Posted in EuroTrip, My Interest, One Week Trip, Travelling, Vacation, Zilko's Life

#939 – 2011 Germany-Switzerland Summer Trip (Part II)

Cerita sebelumnya : Zilko dan teman-temannya bepergian ke Jerman dalam rangka liburan musim panas. Setelah dengan suksesnya menaklukkan hambatan-hambatan yang terjadi di kereta, kini mereka berada dalam perjalanan kereta api dengan tujuan Koblenz.

===

Naik kereta cepat itu memang enak loh, soalnya keretanya cepat (iyalah),😆. Hanya dalam waktu sekitar setengah jam, kami sudah tiba di stasiun Koblenz. Setelah menyimpan barang bawaan kami di stasiun kereta (ada locker dimana kami hanya perlu membayar 1,5 euro untuk satu locker besar untuk enam jam penyimpanan (dan ini murah loh, di stasiun Roma Termini di Roma, aku harus membayar sekitar 6 atau 7 euro kalau nggak salah untuk menitipkan satu tas untuk waktu penyimpanan delapan jam!)), kami langsung deh mengeksplor Koblenz.

Kami berencana untuk mengikuti boat tour selama satu jam siang hari itu. Artinya, karena in total kami mengalokasikan waktu sekitar tiga jam disana (supaya sampai di Bingen nggak kemalaman), makin sempit deh waktu kami di Koblenz. Kami langsung berjalan menuju pinggiran sungai Rhein. Dan Koblenz ternyata memang kota yang menarik untuk dikunjungi! Suasananya enak, dan memang touristy banget. Dan lagi, aku merasa sangat muda disana soalnya kebanyakan turis yang jalan-jalan disana pada hari itu adalah orang-orang tua, huahaha😆.

Pemandangan di pinggiran sungai Rhein-nya juga menarik sekali. Di seberang sungai, berdiri bangunan-bangunan rumah berarsitektur Eropa yang warna-warni. Ada juga gereja yang berdiri disana. Di sisi lain, kelihatan pula sebuah bekas benteng (yang bentuknya mirip kastil) bernama Ehrenbreitstein. Ditambah dengan dinginnya temperatur udara pada saat itu, makin terasa deh atmosfernya.

Kastil Ehrenbreitstein di Koblenz

Kami kemudian membeli tiket untuk boat tour selama sejam di sungai Rhein itu. Jam dua belas, kapalnya berangkat. Tentu saja dong kami memilih duduk di balkon kapalnya yang di atas itu, jadi kan pemandangannya jelas, hahaha. Turnya berlangsung selama sejam dan kapalnya muter-muter aja gitu di sungai Rhein. Pemandangannya memang bagus, dan asyik juga melihatnya dari atas kapal yang berjalan santai. Btw, sebenarnya bisa juga sih kami pergi ke Bingen naik kapal semacam ini (selain tur, mereka juga menyediakan layanan transportasi antar kota menggunakan kapal). Hanya saja, waktu tempuhnya lama banget loh (sekitar enam jam) dan harga tiketnya mahal, hahaha.

Pemandangan kota Koblenz yang berlokasi di tepian sungai Rhein
Monumen dan taman di Deutsches Eck, Koblenz

Kapal kemudian merapat di dermaga di Koblenz sekitar jam satu siang. Masih ada waktu satu jam-an sampai kereta kami berangkat. Rencananya kami ingin jalan-jalan melewati Deutsches Eck, lokasi bergabungnya sungai Mosel dan sungai Rhein di Koblenz. Tapi masuk areanya (yang juga ada tamannya dan di tamannya itu ada kereta gantung menyebrangi sungai Rhein menuju benteng Ehrenbreitstein) harus bayar loh, lumayan mahal lagi. Berhubung waktu sempit dan lagi pelit, nggak jadi masuklah kami, huahaha😆. Akhirnya kami jalan-jalan aja melewati pusat kotanya sambil berjalan mengarah ke stasiun.

