Posted in My Interest, Thoughts, Travelling

#936 – Car, Flu, and Custom

ENGLISH

Hello all, I am back! This morning I took a flight back to Netherlands from Basel, Switzerland! I am so exhausted now! In short, it was a fun and interesting trip! Well, for now I still do not have the time (nor energy) to write about that trip in more details though. But at this occasion I would like to share about some things I learnt during the trip!πŸ˜€

I can buy a car!

At one point during the trip, somehow my friends and I “got lost” to a small town near Stuttgart. And somehow, we managed to be in a BMW showroom. While we were there, we decided to look around for a while. As we were window-shopping the cars (there was no way I would buy a car anyway,πŸ˜† ), I realized something. Well, I do not mean to be showing-off now, but it is just that I found out that the price for a car here in Europe was not that expensive! And it was BMW! Even with the living cost reimbursement of my scholarship money now, if I live tightly with it, I think I could afford a cheaper model of the car. Of course it was not that I could pay the bill at once. I would need a 10-year installments for that,πŸ˜†. But still, it was that affordable! Well, wait wait, now I am still not that rich, and I can say this partly because as far as I know, apparently the price for a BMW in Europe is cheaper than in Indonesia, hahahaπŸ˜€.

Finding this fact out definitely gave me some confidence! Well, not that I am buying this car now, since it is still too much for me. But it means that later in the future, when I am more stable financially, buying a car might not be a too luxurious thing to do as I thought before. However, before I can proceed to that step, I have to do another preparation step which IS extremely expensive in Europe: making a driving license! hahahaπŸ™‚ I heard, making driving license here costs at least around 1,000 euro, assuming you pass the test in the first trial. Some people need to take the test several times before passing and thus, spend like around 10,000 euro just to get a freaking driving license! hahaπŸ™‚

Being not fit during travelling sucks!

At one point during my trip, I did not feel well. I think I caught a flu. Well, not that I was to the point of being extremely weak and sick, no. I still could do the activities I wanted to do, but to some limited extent. And you know what, it sucked!Β To support my stamina, I decided to consume vitamin C after breakfast everyday (which btw, the price of vitamin C in Germany was waaay cheaper than in Netherlands!πŸ™‚ ). And it surely helped a lot!

Different custom

One thing I realized when I was in Germany was that people there were so task-oriented and “cold”, at least the people I met, especially them who worked in public servicesπŸ˜€. It was not that they were not helpful. It was just that they sort of skipped the chitter-chatter and “good mannery” and just answered what I asked them.Β Unless I smiled, they would not smile back (even sometimes they still did not smile back). Well, I am not saying that it is bad, no. It is just a different custom and we cannot say it is good/bad. But I think some people might find it too “rigid” and “cold”, especially if they are not accustomed to this.πŸ™‚

BAHASA INDONESIA

Halo semua, aku kembali! Pagi tadi aku balik ke Belanda naik penerbangan dari Basel, di Swiss! Sekarang aku capek deh! Singkatnya, liburanku sangatlah mengasyikkan dan menarik loh! Yah, sekarang sih aku lagi nggak ada waktu (dan tenaga) untuk menulis perjalananku secara lebih rinci sih. Hanya saja, aku ingin menuliskan beberapa hal yang aku dapatkan di liburan kemarin ini!πŸ˜€

Aku bisa beli mobil loh!

Di satu waktu di liburanku kemarin itu, aku dan teman-temanku “kesasar” ke sebuah kota kecil di dekatnya Stuttgart. Dan entah bagaimana, kami tiba-tiba lewat di depanΒ showroom-nya BMW. Ya udah sekalian aja kami lihat-lihat. Dan ketika kami melihat-lihat mobilnya (kan nggak mungkin dong ya aku langsung beli mobil pada saat itu juga,πŸ˜† ), aku menyadari sesuatu. Yah, bukannya nyombong atau pamer, hanya saja aku tiba-tiba sadar bahwa harga mobil di Eropa itu nggak terlalu mahal yah! Dan mobilnya itu BMW loh! Bahkan dengan porsi biaya hidup dari uang beasiswaku sekarang, kalau aku hidup dengat sangat hemat, aku rasa aku bisa loh beli satu mobil itu (yang modelnya agak murah tentunya). Tentu saja bayarnya juga nggak sekali bayar lah ya, setidaknya butuh angsuran yang 10 tahun lah,πŸ˜†. Tapi ya, harganya itu terjangkau! Eh, tunggu tunggu, aku masih belum sekaya itu, dan aku bisa berkata begini setengahnya karena sejauh yang aku tahu, harga mobil BMW di Eropa ini lebih murah daripada di Indonesia, hahahaπŸ˜€.

