Posted in PhD Life, Zilko's Life

#1792 – My Last Full Week

ENGLISH

This (working)-week was the last week of mine where I was fully employed by TU Delft. As of now, I only have three full working days left.

It is surreal how things are moving really fast and somehow I am already at the really, really end of my contract! On Wednesday, my salary was paid and I knew it would be the last salary I received from TU Delft. This last salary payment also came with my yearly bonus (was to be paid in December 2016) and my holiday allowance (was to be paid in May 2017) which I have built on up to now; making the “Whoaa, it is coming” moment even more noticeable.

Regarding my thesis, how is it going? Well, theoretically it is finished now. I still need the approval from my promotor (read: the head of my research group), though, who is currently reading it. But this will be a topic we will discuss next week in my last three days at TU Delft; including the preparation of the many documents that are required for me to have the defense and, thus, to get my degree. Especially considering that my promotor will temporarily work in Paris until the end of the year. Oh well… . So we will see, fingers crossed!🙂

I have also started to clean my desk up. You know, after about three and a half years (I was in another room for the first half a year of my PhD), things have started to pile up. So I figured now it was the time to start discarding the unnecessary stuffs out (mostly papers, though). And now, suddenly my table feels like twice or, even, thrice more spacious! Lol😆

Yeah, I feel it now. It is happening!!

Suddenly the extra space, before it was full of paper and documents.
Suddenly the extra space, before it was full of paper and documents.
My office's paper disposal basket became overloaded with my old unused paper and documents, lol.
My office’s paper disposal basket became overloaded with my old unused paper and documents, lol.

BAHASA INDONESIA

Minggu (kerja) ini adalah minggu terakhirku dimana aku masih secara resmi bekerja di TU Delft secara penuh. Sekarang ini, aku hanya memiliki tiga hari kerja yang tersisa.

Nggak terasa aja entah bagaimana sekarang aku sudah berada di benar-benar penghujung dari kontrakku! Di hari Rabu, gajiku dibayarkan dan aku tahu ini adalah gaji terakhirku dari TU Delft. Di gaji terakhir ini juga terbayarkan bonus tahunan (yang normalnya akan diberikan Desember 2016) dan bonus holiday allowance (yang normalnya akan diberikan Mei 2017); sehingga membuat momen “Whoaa, ini beneran terjadi loh” menjadi semakin terasa aja.

Ngomongin disertasiku, bagaimanakah nasibnya? Hmm, secara teori sudah selesai sih. Saat ini aku sedang menunggu persetujuan dari promotorku (baca: kepala grup risetku), yang mana sedang membacanya sekarang. Dan ini adalah topik yang akan kami diskusikan minggu depan di tiga hari kerja terakhirku di TU Delft; termasuk persiapan banyak dokumen yang diperlukan untuk sidang dan untukku mendapatkan gelarnya. Apalagi kebetulan promotorku akan (untuk sementara) bekerja di Paris sampai akhir tahun ini. Duh. Jadi kita lihat saja deh, fingers crossed!🙂

Aku juga sudah memulai pembersihan mejaku. Tahu lah, setelah tiga setengah tahun (aku berada di ruangan lain di setengah tahun pertama PhDku), sudah ada banyak penumpukan yang terjadi di mejaku. Jadi aku rasa sudah waktunya lah ya untuk membuang barang-barang yang sebenarnya sudah tidak diperlukan lagi (kebanyakan sih tumpukan kertas). Dan, tiba-tiba, sekarang mejaku jadi terasa dua atau bahkan tiga kali lebih lapang daripada sebelumnya! Haha😆

Iya, sudah semakin terasa deh sekarang. Hal ini sedang terjadi!!

 

Posted in General Life, Zilko's Life

#1791 – Heatwave and (Almost) A New Academic Year

ENGLISH

This is pretty much the headline here in the Netherlands this week:

Extreme heat warning 😲
Extreme heat warning 😲

😲😲😲😲😲

Yes, there is a warning of extreme heat!! 😱😱😱😱😱

Yes, we are, currently, being struck by a heatwave causing the temperature to be really hot at the moment. Okay, still in the low 30s (Celsius), though, but still, it has been really hot!! This is actually one aspect I don’t really like from summer (aside from the frequent rain; it is a toss up for me between extreme heat or frequent rain).

The forecast says it should be over by weekend; so let us hope it is right, haha😆 . And at least sometimes the wind blows too and it is not the typical hot wind; so the breeze still feels quite nice😀 .

Anyway, speaking of this time of the year, it is almost the new academic year here in TU Delft. Six years ago, I arrived in Delft also at around this time. This means that new batches of students have arrived; and Delft has become a much livelier city than it has been the past two months. There were a lot of events going on; not only in the university but also in the city itself. A lot of associations/groups organized an open-house introducing themselves to the new residents of the city.

While I think it is cool, on the other hand I also feel a little bit of inconvenience because of this, to be honest. First of all, with more people, the road becomes more crowded. Second of all, a lot of paths have been blocked to make rooms for these events; and this is on top of the never-ending construction works in the city.

***

But this also reminds me that my time in TU Delft as a PhD student will also come to an end, really soon; as my contract will end just before the new academic year starts.

Yeah…

BAHASA INDONESIA

Yang berikut ini cukup merangkumkan topik utama di Belanda minggu ini:

Extreme heat warning 😲
Peringatan cuaca panas ekstrim  😲

😲😲😲😲😲

Iya, ini adalah peringatan akan datangnya cuaca panas ekstrim!! 😱😱😱😱😱

Iya, sekarang ini Belanda sedang diterjang heatwave (gelombang panas) sehingga suhu udaranya panas banget deh sekarang. Oke, masih di 30an (Celsius) bawah sih, tapi tetap aja, rasanya panas bangettt!! Ini nih satu aspek yang tidak kusukai dari musim panas (selain hujan yang sering sih; susah deh menentukan mana yang lebih tidak kusukai, suhu panas banget atau hujan).

Menurut ramalan cuaca sih seharusnya gelombang panasnya selesai akhir pekan ini; jadi mudah-mudahan ramalannya benar ya, haha😆 . Setidaknya kadang-kadang angin masih bertiup juga sih; dan untungnya anginnya bukan lah angin yang panas, sehingga hembusan anginnya terasa nyaman😀 .

