#1896 – My 2017 Annual Trip to Paris

ENGLISH

Every year since 2012, I always go to Paris to watch the French Open (Roland Garros). It turns out that this year, it will be no difference 🙂 .

Last week I got a reminder that the regular tickets would be sold to public this Wednesday. So I marked my calendar around the time of the sales opening and scheduled no meeting during the day, haha 😛 (While waiting for my turn, obviously I could work).

How was it? Well, in short, it did not go as smooth as last year, haha 😆 . I was already ready with everything since minutes before the opening. When the sales website went open, however, it crashed! 😣

I could not access it for minutes and I tried to open it via a few different sources. Only in my last trial, from a link they provided in their official Facebook account, worked. But I did this about five minutes since the official opening time. As a result, I was already number 35,000-ish in the queue 😣.

This year I was the 35K-something-th person in the queue 😣

Understandably, I felt super annoyed by this. Number-wise, this was indeed not as bad as two years ago, when I was at 50,000 something in the queue. However, it turned out to be “worse” than two years ago as I only finally got my access to the sales page after 135 minutes, or 30 minutes longer than two years ago WHILE my position in the queue was about 15,000 more to the front.

The situation inside the sales page was, therefore, quite similar to two years ago. There was no ticket left for the men’s singles semifinals and final on Friday and Sunday. Luckily, I was able to snatch a ring 1 ticket for the women’s singles final on Saturday! Haha 😆 . The seat was located at different tribune of Court Philippe Chatrier in comparison to last year and two years ago, so it would be interesting, I guess!

At Court Philippe Chatrier last year

Anyway, yeah, my amazing experience last year and two years ago made me want to go to the final again this year! Haha 😆 . Only getting the women’s singles final ticket was not all bad, though, as this meant I could go back to the Netherlands on Sunday; meaning I would not need to take any of my holiday allowances for this trip! Haha 😆 .

Btw, in 2014, 2015, and 2016, I flew to go to Paris for this annual trip. I actually was thinking to do the same this year, given my well-documented love for flying. However, after some consideration (mainly involving the time I would need to leave my office on Friday afternoon, haha, and a quick research), I decided to take Thalys’ high-speed train service this year. Yep, the last time I took Thalys was for the Roland Garros 2013 trip. That was four years ago! 😲

The last time I caught a Thalys train was in 2013.

This year, however, it will still slightly be different, though; because my return Thalys rides will be in FIRST CLASS!! Hahaha 😆 . Yep, I found a good deal for Thalys’ first class with the schedule that I preferred. In fact, for my return trip, my first class ticket was €18 cheaper than the second class ticket! Lol!

So, yeah, I am excited to be back in Paris, again!! 🙂

BAHASA INDONESIA

Setiap tahun semenjak 2012, aku selalu pergi ke Paris untuk menonton French Open. Ternyata, tahun ini tradisi ini masih akan berlangsung 🙂 .

Minggu lalu aku mendapatkan reminder mengenai tiket reguler yang akan mulai dijual untuk umum hari Rabu ini. Jadilah kalenderku kutandai di sekitar waktu pembukaan penjualannya dan aku tidak merencanakan meeting apa pun sepanjang hari, haha 😛 (Sembari menunggu giliranku, jelas aku masih bisa bekerja).

Bagaimanakah perburuan tiketnya? Secara singkat, tidak semulus tahun lalu, haha 😆 . Ceritanya aku sudah siap semenjak beberapa menit sebelum penjualan tiket di website resminya dimulai. Ketika jam penjualannya dimulai, website-nya crash dong!! 😣

Aku tidak bisa membukanya selama beberapa menit dan aku mencoba mengaksesnya melalui beberapa sumber. Baru di usaha terakhirku, melalui link yang diberikan di laman Facebook resminya, aku bisa masuk. Sebagai akibatnya, aku sudah berada di urutan ke 35.000an deh di antriannya 😣.

Tahun ini aku adalah orang ke-35000-sekian di antriannya 😣

Jelas, aku merasa sebal karena ini. Memang sih secara angka, tidak seburuk dua tahun yang lalu kok, dimana waktu itu aku berada di urutan ke-50.000an. Namun, ternyata tahun ini toh masih “lebih buruk” daripada dua tahun yang lalu karena aku baru bisa beneran masuk ke halaman penjualan tiketnya setelah mengantri 135 menit, alias 30 menit lebih lama dari dua tahun yang lalu PADAHAL posisiku di antrian adalah lebih di depan sebanyak 15.000an posisi.

Situasi di halaman penjualan tiketnya, akibatnya, juga mirip-mirip lah seperti dua tahun yang lalu. Tiket untuk babak semifinal dan final tunggal putra di hari Jumat dan Minggu sudah ludes. Untungnya, aku masih bisa mendapatkan tiket ring 1 untuk final tunggal putri di hari Sabtu. Haha 😆 . Kursinya berada di tribun yang berbeda di Lapangan Philippe Chatrier dibandingkan tahun lalu dan dua tahun yang lalu, sehingga bakal menarik, sepertinya!

Di Lapangan Philippe Chatrier tahun lalu.

Anyway, iya kok, pengalaman seruku tahun lalu dan dua tahun lalu membuatku ingin menonton finalnya lagi tahun ini! Haha 😆 . Hanya mendapatkan tiket final tunggal putri juga nggak jelek-jelek amat kok sebenarnya, karena artinya aku bisa pulang ke Belanda di hari Minggu; artinya aku tidak harus menggunakan jatah cutiku untuk perjalanan ini! Hore! Haha 😆 .

Btw, di tahun 2014, 2015, dan 2016, aku pergi ke Paris dengan pesawat untuk perjalanan tahunan ini. Sebenarnya, tahun ini aku sempat berpikir untuk terbang lagi, nggak mengherankan lah jika mempertimbangkan kecintaanku untuk naik pesawat yang sudah banyak banget ceritanya di sini, haha. Namun, setelah beberapa pertimbangan (utamanya sih waktu dimana aku harus meninggalkan kantor di hari Jumat sore, haha, dan riset kilat), aku memutuskan untuk menaiki kereta super cepat Thalys tahun ini. Yep, terakhir kali aku naik Thalys adalah untuk perjalanan Roland Garros tahun 2013ku. Dan itu kan empat tahun yang lalu! 😲

Terakhir kali aku naik Thalys adalah di tahun 2013.

Tahun ini, tapinya, akan sedikit berbeda loh; karena perjalananku pulang pergi dengan Thalys kali ini adalah di FIRST CLASS!! Hahaha 😆 . Yep, aku menemukan promo oke first class-nya Thalys dengan jadwal yang aku suka. Malahan, tiket first class kepulanganku itu lebih murah €18 (sekitar Rp 270 ribu) daripada tiket second class-nya loh! Haha!

