#1113 – Story of the Past Week

ENGLISH

Introduction Week

Some days ago, I was wondering why there was so much noise around campus as if there were some events going on (and because my apartment was close to the campus, I also heard this noise at home). Then, I realized that last week was apparently the introduction week (or is known as ‘OWee’ here) to the new Dutch students at TU Delft. Because they were Dutch, so I assume they were (mostly, if not all) upcoming freshmen on the Bachelor programme (the Bachelor and Master programmes here are pretty much a one unit so I think it is really rare to find a new Dutch student starting their study at the Master level, hmmm). Hmm, the introduction week activity looked really fun btw, hahaha :)

I actually also had the introduction week (for Master students, well, mostly international) when I just came here two years ago btw. And I can tell you that from the new students’ point of view, it was much more fun than the infamous introduction week (initiation, or whatever you want to call it) in Indonesia (I don’t know if this kind of introduction week still exists or not, but I know some universities  are battling against it). It was mostly filled with games, projects, discussions, etc without the other stupid things (like having to look for non-existing stuffs or making a ridiculous ‘outfit’ or etc).

Helicopter

Anyway, last Friday when I was in my apartment, really loud noise was coming in from my apartment window. It was so very loud and unusual that I became a little bit worried (because my apartment was in the 11th floor and so hearing this loud noise was a bit ‘strange’, right?). So I decided to take a look. And what I saw shocked me, because I saw this:

A helicopter!!! O.o

Yeah, a freaking helicopter was landing just a few meters next to my apartment!! :shock: Yes, I knew it was a very unusual thing so what I did automatically first after seeing this helicopter was to take my camera and took some pictures, huahaha :lol: :cool: . It felt so very random!! You know, a normal day in your house and suddenly you saw a freaking helicopter just a few meters outside through the window.

But then, a friend told me that the helicopter was probably there because there was a guy who was hit by a car, really badly, just a little bit earlier near my apartment . I don’t know if it was a hit-and-run or not, but I think this accident was indeed what made this helicopter land there because I did saw some ambulance and police car in the street seemingly to be the scene . And yeah, I think it was indeed an ambulance helicopter….

About 20 minutes later, the helicopter took off. I am not sure if the victim was transported with the helicopter or not though.

Humidity and exhausting tennis

Last weekend, the temperature was crazy in the Netherlands. It was: crazily HOT!!! It was definitely more than 33°C and with the humidity, it felt even much hotter than that!! But anyway, so my friend, Thomas, and I decided to play some tennis on Saturday. And I can tell you people, that playing under such circumstance was so exhausting!! hahaha :D

We played a game match, of course, and it also happened to be quite a tight match. It was much tighter than the other match we had this time. My first serve was a little bit off this time, maybe the humidity played some part in making it a little bit less consistent throughout the match (it was there in the first few games as I dictated points behind my first serves; but it became less consistent from thereon)?? Anyway, so, I was up a break in the first set before I got broken back at 5-3; but in the next game I had three set points on my opponent’s serve. But somehow I just lost those three points, and then I lost the first set 5-7. :shock: Damn!! I fought back in the second set, winning it 7-6 through a tiebreak which I won at 10-8 (yeah, it was that tight), huahaha :lol: . I was trailing for most part of the second set, and I had to face three match points (one at 4-5 down and two more during the tiebreak) in the set (I saved one of them with an ace btw, ).

After the conclusion of the second set, apparently we had been playing for 2.5 hours non-stop!! huahaha :lol: . No wonder we were so exhausted and just decided to stop there. At first, in the beginning of the second set, we thought we would play a super tiebreak in the third set if I won the second set, you know, to finish it a bit quicker. The match indeed went to the distance but we were so exhausted that even a super tiebreak seemed to be a big one, and with that humidity!! hahaha :D Well, this made me even appreciate those professional players though who have to train not only their technique but also their stamina. Especially in a grand slam where it is a best of five sets match for the men!! :shock:

Some new freshmen during their Introduction Week

Well, I was not the only one who had an idea to take some photos, lol

The helicopter left the scene after like 20 minutes

BAHASA INDONESIA

Introduction Week

Beberapa hari yang lalu, aku merasa penasaran dengan banyaknya suara-suara gitu di sekitar kampus seakan-akan lagi ada banyak event (dan karena apartemenku berada di dekat kompleks kampus, jadilah suara-suara itu terdengar dari apartemenku juga). Lalu, sadarlah aku bahwa minggu lalu itu ternyata adalah introduction week (semacam minggu Ospek gitu deh, disini disebutnya ‘OWee’) untuk mahasiswa Belanda baru di TU Delft. Karena mereka orang Belanda, aku asumsikan mereka (atau setidaknya kebanyakan deh) adalah mahasiswa baru untuk program S1 gitu sih ya (program S1 dan S2 disini kan satu kesatuan gitu jadi kayaknya jarang banget deh ada mahasiswa Belanda yang baru masuk di program S2, hmmm). Aktivitas di introduction week-nya kayaknya asyik juga tuh, hahaha :)

Tentunya aku juga dulu ikutan introduction week dong (untuk mahasiswa S2 tentunya, yang mana yang ikut hampir semuanya mahasiswa internasional) ketika baru tiba disini dua tahun yang lalu. Dan bisa kubilang bahwa dari sudut pandangnya mahasiswa baru, introduction week disini jauh lebih mengasyikkan loh daripada minggu Ospek di Indonesia (atau disebut inisiasi atau apa lah) yang dikenal ‘gitu deh’ (nggak tahu sih sekarang masih gitu atau enggak, cuma memang beberapa universitas sih beberapa waktu belakangan ini mulai menentang Ospek yang kayak gitu ya). Disini acaranya kebanyakan diisi sama permainan-permainan, proyek, diskusi, dll tanpa hal-hal konyol (misalnya harus mencari barang-barang tertentu yang keberadaannya tidak ada di muka Bumi ini, atau membuat ‘kostum’ konyol, dll).

Helikopter

Anyway, Jumat sore lalu ketika aku sedang berada di apartemenku, tiba-tiba ada suara keras banget yang masuk dari jendela apartemenku. Suaranya keras banget dan nggak biasa sehingga aku jadi agak khawatir gitu deh (kan apartemenku berada di lantai 11 jadi mendengar suara keras semacam ini agak ‘aneh’ juga dong ya?). Jadilah aku memutuskan untuk melihat ada apa sih di luar sana. Dan yang kulihat sangat mengejutkanku, karena aku melihat ini:

Helikopter!!! O.o

Yeah, ada helikopter yang lagi mendarat beberapa meter di sebelah apartemenku dong!! :shock: Ya, ya, aku langsung menyadari ini adalah kejadian tidak biasa dan jadilah aku langsung otomatis bereaksi mengambil kameraku dan memfotonya, huahaha :lol: :cool: . Rasanya benar-benar sangat random gitu!! Tahu lah, sedang menjalani hari biasa gitu eh tiba-tiba muncullah helikopter beberapa meter di luar jendela.

Tapi kemudian, seorang teman bilang bahwa mungkin helikopter itu ada disana karena beberapa saat sebelumnya ada seorang lelaki yang ditabrak mobil dengan parah sekali di dekat apartemenku  . Nggak tahu apakah kejadiannya tabrak-lari atau bukan, cuma yang jelas memang sepertinya kecelakaan ini lah memang yang menyebabkan si helikopter mendarat disitu soalnya aku memang melihat ada beberapa mobil ambulans dan mobil polisi gitu di jalan yang sepertinya lokasi tabrakannya  . Dan ya, helikopter itu memang sepertinya helikopter ambulans kok….

Sekitar 20 menit kemudian, helikopternya lepas landas deh. Nggak tahu sih apakah korbannya jadinya diangkut dengan helikopternya atau tidak.

