Posted in Life in Holland, Zilko's Life

#1843 – Staying Warm in Winter

ENGLISH

Life in winter means we have to find the resources to stay warm. This is important in the Netherlands now as winter has officially come. Aside from, obviously, wearing winter clothes (thus adding extra minutes to get ready in the morning as there are many different stuffs to wear, lol😆 ), here are some of the others:

Warm Shower

Generally, I like warm shower anyway; but actually even more so during winter. It just feels so good to enter the shower cubicle where warm water was already pouring!! Even more so last night, when I showered after my outdoor tennis lesson for one hour!

But then, of course, I have to face the harsh reality where I need to find the courage to get off the cubicle and back in the cold, lol😆 .

Heater

To be honest I have a love and hate relationship with heater. I love it because, obviously, it keeps the room temperature comfortable enough for me to be in. On the other hand, it makes the air in the room to be really dry.

The consequence of the latter is that I need to drink water more frequently. Despite this, in the night I still turn my heater on when I sleep; I mean, for the obvious reason. Consequently, though, I almost always wake up in the middle of the night because I need to drink something. Even so, it does not mean that my body actually needs the water; sometimes it is just the dry throat due to the dry air. So sometimes, I also wake up just because of the urge to go to the toilet😆 . This means that I rarely have an uninterrupted 7 – 8 hours of sleep every night, haha😆 .

Warm Food/Drink

And, obviously, warm drink or (liquidy) food, like soup, taste even better in winter months!

***

And you, what do you do to stay warm?🙂

A big portion of corn soup
This bowl corn soup would have tasted so good now!! 😣

BAHASA INDONESIA

Hidup di musim dingin berarti kita harus mencari sumber-sumber agar kita tetap hangat. Ini penting nih di Belanda sekarang karena musim dingin telah resmi datang. Di samping, jelas, memakai pakaian musim dingin (yang mana artinya kita harus menyisihkan sekian menit ekstra di pagi hari karena ada banyak banget yang harus dipakai, huahaha :lol🙂, berikut ini beberapa lainnya:

Mandi dengan air hangat

Secara umum, aku suka mandi (pakai shower maksudnya) dengan air hangat; tetapi terlebih lagi di musim dingin. Rasanya nikmat banget deh masuk ke kotak tempat shower itu ketika air hangatnya sudah mengucur!! Apalagi semalam, ketika aku mandi setelah les tenis outdoor selama satu jam!

Tetapi tentu saja sih, di satu waktu ketika mandi itu aku harus menghadapi kenyataan kejam dimana aku harus menemukan keberanian untuk selesai mandi dan kembali ke udara dingin di luar sana, hahaha😆 .

Pemanas ruangan

Sejujurnya, aku memiliki hubungan yang manis dan pahit dengan pemanas ruangan. Aku menyukainya karena, jelas, pemanas ruangan itu membuat suhu udara di dalam ruangan cukup nyaman untuk berada di dalamnya kan ya. Di sisi lain, ini membuat udara di dalam kamar menjadi amat kering.

Konsekuensi dari yang kedua adalah, aku jadi harus minum air putih lebih sering. Walaupun begini, di malam hari aku masih menyalakan pemanas ruanganku ketika tidur; maksudku, jelas lah ya. Konsekuensinya, aku hampir selalu terbangun di tengah malam karena aku merasa kehausan. Walaupun begitu, ini bukan berarti tubuhku membutuhkan airnya loh; sering ini hanya karena tenggorokan yang kering saja akibat udara kamar yang kering. Jadi, lumayan sering juga aku terbangun di tengah malam karena aku kebelet untuk ke toilet, haha😆 . Iya, ini berarti jarang aku tidur selama 7 – 8 jam non-stop tanpa terbangun di malam hari, haha😆 .

Makanan/minuman hangat

Dan, jelas, minuman atau makanan (berkuah) hangat, misalnya sup, itu rasanya lebih nikmat di bulan-bulan musim dingin!

***

Dan kamu, apa yang kamu lakukan agar tetap hangat? :)

Posted in EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#1842 – A Weekend Story

ENGLISH

My Instagram followers (@azilko) would have known by now that I went on another trip this weekend. And the destination was, well, Frankfurt, again😛 . You might remember earlier this year I mentioned that I did not find Frankfurt especially interesting as it I found it to be more of a business rather than a leisure city. So why did I go there, again?

Here is why.

One of the benefits I get from my company is some discounts on hotels for personal use. This benefit is in yearly-term and if I do not use mine this year (2016), it will be gone. So I figured at least I should use some of it before the year ends, haha😆 .

Last month when looking at my agenda, I saw that I could use this weekend in December for a weekend trip. It also happened that there was a famous event which I had been wanting to visit for years but I had not had the chance yet: the Christmas Market in Germany. So I figured it was the perfect opportunity to combine these two together.

Glühwein and the Christmas Market
Glühwein and the Frankfurt Christmas Market

So I was looking for flight tickets to Germany. Btw, of course I could also consider taking the trains to some closer cities, like Düsseldorf or Cologne, but of course to me a trip without flying would be boring as hell and I would probably just rather not go, lol😆 . Anyway, and so I found this good deal to Frankfurt. The Christmas Market in Frankfurt even had its own Wikipedia page so I figured it should be good, lol😆 . So I decided to book the flights.

