Posted in EuroTrip, My Interest, One Week Trip, Travelling, Vacation, Zilko's Life

#941 – 2011 Germany-Switzerland Summer Trip (Part III a)

Cerita sebelumnya : Zilko dan teman-temannya bepergian ke Jerman dalam rangka liburan musim panas. Kini mereka telah siap untuk menyongsong hari ketiga, dimana mereka akan naik kereta ke kota Stuttgart.

===

Hari 3 (Kamis, 21 Juli 2011)

Setelah bangun pagi dan sarapan, kami check out dari hostel kami tercinta di Bingen dan bersiap menghadapi perjalanan panjang menuju Stuttgart. Panjang? Iya, soalnya sewaktu di Kรถln kami mengecek di internet dan katanya dengan kereta kami akan membutuhkan waktu tiga jam untuk sampai di Stuttgart (harap bilangan”tiga” jam ini diingat yah๐Ÿ™‚ ). Lama kan naik kereta tiga jam (sombong ceritanya, padahal dulu waktu zaman kuliah di Bandung dan nggak ada pesawat ke Jogja, naik kereta delapan jam juga dilakoni, huahahaha๐Ÿ˜† ).

Nggak ada kereta langsung (yang murah) yang bisa kami naiki langsung dari Bingen tujuan Stuttgart. Supaya bisa menggunakan Lรคnder Tickets itu (apa itu Lรคnder Tickets? Silakan dibaca di bagian pertama rentetan posting ini :D), kami harus transit beberapa kali.

Pada waktu itu, kami masih nggak tahu bahwa ternyata mesin penjual tiket kereta di Jerman memiliki satu fitur yang sangat amat super keren sekali: memberikan saran rencana perjalanan. Kita bisa memasukkan kota asal dan kota tujuan kita di mesin, memilih waktu keberangkatan, dan memilih jenis kereta yang mau kita naiki (semua kereta, kereta internasional, atau mau kereta lokal saja). Komputer kemudian akan memberikan saran mengenai kereta-kereta yang harus kita ambil, tentu termasuk transit dimana dan waktu transitnya berapa lama, bahkan termasuk keretanya datang/berangkat di jalur nomor berapa di masing-masing stasiun! Kita juga bisa menge-print informasi itu dengan GRATIS loh! Jadi gak perlu deh repot-repot mencatat sendiri (apalagi menghafalkan) informasi itu! Tinggal print aja, beres, tak keluar biaya sama sekali, huahaha…๐Ÿ˜†

Karena kami masih nggak tahu fitur itu (kami baru tahu keesokan harinya, sewaktu mau bepergian dari Stuttgart ke kota tujuan kami selanjutnya, Konstanz), yang kami lakukan adalah menebak-nebak saja: kira-kira kota mana yang harus kami singgahi untuk sampai di Stuttgart. Tebakan kami jelas adalah kota-kota yang lumayan besar sepanjang perjalanan kan. Makanya kami tahu kami harus pergi ke Mannheim di perjalanan hari itu. Masalahnya, nggak ada kereta lokal langsung dari Bingen tujuan Mannheim. Oleh karenanya kami memutuskan untuk pergi ke Mainz dulu, karena Mainz kan kota lumayan besar. Baru dari Mainz kami mencari kereta tujuan Mannheim.

Kami berencana naik kereta jam 9.24 pagi tujuan Mainz dari Bingen. Kami tiba di Stasiun Bingen agak terlalu awal, sekitar jam 8.50 pagi. Lalu, tiba-tiba seorang masinis berteriak kepada kami (yang saat itu sedang membeli duaย Lรคnder Tickets di peron (yup, kami membutuhkan dua tiket per orang karena Stuttgart berada di negara bagian yang berbeda dari Bingen, yaitu di negara bagian Baden-Wรผrttemberg)) dan bertanya kami ingin naik kereta yang akan ia kemudikan tidak! Keretanya akan berangkat jam 8.54 pagi dan kami bertanya apakah kereta itu akan menuju Mainz. Katanya sih iya, makanya deh kami langsung naik kereta itu. Maka, dimulailah perjalanan kami ke Stuttgart hari itu tiga puluh menit lebih cepat daripada jadwal, huahaha…

Setelah tiba di Mainz, kami mengecek jadwal kereta tujuan Mannheim. Dan kami memiliki waktu dua puluh menit disana. Aku memutuskan untuk pergi ke sebuah toko untuk mencari vitamin C karena pagi itu aku merasa sedikit kurang fit. Masih nggak masalah sih, hanya saja untuk langkah prevetif, aku memutuskan untuk meminum vitamin C deh untuk menjaga stamina. Btw, harga vitamin C di Jerman jauh lebih murah daripada di Belanda loh, hahaha๐Ÿ˜›

Singkat cerita, tibalah kami di Mannheim, dan bingunglah kami akan kereta selanjutnya yang harus kami ambil. Kami akhirnya ke pusat informasi dan diberikan informasi bahwa kami harus naik kereta lain tujuan Heidelberg dan transit ke kereta tujuan Stuttgart disana. Dan itulah yang kami lakukan.