Lembab dan tenis yang melelahkan

Akhir pekan yang lalu, suhu udaranya gila dong di Belanda. Suhunya: gila banget PANASNYA!!!   Aku yakin suhunya di atas 33°C dan dengan lembabnya udara di Belanda, rasanya jauh lebih panas daripada itu dong!! Ah, anyway, jadi temanku, Thomas, dan aku memutuskan untuk main tenis gitu deh di hari Sabtu. Dan sekarang aku bisa bilang bahwa main tenis dalam kondisi semacam ini itu amat melelahkan!! hahaha :D

Tentu kami bermain pertandingan, tentu saja, dan ternyata pertandingannya kemarin itu pas ketat banget deh. Jauh lebih ketat dari pertandingan lainnya yang dimainkan waktu ini. Servis pertamaku agak sedikit off kali ini, mungkin karena efek kelembabannya juga sehingga servis pertamaku jadi agak kurang konsisten gitu di sepanjang pertandingan (servis pertamaku oke banget di beberapa game pertama karena aku bisa mendikte poin dengan servis pertamaku; tapi kemudian secara perlahan-lahan jadi agak kurang konsisten gitu deh)?? Anyway, jadi, aku unggul dengan satu break di set pertama sebelum servisku dipatahkan balik di posisi 5-3; tapi di game selanjutnya aku mendapatkan tiga set point di servis lawanku. Tapi entah bagaimana tiga poin itu hilang begitu saja dan berlanjut sehingga aku kalah di set pertama 5-7 dong. :shock: Sial!! Tentu saja aku melawan balik di set kedua, dan memenanginya dengan skor 7-6 yang mana set ini harus diselesaikan dengan tiebreak yang aku menangi dengan skor 10-8 (ya, memang seketat itu deh), huahaha :lol: . Di sepanjang set kedua itu aku hampir selalu dalam posisi tertinggal loh sebenarnya, bahkan aku harus menghadapi tiga match point (satu di posisi tertinggal 4-5 dan dua di tiebreak) di set ini (dan salah satunya aku selamatkan dengan servis as loh, ).

Setelah set kedua selesai, ternyata kami sudah bermain selama 2,5 jam non-stop aja dong!!  huahaha :lol: . Nggak heran deh ya rasanya capek banget dan kami memutuskan untuk stop. Di awal set kedua, awalnya kami berencana untuk memainkan super tiebreak gitu di set ketiga jika aku memenangi set kedua ini, tahulah, supaya selesainya lebih cepat gitu. Dan pertandingannya ternyata beneran menjadi seri tetapi kami capek banget sehingga super tiebreak pun kok rasanya masih berat banget gitu ya, dan juga lembab banget!! hahaha :D Ya, ini membuatku jauh lebih menghargai para petenis profesional nih yang berlatih tidak hanya tekniknya tetapi juga stamina mereka. Apalagi kalau di turnamen grand slam gitu kan yang putra memainkan pertandingan best of five sets!! :shock:

#1111 – Master of Science

ENGLISH

As I said before, I was having my thesis defense for my Master study on 15 August, 2012; which was today. And so, yes, I had my thesis defense earlier today. And because I chose to have an ‘individual graduation ceremony’, I also received my diploma today. And how was it?? Well, first of all:

I passed and got the M.Sc title

Obviously (hahaha :P ), I passed the thesis defense and in the end I got the M.Sc title. So yeah, I can use that title behind my name now. And btw, because I also completed this two year programme in the Netherlands, apparently I am also entitled for the equivalent title in the Dutch educational system, which is ‘Ingenieur’ (or ‘IR’). Yeah, it is the same ‘IR’ title as some people who graduated from technical programmes in Indonesia obtained prior to the 1990s (I think :?: ). So actually ‘IR’ is equivalent to a Master level study…

Anyway, how was the thesis defense itself? Well, it went excellently well, hehehe. As I said previously, I was not nervous at all going to the defense, except that I would have a 40-minute presentation session while when I practiced, I took like 53 minutes for the whole presentation, hahaha :lol: . But I managed to compress some slides and omitted some of the less-important ones. Aside from the unexpected technical problem with the room I booked (of course this was out of my control) which caused us to change room for the thesis defense, it went really well. I presented well and smoothly, well of course a few things could have been better but this is always the case in any presentations one performs anyway, and I think I answered the questions from the thesis committees well. And I was not feeling nervous at all during the defense, which kinda surprised me a little bit but I was really glad with it, hahaha.

Cum Laude

Anyway, now it is already the time to reveal the second target I have had for the past many months or so. This second target is “to graduate with Distinction (Cum Laude) predicate”, huahaha :lol: . I have been working like crazy the past one year to achieve this target. And after getting a 9 as my thesis’ grade, I finally achieved this. Hardwork (or smartwork) does pay off people, trust me!! :) :cool:

In TU Delft (at least at my faculty, I think maybe other faculties have different rules or policies regarding this), to graduate with this predicate, a student has to fulfill three criteria: (1) to finish the Master study not longer than two years; (2) to get a minimum grade of 9 in the Master thesis; and (3) to have an average grade of minimum 8 in all courses not including the thesis. And in a university which is known to be “stingy” in grading, where a lot of students are (sometimes) thankful for getting a 6 (because it means they pass the course), fulfilling the third criterion has been very challenging for me :) . Well, it may not be that ‘challenging’ if you are a genius (one of my colleagues is, I would say, a genius btw, where he always got like 9, 9.5, 8.5, 10 in his grades, hahaha. He is Russian btw). And I am glad that in the end I managed to achieve it.

Raising the Target

Actually, when I first came to TU Delft two years ago, honestly, I did not go for this Cum Laude predicate. My mindset at the time was to graduate on time, because my scholarship only covered two years of my study at TU Delft (which was a standard study period for an M.Sc programme here). If my study duration extended longer than that period, I would have to pay the ‘excess’ myself; and I did not want to do that. Wouldn’t the money be better spent on something else?? huahaha :lol: . So, I was, sort of, in this mindset during the first year of my study. But after one year passed, especially after passing this super crazy exam last year, I evaluated my performance up to that point. And it turned out to be well; unless I did something stupid or crazy, I would be able to graduate on time. At this point, I also realized that this Cum Laude predicate was well within reach. Well, of course I had to work hard for the thesis to get that 9 grade (I had not started my thesis yet at this point last year); but aside from that, I would also have to do something to make my average grade to be at least 8. And it was not impossible, mathematically. But of course I had to work hard (or ‘smart’ as I prefer to call it) to achieve it. So I made some strategies and executed them with the hope of achieving that target in the end. And in the end, obviously, I succeeded, hahaha…

Well, why did I raise my target there and not be ‘happy’ with the first target which was already, practically, in my hand?? Well, first of all, it was a challenge for myself, hehe :) Beside, I think it is ‘easier’ to be even more motivated to work on something when there is a target (or reward) to reach at the end of the work, right? Second of all, in my opinion, being able to accomplish the Cum Laude predicate is something that is very wonderful and a big privilege, of course. It is, sort of, a testament that we have been taking our study very seriously and working hard on that; and this distinction is the fruit of that. Well, I am not saying people without this title are not hard-working. This title is just one of many possible indications of someone’s hardwork. :) Third of all, because it was possible for me to grab this distinction, I was thinking that I should just, at least, try. I might not get it in the end, but at least I have tried. I knew I would regret it in the future if I just gave it up withouth a ‘fight’, hehehe :)

***

Anyway, this post turns out to be much longer than I expected before, so I think I should stop here. So anyway, yeah, I am free now! :)

BAHASA INDONESIA

Seperti yang kubilang sebelumnya, aku menghadapi sidang tesis untuk masa studi S2-ku di tanggal 15 Agustus 2012; yang mana hari ini dong ya. Dan jadilah tadi pagi aku sidang tesis gitu deh. Dan karena aku memilih ‘individual graduation ceremony‘, aku juga telah menerima ijazahku hari ini. Dan bagaimanakah acaranya tadi?? Ya, pertama-tama:

Aku lulus dan mendapatkan gelar M.Sc

Tentu saja (hahaha :P ) aku lulus sidang tesisnya dan pada akhirnya aku mendapatkan gelar M.Sc itu. Jadi, ya, aku bisa menggunakan gelar itu di belakang namaku sekarang. Dan btw, karena aku menyelesaikan program S2 selama dua tahun ini di Belanda, ternyata aku juga berhak mendapatkan gelar ekuivalennya dalam sistem pendidikan Belanda loh, yang mana adalah ‘Ingenieur’ (atau disingkat ‘IR’). Ya, memang ini adalah ‘IR’ yang sama dengan gelar yang didapat lulusan sekolah teknik di Indonesia sebelum tahun 1990an sih (kayaknya ya :?: ). Jadi, sebenarnya gelar ‘IR’ itu setara dengan level S2 loh…

