Posted in General Life, Zilko's Life

#933 – Bikeless, No More

ENGLISH

Finally, today, one hell-ish period of my life comes to an end: bikeless! Why being bikeless is hell-ish? Well, for people who live in the Netherlands, owning (at least) a bike is a must. Life is much easier (and better) with bike! hahahaπŸ˜€ And that is why I am more than happy that now I can close this one and a half month of dark and gloomy period,πŸ˜†.

So, the weather today has been a complete improvement from yesterday where it was raining all day long, literally (and as a result I just stayed in my apartment the whole day!). It has been sunny and still not too hot today, which is a great combination that I like!πŸ™‚ And that was why I decided to go to one bike shop I know to check if they had a bike that matched my criteria.

I looked around and saw a bike that I might like. However, it was a bit too small. So I asked the cashier if it was possible to make the front part a bit taller to match my height. She reacted by doing something even better: she called the bikeman! Some minutes later, the bikeman came and after inspecting it, he said there was no way the bike would match me. So, he asked me to go to his bike garage where he worked and he said he would find something that matched me better! Wow, I started feeling good at this point!

He found one and showed it to me, and I asked him to adjust the seat to match my height better. After doing so, we tested the bike, and it was good. And so we negotiated the price and I managed to bargain the price a bit down. I paid, I went out the store, and started biking happily to go back home. But then, just literally twenty seconds later, the front tire was blown and it got flat! Noooooooo!!! I was so disappointed and I remember at this point I was thinking: “Why is this happening to me? Why??“. So I walked back to the store, which was still just behind my back, and went directly to the bikeman’s garage. And then I had my tire fixed. Come to think about it now, it was good that the tire blew just after I left the store so that I could have it fixed really soon and I didn’t have to go back and forth to that shop. Beside, now I have a better and newer tire (and also I got it fixed for free, huahahaha…πŸ˜† ).

And so the bikeless era in my life has come to an endπŸ™‚.

By the way, that bikeman did not speak English. And so all the conversation that I had with him was in Dutch, including the negotiation part (I think this is the most important reason why we should at least know a little bit of the local language, right? So we can bargain any price down, huahaha…:lol: ). Yes, I had to speak Dutch with my still limited proficiency of the language). I had to try to recall what I studied and memorized in the class I took earlier this year, especially the vocabularies. And I think he was a little surprised knowing that I understand the language a little bit,πŸ˜†. But the one who (I think) was surprised the most was myself. Apparently I can understand what he said and engage in short conversation! I am proud of myself! hahaπŸ™‚ That gave me more confident, and I think I have to practice even more now.

note : For those who might not know, most Dutch people speak really good English. That is why for foreigners here, there is no that extra “push” to learn the local language. You can speak English, then you will be fine. Super good news for tourists, but maybe not really for people who plan to stay in the Netherlands for quite longerπŸ™‚

Mijn nieuwe fiets

BAHASA INDONESIA

Akhirnya, hari ini, satu periode neraka dalam hidupku berakhir sudah: nggak punya sepeda! Lah, mengapa nggak punya sepeda itu berasa kaya di neraka? Ya soalnya untuk orang-orang yang tinggal di Belanda, punya (minimal) sebuah sepeda itu adalah suatu keharusan ya. Hidup akan menjadi lebih mudah (dan lebih baik) dengan adanya sepeda (gak lebay loh)! hahahaπŸ˜€ Dan itulah mengapa aku senang sekali nih satu periode gelap dan suram ini berakhir,πŸ˜†.

Jadi, hari ini kan cuacanya jauh lebih baik daripada cuaca kemarinΒ yang mana beneran deh hujan terus seharian (dan sebagai akibatnya, aku jadi cuma di apartemen aja seharian!). Hari ini cuacanya cerah dan masih nggak terlalu panas, yang merupakan kombinasi kesukaanku!πŸ™‚ Dan itulah mengapa aku memutuskan untuk iseng aja ngecek toko sepeda yang kutahu, kan siapa tahu mereka memiliki sepeda yang memenuhi kriteriaku.

Aku melihat-lihat dan menemukan satu sepeda yang mungkin cocok untuk aku. Masalahnya adalah, ukurannya agak kekecilan. Jadi, aku nanya ke kasirnya apakah mungkin bagian depan sepedanya (stang, dll) ditinggiin dikit supaya pas sama tinggi badanku. Ia kemudian malah bereaksi dengan memanggil tukang sepedanya! Beberapa menit kemudian, tukang sepedanya datang, dan ia bilang nggak mungkin sepeda itu akan cocok untuk aku. Jadi, ia mengajakku ke bengkel sepedanya di belakang dan ia bilang akan mencarikan satu yang cocok buatku! Wow, mulai nih ada tanda-tanda baik!

