#1212 – Another Weekend Story

ENGLISH

Saturday

On Saturday, I went to Den Haag with two agendas: getting a hair cut and buying a pack of rice at the orientalmarkt there. As usual, I took a Sprinter from Delft Zuid. At that time, there was disruption somewhere near Rotterdam so the Sprinter was like 15 minutes late. Anyway, I got off at Den Haag Holland Spoor and here was where I saw quite an unusual view.

There was a classic train parked in Den Haag Holland Spoor! Well, the locomotive wasn’t exactly classic though as it was one of the relatively newer ones with electric engine; but the coaches were so classic, as we could definitely tell just from their appearance. If I am not mistaken, they were the couches of the classic Rheingold train.

In the evening, I had to do my laundry. Well, nothing special in particular though except that it was the first time I finally enjoyed the laundry discount in my apartment. Btw, the discount for the washing machine apparently wasn’t 40% as I said back then, but it was actually just 20%. Okay, not as much, but it was still something, hahaha :lol: .

Sunday

If last weekend the weather was so superb but turned “Dutch” (read: gloomy :lol: ) during the week after that, somehow it turned out superb again this weekend!! Today, it was SO HOT (read: 20ºC). Okay, probably not “hot” (because it was still okay for me), but more like “warm”; and overall relatively sunny.

This motivated me to do some exercise, of course, hahaha :lol: . Well, actually I already had a plan to do some light exercise in the afternoon anyway. Even if the weather wasn’t this warm and sunny, as long as it wasn’t raining or snowing, I would have still gone exercising anyway though. I decided to go biking this time, and in total I cycled for around 26 km. Not bad, I guess… .

It was so nice that there were a lot of people going outside today. Yeah, it was such a perfect timing for a nice and warm weather :) .

The Rheingold train in Den Haag Holland Spoor

The Rheingold train in Den Haag Holland Spoor

Hot day in Delft today

Hot day in Delft today

BAHASA INDONESIA

Sabtu

Di hari Sabtu, aku pergi ke Den Haag dengan dua agenda: potong rambut dan beli satu pak beras di orientalmarkt disana. Seperti biasanya, aku menaiki kereta Sprinter dari Delft Zuid. Waktu itu, ternyata lagi ada gangguan gitu di dekat Rotterdam sehingga Sprinter-nya telat selama sekitar 15 menit. Anyway, lalu aku turun di Stasiun Den Haag Holland Spoor dan disinilah aku melihat sebuah pemandangan yang cukup langka.

Ketika itu, ada sebuah kereta klasik yang diparkir di stasiun Den Haag Holland Spoor! Ya, lokomotifnya nggak klasik-klasik amat sih soalnya loko-nya kan loko yang relatif baru gitu, berupa loko listrik; tapi gerbong yang ditariknya itu yang amat klasik, setidaknya kelihatan banget dari penampilannya deh. Kalau nggak salah sih mereka adalah gerbong-gerbong dari kereta Rheingold.

Malamnya, aku mencuci pakaian. Ya, nggak ada yang spesial buat diceritakan sih kecuali ini adalah kali pertama aku beneran menikmati diskon laundry di apartemenku. Btw, diskon untuk mesin cucinya ternyata bukan 40% seperti yang aku bilang waktu itu, melainkan cuma 20% aja. Oke, memang nggak sebanyak 40% sih tapi tetap aja lumayan lah ya, hahaha :lol: .

Minggu

Jika akhir pekan lalu cuacanya asyik banget tapi kemudian berubah menjadi “Belanda banget” (baca: gloomy) di minggu setelahnya, entah bagaimana cuacanya menjadi asyik lagi loh akhir pekan kali ini!!  Hari ini tuh PANAS BANGET dah (baca: 20ºC). Oke deh, mungkin bukan “panas” ya (toh aku masih tahan-tahan aja), tetapi lebih ke “hangat” gitu; dan secara keseluruhan juga cuacanya relatif cerah.

Ini menyemangatiku untuk berolahraga dah, tentu saja, hahaha :lol: . Yah, sebenarnya memang aku sudah berencana untuk olahraga ringan gitu sih di sore hari ini. Jadi walaupun cuacanya nggak sehangat atau secerah ini pun, selama nggak hujan atau bersalju, aku juga tetap akan berolahraga. Aku memutuskan untuk bersepeda deh kali ini, dan totalnya aku menempuh jarak sekitar 26an km. Lumayan juga lah ya… .

Hari ini suasananya memang enak banget sampai-sampai ada banyak orang yang beraktivitas di luar. Ya, memang timing cuaca bagus dan hangatnya pas banget sih ya :) .

#1192 – Weekend Story

ENGLISH

Tennis Lesson

This period, I only got the chance to take one lesson per week. Well, this number is not ideal for me but I just take what I can get. But then, it turned out there was even a problem with the schedule. Well, the problem did not come from me, but it was the scheduling problem. It turned out they could not find a trainer for the lesson I was enrolled in. Yesterday morning I got the email saying that all lessons this period are cancelled because of this! :shock: So it means that now, the only one lesson I am enrolled in is scrapped out and so I have zero per week! :roll:

Well, I found this really strange. Last period, I was also enrolled in the same lesson at the same time slot. And at that time, they already had this problem. Four lessons were cancelled due to trainers’ inavailability. So, I suppose they were aware of this problem. But then, why did they open lesson exactly at the same time slot this period, knowing that potentially noone would be able to give the training?? :roll: . I mean, for me, I could have taken lessons at any other time slot had this one not been opened!

Well, obviously they apologized and gave us the priority for the next period as a compensation. But still, it was kinda disappointing…

Friday Night

On Friday night I had dinner with my friends in a pizzeria in the centrum. It was a nice place btw, and the pizza was also good. We were lucky we could find a table because it was a busy restaurant! After that we went to a bar and I ordered a German beer. At first I ordered the normal one in the menu but then the waiter said they had this special German beer for the month; and so I picked this special one instead, hahaha :lol: . Anyway, this German beer did live up to its kind though (size-wize, even though not price-wise :lol: ). The taste was rather interesting because they added some hop in it.

Tennis Balls

The nine tennis balls that I bought this time have all been worn out now, huahaha :lol: . Yes, apparently I have been using them quite a lot this past over one year :lol: . Well, they all still have the shape of tennis balls, obviously; but they play horribly. Well, it has been over a year anyway so I thought maybe it was already time to buy new ones.

So this afternoon I planned to go to Den Haag to buy them. But then, when I arrived at Delft station, I found out that there was a maintenance work or something on the railway between Delft and Den Haag so there was no train running between these two cities this weekend! I mean, if I really wanted to go to Den Haag badly with train then I still could do that by taking trains to Rotterdam, then changed train to Gouda, then in Gouda changed another train to Den Haag, hahaha :lol: . Anyway, now that I think about it, why didn’t I take the tram instead!?!?!? Idiot!! Hmmm….

I decided to go to Rotterdam instead. I mean, Rotterdam is also a big city and it is not like there is no sport store there, right? :D Beside, I thought it was nice to go somewhere I did not visit as often :D . Long story short, I bought another three cans of new tennis balls. Different brand from the previous ones that I bought though, and these balls are more expensive so I hope they can last longer :) .

KFC

While I was in Rotterdam, I saw a KFC and that reminded me of this Bebe’s post. And suddenly I wanted to eat KFC!! Hahaha :lol: . I decided to do what Bebe did; which was to buy a bucket of chicken instead. It was cheaper in the sense that we only bought the chicken, which was the most important part of any meal in KFC; but a bucket full of chicken was kinda big for one meal for one person, at least for me. But it actually didn’t matter as I could store the chicken for some meals over one or two days; which was actually a brilliant idea!! :D

Anyway, when ordering the bucket, apparently they had to cook the chicken first so I had to wait for about ten minutes. Well, I wasn’t really in a hurry so I was fine with that. But then the restaurant’s manager felt bad because I had to wait and so he gave me any drink I wanted for free! Hahaha :lol: . Well, a good move by the manager though now that I think about it; because I am writing this nice gesture down in my blog for the price of just a glass of free drink, lol :lol: .

BAHASA INDONESIA

Les Tenis

Periode ini, aku hanya mendapatkan jatah les satu kali per minggu. Ya, angka segini jelas kurang lah bagiku tapi ya adanya ini ya mau bagaimana lagi. Tapi kemudian, bahkan dengan jadwal ini pun ada masalah lho. Ya, masalahnya bukan dariku sih, tapi masalah dengan penjadwalan gitu. Ternyata tidak ada pelatih yang bisa mengajar di jadwal ini untuk periode ini. Jumat pagi aku mendapatkan email yang mengatakan bahwa semua les di periode ini untuk jadwal yang aku ambil dibatalkan karena alasan ini! :shock: Ya, artinya, sekarang, les yang aku ikuti, yang jumlahnya pun hanya satu aja per minggu, harus hilang begitu saja! :roll:

Hmm, menurutku sih ini aneh ya. Periode yang lalu, aku juga mengikuti les ini di jadwal yang sama. Dan waktu itu, mereka sudah memiliki masalah ini lho. Empat les dibatalkan karena ketidak-adaan pelatih. Jadi, aku duga seharusnya mereka tahu dong akan masalah ini. Tapi kemudian, kok mereka malah membuka les dengan jadwal yang sama untuk periode kali ini, dengan mengetahui bahwa ada kemungkinan les tidak bisa diadakan karena ketiadaan pelatih?? :roll: . Maksudku, bagiku ya, kan aku bisa saja mengambil les dengan jadwal yang lain kalau jadwal yang ini tidak dibuka!

Ya, tentu saja mereka meminta maaf dan memberikan kami prioritas untuk periode depan sebagai kompensasinya. Tapi tetep aja lah ya, agak mengecewakan gitu…

Jumat Malam

Jumat malam aku makan malam bersama teman-temanku di sebuah pizzeria di centrum. Tempatnya enak lho btw, dan pizza-nya oke juga. Kami cukup beruntung bisa langsung mendapatkan meja di restoran yang sibuk itu! Setelahnya kami pergi ke bar dan aku iseng memesan bir Jerman. Awalnya aku memesan yang biasa aja yang ada di menunya tapi pelayannya bilang bahwa untuk bulan ini ada bir Jerman spesial gitu deh; jadilah aku memilih yang spesial dong, hahaha :lol: . Anyway, bir Jerman ini memang seperti layaknya bir Jerman sih (dalam hal ukuran ya, bukan dalam hal harga :lol: ) . Rasanya sih cukup menarik juga karena mereka menambahkan hop (nggak tahu deh bahasa Indonesianya apaan).

Bola Tenis

Sembilan bola tenis yang aku beli waktu ini sudah hancur semua lho sekarang, huahaha :lol: . Ternyata aku memainkannya lumayan sering setahun lebih ini :lol: . Bola-bola tersebut masih berbentuk seperti bola tenis sih (ya iya lah); tapi sudah sangat nggak enak untuk dimainkan. Yah, sudah setahun lebih juga sih ya sehingga aku mikir mungkin memang sudah saatnya beli bola tenis yang baru.

Jadi, siang tadi aku berencana untuk pergi ke Den Haag untuk membelinya. Tapi kemudian, ketika aku tiba di stasiun Delft, aku baru tahu bahwa ada sedang pekerjaan konstruksi di rel antara Delft dan Den Haag sehingga nggak ada kereta yang melayani dua kota ini di akhir pekan kali ini!  Maksudku, kalau aku beneran harus banget ke Den Haag dengan kereta api ya bisa aja sih, dengan naik kereta ke Rotterdam, lalu pindah kereta ke arah Gouda, lalu di Gouda pindah kereta ke arah Den Haag, hahaha :lol: . Anyway, kalau dipikir-pikir lagi sekarang, kok aku nggak naik tram aja ya tadi!?!?!? Dodol banget dah!! Hmmm….

Aku memutuskan untuk pergi ke Rotterdam deh akhirnya. Maksudku, kan Rotterdam kota besar juga dan pasti ada lah toko olahraga :D . Di samping itu, asyik juga deh pergi ke suatu tempat yang tidak terlalu sering kita kunjungi kan? :D . Singkat cerita, aku beli tiga kaleng bola tenis lagi deh. Yang kubeli ini berbeda merk dari yang sebelumnya sih, dan bola-bola baru ini lebih mahal jadi mudah-mudahan bisa bertahan lebih lama juga deh :) .