Anyway, bagaimanakah sidang tesisnya? Yah, sidangnya berjalan dengan sangat amat lancar, hehehe. Seperti yang kubilang sebelumnya, aku tidak merasa gugup sama sekali loh sebelum sidang, kecuali bahwa aku akan memiliki waktu presentasi selama 40 menit sementara pada saat latihan, aku membutuhkan waktu 53 menit dong untuk keseluruhan presentasinya, hahaha :lol: . Jadilah aku mempersingkat beberapa slide dan membuang beberapa yang relatif tidak terlalu penting. Di samping masalah teknis tak disangka-sangka dengan ruangan yang aku pesan (tentu saja ini di luar kontrolku ya) yang menyebabkan kami harus pindah ke ruangan lain, presentasinya berjalan dengan amat lancar. Aku presentasi dengan baik dan mulus, yah tentu saja ada beberapa hal yang mungkin bisa lebih baik lah ya tapi toh ini adalah kasus di presentasi apa pun yang dilakukan semua orang, dan aku rasa aku menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan anggota komite tesisku dengan baik. Dan aku nggak merasa gugup sama sekali loh selama sidang, yang mana cukup mengejutkanku juga, dan aku bangga karenanya, hahaha.

Cum Laude

Anyway, sekarang adalah saatnya untuk mengungkapkan target kedua yang sudah aku incar selama banyak bulan belakangan ini. Target ini adalah “untuk lulus dengan pujian (predikat Cum Laude)”, huahaha :lol: . Aku sudah bekerja gila-gilaan dah setahun terakhir ini untuk mencapai target ini. Dan setelah mendapatkan nilai 9 di tesisku tadi, akhirnya target ini tercapai juga. Kerja keras (atau kerja cerdas) bener-bener akan membuahkan hasil loh, percaya deh!! :) :cool:

Di TU Delft (atau setidaknya di fakultasku sih, karena sepertinya sih fakultas-fakultas lain gitu memiliki kebijakannya sendiri tentang ini), untuk lulus dengan predikat ini, seorang mahasiswa harus memenuhi tiga kriteria ini: (1) menyelesaikan program S2 tidak lebih dari dua tahun; (2) mendapatkan nilai minimal 9 di tesis S2-nya; dan (3) mendapatkan nilai rata-rata minimal 8 di semua mata kuliah yang diambil tidak termasuk tesis. Dan di sebuah universitas yang dikenal “pelit banget” dalam hal pemberian nilai, dimana banyak mahasiswa yang (kadang) bakal bersyukur banget kalau sudah mendapat nilai 6 (soalnya artinya mereka lulus), kriteria ketiga itu cukup menantang bagiku :) . Eh, tapinya kalau jenius sih mungkin nggak terlalu ‘menantang’ ya (ada loh satu kolegaku yang, menurutku, jenius banget, dimana nilainya itu selalu 9, 9.5, 8.5, 10 gitu deh, hahaha. Dia orang Rusia btw). Dan akhirnya aku lega karena pada akhirnya aku berhasil mencapainya.

Menaikkan Target

Sebenarnya, ketika aku pertama kali tiba di TU Delft dua tahun yang lalu, jujur ya, aku tidak mengejar predikat Cum Laude ini. Yang ada dalam pikiranku waktu itu adalah untuk lulus tepat waktu, karena beasiswaku kan hanya meng-cover masa studi selama dua tahun di TU Delft (yang mana merupakan masa studi standar untuk sebuah program S2 disini). Nah, kalau masa studiku melebihi ini, ya ‘kelebihannya’ itu aku harus bayar sendiri deh; dan tentunya aku nggak mau begitu dong. Uangnya mending buat yang lain aja kan?? huahaha :lol: . Jadi, ya, selama setahun pertama aku berada pada mindset ini. Namun, setelah setahun berlalu, terutama setelah aku lulus ujian yang gila ini tahun lalu, aku mengevaluasi performaku sampai saat itu. Dan ternyata, hasil yang sudah aku dapatkan bagus juga; kecuali aku melakukan suatu hal tolol atau gila, aku akan lulus tepat waktu. Nah, di waktu ini, aku juga menyadari bahwa predikat Cum Laude ini berada dalam jangkauan untuk bisa diraih. Ya, tentu saja aku harus bekerja keras supaya mendapatkan nilai 9 di tesis itu (kan setahun lalu aku belum mulai mengerjakan tesis); dan di samping itu, aku juga harus melakukan sesuatu agar nilai rata-rataku 8. Dan ini bukannya tidak mungkin ya, setidaknya secara perhitungan matematis. Tapi tentu saja aku harus bekerja keras (atau aku lebih suka menyebutnya bekerja ‘cerdas’) untuk mencapainya. Jadilah aku membuat beberapa strategi dan menjalankannya dengan harapan target tercapai. Dan akhirnya, jelaslah, targetnya berhasil tercapai, hahaha…

Eh, kenapa sih kok aku menaikkan target seperti itu dan nggak ‘puas’ dengan target pertama yang, pada dasarnya, sudah berada di genggaman tangan?? Hmm, pertama-tama, tentu ini adalah untuk memberikan tantangan gitu deh, hehe :) Di samping itu, rasanya akan lebih ‘mudah’ untuk termotivasi dalam mengerjakan sesuatu jika ada target (atau hadiah/penghargaan) yang hendak diraih kan? Yang kedua, menurutku, dapat lulus dengan predikat Cum Laude itu adalah sesuatu yang indah dan merupakan suatu kehormatan. Ini adalah, kurang lebih, sebuah cap bahwa kita telah serius sekali selama masa studi kita dan bekerja keras dan niat selama itu; dan predikat ini adalah buah dari kerja keras itu. Eh, aku bukannya menyatakan bahwa mereka yang tidak mendapatkan predikat ini bukan pekerja keras ya. Predikat ini tuh hanyalah satu dari banyaknya indikasi akan kerja keras dari seseorang. :) Yang ketiga, karena predikat ini berada dalam jangkauan untuk diraih, aku berpikir bahwa sebaiknya aku, setidaknya, mencoba meraihnya. Memang ada kemungkinan pada akhirnya akan gagal diraih sih, tapi setidaknya tuh aku sudah berusaha. Aku tahu aku akan menyesal di kemudian hari apabila aku merelakannya terlepas dari genggaman tanpa ‘usaha’, hehehe :) .

***

Anyway, posting ini kayaknya udah panjang banget deh ya, lebih panjang daripada perkiraanku sebelumnya, jadi kayaknya aku berhenti disini saja deh. Jadi intinya adalah, ya, aku bebas deh sekarang! :)

#1110 – Thesis Defense Season

ENGLISH

You know it is a thesis defense season when you receive many invitations to thesis defenses of your friends (or ‘colleagues’ to make it sound like more professional, lol), and you even have one for yourself too.

Yes, lately, thesis defense is pretty much the theme of my life.

You know, I have one coming up this Wednesday; and that is why I have been busy preparing my presentation lately. I have had a lot of time before the defense, which was really good because it allowed me to really take my time and not rush in the presentation-slide making. I have also had the concept about the presentation since months before so it also helped; I did not need to start from zero this week. The slide is done now, and I have 46 slides (including 1 cover, 1 outline, and 1 ‘thank you’ slide :D ) for a 40 minutes presentation, hopefully the time is enough, hahaha…

Nervous??