Anyway, iyaa, senang rasanya aku akan kembali ke Paris lagi!! 🙂

#1895 – My 1000th WordPress Post

ENGLISH

A few weeks ago, I saw that I was already getting close to publishing 1000 posts here in this WordPress blog. I think this is quite an achievement so I would want to write a dedicated post for it, haha. And what post would be more appropriate than the actual 1000th post itself for this topic? Nothing, right? Haha 😛 . And this is the post.

Btw, the number you see in the title of every post here represents the post’s number in chronological order. This 1000th post is number 1895 because I wrote the first 895 posts in my Blogspot blog which has been closed since 2011. Almost six years ago, when I moved to this WordPress domain (notice that that post, which was my first post here, was number 896), I decided that I would keep the numbering.

These numbers mean that I have been way more active in this WordPress blog than I ever was in my Blogspot blog. It took me exactly six years to write 895 posts there, while in just under six years here, I have written 1000!

But this is not surprising, though. To be honest, I enjoy blogging even more now than I was during my time in Blogspot. This, obviously, manifests itself in the “outcome”, i.e. the posts.

Yeah, at this point, we will see when I will reach my 2000th post here! Haha 😆

BAHASA INDONESIA

Beberapa minggu yang lalu, kulihat bahwa aku semakin mendekati angka 1000 posting terpublikasi di blog WordPress ini. Aku rasa ini adalah sebuah bentuk pencapaian sehingga aku ingin menuliskan sesuatu tentangnya, haha. Dan posting apa yang lebih sesuai untuk topik ini daripada posting ke-1000 itu sendiri? Nggak ada kan? Haha 😛 . Dan posting ini adalah posting itu.

Btw, angka yang menjadi bagian dari setiap judul posting di blog ini menunjukkan nomor urut posting tersebut. Posting ke-1000 ini bernomor 1895 karena aku menulis 895 posting pertama di blog Blogspotku yang sudah kututup di tahun 2011. Hampir enam tahun yang lalu, ketika aku pindahan ke WordPress (perhatikan bahwa posting itu, yang merupakan posting pertama di sini, bernomor 896), aku memutuskan untuk meneruskan penomorannya.

Angka-angka ini berarti aku lebih aktif di WordPress ini daripada dulu ketika di Blogspot. Aku membutuhkan tepat enam tahun untuk menulis 895 posting di sana, sementara dalam kurang dari enam tahun di sini, aku sudah menulis 1000!

Ini nggak mengejutkan sih. Sejujurnya, aku lebih menikmati ngeblog sekarang ini loh daripada dulu ketika di Blogspot. Ini, jelas, kemudian nampak di “hasil”-nya, yaitu posting-posting tersebut.

Ya, sekarang sih, kita lihat saja deh kapan aku akan mencapai posting ke-2000ku di sini! Haha 😆

#1894 – AvGeek Weekend Trip #6 (AMS – CDG, ORY – MRS – BOD – AMS)

ENGLISH

In mid-February, I did my first Avgeek Weekend Trip of 2017 to Marseille (via Paris on the outbound and via Bordeaux in the inbound 😛 ). At the time I wasn’t sure whether I would write the story or not. Well, as it turned out, I have decided that I would 😀 .

The routing this weekend :P . Created with gcmap.com

The routing this time 😛 . Created with gcmap.com

***

Posts in the AvGeek Weekend Trip series:
1. AvGeek Weekend Trip #1 (AMS-CDG-STR-AMS)
2. AvGeek Weekend Trip #2 (AMS-MAD-FRA-AMS)
3. AvGeek Weekend Trip #3 (AMS-LYS-NCE-AMS)
4. AvGeek Weekend Trip #4 (AMS–CDG, ORY–LYS–AMS)
5. AvGeek Weekend Trip #5 (AMS-CPH-ARN-AMS)
6. AvGeek Weekend Trip #6 (AMS-CDG, ORY-MRS-BOD-AMS)

AF 1341 (Amsterdam – Paris CDG)

AF Logo
Flight: Air France AF1341
Equipment: Airbus A321-200 reg F-GTAM
ATD: 11:42 CET (Runway 09 of AMS)
ATA: 12:30 CET (Runway 09L of CDG)

The weather in Amsterdam was not quite cooperative this morning. The fog was quite thick which limited Schiphol’s runways use for safety reason. Consequently, my 10:40 flight was delayed to 11:30. Luckily I spared quite a lot of transit time in Paris so I wasn’t worried at all. I just enjoyed my now extra time at KLM Crown Lounge, haha.

Air France's Airbus A321-200 reg F-GTAM

A foggy morning at Schiphol and an Air France’s Airbus A321-200 reg F-GTAM

Anyway, today’s flight was operated with Air France’s Airbus A321-200 reg F-GTAM. It was a regular Air France’s Amsterdam-Paris flight so I wouldn’t get to too much details here. However, I did feel that the quality of the complimentary snack they served on the flight had been reduced, though.

Landing at runway 09L of Paris - Charles De Gaulle Airport

Landing at runway 09L of Paris – Charles De Gaulle Airport

Paris – Orly

Just like in my 4th AvGeek Weekend Trip, I had to change airports in Paris, haha. Thank to my Flying Blue Gold membership, I was entitled for free transfer between the two airports with Le Bus Direct (one way journey would have cost €21).

Salon Air France at Orly Airport

Salon Air France at Orly Airport

Unlike in my 4th AvGeek Weekend Trip, this time my flight was scheduled to depart from Hall 20 of Orly Airport. And there was an Air France lounge in this hall, yeay! Haha 😆 . Anyway, the lounge was descent, though the food selection could have been more substantial especially given that it was the after lunch-time period, in my opinion.

AF 6016 (Paris ORY – Marseille)

AF Logo
Flight: Air France AF6016
Equipment: Airbus A319-100 reg F-GPMF
ATD: 16:18 CET (Runway 08 of ORY)
ATA: 17:19 CET (Runway 31L of MRS)

My flight AF6016 departed on time today. It was operated with an Air France’s Airbus A319-100 reg F-GPMF. After boarding, I settled onto my 1F seat. It wasn’t a full flight today. In fact, the two seats next to me were empty, so it was really nice! Haha 😛

Taking off from runway 08 of Paris - Orly Airport

Taking off from runway 08 of Paris – Orly Airport

We took off from runway 08 of Paris – Orly Airport, and then made a southward turn towards Marseille. Again, it was a pleasant uneventful flight with Air France. A mini snack and drink service was provided about halfway through to Marseille. About an hour later, we landed at runway 31L of Marseille Provence Airport.

Marseille

As you know, just a week before, I also spent my weekend in Marseille. So it indeed felt quite “weird” for me to be back there this weekend, haha 😆 .

Today was a super beautiful day in Marseille as well!!

A beautiful sunny day in Marseille!!

Obviously there was not much difference; but the weather was much better this weekend. There was almost no cloud and on Sunday, the sun was shining and it was about 16°C!!