KFC

Sewaktu di Rotterdam, aku melihat ada KFC dan ini mengingatkanku akan posting-nya Bebe yang ini. Dan tiba-tiba aku jadi ingin makan KFC!! Hahaha :lol: . Dan jadilah aku memutuskan untuk melakukan apa yang juga Bebe lakukan; yaitu beli satu keranjang ayam. Ini lebih murah karena kan kita hanya beli ayamnya aja ya, yang mana merupakan elemen paling penting dari masakannya KFC kan; tapi kan satu keranjang ayam jelas kebanyakan lah ya untuk sekali makan untuk satu orang, setidaknya bagiku sih. Tapi sebenarnya ini tidak masalah karena toh aku bisa menyimpan ayamnya selama satu atau dua hari; yang mana adalah ide yang amat brilian!! :D

Ngomong-ngomong, ketika memesan satu keranjang itu, ternyata mereka kehabisan ayam dan harus memasaknya dulu sehingga aku harus menunggu selama sepuluhan menit. Karena toh aku tidak terburu-buru, ini bukanlah masalah buatku. Namun, manajer restorannya jadi merasa nggak enak karena aku harus menunggu dan ia memberiku satu minuman apa pun gratis loh! Hahaha :lol: . Hmm, pintar juga ya manajernya kalau dipikir-pikir; buktinya sekarang ini aku menuliskan tindakan ini di blog-ku yang dibayar hanya dengan segelas minuman gratis, lol :lol: .

#1152 – Southern France and Austria Trip (Part VI)

ENGLISH

Previously on Southern France and Austria Trip: Zilko went on a trip to southern France and Austria with his parents who were visiting him this October. After spending five nights in France and five nights in Austria, they were now in the city of Innsbruck, their last stop of this trip.

***

Day 11 (Monday, 29 October 2012)

As usual, we started the day with checking the weather forecast. And for today, the forecasted temperature was –11ºC in the afternoon :shock: . Yes, freaking MINUS ELEVEN degree!! And it was supposed to be “fall”?? :roll:

Anyway, so, we left our hotel at around 9:00, obviously after buying the very useful (and recommended) Innsbruck Card from our hotel’s reception. Our first destination was the Swarovski Kristallwelten in Wattens, near Innsbruck.

It was nice that the shuttle bus to get there also had a stop not so far away from our centrally-located hotel, so we did not have to go far to the train station to catch the bus. :) At around 9:04, the shuttle bus arrived at the bus stop and our 30 minute trip to Swarovski Kristallwelten started. It was also snowing all night long in Innsbruck btw, and the view along the journey to Wattens was SO STUNNING!! It just snowed so the snow wasn’t all cleared up yet, so beautiful!

At around 9:35, we arrived at Swarovski Kristallwelten. Again, this was not my first visit to this wonderful place; but this time, because it just snowed, the garden looked different and more “winteresque”. The museum was still pretty much the same as my previous visit btw, including almost all of their collections, as far as I remembered though. After spending about two hours there, we went back to Innsbruck catching the 11:30 shuttle bus.

We decided to have lunch in the Altstadt, and we picked an Italian pizzeria. I insisted to order a calzone because apparently my parents didn’t try one when they were in Italy. The calzone was a bit watery (as far as I recalled, it shouldn’t be that watery though, at least based on the one I tried while I was in Italy a couple of years ago); but it was still so good! :D

After lunch, we went to our next destination which was the Nordkette, one of the peak of the Alps to the north of Innsbruck. To get to the top, of course we chose the Nordkettenbahn (well, the other option was: hiking, huahaha :lol: ), which consisted of three legs: the Hungerburgbahn (funicular ride to Hungerburg), the Seegrubenbahn (cable car to Seegrube, the longest leg of the three), and the Hafelekarbahn (cable car to Hafelekar, this was the top stop). And with our Innsbruck Card, it was for free (for 1 way up and 1 way down)! :D

The view along the Nordkettenbahn was breathtaking! Because it just snowed, all the trees were covered with snow; and it was just amazing! I mean, I liked this view much more than the view of the same place when I previously visited it in the summer. It was just that it was very misty at the top of the mountain so the visibility was quite low. And at the top, it was, literally, freezing!! I mean, you know, I did not bring my winter equipments and stuffs with me so I had pretty much minimalist protection against the cold (like I did not wear any gloves or winter hat); so it was very cold for me! I think it was –15ºC at the hottest :shock: . But still, it was amazing. We reached Hafelekar (of course), but decided not to be outside for too long.

After awhile, we went back downtown to Innsbruck. In Innsbruck, we visited the Hofkirche, a church I did not have the chance to visit in my previous trip there (because it was already closed while I was there). It was quite a very interesting Gothic church, with 28 large bronze statues in it. It was already 16:30 when we got off from Hofkirche (we also visited the Volkskunstmuseum next to Hofkirche), and decided to take the sightseeing bus, which was also for free because we had the Innsbruck Card :cool: .

We had dinner at around 19:30 near our hotel before calling it a day…

Day 12 (Tuesday, 30 October 2012)

The theme of the day would be going back to the Netherlands. While planning for the trip, we realized that there was no direct flight service from Innsbruck to the Netherlands in the period of our visit. Hence, I got the idea to go to the neighboring country of Switzerland and took a flight from there. My choice went to easyJet which had direct service to Amsterdam from Basel. To get to Basel, we took trains with one transit in Zürich (and we got super-promo tickets for the trains, yay! :D ). This was pretty much our plan for the day btw:

Our planned route for the day to go from Innsbruck back to the Netherlands (via Zürich and Basel)

So, we took the 9:54 train service departing from Innsbruck to Zürich. Again, the view along the way was very beautiful, because of the snow. It was quite funny that at the village of Buchs, our train changed direction. So if we sat at the same seat, if before Buchs we were moving forward, we would move backward after Buchs.

Anyway, we arrived at Zürich Hauptbahnhof at 13:20. We did not have any time to go out from the station though (let alone to go around the city) because our connecting to Basel, which turned out to be a TGV train, would depart at 13:34. Our double-decker TGV train departed on time, and arrived on time as well 53 minutes later at 14:27 at Basel SBB Station.

Our flight back to Amsterdam was scheduled to depart at 19:20 that evening. This meant we had tons of time to kill in Basel. Yet, based on my experience, there was nothing so interesting worth the effort to go to in Basel, hmm. But first things first, we needed to find a place to eat, and we were in Switzerland where everything was so expensive (even in European standard (in my opinion)). Like I found a restaurant in the train station which offered steak, but it was like CHF 37, or around €30.73 (as of mid-November 2012) :roll: . And so we decided to eat at Burger King instead, huahaha :lol: .

We left Burger King, which was just across the train station, at 16:00. The shuttle bus to the airport left at around 16:15 from the train station, so the location was already quite convenient. We arrived at the airport at 16:40-ish. From hereon, it was just another standard procedure at the airport. So we were dropping our luggage (we were already checked-in as we were flying with easyJet), going through the security check, waiting at the gate, and so on.

We were finally boarding at around 18:50. Our flight would be on an Airbus A319-111 reg code HB-JZT as EZS 1045. At 19:20, it took off from runway 15 of Basel-Mulhouse-Freiburg Airport. At around 20:40, we landed at runway 18R of Amsterdam Schiphol Airport.

After taking our luggage, we took the InterCity service to Den Haag, where my parents would stay for two nights before moving to Delft. So, after taking my parents safely to their hotel in Den Haag, I went back to Delft. At Den Haag Centraal Station btw, I literally missed my train by 10 seconds! :shock: The next train would leave 30 minutes later, so I decided to try my luck by walking to Spui to see if I could take Tram no.1 instead to go to Delft. Luckily, the tram was there when I arrived at Spui, though I had to run (but the driver was kind enough to wait for me :D ). And here my trip to southern France and Austria officially ended…

THE END.

BAHASA INDONESIA

Sebelumnya dalam Southern France and Austria Trip: Zilko pergi ke Prancis selatan dan Austria dalam rangka menemani orangtuanya yang sedang mengunjunginya di bulan Oktober. Setelah menghabiskan lima malam di Prancis dan lima malam di Austria, kini mereka berada di kota Innsbruck, perhentian terakhir mereka di perjalanan kali ini.

***

Hari 11 (Senin, 29 Oktober 2012)

Seperti biasa, kami memulai hari ini dengan mengecek ramalan cuaca untuk hari ini. Dan untuk hari ini, temperatur udara diramalkan –11ºC loh di siang hari :shock: . Ya, MINUS SEBELAS derajat dong!! Yang kayak gini ini “musim gugur” darimananya coba?? :roll:

Anyway, kami berangkat dari hotel kami sekitar jam 9:00, tentu saja setelah membeli Innsbruck Card yang amat berguna (dan sangat direkomendasikan loh) dari lobby hotel kami. Tujuan pertama kami adalah Swarovski Kristallwelten di Wattens, tidak jauh dari Innsbruck.

Asyik juga bahwa shuttle bus menuju kesana juga memiliki pemberhentian tidak jauh dari hotel kami yang lokasinya memang oke banget, jadi kami nggak perlu berjalan jauh ke stasiun pusat gitu untuk naik busnya. :) Sekitar jam 9:04, busnya tiba di halte ini dan dimulailah perjalanan selama 30 menit ke Swarovski Kristallwelten. Semalam sebelumnya, cuaca bersalju semalaman di Innsbruck, sehingga pemandangan sepanjang jalan ke Wattens itu KEREN BANGET loh!! Karena baru saja bersalju, jadi saljunya masih belum hilang/mencair gitu deh, jadi masih indah banget!!

Sekitar jam 9:35, tibalah kami di Swarovski Kristallwelten. Lagi-lagi, ini bukanlah kali pertama aku mengunjungi tempat yang keren ini; tapi karena kali ini baru saja bersalju, jadi tamannya terlihat berbeda dan lebih berasa “musim dingin” gitu deh. Museumnya sih kurang lebih masih sama aja ya dibandingkan dengan kunjunganku sebelumnya itu, termasuk koleksi-koleksinya, sejauh yang kuingat sih. Setelah menghabiskan waktu sekitar dua jam disana, kami kembali ke Innsbruck dengan menaiki shuttle bus yang jam 11:30.

Kami memutuskan untuk makan siang di Altstadt, dan kami memilih sebuah restoran pizza (pizzeria) Italia. Aku bersikeras untuk memesan calzone karena ternyata orangtuaku belum mencobanya ketika mereka berada di Italia. Calzone-nya agak sedikit berair sih (sejauh yang kuingat, seharusnya tidak terlalu berair deh, setidaknya berdasarkan yang kucoba di Italia ketika aku kesana dua tahun yang lalu ya); tapi rasanya masih enak kok! :D

Setelah makan siang, kami pergi ke tujuan kami berikutnya, yaitu Nordkette, salah satu puncak pegunungan Alpen yang berada di utaranya Innsbruck. Untuk naik ke atas, tentu saja kami naik Nordkettenbahn lah ya (pilihan lainnya adalah: jalan kaki dong, huahaha :lol: ), yang terdiri dari tiga bagian perjalanan: Hungerburgbahn (funicular ke Hungerburg), Seegrubenbahn (kereta gantung ke Seegrube, ini bagian yang paling panjang nih), dan Hafelekarbahn (kereta gantung ke Hafelekar, yang mana berada di paling atas). Dan dengan Innsbruck Card, naiknya kan gratis ya (untuk 1 kali naik dan 1 kali turun)! :D

Pemandangan sepanjang perjalanan dengan Nordkettenbahn itu keren abis lho! Karena baru saja bersalju, jadi pohon-pohonnya itu terselimuti salju gitu deh, keren banget! Maksudku, aku jauh lebih suka pemandangan yang ini daripada pemandangan tempat yang sama ini ketika di musim panas, seperti pada waktu kunjunganku sebelumnya itu. Hanya saja, kali ini cuacanya agak berkabut gitu jadi jarak pandangnya juga agak kurang. Dan di puncak gunungnya, suhu udaranya, dalam artian sebenarnya, membekukan banget lho!! Maksudku, tahu kan, kebetulan pas aku nggak membawa peralatan musim dinginku kali ini jadi ya perlindunganku terhadap udara dingin ya cukup minimalis saja (misalnya, aku nggak memakai sarung tangan atau kupluk musim dingin); jadi ya rasanya dingin banget gitu! Rasanya, di atas itu sepanas-panasnya suhunya –15ºC deh :shock: . Eh, tapi tetep ya, view-nya menakjubkan banget. Kami mencapai Hafelekar (tentu saja), tapi akhirnya memutuskan untuk nggak berada di luar lama-lama amat.