Anyway, ngomongin waktu sekarang ini, saat ini sudah hampir waktunya tahun akademik baru dimulai di TU Delft. Enam tahun lalu, aku juga tiba di Delft di tanggal-tanggal segini. Ini artinya, sekarang ini sudah ada banyak kloter mahasiswa baru yang datang; dan Delft menjadi lebih ramai deh daripada dua bulan belakangan ini. Ada banyak acara yang berlangsung; tidak hanya di universitas tetapi juga di kotanya itu sendiri. Ada banyak asosiasi/grup yang mengadakan open-house memperkenalkan diri mereka ke penduduk baru kota ini.

Walau menurutku ini keren, di sisi lain aku juga merasakan sedikit ketidak-nyamanan karenanya sih, sejujurnya. Pertama-tama, dengan ada banyaknya orang, jalanan menjadi semakin ramai. Yang kedua, banyak jalan yang ditutup untuk mengadakan acara-acara ini; dan ini di atas pekerjaan konstruksi yang nggak akan pernah beres disini.

***

Ah, tetapi ini juga mengingatkanku bahwa waktuku di TU Delft sebagai mahasiswa PhD (S3) juga akan berakhir, segera; karena kontrakku akan habis sebelum tahun akademik baru dimulai.

Ya gitu deh…

Posted in EuroTrip, Tips, Travelling

#1790 – Four Saving-Money Tips in Geneva

ENGLISH

Posts in the A Weekend In Geneva series:
1. Introduction
2. Part I: The Flights
3. Part II: Geneva

***

It is no secret that Switzerland is an “expensive” country to visit (well unless you are from an even more expensive country). So understandably many (budget) travelers would avoid visiting it.

From my weekend trip to Geneva at the end of July, though, I noticed there were a few things which we could do to save some money. Well, these tips would not magically make traveling in the country suddenly become “cheap”, of course. However, they would help to “control the damage” on your potential spending in Geneva.

Delicious steak in Geneva
None of these tips would make this delicious steak from costing CHF 42.50 to CHF 12.50, for instance😆

Here they are:

1. FREE public transportation ticket when arriving at Geneva International Airport

This first tip is the trickiest one. When you arrive at Geneva International Airport, you can get a FREE public transportation ticket that is valid for 80 minutes. The ticket is meant to help you reach your destination within the city; and is also valid on the airport train that is the fastest way to the city center from the airport (5 minutes).

The tricky thing? Well, you have to get the ticket BEFORE you leave the luggage hall (because otherwise you could not get back in) where you can get it from a machine. The free ticket machine looks something like this:

A free ticket machine in the luggage area of Geneva Airport
A free ticket machine in the luggage area of Geneva Airport

While certainly visible (especially if you know what you are after), in my opinion it is also rather easy to miss it (when you forget about it, or even if you are not aware of such ticket).

If you already leave the luggage hall before getting the free ticket, there is no way to get back in and you would have to buy the public transportation ticket (CMIIW). I was curious how much this would have cost, so I made a dummy booking at the regular machine at the Geneva Airport train station:

Normal train ticket fare from Geneva Airport station to the city center
Normal train ticket fare from Geneva Airport station to the city center

Yes, a one-way trip on the 5 minute ride from the airport to the city center would have cost CHF 3 (€ 2.89). Haha😆 . It might not be significant, but (a) It still helps! 😎 and (b) Remember, the free ticket is valid for 80 minutes for the entire Zone 10 (the city of Geneva) so you can also use it to travel beyond the train station to reach your hotel/hostel/camping ground/apartment/etc.

2. FREE public transport card

The second tip is certainly extremely useful (😆 ) and less tricky than the first one. When you stay in a hotel, hostel, or a campsite, you are entitled for a FREE public transport card for the duration of your stay! I say this one is less tricky because typically you would get it when you check-in at the hotel/hostel/campsite. Well, at least if the hotel receptionist forgets to give you one, you can always ask for it🙂 .

Another good thing about this card is that it is date-based. This means that on your last day of visit, you can still use your card until the end of the day even if you have to check out from the hotel quite early during the day. Certainly this is useful, for instance, when you have a late flight out of Geneva.

The ticket is personalized where your name would be written on the card along with the validity period, something like this:

My free transport card for three full days
My free transport card for three full days

3. Consider staying at a breakfast-inclusive hotel

Nowadays it is quite common to find a relatively low hotel rate which (consequently) does not include breakfast. Depending on how much the difference is between the breakfast inclusive and exclusive rate, it might actually worth to book the inclusive rate. Why? Well, simply because the price of food in Switzerland is astronomical😆 .

It happened that the cheapest rate of hotel that I stayed in was already breakfast-inclusive, so I did not need to compare anything. And I do think it really helped a lot, though. The breakfast was quite substantial (typical Continental-style breakfast) and was definitely sufficient to start my day.

Complimentary breakfast at the hotel
Complimentary breakfast at the hotel

4. Be aware of local events

Another impression of mine about Geneva was that it appeared to be a lively city. There were many events that were underway during my short stay there. Okay, I am not sure if it was due to the summer or it was always like that throughout the year. My point is, just be aware of any ongoing events nearby.

On Saturday evening, I went out to Parc Moynier where, at the time, there was a free movie screening in the park. As it was free, of course it was packed. Some people even brought their picnic mat and chairs as well, lol😆 . It happened that I did not find the movie interesting (Clint Eastwood 1964 cowboy movie A Fistful of Dollars; not really my cup of tea) so I left after about 40 minutes. But still, it might happen too that there were interesting events for you nearby. Just keep your eyes open.

A free movie screening in the park
A free movie screening in the park

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri A Weekend In Geneva:
1. Introduction
2. Part I: The Flights
3. Part II: Geneva

***

Bukan rahasia bahwa Swiss adalah negara “mahal” untuk dikunjungi (kecuali kamu berasal dari negara yang bahkan lebih mahal lagi sih, haha). Jadi tidak mengherankan ada banyak travelers (dengan budget terbatas) yang menghindarinya.

Dari pengalaman perjalanan akhir pekanku ke Jenewa di akhir Juli yang lalu, aku perhatikan sebenarnya ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk sedikit menghemat pengeluaran. Pertama-tama, tips ini tidak akan secara ajaib membuat jalan-jalan di negara ini tiba-tiba menjadi “murah” lah ya. Hanya saja, menurutku ini akan membantu sekali dalam hal “damage control” untuk potensi pengeluaran di Jenewa.