And then it was time to look for the hotel. Long story short, I found one deal to stay at a famous luxury hotel chain. The normal room rate was about €215 per night, but with my company benefit I would only need to pay €2.25 for the room, lol😆 . Yes, a 99% discount on a room at one of the most luxurious hotel chain in the world. I don’t know about you but it sounded like a good deal to me😛 . So I decided to book it! Haha😆 .

So everything was set, and it was the time to go!

Haha, this is all I can share for now. As usual, here are some teasers from the trip!🙂

BAHASA INDONESIA

Followers Instagramku (@azilko) tentu sudah tahu bahwa aku pergi dalam sebuah perjalanan lagi akhir pekan ini. Dan tujuannya adalah, yah, Frankfurt, lagi😛 . Mungkin pada ingat awal tahun ini kusebutkan bahwa bagiku Frankfurt tidaklah terlalu menarik karena berasa lebih seperti kota bisnis dan bukan untuk liburan. Lah, lalu mengapa aku kembali kesana lagi?

Berikut ini ceritanya.

Salah satu benefit yang aku dapatkan dari perusahaanku sekarang adalah diskon di hotel-hotel untuk keperluan pribadi. Benefit ini diberikan dalam termin tahunan dan jika jatahku tahun ini (2016) tidak digunakan, jatahnya akan hangus. Ih, kan sayang dong ya jadilah aku berpikir setidaknya sebagian mesti kumanfaatkan sebelum akhir tahun, haha😆 .

Bulan lalu ketika mengecek agendaku, aku lihat weekend yang ini di bulan Desember bisa kugunakan untuk sebuah perjalanan akhir pekan. Kebetulan juga ada acara terkenal yang sudah ingin aku kunjungi semenjak lama tetapi aku belum berkesempatan untuk mengunjunginya: Christmas Market di Jerman. Nah, jadi aku rasa ini adalah kesempatan yang tepat untuk menggabungkan kedua hal ini kan ya.

Glühwein and the Christmas Market
Glühwein dan Christmas Market di Frankfurt.

Jadilah aku mulai mencari-cari tiket pesawat ke Jerman. Btw, sebenarnya bisa aja sih aku naik kereta ke beberapa kota yang dekat, misalnya Düsseldorf atau Cologne, tetapi tentu saja untukku perjalanan tanpa terbang itu sungguh amat membosankan dan mungkin mendingan sekalian nggak pergi lah, hahaha😆 . Singkat cerita, aku menemukan tiket promo ke Frankfurt. Dan Christmas Market di Frankfurt bahkan memiliki halaman Wikipedia-nya sendiri sehingga seharusnya acaranya bagus juga lah ya, haha😆 . Jadilah tiketnya aku beli.

Dan kemudian adalah saatnya untuk mencari-cari hotel. Singkat cerita, aku menemukan satu deal di hotelnya salah satu jaringan hotel mewah di dunia. Harga normal kamarnya semalam adalah sekitar €215 (sekitar Rp 3 juta), tetapi dengan benefit dari kantorku, aku cukup membayar €2.25 (sekitar Rp 30 ribu) saja untuknya, huahaha😆 . Iyaa, diskon 99% untuk sebuah kamar di salah satu jaringan hotel mewah di dunia. Nggak tahu untuk kalian ya, untukku mah ini adalah deal yang oke banget😛 . Jadilah kamarnya aku pesan! Haha😆 .

Jadilah semua terencanakan, dan tinggal berangkat aja deh!

Haha, segini dulu yang bisa kuceritakan sekarang. Seperti biasa, di atas adalah beberapa teaser dari perjalanan ini!🙂

Posted in General Life, Zilko's Life

#1841 – Winter Is Here

ENGLISH

I guess it is official now:

Well, it is December already so it might not be that surprising actually, lol😆 .

Earlier this week, this was the weather forecast in the Netherlands:

Weather forecast earlier this week
Weather forecast earlier this week

Yeah, the temperature has officially gone subzero now; though as usual, we just get the cold here in winter and not the snow, lol😆 (Ignore the warning, it did not happen). Consequently, I had to finally admit the situation and open my winter wardrobe and take my winter coat with me; along with my scarves, gloves, and flappy winter hat.

Normal winter ammunition
Normal winter ammunition (from 2014)

On the not so good news, I also did not feel that well earlier this week too. I think I caught a flu. Well, I was not sick per se, but I felt like I was not 100% fit. Maybe somewhere around 75-80%. I combatted that with vitamin C, consuming some soups, and limitted my physical exercises (I skipped my tennis lesson this week (also partly due to the subzero temperature, though😛 ) and a gym session). This way, I was able to maintain my level of fitness to not drop into the “being sick” category, which was, in my opinion, very important.

A teapot of ginger tea
Some warm tea also tastes better in winter!

Anyway, I feel much better now already, so I am happy about that!🙂 Well, as I implied in this post, winter is not the season I do not like the most. In fact, I actually quite like it, especially the December part of it where people are already preparing for the Christmas and New Year holiday season!!🙂

BAHASA INDONESIA

Aku rasa sudah resmi deh sekarang:

Iya sih, sudah bulan Desember jadi memang tidak mengherankan ya, haha😆 .

Awal minggu ini, ramalan cuaca di Belanda itu seperti ini:

Weather forecast earlier this week
Ramalan cuaca awal minggu ini

Iya, suhu udaranya sudah resmi turun ke angka negatif nih; walaupun seperti biasa sih, Belanda mah cuma kebagian dinginnya doang, saljunya engga, ahahah😆 (Abaikan peringatan di ramalan cuaca itu, nggak kejadian kok). Sebagai akibatnya, mau tidak mau aku harus takluk pada situasi ini dan mulai membuka lemari pakaian musim dinginku dan pergi ke luar dengan mengenakan mantel musim dingin; eh, dan juga syal, sarung tangan, dan kupluk musim dingin dengan flap.