Setelah beberapa waktu, kami kembali turun ke Innsbruck. Di Innsbruck, kami mengunjungi Hofkirche, sebuah gereja yang belum sempat aku kunjungi di kunjunganku sebelumnya kesana (waktu itu gerejanya sudah tutup gitu). Gereja ini adalah gereja Gotik yang cukup menarik juga, dengan 28 patung perunggu berukuran besar di dalamnya. Sudah jam 16:30 ketika kami keluar dari Hofkirche (kami juga sempat mampir di Volkskunstmuseum di sebelahnya Hofkirche loh), dan akhirnya memutuskan untuk naik sightseeing bus, yang mana juga gratis dengan Innsbruck Card kami :cool: .

Kami makan malam sekitar jam 19:30 di dekat hotel sebelum akhirnya pulang…

Hari 12 (Selasa, 30 Oktober 2012)

Tema hari ini adalah seharian untuk kembali ke Belanda. Nah, ketika merencanakan perjalanan ini, kami baru menyadari bahwa ternyata tidak ada penerbangan langsung dari Innsbruck menuju Belanda di waktu kunjungan kami ini. Makanya aku mendapatkan ide untuk pergi ke negara tetangganya Austria, Swiss, dan naik pesawat dari sana. Pilihanku jatuh kepada easyJet yang memiliki rute langsung dari Basel menuju Amsterdam. Untuk pergi ke Basel, kami naik kereta dengan satu kali transit di Zürich (dan untuk kereta ini kami mendapatkan tiket super-promo loh, lumayan banget, yay! :D ). Peta dari rencana perjalanan hari ini kurang lebih seperti ini deh:

Rute perjalanan rencana kami untuk hari ini dari Innsbruck untuk kembali ke Belanda (via Zürich dan Basel)

Jadi, kami naik kereta jam 9:54 dari Innsbruck menuju Zürich. Lagi-lagi, pemandangan di perjalanan itu indah banget, karena salju sih. Oh iya, lucunya, di desa Buchs, kereta kami berganti arah loh. Jadi kalau kita tidak berpindah kursi, jika sebelum Buchs kita bergerak maju, kita akan bergerak mundur setelah Buchs.

Anyway, tibalah kami di Zürich Hauptbahnhof pada jam 13:20. Kami tidak memiliki waktu untuk keluar dari stasiun btw (apalagi untuk keliling kota) karena kereta lanjutan kami menuju Basel, yang mana ternyata adalah TGV loh, akan berangkat jam 13:34. Kereta TGV dua-tinggkat kami berangkat tepat waktu, dan tiba tepat waktu juga 53 menit kemudian, pada jam 14:27, di Stasiun Basel SBB.

Penerbangan ke Amsterdam kami baru dijadwalkan berangkat jam 19:20 malam itu. Artinya, kami memiliki banyak waktu untuk dihabiskan di Basel. Namun, berdasarkan pengalamanku, nggak ada yang terlalu menarik di Basel untuk dikunjungi gitu, hmm. Ah, satu-satu dulu deh, pertama-tama, kami mencari tempat buat makan dulu; dan kami sedang berada di Swiss dimana semuanya kan mahal-mahal gitu ya (bahkan untuk standar Eropa (menurutku loh)). Seperti misalnya aku menemukan sebuah restoran di stasiun kereta yang menjual steak kan, tapi harganya CHF 37, atau sekitar €30.73 loh (per pertengahan November 2012) :roll: . Dan jadilah kami makan di Burger King saja, huahaha :lol: .

Kami meninggalkan Burger King, yang lokasinya hanya berada di sebranya stasiun kereta, jam 16:00. Shuttle bus menuju bandara berangkat sekitar jam 16:15 dari stasiun kereta, jadi lokasinya sudah enak banget gitu. Kami tiba di bandara sekitar jam 16:40an. Dari sini, semuanya ya prosedur standar di bandara sih. Kami memasukkan beberapa barang bawaan kami ke bagasi (kami sudah check-in karena kami terbang dengan easyJet), melewati pengecekan sekuriti, menunggu di gate, dll.

Akhirnya kami boarding sekitar jam 18:50. Penerbangan kami akan ditempuh dengan sebuah pesawat Airbus A319-111 dengan kode registrasi HB-JZT dengan nomor penerbangan EZS 1045. Jam 19:20, penerbangannya lepas landas dari landasan pacu 15 Bandara Basel-Mulhouse-Freiburg. Sekitar jam 20:40, kami mendarat di landasan pacu 18R Bandara Amsterdam Schiphol.

Setelah mengambil bagasi kami, kami menaiki kereta InterCity menuju Den Haag, dimana orangtuaku akan menginap selama dua malam sebelum pindah hotel ke Delft. Nah, setelah mengantar orangtuaku dengan aman ke hotelnya mereka di Den Haag, aku kembali ke Delft deh. Btw, di Stasiun Den Haag Centraal, aku ketinggalan keretanya hanya karena terlambat, dalam artian sebenarnya, 10 detik saja loh! :shock: Kereta selanjutnya baru berangkat 30 menit kemudian, jadilah aku memutuskan untuk mencoba peruntungan dengan berjalan ke Spui untuk melihat apakah aku bisa menaiki Tram 1 menuju Delft. Untungnya, tramnya berada disana pas ketika aku tiba di Spui, walaupun aku harus lari sih untuk menaikinya (untung banget masinisnya baik jadi mau menungguku :D ). Dan disinilah perjalananku ke Prancis selatan dan Austria resmi berakhir…

SELESAI.

#1151 – Southern France and Austria Trip (Part V)

ENGLISH

Previously on Southern France and Austria Trip: Zilko went on a trip to southern France and Austria with his parents who were visiting him this October. After spending five nights in France and two nights in Vienna, they were now in the city of Salzburg, Austria.

***

Day 9 (Saturday, 27 October 2012)

After buying the very useful (and recommended :D ) 24 hour Salzburg Card at our hotel’s reception, we started the day with making our way to our first destination: Schloss Hellbrunn. As I mentioned during my previous visit there, the Schloss was located at the outskirt of the city; and so it took some time to get there.

Anyway, we arrived at the Schloss at around 10:25. It was already fall and so the tour to the watergames part of the Schloss did not start for every 15 minutes, but every 1 hour instead, and the next tour would start at 11:00. To kill some time, we walked around around the Schloss first. My parents were big fans of the Sound of Music, so our destination in the Schloss would be the “16 Going On 17″ pavilion from the film which was stored there.

After taking some pictures around the pavilion, we went back to the gate where the tour would start. At 11:00 sharp, the watergames park tour started. Well, I already took the tour last year so I already knew what was going on and pretty much where the “traps” were, huahaha :lol: . But overall, because it was already fall (so it was much colder than my previous visit, which was in the middle of summer), the guide also took it more easily and didn’t just activate the “traps” (water sprays) to the visitors. He even warned us before he turned some of them on, hahaha :) .

At the end of the tour, they also sold pictures of us which they took when we were entering the watergames area. As always, I was good-looking in my picture (huahaha :cool: ). But they sold it for freaking €7! :shock: Well, if it was €3 or less, I would have bought it; but €7 was definitely too much for one piece of photograph!

Anyway, after the tour, we visited the small palace and then walked back to the bus stop to get back to the city center. At the city center, we visited Mozart Geburtshaus (Mozart’s Birthplace House), the building where the world-famous Wolfgang Amadeus Mozart was born in 1756. Then, we had lunch at a nice classic restaurant also in the city center. Btw, at this restaurant, my mom ordered a soup which turned out to taste like bakso! :shock:

After lunch, our plan was to visit the Hohensalzburg Castle which was located on top of the hill. We took the funicular to get there (which was free because we had the Salzburg Card :D ). Up there, it was so windy btw! Well, it was not stronger than normal strong Dutch wind though, so not that I was too “surprised”; but nevertheless, it was still so strong! At the castle, we decided to join the castle tour, which I did not do during my previous visit to Salzburg. So yay! I still had a new thing to do! :D The tour was very nice, as the evolution (or development, but I kinda like the word “evolution” more :P ) of the castle was explained in details. There was also the “Torture Chamber” where a lot of medieval torture devices were stored, even though apparently they did not torture people in that chamber. We also got to one of the tops of the castle, which offered very nice view of Salzburg and its surrounding!

We took another route to go back “downtown”, as we planned to stop by at the Nonnberg Abbey, another setting of the Sound of Music. Unfortunately, when we got there, the church was closed because there was a mass liturgy or something that was being held there. So, we just continued walking down the hill, where at one point my dad recognized a cemetery which was used as the setting in the film as well. We crossed Salzach River to get to the famous Schloss Mirabell.

Feeling a bit tired, we planned to go back to the hotel. But then, we realized it was still 17:30 and the thought of going back to the hotel this early appeared to look like a “waste of time”. So, we went back to the city center, planning to take the free (free because of the Salzburg Card :D ) boat tour down the Salzach River. When we arrived, one tour just departed; so I asked the guy in the ticket booth about the next departure. And he was like: “Tomorrow:roll: . At my previous trip to Salzburg, I was sure the tour ran until around 20:30 or something like that. But it was during the summer so maybe they had different timetables. But the point was: we missed the last tour of the day just by literally two minutes! Damn!

Okay, we were already there, so we decided to take one random bus whose destination was the “Salzachsee”, which should mean “Salzach Lake” in German. We arrived at the Salzachsee but it was already dusk and the lakes (yes, plural) were located in a small forest so it looked a little bit spooky, hahaha :lol: . Finding nothing interesting in particular, we took the next bus to get back to the city center. We had dinner at the same Chinese food restaurant as the day before, but of course we ordered different menu.

When we finished our dinner and left the restaurant, the weather forecast was correct, it was SNOWING!! Yay! My parents were very excited because it was their first encounter with a snowing weather! (Well, they already had seen snow before, during their previous stop to the Switzerland. But it was piled snow on top of a mountain, so not while it was really snowing where the snow fell from the sky). Then, we went back to our hotel.

Day 10 (Sunday, 28 October 2012)

We had to go to Innsbruck today, our last stop on this Southern France and Austria Trip. After looking at the train schedule, we decided to take the 10:02 train service; and so, we planned to check out at 9:15. As you may remember, today was the DST day which meant the time was reversed by one hour during the night; and my parents did not know this. In my mom’s watch, it was already 9:00 while in my smartphone’s clock, it was 8:00. So she was already packing and stuffs while I was just chillin’ and writing down that post for my blog (link above), huahaha :lol: . I remember thinking: “Why is mom so rushing and packing already?” while my mom was, apparently, thinking: “Why is Zilko still chillin’? It is almost 9:15!!“, huahaha :lol: . When my mom eventually told me it was time to check out (she thought it was 9:15 already while it was actually still 8:15), I told her it was still 8:15 so why in a hurry? Then she insisted it was 9:15 and showed me her watch. And then I remembered it was the DST day!! So I explained to her about it and everything was cleared up, hahaha.

Anyway, it was, apparently, snowing all night long. So as you can see in that post I published on this day, it was all white!! :D It turned out that snow fell in a much larger area in Austria, as during our train journey to Innsbruck, it was also almost all white! So beautiful!! :) Btw, this was pretty much our route from Salzburg to Innsbruck (we took direct train to Innsbruck). Yes, part of the journey was actually in Germany! :D

We arrived at Innsbruck Hauptbahnhof at around 11:55. We took bus line M to get to our hotel in the Altstadt (Old Town); and after checking-in, we had lunch at the same restaurant as I did (for dinner) on the first day of my previous visit to Innsbruck. I ordered rump steak while my dad ordered the Tirolean Kedgeree.

Btw, if two days prior my dad was not feeling well, this time, it was my mom’s turn :( (Ah, why did anyone have to get sick during a trip? :( ). So after lunch, she went back to the hotel to get some rest while my dad and I decided to walk around a little bit. Well, actually, during their tour prior to meeting me in the Netherlands, my parents already visited the Altstadt of Innsbruck though so basically there was not so much left to see for them. So we also went back to our hotel a bit early.

What did we do in the hotel? Well, after a short nap, I watched the final of the WTA Tour Championships (the year-ending championships for the 2012 top women tennis players) between Serena Williams, the third seed, and Maria Sharapova, the second seed :cool: . Serena Williams won the match handily, with a scoreline of 6–4, 6–3 for her seventh singles title of the season.

After the match, my dad and I decided to have dinner at a Thai restaurant nearby.

TO BE CONTINUED…

Next on Southern France and Austria Trip:
- More of Innsbruck
- A one day trip to get back to the Netherlands

BAHASA INDONESIA

Sebelumnya dalam Southern France and Austria Trip: Zilko berjalan-jalan ke Prancis selatan dan Austria bersama orangtuanya ketika mereka sedang mengunjunginya di bulan Oktober. Setelah lima malam di Prancis dan dua malam di Vienna, kini mereka berada di kota Salzburg, Austria.