Delicious steak in Geneva
Tidak ada satu pun dari tips-tips ini yang akan membuat harga steak enak banget ini turun dari CHF 42,50 menjadi CHF 12,50, misalnya😆 .

Langsung saja deh:

1. Tiket transportasi umum GRATIS ketika tiba di Bandara Internasional Jenewa 

Tips pertama ini cukup tricky. Ketika tiba di Bandara Internasional Jenewa, kita bisa mendapatkan tiket transportasi umum GRATIS yang berlaku selama 80 menit. Tiket ini dimaksudkan untuk membantu kita mencapai tempat tujuan di dalam kota; dan juga berlaku di kereta bandara loh. Btw, kereta bandara ini adalah sarana tercepat untuk mencapai pusat kota dari bandara (dalam waktu 5 menit saja).

Tricky-nya dimana? Yah, tiket ini harus kita ambil SEBELUM meninggalkan aula pengambilan bagasi di bandaranya (karena kalau kita sudah terlanjur keluar, kita kan tidak bisa masuk lagi) dimana tiketnya bisa didapatkan dari sebuah mesin. Mesinnya berpenampakan seperti ini, btw:

A free ticket machine in the luggage area of Geneva Airport
Sebuah mesin tiket gratis di area bagasi di Bandara Jenewa

Walaupun mesinnya gampang ditemukan (terutama jika mesinnya memang kita cari), menurutku gampang pula untuk dilewatkan (misalnya kalau kita kelupaan atau kita tidak mengetahui keberadaan tiket ini).

Jika kita sudah terlanjur meninggalkan aula pengambilan bagasi sebelum mengambil tiket gratisnya, kita tidak bisa kembali masuk sehingga kita harus membeli tiket transportasi umum biasa (CMIIW). Nah, aku penasaran kan harga tiketnya berapa. Jadilah aku membuat dummy booking di sebuah mesin penjual tiket biasa di stasiun kereta api Bandara Jenewa:

Normal train ticket fare from Geneva Airport station to the city center
Harga normal tiket kereta dari stasiun bandara Jenewa ke pusat kota

Iya, tiket satu arah perjalanan dengan kereta api selama 5 menit bertarif CHF 3 (sekitar Rp 40.000). Haha😆 . Nggak seberapa mahal sih ya memang, tetapi kan (a) tetap lebih enak kalau gratisan dong ya! 😎 dan (b) ingat, tiket gratis ini berlaku selama 80 menit loh di keseluruhan Zona 10 (kota Jenewa). Poin kedua ini berarti tiketnya bisa dipakai juga di transportasi umum di luar kereta api setelah kita tiba di Stasiun Jenewa untuk menuju ke hotel/hostel/tempat kemping/apartemen/dll kita.

2. Kartu transportasi umum GRATIS

Tips kedua ini jelas berguna banget (haha😆 ). Jika kita menginap di hotel, hostel, atau tempat kemping, kita berhak mendapatkan kartu transportasi umum GRATIS untuk durasi masa tinggal kita! Aku bilang sih ini tidak begitu tricky karena seharusnya kita akan mendapatkannya ketika check-in di hotel/hostel/tempat kemping. Yah, setidaknya andaikata resepsionis hotelnya lupa memberikannya kepada kita, kan kita bisa tinggal memintanya🙂 .

Satu hal lain yang oke dari kartu ini adalah masa berlakunya yang berdasarkan tanggal. Artinya, di hari terakhir kunjungan kita, kartu ini masih berlaku hingga akhir hari bahkan jika kita check-out dari hotel awal. Ini jelas berguna, misalnya, jika penerbangan kita dari Jenewa dijadwalkan berangkat di malam hari.

Tiketnya sendiri adalah tiket personal dimana nama kita akan dituliskan di kartu beserta waktu periode masa berlakunya, seperti ini:

My free transport card for three full days
Kartu transportasi gratisku yang berlaku tiga hari penuh

3. Pertimbangkan hotel yang rate-nya termasuk sarapan 

Sekarang-sekarang ini, cukup sering hotel-hotel menawarkan rate yang relatif murah yang mana (sebagai akibatnya) sarapan tidak termasuk di dalamnya. Tergantung dari seberapa besar perbedaan rate-nya, menurutku ini cukup patut dipertimbangkan. Mengapa? Yah, karena harga makanan di Swiss itu mahal banget!😆 .

Kebetulan sih tarif termurah hotelku sudah termasuk sarapan sehingga aku tidak perlu membandingkan apa pun. Dan aku rasa ini cukup membantu loh. Sarapannya cukup beragam dan berat (tipikal sarapan ala Kontinental gitu) dan cukup untuk memulai hariku di sana.

Complimentary breakfast at the hotel
Sarapan komplimen di hotel

4. Mencari-tahu keberadaan acara-acara lokal

Satu kesanku yang lain akan Jenewa adalah kotanya yang nampak hidup. Ada banyak acara yang saat itu berlangsung di kunjungan singkatku kesana. Oke, aku nggak tahu sih apakah ini dikarenakan musim panas atau memang seperti itu sepanjang tahun. Maksudku adalah, yang penting kita mesti mengetahui keberadaan acara-acara lokal di sekitar kita.

Di Sabtu malam, aku pergi ke Parc Moynier dimana, saat itu, ada pemutaran film gratis loh di tamannya. Yah, layar tancap gitu lah, haha😆 . Karena gratis, jelas dong itu tamannya penuh banget. Bahkan banyak pula yang niat membawa tikar dan kursi piknik segala *niat*, huahaha😆 . Waktu itu kebetulan filmnya kurang menarik untukku (film koboi tahun 1964 A Fistful of Dollars-nya Clint Eastwood, bukan genre-ku deh) sehingga aku pergi setelah 40 menit. Tetapi tetap aja lah ya, mungkin akan ada acara yang menarik di dekat kita. Jika kita tahu, kan kita bisa mendatanginya.

A free movie screening in the park
Layar tancap di sebuah taman di Jenewa
Posted in Aviation, EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#1789 – A Weekend Story

ENGLISH

As my Instagram (@azilko) followers would have known, and I have actually mentioned this in my previous post too, though, I went on another AvGeek Weekend Trip yesterday🙂 .