As a matter of fact: NO (at least for now). For this thesis project, I have had a more ‘intimidating’ experience when I had to present my work in an international workshop in Norway last June. Compared to that, I think, the pressure of thesis defense is (supposed to be) nothing. Beside, I am quite confident with the results and work that I have done. Aside from that presentation in Norway, my work has also been presented (by my supervisor) at a global conference in Helsinki (Finland) and at a summer school in Munich (Germany) within the last two months. So, well, I have all the reasons to be confident, right? hahaha :) But we will see, hahaha :)

Invitation

And of course I am not the only one who is taking a thesis defense soon. A lot of (or all) my friends (or colleagues) are also having theirs soon. So, yeah, there are a lot of invitations already to attend their defenses as well, hahaha :) This thesis defense season has started since like about three weeks ago actually as I have already attended two of my friends’ thesis defenses… . Yeah, it is going to be fun :)

BAHASA INDONESIA

Kita tahu bahwa suatu saat itu sedang musim sidang tesis apabila kita menerima banyak undangan sidang tesis dari teman-teman (atau ‘kolega’ deh ya supaya terdengar lebih profesional, lol), dan kita sendiri juga memiliki jadwal sidang tesis.

Ya, memang akhir-akhir ini, sidang tesis ini adalah tema kehidupanku deh.

Tahu dong, sidang tesisku akan diadakan hari Rabu ini; dan inilah mengapa aku akhir-akhir ini sedang sibuk mempersiapkan presentasiku. Aku memiliki banyak waktu sebelum sidangnya, yang mana bagus juga karena aku jadi bisa mengerjakannya dengan santai dan tak perlu terburu-buru. Aku sudah memiliki konsep mengenai presentasinya sih semenjak beberapa bulan yang lalu yang mana ini membantu juga; jadi minggu ini aku nggak harus memulai dari nol gitu. Slide-nya sudah selesai sekarang, dan aku memiliki 46 slide (termasuk 1 cover, 1 outline, dan 1 slide ‘terima kasih’ :D ) untuk sebuah sesi presentasi selama 40 menit, mudah-mudahan waktunya cukup deh, hahaha…

Gugup??

Sebenarnya sih: TIDAK kok (setidaknya untuk saat ini). Untuk proyek tesisku ini, aku memiliki pengalaman yang lebih ‘mengintimidasi’ ketika aku harus mempresentasikan hasil pekerjaanku di sebuah workshop internasional di Norwegia Juni lalu. Dibandingkan dengan itu, aku rasa, tekanan dari sidang tesis itu (seharusnya) nggak ada apa-apanya lah ya. Selain itu, toh aku juga percaya diri dengan hasil dan pekerjaanku yang telah kulakukan. Di samping presentasiku di Norwegia itu, pekerjaanku juga telah dipresentasikan (oleh pembimbingku) di sebuah konferensi global di Helsinki (Finlandia) dan di sebuah summer school di Munich (Jerman) selama dua bulan belakangan ini. Jadi, ya, memang seharusnya aku percaya diri kan ya? hahaha :) Tapi kita lihat saja deh, hahaha :)

Undangan

Dan tentu saja aku bukanlah satu-satunya yang akan menghadapi sidang tesis dalam waktu dekat. Kebanyakan (atau semua) teman-temanku (atau kolega-kolegaku) juga akan menghadapi sidangnya masing-masing segera. Jadi, ya, sudah ada banyak undangan gitu deh untuk menghadiri sidangnya mereka juga, hahaha :) Musim sidang tesis ini sudah dimulai semenjak sekitar tiga minggu yang lalu sepertinya sih ya dan sejauh ini aku sudah menghadiri dua sidang tesisnya teman… . Jadi, ya, sepertinya akan mengasyikkan :)

#1105 – Next For Me Is …

ENGLISH

You all know that I am finishing this Master degree study of mine really soon. In fact, I will have my thesis defense on 15 August, 2012; which is in about two weeks from now. At this post, I did mention that I planned to stay here in the Netherlands and I already had in my mind on what I am doing next; but it was not the time, yet, to reveal what it is. Stepping aside a little bit, now I can also reveal the target that I mentioned this time; a target that I said if I achieved it this year, I would reward myself with a new cellphone (a smartphone). The target was to find something (either a job or something) for after I finish this Master program. And yes, I have found one. Therefore, I think I should give myself that reward soon (but it will be after I move to my new apartment, of course :D ), huahaha :lol: . Btw, I do still have one other target, which I mentioned here. But for this one, now it is still not the time to reveal it. ;)

Anyway, what is it?? Well, without further ado, I reveal that I am going to do a Ph.D here in TU Delft starting this September!! huahaha . Well, actually I have already got the “informal” “hiring” since June actually; but I decided to keep this for myself a little bit because, of course, there were a lot of paperwork to do and bureaucracy to follow to make it “official”. And finally, last Friday, I got the official letter from the university. I have signed the contract and all the necessary paperwork. So I guess it is kinda already official now, hahaha. Well, the process is, actually, not done yet because the application for my residence permit during my Ph.D contract is still underway and it may need another two or three weeks before it is completed. But basically, everything else has been taken care of. So, I am now crossing my fingers for this permit application to be smooth. Amen for that! :D I also still have to decide which health insurance company I will choose (it is an obligation from the Dutch government for every person living in the country to have a health insurance; and as a Ph.D candidate, I can’t use the students health insurance); but I already have an appointment with an insurance consultant (provided by the university) this Friday to help me choose one, hahaha :) .

School, Again?

Here is the thing that may be confusing for some people to comprehend; which is okay and very understandable actually because it is, indeed, VERY different. In the Netherlands, or at least the one that I am going to take, a Ph.D staff is not a student!! And it is also valid from a legal point of view. For my stay here during this Ph.D contract, my residence permit will not be a permit for student, it will be a permit for a highly-skilled migrant, which allows me to work full-time. As a result, I will get salary from my employer, which is the university (and sponsor).  As a further result, I will also have to pay tax, pension, and all the other deductible stuffs. So, it is definitely not a scholarship. The one that I am having for my Master study for the past two years, it has been a scholarship; where I do not have to pay tax for the scholarship money and the purpose my stay in the Netherlands is to study, which means that my residence permit is a permit for student.

Having said that, I would say that a Ph.D position is somewhere in between “school” and “job”. It is definitely not like a full-time “job” as at the end of it, I will get a doctorate degree. Something that a “job” does not offer. But what is the definition of a “job” anyway?? :) While at the same time, I may want (or need) to attend some classes in Master or Bachelor program to gain some knowledge about some specific topics to support my research and work. So, the “school” feel is still there. However, (I think) I won’t need the grades from those courses, so the purpose of attending the courses will be purely for “gaining knowledge” reason; not being tainted with getting “grades”, hahaha… . See, it is not the same! :)

p.s: And also, I will get two bonuses every year (an obligation from the Dutch government that an employer must give two bonuses to the employees per year, which nominal is not bad, huahaha :lol: ), 41 days of holiday leave per full-year (so, this year, because I will start in September, I am entitled to “only” 1/3 of it, which is like 13.67 days of holiday leave until December), and some other benefits as a TU Delft employee (like free incredibly super fast internet connection at home (once I downloaded a 2 GB file and it took the connection only about 2 minutes to complete the download :shock: ), wherever I live; and some other stuffs which I, probably, should not state here for now, hahaha :D ).

p.s (again): It means that starting from September, I will officially be an expatriate here, hahaha :lol: .