Menyadari fakta ini membuatku makin percaya diri nih! Yah, aku bukannya mau beli mobilnya sekarang sih, masih terlalu “tinggi” buatku. Cuma maksudku buat nanti di masa depan, ketika aku sudah lebih stabil secara finansial, beli mobil di Eropa itu sepertinya bukan sesuatu yang sangatlah mewah seperti yang aku kira sebelum ini. Namun, sebelum aku bisa mencapai langkah itu, ada satu langkah persiapan lain nih yang di Eropa itu sangatlah mahal: bikin SIM! hahahaπŸ™‚ Denger-denger sih bikin SIM disini bakal habis minimal sekitar 1.000 euro deh, dengan asumsi kita langsung lulus ujian di tes pertama. Ada loh beberapa orang yang butuh beberapa kali tes biar lulus, dan totalnya bisa habis sampe 10.000an euro tuh hanya untuk mendapatkan SIM-nya aja! hahaπŸ™‚

p.s: kalau mau tahu berapa rupiah, 1 euro kira-kira setara dengan Rp 12.200,- (berdasarkan konversi mata uang di Yahoo Finance yang diakses tanggal 27 Juli 2011 jam 11.14 malam waktu Belanda)πŸ˜€

Nggak fit saat jalan-jalan itu menyebalkan!

Di satu waktu saat jalan-jalan kemarin ini, aku merasa nggak fit. Kayaknya sih aku kena flu. Yah, bukannya aku sampai sakit banget terus lemas gitu sih. Aku masih bisa koq melakukan aktivitas yang ingin aku lakukan, hanya memang terbatas. Dan tahulah, itu sangat menyebalkan! Untuk menyokong stamina, aku memutuskan untuk minum vitamin C setelah sarapan setiap hari (btw, harga vitamin C di Jerman ternyata jauh lebih murah daripada di Belanda loh!πŸ™‚ ). Dan ini sangat membantu loh!

Beda kebiasaan

Satu hal lain yang aku sadari ketika aku berada di Jerman adalah orang-orang disana itu sangat fokus pada tugasnya dan “dingin”, setidaknya orang-orang yang aku temui sih, terutama mereka yang bekerja di layanan publikπŸ˜€. Bukannya mereka nggak helpful yah. Hanya saja mereka cenderung untuk nggak berbasa-basi ato bertutur “ramah” dan langsung menjawab apa yang aku tanyakan. Mereka nggak akan senyum kalau aku nggak senyum duluan (bahkan kadang mereka juga nggak senyum loh padahal kan aku sudah senyum *sok ramah ceritanya*). Yah, aku nggak berkata kalau itu buruk yah, nggak sama sekali. Toh ini hanyalah perbedaan kebiasaan saja. Nggak bisa dong kita menilai hal ini baik/burukπŸ˜‰ Hanya saja, aku rasa beberapa orang akan merasa orang Jerman itu sangat “kaku” dan “dingin” deh, terutama kalau mereka tidak terbiasa dengan kebiasaan ini.πŸ™‚

20 thoughts on “#936 – Car, Flu, and Custom

  1. wah iya kalo mobil2 eropa disana pasti murah2 ya…πŸ˜€
    btw beneran tuh ada cicilan mobil sampe 10 th? setau gua biasa mentok 5 th karena depresiasi mobil itu kan cepet ya….

    1. iya, bener. Ini kan BMW, kalo oke dengan merk yang nggak sebesar BMW harusnya kan lebih murah lagi kan ya, heheheπŸ™‚ Nggak tahu deh cicilannya bener sampai 10 tahun ato engga, kemarin cuma kira-kira aja berdasarkan harga mobil dan besar cicilannya. Cuma mungkin nggak 10 tahun juga kali ya, mungkin mesti ada DP gitu, hehe. Dan memang, cicilan 10 tahun seh kelamaan, depresiasinya cepet banget.