This time, though, the route was a little bit more down to earth where I flew Amsterdam – Paris CDG and then Paris ORY – Lyon – Amsterdam. The flights involving Amsterdam were operated by KLM while the domestic Paris – Lyon flight was by HOP! Brit Air. And, yes, as you could see, there was a change of airports in Paris🙂 .

The route map. Created with gcmap.com
The route map. Created with gcmap.com

One highlight of the trip was the Paris – Orly Airport. The last time I was there was at the end of 2012 when I flew Vueling’s seventh freedom Paris ORY – Rome FCO flight. Moreover, as a Flying Blue Gold member (which my membership has just been extended for another year:mrgreen: ), I was entitled to take the Air France’s bus service between Paris CDG and Paris ORY for free (normally it would have cost €21 one way per person). While I expected the bus service to be just like any other bus service (I mean, what can we expect from it?😆 ), I was still nevertheless curious😛 . Btw, there was a wifi connection at the bus too😛 .

Moreover, another highlight of this trip was that I sat in the more comfortable economy seats in all three flights!🙂 In my Amsterdam to Paris CDG flight, I sat in the economy comfort seat 5F. In my Paris ORY to Lyon flight, I chose the seat 1A in the plane. Btw, even though seat 1A was in the first row of the plane, this plane was configured all-economy by HOP! BritAir, so seat 1A was still an economy seat, even though the legroom was larger. And in my Lyon to Amsterdam flight, the following happened:

An upgrade, kindof

After settling on my 5C seat (aisle, I know! 😣 ), the purser came to me during boarding. He asked if I was “Mr. Zilko” and, of course, I affirmed that I was😛 . Then, he said that on today’s flight, KLM invited Gold and Platinum Flying Blue members to sit at the front of the plane (read: the Europe business class cabin). So if I wanted to, I could sit in any seat in row 1. Well, I mean, obviously this kind of offer only had one acceptable response, didn’t it? Which was to accept the offer, of course. Haha😆 . And so I got up and moved to seat 1A. Yeah, my second flight yesterday on seat 1A😛 .

A pre-landing warm drink service
A pre-landing warm drink service

Okay, even though I sat in seat 1A, I would not say I was flying in KLM’s Europe business class, though. This was because, even though I sat there, the snack service was still the standard economy snack service (the curtain partitioning the business and economy class cabins was not even used); as I suspect the actual business class was empty on this flight yesterday. Having said that, the other services (including the drink service, where they did not let me run out of something to drink throughout the flight, there was even a newspaper service) were as of KLM’s standard business class service, haha😛 . So in a way, I imagine this was how KLM’s Premium Economy class would have looked like, had they had one😛 .

So as you can read, all in all, it was SO MUCH fun! (Well, except for the having to get up extremely early part😛 ). Here are some teasers from the trip:

BAHASA INDONESIA

Seperti yang followers Instagram-ku (@azilko) sudah ketahui, dan sebenarnya sudah kusinggung sedikit juga sih di posting sebelumnya, kemarin aku pergi dalam rangka AvGeek Weekend Trip lagi🙂 .

Kali ini, rutenya cukup mainstream saja kok dimana aku terbang Amsterdam – Paris CDG dan kemudian Paris ORY – Lyon – Amsterdam. Penerbangan yang melibatkan Amsterdam dioperasikan oleh KLM sementara penerbangan domestik Paris – Lyon dioperasikan oleh HOP! Brit Air. Dan iya, memang ada pergantian bandara di Paris🙂 .

The route map. Created with gcmap.com
Peta rute penerbangan kali ini. Dibuat dengan gcmap.com

Satu highlight perjalanan ini adalah Bandara Paris – Orly. Terakhir kali aku menggunakannya adalah di akhir tahun 2012 ketika aku menerbangi penerbangan kebebasan ketujuhnya Vueling dari Paris ORY ke Rome FCO. Lebih jauh lagi, sebagai anggota Flying Blue Gold (yang mana keanggotaanku baru saja diperpanjang satu tahun :P ), aku berhak menggunakan layanan busnya Air France di antara Paris CDG dan Paris ORY dengan gratis (harga tiket normalnya adalah €21 (sekitar Rp 300.000) satu arah per orang). Walaupun aku duga layanan busnya adalah layanan bus standar (maksudku, apa coba yang bisa diharapkan dari sebuah layanan bus? Haha😆 ), toh aku masih penasaran juga😛 . Btw, di busnya ada wifi-nya loh😛 .

Lebih jauh lagi, tema lain perjalanan ini adalah aku duduk di kursi economy comfort dengan ruang kaki yang lebih lapang di ketiga penerbangannya!🙂 Di penerbangan Amsterdam ke Paris CDG, aku duduk di kursi economy comfort 5F. Di penerbangan Paris ORY ke Lyon, aku duduk di kursi 1A di pesawatnya. Btw, walaupun kursi 1A berada di baris pertama pesawatnya, pesawat HOP! BritAir ini berkonfigurasi kursi all economy. Jadi kursi 1A adalah kursi ekonomi, walaupun ruang kakinya lebih lapang sih. Dan di penerbangan Lyon ke Amsterdam, yang berikut ini terjadi:

Sebuah upgrade, semacam itu sih…

Setelah duduk pewe di kursi 5C-ku (kursi lorong dong! 😣 ), purser penerbangan ini mendatangiku dan bertanya apakah aku adalah “Mr. Zilko”, yang mana jelas aku iya kan lah ya😛 . Nah, kemudian ia berkata bahwa di penerbangan kali ini, KLM mengundang anggota Flying Blue Gold dan Platinum untuk duduk di bagian depan pesawat (baca: di kabin kelas bisnis Eropa). Jadi jika aku berkenan, aku diperbolehkan duduk di kursi mana pun di baris 1. Yaaah, ketika mendapatkan undangan seperti ini, hanya ada satu reaksi yang pantas lah ya. Yang mana adalah undangannya aku terima. Haha😆 . Jadilah kemudian aku beranjak dari kursiku dan pindah kursi ke kursi 1A. Iya, penerbangan keduaku kemarin di kursi 1A😛 .

