Posted in General Life, Zilko's Life

#915 – Bikeless (Continued) and Walking

ENGLISH

Actually, at first the plan was that this entry was part of the previous one. But to not make it too long, I decided to break it into two parts. Anyway, continuing the story, now I am bikeless.

This of course affects my life a little bit. Well, as you can read at one of the most recent entry in my old blog, the past few months or so I have been in to biking around. Well, not really like “real” biking tho (there are so many people here who bike “bike”, you know, “real” biking where they put on a biking costume, wear a helmet, and bike like pro with a pro and expensive-looking bike), all I am doing is just going biking around. The route depends on my mood but the length is at least 40 minutes per day. I am taking this activity as an exercise, as exercise is very important, right? And I don’t really like jogging, somehow.

And now, with me being bikeless for potentially the whole month ahead, this means I cannot bike for now. But then, having been used to exercise (yeah! I am happy I can say this now: “being used to exercise”! :D), I have the urge to find an alternative! Then, this teacher inspired me (yes Mrs. Ndutyke, you! :D), walking is indeed an exercise. I like walking much better than jogging. The reason is simple, when I jog, it would not take a long time for me to be out of breath and I don’t like that feeling (being out of breath). Walking is not as short-term demanding as jogging and that’s why I don’t get to the point of being out of breath while walking. Plus, all my life, I have not been a slow walker. I always walk very fast, at least that is what most of my Indonesian friends back home said about me (although here my walking speed is categorized as “normal”, I guess🙂 ). This means that if I walk for longer period of time, it is already an exercise, right? And this is what I have been doing since last week. I substituted biking with walking, and I think it worked as apparently walking for one hour plus was also a little tiring😛.

So, that is my activity now: walking around!🙂 I don’t expect myself to walk through my biking route tho, because sometimes it is up to 15+ km or so, but I don’t see a reason not to. Maybe in one weekend I will decide to walk further? haha. We will see…

BAHASA INDONESIA

Sebenarnya rencananya posting ini jadi satu sama posting sebelum ini, tapi supaya nggak kepanjangan, ya udah aku pecah jadi dua aja. Anyway, jadi intinya, melanjutkan posting kemarin, kini aku tak bersepeda.

Ini tentu saja dong ya mempengaruhi hidupku sedikir. Yah, seperti yang bisa dibaca di salah satu posting terbaru di blog lamaku, beberapa bulan belakangan ini aku suka keliling-keliling sambil sepedaan. Yah, bukan sepedaan yang beneran “sepedaan” sih (disini banyak loh orang yang sepedaan “beneran”, tahulah, sepedaan “beneran” dimana mereka mengenakan kostum buat sepedaan, memakai helm, dan sepedaan kaya atlet profesional dengan sepeda pro yang terlihat mahal), yang aku lakukan sih cuma sepedaan biasa aja. Rutenya juga tergantung mood hanya saja durasinya minimal 40 menit sehari. Aku menganggap aktivitas ini sebagai olahraga gitu lah, soalnya olahraga itu penting kan? Dan aku juga nggak gitu suka jogging deh, entah kenapa.

Dan sekarang, dengan kondisiku yang tak bersepeda seperti ini kemungkinan selama sebulan ke depan, artinya aku nggak bisa sepedaan deh untuk sekarang. Tapi kemudian, karena aku sudah terbiasa berolahraga (widiw! Seneng nih bisa ngomong: “terbiasa berolahraga”! :D), aku merasakan dorongan untuk mencari alternatif! Kemudian, ibu guru ini menginspirasiku (ya Ibu Guru Ndutyke, Anda!), jalan kaki kan juga olahraga. Lagian aku juga jauh lebih suka jalan kaki daripada jogging. Alasannya sederhana sih, ketika jogging aku lebih gampang kehabisan nafas deh (menggos-menggos bahasa Jawanya) dan aku kan nggak suka perasaan kehabisan nafas itu. Berjalan kaki dalam jangka pendek kan nggak se-demanding jogging dan makanya aku nggak sampai posisi dimana aku sampai kehabisan nafas gitu ketika jalan kaki. Plus, sepanjang hidup ini, aku juga bukanlah seorang yang jalannya lambat. Aku selalu jalan dengan sangat cepat, setidaknya ini yang teman-temanku di Indonesia bilang mengenai aku (walau disini sih rasanya kecepatan jalanku juga hitungannya “biasa-biasa saja” deh, rasanya🙂 ). Ini artinya kalau aku berjalan seperti biasa hanya saja durasinya diperpanjang, itu sudah berupa olahraga kan? Dan inilah yang kulakukan sejak minggu lalu. Aku menyubstitusi bersepeda dengan berjalan kaki, dan aku rasa efeknya terasa juga soalnya jalan kaki selama sejam lebih itu lumayan melelahkan juga ya😛.