Dua jam kemudian, tibalah kami di Stuttgart. Hal pertama yang ingin kami lakukan adalah pergi ke hostel kami dulu dan check in. Sebelum berangkat kami sudah mencari alamat hotel di Google Map dan menge-print peta kecil sebagai panduan kami. Untuk hotel di Stuttgart ini, aku sungguh merasa aneh karena menurut peta, kami harus pergi ke kota kecil di luar Stuttgart untuk pergi ke hostel itu. Aneh kan? “Tapi ya aku tahu apa sih? Aku nggak punya cukup dasar dan pengetahuan untuk menolak apa yang dikatakan Google Map kan“. Begitu pikirku. Oleh karenanya kami pergi ke peron kereta lokal yang akan membawa kami ke alamat yang ditunjukkan di Google Map itu. Ketika menunggu, aku menyadari sesuatu: alamat kode pos di Google Map itu adalahย 71394 sementara kode pos alamat hotel yang kami tuju adalahย 71364!ย *duar duar duar* BEDAAA!!! Untung mataku ini menyadari kesalahan itu sebelum kami menaiki kereta yang salah๐Ÿ˜Ž *cool*!

Apa yang kami lakukan selanjutnya? Gampang, kami tinggal ke pusat informasi di stasiun saja dan bertanya bagaimana untuk mencapai hostel itu (dan dodolnya, koq kami nggak menelepon hostelnya aja ya? Kan masalah bakal cepat selesai kalau kami menelepon hostel itu dan meminta panduan bagaimana mencapai sana kan๐Ÿ˜€. Mungkin ini karena kami pelit pulsa๐Ÿ˜ณ, huahaha). Kami menunjukkan alamat hostel kami yang ada diย Max-Eyth-Str. Si petugas informasi membacanya dan kemudian menunjukkan satu halte di sekitar alamat itu. Katanya kami harus menaiki subway jalur tertentu dan turun di stasiun Max-Eyth-See. Aku bertanya alamat ini jauh nggak dari pusat kota, dan katanya sih tidak. Ya sudah, senanglah kami dan kami langsung berjalan menuju stasiun subway di stasiun kereta itu, TANPA menyadari kesalahan kecil yang dibuat oleh petugas informasi itu!!

Ada yang tahu kesalahannya apa? Yap! Kesalahannya adalah: alamat hostel kami adalah di Max-Eyth-Str sementara stasiun yang ia tunjukkan adalah Max-Eyth-See!! Itu kan BEDAA!!! *jreng jreng jreng!* Kami kemudian menaiki subway yang ia tunjukkan, dan bergerak menuju destinasi yang salah …

BERSAMBUNG…

Bagaimanakah nasib Zilko selanjutnya setelah naik subwayย yang salah di Stuttgart? Nantikan di edisi selanjutnya!

11 thoughts on “#941 – 2011 Germany-Switzerland Summer Trip (Part III a)

    1. haha, hostelnya ternyata ada di tempat lain. Jadi kitanya yang ternyata salah alamat, wkwkwkw๐Ÿ˜† Haha, iya dong. Kan justru yang seru dari travelling itu bukan destinasinya, tapi lebih ke pengalaman-pengalaman yang terjadi (walo beberapa destinasi memang keren banget sih๐Ÿ™‚ ).

  1. keren juga ya mesin tiket kereta nya bisa ngasih tau mesti naik kereta apa aja gitu ya…

    bakal sampe part berapa nih cerita liburannya? hehehe

    1. yup, mesinnya keren, dan bisa kita atur sesuai kebutuhan kita loh. Jadi kalau punya Lander Tickets kan kita bisanya naik kereta lokal doank tuh. Nah, kita bisa minta mesinnya untuk nyariin kereta lokal aja, hehe๐Ÿ˜€

      Iya nih, baru sadar kalau kayaknya kepanjangan nih rentetan postingnya, wkwkwkw๐Ÿ˜† Terlalu fokus pada detail sepertinya. Setelah ini kayanya pace-nya akan aku percepat sedikit๐Ÿ˜€

  2. ah sebut2 HOSTEL jadi inget film thriller semirip2 SAW gitu, LOL…

    ” Btw, harga vitamin C di Jerman jauh lebih murah daripada di Belanda loh, hahaha ”

    mestinya kamu kulak’an di Jerman. Trus di Belanda dijual lagi….

    *kipas2 cantik*
    *mental pedagang*

    1. koq bisa Bu? Memang SAW itu settingnya di hostel?? hahaha…๐Ÿ˜†

      hahaha, sempet kepikiran gitu, tapi bawanya gimanaa? wkwkwkw…๐Ÿ˜†

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s