Normal winter ammunition
Amunisi standar di musim dingin (foto tahun 2014)

Berita kurang menyenangkannya, aku juga merasa agak kurang enak badan awal minggu ini. Kayaknya aku terkenal flu deh. Yah, aku nggak sampai sakit sih untungnya, tetapi aku merasa tidak dalam konfisi fit 100% gitu. Mungkin sekitar 75-80% lah. Aku berusaha melawannya dengan vitamin C, makan sup, dan membatasi aktivitas fisikku (aku absen dari les tenis-ku minggu ini (ini juga sebagian karena suhu udara di bawah nol derajat itu sih😛 ) dan meloncati satu jadwal gym-ku). Dengan begini, aku bisa menjaga level kesehatanku untuk tidak sampai jatuh ke level “sakit”, yang mana bagiku penting banget deh ini.

A teapot of ginger tea
Minum teh hangat juga terasa lebih nikmat loh di musim dingin!

Anyway, sekarang aku sudah merasa jauh lebih baik kok, dan aku senang karenanya!🙂 Dan, seperti yang aku siratkan di posting ini, musim dingin bukanlah musim yang paling tidak aku sukai. Malahan, sebenarnya aku cukup menyukainya lho, terutama bagian bulan Desembernya dimana orang-orang sudah mulai bersiap-siap menyambut musim liburan Natal dan Tahun Baru kan!!🙂

Posted in working life, Zilko's Life

#1840 – Four of My Favorite Activities While Commuting

ENGLISH

It is December already today, which means I have been commuting for two months now. Luckily, I feel that I have adapted to it so, for now, the approximately three hours I need to spare every working day are, well, bearable.

Commuting during rush hour
Luckily I have learned some trick (from my own experiences) to avoid this rush hour situation.

Aside from physically adapting to it, I have also developed several activities which I like to do during this time. Aside from occassionally daydreaming, playing some games in my smartphone, and napping (all could be necessary to refresh mind and body), here are four of them:

1. Replying to non-work-related emails/messages

Obviously I have the time to read and reply to work-related emails or messages during my time at the office.

2. Blogwalking

I also find it fun to blogwalk while commuting. It makes the time pass much faster as well because blogwalking takes some time. This also includes leaving some comments as well.

Reading "Menghirup Dunia" while waiting for a ride at Universal Studio Singapore
Basically I read while commuting.

3. Reading non-work-related articles

In a way, this overlaps a little bit with blogwalking because, obviously, most blogs are non-work-related.

4. Replying to blog comments

Every blogger knows that interaction is a key part in blogging. This, of course, includes the interaction in the comment section of each post.

Speaking of this, though, I notice that there is a bug with WordPress where not all comments are also visible from the mobile app. Hmm…

***

All those activities make me feel like I have used the three hours every day wisely and, more importantly, productively! So the three hours and the tiredness do not feel like a waste of my time. I guess this also helps a lot in making those commuting hours more bearable.

And you? Do you have to commute everyday? If so, what is your favorite activity to do?

An Intercity train entering platform 1 of Delft station.
An Intercity train.

BAHASA INDONESIA

Hari ini kita sudah memasuki bulan Desember, yang mana artinya aku sudah nglaju selama kurang lebih dua bulan sekarang. Untungnya, rasanya aku sudah mulai terbiasa dengannya sehingga, sekarang ini, waktu tiga jam yang harus kuhabiskan setiap hari untuk itu terasa lumayan.

Commuting during rush hour
Untungnya aku juga sudah belajar beberapa trik (dari pengalaman pribadi) untuk menghindari situasi di jam sibuk seperti ini.

Di samping terbiasa secara fisik, aku juga mulai terbiasa secara aktivitas yang aku sukai di waktu ini. Selain dari kadang-kadang melamun, main game di hape, dan tertidur sejenak (semuanya penting untuk menyegarkan pikiran dan badan), berikut ini empat di antaranya:

1. Membalas pesan/email yang tak berkaitan dengan pekerjaan

Karena jelas dong aku memiliki waktu untuk membaca dan membalas email yang berhubungan dengan pekerjaan di kantor.

2. Blogwalking

Aku juga merasa blogwalking adalah aktivitas yang seru ketika nglaju. Ini membuat waktu berlalu lebih cepat karena blogwalking kan memakan waktu juga. Ini juga termasuk meninggalkan komen.

Reading "Menghirup Dunia" while waiting for a ride at Universal Studio Singapore
Secara singkat aktivitasku ketika nglaju sih membaca.

3. Membaca artikel yang tak berkaitan dengan pekerjaan

Di satu sisi, ini berpotongan dengan blogwalking sih karena, jelas kan, kebanyakan blog itu tidak berkaitan dengan pekerjaanku, hehe.

4. Membalas komentar di blog

Setiap blogger pasti tahu bahwa interaksi itu adalah elemen penting dari ngeblog. Ini, tentu saja, termasuk interaksi di kolom komentar dari setiap posting.