***

Hari 9 (Sabtu, 27 Oktober 2012)

Setelah membeli Salzburg Card 24 jam yang sangat berguna itu (dan amat disarankan loh :D ), kami memulai acara kami hari ini dengan pergi ke tujuan pertama kami: Schloss Hellbrunn. Seperti yang kusebutkan di kunjunganku sebelumnya kesana, Schloss-nya terletak agak di luar kota; sehingga membutuhkan waktu untuk mencapainya.

Anyway, tibalah kami di Schloss-nya sekitar jam 10:25. Karena sudah masuk musim gugur, tur ke bagian watergames dari Schloss-nya tidak dimulai setiap lima belas menit sekali, tetapi setiap sejam sekali dan tur selanjutnya baru akan dimulai jam 11:00. Untuk menghabiskan waktu, kami berjalan berkeliling Schloss-nya dulu deh. Orangtuaku kan ngefans banget sama film Sound of Music tuh, jadilah tujuan pertama kami di Schloss-nya ya Paviliun “16 Going On 17″ dari film ini yang memang disimpan disana.

Setelah berfoto-foto di paviliunnya, kami kembali ke gerbang masuk dimana turnya akan dimulai. Jam 11:00 tepat, turnya dimulai juga. Yah, aku sudah pernah ikutan turnya tahun lalu ya jadi aku sudah tahu tentang lokasinya dan dimana “jebakan-jebakan”-nya berada, huahaha :lol: . Tapi secara keseluruhan sih, karena sudah musim gugur (jadi kan udah lebih dingin dibandingkan kunjunganku sebelumnya, yang mana kulakukan di tengah-tengahnya musim panas), pemandunya juga lebih santai dan nggak terlalu tega menyalakan “jebakan”-nya (semprotan ait) ke pengunjung-pengunjungnya. Malah beberapa kali dia memberi-tahu kami lho sebelum dia menyalakan jebakannya, hahaha :) .

Di akhir tur ini, mereka juga menjual foto-foto yang mereka ambil ketika kami memasuki area watergames-nya itu. Seperti biasa lah, fotoku tentu sangatlah tampan rupawan ya (huahaha :cool: ). Eh tapi kok harganya €7 selembar ya! :shock: Yah, andaikan harganya €3 atau kurang, oke aja deh aku beli; tapi €7 jelas kemahalan lah untuk selembar foto doang!

Anyway, setelah turnya, kami mengunjungi istana kecilnya dan kemudian kembali ke halte bus untuk kembali ke pusat kota. Di pusat kota, kami mengunjungi Mozart Geburtshaus (Rumah Tempat Kelahiran Mozart), sebuah bangunan dimana Wolfgang Amadeus Mozart yang amat terkenal itu dilahirkan di tahun 1756. Lalu, kami makan siang di sebuah restoran klasik yang oke di pusat kota. Btw, di restoran ini, mamaku memesan semangkok sup yang rasa kuahnya itu mirip bakso loh! :shock:

Setelah makan siang, rencana kami adalah mengunjungi Kastil Hohensalzburg yang berada di atas bukit. Tentu saja kami naik kesana dengan menaiki funicular (yang mana gratis loh karena kami memiliki Salzburg Card :D ). Di atas sana, cuacanya berangin banget! Nggak lebih kencang daripada tipikal angin kencangnya Belanda sih, jadi ya bukannya aku “kaget” banget; tapi tetep aja lah ya kencang! Di kastilnya, kami memutuskan untuk ikutan tur kastil, yang mana tidak aku ikuti di kunjunganku ke Salzburg yang sebelumnya. Jadi, yay! Ada sesuatu yang baru juga untuk dilakukan! :D Turnya oke juga lho, soalnya evolusi (sebenarnya perkembangan sih, tapi aku kok lebih suka kata “evolusi” ya :P ) dari kastilnya dijelaskan dengan amat lengkap. Ada juga “Ruangan Penyiksaan” dimana ada banyak alat-alat penyiksaan dari abad pertengahan disimpang disana, walaupun ternyata dulu ruangan ini tidak dipakai untuk menyiksa orang. Kami juga mencapai salah satu puncak kastilnya, yang mana memberika pemandangan yang oke banget akan Salzburg dan sekitarnya!

Kami mengambil rute lain untuk kembali turun ke kota, karena kami ingin mampir di Nonnberg Abbey, salah satu lokasinya Sound of Music juga. Sialnya, ketika kami tiba disana, gerejanya sedang ditutup karena sedang ada misa atau acara apa gitu di dalamnya. Jadilah kami terus turun menuruni bukit, dan di satu titik papaku menyadari sebuah kuburan yang juga digunakan di filmnya juga. Kemudian, kami menyebrangi Sungai Salzach dan pergi ke Schloss Mirabell yang terkenal itu.

Merasa cukup lelah, kami berencana untuk kembali ke hotel. Namun kemudian, kami menyadari bahwa waktu masih menunjukkan jam 17:30 dan rencana untuk kembali ke hotel seawal ini kok nampak seperti “buang-buang waktu” ya. Jadilah kami kembali ke pusat kota lagi, berencana untuk naik tur kapal gratisan (gratis karena Salzburg Card :D ) di Sungai Salzach. Ketika kami tiba di dermaganya, sebuah tur baru saja berangkat; jadilah aku bertanya ke petugas di loketnya mengenai jadwal keberangkatan selanjutnya. Dan dia menjawab: “Besok:roll: . Nah, di kunjunganku ke Salzburg yang lalu, aku yakin kok kalau turnya masih ada sampai jam 20:30 juga atau sekitar itu lah. Tapi waktu itu pas musim panas sih jadi mungkin mereka juga memiliki jadwal yang berbeda. Nah, intinya adalah: kami ketinggalan tur terakhir hari itu hanya karena datang kesiangan dua menit saja! Sial!

Oke deh, kami sudah terlanjur disana, jadi kami memutuskan naik sebuah bus secara acak yang tujuannya adalah “Salzachsee”, yang seharusnya berarti “Danau Salzach” dalam bahasa Jerman. Kami tiba di Salzachsee tetapi hari sudah senja dan danau-danaunya (ya, jamak) berada di dalam hutan kecil jadi ya kesannya agak serem juga, hahaha :lol: . Karena nggak ada yang menarik, kami naik bus selanjutnya untuk kembali ke pusat kota. Kami makan malam di restoran Chinese food yang sama seperti semalam sebelumnya, tetapi tentu saja kami memesan menu yang berbeda.

Ketika kami sudah selesai makan dan mau pulang, ramalan cuacanya benar dong, BERSALJU!!  Yay! Orangtuaku bersemangat sekali karena kali itu adalah pertama kalinya mereka merasakan cuaca yang bersalju! (Yah, mereka sudah pernah lihat salju sih, ketika mereka mampir di Swiss. Tapi itu kan hanya tumpukan salju di gunung saja, jadi bukan pas sedang bersalju, yaitu ketika sedang hujan salju dimana saljunya jatuh dari langit). Lalu, kami kembali ke hotel.

Hari 10 (Minggu, 28 Oktober 2012)

Kami harus pergi ke Innsbruck hari ini, perhentian terakhir dari perjalanan ke Prancis selatan dan Austria ini. Setelah melihat jadwal kereta, kami memutuskan untuk naik kereta yang jam 10:02; dan jadilah kami berencana check-out jam 9:15. Seperti yang mungkin pada ingat, hari ini adalah hari DST jadi jamnya mundur satu jam gitu semalamnya; dan orangtuaku nggak tahu ini. Jadi di jamnya mamaku, jam menunjukkan pukul 9:00 sementara di jam smartphone-ku masih jam 8:00. Jadi ya mamaku sibuk packing dan lain-lain sementara akunya santai-santai aja dan menulis posting itu untuk blogku ini (link di atas), huahaha :lol: . Aku ingat banget aku berpikir: “Ini mama kenapa buru-buru banget sih kok sudah packing segala?” sementara mamaku, ternyata, berpikir: “Ini Zilko kenapa kok masih santai-santai sih? Udah hampir jam 9:15 kan!!“, huahaha :lol: . Ketika akhirnya mamaku menegurku bahwa ini sudah saatnya berangkat (ia kira sudah jam 9:15 padahal sebenarnya masih jam 8:15), aku bilang bahwa saat itu kan masih jam 8:15 jadi kok buru-buru amat? Lalu ia bersikeras bahwa saat itu sudah jam 9:15 dan menunjukkanku jam tangannya. Lalu aku ingat deh kalau hari itu adalah hari DST!! Jadilah aku jelaskan dan semuanya jelas deh, hahaha.

Anyway, ternyata saljunya itu turun semalaman lho. Jadi seperti yang bisa dilihat di posting yang ku-posting hari itu, semuanya nampak putih!! :D Dan ternyata saljunya turun di area yang cukup luas juga di Austria, karena sepanjang perjalanan ke Innsbruck, pemandangannya juga putih-putih! Indah banget!! :) Btw, beginilah kurang lebih rute perjalanan kami dari Salzburg menuju Innsbruck (kami menaiki kereta langsung sih menuju Innsbruck). Dan ya, sebagian dari rutenya memang melewati Jerman! :D

Kami tiba di Innsbruck Hauptbahnhof sekitar jam 11:55. Kami naik bus jalur M menuju hotel kami di area Altstadt (Kota Tua); dan setelah check-in, kami makan siang di restoran yang sama seperti yang pernah kukunjungi (untuk makan malam) di kunjunganku ke Innsbruck sebelumnya. Aku memesan rump steak sementara papaku memesan Tirolean Kedgeree.

Btw, jika dua hari sebelumnya papaku lah yang sakit, kali ini gilirannya mamaku dong :( (Duh, kenapa sih ini kok harus ada yang sakit segala pas jalan-jalan? :( ). Jadilah setelah makan siang, mamaku kembali ke hotel untuk beristirahat dan papaku dan aku memutuskan untuk berkeliling sedikit. Yah, sebenarnya sebelum bertemu denganku di Belanda, mereka sudah mengunjungi Altstadt-nya Innsbruck sih jadi pada dasarnya nggak banyak yang belum mereka lihat disana. Jadilah kami kembali ke hotel agak awal.

Apa yang kami lakukan di hotel? Ya, setelah tidur siang sebentar, aku menonton finalnya WTA Tour Championships (turnamen tutup tahun untuk pemain tenis top wanita tahun 2012) antara Serena Williams, unggulan ketiga, dan Maria Sharapova, unggulan kedua :cool: . Serena Williams menang dengan mudah, dengan skor 6–4, 6–3 untuk gelar tunggal ketujuhnya musim ini.

Setelah pertandingan itu, aku dan papaku makan malam di sebuah restoran Thailand di dekat sana.

BERSAMBUNG…

Selanjutnya dalam Southern France and Austria Trip:
- Lebih banyak lagi tentang Innsbruck
- Perjalanan seharian untuk kembali ke Belanda

#1149 – Southern France and Austria Trip (Part IV)

ENGLISH

Previously on Southern France and Austria Trip: Zilko went on a trip to southern France and Austria with his parents who were visiting him this October. After spending five nights in France, now they were ready to go to their next destination: Austria.

***

Day 6 (Wednesday, 24 October 2012)

Our flight to Vienna was scheduled to take off at 14:15, so basically we still had the whole morning to spend in Nice. And we used this time to: suit shopping for my dad! :lol: . So, my dad did not bring his suit as he thought he would wear mine for my graduation ceremony. But then I told them that this graduation ceremony in the TU Delft would be different as I, the graduate, would not wear any robe during the graduation; hence I was planning on wearing my suit. I already told them this prior to their departure though, but it looked like either they did not trust me or did not remember I said so. Anyway, so after awhile we found a nice suit with reasonable price in Zara.

At 12:00, we checked out from our hotel. We took the tram to go to the central station where we would take bus no.99 to go to the airport. At the airport after checking in, we planned to have lunch first before going to the gate. First, we went to a restaurant above the security check. But their service took forever while we would have to go to the gate in less than 45 minutes! So we decided to leave the restaurant and ate at Quick instead (a chain of fast-food restaurant, pretty much like McDonald’s or Burger King). We also bought two pieces of big macarons at Paul cafe next to it btw.

Anyway, at 13:45, we boarded our flight. We were flying with Niki and the flight would be on an Airbus A320-214 reg code OE-LEC (nicknamed “Flamenco”) with flight number HG 8015. At around 14:20, our flight took off from runway 04R of Nice Cote d’Azur Airport. The view during the 90 minutes flight was: stunning!! First, we flew by the southern European coastal side towards the Mediterranean Sea, which included part of southern France (including Monaco) and also a little part of Italy. Then, as we flew towards Vienna, we passed the amazing Alps Mountains! It was simply stunning!!

