula 1 di Museum Mercedes-Benz, 4 euro saja!

Lalu, kunjungan ke Museum Mercedes-Benz ini berakhir. Kami kemudian pergi ke stasiun dan langsung naik S-Bahn untuk pergi ke Museum Porsche yang lokasinya agak jauhan dari Museum Mercedes-Benz ini. Ternyata, Museum Porsche ini lokasinya tepat di sebelahnya stasiun kereta S-Bahn itu, jadi aksesnya enak banget! Ketika tiba, di depan lagi dipamerin sekitar 10 mobil Porsche baru. Langsung deh kami foto-foto dulu disana sebelum mobilnya pergi, huahahaha๐Ÿ˜† Baru kemudian kami masuk dan membayar tiket seharga 4 euro (dengan kartu pelajar) lagi.

Mobil-mobil Porsche di Museum Porsche

Museum Porsche ini lebih kecil daripada Museum Mercedes-Benz, makanya kami merasa rugi bayar tiketnya soalnya harganya koq sama sih sama Museum Mercedes, kan museumnya lebih kecil๐Ÿ˜†. Yang stand-out dari museum ini bagiku adalah: ada Porsche 356 Aย loh!!! Bagi yang ngikutin manga/anime Detektif Conan, pasti tahu dong kalau Porsche 356 A ini adalah mobil yang dipakai Gin, anggota Organisasi Hitam, yang jahat itu. Dan lagi, Porsche 356 A yang dipamerin itu warnanya hitam!! Persis sama kaya yang dipake si Gin itu!! Langsung deh aku foto-foto disitu, huahaha๐Ÿ˜†.

Foto bareng Porsche 356 A!!!!!!!!

Setelah selesai berkeliling, kami mampir di toko souvenirnya, siapa tahu ada souvenir oke yang bisa dibeli buat kenang-kenangan kan. Ada loh souvenir yang bagus dan oke, dan aku suka, tapi koq harganya 100 euro yah? Mahal amat sih?? Ada sih yang murah (5 euro), tapi koq barangnya jelek, hahaha๐Ÿ˜€ Ya sudah akhirnya aku nggak beli apa-apa๐Ÿ˜†.

Kami lalu pergi kembali ke Stasiun Pusat Stuttgart (Stuttgart Hauptbahnhof) dan naik kereta jam 2.18 siang yang bertujuan Konstanz, kota tujuan kami selanjutnya. dengan satu transit di Singen. Perjalanan keretanya lumayan lama juga, yaitu tiga jam. Dan perjalanan kali ini ribut banget loh, soalnya di gerbong yang kami naiki ada banyak ABG-ABG Jerman yang lagi liburan segrup yang ribut banget di kereta, huh! Untung aku bawa mp3 player-ku jadi bisa deh mengurangi kebisingan yang mereka buat itu, hahaha.

Pemandangan di kereta saat kereta bergerak menuju Konstanz di Jerman selatan.

Singkat cerita, tibalah kami di Konstanz, sebuah kota yang berada di tepian Bodensee (Danau Konstanz) yang berada di perbatasan dua negara: Jerman dan Swiss. Kami lalu check in di youth hostel disana. Kami makan malam di hostel (soalnya sudah agak malas mau jalan keluar buat nyari makan) dan setelahnya kami turun ke kota untuk jalan-jalan sebentar. Kami pergi ke kawasan pelabuhan di pinggir danau itu dan bersantai sejenak. Area ini bagus juga, ada patung seorang dewi yang berputar loh. Jam 9 malam kami harus kembali ke hostel (soalnya hostelnya dikunci jam 10 malam dan waktu itu kami belum minta kunci gemboknya, jadi harus balik awal deh; dan bus terakhir yang mengarah ke hostel berangkatnya jam 9.10).

Pelabuhan di Konstanz. Itu patungnya berputar loh

BERSAMBUNG…

Di edisi selanjutnya: Bodensee dan Zรผrich.

15 thoughts on “#942 – 2011 Germany-Switzerland Summer Trip (Part III b)

  1. Jadi putri diananyanya pake mobil apaan dong? *salah fokus* hehe..

    Itu pemandangannya keren banget yak. Emang sejenis kota kecil pedesaan gt kah?

    1. huahaha, nggak tahu deh, kayanya sih dapet “pengganti”nya yang buatan lokal Inggris kali yah๐Ÿ˜€

      Iya, pemandangan di keretanya keren banget deh. Setelah foto itu sebenernya kami melewati Black Forest dan pemandangannya kueren banget! Mana lagi berkabut lagi, jadi agak2 mistis gitu deh, haha๐Ÿ™‚ Sayang gak sempat foto, hehe.

      Yup, yang di foto itu desa kecil kayanya, hehe๐Ÿ™‚

  2. Wah sudah pantes tuh Ko jd pemilik Porsche 356A๐Ÿ˜€

    Aku gak begitu ngerti eh yg keluarga kerajaan Inggris hrs makai mobil dalam negeri, tp kok bisa makai Mercedes yg buatan German?

    1. huahaha, mudah2an nanti beneran punya, amiiin๐Ÿ˜›

      Jadi ceritanya Putri Diana itu beli mobil ini. Trus setelah beli dan mobilnya sampai di tempatnya, kayanya trus ada teguran mengenai larangan itu. Trus beberapa bulan kemudian mobilnya dibalikin deh, haha๐Ÿ™‚ Begitu menurut cerita di audio guide-nya๐Ÿ˜›

  3. itu hostel apa kos-kosan ceweksih, jam malamnya kok very early ya?๐Ÿ˜†

    “Dan perjalanan kali ini ribut banget loh, soalnya di gerbong yang kami naiki ada banyak ABG-ABG Jerman yang lagi liburan segrup yang ribut banget di kereta, huh!”

    oalah, nang Jerman yo ada alay juga ya ternyata…..hmm… hahaha…

    1. iya, hostel yang aneh. Maklum kota kecil jadi ga ada pilihan lain. Kalo di kota-kota gede lain biasanya aku milih hostel yang nggak ada curfew-nya, wkwkwkw๐Ÿ˜† Lagian lucu juga ya ada curfew-curfew gitu, huahaha

      hahaha๐Ÿ˜€ Bener deh kereta di Jerman sama Belanda beda banget. Kalo di Belanda tuh lebih tenaang dan kalem gitu di dalam gerbongnya๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s