Ngomongin ini, aku perhatikan sepertinya ada bug nih dengan WordPress dimana tidak semua komentar yang masuk juga muncul di app-nya. Hmm…

***

Semua aktivitas tersebut membuatku merasa waktu tiga jam setiap hari itu aku berguna dan, yang lebih penting lagi, produktif! Jadi waktu tiga jam dan lelahnya badan dari bepergian selama itu tidak terasa seperti membuang-buang waktu deh. Aku rasa ini juga membantuku merasa waktu nglaju itu lumayan.

Dan kalian? Apakah kalian harus nglaju pula setiap harinya? Jika iya, aktivitas apa yang paling kalian sukai?

Posted in Aviation, EuroTrip, Trip Report, Vacation, Weekend Trip

#1839 – Flying to/from Vienna and A Funny Drama

ENGLISH

Earlier this month, I went to Vienna for a short weekend trip. I have posted the story from my short stay there, so now is the time for the flying story to get to/back from Vienna😛 .

***

OS 372 (Amsterdam – Vienna)

austrian
Flight: Austrian Airlines OS 372
Equipment: Embraer ERJ195 reg OE-LWM
ATD: 10:39 CET (Runway 18L of AMS)
ATA: 12:10 CET (Runway 34 of VIE)

Learning from my recent AvGeek Weekend Trip with SAS, I decided to go to the airport a little bit earlier today as I was not flying a SkyTeam airline so I wouldn’t get the access to the priority security lane at Schiphol. The last time I had to wait for about 45 minutes for the security check! I arrived at the airport at around 8 AM, about two hours prior to departure, haha😆 . However, it turned out that today the security check was not busy at all and I did not even need to queue! Damn!! 9gagFU

Austrian Airlines' Embraer ERJ195 reg OE-LWM
Austrian Airlines’ Embraer ERJ195 reg OE-LWM

Long story short, boarding commenced on time from Pier B of Schiphol. Btw, today OS 372 was operated with an Embraer 195 reg OE-LWM, much to my excitement because it would be my first time ever flying an Embraer 195! Yeay!! I settled onto my 8F seat. The leg room was very spacious, and this was one reason why I loved flying a regional jet!

Good legroom on board Austrian Airlines' OE-LWM
Good legroom on board Austrian Airlines’ OE-LWM

Boarding the flight was quite unique for European standard, in the sense that they played a boarding instrumental music! It was my first time (as far I recall) encountering a European airline playing a boarding music (Garuda Indonesia normally does the same). And as I was flying Austrian to the Austrian capital of Vienna, very fittingly they played Vivaldi’s Four Seasons at the time!! 😍

Anyway, not long after, we departed and the safety demo was done manually. We took off from runway 18L of Schiphol and our 1.5 hours flight to Vienna began.

Taking off from runway 18L of Schiphol, runway 24 making an appearance
Taking off from runway 18L of Schiphol, runway 24 making an appearance

It took awhile for the pilots to turn off the seatbelt signs off for the passengers. In fact, they did it just when the FAs were ready to distribute the snack service. The snack choice was savoury or sweet (I chose the former) and a selection of drinks (I asked for a coffee and still water).

At around noon, we were approaching Vienna already and I could see the not-so-promising weather from the above, where a lot of cloud had been formed. Anyway, we landed smoothly at runway 34 of Vienna International Airport. Here is the landing video:

OS 373 (Vienna – Amsterdam)

sunexpress
Flight: Austrian Airlines OS 373 operated by SunExpress Deutschland
Equipment: Boeing 737-800 reg D-ASXD
ATD: 15:35 CET (Runway 29 of VIE)
ATA: 17:01 CET (Runway 18R of AMS)

My returning flight from Vienna was super unique, and this was the reason why I chose this particular flight (aside from the perfect schedule😛 ). While it was an Austrian Airlines’ flight, it would be operated by SunExpress Deutschland, a German airline that was a subsidiary of a Turkish airline (SunExpress). Very anti-mainstream, so obviously I liked!!:mrgreen:

Sun Express Deutschland's Boeing 737-800 reg D-ASXD
Sun Express Deutschland’s Boeing 737-800 reg D-ASXD

The flight today was operated with a Boeing 737-800. I was happy that I managed to secure one of the front-row window seats, seat 4F that was in the first row of economy on board D-ASXD. The legroom was a little bit tight for a full-service standard (SunExpress was not really a full-service airline actually), btw. Anyway, not long after boarding, we departed and took off from runway 29 of Vienna Airport. Upon taking-off, we also passed the city of Vienna. Beautiful!

Vienna from above
Vienna from above

***

A Funny Drama

Anyway, the departure today was delayed for about 20 minutes. Just after take-off and the seatbelt sign was switched off, there was a group of travellers sitting at the back of the plane DECIDED THEMSELVES that they deserved to be moved to the business class due to the delay because they had a connecting flight 😅. I mean, like, come on dudes, you were not the only ones getting a delayed flight on board this flight? Like… 😅

In their defense, this “upgrade” practice was not uncommon. Moving connecting passengers forward in a delayed flight would minimize the risk of these passengers missing their connections, thus no extra cost for the airline (otherwise the airline would have had to buy the passengers new tickets, which meant: cost). I had experienced it a couple of times when flying AirFrance, for instance this time.

The guy in white decided to move himself to the business class
The guy in white decided to move himself to the business class

However, as far as I know, this was done only if the crew did not think they could recover the delay and so the connecting time becoming too tight. In this circumstance, the crew would approach the passengers and asked them to move forward. This was usually done just minutes before landing. This made sense, because the passengers only needed the forward seats to get off the plane; and of course the crew had the responsibility to make business class as exclusive as possible. Otherwise, how would the actual paying business class passengers feel when a cheap economy passenger was moved to business class just after departure just because the passenger had a connecting flight?