Flight route from Nice (NCE) to Vienna (VIE)

At 15:45, our flight landed at runway 16 of Vienna International Airport. After taking our luggage, we took the S7 local train service to the city. We got off at Wien Mitte to switch to the metro (subway) network to get to our hotel. Long story short, we checked in at our hotel. Then, we went to the famous Mariahilfer-Strasse. It was already quite late though as it was already almost 19:00. Most stores were closing at 19:00 – 19:30 :roll: . We had dinner there as well. At around 20:30, we went back to our hotel.

Day 7 (Thursday, 25 October 2012)

Originally, my plan was to go to Schloss Schönbrunn and then to the city center (I mean, we only had one day there so I thought I shouldn’t really pack too many destinations into this one day). But then, my dad insisted on going to Belvedere Palace as well. Okay, so I put Belvedere into our schedule and this palace would be our first destination for efficiency reason.

So, we went to Belvedere. Belvedere was still pretty much the same since the last time I was there though. At first, I thought it would be quite “uninteresting” to go to a place I had ever visited; but it turned out that my experience actually helped as I could explain some things and already knew which one was worth a visit and which one was not, hahaha :lol: . At just around noon, we left Belvedere. We took the metro to go to Schloss Schönbrunn in the west area of the city.

I did mention that I liked the interior of Schloss Schönbrunn better than of Versailles’. However, after visiting the palace for the second time, I kinda had a change of mind, huahaha :cool: . Even though the interior was, probably, better-preserved, Versailles still excelled in its grandeur-ness. Anyway, this time, we did buy the second-cheapest tickets (which granted access to the entire palace). It was kinda fun though that I could explain some of the interiors inside the palace to my parents, for example the addition of Mozart in one of the paintings there :) .

Anyway, we finished the tour at the palace at around 13:00, and I was starving!! Aside from the hostel-like breakfast (our hotel was a hotel-hostel combination and we booked the hotel room, which was very nice and cheap! :) ), which was just a standard hostel breakfast, I had not eaten anything. So, we stopped by at a cafe within the palace’s area hoping they would serve food. However, apparently they only served light meal. Okay, we took what we could and ate there, even though it did not satisfy my hunger, hahaha :lol: .

After “lunch”, we got back to the city center. First, we went to St. Stephen’s Cathedral. Once we were in the cathedral, a tour to the catacombs was about to start and we decided to join the tour (whose guide spoke German and English). And the short tour was so cool! :shock: It was in the catacombs (in the ‘basement’ of the cathedral) so there was this mystic feeling. We passed several graveyards, urns filled with human’s intestines :neutral: , human’s bones and skeletons, etc. And since it was built in the 15th century (or sometime around that age), it also looked so medieval! Made from blocks of stones, low-ceiling, minimalist lighting, etc. So cool!

We went to the Kunsthistorisches Museum. Btw, the building of this museum is an identical twin to the Naturhistorisches Museum, which I already visited during my previous trip to Vienna. It was a huge museum with marvelous interior and huge collection of art. It was already around 17:00 when we got out from the museum. And we still had not gone to Hofburg yet (see? It was impossible to pack a lot of things in Vienna in one day). So, we walked to Hofburg to just look around and take some photos. Of course it was already too late to enter any of the museums in Hofburg. Btw, there was a military exhibition at the square in Hofburg at that time.

Then, we went back to the hotel because my dad was not feeling well. He suspected he got food-poisoned during lunch at Schönbrunn. So he decided to take rest; and then so did my mom and I, hahaha. We had dinner at a restaurant nearby where I finally ate Wienerschnitzel! :)

Day 8 (Friday, 26 October 2012)

My dad was still not feeling that well this morning. But we had to go to Westbahnhof (train station) to catch a train to our next destination: Salzburg. After buying tickets, we had brunch at the station. I had another Wienerschnitzel.

We caught the 12:30 train to Salzburg. But then, on board, we were told (during the tickets check) that we were catching the wrong train (huahaha :lol: ) because this train was run by a private company (Westbahn) while we bought tickets for trains run by the national company (OEBB). So we were asked to get off at the next stop, which was Amstetten, and change train there. Long story short, we finally arrived at Salzburg at around 16:00. This was pretty much the route btw, and you can see that Amstetten was actually already about half way of the trip:

Our first destination was, of course, to get to our hotel. We took bus no.2 to get there. After some rest at the hotel, we had dinner at a nice Chinese food restaurant in the city center. The meal was very good btw!

TO BE CONTINUED…

Next on Southern France and Austria Trip:
- The town of Salzburg
- Snowing in Innsbruck

BAHASA INDONESIA

Sebelumnya dalam Southern France and Austria Trip: Zilko pergi ke Prancis selatan dan Austria bersama orangtuanya yang sedang mengunjunginya di bulan Oktober. Setelah menghabiskan lima malam di Prancis, kini mereka siap untuk pergi menuju tujuan selanjutnya: Austria.

***

Hari 6 (Rabu, 24 Oktober 2012)

Penerbangan kami ke Vienna dijadwalkan lepas landas jam 14:15, jadi artinya kami bisa menghabiskan pagi ini di Nice. Dan kami menggunakan waktu ini untuk: membeli jas untuk papaku! huahaha :lol: . Jadi, papaku tidak membawa jas karena ia kira ia akan memakai jasku saja di upacara wisudaku. Lalu, aku beri tahu bahwa upacara wisuda di TU Delft itu berbeda karena aku, wisudawannya, tidak akan mengenakan jubah gitu di acaranya; makanya aku berencana memakai jasku itu. Sebenarnya aku sudah memberi-tahu mereka lho sebelum berangkat, tapi ya sepertinya antara mereka nggak percaya atau nggak ingat sudah kubilangi sih, hahaha. Anyway, akhirnya kami menemukan satu jas yang oke dengan harga masuk akal di Zara.

Jam 12:00, kami check out dari hotel. Kami naik tram menuju stasiun pusat dimana kami akan naik bus no.99 untuk menuju bandara. Di bandara setelah check in, kami berencana makan siang dulu sebelum masuk ke gate. Pertama-tama, kami memilih sebuah restoran di atas area sekuriti. Tapi pelayanan mereka payah dan memakan waktu lama banget padahal kami sudah harus masuk ke gate dalam waktu kurang dari 45 menit! Jadilah restorannya kami tinggal dan makan di Quick deh (semacam jaringan fast-food gitu, semacam McDonald’s atau Burger King lah). Kami juga membeli dua biji macarons besar di kafe Paul di sebelahnya btw.

Anyway, jam 13:45 kami menaiki pesawat kami. Kami terbang bersama Niki dan penerbangan ini akan ditempuh dengan pesawat Airbus A320-214 dengan kode registrasi OE-LEC (diberi nama “Flamenco”) dengan nomor penerbangan HG 8015. Sekitar jam 14:20, penerbangan kami lepas landas dari landasan pacu 04 R Bandara Nice Cote d’Azur. Pemandangan sepanjang penerbangan selama 90 menit ini: keren banget loh!! Pertama-tama, kami terbang di atas garis pantai Eropa yang menghadap Laut Mediterania, yang meliputi sebagian Prancis selatan (termasuk Monako) dan juga sedikit bagian dari Italia. Lalu, ketika pesawat semakin mendekati Vienna, kami melewati Pegunungan Alpen yang indah sekali! Keren banget dah!!

Rute penerbangan dari Nice (NCE) menuju Vienna (VIE)

Jam 15:45, pesawat kami mendarat di landasan pacu 16 Bandara Internasional Vienna. Setelah mengambil bagasi, kami naik kereta lokal S7 menuju kota. Kami turun di Wien Mitte untuk berpindah menggunakan metro (kereta bawah tanah) untuk pergi ke hotel. Singkat cerita, tibalah kami di hotel. Lalu, kami pergi ke Mariahilfer-Strasse yang terkenal itu. Sudah agak terlambat sih karena sudah hampir jam 19:00. Kebanyakan toko disana kan tutup sekitar jam 19:00 – 19:30 :roll: . Kami makan malam disana juga. Sekitar jam 20:30, kami kembali ke hotel.

Hari 7 (Kamis, 25 Oktober 2012)

Awalnya, rencanaku adalah pergi ke Schloss Schönbrunn lalu ke pusat kota (maksudku, kami kan hanya memiliki waktu satu hari disana jadi aku rasa aku nggak bisa memasukkan terlalu banyak tujuan dalam satu hari ini deh). Tapi kemudian, papaku bersikeras ingin ke Istana Belvedere juga. Ya sudah deh, jadilah Belvedere aku masukkan ke dalam jadwal dan istana ini akan dikunjungi pertama dengan alasan efisiensi.

Oke, pergilah kami ke Belvedere. Belvedere masih sama seperti terakhir kali aku kesana sih. Awalnya, aku kira akan menjadi “tidak menarik” gitu ya pergi ke tempat yang sudah pernah kukunjungi sebelumnya; tetapi ternyata justru pengalamanku membantu karena aku bisa menjelaskan beberapa hal dan tahu mana tempat yang patut dikunjungi dan mana yang tidak, hahaha :lol: . Sekitar jam 12, kami meninggalkan Belvedere. Kami menaiki metro untuk pergi ke Schloss Schönbrunn di bagian barat dari kota ini.

Pernah kusebutkan bahwa aku lebih menyukai interiornya Schloss Schönbrunn daripada interiornya Versailles. Namun, setelah mengunjungi istananya untuk kedua kalinya, aku merubah pendapatku sedikit deh, huahaha :cool: . Walaupun interiornya memang, mungkin, dirawat lebih baik, Versailles masih menang dalam hal kemewahannya sih. Anyway, kali ini, kami membeli tiket yang termurah kedua (yang memberikan akses ke keseluruhan istananya). Agak menyenangkan juga bahwa aku bisa menjelaskan beberapa interior di dalamnya ke orangtuaku, seperti misalnya penambahan Mozart di salah satu lukisannya disana :) .

Acara kami di istana ini selesai sekitar jam 13:00, dan aku kelaparan!! Selain makan pagi ala hostel (jadi hotel kami itu berkonsep gabungan hotel-hostel gitu dan kami memesan kamar hotelnya sih, yang mana oke banget dan murah loh! :) ), yang mana adalah menu sarapan standar hostel, aku belum makan apa-apa. Oleh karenanya, kami mampir di sebuah kafe di dalam area istananya itu dengan harapan mereka menyajikan makanan juga. Namun, ternyata mereka hanya memiliki makanan ringan. Ya sudah deh, adanya itu ya kami memesan itu saja disana, walaupun akhirnya kelaparanku tidak terlalu terpuaskan, hahaha :lol: .

Setelah “makan siang”, kami kembali ke pusat kota. Pertama-tama, kami pergi ke Katedral St. Stephens. Begitu masuk katedral, ada tur ke katakombe yang akan dimulai dan kami memutuskan ikut tur ini (yang mana guide-nya berbicara dalam bahasa Jerman dan Inggris). Dan tur singkat ini ternyata keren banget loh! :shock: Turnya diadakan di katakombe (semacam ‘basement’-nya katedral ini) jadi ya suasana mistisnya agak terasa gitu deh. Kami melewati beberapa kuburan, jambangan yang berisi usus manusia :neutral: , tulang belulang manusia, dll (semuanya beneran loh). Dan karena katakombenya dibangun di abad ke 15 (atau sekitar itu lah), suasananya juga abad pertengahan banget! Dibuatnya dari balok-balok batu besar, langit-langit yang amat pendek, pencahayaan amat minimalis, dll. Keren bener!

Kami pergi ke Museum Kunsthistorisches. Btw, gedung museum ini kembar identik dengan gedungnya Museum Naturhistorisches loh, yang sudah pernah kukunjungi di perjalananku yang lalu ke Vienna. Ini adalah museum besar dengan interior mengagumkan dan banyak sekali koleksi seni. Sudah jam 17:00 ketika kami keluar museum ini. Dan kami masih belum ke Hofburg (nah kan? Nggak mungkin deh memasukkan terlalu banyak agenda di Vienna dalam satu hari). Jadilah kami berjalan ke Hofburg untuk melihat-lihat dan foto-foto saja. Tentu saja sudah terlambat ya untuk memasuki museum di Hofburg. Btw, ketika itu sedang ada pameran militer di lapangannya Hofburg.