BAHASA INDONESIA

Sudah pada tahu lah kalau aku akan menyelesaikan program S2 ini dalam waktu dekat. Bahkan, aku akan menjalani sidang tesisku tanggal 15 Agustus 2012; yang mana sekitar dua minggu lagi dari sekarang. Nah, di posting ini, aku sebutkan bahwa aku berencana untuk tinggal di Belanda dan aku sudah ada ide di pikiranku mengenai apa yang akan kulakukan selanjutnya; tapi waktu itu masih belum waktunya untuk diceritakan disini. Sedikit melenceng, sekarang ini aku juga bisa menyebutkan target yang aku sebutkan waktu ini; sebuah target yang aku bilang kalau aku penuhi tahun ini, aku akan menghadiahi diriku sendiri dengan sebuah hape baru (smartphone tentunya). Targetnya adalah mendapatkan sesuatu (pekerjaan atau apa lah) setelah aku menyelesaikan program S2 ini. Dan ya, aku sudah mendapatkan satu. Oleh karenanya, aku rasa aku harus segera memberi diriku hadiah deh (tapi tentu saja ini setelah pindahan ya :D ), huahaha :lol: . Btw, aku masih ada satu target lain, yang aku sebutkan disini. Tapi untuk yang satu ini, sekarang juga masih belum waktu yang tepat deh untuk diceritakan disini. ;)

Anyway, apakah itu?? Yah, tanpa berbasa-basi lagi, aku umumkan bahwa aku akan memulai program Ph.D (atau S3) di TU Delft sini mulai September ini!! huahaha . Yah, sebenarnya aku sudah “diterima” dengan “informal” semenjak Juni yang lalu sih; tapi aku memutuskan untuk aku simpan untuk diriku dulu karena, tentu saja, ada urusan birokrasi dan semacamnya yang harus diurus dulu untuk membuatnya menjadi “formal”. Dan akhirnya, Jumat lalu, aku mendapatkan surat resminya dari universitas. Aku sudah menanda-tangani kontrak dan surat-surat lainnya yang penting. Jadi, aku rasa sudah lumayan resmi deh sekarang, hahaha. Yah, prosesnya sendiri sih, sebenarnya, masih belum selesai karena aplikasi untuk izin tinggalku disini selama masa kontrak Ph.D-ku masih sedang diurus dan mungkin baru beres sekitar dua atau tiga minggu lagi. Tapi pada dasarnya sih, semua hal lainnya telah diurus kok. Jadi, sekarang aku berharap mudah-mudahan proses aplikasi izin tinggalnya berjalan lancar deh. :D Aku juga masih harus memutuskan akan mengambil asuransi kesehatan dari perusahaan yang mana sih (ini kewajiban yang ditentukan oleh pemerintah Belanda bahwa setiap orang yang tinggal disini harus memiliki asuransi kesehatan; dan sebagai kandidat Ph.D, aku tidak bisa menggunakan asuransi kesehatan untuk mahasiswa/pelajar); tapi aku sudah ada jadwal dengan perusahaan konsultan asuransi (yang disediain universitas) sih Jumat ini untuk membantuku menentukan pilihan, hahaha :) .

Sekolah, Lagi?

Nah, ini dia hal yang bagi banyak orang mungkin agak sulit untuk dipahami; yang mana oke-oke saja sih dan wajar kok karena memang ini SANGATLAH berbeda. Di Belanda, atau setidaknya yang akan aku ambil ini, staff Ph.D itu bukan mahasiswa atau pelajar loh!! Dan ini juga berlaku dari sudut pandang legal hukum juga. Untuk masa tinggalku selama kontrak Ph.D ini, izin tinggalku bukanlah izin tinggal untuk mahasiswa/pelajar, tetapi izin tinggal untuk orang asing dengan skill tinggi (highly-skilled migrant), yang memberiku izin untuk bekerja penuh waktu. Akibatnya, aku juga akan mendapatkan gaji dari perusahaan, yang dalam hal ini universitas (dan sponsor). Sebagai akibat lebih jauhnya, aku juga harus membayar pajak, uang pensiun, dan potongan-potongan lainnya. Jadi, ini jelas bukanlah sebuah beasiswa. Yang aku dapatkan selama aku kuliah jenjang Master (S2) selama dua tahun belakangan ini adalah beasiswa ya; dimana aku tidak perlu membayar pajak dari uang beasiswa yang kudapatkan dan tujuanku tinggal di Belanda adalah untuk belajar, yang artinya izin tinggalku jugalah izin tinggal untuk mahasiswa/pelajar.

Walaupun begitu, menurutku sih posisi Ph.D ini berada di tengah-tengah antara “kuliah” dan “kerja” deh. Jelas tidak seperti “kerja” penuh-waktu ya karena pada akhirnya, toh aku akan mendapatkan gelar Doktor. Ini adalah sesuatu yang tidak ditawarkan oleh sebuah “pekerjaan”. Tapi sebenarnya, apa sih definisi “pekerjaan” itu?? :) Sementara itu, pada saat yang sama pula, aku mungkin ingin (atau harus) mengikuti beberapa kelas di level Master (S2) atau Bachelor (S1) untuk mendapatkan beberapa pengetahuan mengenai beberapa topik spesifik untuk menunjang pekerjaan dan risetku. Jadi, tentu saja aura “kuliah”-nya masih terasa. Namun, (aku rasa) aku tidak membutuhkan nilai dari kelas-kelas itu, jadi tujuan menghadiri kuliahnya adalah murni untuk “mendapatkan ilmu” saja; tanpa dinodai oleh tujuan mendapatkan “nilai”, hahaha… . Jadi, berbeda kan! :)

p.s: Dan juga, aku akan mendapatkan dua bonus per tahun (sebuah kewajiban dari pemerintah Belanda dimana sebuah perusahaan harus memberikan dua bonus untuk karyawannya dalam satu tahun, yang mana nominalnya lumayan banget loh, huahaha :lol: ), jatah cuti sebanyak 41 hari kerja dalam satu tahun penuh (jadi, tahun ini, karena aku baru mulai bulan September, artinya aku “hanya” berhak mendapatkan 1/3 dari jatah itu, yang mana artinya aku bisa mengambil sampai 13,67 hari cuti sampai bulan Desember), dan juga beberapa keuntungan lain sebagai karyawannya TU Delft (misalnya koneksi internet di rumah, dimana pun rumah berada, yang cepatnya minta ampun (pernah sekali waktu aku men-download file 2 GB dan waktu yang dibutuhkan hanyalah 2 menit loh sampai download-nya selesai :shock: ); dan beberapa hal lain yang mana, sepertinya, tidak perlu aku sebutkan disini sekarang, hahaha :D ).

p.s (lagi): Artinya, mulai September ini, aku akan secara resmi menjadi ekspatriat dong ya disini, hahaha :lol: .

#1094 – New Place, Summer Break, and Humidity

ENGLISH

Due to my two recent trips to Norway and London, I haven’t got much time to write a little bit about my life lately, haha. So, before publishing the next part of the 2012 Norway Trip story, I will take a few moments to share a little bit of the updates…

New Place

My contract with my current apartment will end by the end of this month. I already mentioned it three months ago that this contract is non-renewable which means that I will have to find a new place after the contract ends. After trying to find one myself and was not really happy nor satisfied with the result while time was ticking at the same time (and I also had the plans to go on trips to Norway and London), I decided to go with a housing agency provided by the university.

I subscribed at their website about three weeks ago while I was in Norway. Finally, earlier this week, I just got a confirmation and earlier today I already booked my new place!! hehe :) Phew, I am so relieved right now. It is nice to have, at least, made certain of one of the things that were uncertain… . Even though I will only be able to stay at this new place for one year, it is okay for me as I plan to go with another housing agency to find me another place when this one year period ends. And for this one, I will start much much sooner :) .

By the way, yes, it means that I am planning on staying in the Netherlands after my graduation from this Master program. I plan to have my thesis defense this August which means that I will graduate quite soon. Why August and what will I do next? Hmm, I am keeping these stories for the (hopefully near) future as now is still not the time, yet, to write things down here, hehehe :) So, keep your eyes on!! :)

Summer Break

Anyway, actually, the summer break has officially started here in TU Delft. Well, I did not really get the “hype” of the starting of the summer break though (I kinda did last year). Probably it was because I was not in Delft when the summer break started (I was in London at that time); or probably it was simply because I did not have the obligations to go to any classes anymore this quarter so that I had my “own” schedule which did not necessarily correlate to the exams and classes schedule, hmmm. So, the starting of the summer break was not something that was “big” for me as I still have works to do before my thesis defense in August.

Yet, the summer break atmosphere is, of course, apparent around the campus. It is much more relaxed and much less busy or crowded… . A lot of students are taking their break by going on trips or vacations somewhere. So, Delft is a bit of a less busy town now, hahaha.

Humid

It is summer now, and I can tell you, again, that Dutch summer is really humid. A bit like Indonesian climate, in a way. I played tennis with Nick a couple of days ago and just after about 90 minutes, we felt really tired. I mean, usually, of course we do feel tired after playing for 90 minutes, but not this tired. You know what I mean?? It was not that hot temperature-wise, so it must have been the humidity, hahaha… .