AF 7017 (Marseille – Bordeaux)

AF Logo
Flight: Air France AF7017
Equipment: Airbus A320-200 reg F-GXG
ATD: 15:15 CET (Runway 31R of MRS)
ATA: 16:04 CET (Runway 23 of BOD)

The lounge at Marseille Provence Airport was small but, in my opinion, provided really good service. I really loved it! 🙂

Air France's Airbus A320-200 reg F-GKXG

Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXG

Anyway, the flight today was operated by Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXG. Luckily, it departed on time (I had quite a tight connection time in Bordeaux). I settled onto my bulkhead 2A seat after boarding. Again, the domestic flight was not full this afternoon.

As before, this as another pleasant and uneventful flight with Air France. At 16:04, we landed at runway 23 of Bordeaux–Mérignac Airport. Here is the landing video:

Quick Transit in Bordeaux

My domestic flight from Marseille parked at Terminal B while my connecting international flight to Amsterdam was scheduled to depart from Terminal A at 17:00. So I was quite in a rush to move between the two terminals given my quite tight transit time. Having said that, I found our gate in Terminal B to be super convenient as it was basically next to the airport exit door! Lol 😆

KL 1318 (Bordeaux – Amsterdam)

KLM Cityhopper logo

Flight: KLM KL1318 operated by KLM Cityhopper
Equipment: Embraer ERJ190 reg PH-EZF
ATD: 17:07 CET (Runway 23 of BOD)
ATA: 18:46 CET (Runway 36C of AMS)

This flight to Amsterdam was quite a full flight with a lot of connecting passengers (out of Amsterdam). So no wonder the crew tried to leave Bordeaux as soon as possible given the headwind to Amsterdam we would face today.

KLM Cityhopper's Embraer 190 reg PH-EZF

KLM Cityhopper’s Embraer 190 reg PH-EZF at Bordeaux Airport

Anyway, the flight would be operated with KLM Cityhopper’s Embraer ERJ190 reg PH-EZF. Not long after settling in my seat 9A, we departed and took off from runway 23.

At around 17:30, the complimentary snack service (a wrap, which was quite nice) was distributed. Overall it was a pleasant flight with KLM, as usual. Btw, this flight also highlighted the noisiness of an Embraer ERJ190, hence enhancing further my take on ERJ190 vs CRJ1000, haha.

Sunset on board flight KL1318

Sunset on board flight KL1318

At 18:46, we landed at Schiphol Airport. The taxiing was quite long today, despite we were not landing in the Polderbaan, haha. We parked at the famous Fokker Farm and were taken by a bus to the airport terminal. I had my dinner at a restaurant at the airport before heading back to Delft with train.

BAHASA INDONESIA

Di pertengahan Februari, aku pergi dalam rangka Avgeek Weekend Trip pertama tahun 2017 ke Marseille (via Paris sewaktu berangkat dan via Bordeaux pulangnya, haha 😛 ). Waktu itu aku tidak yakin apakah aku akan menulis ceritanya atau tidak. Nah, ternyata, aku sudah memutuskan aku akan menuliskannya 😀 .

The routing this weekend :P . Created with gcmap.com

Rute kali ini 😛 . Dibuat dengan gcmap.com

***

Posting-posting dalam seri AvGeek Weekend Trip:
1. AvGeek Weekend Trip #1 (AMS-CDG-STR-AMS)
2. AvGeek Weekend Trip #2 (AMS-MAD-FRA-AMS)
3. AvGeek Weekend Trip #3 (AMS-LYS-NCE-AMS)
4. AvGeek Weekend Trip #4 (AMS–CDG, ORY–LYS–AMS)
5. AvGeek Weekend Trip #5 (AMS-CPH-ARN-AMS)
6. AvGeek Weekend Trip #6 (AMS-CDG, ORY-MRS-BOD-AMS)

AF 1341 (Amsterdam – Paris CDG)

AF Logo
Penerbangan: Air France AF1341
Pesawat: Airbus A321-200 reg F-GTAM
ATD: 11:42 CET (Runway 09 of AMS)
ATA: 12:30 CET (Runway 09L of CDG)

Cuaca di Amsterdam sedang kurang bersahabat pagi ini. Kabutnya cukup tebal sehingga penggunaan landasan pacunya Schiphol jadi terbatas untuk alasan keamanan. Akibatnya, penerbangan jam 10:40ku jadi ditunda hingga jam 11:30. Untungnya, aku memiliki waktu transit yang lumayan lama sih di Paris sehingga aku tidak khawatir. Jadilah aku menikmati waktu ekstraku di KLM Crown Lounge ini, haha.

Air France's Airbus A321-200 reg F-GTAM

Pagi yang berkabut di Schiphol dan Airbus A321-200nya Air France dengan rego F-GTAM

Anyway, penerbangan hari ini dioperasikan dengan Airbus A321-200nya Air France dengan rego F-GTAM. Ini adalah penerbangan regulernya Air France di rute Amsterdam-Paris sehingga aku tidak akan menuliskan banyak detail. Hanya saja, aku merasa bahwa kualitas snack yang dibagikan di penerbangan ini kok agak menurun yah, hmm.

Landing at runway 09L of Paris - Charles De Gaulle Airport

Mendarat di landasan pacu 09L Bandara Paris – Charles De Gaulle

Paris – Orly

Seperti di AvGeek Weekend Trip ke-4ku, aku harus berganti bandara di Paris, haha. Berkat keanggotaan Flying Blue Gold-ku, aku bisa mendapatkan transfer gratis di antara dua bandara ini dengan Le Bus Direct (tiket satu arahhnya dijual normal dengan harga €21).

Salon Air France at Orly Airport

Salon Air France di Bandara Orly

Tidak seperti di AvGeek Weekend Trip ke-4ku, kali ini penerbanganku dijadwalkan di Hall 20 Bandara Orly. Dan di sana ada lounge-nya Air France loh, hore! Haha 😆 . Lounge-nya cukup nyaman, walaupun pilihan makanannya terlalu ringan sih apalagi waktu itu kan setelah jam makan siang ya, menurutku loh.

AF 6016 (Paris ORY – Marseille)

AF Logo
Penerbangan: Air France AF6016
Pesawat: Airbus A319-100 reg F-GPMF
ATD: 16:18 CET (Runway 08 of ORY)
ATA: 17:19 CET (Runway 31L of MRS)

Penerbangan AF6016ku berangkat tepat waktu. Airbus A319-100nya Air France dengan rego F-GPMF digunakan hari ini. Setelah naik pesawat, aku duduk di kursi 1F-ku. Penerbangan hari ini tidak penuh. Malahan, dua kursi di sebelahku kosong dong. Asyik ya! Haha 😛 .