Lalu, kami kembali ke hotel karena papaku merasa tidak enak badan. Ia menduga ia sedikit keracunan makanan ketika makan siang di Schönbrunn. Jadilah ia memutuskan untuk beristirahat saja; mamaku dan aku jadi ikutan beristirahat juga deh, hahaha. Kami makan malam di sebuah restoran di dekat hotel dimana akhirnya aku makan Wienerschnitzel! :)

Hari 8 (Jumat, 26 Oktober 2012)

Papaku masih merasa agak kurang enak badan hari ini. Tapi kami tetap harus pergi ke Westbahnhof (stasiun kereta) untuk naik kereta menuju tujuan kami selanjutnya: Salzburg. Setelah membeli tiket, kami makan siang di stasiun, dimana aku makan Wienerschnitzel lagi.

Kami menaiki kereta jam 12:30 tujuan Salzburg. Namun kemudian, di kereta, kami diberi-tahu (ketika pengecekan tiket) bahwa kami naik kereta yang salah dong (huahaha :lol: ) karena kereta yang kami naiki ini ternyata dioperasikan oleh perusahaan swasta (Westbahn) sementara tiket kami adalah untuk kereta yang dioperasikan perusahaan nasionalnya Austria (OEBB). Jadilah kami diminta turun di pemberhentian selanjutnya, yang mana adalah kota Amstetten, dan pindah kereta disana. Singkat cerita, tibalah kami di Salzburg sekitar jam 16:00. Rutenya kurang lebih seperti di peta berikut ini, dan bisa dilihat bahwa Amstetten sebenarnya sudah sekitar setengah perjalanan ya:

Tujuan pertama kami, tentu saja, adalah hotel. Kami naik bus no.2 untuk pergi kesana. Setelah beristirahat sejenak di hotel, kami makan malam di sebuah restoran Chinese food di pusat kota. Masakannya mereka enak bener lho btw!

BERSAMBUNG…

Selanjutnya dalam Southern France and Austria Trip:
- Kota Salzburg
- Bersalju di Innsbruck

#1137 – What A Weekend

ENGLISH

This weekend has been one of the most hectic, yet fun and memorable, weekends ever!

Saturday

I played tennis in the morning, which meant that I finally got the chance to use the Tennis Math app that I downloaded a few weeks ago. Yay!! Btw, there were three settings in the app: beginner, intermediate, or professional. Ideally, I would have liked to use the professional one because it could record the statistics down to the details (like forehand/backhand, smash, lob, on the net, etc); however, this setting would require more effort to use as there were more stuffs to input. And because I, myself, would do it (inputting the statistics) manually, I didn’t choose the professional setting and went with the intermediate one instead (the beginner setting was useless for me as it only recorded points. With intermediate setting, at least I got the basic statistics like 1st serve percentage, winners, unforced errors, aces, doubles faults, etc). Anyway, the app was indeed very cool and very satisfying! Having numbers representing my performance really gave me a vivid view of my game: where I had to improve and where my strength was. Well, the result from my performance last Saturday was pretty much the same as before though: I needed to practice much more often to have more consistency and lower unforced errors. However, I was also quite happy with the aggressiveness part of my game, at least based on the number.

In the evening, I went to Carolyn’s place in Rotterdam as she held a dinner party. So, me, Raj, Dana, Liuxin, and Qian met at Delft station to go to Rotterdam. We planned to take the 18:54 train but then we were late because of stupid rain :( . Anyway, it was a really fun night. The meal was great (I really liked the fried cheese. I even wanted to buy and cook one for myself later), and we played a game afterwards which was really fun (also because I didn’t lose, muahahaha :lol: ). Thanks Carolyn and Michiel!

Sunday

This Sunday was a big day; it was because I planned to meet my parents in Amsterday today! :) As I said here, about a week ago they went to Europe with a tour group. This Sunday (luckily), their schedule was in Amsterdam so I could visit them. Okay, so I was finally going to meet my parents after 2++ years.

I took a train to Amsterdam Centraal at 14:15 and long story short, I arrived at Stadhouderskade in Amsterdam at around 15:50. After waiting for a while, the tour group arrived there (for a canal tour at 17:00 which departed from that site, just across the Heineken Brewery). And there they were, my dad and mom got off the bus and came to me :D . And yeah, it was a little bit emotional (I think), though I didn’t cry (of course, haha :P ) .

Then, I joined the canal tour (for free (thanks to the tour leader), so why not? :P ) which lasted about 75 minutes (well, for €14 (the normal price), I think it was quite a reasonable tour to take though, for tourists of course :) ). And for the first time (at least it hasn’t happened that much to me in Europe as far as I am concerned), one of the language of the guide played in the canal tour was Indonesian, huahaha :lol: . It was something like this:

After the tour, we had dinner at a Chinese food restaurant just behind Heineken Brewery. After that, I took two bags from the bus (one for my stuff and one for other stuffs that we won’t need during our trip to southern France and Austria (so we won’t be carrying too heavy but unnecessary bags during the trip)) to bring back to my apartment.

There was a funny story on my way back to Delft. At Amsterdam Centraal, I took a train that was supposed to go to Den Haag Centraal with a plan to change train there to Delft. But then, I missed to read the information that this train (which on the departure board was written in super big font that its final destination was Den Haag Centraal) would not go further than Schiphol Airport. I felt quite weird when this train stopped for so long at Schiphol Airport. And I knew I was in a wrong train when I saw that somehow the train was going back to Amsterdam Centraal :roll: . So basically I wasted like one hour and it kinda sucked because I felt so exhausted after this rather long and busy weekend! :( I just wanted to get back home as soon as possible and got my sleep!! :(

Anyway, so I took another train from Amsterdam Centraal that went directly to Delft via Haarlem. And the crazy thing was that there was a drunk guy on the train who was screaming all the time! There were four middle-aged Dutch ladies sitting next to me; and I gotta say I admired them as they were so brave to stand up to the drunk guy! :shock: In the end, an officer came and he escorted the drunk guy out at the next station, hahaha…

***

Yeah, it has been really a long weekend for me. I am so tired now!!

Heineken Brewery in Amsterdam

Canal Tour in Amsterdam

BAHASA INDONESIA

Akhir pekan ini adalah salah satu akhir pekanku yang paling menyibukkan, tetapi menyenangkan dan berkesan deh!

Sabtu

Aku bermain tenis di pagi hari, yang mana akhirnya aku mendapatkan kesempatan untuk menggunakan app Tennis Math yang aku unduh beberapa minggu yang lalu. Yay!! Btw, ada tiga setting dari app ini: beginner, intermediate, atau professional. Idealnya sih aku ingin menggunakan yang level profesional ya karena statistik yang terekam juga sangat mendetail gitu (seperti forehand/backhand, smash, lob, di net, dsb); namun, setting ini juga membutuhkan lebih banyak input gitu deh (dengan kata lain: ribet). Nah, karena aku sendirilah yang harus melakukannya (memasukkan inputnya maksudnya) secara manual, aku nggak memilih yang setting professional lah dan memilih yang intermediate saja (yang beginner menurutku sih agak kurang berguna ya karena cuma merekam poin saja. Dengan setting intermediate, setidaknya aku juga mendapatkan statistik dasar seperti persentase servis pertama, winners, unforced errors, aces, double faults, dsb). Anyway, app-nya beneran keren dan sangat memuaskan lho! Bisa melihat angka-angka yang mewakili performaku sangatlah memberiku gambaran yang jelas akan permainanku: bagian apa yang harus aku tingkatkan dan kekuatanku ada dimana. Hmm, hasilnya dari performaku Sabtu kemarin ya masih sama seperti sebelumnya sih: aku harus terus berlatih agar bisa lebih konsisten dan menurunkan jumlah unforced errors. Namun, aku juga cukup senang dengan level keagresifan permainanku, setidaknya berdasarkan angkanya ya.

Malamnya, aku pergi ke tempatnya Carolyn di Rotterdam karena ia mengadakan party makan malam gitu deh. Jadilah aku, Raj, Dana, Liuxin, dan Qian bertemu di stasiun Delft untuk pergi ke Rotterdam. Kami berencana naik kereta jam 18:54 tetapi kemudian terlambat gara-gara hujan sialan :( . Anyway, acaranya asyik deh. Makanannya enak-enak (aku suka keju gorengnya deh. Aku bahkan jadi ingin banget beli dan masak sendiri nih), dan kami bermain game gitu setelahnya yang mana sangat asyik (apalagi aku nggak kalah loh, muahahaha :lol: ). Trims Carolyn dan Michiel!

Minggu

Minggu ini adalah hari yang besar; ini karena aku berencana bertemu dengan orangtuaku di Amsterdam deh hari ini! :) Seperti yang kubilang waktu ini, sekitar seminggu yang lalu gitu mereka berangkat ke Eropa dengan grup tur. Nah, Minggu ini (untungnya hari Minggu), jadwalnya adalah di Amsterdam sehingga aku bisa mengunjungi mereka. Oke deh, akhirnya setelah 2++ tahun, akhirnya aku akan bertemu orangtuaku juga.

Aku naik kereta ke Amsterdam Centraal jam 14:15 sore dan singkat cerita, tibalah aku di Stadhouderskade di Amsterdam sekitar jam 15:50 sore. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya grup turnya tiba disana juga (untuk menaiki tur kanal jam 17:00 yang mana berangkat dari sana gitu, di seberangnya Heineken Brewery). Dan disanalah mereka, papa dan mamaku turun dari bus dan berjalan ke arahku :D . Dan ya, kayaknya agak-agak emosional gitu deh, walaupun aku nggak sampai nangis gitu ya (ya iya lah, haha :P ) .

Lalu, aku ikutan tur kanalnya (gratis loh (berkat kepala turnya), lumayan kan? :P ) yang berlangsung selama sekitar 75 menit (eh, untuk €14 (harga normal), aku rasa ini adalah tur yang masuk akal ya, untuk turis tentunya :) ). Dan untuk yang pertama kalinya kutemui ya (setidaknya ini nggak terjadi cukup sering di Eropa deh berdasarkan pengalamanku), salah satu bahasa yang digunakan di guide penjelasan-nya adalah bahasa Indonesia loh, huahaha :lol: . Kayak gini gitu deh:

Setelah turnya, kami makan malam di sebuah restoran Chinese food di belakangnya Heineken Brewery. Setelahnya, aku mengambil dua tas dari bus (satu berisi barang-barang untukku dan satu lagi berisi barang-barang yang nggak akan kami butuhkan di perjalanan ke Prancis selatan dan Austria (jadi agar kami nggak harus membawa tas berat-berat yang isinya nggak terpakai gitu deh)) untuk kubawa kembali ke apartemenku.

Ada cerita lucu di perjalananku kembali ke Delft. Di stasiun Amsterdam Centraal, aku naik kereta yang seharusnya pergi ke Den Haag Centraal dan berencana pindah kereta disana menuju Delft. Tapi kemudian, aku nggak membaca informasi bahwa kereta ini (yang mana di papan keberangkatannya ditulis pakai font gede banget bahwa tujuan akhir kereta ini adalah Den Haag Centraal) nggak akan beroperasi lebih jauh dari Bandara Schiphol. Aku merasa aneh sewaktu keretanya berhenti lama banget di Bandara Schiphol. Dan aku sadar kalau aku berada di kereta yang salah ketika keretanya kembali lagi ke Amsterdam Centraal dong :roll: . Jadi, pada dasarnya aku menyia-nyiakan waktu satu jam deh karena ini dan ini menyebalkan sekali karena aku merasa lelah sekali gitu ya setelah akhir pekan yang panjang dan menyibukkan ini! :( Aku hanya ingin pulang secepat mungkin dan tidur!! :(

Anyway, jadilah aku naik kereta lain dari Amsterdam Centraal yang pergi langsung ke Delft via Haarlem. Yang gilanya adalah, awalnya itu ada satu laki-laki yang sedang mabuk yang teriak-teriak gitu dong di kereta! Nah, ada empat wanita Belanda setengah baya yang duduk di sebelahku; dan aku harus bilang bahwa aku cukup kagum dengan mereka karena mereka berani stand up memarahi si orang mabuk ini dong! :shock: Akhirnya, ada petugasnya yang datang dan ia menggiring si orang mabuk ini keluar kereta di stasiun selanjutnya deh, hahaha…

***

Ya, benar-benar akhir pekan yang panjang nih untukku. Capek sekali!!

#1104 – 2012 London Summer Trip (Part IV)

ENGLISH

Previously on 2012 London Summer Trip: Zilko went to London to do sightseeing and watch the Wimbledon Championships. After spending five days in the capital city of England, he was now ready to go to Wimbledon for the third time on Day 6, which would be his last visit to The Championships during this trip.