A pre-landing warm drink service
Layanan minuman hangat sebelum mendarat

Oke, walaupun aku duduk di kursi 1A, aku nggak akan bilang penerbangan ini kemarin adalah penerbangan di kelas bisnis Eropanya KLM sih. Ini karena, walaupun aku duduk disana, layanan snack-nya adalah standar layanan snack kelas ekonomi (bahkan partisi korden yang memisahkan kelas bisnis dan ekonomi pun tidak digunakan hari ini); jadi aku duga memang aslinya kelas bisnis ini kosong kemarin. Walaupun begitu, layanan-layanan lainnya (termasuk layanan minuman, dimana aku tidak dibiarkan kehabisan minuman di sepanjang penerbangan, bahkan ada layanan koran segala) sepertinya sesuai standarnya layanan kelas bisnis Eropanya KLM sih, haha😛 . Jadi di satu sisi, aku bayangkan ini lah penampakan kelas Ekonomi Premiumnya KLM andaikata mereka memiliki kelas ini😛 .

Jadi seperti yang bisa dibaca, perjalanan ini SERU BANGET! (Eh, kecuali bagian harus bangun paginya banget itu sih😛 ). Di atas kutampilkan beberapa teaser dari perjalanan ini:

 

Posted in Big Days, Contemplation, Zilko's Life

#1788 – Six Years in Europe

ENGLISH

This day six years ago, I officially stepped my feet in Europe for the first time ever in my life after I cleared the Dutch immigration to start my Master study in TU Delft. Ever since then, I have lived in this country famous for its cheese and windmills.

The sixth year in retrospect

My sixth year in the Netherlands was a big one for me. After spending five consecutive years in the Netherlands under a temporary residence permit, starting from around this time last year I could apply for a Dutch permanent residenceship given that I fulfilled all the requirements. Thankfully, the process went smoothly and I was granted the permanent residenceship earlier this year.

Moreover, my sixth year also coincided with my fourth year of PhD. So the last year has also been very busy for me at work where I had to start working on my dissertation. However, I enjoyed this time much more than the time before because I could start seeing the result of my work. If last year I said I was in a happier state of mind than I was two years ago, I think this year I am in an even happier state of mind! Yeah, my (professional) life has been even better, I feel.

So, yeah, the sixth year, indeed, has been a great year.

Travelling

To keep myself sane, I have also continued what I thought was right for myself throughout my sixth year in Europe: to continue travelling (a lot). If, in terms of the number of European countries I have ever visited, I was stuck at 18 last year, I can proudly say that this year the number has increased to 23 with the addition of Northern Ireland, Poland, Latvia, Finland, and Estonia in the list. Aside from those countries, I also explored Scotland, Spain, Sweden, France, Germany, and Switzerland a bit further with my visits to Aberdeen, Bilbao, Stockholm, Rennes, Munich, Frankfurt, and Geneva.

To satisfy my thirst of flying (lol😆 ), I also introduced a new Avgeek Weekend Trip this year, which has been so much fun! In fact, tomorrow I am going on another one!😉

I did two long-distance travels within the year too: in October last year to attend my friends’ wedding in India; and my year-end trip to North America where I visited USA (Boston and New York) and Mexico. Both trips were awesome!!🙂

Going to the seventh

My seventh year is going to be an exciting one. Finally my PhD (I hope😛 ) will finish within the coming year (it is on the plan). And, more importantly, a new exciting job in Amsterdam has lined up for me to start this coming October!

Yeah, I have to say that I am starting my seventh year in Europe in good spirit. It is a good sign, I hope!!🙂

River Amstel in Amsterdam
River Amstel in Amsterdam

BAHASA INDONESIA

Hari ini enam tahun yang lalu, secara resmi aku menginjakkan kakiku untuk pertama kalinya di Eropa seumur hidup setelah aku melewati pemeriksaan imigrasi Belanda untuk memulai studi S2ku di TU Delft. Semenjak saat itu, aku telah tinggal di negeri keju dan kincir angin ini.

Refleksi tahun keenam

Tahun keenamku di Belanda adalah tahun yang besar bagiku. Setelah tinggal selama lima tahun berturut-turut di Belanda dengan residence permit sementara, mulaikira-kira sekitar tanggal ini satu tahun yang lalu aku berhak untuk mengajukan permohonan permanent residence di Belanda dengan catatan semua persyaratannya kupenuhi. Untungnya, prosesnya berlangsung lancar dan awal tahun ini aku mendapatkan izin tinggal permanen itu.

Lebih jauh lagi, tahun keenamku juga merupakan tahun keempat studi PhD/S3-ku. Jadilah setahun belakangan ini aku sibuk banget di kantor untuk menyelesaikan disertasiku. Eh tetapi setahun belakangan ini rasanya lebih kunikmati lho daripada tahun-tahun sebelumnya. Mungkin karena hasil dari pekerjaanku sudah terlihat ya. Jika tahun lalu kusebutkan bahwa aku berada dalam kondisi yang lebih bahagia daripada dua tahun yang lalu, aku rasa tahun ini bahkan aku lebih berbahagia lagi! Iya, kehidupan (profesional)-ku terasa lebih baik aja.

Jadi, ya, tahun keenam ini memang adalah tahun yang baik.

Jalan-jalan

Agar tidak gila, aku juga terus meneruskan melakukan apa yang kurasa tepat untuk diriku di tahun keenam ini: (banyak) jalan-jalan, huahaha😆 . Jika, dalam hal jumlah negara Eropa yang pernah kukunjungi, tahun lalu aku tidak beranjak dari angka 18, dengan bangga bisa kubilang bahwa sekarang jumlahnya telah naik menjadi 23 loh dengan tambahan Irlandia Utara, Polandia, Latvia, Finlandia, dan Estonia ke dalam daftarnya. Di samping itu, aku juga menjelajahi Skotlandia, Spanyol, Swedia, Prancis, Jerman, dan Swiss lebih jauh dengan kunjunganku ke Aberdeen, Bilbao, Stockholm, Rennes, Munich, Frankfurt, dan Jenewa.

Dan untuk memuaskan hasratku terbang (lol😆 ), aku juga memperkenalkan Avgeek Weekend Trip yang mulai kulakukan tahun ini, yang mana seru bangeet! Bahkan, besok perjalanan ini akan kulakukan lagi loh!😉

Setahun ini, aku juga melakukan dua buah perjalanan besar: di bulan Oktober tahun lalu ke India untuk kondangan temanku; dan perjalanan akhir tahun ke Amerika Utara dimana aku mengunjungi Amerika (Boston dan New York) dan Meksiko. Seruu!!🙂

Masuk ke tahun ketujuh

Tahun ketujuhku akan menjadi tahun yang seru. Akhirnya PhD ini (mudah-mudahan😛 ) akan terselesaikan juga di tahun ini (rencananya sih begitu). Dan, yang lebih penting lagi, ssebuah pekerjaan baru yang seru telah menungguku di Amsterdam yang akan kumulai bulan Oktober ini!