Taking off from runway 08 of Paris - Orly Airport

Lepas landas dari landasan pacu 08 Bandara Paris – Orly

Kami lepas landas dari landasan pacu 08 Bandara Paris – Orly, dan kemudian berbelok ke arah selatan menuju Marseille. Lagi, ini adalah penerbangan yang nyaman dan uneventful dengan Air France. Layanan snack mini dan minuman juga dibagikan di tengah perjalanan. Sekitar satu jam kemudian, kami mendarat di landasan pacu 31L Bandara Marseille Provence.

Marseille

Seperti yang sudah pada tahu, seminggu sebelumnya juga aku menghabiskan akhir pekan di Marseille. Jadi memang “aneh” rasanya aku kembali lagi ke sana akhir pekan ini, haha 😆 .

Today was a super beautiful day in Marseille as well!!

Hari yang indah dan cerah di Marseille!!

Jelas tidak ada banyak perbedaan; tetapi cuaca kali ini jauh lebih enak nih. Hampir tidak ada awan dan di hari Minggu, matahari bersinar cerah dengan suhu udara 16°C!!

AF 7017 (Marseille – Bordeaux)

AF Logo
Penerbangan: Air France AF7017
Pesawat: Airbus A320-200 reg F-GXG
ATD: 15:15 CET (Runway 31R of MRS)
ATA: 16:04 CET (Runway 23 of BOD)

Lounge di Bandara Marseille Provence kecil tetapi, menurutku, layanannya oke banget loh. Aku sukaa! 🙂

Air France's Airbus A320-200 reg F-GKXG

Sebuah Airbus A320-200nya Air France dengan rego F-GKXG

Anyway, penerbangan hari ini dioperasikan dengan Airbus A320-200 reg F-GKXG milik Air France. Untungnya, penerbangannya tepat waktu (waktu transitku cukup ketat di Bordeaux). Aku duduk di kursi 2Aku setelah naik pesawat. Lagi, penerbangan domestik ini tidaklah penuh.

Seperti yang lalu, ini adalah penerbangan nyaman dan uneventful dengan Air France. Jam 16:04, kami mendarat di landasan pacu 23 Bandara Bordeaux–Mérignac. Berikut ini video pendaratannya:

Transit Kilat di Bordeaux

Penerbangan domestikku dari Marseille diparkir di Terminal B sementara penerbangan koneksi internasionalku dijadwalkan di Terminal A jam 5 sore. Jadilah aku agak terburu-buru untuk pindah terminal akibat waktu transitku yang mepet. Eh, walaupun begitu, aku merasa gerbangku di Terminal B itu nyaman banget loh karena pada dasarnya berada tepat di sebelahnya pintu keluar bandara! Haha 😆 .

KL 1318 (Bordeaux – Amsterdam)

KLM Cityhopper logo

Penerbangan: KLM KL1318 dioperasikan oleh KLM Cityhopper
Pesawat: Embraer ERJ190 reg PH-EZF
ATD: 17:07 CET (Runway 23 of BOD)
ATA: 18:46 CET (Runway 36C of AMS)

Penerbangan ke Amsterdam ini cukup penuh dan ada banyak penumpang transitnya (via Amsterdam). Jadi tidak heran krunya berusaha untuk berangkat dari Bordeaux secepat mungkin akibat headwind yang akan kami hadapi di perjalanan ke Amsterdam hari ini.

KLM Cityhopper's Embraer 190 reg PH-EZF

Embraer 190nya KLM Cityhopper rego PH-EZF di Bandara Bordeaux

Anyway, penerbangan hari ini dioperasikan dengan Embraer ERJ190nya KLM Cityhopper dengan rego PH-EZF. Tak lama setelah duduk di kursi 9Aku, kami berangkat dan lepas landas dari landasan pacu 23.

Sekitar jam 5:30 sore, layanan snack dibagikan (berupa sebuah wrap, yang mana cukup enak juga). Secara umum, ini adalah penerbangan yang nyaman dengan KLM, seperti biasanya. Btw, penerbangan ini juga menggaris-bawahi keberisikan Embraer ERJ190, sehingga memang mempertegas pendapatku akan ERJ190 vs CRJ1000, haha.

Sunset on board flight KL1318

Senja di penerbangan KL1318

Jam 18:46, kami mendarat di Bandara Schiphol. Taxiing-nya lumayan lama hari ini, padahal kami tidak mendarat di Polderbaan, haha. Kami parkir di Fokker Farm dan kemudian dibawa bus ke gedung terminal bandara. Aku makan malam di sebuah restoran di sana sebelum kembali ke Delft dengan kereta.

#1893 – Digimon Adventure Tri (4: Sōshitsu)

ENGLISH

Previous posts in the Digimon Adventure Tri series:
1. Digimon Adventure Tri (1: Saikai)
2. Digimon Adventure Tri (2: Ketsui)
3. Digimon Adventure Tri (3: Kokuhaku)

***

The fourth installment (of six) of Digimon Adventure Tri, Sōshitsu, was released at the end of February. And as a big fan of Digimon Adventure (read: season 1 only), naturally I was not going to miss it!

Well, except that I just watched it this Sunday because for whatever reason I forgot that it was released in February (instead, I thought it would be in Match!) 🙈.

But the most important matter is that now I have watched it! Haha 😆 . Anyway, I was quite excited when seeing the official poster because I saw my favorite Dark Masters there, Machinedramon! Yeay!! :mrgreen: The Dark Masters were my favorite villains in Digimon Adventure 1 (and so the Dark Masters arc was also my favorite of the entire series). So obviously I was curious what role would Machinedramon do here. Or whether or not this Machinedramon was related to the Machinedramon in Digimon Adventure 1 which Wargreymon should have killed (Even though indeed digimons reincarnate).

*** Spoiler Alert!!! ***

Continuning from where we left off in Kokuhaku, the movie started with how the eight digi-destined attempted to reconnect with their partners, whom had lost their memory due to the Reboot. It was clear from the beginning that Sora and Biyomon would be the central characters in this movie as they had difficulties in reconnecting. It was understandable, though; as for Biyomon, she did not know Sora at all so it was not surprising that she created some distance.

It was also revealed that Himekawa and Nishijima were part of the original DigiDestined (consisted of five kids, shown as sillhouettes in the last episode of Digimon Adventure season 1). They were battling the Dark Masters at the time and had to sacrifice Megadramon, Himekawa’s partner, to defeat them. Because of this, Megadramon could not reincarnate into a new Digi-Egg. Years later, Himekawa was obsessed with reviving her partner (whose Rookie form was Tapirmon) and had a research on “rebooting” the Digital World. This way, there was a possibility that Tapirmon could be born again. Meanwhile, Nishijima was also warned of the involvement of someone named “Yggdrasil” who seemed to be the brain behind all of this mess.