***

Day 6 (Saturday, 30 June 2012)

As I said before, I was thinking about arriving at the Queue much earlier today because it was a Saturday. The first train service from Waterloo Station was at 5 AM, but I needed something that was much earlier than this. So, train was, apparently, not an option. After a little bit of research the night before, the only way to get to Wimbledon as early as I wanted was by taking some series of bus rides, with two transits from my hostel. I must tell you that taking (a series of) public bus rides in a big metropolitan city was quite ‘scary’ in the sense that there were a lot of bus services and the map of the service was a lot more complicated than trains or tube which had more “exact” routes. I must be really careful and aware of where I was while I was on the bus so that I would not miss the stop where I had to get off at. But whatever, for Wimbledon, I would do this, huahaha :cool: .

I got up at 3.15 AM and I departed from my hostel at 4 AM. It was London so there were still quite a lot of night bus services running at the time (overall, public transportation in London was a 24/7 service basically). And it was (still) a Friday night, so there were a lot of drunk people on the street, huahaha :lol: . So, when some of them were going home from parties or whatever, I had already had my night sleep and was ready to start my day, :lol: . Even, inside the buses, it smelled beer, so yeah… .

Long story short, I successfully took the three bus rides that I must take to arrive at the Queue earlier; and I was able to arrive there at around 5.10 AM. As before, they handed me the Queue Card, and guess what my number was? This:

Arriving in the Queue at 5.10 AM on a Saturday and I was already the 2519th person in it!!

:shock: Yes, I arrived at the Queue much earlier but I was already the 2519th person in it!! I felt a little bit disappointed and relieved at the same time: disappointed because this number basically said there was no show court for me today; but relieved because I made a correct prediction that this Saturday would be a busier day and my number still pretty much guaranteed a groundpass ticket.

The queuing process went exactly the same as the previous two days. It was just that it was raining while I was queuing! Damn! But lucky I did not forget my umbrella this time so it was still alright. And as expected, no show court ticket for me today. I entered the grounds at around 10 AM and had my breakfast which was, again, a fish and chips.

Seeing the schedule of play for the day, the first match at one of the outer courts which I was interested in would be held at No.14 Court. So, after breakfast, I walked there with the hope to get a good seat. But there, I found out that there was already an event going on. I saw some kids hitting some balls with two men and so I thought it was a tennis clinic or something; until I recognized one of the two men. He looked familiar, and then I realized he was Tim Henmana retired English player who was once the world no.4 in singles!! :shock: The other man turned out to be Oliver Golding, a young British player (18 years old) who used to be a child actor. It was a very fun event, and those kids were really good!! :shock:

At 11 AM, the clinic ended and the preparation for the first match at 11.30 AM started. Lucky I was able to get a seat there. The first match would be a second round clash between my favorite men’s doubles team of all time: Bob and Mike Bryan and a British wildcard team, Jamie Delgado and Ken Skupski. The first set was really tight and a tiebreak had to be played. From hereon, the Bryan twins took control of the match completely and won the tiebreak 7-2. They brought the momentum to dominate the second and third set; and won handily 7-6(2), 6-0, 6-2.

Next, I left the court and walked to the Henman Hill (or Murray Mound, hahaha :lol: ) to watch the Centre Court match at the big screen there. The match in the Centre Court would start at 1 PM, just a perfect timing after the conclusion of the doubles match that I just watched. The match would be between Serena Williams [6] and Zheng Jie [25]. I found a nice free bench at the top of the hill with good view towards the screen and sat there. The first set went really tight; but I noticed that even though Serena’s serve was on display today, her return was definitely off. A tiebreak had to be played, and an error caused Serena to lose the first set 6-7(5) (and a lot of Chinese people there were cheering when it happened).

I decided to leave my spot to look for something to eat (it was kinda nail-biting for me that now Serena was trailing, haha) while still keeping an eye on the score (there were live score boards everywhere in the grounds so it wasn’t difficult to follow the score). I decided to buy a dutchee, which was an English-style hotdog. And it tasted really good btw!! :D At this time, Serena showcased her champion spirit and took control of the second set by winning it 6-2.

I was going around the area while still keeping my eye on the scoreboard; and the third set went super tight again. Really nail-biting. But in the end, after a long time of battling, Serena got her break at 7-7 in the set. In the next game, she closed out the match to come on top with score 6-7(5), 6-2, 9-7 in about two and a half hour!! :shock: And I was so relieved! huahaha :lol: .

Then, I decided to settle at the No.6 Court to watch a mixed doubles match between a German team, Angelique Kerber/Philipp Petzschner, versus an Italian team, Roberta Vinci/Daniele Bracciali. I stayed until the first several games of the second set (Vinci/Bracciali took the first set) before finding out that the Williams sisters’ doubles match was moved to one of the outer courts (No.12 Court) due to the lengthiness of the preceding match. (Yes, Serena Williams played two matches today; a trend she continued also in the second week but in the end she won both titles! :shock: ) But it was late, the match had been started; and it was the Williams sisters so that all seats had been taken by then. I had to queue to wait until some people left the court. I was queuing for about 20 minutes before finally giving up, hahaha.

Somehow, it was 8.30 PM already and I was so tired. After taking a quick look around the grounds, I decided to go back to my hostel and here my adventure to Wimbledon Championships this year ended…

Day 7 (Sunday, 1 July 2012)

Wimbledon is a classic tournament; and one of the tradition is that there is no match played during the mid-Sunday (it is like a “free” day). So, there would be no match at Wimbledon today which meant that I had to spend my time in London…

I went to Trafalgar Square and noticed something “different” there (compared to my visit on Day 3). There seemed to be a festival going on; and indeed there was a festival which apparently was a celebration of the Canada Day (the festival was hosted by the Canadian embassy). I went in, looked around, and left, huahaha :lol: .

I had no plan for today and so I decided to go to a tourist agency near Trafalgar Square and asked if there was still available seat on a half-day tour to Stonehenge today. There was, and so I decided to grab the seat. The tour would start at 2 PM, and it was still like noon or so. This was perfect though as I was already quite craving for lunch and so now I had some time to look for a place to eat. I decided to walk around and somehow I was in the Chinatown. Because of this, somehow, I was craving for Chinese food, huahaha :lol: . I was in Chinatown so of course it was not difficult to find a Chinese food restaurant. I stopped by at one and decided to have roast duck rice for lunch.

After lunch, I took the tube to go to Victoria Coach Station. I still had a long time to go and so I decided to kill time by deliberately taking the longer route to get there, hahaha :lol: . At around 1 PM, I arrived at the coach station. After waiting for about one hour, the tour finally started.

To get to Stonehenge, we were riding a coach with capacity of around 30 people. There were only 3 seats left that day so it was quite a busy day indeed. The driver would take care of everything, including getting the tickets in Stonehenge. Because he couldn’t remember all faces of the tour members, he decided to set up a password. In Stonehenge, he would give us the tickets only if we said the password, which was: “Thank you, Derrick” (Derrick was his name).

Well, Stonehenge was quite far from London as it took us about two hour one way to get there. This was the route of the trip that day btw:

At around 4 PM, we arrived at the site. Finally, I ticked off one more place from my list. When I was a kid, I wanted to see Stonehenge with my own eyes. And now, it became a reality!! :shock: It was amazing!!

The tour I bought was including an audio-guide, which was really nice because it explained a lot about the history of Stonehenge. Apparently, this set of Stonehenge was the third that was built here on this particular site!! Anyway, we were spared 75 minutes on the site, which was more than enough if we only wanted to stay around the structure. There were other things as well surrounding the area, like the Stonehenge Cursus; but this area was too large to be covered in 75 minutes with the trip to Stonehenge itself.

In my opinion, Stonehenge is really worth it for once in a lifetime visit especially for those who have really wanted to see the structure themselves (like me :D ). Will I visit Stonehenge again when I am around there? Well, it’s likely not; it is so far away from anywhere else so maybe I will choose to visit something else.

At 5.15 PM, all people were back in the coach and then we went back to London.  We arrived in London at around 7 PM; and it was a perfect timing for dinner!! :D It would be my last dinner in London on this trip and so I decided to have another meal at Jamie’s Italian Restaurant.

This time, I treated myself with some more expensive menu, huahaha :lol: . I ordered Angus sirloin steak as my main dish and Polenta Chips (I didn’t order the amazingly delicious Posh Chips as I had two days earlier because they dubbed this Polenta Chips as “Our Famous Polenta Chips”; and because it was dubbed as famous, it was supposedly really good, right? :D ). The Polenta Chips was really good, but it was not really “chips”; it was like fried mashed potato but with Cheetos-y flavor. Really unique and nice, but I kinda liked the Posh Chips a little bit better. The Angus steak was also really good. Even though the portion did not look that big, but I still felt full after finishing it, so it was fine. Because I was treating myself, I decided to treat myself also with a dessert. Out of all the options, I narrowed it down to two menus: either a pannacotta or a Chocolate and Vin Santo Pot. I asked the waitress and she suggested the chocolate pot one; and so chocolate pot it was. And yes, it was also a yummy dessert…

After dinner, I decided to walk around a little bit before going back to my hostel. I walked towards Soho (Piccadilly Circus). You might still remember that today, the final of Euro Cup was being played. And at that time, Spain just beat Italy. As a result, Spain’s supporters went crazy and celebrated the win at the square (one guy even climbed the Eros statue in the square; and I was curious what would have happened if he had damaged that statue somehow, hmmm); while Italy’s supporters were devastated. Some policemen had to step in to avoid the celebration turned into a riot or something…

From there, I took the tube back to my hostel, and this day was over…

Day 8 (Monday, 2 July 2012)

I left my hostel at around 10 AM and went directly to St. Pancras International Station. But before getting there, I chose to drop by at King’s Cross Station which was just literally next to St. Pancras. Why? Well, to take a picture with the famous Platform 9 3/4 from Harry Potter, huahaha :lol: . And it was perfect because I was bringing my big luggage so that I could pose as if I was walking out from Platform 9 3/4 to the Muggle World, huahaha :lol: (I put the photo in the preambule).

My Eurostar train was scheduled to depart at 12.57 PM from St. Pancras International. I still had some time to go and so I decided to have breakfast at one restaurant in the station. After breakfast, I checked in and passed through the immigration desk. In the waiting room, apparently there was a wifi connection and so I decided to surf the internet while waiting for the departure time of my train.

At 12.57 PM, the Eurostar train left London St. Pancras. I arrived at Brusells Midi Station at 4.08 PM and luckily there was a train heading to Rotterdam which left at 4.15 PM. But the problem was that it left from the platform at the other end of the station! :shock: So I ran from one end to the other end, and luckily I made it!! hahaha :D I boarded the train, and two hours later I arrived at Rotterdam Centraal. I took another InterCity ride to Delft Station, and here this trip officially ended :)

THE END.

BAHASA INDONESIA

Sebelumnya dalam 2012 London Summer Trip: Zilko pergi ke London dalam rangka jalan-jalan dan juga menonton Kejuaraan Wimbledon. Setelah menghabiskan lima hari di ibukota Inggris itu, di hari keenam ini ia siap untuk pergi ke Wimbledon untuk ketiga kalinya, yang mana akan menjadi kunjungan terakhirnya ke kejuaraan ini di perjalanan ini.

***

Hari 6 (Sabtu, 30 Juni 2012)

Seperti yang aku bilang sebelumnya, aku berencana untuk tiba di the Queue lebih awal hari ini karena hari ini adalah Sabtu. Kereta pertama dari Stasiun Waterloo baru berangkat jam 5 subuh, padahal aku membutuhkan sesuatu yang lebih awal dari ini. Makanya, kereta ternyata bukanlah sebuah pilihan. Setelah riset sedikit di hostel semalam sebelumnya, satu-satunya cara untuk tiba di Wimbledon di waktu seawal yang kuinginkan adalah menaiki serangkaian layanan bus, dengan dua kali transit dari hostel. Harus kubilang bahwa menaiki (serangkaian) layanan bus di kota metropolitan itu agak ‘menyeramkan’ loh karena kan layanan busnya ada banyak banget dan peta layanannya juga sangat lebih ribet gitu dibandingkan kereta atau subway yang “pasti-pasti” aja rutenya. Aku harus berhati-hati dan selalu memasang mata agar tahu posisiku ada dimana sehingga aku nggak kelewatan halte bus dimana aku harus turun. Tapi biarlah, untuk Wimbledon, apa pun kan kujalani, huahaha :cool: .