So certainly it was not the passengers’ judgment on whether or not they deserved to be moved forward; and certainly not just after take-off and just after the seatbelt sign had been switched off.

On board SunExpress Deutschland's Boeing 737-800 reg D-ASXD.
On board SunExpress Deutschland’s Boeing 737-800 reg D-ASXD. The seats with the red cap were the Europe business class seats.

I was happy to see the crew being very firm and asked these passengers to move back to their original seats. One guy tried to argue with one of the FAs, but she made her point clear and said she could not let them sit in business class, even if they did not ask for any business class meal service. Finally, the passengers listened to the crew and moved back to their original seats.

What I found funny was that midway through the flight, the captain made an announcement that despite the departure delay, we would still land on time in Amsterdam! Lol😆

***

The snack service on board flight OS 373
The snack service on board flight OS 373

Anyway, back to the flight story. Midway through, a snack service was distributed. The snack was literally a small piece of apple and a selection of drink, so it was rather disappointing in my opinion, haha😆 . Overall, the flight was okay and rather uneventful. At 5 PM, we landed at my least favorite runway of Schiphol, the Polderbaan.

BAHASA INDONESIA

Awal bulan ini, aku pergi ke Vienna untuk sebuah perjalanan akhir pekan singkat. Posting berisi aktivitasku disana telah aku publikasikan beberapa waktu yang lalu, jadilah sekarang saatnya untuk cerita penerbanganku kesana/kembali dari sana😛 .

***

OS 372 (Amsterdam – Vienna)

austrian
Penerbangan: Austrian Airlines OS 372
Pesawat: Embraer ERJ195 reg OE-LWM
ATD: 10:39 CET (Runway 18L of AMS)
ATA: 12:10 CET (Runway 34 of VIE)

Belajar dari AvGeek Weekend Trip baru-baru ini dengan SAS, aku memutuskan untuk berangkat ke bandara lebih awal kali ini karena aku tidak terbang dengan SkyTeam, yang mana berarti aku tidak akan bisa mengakses jalur prioritas di Schiphol. Terakhir kali aku harus mengantri selama 45 menit untuk sekuirit saja! Aku tiba di bandara sekitar jam 8 pagi, sekitar dua jam sebelum keberangkatan, haha😆 . Namun, ternyata hari ini pemeriksaan sekuritinya tidak ramai sama sekali sehingga aku tidak perlu mengantri sama sekali dong! Sial!! 9gagFU

Austrian Airlines' Embraer ERJ195 reg OE-LWM
Embraer ERJ195 rego OE-LWNnya Austrian Airlines

Singkat cerita, boarding berlangsung tepat waktu dari Pier B di Schiphol. Btw, hari ini OS 372 dioperasikan dengan sebuah Embraer 195 dengan registrasi OE-LWM, yang mana membuatku merasa bersemangat sekali karena ini adalah kali pertama aku terbang dengan sebuah Embraer 195! Hore!! Aku kemudian duduk di kursi 8F-ku. Ruang kakinya lapang sekali, dan ini lah alasan aku suka terbang dengan pesawat jet regional!

Good legroom on board Austrian Airlines' OE-LWM
Ruang kaki yang lapang di pesawat OE-LWMnya Austrian Airlines

Boarding kali ini cukup unik untuk standar Eropa, dimana ada musik instrumental yang dimainkan untuk menemani penumpang naik pesawat! Ini adalah kali pertama (sejauh yang aku ingat) aku memasuki pesawat sebuah maskapai Eropa dengan alunan musik (Garuda Indonesia biasanya melakukan hal yang sama juga). Dan karena aku terbang dengan Austrian ke ibukota Austria, Vienna, jelas dong dengan sangat amat pas mereka memainkan Four Seasons-nya Vivaldi waktu itu!! 😍

Anyway, tak lama setelahnya, kami berangkat dan pemeragaan keamanan dilakukan manual. Kami lepas landas dari landasan pacu 18L Bandara Schiphol dan penerbangan 1,5 jam ke Vienna dimulai.

Taking off from runway 18L of Schiphol, runway 24 making an appearance
Lepas landas dari landasan pacu 18L Bandara Schiphol, runway 24 juga terlihat.

Pilot mengambil waktu cukup lama untuk mematikan lampu tanda kenakan sabuk pengaman. Malahan, lampunya baru dimatikan ketika pramugari telah siap untuk membagikan layanan snack loh. Pilihan snack-nya adalah savoury atau sweet snack (aku memilih yang pertama) dan pilihan minuman (aku memesan kopi dan air mineral).