Iya, harus kubilang bahwa tahun ketujuh ini akan kumulai dengan semangat yang baik. Pertanda baik sih, mudah-mudahan!!🙂

Posted in Vacation

#1787 – September 2016: My Sabbatical Month

ENGLISH

The Background

In (literally) two weeks, my PhD contract is going to end while I will start my new job in October. I deliberately arranged it like this so I can take the entire September off and give zero f* about the world. You know, after a long period of continuous stressful working life, it is always good to take some time off and recharge my brain and energy before starting a new chapter in my life🙂 .

And unsurprisingly, I will make use of this month for some travelling!! Yeay!!😎

The Thoughts and Original Planning

As soon as I got the confirmation that my new job would start in October, I immediately thought about going on two different trips in September. Okay, I had had this thought since long before but now that it was confirmed that time-wise it was possible, it was time for me to make the trips actually happen🙂 . Anyway,

Destination #1: Romania

The first one was obvious since the beginning because I had been invited to attend a good friend of mine’s wedding in an Eastern European country, Romania (I have been invited since last year). I promised him I would come and it also happened that he had planned his wedding to be during my sabbatical month. You see, so the timing is extremely perfect!!

Romania. Photo Source: http://mentalfloss.com/article/53461/sneak-peek-inside-dracula%E2%80%99s-castle
Romania. Photo Source: http://mentalfloss.com/article/53461/sneak-peek-inside-dracula%E2%80%99s-castle

Destination #2: Sint Maarten

Romania alone was certainly not enough for me. For this very rare period of my life where I would have pretty much zero contractual responsibility, I wanted a “big” trip as well. Plus, I knew I could afford it (time-wise and budget-wise) so I thought,

“Well, why not making one dream of mine come true?”

I am talking about the dream I mentioned here a couple of years ago, btw.  Yes, I am talking about one big destination in my bucket list: Sint Maarten in the Caribbean, that is a colony of the Netherlands.

A KLM's Boeing 747-406 reg PH-BFB landing at Princess Juliana International Airport (SXM), in Sint Marteen. Photo credit: HGabor/Airliners.net
A KLM’s Boeing 747-406 reg PH-BFB landing at Princess Juliana International Airport (SXM), in Sint Marteen. Photo credit: HGabor/Airliners.net

In May, KLM had this Vijf Dagen Voordeel offer where they sold a return ticket to Sint Maarten at €50 lower than my personal threshold of a return ticket being “cheap”. So without a doubt I quickly grabbed it (even though it turned out two weeks later they dropped the price even further by €25, damn it! Haha😆 ).

A Surprise

Initially I thought two trips should be enough for September, especially considering one of them would be a trans-Atlantic trip and there might be stuffs which I would need to take care of in the Netherlands during the month. So I pretty much settled with these plans.

But then in mid-June, my parents called and told me that they were thinking of going to Europe in September and asked what I thought about it. This was a complete surprise to me!

I did think it was a good idea so I told them so but I also explained the two travelling plans I had already made and that they would have to go along with the plans. No question. They agreed but made sure that visa would not be an issue for the Caribbean part of the trip. I assured them so as I already checked the visa requirements (well, more like the visa exemptions actually😛 ) a few times via a few different sources, haha😆 .

Destination #3: Greece

Santorini, Greece. Photo Source: https://familyworldquest.com/2014/06/25/breathtaking-oia-a-photographers-paradise/
Santorini, Greece. Photo Source: https://familyworldquest.com/2014/06/25/breathtaking-oia-a-photographers-paradise/

But then because my parents would have made all the way to Europe, they would also want to visit another destination. Well, actually there was a long enough time gap between the Romania trip and the Sint Maarten trip. As we would be in Romania anyway and for some reason my mom had been wanting to go to Greece for ages, I suggested why not making a detour to Greece as well as geographically it was not that far (thought the flight tickets are still expensive due to the high season IMO😛 ). They thought it was a good idea and agreed.

Epilogue

Yeah, I think this September is going to be gooood!!😀

My September 2016 flying map. Created with gcmap.com
My September 2016 flying map. Created with gcmap.com

It will be quite tiring as well though, but it will be worth it! Hahaha🙂

BAHASA INDONESIA

Latar Belakang

Dalam waktu dua minggu (dalam artian sebenarnya), kontrak PhD/S3-ku akan berakhir dan aku akan memulai pekerjaan baruku di bulan Oktober. Sengaja aku susun seperti ini sehingga aku bisa liburan di sepanjang bulan September tanpa perlu memedulikan urusan dunia. Maklum lah ya, setelah suatu periode panjang hidup yang penuh dengan ke-stress-an secara terus-menerus, rasanya penting banget untuk berhenti sejenak dan mengisi ulang tenaga otak sebelum memulai babak baru di kehidupan ini🙂 .

Dan, tak mengherankan pastinya, aku akan memanfaatkan bulan ini dengan jalan-jalan!! Yeay!!😎

Rencana awalku

Begitu aku mendapatkan konfirmasi pekerjaan baruku akan dimulai di bulan Oktober, aku langsung terpikir dua buah perjalanan di bulan September. Oke, pikiran ini sudah aku miliki semenjak lama sebelumnya sih. Namun, pikiran ini baru bisa beneran terealisasikan menjadi rencana setelah aku mendapatkan konfirmasi waktu mulai kerjaku itu🙂 . Anyway, kedua rencana itu adalah sebagai berikut:

Tujuan #1: Romania

Tujuan pertama ini sudah amat jelas akan kulakukan karena aku diundang untuk menghadiri pernikahan teman baikku di sebuah negara Eropa Timur, Romania (aku sudah diundang dari tahun lalu loh). Aku berjanji aku akan datang dan kebetulan pula ia merencanakan pernikahannya di bulan liburanku ini. Jadi waktunya pas banget lah ya!!