Anyway, tennis playing wise, I think I have found a little bit of a playing style that I like though. Theoretically, it may not be best-suited to clay (the tennis courts in my campus are all clay), but so far it has been working fine, hahaha :)

BAHASA INDONESIA

Karena dua perjalananku baru-baru ini ke Norwegia dan London, aku tidak memiliki banyak waktu untuk sedikit bercerita mengenai kehidupanku, haha. Jadi, sebelum mempublikasikan bagian selanjutnya dari cerita perjalanan ke Norwegia ini, aku akan menggunakan waktu ini untuk sedikit bercerita mengenai kehidupanku akhir-akhir ini…

Tempat Baru

Kontrakku dengan apartemen yang sekarang akan berakhir akhir bulan ini. Sudah kusebutkan tiga bulan yang lalu bahwa kontrak ini tidak dapat diperpanjang yang mana artinya aku harus mencari tempat baru setelah kontrak berakhir. Setelah berusaha mencari sendiri dan kurang puas dengan hasilnya sementara waktu juga semakin mepet (apalagi aku ada rencana pergi ke Norwegia dan London gitu kan), aku memutuskan untuk menggunakan jasa sebuah agen tempat tinggal gitu yang disediakan universitas.

Aku mendaftarkan diri di website-nya mereka sekitar tiga minggu yang lalu ketika aku berada di Norwegia. Akhirnya, awal minggu ini, aku mendapatkan konfirmasi dari mereka dan hari ini tadi aku sudah memesan tempatku yang baru!! hehe :) Fiuh, lega deh aku sekarang. Senang juga sudah setidaknya membuat satu hal yang sebelumnya masih tidak pasti menjadi pasti… . Walau aku hanya bisa tinggal di tempat baru ini selama setahun saja, tapi nggak papa lah ya karena untuk selanjutnya kan aku bisa menggunakan jasa agen yang lain untuk mencarikan tempat gitu setelah periode setahun ini berakhir. Dan untuk yang selanjutnya ini, aku akan mulai lebih awal deh :) .

By the way, ya, ini berarti aku memang berencana tinggal di Belanda setelah studi S2-ku ini selesai. Aku merencanakan sidang tesisku untuk diadakan di bulan Agustus ini yang mana artinya aku akan segera lulus. Kenapa bulan Agustus dan apa yang akan aku lakukan selanjutnya? Hmm, aku harus menyimpan cerita ini untuk yang akan datang nih (mudah-mudahan segera sih ya) karena sekarang ini masihlah belum merupakan waktu yang tepat untuk menuliskannya disini, hehehe :) Jadi, tunggu saja!! :)

Liburan Musim Panas

Anyway, sebenarnya, liburan musim panas sudah secara resmi dimulai loh di TU Delft. Hmm, aku nggak terlalu merasakan “hype” dimulainya liburan musim panas sih (sementara tahun lalu iya). Mungkin ini karena aku sedang tidak berada di Delft ketika liburan musim panas ini dimulai (aku sedang di London waktu itu); atau mungkin karena aku tidak harus mengikuti kelas apa pun kuarter ini sehingga aku memiliki jadwalku “sendiri” yang mana tidaklah terlalu terikat dengan jadwal ujian dan kelas, hmmm. Jadi, dimulainya liburan musim panas ini bukanlah sesuatu yang “besar” deh untukku kali ini karena toh aku masih ada kerjaan untuk mempersiapkan sidang tesis bulan Agustus nanti.

Walaupun begitu, suasana liburan musim panas, tentu, sudah sangat terasa deh di sekitar kampus. Atmosfernya lebih santai dan lebih tidak sibuk ataupun ramai… . Banyak mahasiswa yang menggunakan waktu ini untuk bepergian kemana atau liburan kemana gitu. Jadilah Delft sekarang tidaklah terlalu sibuk, hahaha.

Lembab

Sekarang ini sudah musim panas kan, dan aku bisa bilang lagi deh bahwa musim panas di Belanda itu amatlah lembab. Agak mirip-mirip sama iklim di Indonesia gitu deh, di satu sisi. Aku bermain tenis dengan Nick dua hari yang lalu dan setelah 90 menit, kami merasa capek banget loh. Maksudku, biasanya setelah main 90 menit ya tentunya capek juga ya, tapi tidak secapek ini gitu. Ngerti kah maksudku?? Secara temperatur sebenarnya tidak terlalu panas sih, jadi kayaknya memang karena kelembabannya deh, hahaha… .

Anyway, ngomongin tentang main tenis, aku rasa aku sudah menemukan sebuah gaya permainan yang aku sukai deh. Secara teori, mungkin gaya ini tidak terlalu cocok untuk lapangan tanah liat sih (lapangan-lapangan tenis di kampusku semuanya tanah liat), tapi sejauh ini baik-baik saja kok, hahaha :)

#1091 – Busy and A Teaser

ENGLISH

Busy

I am really busy now. Yesterday afternoon, I just got back from my one week trip to Norway and tomorrow morning I am off to England for the entire week!! :shock: So, there are tons of things to do today; ranging from doing my laundry and that kind of stuffs, and also preparing this London trip! Well, I am really glad now that I decided to give myself one day between the two trips (as actually my original plan was that I would just go to London the very next day after coming back from Norway). Ah, but it is busy fun, so it is okay, hahaha :)

A Little Teaser of My Norway Trip

Of course today I do not have any time to write about this Norway trip, I will do that after coming back from London. And so what I am going to do now is just to write a very short preview of the trip as a teaser, hehehe :)

First of All

As you (may) know, the main reason I went to Norway this week was to attend an international workshop there to present my thesis research after the committee accepted the abstract of my research for the workshop. Had I not had this workshop agenda, I wouldn’t have made any trip to Norway this June. Sometime in the future, sure, but definitely it wouldn’t have been this June.

And now, after making the trip, it is very important to write that it was such a complete privilege for me to be able to make the trip for the international workshop that I attended. The caliber of the workshop was unbelievable! There were only 45 participants (I was one of them); and the most unbelievable thing was: most professors and scientists from all around the world (not just Europe, but also from MIT and other parts of the world, like China) who were (or are) the main brain force behind the topic of the workshop, which was Ensemble Kalman Filter (EnKF) (or Data Assimilation in general), were there.

In fact, the professor who invented the method was also there! :shock: . When Remus, one of my supervisors who asked me to submit my abstract in the first place, told me that the guy who was standing behind me was the inventor of EnKF, I was so shocked and I was thinking: “‘Invented’ as in the method was non-existing before and he ‘invented’ it so it became existing and now a lot of people base their operations and researches on this method?” Wow! :shock: To some degree, it was like going to a meeting about Physics and Stephen Hawking and all his colleagues who were at ‘his level’ were there. Amazing! And I could be part of the meeting! Wow! It was such an honor and a very nice experience for me! I definitely learned a lot, and witnessed how abundant amount of experience, knowledge, and intelligence all these guys had. And it opened my eyes that experience is, indeed, a very important and precious thing to have. Experience supports, strongly, knowledge and intelligence.

Anyway, so, I am really grateful with the opportunity and I am thanking Remus a lot for that. And of course I am also thanking my main supervisor, Anca; and also the head of the research group at TU Delft, Arnold, who was willing to pay the expenses to make the trip to Norway :)  Yes, the workshop part of the trip was free for me; but the most precious thing, and it was priceless, was the experience!!

No Night in Norway, Literally

If at the previous post I shared to you how 10 PM looks like in Delft during summer and some people were surprised with that; well, they will be more surprised when I tell them that there is literally NO NIGHT in Norway during summer!  So, in the first day, I arrived at the hotel at 12 AM, or midnight, and at the time, it was like this:

How midnight looks like in Norway in summer

I was like: “What the hell? It is freaking midnight now and the sky is still blue??” About forty minutes later, of course it got darker; and the darkest it became was like this:

This is how the darkest part of a day in the summer in Norway looks like

and not long after that, the sun rose again!  So, yeah, it NEVER reached the point where it became really dark like a night is supposed to be.

So, one day in the summer in Norway goes pretty much like this: dawn – morning – day (starting at 4 AM until like midnight) – dusk – dawn (yeah, skipping the “night” part) – and so on.