Sekitar jam 12 siang, kami sudah mendekati Vienna dan aku bisa melihat cuaca yang kurang meyakinkan dari atas, dimana ada banyak awan yang menggantung di atas kota. Kami mendarat di landasan pacu 34 Bandara Internasional Vienna dengan mulus. Berikut ini video pendaratannya:

OS 373 (Vienna – Amsterdam)

sunexpress
Penerbangan: Austrian Airlines OS 373 dioperasikan oleh SunExpress Deutschland
Pesawat: Boeing 737-800 reg D-ASXD
ATD: 15:35 CET (Runway 29 of VIE)
ATA: 17:01 CET (Runway 18R of AMS)

Penerbanganku kembali dari Vienna cukup unik, dan ini lah alasanku memilihnya (selain jadwalnya yang memang enak sih😛 ). Walaupun ini adalah penerbangannya Austrian Airlines, operatornya adalah maskapai SunExpress Deutschland, sebuah maskapai Jerman yang merupakan anak perusahaan dari sebuah maskapai Turki (SunExpress). Anti-mainstream banget kan, jadilah aku suka!!:mrgreen:

Sun Express Deutschland's Boeing 737-800 reg D-ASXD
Sebuah Boeing 737-800nya Sun Express Deutschland dengan rego D-ASXD

Penerbangan hari ini dioperasikan dengan pesawat Boeing 737-800. Aku senang aku bisa mengamankan salah satu kursi jendela di barisan depan, kursi 4F yang berada di barisan pertama kelas ekonomi di dalam D-ASXD. Ruang kakinya agak cenderung sempit untuk standar full-service (SunExpress sendiri bukan lah full service sih). Tak lama setelah boarding selesai, penerbangan berangkat dan lepas landas dari landasan pacu 29 Bandara Internasional Vienna. Jalur lepas landas kami melintasi atas kota Vienna. Kece deh pemandangannya!

Vienna from above
Vienna dari atas

***

Sebuah Drama Lucu

Anyway, keberangkatan penerbangan hari ini terlambat selama sekitar 20 menit. Tepat setelah lepas-landas dan lampu tanda kenakan sabuk pengaman dimatikan, ada satu grup penumpang yang duduk di belakang pesawat MEMUTUSKAN SENDIRI bahwa mereka berhak untuk dipindahkan ke kelas bisnis akibat keterlambatan ini karena mereka ada penerbangan lanjutan 😅. Ih, come on, memangnya situ pikir yang kena delay di penerbangan ini cuma situ doang gitu? Wedew… 😅

In their defense sih, praktek “upgrade” begini tidaklah aneh sebenarnya. Memindahkan penumpang dengan connecting flight ke depan di sebuah penerbangan yang terlambat akan meminimalisir risiko penumpang ini ketinggalan penerbangan lanjutannya, yang mana berarti maskapai tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan (jika penumpang ketinggalan, maskapai harus membelikan penumpang itu tiket baru, yang berarti: biaya ekstra). Aku sendiri sudah pernah mengalaminya beberapa kali kok ketika terbang dengan AirFrance, misalnya kali ini.

The guy in white decided to move himself to the business class
Bapak-bapak dengan baju putih itu yang memutuskan untuk memindahkan dirinya sendiri ke kelas bisnis

Namun, sejauh yang aku tahu, ini hanya dilakukan jika kru penerbangan cukup yakin mereka tidak akan bisa recover dari keterlambatannya sehingga waktu transit menjadi terlalu singkat. Dalam situasi ini, kru akan mendatangi penumpang dan meminta mereka untuk pindah ke depan. Biasanya ini dilakukan beberapa menit sebelum mendarat. Masuk akal sekali kan, karena toh penumpang-penumpang ini membutuhkan kursi di depan itu hanya untuk keluar dari pesawat; dan tentu saja kru memiliki tanggung-jawab untuk membuat kelas bisnis seeksklusif mungkin. Jika tidak, bagaimana coba perasaan penumpang yang membayar mahal untuk terbang di kelas bisnis ketika melihat penumpang ekonomi dengan tiket murah dipindahkan ke kelas bisnis ketika baru saja berangkat hanya karena si penumpang ekonomi ini memiliki penerbangan lanjutan?

Jadi jelas bukanlah keputusannya si penumpang apakah ia berhak dipindahkan ke depan; dan biarpun begitu, waktu yang tepat untuk pindah jelas bukanlah tepat setelah lepas-landas dan lampu tanda kenakan sabuk pengaman dipadamkan.

On board SunExpress Deutschland's Boeing 737-800 reg D-ASXD.
Di dalam Boeing 737-800nya SunExpress Deutschland rego D-ASXD. Kursi dengan cap merah adalah kursi di kelas bisnis Eropa.

Aku merasa senang ketika melihat krunya bersikap tegas dan meminta penumpang-penumpang ini untuk kembali ke kursi mereka di bagian belakang pesawat. Seorang bapak-bapak berusaha ngeyel dengan salah seorang pramugari tetapi pramugarinya bersikeras bahwa ia tidak bisa mengizinkan mereka duduk di kelas bisnis, termasuk biarpun si bapak tidak meminta layanan makanan kelas bisnis. Akhirnya, mereka menurut dan pindah kembali ke belakang.

Yang kemudian lucu adalah di tengah penerbangan, pilot membuat pengumuman bahwa biarpun penerbangan ini berangkat terlambat, kami masih akan tetap mendarat tepat waktu di Amsterdam! Huahaha😆

***

The snack service on board flight OS 373
Layanan snack di penerbangan OS 373

Anyway, kembali ke cerita penerbangannya. Layanan snack dibagikan di tengah penerbangan. Snack-nya sendiri adalah satu buah apel dengan ukuran tidak terlalu besar dan pilihan minuman, sehingga aku sedikit merasa kecewa deh, haha😆 . Secara umum, penerbangannya berlangsung biasa saja dan uneventful. Sekitar jam 5 sore, kami mendarat di landasan pacu yang paling tidak kusukai di Schiphol, Polderbaan.

Posted in General Life, Tennis, Zilko's Life

#1838 – Some Stories This Week

ENGLISH

Here are some stories from this week.