Romania. Photo Source: http://mentalfloss.com/article/53461/sneak-peek-inside-dracula%E2%80%99s-castle
Romania. Sumber: http://mentalfloss.com/article/53461/sneak-peek-inside-dracula%E2%80%99s-castle

Tujuan #2: Sint Maarten

Romania jelas dong tidak cukup untukku. Untuk masa-masa yang jarang ada di hidupku ini dimana aku memiliki, bisa dibilang, nol tanggung-jawab, aku ingin perjalanan yang “besar” pula. Plus, aku tahu aku mampu untuk itu (baik dari segi waktu maupun budget) sehingga aku pikir,

“Hmm, mengapa tidak membuat suatu impianku menjadi kenyataan?”

Dan aku membicarakan mengenai impian yang kusebutkan di sini beberapa tahun lalu, btw. Iya, aku membicarakan sebuah destinasi di dalam bucket list-ku: Sint Maarten di Karibia, yang sedang dijajah merupakan salah satu koloninya Belanda.

A KLM's Boeing 747-406 reg PH-BFB landing at Princess Juliana International Airport (SXM), in Sint Marteen. Photo credit: HGabor/Airliners.net
Sebuah Boeing 747-406nya KLM ber-rege PH-BFB sedang mendarat di Bandara Princess Juliana (SXM) di Sint Maarten. Photo credit: HGabor/Airliners.net

Di bulan Mei, KLM mengadakan promosi Vijf Dagen Voordeel dimana mereka menjual harga tiket pp ke Sint Maarten €50 lebih murah daripada batas suatu harga tiket kesana aku katakan “murah”. Jadilah tanpa ragu aku membelinya (walaupun ternyata dua minggu kemudian harganya diturunkan lebih jauh sebesar €25, kurang ajar! Haha😆 ).

Sebuah kejutan

Awalnya, aku kira dua perjalanan cukup lah untuk September. Apalagi salah satunya adalah perjalanan melintasi samudra Atlantik. Belum lagi kemungkinan akan ada urusan-urusan yang perlu kukerjakan di Belanda di bulan ini. Jadilah aku cukup puas dengan rencana-rencanaku ini.

Tetapi kemudian di pertengahan Juni, orangtuaku menghubungiku dan berkata bahwa mereka memiliki pikiran untuk pergi ke Eropa bulan September ini dan bertanya apa pendapatku tentang pikiran ini. Wah, ini sungguh mengejutkanku!

Aku rasa ini adalah ide yang bagus sehingga aku bilang begitu. Hanya saja, mereka kujelaskan mengenai dua rencana jalan-jalanku sehingga mereka harus mau menurut denganku. Nggak ada tawar-menawar dah. Mereka nggak masalah sih hanya saja mereka meminta aku memastikan bahwa urusan visa tidak akan menjadi masalah di Karibia. Aku yakinkan bahwa aku sudah mengecek persyaratan visanya (ehm, lebih ke pengecualian kebutuhan visa sih😛 ) beberapa kali melalui beberapa sumber yang berbeda, haha😆 .

Tujuan #3: Yunani

Santorini, Greece. Photo Source: https://familyworldquest.com/2014/06/25/breathtaking-oia-a-photographers-paradise/
Santorini, Yunani.Sumber: https://familyworldquest.com/2014/06/25/breathtaking-oia-a-photographers-paradise/

Tetapi kemudian karena orangtuaku sudah jauh-jauh ke Eropa, mereka ingin mengunjungi destinasi lain juga. Yah, memang ada waktu di antara perjalananku ke Romania dan Sint Maarten sih. Dan karena toh kita akan berada di Romania dan entah mengapa mamaku sudah lama banget ingin pergi ke Yunani, aku sarankan untuk pergi ke Yunani. Secara geografis kan sudah dekat (tetapi tiket pesawatnya tetap aja mahal sih karena sedang musim liburan, hahaha😆 ). Mereka setuju.

Epilog

Iyaa, September ini bakal seru banget lah!!😀

My September 2016 flying map. Created with gcmap.com
Peta penerbanganku bulan September 2016 ini. Dibuat dengan: gcmap.com

Tapi kayaknya bakal bikin capek juga sih. Ah, tapi yang penting seru kan ya! Hahaha🙂

Posted in EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#1786 – A Weekend In Geneva (Part II: Geneva)

ENGLISH

Posts in the A Weekend In Geneva series:
1. Introduction
2. Part I: The Flights
3. Part II: Geneva

***

Geneva

Geographically, Geneva is located in the Alps at one end of the Lake Geneva. So as you would imagine that is a recipe for beauty. The combination of the lake and the mountainous view looked very beautiful to me, especially now that I live in the Netherlands, lol😆 . While this might make you expect the temperature to be quite cool, it was actually not. As a matter of fact, I found it to be much warmer in Geneva than in the Netherlands!

And also as what you would expect from a Swiss city, Geneva was very clean. And this adjective could be applied to pretty much every aspect of the city, including the lake:

The water was so clear the lake bed was visible
The water was so clear the lake bed was visible

Yes, the water of the lake was so clean and clear that even from about 2.5 – 3 meters above the surface, I could see the bed of the lake! 😲😲😲

There are also many tourist attractions in Geneva. Two of the most prominent are Jet d’eau and the United Nations (UN) Office. Jet d’eau is a large fountain in Lake Geneva where water is jetted to an altitude of up to 140 meters by two pumps.

Jet d'eau in Geneva
Jet d’eau in Geneva

As you can see in the photo above, it is huge! For sure you would not miss it! Lol😆

The UN Office is also a prominent attraction in Geneva. Actually this is one reason that makes Geneva very multi-cultural. The office, however, is located quite in the suburb of the city. So if pretty much every other attraction is within walking distance in the city center, it would be best to take the tram (line 15) to get to the UN Office.

My friend told me that we could actually enter the office and the gardens inside were also beautiful. However, during my visit, I did not have the time to do so unfortunately.

The United Nations Office in Geneva
The United Nations Office in Geneva

As The Amazing Race (TAR) fans would know, one leg of TAR season 28 was in Geneva where Brittany and Jessica were eliminated in that episode. Obviously they visited both Jet d’eau and the UN Office, haha😆 . From this episode, I also learned about the existence of the longest wooden bench in the world. The bench was part of the detour task where teams had to count how many people could sit on the 120 meters length bench (190-197 people).

Yes, such a random info, lol😆 . Anyway, I got myself a selfie on the bench obviously, haha😆 .

The longest wooden bench in the world, as I found out from The Amazing Race 28
The longest wooden bench in the world, as I found out from The Amazing Race 28

Anyway, overall I found Geneva to be a beautiful city with a lot of beautiful and instagenic spots around. However, as it was Switzerland, obviously everything also felt “over-priced”.