Dark Gennai and Machinedramon

In the Digital World, the DigiDestined were attacked by Dark Gennai (Gennai that appeared to have been “infected” and now worked for Yggdrasil), who was controlling two members of the Dark Masters: Machinedramon and MetalSeadramon. Agumon and Gabumon were able to evolve to Wargreymon and MetalGarurumon and defeated MetalSeadramon. Meanwhile, Sora and Biyomon had reconnected and Biyomon mega-digivolved to Phoenixmon. Patamon also mega-digivolved to Seraphimon because it wanted to fight ( 😆 ), and so Tentomon to HerculesKabuterimon. The three defeated Machinedramon.

Phoenixmon vs Machinedramon

Meanwhile, Dark Gennai was able to get to Meiko and provoked Meicoomon to get angry to release the evil in it.

*** Spoiler Ends Here ***

I have to say this was my most favorite Tri movies so far! The story line became more clear. The motives and background of Himekawa and Nishijima were told. The mystery surrounding the villain appeared to have been (slowly) revealed as well, but not completely. And the actions were good!

Here is my favorite scene throughout, when Dark Gennai was attacking Joe and Gomamon attacked Dark Gennai with its “Fish Powers”:

Lol 😆

Okay, there were a few parts which I deemed unnecessary, though. For instance the splitting of the eight DigiDestined but literally nothing was happening during the split and an episode later they all reconcilled.

Another aspect I loved about the movie was the ending! FINALLY, they were using Ai Maeda’s “Keep On”, my favorite Digimon ending song of all time! 😍😍😍

So, overall I really LOVED this movie! And I cannot wait for the fifth one, Kyōsei (Symbiosis), that will be released later on this year!! 😍😍😍

BAHASA INDONESIA

Posting-posting sebelumnya dalam seri Digimon Adventure Tri:
1. Digimon Adventure Tri (1: Saikai)
2. Digimon Adventure Tri (2: Ketsui)
3. Digimon Adventure Tri (3: Kokuhaku)

***

Edisi keempat (dari enam) dari Digimon Adventure Tri, Sōshitsu, dirilis akhir Februari kemarin. Dan sebagai fans-nya Digimon Adventure (baca: cuma musim 1 aja sih), jelas dong aku tidak akan melewatkannya!

Eh, kecuali bahwa aku baru menontonnya hari Minggu kemarin ini sih. Entah mengapa aku bisa-bisanya lupa loh kalau bulan rilisnya adalah Februari (aku kira bulan Maret!). Fans macam apa ini … 🙈.

Eh, tetapi yang penting mah sekarang sudah nonton dong yaa! Haha 😆 . Ngomong-ngomong, aku merasa bersemangat banget ketika melihat poster resminya karena Dark Masters favoritku mejeng di sana, Machinedramon! Horee!! :mrgreen: Jadi ceritanya Dark Masters adalah tokoh jahat favoritku di Digimon Adventure 1 (dan jadilah memang alur cerita Dark Masters adalah bagian favoritku dari keseluruhan seri ini). Nah, jelas lah aku penasaran apa peran Machinedramon di sini. Atau juga apakah ini adalah Machinedramon yang sama dengan Machinedramon di Digimon Adventure 1 yang mana seharusnya sudah dibunuh oleh Wargreymon (Walaupun memang digimon bereinkarnasi sih).

*** Spoiler dimulai di sini!!! ***

Melanjutkan dari akhir cerita di Kokuhaku, film ini dimulai dengan usaha kedelapan anak terpilih untuk berkenalan kembali dengan partnernya, yang sudah kehilangan ingatakn akibat “Reboot” di film ketiga. Sudah jelas dari awal bahwa Sora dan Biyomon akan menjadi karakter pusat dari film ini. Masuk akal sih; karena untuk Biyomon yang kehilangan ingatan kan ia sama sekali tidak mengenal Sora sehingga tidak mengherankan ketika ia menjaga jarak.

Juga diungkapkan bahwa ternyata Himekawa dan Nishijima adalah dua dari anak terpilih generasi pertama (terdiri atas lima orang, yang ditampilkan sebagai siluet di episode terakhir Digimon Adventure musim 1). Ketika itu mereka bertarung melawan Dark Masters dan harus mengorbankan Megadramon, pasangannya Himekawa, untuk mengalahkannya. Sebagai akibatnya, Megadramon tidak bisa bereinkarnasi kembali menjadi Digi-Egg. Bertahun-tahun kemudian, Himekawa terobsesi dengan menghidupkan-kembali pasangannya (yang mana bentuk Rookie-nya adalah Tapirmon) dan melakukan riset untuk “me-reboot” Dunia Digital. Dengan begini, ada kemungkinan Tapirmon bisa hidup lagi. Sementara itu, Nishijika diberi-tahu akan keterlibatan seseorang bernama “Yggdrasil” yang sepertinya adalah otak di balik semua kekacauan ini.

Dark Gennai dan Machinedramon

Di Dunia Digital, anak-anak terpilih diserang oleh Dark Gennai (Gennai yang nampaknya sudah “terinfeksi” dan kini bekerja untuk Yggdrasil), yang mengontrol dua anggota Dark Masters: Machinedramon and MetalSeadramon. Agumon dan Gabumon berhasil berevolusi menjadi Wargreymon dan MetalGarurumon untuk mengalahkan MetalSeadramon. Sementara itu, Sora dan Biyomon sudah akrab lagi dan Biyomon berdigivolve ke level meganya, Phoenixmon. Patamon juga berdigivolve ke level meganya, Seraphimon, karena ia pengen (haha 😆 ), dan juga Tentomon ke HerculesKabuterimon. Mereka mengalahkan Machinedramon.

Phoenixmon vs Machinedramon

Sementara itu, Dark Gennai berhasil mencapai Meiko dan memanas-manasi Meicoomon untuk marah untuk melepaskan kejahatan di dalam dirinya.

*** Spoiler Selesai ***

Harus kubilang film ini adalah film Tri favoritku sejuah ini! Jalan ceritanya lebih jelas. Motif dan latar belakangnya Himekawa dan Nishijima juga diceritakan. Misteri yang meliputi tokoh jahat juga (perlahan-lahan) mulai diungkapkan, walaupun belum semuanya. Dan aksinya juga keren lah!

Scene favoritku adalah yang ini, ketika Dark Gennai menyerang Joe dan Gomamon menyerang Dark Gennai dengan jurus “Fish Powers”-nya:

Huahahaha 😆

Memang ada beberapa bagian dari film yang menurutku nggak penting sih. Misalnya ketika anak-anak terpilihnya terpisahkan tetapi tidak ada yang terjadi ketika mereka terpisah itu dan toh satu episode kemudian mereka berkumpul lagi.