Di stasiun, masih ada waktu 20 menitan sebelum kereta berangkat. Ya udah, berhubung lapar, aku membeli sebuah menu kuliner khas Jerman buat dibawa ke kereta: bratwurst! Keren ya namanya, Jerman banget! Tapii, pas menunya keluar, ternyata bratwurst yang kupesan itu cuma berupa hot dog, hahaha. Tapi memang sih sosisnya itu enak.🙂

Makan bratwurst untuk pertama kalinya🙂

Kami tidak salah naik kereta kali ini. Dan ternyata memang ya, kereta yang murah itu jauh lebih nggak enak atau nyaman daripada kereta yang mahal dan cepat, huahahaha😆. Butuh waktu sekitar satu jam bagi kereta itu untuk tiba di Bingen. Btw, pemandangan di sepanjang perjalanan itu juga bagus banget karena rel keretanya berada di pinggiran sungai Rhein. Jadi, selama perjalanan itu kami bisa melihat pemandangan di sungai Rhein yang berbukit-bukit, beberapa desa atau kota kecil di pinggiran sungai yang kami lewati, dan juga beberapa kastil kuno. Keren banget deh!

Setelah tiba di Bingen dan berolahraga buat mencapai hostel yang telah kami pesan sebelumnya (hostelnya ada di atas bukit ternyata😯 ), kami check in di hostel juga. Kamar hostelnya oke loh, dan dapat kamar yang pemandangan dari jendelanya bagus: menghadap ke arah sungai Rhein dan kota Bingen! Keren banget deh view-nya pokoknya! Setelah istirahat sejenak, kami meninggalkan hostel dan berjalan menuju kota untuk kemudian menyeberang ke kota tujuan utama kami: Rüdesheim yang berada di seberang sungai dari Bingen.

Pemandangan dari kamar di hostel!

Di tengah jalan, kami harus melewati rel kereta api. Waktu itu lagi ada kereta mau lewat jadi palang keretanya menutup jalan. Setelah kereta lewat, palangnya nggak dibuka❗ “Ah, mungkin bentar lagi ada kereta lain yang mau lewat, jadi disekalianin aja kali yah“, begitu pikir kami. Beberapa menit kemudian, ada dua kereta yang lewat bersamaan (relnya rel ganda). Setelah dua kereta itu lewat, palang masih nggak dibuka😯❗ “Apa-apan sih ini maksudnya!”, mulai sebal deh saya👿. Kami sudah berdiri di situ sekitar lima belas menitan loh, dan palangnya koq nggak dibuka-dibuka sih. Lima menit kemudian, ada satu kereta lain yang lewat. Setelah ini, barulah si palang dibuka. Jadi, ada deh dua puluh menit waktu kami terbuang disitu cuma untuk nungguin kereta lewat doang, hahaha😆 Heran deh, kenapa ya setelah satu kereta lewat palangnya nggak dibuka? Kereta selanjutnya kan baru lewat lima menit kemudian, masa kita harus nunggu disitu?🙄

Jadilah karena insiden kereta lewat itu kami jadi ketinggalan ferry yang jam 4 sore. Kami tiba di loketnya jam 4 lebih 5 menit (tuh kan andai palangnya dibuka setelah kereta pertama, masih sempat deh naik ferry yang jam 4 itu). Ferry berikutnya baru datang jam 4.40. Ya sudah deh kami mau nggak mau harus menunggu, kan nggak mungkin dong ya trus kami malah berenang menyebrang sungai yang lebarnya sekitar 450an meter itu😆. Di dekat dermaga itu ada taman yang ada kursinya buat duduk-duduk. Nah, disain kursinya kueren banget loh, duduk disitu PW banget dah. Kursinya tuh semacam kursi buat berjemur gitu, jadi lumayan lah bisa sambil tiduran, hahaha.