Well, I guess all of us already studied this phenomenon in the science class in elementary school so actually none of us should be “surprised” by this. But here is what I can say: even though we understand the phenomenon, it still feels different when you experience it first hand! It is like, you know it is true and ‘normal’, but it still feels so ‘weird’, hahaha :lol: .

Super Beautiful

Anyway, to finally conclude this post, which turns out to be already quite long (huahaha :lol: ), I am uploading some pictures of my vacation part of the trip. In short, Norway is super amazing and beautiful! Look at the four pictures below!! To know more about the story behind them, just wait for my posts about the trip :D

A glacier! In the summer!

One view during the cruise at the fjord

Cruising at the fjord

A scenic scenery in Norway

BAHASA INDONESIA

Sibuk

Ah, aku sibuk sekali nih sekarang. Kemarin sore, aku baru saja kembali dari perjalanan semingguku ke Norwegia dan besok pagi aku akan pergi ke Inggris selama seminggu dong!! :shock: Ah, ada banyak banget nih yang harus dilakukan hari ini; mulai dari mencuci baju dan kawan-kawannya, hingga mempersiapkan perjalanan ke London ini! Hmm, aku lega sih sekarang karena aku memutuskan untuk memberi diriku waktu selama satu hari di antara dua perjalanan ini (karena pada awalnya aku berencana untuk langsung pergi ke London sehari setelah kembali dari Norwegia loh). Ah, tapi ini sibuk yang menyenangkan sih, jadi nggak papa deh, hahaha :)

Sedikit teaser tentang perjalanan ke Norwegiaku

Tentu saja sekarang aku tidak memiliki waktu untuk menulis cerita mengenai perjalanan ke Norwegia ini, aku akan melakukannya setelah kembali dari London nanti. Nah, jadi yang akan aku lakukan sekarang adalah menulis sebuah preview pendek mengenai perjalananku ini sebagai teaser gitu deh, hehehe :)

Pertama-tama

Seperti yang (mungkin) sudah pada tahu, alasan utama aku pergi ke Norwegia minggu ini adalah untuk menghadiri sebuah workshop internasional disana untuk mempresentasikan riset tesisku setelah panitianya menerima abstrak risetku untuk workshop-nya. Andaikata tidak ada agenda untuk workshop ini, nggak akan deh perjalanan ke Norwegia kali ini terlaksana. Maksudku, jelas lah aku tetap akan pergi ke Norwegia kapan-kapan gitu, tapi tidak bakalan terjadi di bulan Juni ini.

Dan kini, setelah kembali dari perjalanannya, sangat penting untuk aku utarakan bahwa perjalanan untuk menghadiri workshop internasional ini adalah sebuah privilege besar buatku dan adalah sebuah kehormatan besar bagiku untuk bisa turut serta! Kaliber dari workshop-nya keren (baca: amat tinggi) banget dong! Hanya ada 45 peserta saja (dan aku adalah seorang di antaranya); dan yang paling gila adalah: hampir semua profesor dan ilmuwan dari seluruh dunia (nggak cuma Eropa saja, tapi juga dari MIT dan belahan dunia lain, seperti China misalnya) yang merupakan brain force dari topik workshop ini, yang merupakan Ensemble Kalman Filter (EnKF) (atau Asimilasi Data secara umum), hadir di acara ini.

Bahkan, profesor yang menemukan metodenya itu juga hadir loh! :shock: Ketika Remus, salah seorang pembimbingku yang menyuruhku mengumpulkan abstrak untuk pertemuan ini, berkata kepadaku bahwa lelaki yang berdiri di belakangku adalah penemu EnKF, aku kaget sekali dan berpikir dalam hati: “‘Menemukan’ dalam artian metode ini tidak ada sebelumnya dan ia ‘menemukannya’ sehingga metode ini jadi ada dan sekarang dipakai banyak orang sebagai dasar operasi dan riset mereka?” Wow! :shock: Bisa dibilang, ini seperti pergi ke pertemuan tentang Fisika gitu dan Stephen Hawking dan koleganya (yang berada di ‘level’ yang sama dengannya) hadir pula di pertemuan itu. Gila! Dan aku berkesempatan untuk ambil bagian di pertemuan itu! Wow! Jadi, ya, memang merupakan sebuah kehormatan bagiku dan ini merupakan sebuah pengalaman yang amat berharga! Aku belajar amat banyak, dan menyaksikan sendiri bagaimana luasnya pengalaman, pengetahuan, dan inteligensia para tokoh ini. Dan ini amat membuka mataku bahwa pengalaman itu, memanglah, sebuah hal yang amat berharga untuk kita miliki. Pengalaman itu menyokong pengetahuan dan inteligensia dengan kuat.

Anyway, oleh karenanya, aku amat bersyukur telah mendapatkan kesempatan ini dan aku berterima-kasih dengan amat banyak kepada Remus karenanya. Dan tentu saja aku juga berterima kasih kepada pembimbing utamaku, Anca; dan juga kepala grup risetku di TU Delft, Arnold, yang telah bersedia membiayai perjalananku ke Norwegia ini :) Ya, bagian workshop dari perjalananku ini kan gratis buatku; tetapi yang jauh lebih berharga daripada itu, yang mana adalah sesuatu yang amat tak ternilai, adalah pengalamannya!!

Nggak ada malam di Norwegia, dalam arti sebenarnya

Kalau di posting sebelumnya aku tunjukkan bagaimana suasana jam 10 malam di Delft di musim panas dan beberapa orang ada yang kaget karenanya; hmm, mereka akan lebih kaget lagi kalau aku ceritakan bahwa di Norwegia itu, dalam artian sebenarnya, NGGAK ADA MALAM loh di musim panas!  Jadi,di hari pertama aku baru tiba di hotelku jam 12 malam, alias tengah malam, dan suasana waktu itu kayak gini:

Tengah malam di Norwegia di musim panas itu kayak gini

 Reaksiku: “Apa-apaan ini maksudnya? Ini kan udah tengah malam gitu ya dan kok ini masih terang??” Sekitar empat puluh menit kemudian, tentu saja suasana menjadi lebih gelap; dan segelap-gelapnya malam disana itu kayak gini:

Dalam satu hari penuh, paling gelap itu seperti ini

dan nggak lama setelahnya, mataharinya udah terbit lagi dong!  Jadi, ya gitu deh, NGGAK PERNAH deh dalam suatu hari penuh tercapai titik dimana suasana menjadi gelap seperti bagaimana malam seharusnya.

Jadi, sati hari di Norwegia di musim panas itu berlangsung seperti ini: subuh – pagi – siang (dari jam 4 pagi sampai kurang lebih tengah malam) – senja – subuh (yoi, nggak pakai “malam”) – dst.

Hmm, aku rasa kita semua sudah pernah mempelajari fenomena ini di kelas IPA sewaktu SD sih jadi seharusnya nggak perlu “kaget” lah ya karenanya. Tapi ini deh yang mau aku bilang: walau kita memahami fenomena ini, tetap aja rasanya berbeda gitu ketika kita mengalaminya secara langsung! Maksudku, kita sangat memahami bahwa nggak ada yang aneh dengannya dan fenomena ini tuh ‘normal-normal’ aja, tapi tetap aja rasanya ‘aneh’, hahaha :lol:

Sangat Indah

Anyway, untuk menutup posting ini, yang mana ternyata panjang juga ya padahal tadi rencananya mau menulis pendek aja (huahaha :lol: ), aku mengunggah beberapa foto dari bagian jalan-jalan dari perjalanan ini. Secara singkat, Norwegia itu sangat amat indah sekali loh! Lihat deh foto-foto di atas!! Untuk mengetahui cerita di balik foto-foto tersebut, tunggu saja posting-ku selanjutnya tentang perjalanan ini :D

#1088 – Poster and Pants

ENGLISH

Poster

Earlier this week, I was busy preparing the material for my presentation in Bergen, Norway, next week. As you know, a few months ago I submitted an abstract about my thesis research for an international workshop in Norway and it got accepted. As a result, I have to go to Norway next week to present my research; and I don’t have to pay anything for the trip (except for the extension part of it), muahahaha :cool: . Anyway, so, my research is accepted to be presented in the form of a poster. So, it will not be like a “normal” presentation where the presenter talks in front of the audience; instead I will stand next to my poster and be ready to explain it to the ‘guests’ or answer any questions the ‘guests’ may have about the contents. Well, this method of presentation is kinda ‘new’ to me and so I am looking forward to it :) .