Satu aspek lain yang kusuka dari film ini adalah ending-nya! AKHIRNYA, mereka menggunakan “Keep On”-nya Ai Maeda, lagu penutup Digimon favoritku sepanjang masa! 😍😍😍

Yup, jadi secara keseluruhan aku SUKA banget film ini! Dan aku nggak sabar nih menunggu yang kelima, Kyōsei (Simbiosis), yang akan dirilis tahun ini juga!! 😍😍😍

#1892 – Post-PhD Trips (Part V: A Weekend in Marseille)

ENGLISH

Posts in the Post-PhD Trips series:
1. Introduction
2. Part I: Genova
3. Part II: Cinque Terre
4. Part III: Firenze
5. Part IV: Roma
6. Part V: A Weekend in Marseille

Off to Marseille

My flight to Marseille was on Friday evening. So from work, I headed directly to Schiphol, where I had my dinner at KLM Crown Lounge, haha.

A little bit uncharacteristically here, I will not write in a lot of details regarding my flight to Marseille, haha. In short, I was flying Air France’s flight AF1875 operated by their Airbus A319-100 reg F-GPMA. It was a regular pleasant flight with Air France; and at 22:16, we landed at runway 13L of Marseille – Provence Airport.

Air France's Airbus A319-100 reg F-GPMA

Air France’s Airbus A319-100 reg F-GPMA

Anyway, it had been quite a long Friday for me so understandably I was already so tired when arriving in Marseille. I knew I would want to take the bus service to the city center. I took a bus but without checking its destination, assuming any bus leaving the airport would go to Marseille.

About 30 minutes into the trip, I realized something strange. I did not recognize any similarity of the surrounding from my last trip to Marseille in 2014. I checked my gps and, indeed, instead of going east towards Marseille, I was going north 😣. Yep, it came to my realization that I took the WRONG bus! Then I just remembered my survey of Marseille from 2014 where, indeed, there were several bus destinations from Marseille Airport. Well, it was too late to remember that at this point.

The bus terminal of Aix-en-Provence

The bus terminal of Aix-en-Provence

It turned out that my bus was going to Aix-en-Provence, a small town to the north of Marseille. Upon arriving at the bus station, I asked the bus driver if there was still a bus to go to Marseille. Luckily, there was. There was one LAST bus departing at 23:35 which I could take. Phew!!

Long story short, I took the bus, arrived in Marseille just right after midnight, Whats-apped my brother to pick me up at the hotel lobby, then slept, haha 😛 .

Marseille

Palais Longchamp

Palais Longchamp

As before, Marseille was a nice city in Southern France and we did enjoy our time there. The weather there that weekend was not the best, though. It was very windy, despite definitely warmer than the Netherlands (where it was snowing 😆 ) even though not super warm as well.

We went to Palais Longchamp and Notre-Dame de la Garde at the top of the La Garde hill. I didn’t get the chance to enter both sites in my 2014 visit there (though I was at the gate of Longchamp), so it was nice to be able to do so this time.

Notre-Dame de La Garde

Notre-Dame de La Garde

On Sunday, we planned to go to Chateau D’If but it turned out it was closed. We were misinformed on Saturday, where we were told we could still go to the chateau on Sunday and we made our plan accordingly.

And so we had to come up with a back-up plan. We decided to go to a small beach near Vieux Port and to a small beautiful garden nearby to kill the time.

The Catalans Beach in Marseille

The Catalans Beach in Marseille

The Food

As usual, the food in Marseille was also really good. In fact, my brother said this was the best food he had during this European trip of his. Well, obviously I nodded along, since I love French cuisine as well!! Haha 😆

Escargot

Escargot

Once we ordered two portions of escargot. This was actually the third time ever I had it, with the first one being in Rennes and the second one in Marigot. And you know what? I can say that I LIKE escargot now!! 😱 The fact that escargot is snail does not bother me anymore, at all! Haha 😆

Back to the Netherlands

To go back to the Netherlands, we had an interesting routing. Instead of flying direct Marseille – Amsterdam, we flew Marseille – Strasbourg – Amsterdam. And to make things even more exciting, both legs would be operated with Embraer ERJ145 by HOP! Regional!!

HOP! Regional Logo
Flights: Air France flights AF5579 (MRS-SXB) and AF1436 (SXB-AMS) operated by HOP! Regional
Equipments: Embraer ERJ145 reg F-GUBE (MRS-SXB) and Embraer ERJ145 reg F-GRGJ (SXB-AMS)

However, the trip started with a mini drama with overbooking, again (see Part I). After solving this issue, there was a delay problem as well. Our first flight to Strasbourg was delayed by two hours. This was certainly a problem with our 1.5 hours of transit time in Strasbourg.

The lounge at Marseille Airport was small but the service was actually great

The lounge at Marseille Airport was small but the service was actually great

Because there were, in total, nine passengers with this issue (~20% of all passengers 😆 ), the agent in Marseille was able to convince the agent in Strasbourg to delay the Strasbourg – Amsterdam flight by 30 minutes to wait for us, haha.

Long story short, we finally boarded our flight to Strasbourg, which was with HOP! Regional’s Embraer ERJ145 reg F-GUBE. As before, I loved flying Embraer ERJ145!! It was a small plane but really smooth!! Oh, and obviously the mandatory ERJ145 selfie too:

The mandatory ERJ145 selfie

The mandatory ERJ145 selfie

😛

Before landing at Strasbourg, the FA mentioned that transit passengers to Amsterdam should deplane first, as the transit time was tight. After landing, we were greeted by a ground staff literally outside of the plane. He escorted all of us to the immigration check and after that we immediately boarded our connecting flight right away! Yes, it was the fastest transit experience EVER! Everything in literally less than ten minutes! Lol 😆

HOP! Regional's Embraer ERJ145 reg F-GRGJ

HOP! Regional’s Embraer ERJ145 reg F-GRGJ

The second flight to Amsterdam was operated by another ERJ145, this time F-GRGJ. I quickly took a picture of the plane, and afterwards I could see the pilot waved towards me asking me to move fast, lol 😆 . All other passengers had been waiting in the plane at that point, and they didn’t look exactly thrilled. Well, I didn’t blame them 😛 .

It was clear that the pilots were quite in a rush today. Upon departure, after the final-turn at the tip of runway 05 we immediately accelerate and take-off! Haha 😆 . As before, it was a smooth and pleasant flight towards Amsterdam. We landed at Schiphol at 20:10, just ten minutes behind our schedule. Quite impressive considering the initial delay, no?

A window AND aisle seat at the same time on board an ERJ145

A window AND aisle seat at the same time on board an ERJ145

From Schiphol, we went to Amsterdam. And here, my Post-PhD Trips officially ended.

THE END.

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Post-PhD Trips:
1. Introduction
2. Part I: Genova
3. Part II: Cinque Terre
4. Part III: Firenze
5. Part IV: Roma
6.Part V: A Weekend in Marseille

Berangkat ke Marseille

Penerbanganku ke Marseille adalah di hari Jumat malam. Jadilah sepulang kerja, aku langsung menuju ke Schiphol, dimana aku makan malam di Crown Lounge-nya KLM, haha.