Ia menemukan satu dan menunjukkannya kepadaku, tapi aku memintanya untuk menyesuaikan tempat duduknya itu supaya pas sama tinggi badanku. Setelah melakukannya, kami mengetes sepeda itu, dan ternyata oke juga. Dan lalu aku nego harganya dong, dan harganya bisa turun sedikit, lumayaan. Aku lalu membayarnya, keluar toko, dan mulai menggenjot sepeda buat pulang dengan riang gembira deh. Tetapi kemudian, sekitar dua puluh detik kemudian, ban depan sepedanya bocor loh (dan tentu aja jadi kempes)! Tidaaaaakkk!!! Langsung kecewa deh aku, dan masih inget banget aku langsung berpikir “Kenapa sih ini harus terjadi? Kenapa??“. Lalu, ya udah aku balik lagi ke tokonya, yang masih berada di belakangku saja, dan langsung menuju bengkelnya. Lalu, bannya dibenerin deh. Eh, kalau dipikir-pikir lagi, malah bagus dong ya bannya bocor sesaat setelah aku beli, jadi kan bisa dibenerin langsung dan aku jadi gak harus bolak-balik kan. Dan lagi, sekarang aku jadi dapat ban yang baru dan lebih bagus (dan juga ngebenerin bannya juga jadi gratis kan, huahahahaπŸ˜† )

Dan demikianlah berakhirlah masa-masa tak bersepedakuπŸ™‚.

By the way, tukang sepeda yang disebutkan di atas itu nggak bisa bahasa Inggris loh. Makanya deh percakapan yang aku lakukan dengannya diselenggarakan (apa seh) dalam bahasa Belanda, termasuk bagian nego harganya (dan aku rasa ini adalah salah satu alasan terpenting mengapa sebaiknya kita paling nggak tahu dikit bahasa lokal kan? Jadi biar kita bisa nawar harga, huahaha…:lol: ). Ya, aku harus berbicara bahasa Belanda dengan kemampuan bahasa Belandaku yang masih terbatas ini (jadi ngomongnya ya terbata-bata gitu deh). Waktu ngomong aku harus mengingat-ingat apa yang kupelajari dan kuhafalkan di kelas yang kuambil awal tahun ini, terutama vocab-nya. Β Dan aku rasa ia agak kaget juga tahu bahwa aku ngerti sedikit bahasanya,πŸ˜†. Tapi, yang lebih kaget (aku rasa) adalah aku sendiri loh! Ternyata bisa juga aku mengerti apa yang ia katakan dan bahkan bisa berbincang singkat! Aku sangat bangga dengan diriku sendiri! (narsis) hahaπŸ™‚ Ini memberiku lebih banyak rasa percaya diri, dan kayaknya aku harus latihan lebih sering nih.

catatan : Bagi mereka yang nggak tahu, sebagian besar orang Belanda itu bahasa Inggrisnya jago-jago. Makanya bagi orang asing disini, nggak ada deh “dorongan” ekstra buat belajar bahasa lokalnya. Kalo bisa bahasa Inggris, santai aja, semua pasti lancar. Ini adalah berita baik untuk turis, tapi mungkin nggak terlalu baik juga ya buat mereka yang akan tinggal di Belanda agak lamaan :)Β 

12 thoughts on “#933 – Bikeless, No More

  1. Baiklah karena saya bisa berbahasa Inggris berarti saya bisa ke Londo nih..
    Kalau di Jakarta sekarang baru musim sepeda pixie, Bro.
    Kalau car free day, Jakarta banjir sepeda..

    1. haha, iya, bener banget. Nggak akan kesulitan berkomunikasi deh disini. Beda sama beberapa negara Eropa lain yang kadang komunikasi bisa jadi ribet (tapi mungkin malah jadi seru yah :D).

      Sepeda pixie? Wah, apa tuh?πŸ™‚ Disini nggak tahu deh ada musim2an sepeda gitu ato engga, soalnya semua orang pasti ada sepeda sih, hahaπŸ™‚

  2. Yak, emang udah berapa lama di Belanda tapi gak punya sepeda? Beneran deh aku tahunya emang orang belanda harus punya sepeda kan yak, hehehe… selamat deh atas terbelinya sepeda baruπŸ˜€

    Emang susah yak klo tinggal di Belanda untuk belajar bahasa disananya, aku pernah baca buku bahkan ada yang udah kuliah bertahun2 tapi gak lancar juga bahasa belandanya karena kebanyakan pake inggris terusπŸ™‚

    1. Udah hampir setahun di Belandanya. Sebenarnya sih udah punya sepeda koq, cuma sepedanya bulan Mei kemarin rusak dan ongkos memperbaikinya sama kaya harga beli sepeda (second hand) baru. Ya mending beli baru lah yaπŸ˜€. Cuma nyari sepedanya itu yang sulit (ternyata), maklum, budget terbatas tapi banyak maunya, wkakakaka…πŸ˜†

      Yup, bener. Orang sini pada jago2 bahasa Inggrisnya, makanya kesempatan “praktek lapangan”-nya juga jadi berkurang jauh kan. Padahal kan yg bikin cepet lancar itu praktek di lapangan iniπŸ™‚ Kadang malah kalau kita coba ngomong bahasa Belanda gitu (misal pas di supermarket, ato dimana gitu), kalo kitanya belum lancar, mereka langsung berganti ke bahasa Inggris loh, hahaπŸ™‚ Jadi memang dibutuhkan niat dan semangat yang kuat kalo mau lancar, hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s