Therefore, earlier this week, I was busy designing the poster. I already had in my mind about the contents that I wanted to put in my poster so it was not a problem. The question was: “How much space do I have?“. I asked my professor and he said that an A1 paper should be sufficient; and so A1 it was. However, the bigger problem was the design itself. After some time of serious thinking (no kidding!), I decided to just go with the official TU Delft presentation slide design. So, in a hindsight, my poster looks like as it is a clip or footage or one slide of a TU Delft oral presentation slides. It is maybe too formal, but I thought it would be best this way as I will be representing TU Delft there.

Btw, an A1 paper (four times an A3 paper, or eight times an A4 paper), even though looks huge, is apparently not that huge, hahaha. I only have enough room for the very general idea and results of my research. No detail at all!! The available room was just enough for these general stuffs only. Ah, had I got the normal presentation (oral), I think I could have put some analysis and results that were more in depth and detail. Hmm, but maybe this is indeed the essence of a poster; just displaying the general (surface) idea and not going too deep. The more in depth analysis should be given in the explanation or the Q&A session.

Ah, anyway, yes, I designed everything myself. For one year during my bachelor study in Unpar, I was the layout staff of one internal magazine of my department. Therefore, I have a little bit of basic background in poster or magazine design. Well, not the fancy one with fancy software though, it is just a very basic designing skill, hahaha :) . But it was more than enough to help me design this poster without any problem.

The poster was done, my supervisor was happy with it, and so I sent it to the secretary of the group to have it printed. This morning, finally I got the printed result. It looks nice, even though the color (of some graphs I have in it) is a little bit different from how it looks on screen; but it is still fine and I am happy with it, haha.

New Training Pants

Anyway, yesterday afternoon while playing tennis, I accidentally tore my training pants! :shock: huahaha :lol: . Well, it was indeed a cheap training pants which I bought in, if I am not mistaken, Mangga Dua (well, my mom bought it for me actually, huahaha :lol: ).

Well, currently I have two training pants so I can wear them alternately. Because these pants are torn, I went to Den Haag this morning to buy new training pants. For the new ones, I thought it would be better for me to buy ones with better quality (read: automatically the price also adjusted that) because I wear them often anyway. After looking around, I decided to buy dark blue Nike training pants for €48. Btw, when I checked the pants, it turned out that the pants were made in: INDONESIA! huahaha :lol: . Well, it is good though as it means that I am supporting Indonesian products? haha :P And it reminds me of this other time where I bought a jacket in Roermond (the Netherlands) which was actually also made in Indonesia, hahaha.

Made in Indonesia…

BAHASA INDONESIA

Poster

Awal minggu ini, aku sibuk mempersiapkan materi untuk presentasiku di Bergen, Norwegia, minggu depan. Tahu lah, beberapa bulan yang lalu aku mengumpulkan sebuah abstrak tentang riset tesisku ke sebuah workshop internasional di Norwegia dan abstraknya diterima. Sebagai akibatnya, jadilah aku harus pergi ke Norwegia minggu depan untuk mempresentasikan risetku itu; dan aku nggak membayar apa-apa loh untuk perjalanannya (kecuali bagian ekstensinya ya), muahahaha :cool: . Anyway, jadi, risetku ini diterima untuk dipresentasikan dalam bentuk poster. Jadi, presentasinya tidaklah seperti presentasi “biasa” gitu dimana pembicara berbicara di depan penonton; tetapi aku akan berdiri di sebelah posterku dan harus siap menjelaskan isinya ke para ‘tamu’-ku atau menjawab pertanyaan yang mereka miliki mengenai isi dari poster tersebut. Hmm, metode presentasi semacam ini adalah sesuatu yang cukup ‘baru’ sih buatku sehingga aku penasaran juga dan nggak sabar menghadapinya :) .

Nah, makanya itu awal minggu ini aku sibuk mendisain posternya. Aku sudah memiliki konsep mengenai isi yang akan aku masukkan di dalam posterku sih jadi ini bukanlah sebuah masalah. Pertanyaannya adalah: “Seberapa banyak ruangkah yang kumiliki?“. Aku bertanya ke profesorku dan katanya sih ukuran A1 juga sudah cukup lah; jadilah aku memilih ukuran A1. Nah, masalah besarnya itu terletak pada disainnya sendiri. Setelah memikirkannya dengan amat serius (beneran!), akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan disain slide presentasi resminya TU Delft gitu deh. Jadi, sekilas, posterku bakal nampak seperti cuplikan atau satu slide dari sebuah slide presentasi lisannya TU Delft gitu. Agak terlalu resmi memang, mungkin, tapi aku rasa memang harus begini deh karena disana nanti aku kan akan mewakili TU Delft gitu yah.

Btw, ukuran A1 (empat kalinya kertas A3, alias delapan kalinya kertas A4) itu walaupun nampak besar, ternyata nggak besar-besar amat loh, hahaha. Aku hanya memiliki ruang untuk menuangkan ide dan hasil risetku secara amat general saja. Tidak detail sama sekali!! Ruang yang ada sudah ngepas banget untuk hal-hal general-nya itu. Andai aku mendapatkan jatah presentasi biasa (lisan), rasanya bisa deh di slide-nya aku memasukkan beberapa analisa yang lebih mendalam (detail). Eh, tapi memang esensi poster itu memang begini sih ya; hanya memaparkan hal-hal general (permukaannya) saja dan tidak masuk terlalu dalam ke detail. Analisis yang lebih mendalamnya barulah diberikan di sesi penjelasan atau tanya-jawabnya itu kan.

Ah, anyway, iya, aku mendisain semuanya sendiri. Kan dulu sewaktu kuliah S1 aku menjadi salah satu staff layout sebuah majalah internal di jurusanku. Makanya aku memiliki sedikit pengalaman di bidang mendisain poster dan majalah. Yah, bukan pengalaman yang keren-keren amat dengan software keren yah, hanya kemampuan disain standar biasa aja kok, hahaha :) . Tapi pengalaman ini sudah lebih dari cukup untuk membantuku mendisain poster ini tanpa masalah.

Posternya beres, pembimbingku setuju dengannya, dan jadilah aku mengirim file-nya ke sekretaris grup untuk dicetak. Pagi tadi, akhirnya aku mendapatkan hasil cetaknya. Penampilannya oke juga sih, walau warna (dari beberapa gambar yang aku masukkan di dalamnya) agak berbeda sedikit dari penampakannya di layar komputer; tapi secara keseluruhan masih oke dan aku puas dengannya, haha.

Celana Training Baru

Ngomong-ngomong, kemarin siang aku bermain tenis dan tidak sengaja celana training-ku robek dong! :shock: huahaha :lol: . Yah, memang celana training itu celana training murah sih yang dulu belinya, kalau nggak salah, di sekitar Mangga Dua gitu deh (dibeliin sih tepatnya, aku mah boro-boro ke Mangga Dua, huahaha :lol: ).

Jadi sebenarnya, aku punya dua celana training gitu jadi memakainya bisa bergantian. Karena yang satu ini robek, jadilah tadi pagi aku ke Den Haag untuk beli celana training yang baru. Untuk yang baru ini, aku pikir mending aku beli yang kualitasnya bagus sekalian lah ya (baca: harganya otomatis juga mengikuti kualitasnya) karena toh aku juga lumayan sering memakainya; jadi bisa lebih awet gitu. Nah, setelah melihat-lihat, aku memutuskan untuk membeli satu celana training merk Nike berwarna biru tua deh seharga €48. Dan btw, setelah aku cek, celana training yang kubeli itu ternyata diproduksi di: INDONESIA loh! huahaha :lol: . Bagus dong ya, jadi aku kan membeli produk buatan Indonesia gitu, haha :P . Dan ini mengingatkanku pada kejadian ini dimana aku membeli jaket di Roermond (Belanda) yang mana jaketnya ternyata juga buatan Indonesia, hahaha.