A Future Plan

Lol, “a future plan” might sound so serious yet funny at the same time, indeed.

Anyway, when a plan exists, it means there is a goal that we (I) want to achieve. This is the case here. And I am really grateful that my company has played a bit of a role to make this the case. A near-term goal which I have had in mind for a while now, at least, has come to a less vague state. At least now I know some concrete steps which I want to take to achieve this goal.

So what goal that is? Well, as always, I like to be so cryptic and won’t share it here now; as it might jynx it😛 . However, I have to say it is quite a big life goal. But as usual, when the time comes, for sure I will share what that goal is😉 .

Having said that, it is still a long process from where I stand now. I guess I need to just make that first step soon and try to enjoy the process as much as possible, as for sure there will be valuable lessons and experiences along the way😛

Tennis Lesson

Anyway, I have also had my tennis lesson started this week. So this summer I extended my Sports Card membership at TU Delft, making use of the student discount that was, then, still valid as I was still registered as a TU Delft employee😛 . It was nice to finally hit some tennis balls again after a few weeks off; even though my rhythm was nowhere to be found this week😛 .

Andy Murray = 2016 Year-End World Number 1!!

Speaking of tennis, I am really happy that by winning the year-end championships (ATP World Tour Finals) in London last week, Andy Murray officially ends 2016 as the world number 1 male tennis player!!

You know, two weeks prior he reached the world number 1 position for the first time ever in his career. To be honest, I had a bit of a worry this stint would only short-live because he had such a tough draw in London, at least on paper, while on the other hand, Novak Djokovic, the other player who could potentially snatch the number 1 ranking back, had an easier draw. So I am super glad he managed to get through that!

Congratulations, Andy!😀

Andy Murray ended 2016 as the world number 1. Photo credit: Julian Finney/Getty Images Europe
Andy Murray ended 2016 as the world number 1. Photo credit: Julian Finney/Getty Images Europe

BAHASA INDONESIA

Berikut ini beberapa cerita dari minggu ini.

Sebuah Rencana Masa Depan

Huahaha, “sebuah rencana masa depan” terdengar serius banget tapi lucu juga ya.

Anyway, ketika sebuah rencana terbentuk, artinya ada tujuan yang ingin kita (aku) capai. Memang ini sih kasusnya di sini. Dan aku sungguh bersyukur kantorku sedikit membantuku untuk membuat ini terjadi. Sebuah tujuan jangka menengah yang sudah aku pertimbangkan selama beberapa waktu sekarang, setidaknya, sudah memasuki bentuk yang sedikit lebih jelas. Setidaknya sekarang aku sudah memiliki beberapa langkah kongkrit untuk mencapai tujuan ini.

Memang tujuan apa sih? Ah, mau tau aja atau mau tau banget? Haha. Ah, tapi seperti biasanya, aku mau sok misterius dulu deh sekarang dan tidak akan membagikan ceritanya dulu; takut nge-jynx euy😛 . Namun, harus kubilang bahwa ini adalah sebuah tujuan yang besar banget lah. Tapi seperti biasa, nanti jika saatnya sudah tiba, tentu sebuah tujuan ini akan kuceritakan di sini😉 .

Walaupun begitu, prosesnya masih panjang banget dari posisiku sekarang ini. Aku rasa memang aku sebaiknya menutup mata dan langsung membuat langkah pertama itu sih; dan kemudian berusaha menikmati prosesnya semaksimal mungkin karena aku yakin akan ada banyak pelajaran dan pengalaman berharga sepanjang jalan😛 .

Les Tenis

Anyway, minggu ini les tenisku dimulai lagi. Jadi musim panas lalu aku memperpanjang keanggotaanku di pusat olahraganya TU Delft, memanfaatkan diskon mahasiswa ketika aku masih terdaftar resmi bekerja di TU Delft kan😛 . Asyik aja akhirnya bisa memukul bola tenis lagi setelah absen beberapa minggu; walaupun ritmeku kacau banget sih minggu ini😛 .

Andy Murray = Peringkat 1 Dunia Akhir Tahun 2016!!

Ngomongin tenis, aku senang sekali bahwa dengan memenangi turnamen tutup tahun (ATP World Tour Finals) di London minggu lalu, Andy Murray resmi mengakhiri tahun 2016 sebagai petenis pria peringkat 1 dunia!!

Tahun kan, dua minggu sebelumnya ia mencapai peringkat 1 dunia untuk pertama kalinya di kariernya. Sejujurnya, aku sedikit khawatir pencapaian ini akan berlangsung sebentar saja kali ini karena ia mendapatkan undian yang berat di London, setidaknya di atas kertas. Sementara itu, Novak Djokovic, pemain lainnya yang secara matematis bisa merebut peringkat 1 kembali, mendapatkan undian yang lebih ringan. Jadi aku lega deh ia berhasil melalui itu semua!

Selamat, Andy!😀

 

Posted in Life in Holland, Zilko's Life

#1837 – Why I Don’t Like Fall

ENGLISH

A lot of people say they love Fall/Autumn, mainly because of something like this:

Autumn in Delft Schie
Autumn in Delft five years ago (I am too lazy to take a more recent picture this year😛 )
, which is correct, btw, and I agree with this particular condition. However, I actually put this season as my least favorite of the four. Here is why. (#antimainstream #SEO)

One word which, to me now, describes this season the best is: gloomy.

And it applies to many things.