Agak tidak seperti biasanya nih, aku tidak akan banyak menuliskan detail penerbanganku ke Marseille, haha. Secara singkat, aku naik penerbangan AF1875nya Air France yang dioperasikan dengan pesawat Airbus A319-100 reg F-GPMA. Ini adalah penerbangan reguler dan nyaman dengan Air France; dan jam 22:16, pesawat mendarat di landasan pacu 13L Bandara Marseille – Provence.

Air France's Airbus A319-100 reg F-GPMA

Sebuah Airbus A319-100nya Air France dengan rego F-GPMA

Anyway, hari ini sudah menjadi hari cukup panjang sehingga jelas aku merasa lelah ketika tiba di Marseille. Aku tahu aku akan naik bus ke pusat kota. Nah, jadilah aku naik bus tanpa melihat tujuannya, dengan asumsi semua bus yang berangkat dari bandara pasti menuju ke Marseille.

Kira-kira setengah jam kemudian, aku menyadari sesuatu yang aneh. Aku tidak mengenali apa-apa dari pemandangannya dari perjalananku terakhir kali ke Marseille tahun 2014. Aku mengecek gps-ku dan ternyata, memang, bukannya bergerak ke arah timur ke Marseille, bus ini bergerak ke arah utara dong 😣. Yep, barulah aku sadar aku SALAH naik bus! Saat ini, barulah aku ingat riset yang kulakukan di perjalanan tahun 2014ku ke Marseille dimana memang ada beberapa tujuan yang dilayani dengan bus dari Bandara Marseille. Yah, sekarang sih sudah terlambat untuk ingat informasi ini lah ya.

The bus terminal of Aix-en-Provence

Terminal bus di Aix-en-Provence

Ternyata bus yang kunaiki adalah tujuan Aix-en-Provence, sebuah kota kecil di utaranya Marseille. Ketika tiba di terminal bus, aku bertanya ke sopir bus apakah masih ada bus tujuan Marseille. Untungnya masih ada. Masih ada satu bus TERAKHIR yang berangkat jam 23:35. Fiuh!!!

Singkat cerita, aku menaiki bus itu, dan tiba di Marseille selepas tengah malam, meng-Whatsapp adikku untuk menjemputku di lobby hotel, dan tidur deh, haha 😛 .

Marseille

Palais Longchamp

Palais Longchamp

Seeprti yang lalu, Marseille adalah kota yang oke di Prancis selatan dan kami menikmati waktu kami di sana. Sayangnya cuacanya sedang kurang oke sih. Berangin banget dan, walaupun lebih hangat sih dari Belanda (yang mana waktu itu sedang saljuan, haha), nggak hangat-hangat amat.

Kami pergi ke Palais Longchamp dan Notre-Dame de la Garde di puncah Bukit La Garde. Aku tidak sempat mengunjungi keduanya di tahun 2014 (walaupun waktu itu sempat foto dari luarnya Longchamp sih), jadi senang saja rasanya kali ini bisa mampir.

Notre-Dame de La Garde

Notre-Dame de La Garde

Di hari Minggu, kami berencana ke Chateau D’If, yang mana ternyata waktu itu sedang ditutup. Kami diberikan informasi yang salah di hari Sabtu nih, dimana katanya kami masih bisa kesana di hari Minggu. Jadilah kami membuat rencana berdasarkan informasi ini.

Sebagai penggantinya, kami jalan-jalan ke sebuah pantai kecil di dekat Vieux Port dan sebuah taman yang indah di dekat sana untuk menghabiskan waktu.

The Catalans Beach in Marseille

Pantai Catalans di Marseille

Makanannya

Seperti biasa, makanan di Marseille itu enak-enak. Bahkan, adikku bilang makanan paling enak yang ia makan di perjalanan ke Eropanya kali ini adalah di Prancis ini loh. Aku setuju banget sih, secara aku kan memang suka masakan Prancis!! Haha 😆

Escargot

Escargot

Sekali waktu kami memesan dua porsi escargot. Ini adalah kali ketiga aku makan masakan ini, dimana yang pertama adalah di Rennes dan yang kedua di Marigot. Dan tahu nggak? Sekarang aku bisa bilang aku SUKA escargot dong!! 😱 Fakta bahwa escargot adalah siput tidak lagi menggangguku sama sekali! Haha 😆

Kembali ke Belanda

Untuk kembali ke Belanda, kami memiliki rute yang unik. Bukannya terbang langsung Marseille – Amsterdam, kami terbang Marseille – Strasbourg – Amsterdam. Dan lebih serunya lagi, kedua penerbangan dioperasikan dengan pesawat Embraer ERJ145-nya HOP! Regional!!

HOP! Regional Logo
Penerbangan: Air France AF5579 (MRS-SXB) dan AF1436 (SXB-AMS) dioperasikan oleh HOP! Regional
Pesawat: Embraer ERJ145 reg F-GUBE (MRS-SXB) dan Embraer ERJ145 reg F-GRGJ (SXB-AMS)

Namun, perjalanannya dimulai dengan drama akibat overbooking lagi (lihat Bagian I). Setelah masalah ini beres, ada permasalahan dengan keterlambatan penerbangan pula. Ceritanya, penerbangan pertama kami ke Strasbourg akan terlambat dua jam. Ini jelas adalah masalah mengingat waktu transit kami di Strasbourg hanyalah 1,5 jam saja.

The lounge at Marseille Airport was small but the service was actually great

Eh, lounge-nya di Bandara Marseille walaupun kecil tetapi sajiannya oke-oke loh.

Karena totalnya ada sembilan penumpang dengan masalah ini (~20% dari semua penumpang, haha 😆 ), agen di Marseille berhasil meyakinkan agen di Strasbourg untuk menahan penerbangan Strasbourg – Amsterdam selama 30 menit untuk menunggu kami, haha.

Singkat cerita, akhirnya kami menaiki penerbangan ke Strasbourg kami. Penerbangan dioperasikan dengan Embraer ERJ145nya HOP! Regional dengan registrasi F-GUBE. Seperti yang lalu, aku suka banget terbang dengan ERJ145!! Pesawatnya kecil tetapi terbangnya mulus!! Oh, dan jelas dong foto selfie wajib ERJ145:

The mandatory ERJ145 selfie

Selfie wajib ketika terbang dengan ERJ145

😛

Sebelum mendarat di Strasbourt, pramugari meminta penumpang transit ke Amsterdam untuk turun terlebih dahulu, karena waktu transit kami yang sungguh singkat. Setelah mendarat, kami langsung disambut oleh petugas darat tepat di pintu pesawat. Ia langsung mengantarkan kami ke pemeriksaan imigrasi dan setelahnya langsung naik pesawat lanjutan kami! Iya, pengalaman transit paling cepat nih! Semuanya kurang dari 10 menit saja loh!! Huahaha 😆

HOP! Regional's Embraer ERJ145 reg F-GRGJ

Sebuah Embraer ERJ145nya HOP! Regional dengan rego F-GRGJ

Penerbangan kedua ke Amsterdam dioperasikan dengan ERJ145 yang lain, kali ini F-GRGJ. Aku cepat-cepat mengambil foto pesawatnya dulu dimana setelahnya aku lihat pilotnya melambaikan tangan kepadaku menyuruhku cepat naik, haha 😆 . Semua penumpang lain sudah menunggu di pesawat waktu itu, dan mereka tidak nampak senang, haha. Yah, aku paham sih 😛 .