  2. Jiahaha..gue kira beli mobilnya sekarangπŸ˜€
    Buseet..cicilan 10th, emang bisa ya? :O
    Tapi emang ya kalo di Eropa sono harga jual mobilnya lebih murah.
    Kapan ya gue bisa beli mobil sendiri?πŸ˜†

    1. hahaha, kaga lah, masih belum levelnya sayaπŸ˜›

      Itu dia, nggak tahu deh cicilannya bener sampai 10 tahun ato engga, kemarin cuma kira-kira aja berdasarkan harga mobil dan besar cicilannya. Cuma mungkin nggak 10 tahun juga kali ya, mungkin mesti ada DP gitu, hehe. Lagian lama amat nyicilnya koq 10 tahun, huahaha…πŸ˜†

      Sepertinya gitu, harga mobil lebih murah, tapi biaya bikin SIM dan harga bahan bakarnya jauh lebih mahal loh daripada di Indo. Apalagi kalo kena tilang dan sebagainya, haha

  3. *bangun dari pingsan* 120 juta RU PI AH?? My God. pantesan mobil disana mursida (murah) yaaa? buat mengimbangi mahalnya biaya pembuatan SIMπŸ˜₯ aduh gimana nih kalo akyu mau bikin SIM di Eropa??

    *halah*πŸ˜†

    1. iye, bisa sampe segitu. Bisa2 biaya bikin SIM-nya lebih mahal daripada mobilnya, wkwkwkw…πŸ˜† Eh, tapi SIM disini sih practically berlaku seumur hidup loh. Soalnya sekali lulus bikin SIM, SIM-nya berlaku sampe kita berumur 100 tahun, hahahaπŸ˜€

      Kalo harga mobil gatau deh. Yang jelas seh harga bensin disini juga lebih mahal, hahaha

  4. Eh iya lho gila Belanda SIM mahal kali. Harus ikutan kursus pulak ya? Aku di US cuma bayar $ 20 buat test, tak payah kursus, langsung dpt SIM. Temanku disono ada yg sampe 3x wak br dpt. Kalo aku mah mending naek train aja dah hahha

    Penasaran, kenapa mahal ya? Tp kompensasinya, mobil mayan murah hehe..ah di US juga murah. 40 juta dah bagus.

    1. Bener. Kalo ga salah sih supaya bisa ikutan tes SIM itu, harus lulus dulu tes yang diselenggarain sama tempat kursus itu, haha. Aneh ya. Iya, temenku yang di US juga bilang gitu, tes SIM disana gak mahal. Tapi disini SIM-nya berlaku praktis seumur hidup loh, hahaπŸ™‚ Iya, makanya selama ini naik train, tapi kan pengen punya mobil juga dong. Masa beli mobil tapi dipajang doank karena ga ada SIM? wkwkwkw…πŸ˜†

      Iya, heran deh kenapa mahal. Apa mungkin ini strategi pemerintah biar kebanyakan warganya gak beli mobil dan pake transportasi umum yah? Soalnya transportasi umum disini oke nih (ga kaya di Indo, hehe)

  5. Wakakka punya mobil tapi dipajang doank sakingkan gak mau apply sim..lucu juga.

    Meski seumur idup, rugi jugalah seribu euro, aplg kalo kita cuma bakal tinggal di Belanda 2 th doank. Mending yg murah terus 5 th sekali perpanjang byr $ 16.00

    Iya aku pikir juga gitu, strategi biar pd naek transportasi umum. Disana khan nyaman transportasinya gak kayak di Indo atau di Amrik hahaha nunggu bus aja bisa 30 menit br nongol. Gila di US klu weekend, mobil bisa 4 berderet di depan rumah ama garasi karena masing2x anggota keluarga punya mobil.

    1. hahaha, iya tuhπŸ˜› Beli mobil kalo ga ada SIM kan percuma juga, wkwkwkw…πŸ˜†

      Lah, tapi disini SIM-nya berlaku internasional koq kalo ga salah. Setidaknya sih berlaku se-EropaπŸ™‚ Makanya bisa tes SIM di Belanda, tapi nyetir mobil ke Jerman, Prancis, dll gitu biasanya ga masalahπŸ˜€ Iya seh, 5 tahun sekali perpanjang bayar $16.00, berarti 100 tahun $320.00 kan? Masih lebih murah daripada SIM disini, wuakakakaka…πŸ˜†

      Haha, bener. Kayanya sih strategi buat naik transportasi umum kali yah. Sekalian memperketat aturan orang yang punya mobil: punya mobil itu susah dapet SIM-nya, jadi gak ngawur kalo nyetir, hahahaπŸ™‚ Iya, denger2 di Amrik kalo bukan kota besar transportasinya juga nggak ok yah? Hmm. Di Eropa seh biasanya ada bus walau kota kecil, kecuali kotanya kekecilan, huahaha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s