Ferry kemudian datang dan menyeberanglah kami ke Rüdesheim. Rüdesheim ternyata memang kota kecil yang indah banget! Tata kotanya bagus banget, dan memang sepertinya didisain buat dikunjungi turis deh! hahaha🙂 Kami kemudian membeli tiket kereta gantung untuk naik ke atas bukit, ke tempat yang bernama Niederwald. Rencananya kami ingin membeli paket dimana kita naik kereta gantung ke atas, dan turunnya naik chairlift yang turun ke desa Assmannhausen di sisi lain dari sungai Rhein. Sayang, waktu sudah terlalu sore jadi chairlift-nya sudah tidak beroperasi di hari itu. Naik kereta gantungnya keren juga. Rute kereta gantungnya adalah naik/turun Niederwald dan melewati hamparan kebun anggur (vineyard) di sepanjang perjalanan. Di samping itu, kereta gantungnya juga nggak dibuat terlalu tinggi sehingga masih nyaman buat mereka yang fobia ketinggian, sekaligus penumpang jadi lebih bisa menikmati suasana kebun anggurnya itu kan.

Suasana di Rüdesheim
Kebun anggur di Rüdesheim, terlihat dari kereta gantung

Kemudian, tibalah kami di Niederwald. Pemandangan dari atas sana keren banget loh! Kami bisa melihat sungai Rhein beserta kota Rüdesheim dan Bingen yang terletak di kedua sisinya. Di Niederwald sebenarnya ada sebuah patung raksasa yang bernama Germania. Sayang, waktu kami kesana patungnya sedang direnovasi/dirawat, jadi tidak begitu terlihat deh.

Pemandangan dari Niederwald

Setelah puas berkeliling, turunlah kami kembali ke Rüdesheim. Kami makan malam disana, dan lagi-lagi memesan schnitzel. Schnitzel kali ini rasanya lebih enak daripada schnitzel yang kami makan di Köln sehari sebelumnya, hanya memang porsinya lebih kecil (porsi yang ini lebih cocok untuk disebut sebagai porsi untuk satu orang, huahaha…😆 ). Setelah makan, kami kemudian naik ferry kembali ke Bingen untuk kemudian tidur.

Berakhir sudah hari kedua kami yang sangatlah panjang…

BERSAMBUNG…

Di bagian selanjutnya: perjalanan menuju Stuttgart, “tersesat” di Stuttgart, dan museum mobil di pusatnya mobil di Eropa🙂

10 thoughts on “#939 – 2011 Germany-Switzerland Summer Trip (Part II)

    1. yup, Eropa memang indah banget!🙂 Semuanya benar-benar teratur dan dirawat dengan baik dan rapi. Tapi apa-apanya mahal loh, terutama Eropa barat (denger2 sih kalo Eropa timur jauh lebih murah, huahaha).

    1. iya, bratwurst-nya (sosisnya) rasanya memang mantap! Kalo roti di hotdog-nya seh ya kaya roti-roti hotdog lain, wkakakaka…😆.

      Yup, Rudesheim memang bagus banget. Ga nyangka aku, soalnya sebelumnya ga pernah denger nama tempat ini, tapi trus temen bilang ini tempat bagus, ya sudah trus mampir, hehehe🙂

    1. Iya, bahagia banget waktu nemu locker-nya! Muraaaahh!! Eh, tapi kalo kotanya makin besar harganya makin mahal loh. Di Stuttgart buat locker yang besar udah 5 euro buat berapa jam penyimpanan gitu, haha. Koblenz kan kota kecil, makanya harganya lebih murah kali yah🙂

      Hotdog-nya oke tuh, terutama sosisnya, Jerman banget, wkakakaka…😆 Haha, gapapa lah sekali-sekali. Yang bikin kanker rotinya ato sosisnya ya btw?

        1. Kalau makanan aku kurang tahu deh. Tapi setahuku makanan khas di sekitar Jerman ya itu2 aja sih, paling schnitzel atau wurst, hehehe😀 Kalau sesuatu apa yah? Hmmm, kurang tahu juga, hehe. Tapi pemandangan di sekitar Koblenz dan Rudesheim itu memang ok🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s