Jelas pilotnya agak terburu-buru waktu hari ini. Ketika berangkat, setelah belok di ujung landasan pacu 05, pesawat langsung tancap gas untuk lepas landas tanpa pakai ancang-ancang dulu! Haha 😆 . Seperti sebelumnya, penerbangan ini adalah penerbangan yang mulus ke Amsterdam. Kami mendarat di Schiphol jam 20:10, hanya sepuluh menit terlambat dari jadwal. Cukup oke ya mengingat keterlambatan awal yang dua jam itu?

A window AND aisle seat at the same time on board an ERJ145

Kursi jendela SEKALIGUS lorong di dalam ERJ145

Dari Schiphol, kami pergi ke Amstedam. Dan di sini, Post-PhD Trips-ku resmi berakhir.

SELESAI.

#1891 – My Saturday Story

ENGLISH

Soo, my Instagram followers (@azilko) would have known by now that this Saturday I went on my second AvGeek Weekend Trip this year! Haha 😆 .

I booked these flights a few months ago when I was looking at my 2017 calendar and realized that I had not yet made any flying plan for March, lol 😆 🙈 . At the time I was browsing for some possibilities, and booked one that was reasonably priced and scheduled (Nowadays, schedule is even more important to me because I don’t want to get up way too early on a Saturday!)

So consequently it became a little bit difficult to find an “interesting” routing (no need for an extra dimension to be added there!). In the end, what I got was Amsterdam – Paris CDG – Lyon – Amsterdam, haha. Yep, very similar to my fourth AvGeek Weekend Trip last year, except that I did not need to change airports in Paris.

My routing this weekend. Created with gcmap.com

My routing this weekend. Created with gcmap.com

Anyway, just like my first AvGeek Weekend Trip this year, I am not sure yet if I will write a post about this short trip in more details (I haven’t even finished my Post PhD Trips series!). So just in case I won’t, here are some pictures from the trip! 😀

BAHASA INDONESIA

Jadii, followers Instagramku (@azilko) tentu sudah tahu sekarang bahwa Sabtu ini aku pergi dalam rangka AvGeek Weekend Trip keduaku tahun ini! Haha 😆 .

Perjalanan ini aku booking beberapa bulan yang lalu ketika aku melihat kalender 2017ku dan menyadari bahwa aku belum membuat rencana terbang apa-apa di bulan Maret (alasan macam apa ini), haha 😆 🙈 . Waktu itu aku langsung mencari kemungkinannya, dan membeli satu yang harganya oke dan jadwalnya enak (Sekarang ini, jadwal penting banget untukku karena aku nggak mau bangun pagi banget di hari Sabtu!)

Akibatnya memang menjadi agak sulit untuk menemukan rute yang “menarik” (semakin banyak dimensi yang ditambah tentu semakin sulit!). Akhirnya yang kudapatkan adalah tiket Amsterdam – Paris CDG – Lyon – Amsterdam, haha. Iyaa, memang mirip banget dengan AvGeek Weekend Trip keempatku tahun lalu, kecuali kali ini aku tidak perlu berganti bandara di Paris.

My routing this weekend. Created with gcmap.com

Ruteku akhir pekan ini. Dibuat dengan gcmap.com

Anyway, seperti AvGeek Weekend Trip pertamaku tahun ini, sekarang aku masih belum yakin apakah aku akan menuliskan posting yang mendetail tentangnya (Bahkan aku belum menyelesaikan seri Post PhD Trips kan!). Jadi untuk jaga-jaga andaikata beneran tidak akan kuceritakan, di atas adalah beberapa foto dari perjalanan ini! 😀

#1890 – Obsessed with Tataki and A Vacation Season?

ENGLISH

Beef Tataki

The tataki beef dish I had during a night out last weekend with some friends in Rotterdam made a huge impression on me. It was so good that I became quite obsessed with it that I was looking for its recipe online just the day after 😆 .

And so, I made this week my experiment week on it, haha 😆 . I didn’t have that many trials because I don’t cook that often during the week anymore. So from this point of view of course I am still far away from producing great tataki. Nonetheless, overall I am quite happy with what my kitchen produced so far 😛 . Okay, the presentation could definitely improve a lot. But given that these were only for personal consumption (literally), that was not such a big deal, I guess 😛 .

A Vacation Season?

Anyway, for whatever reason it appeared that this week was a vacation season at my office. Most of my colleagues were gone on a week vacation! Haha 😆 . So as a result it felt a little bit quiet at the office. Though, for my work, this brought some extra advantage, on the other hand this was also a little bit frustrating because I had many questions on a problem I was working on because there were less people to ask! Haha 😆

BAHASA INDONESIA

Tataki Daging Sapi

Menu tataki daging sapi yang kumakan ketika pergi makan malam di Rotterdam bersama beberapa teman akhir pekan yang lalu benar-benar meninggalkan kesan yang positif banget bagiku. Saking enaknya, aku menjadi cukup terobsesi dengannya sampai-sampai keesokan harinya aku langsung mencari resepnya di internet, haha 😆 .

Dan jadilah minggu ini aku jadikan minggu eksperimen untuknya, haha 😆 . Aku tidak bisa melakukan banyak percobaan karena memang akhir-akhir ini aku tidak memasak sesering dulu lagi. Jadi dari sudut pandang ini mah jelas lah ya masakan tatakiku masih jauh banget dari yang namanya oke. Toh walaupun begitu, secara umum aku cukup puas kok dengan apa yang keluar dari dapurku sejauh ini 😛 . Oke, memang sih presentasinya bisa jauh lebih baik. Tetapi karena toh ini hanya untuk konsumsi sendiri aja, jadi presentasi mah nggak terlalu penting-penting amat ya 😛 .

Musim Liburan?

Anyway, entah apa alasannya tetapi sepertinya minggu ini adalah musim liburan deh di kantorku. Banyak dari kolegaku yang pergi liburan seminggu! Haha 😆 . Jadi sebagai akibatnya di kantor terasa sedikit sepi deh. Walaupun, untuk pekerjaanku, ini membawa sedikit keuntungan ekstra juga, di sisi lain ini agak menyebalkan karena aku sedang memiliki banyak banget pertanyaan untuk sebuah masalah yang sedang aku kerjakan karena artinya lebih sedikit orang yang bisa kutanyai! Haha 😆 .