In the Netherlands, Fall weather usually means a lot of cloud and, sometimes, mist and, thus, it is wet too. Just like what I recently shared. Therefore, if you look outside, usually what you see is grayness. Dark cloudy sky with thick cloud hanging and people walking with their umbrellas or coat.

The fact that Summer precedes the season also does not help. While usually it also rains quite a lot in the Netherlands in Summer too (this year was an exception though, it was pleasantly rainless!😛 ), at least the days are longer. And personally, I like longer days. I like it when the sun is up from 5 AM to 10 PM.I feel more energized.

10:30 PM in Delft on 21 June 2015
10:30 PM in Delft on 21 June 2015
And my conjecture is (I haven’t bothered looking for actual research on this😛 ) that this has some collective effect on the people as well. Consciously or not, the gloomy weather affects people’s mood. When many of these people are together (like, e.g. at work), the gloominess radiates in many different forms.

I have only started my current job this October, which was Fall already, so I cannot really say anything about it. However, I have had four Falls during the course of my PhD; and in my experience, this season had always consistently been the most “depressing” periods of my PhD years. Specifically, the toughest period of my PhD years (so far) was the Fall of 2014, i.e. the Fall of my third PhD year, many referred to as the toughest year of PhD in the Netherlands. More or less, this was radiated into some posts in this blog as well.

One of those misty mornings in Delft lately
One of those Fall days here.
It might be a spurious correlation we are observing here; as there are other factors as well which can influence this as well, for instance the end of the year is near so the higher workload, no public holiday (while there are Christmas and New Year in the winter), etc.

As I said, I haven’t bothered looking deepert into this matter. So for this post, it would do even if a spurious correlation, haha😆 . What is important is, this is generally what I feel about Fall😛 .

Piles of fallen leaves
Piles of fallen leaves in October, 2011
BAHASA INDONESIA

Banyak orang berkata bahwa mereka suka banget dengan yang namanya Musim Gugur, terutama karena pemandangan kayak begini:

Autumn in Delft Schie
Musim gugur di Delft lima tahun yang lalu (tahun ini malas nih mengambil foto yang lebih up-to-date kekinian gitu😛 )
, yang mana benar juga sih, btw, dan aku sendiri setuju dengan satu kondisi khusus ini. Namun, sebenarnya secara umum aku harus bilang bahwa musim ini adalah musim yang paling tidak aku sukai dari empat musim yang ada loh. Berikut ini alasannya. (#antimainstream #SEO)

Satu kata yang, untukku saat ini, mendeskripsikan musim ini dengan paling baik adalah: muram (gloomy).

Dan ini mewakili banyak sekali hal loh.

Di Belanda, cuaca musim gugur itu biasanya berarti awan mendung tebal dan, kadang-kadang, berkabut yang mana artinya juga basah. Yah, seperti apa yang aku ceritakan beberapa waktu lalu lah. Makanya, jika kita melihat ke luar, yang terlihat biasanya adalah suasana abu-abu. Langit yang mendung dengan awan-awan tebal dan orang-orang berjalan-kaki dengan payung atau mantelnya.

Kondisi dimana musim panas mendahului musim ini juga tidak membantu. Walaupun di musim panas juga banyak hujan sih di Belanda (tahun ini pengecualian sih, hujannya sedikit!😛 ), setidaknya hari-harinya kan panjang gitu. Dan untukku pribadi, aku suka dengan hari yang panjang. Kan asyik ya matahari bersinar dari jam 5 subuh sampai jam 10 malam gitu. Aku merasa sungguh berenergi.

10:30 PM in Delft on 21 June 2015
Jam 10:30 malam di Delft tanggal 21 Juni 2015
Dan konjekturku adalah (malas nih untuk meriset lebih mendalam😛 ), ini mempengaruhi manusia juga. Sadar ataupun tidak, cuaca yang muram ini mempengaruhi mood orang-orang. Dan ketika banyak orang-orang ini berdekatan (misalnya di kantor), kemuramannya cenderung tersebar dalam berbagai macam bentuk.

Aku baru saja memulai pekerjaanku saat ini di bulan Oktober, yang mana artinya sudah masuk musim gugur, makanya aku tidak bisa menyimpulkan apa pun darinya. Namun, aku sudah melalui empat musim gugur sepanjang masa studi PhD (S3)-ku; dan dari pengalamanku, musim ini terus-terusan menjadi bagian dari periode paling “memuramkan” dari tahun-tahun PhD-ku itu. Lebih spesifik lagi, periode tersulit dari tahun-tahun PhD-ku (sejauh ini) adalah musim gugur 2014, yaitu musim gugur dari tahun ketiga PhDku, yang banyak disebut orang-orang sebagai tahun tersulit dari sebuah studi PhD di Belanda. Sedikit banyak, ini teradiasikan di beberapa posting di blog ini juga.

One of those misty mornings in Delft lately
Kadang suasana musim gugur disini itu begini
Memang bisa jadi ini adalah sebuah korelasi palsu (spurious correlation); karena bisa saja kan ada faktor yang juga mempengaruhi ini, misalnya akhir tahun yang dekat sehingga banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, tidak adanya hari libur (kalau di musim dingin setidaknya kan ada Natal dan Tahun Baru), dll.

Seperti yang kubilang, aku malas untuk melihat hal ini lebih jauh. Jadi untuk posting ini, andaikata benar pun korelasi palsu mah nggak apa-apa ya, haha😆 . Intinya adalah, ini lah yang kurasakan secara umum tentang musim gugur😛 .