The Food

On my first evening, my Yelp app suggested me to go to Cafe de Paris nearby my hotel. There was only one menu this restaurant served: steak. And I love steak so I made the decision without any thinking, lol😆 . The steak looked like this:

Delicious steak in Geneva
Delicious steak in Geneva provided by Cafe de Paris.

I agree that the whole dish was definitely not the most appetizing dish in terms of the look. However, for this particular one do not get fooled by that. IT WAS AMAZING!! The meat was cooked into perfection (I requested it to be cooked medium-rare) and the salty butter sauce was especially very delicious!!

Seriously, I recommend this restaurant! The price, though? Well, first of all, let me remind you that it was Switzerland. Okay, got it? Well, it was CHF 42.50 for the entire dish. While it certainly felt quite a lot to me, considering it was Switzerland and the dish tasted yummy (You could ask for more salad and fries if you would want actually. I didn’t, it was more than enough for me), I could still accept it.

But don’t worry, there were other “cheaper” options too around Geneva, even though of course you could not compare it with the price of a similar product in other countries😆 .

BAHASA INDONESIA

Posting-posting
dalam seri A Weekend In Geneva:
1. Introduction
2. Part I: The Flights
3. Part II: Geneva

***

Jenewa

Secara geografis, Jenewa berlokasi di Pegunungan Alpen di salah satu ujung Danau Jenewa. Jadi tentu bisa dibayangkan bahwa ini adalah resep untuk pemandangan yang indah. Kombinasi danau dan pemandangan pegunungannya nampak keren untukku, apalagi sekarang aku tinggal di Belanda, haha😆 . Mungkin ini membuat kita berpikiran Jenewa bersuhu sejuk tetapi ini tidak benar. Malah sebenarnya, aku merasa bahwa Jenewa kemarin lebih panas daripada Belanda!

Dan seperti yang kita bayangkan dari sebuah kota Swiss, Jenewa adalah kota yang sangat bersih. Kata sifat ini bisa diterapkan pada segala aspek kota ini, termasuk danaunya:

The water was so clear the lake bed was visible
Saking jernih air danaunya, dasar danaunya pun kelihatan

Iyaa, air di Danau Jenewa sangat bersih dan jernih sampai-sampai dari ketinggian 2,5 – 3 meter di atas permukaan air, dasar danaunya kelihatan dong! 😲😲😲

Ada banyak tempat tujuan turistik di Jenewa. Dua yang paling terkenal mungkin adalah Jet d’eau dan Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Jet d’eau adalah air mancur raksasa di Danau Jenewa yang memancurkan air ke ketinggian mencapai 140 meter dengan dua buah pompa.

Jet d'eau in Geneva
Jet d’eau di Jenewa

Seperti yang bisa dilihat di foto di atas, air mancurnya besar! Pasti tidak akan terlewatkan deh! Huahaha😆

Kantor PBB jugalah tempat tujuan terkenal di Jenewa. Sebenarnya ini adalah salah satu alasan utama yang membuat Jenewa sungguh amat multikultural. Kantornya berlokasi di pinggiran kota. Jadi kalau tempat-tempat tujuan lain bisa didatangi dengan berjalan-kaki di pusat kota, kantor PBB ini lebih enak untuk dicapai dengan menggunakan tram (jalur 15).

Temanku memberi-tahuku bahwa kita bisa masuk ke dalam kantornya dimana di dalamnya terdapat taman-taman yang katanya indah. Sayangnya waktu itu aku tidak sempat untuk masuk.

The United Nations Office in Geneva
Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa

Tentu seperti yang para fans-nya The Amazing Race (TAR) sudah pada tahu, satu babak TAR musim 28 mengambil tempat di Jenewa dimana waktu itu Brittany dan Jessica tereliminasi. Tentu saja mereka mengunjungi Jet d’eau dan Kantor PBB disana, haha😆 . Nah, dari episode ini, aku jadi tahu mengenai keberadaan bangku kayu terpanjang di dunia. Bangkunya adalah bagian dari tugas detour dimana kontestan harus menghitung jumlah orang yang bisa duduk di bangku kayu sepanjang 120 meter itu (190-197 orang).

Iya, informasinya random banget memang, haha😆 . Tetapi jelas dong aku selfie disana, haha😆 .

The longest wooden bench in the world, as I found out from The Amazing Race 28
Bangku kayu terpanjang di dunia, seperti yang kuketahui dari The Amazing Race 28

Anyway, secara umum Jenewa adalah kota yang indah dengan banyak tempat-tempat yang kece dan instagenik. Namun, yang namanya Swiss sih, apa-apa juga terasa “overpriced” di sana.

Makanannya

Di malam pertamaku disana, aku disarankan Yelp untuk makan di Cafe de Paris di dekat hotelku. Restoran ini hanya menyediakan satu menu masakan saja: steak. Dan karena aku suka steak, jelas aku cobain deh tanpa mikir, haha😆 . Steak-nya berpenampakan seperti ini:

Delicious steak in Geneva
Steak yang enak banget di Cafe de Paris di Jenewa.

Eh, memang sih masakannya tidak berpenampilan kece banget. Namun, untuk yang satu ini, tolong jangan dilihat dari penampilannya yah. RASANYA ENAK BANGETT!!! Dagingnya dimasak sempurna (aku meminta untuk dimasak medium-rare) dan saus mentega asinnya itu spesial dan enak sekali!!

Beneran deh, restoran ini sangat aku rekomendasikan! Harganya berapa tuh? Hmm, pertama-tama, aku ingatkan lagi ini Swiss yah. Oke, sudah ingat kan? Harganya untuk menu ini adalah CHF 42.50 waktu itu (sekitar Rp 575.000). Walaupun memang terasa mahal, tetapi dengan mempertimbangkan lokasi restoran ini di Swiss dan masakannya yang memang enak (Salad dan kentang gorengnya boleh tambah loh kalau mau. Aku sih tidak nambah karena segitu pun sudah lebih dari cukup untukku), jadi untukku masih bisa kuterima lah.

Tetapi tenang saja, masih ada pilihan lain yang “lebih murah” kok di Jenewa, walaupun tentu tidak adil juga kalau dibandingkan dengan harga menu-menu yang serupa di negara lain😆 .