Jadi, itulah aktivitasku kini: keliling dengan jalan kaki!!🙂 Yah, aku juga nggak mengharapkan diriku menempuh rute bersepedaku dengan jalan kaki seh, soalnya kadang rutenya kan sampai lebih dari 15 km, tapi aku juga nggak melihat alasan untuk tidak melakukannya. Mungkin di satu wiken nanti aku ingin jalan kaki agak jauhan dikit? haha. Kita lihat saja deh…

16 thoughts on “#915 – Bikeless (Continued) and Walking

  1. kalau buatku, jalan kaki gak bisa dijadikan olahraga walau berjalan di jarak yang jauh. memang sih kaki rasanya capek,cman ga terlalu ngefek ke badan…kalau jogging baru rasanya ngefek ke badan. but anyway, selama berjalan kaki bisa buat zilko mengganti olahraga sepeda, then do it… olahraga termurah soalnya ga perlu pake apa2 hehehe

    1. Justru itu, banyak yang merasa jalan kaki bukan olahraga soalnya efeknya ga terasa. Justru itu salah, soalnya jalan kaki itu juga sudah merupakan bentuk olahraga, apalagi kalau dilakukan dalam durasi yang cukup lama dan dilakukan dengan benar (jalan kaki dengan cepat (brisk walking), bukan lambat)🙂 Malah, kalau yg aku baca2, jalan kaki ini bagus karena tidak terlalu memberikan tekanan ke sendi, seperti di lutut misalnya, seperti kalau kita jogging🙂

      Iya, jalan kaki, jogging, sepeda, kan olahraga2 gratisan, makanya aku lakukan, hahaha🙂

      1. kalo menurutku sebenernya sih lebih ke “selera” masing2 orang yah. Ada yang gak suka kalau terlalu capek (kaya aku :D) tp ada yg baru ngerasa puas kalo badan rasanya “sakit” saking capeknya, haha…🙂 Cuma ya itu, jalan kaki (kalo cepet) sudah termasuk olahraga koq, walau memang capeknya nggak “kerasa”, tapi badang kita “ngerasain” koq🙂

  2. Wuih hebat…terbiasa berolahraga skrg hehhe

    Dari kapan hr aku mau jalan kaki, ketunda mulu. Ketunda ama ngegame hwehhehe lagian klu belum mandi, agak risih jalan keluar hiks

    1. haha, nggak terbiasa yg “terbiasa” bgt seh, cuma kalo brapa hari gak jalan kaki/sepedaan gitu rasanya gak enak, haha…😀

      Kalo aku seh biasanya keluar jalan/sepedanya sore-sore😀 Jadi pulang-pulang trus mandi deh, haha😀

    1. haha, default dari WordPress. Cuma komen pertama aja. Kalo yg pertama uda dilolos moderasi, yg berikutnya (asal gak ganti nama gitu) langsung lolos koq, haha…🙂

    1. 😀 Yup, disini trotoarnya nyaman dan bersih loh. Enak kalau buat jalan kaki. Cuma kalo di countryside gitu ya ga ada trotoar seh, wahahahahaha…😆 Dan juga ada jalur khusus untuk sepeda. Jadi naik sepeda juga aman, gak bakal sejalur sama mobil/truk/bus gitu, paling sejalur sama sepeda motor. Tapi disini sepeda motor jaraang bgt ada, jadi ya jalur sepeda itu isinya banyakan sepeda, hehehe🙂

      Selain itu, disini pengendaranya tertib2🙂 (kapan2 nulis tentang ini ah…) Jadi kita menggunakan jalan juga rasanya enak gitu, aman😀 Walau bukan berarti nggak ada pelanggaran/kecelakaan atau macet yah🙂

  3. mampiirrr pengen liat sepedanya hehehe…semangat yaaa…dan sehat2 selalu!Zil,mo kasih tau anakku lexy udah mau naik kelas 2 di De Britto n dia juga ikutan presidium…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s