Aku bangun jam 3.15 subuh dan berangkat dari hostel jam 4 pagi. Karena kota ini adalah London, masih ada banyak layanan bus malam yang beroperasi di jam segini (secara keseluruhan sih, layanan transportasi umum di London itu 24 jam deh pada dasarnya). Dan karena saat ini masih terhitung malam Sabtu, ada banyak orang mabuk gitu deh di jalan, huahaha :lol: . Jadi, ketika mereka baru pulang dari parties atau apa lah gitu, aku sudah tidur semalaman dan siap menjalani hariku itu, :lol: . Bahkan, di dalam busnya itu bau bir loh, jadi ya gitu deh… .

Singkat cerita, aku dengan sukses menaiki tiga layanan bus yang harus kuambil itu untuk tiba di the Queue lebih awal; dan aku tiba disana jam 5.10 pagi. Seperti biasanya, mereka memberiku Queue Card, dan berapakah nomorku kali ini? Ini:

Tiba di the Queue jam 5.10 pagi di hari Sabtu dan aku sudah merupakan orang ke 2519!!

:shock: Ya, aku tiba di the Queue jauh lebih awal tapi aku sudah berada di posisi 2519 dong!! Aku merasa kecewa sekaligus lega pada saat yang bersamaan: kecewa karena nomor segini praktis berarti aku tidak akan mendapatkan tiket show court (lapangan utama); tapi lega karena aku memprediksi dengan tepat bahwa Sabtu akan menjadi hari yang sibuk dan nomor segini pada dasarnya masih menggaransi aku akan mendapatkan tiket groundpass.

Proses mengantrinya sih pada dasarnya berlangsung sama kayak dua kunjunganku sebelumnya deh. Hanya saja, hari ini sewaktu ngantri itu hujan dong! Menyebalkan!! Tapi untungnya aku tidak lupa membawa payung jadi masih nggak papa deh. Dan seperti yang telah diduga, nggak ada tiket show court untukku hari ini. Aku memasuki area turnamen jam 10 pagi dan langsung sarapan deh, yang mana lagi-lagi adalah fish and chips.

Melihat jadwal permainan hari ini, pertandingan pertama di lapangan luar yang menarik perhatianku akan diadakan di Lapangan No.14. Jadi, setelah sarapan, berjalanlah aku kesana untuk mendapatkan kursi yang oke. Tapi, aku melihat bahwa sedang ada sebuah acara gitu di Lapangan No.14. Aku melihat beberapa anak kecil gitu memukul bola dengan dua pria sehingga aku mengira ini adalah semacam klinik tenis gitu; sampai aku mengenali salah satu dari dua pria itu. Kok tampangnya nggak asing ya, dan aku kemudian menyadari bahwa ia adalah Tim Henmanmantan pemain Inggris yang dulu pernah berperingkat 4 di dunia!! :shock: Pria yang satunya ternyata adalah Oliver Golding, pemain Inggris muda (18 tahun) yang dulu sewaktu kecil adalah aktor cilik. Acara klinik tenisnya menarik juga, dan anak-anak kecil itu hebat-hebat dong mainnya!! :shock:

Jam 11, kliniknya selesai dan persiapan untuk pertandingan pertama yang jam 11.30 pagi dimulai. Untungnya aku berhasil mendapatkan kursi. Pertandingan pertama adalah pertandingan ganda putra babak kedua antara tim ganda putra favoritku sepanjang masa: Bob dan Mike Bryan melawan tim wildcard dari Inggris, Jamie Delgado dan Ken Skupski. Set pertama berlangsung ketat sehingga tiebreak harus dimainkan. Dari sini, si kembar Bryan mengambil kontrol pertandingan dan memenangi tiebreak itu 7-2. Momentum ini terus mereka pertahankan dengan mendominasi set kedua dan ketiga; sehingga mereka menang dengan mudah 7-6(2), 6-0, 6-2.

Lalu, aku meninggalkan lapangan itu dan berjalan menuju Henman Hill (atau Murray Mound, hahaha :lol: ) untuk menonton pertandingan di Centre Court di layar lebar disana. Pertandingan di Centre Court baru dimulai jam 1 siang, yang mana timing-nya pas banget setelah berakhirnya pertandingan ganda putra yang barusan kutonton itu. Pertandingan di Centre Court yang akan dimainkan adalah antara Serena Williams [6] dan Zheng Jie [25]. Aku menemukan satu bangku yang oke banget di atas bukit itu dengan pandangan yang oke menuju layarnya dan aku duduk disana. Set pertama berlangsung cukup ketat; dan aku bisa melihat bahwa walaupun servisnya Serena bagus hari ini, return-nya sedang off. Tiebreak harus dimainkan, dan sebuah kesalahan sendiri membuat Serena kehilangan set pertama 6-7(5) (dan banyak orang dari China disana yang bersorak-sorai ketika ini terjadi).

Aku memutuskan untuk meninggalkan kursiku untuk mencari makan (agak deg-degan gitu ya karena kini Serena kan posisinya tertinggal gitu, haha) sementara aku tetap memasang mata pada skornya (ada banyak papan skor live di seluruh area turnamen jadi nggak sulit deh untuk mengikuti skor pertandingan). Aku membeli sebuah dutchee, yang ternyata adalah hotdog ala Inggris gitu deh. Dan rasanya enak juga loh!! :D Di waktu ini, Serena menunjukkan mental juaranya dan mengambil kontrol set kedua dan memenanginya 6-2.

Aku berkeliling area sambil terus memerhatikan papan skornya; dan set ketiga berlangsung ketat lagi. Sangat ketat loh. Tapi pada akhirnya, Serena mendapatkan break yang telah sangat ia incar di posisi 7-7. Di game selanjutnya, ia menutup pertandingan dengan sebuah kemenangan 6-7(5), 6-2, 9-7 dalam waktu sekitar dua setengah jam!! :shock: Dan aku merasa lega deh! huahaha :lol: .

Lalu, aku memutuskan untuk duduk di Lapangan No.6 untuk menonton pertandingan ganda campuran antara tim Jerman, Angelique Kerber/Philipp Petzschner, melawan tim Italia, Roberta Vinci/Daniele Bracciali. Aku tinggal disana sampai beberapa game pertama di set kedua (Vinci/Bracciali memenangi set pertama) sebelum akhirnya menyadari bahwa pertandingan gandanya Williams bersaudari dipindah ke salah satu lapangan luar (Lapangan no.12) karena panjangnya pertandingan yang dijadwalkan sebelumnya (Ya, Serena Williams bermain dua pertandingan hari ini; sebuah hal yang harus terus ia lakukan sampai di minggu kedua tapi toh pada akhirnya  ia menjuarai kedua event itu! :shock: ) Tapi sudah terlambat deh, pertandingannya sudah dimulai; dan ini adalah Williams bersaudari gitu jadilah semua kursinya sudah penuh deh. Aku harus mengantri sampai beberapa orang keluar gitu. Aku mengantri selama sekitar 20 menit sebelum akhirnya menyerah deh, hahaha.

Entah bagaimana, tiba-tiba sudah jam 8.30 malam dan aku merasa lelah. Setelah berkeliling melihat arena turnamennya sekali lagi, aku memutuskan untuk kembali ke hostel dan berakhirlah petualanganku ke Kejuaraan Wimbledon tahun ini…

Hari 7 (Minggu, 1 Juli 2012)

Wimbledon adalah turnamen yang klasik; dan sebuah tradisinya adalah tidak ada pertandingan yang dimainkan di hari Minggu tengah (jadi semacam hari “libur” gitu deh). Makanya nggak ada pertandingan di Wimbledon hari ini yang artinya aku harus menghabiskan waktuku di London…

Aku pergi ke Trafalgar Square dan menyadari ada sesuatu yang “berbeda” disana (dibandingkan dengan kunjunganku di Hari 3). Sepertinya ada sebuah festival yang tengah berlangsung; dan ternyata memang beneran sedang ada sebuah festival memperingati Hari Kanada (festivalnya diadakan oleh Kedutaan Kanada gitu). Aku masuk sebentar, melihat-lihat, trus pergi deh, huahaha :lol: .

Karena tidak ada agenda lain untuk hari ini, aku memutuskan untuk pergi ke sebuah agen tur di dekatnya Trafalgar Square dan bertanya apakah masih ada kursi tersisa untuk perjalanan tur setengah hari ke Stonehenge hari ini. Ternyata masih ada, dan aku ambil deh. Turnya baru akan dimulai jam 2 siang, sementara saat ini masih sekitar jam 12. Waktunya pas banget karena toh aku juga sudah lapar ingin makan siang dan jadilah sekarang aku mencari makan. Aku berjalan berkeliling dan tiba-tiba aku berada di Chinatown. Karena ini, entah kenapa, aku jadi ingin makan chinese food deh, huahaha :lol: . Aku sedang berada di Chinatown sehingga tentu tidaklah sulit untuk menemukan sebuah restoran chinese food. Aku mampir di salah satunya dan memesan nasi bebek panggang untuk makan siang.

Setelah makan siang, aku menaiki tube menuju Terminal Bus Victoria. Masih ada banyak waktu sehingga aku memutuskan untuk membunuh waktu dengan mengambil rute yang lebih panjang untuk kesana, hahaha :lol: . Jam 1 siang, tibalah aku di terminal busnya. Setelah menunggu selama sekitar sejam, turnya berangkat.

Untuk pergi ke Stonehenge, kami menaiki sebuah van besar (atau bus kecil gitu) yang muat sekitar 30 orang. Hanya ada 3 kursi kosong hari ini, memang hari ini sedang cukup sibuk deh. Sopirnya akan mengatur semuanya, termasuk mengurus tiket masuknya di Stonehenge. Karena ia tidak bisa menghafalkan semua muka peserta turnya, ia memutuskan untuk membuat sebuah password. Di Stonehenge, ia akan memberikan tiket kepada kami hanya kalau kami menyebutkan password tersebut, yang mana adalah “Thank you, Derrick” (Derrick itu namanya).

Yah, Stonehenge itu terletak cukup jauh dari London ya karena kami membutuhkan waktu sekitar dua jam sekali jalan untuk tiba disana. Ini adalah rutenya btw:

Sekitar jam 4 sore, kami tiba di lokasinya. Akhirnya, sekali lagi, aku mencentang satu tempat lagi dari daftarku. Ketika aku kecil, aku ingin sekali melihat Stonehenge itu langsung gitu. Dan kali ini, beneran kejadian dong!! :shock: Asyik banget deh!!

Turku ini sudah termasuk audio-guide, yang mana oke juga karena audio-guide ini menjelaskan banyak sejarahnya Stonehenge. Ternyata, satu set Stonehenge yang ada sekarang ini adalah yang ketiga lho yang dibangun di area ini!! Anyway, kami diberi waktu 75 menit disana, yang mana lebih dari cukup sih kalau kita hanya ingin berkeliling di strukturnya. Ada beberapa tempat tujuan lain juga sebenarnya di sekitar area itu, seperti misalnya Stonehenge Cursus; tapi tidaklah sempat untuk dikunjungi kalau hanya ada waktu 75 menit termasuk waktu untuk di Stonehengenya.

Menurutku, Stonehenge adalah sebuah tempat yang layak untuk dikunjungi sekali seumur hidup, terutama jika seseorang sudah ingin melihat strukturnya secara langsung (seperti aku). Apakah aku akan mengunjunginya lagi ketika aku di sekitar sana? Hmm, mungkin tidah sih; lokasinya itu jauh sekali dan mungkin aku akan lebih memilih mengunjungi suatu tempat lainnya.

Jam 5.15 sore, semua peserta tur telah kembali di bus dan kembalilah kami ke London. Kami tiba di London sekitar jam 7 malam; sebuah waktu yang amat pas untuk makan malam!! :D Karena ini adalah makan malam terakhirku di London di perjalanan ini, aku memutuskan untuk makan lagi di restoran Jamie’s Italian.

Kali ini, aku mentraktir diriku sendiri dengan menu-menu yang lebih mahal, huahaha :lol: . Aku memesan sirloin Angus sebagai menu utama dan juga Polenta Chips (aku tidak memesan Posh Chips yang enaknya nggak ketulungan seperti yang kupesan dua hari sebelumnya itu karena mereka melabeli Polenta Chips ini dengan: “Our Famous Polenta Chips“; dan karena dilabeli famous, seharusnya enak banget kan ya? :D ). Polenta Chips-nya ternyata memang oke, tapi bukan seperti “chips” (kentang goreng) pada umumnya gitu; ini seperti mashed potato goreng tapi dengan rasa seperti Cheetos gitu. Sangat unik dan enak, tapi aku masih lebih suka Posh Chips-nya deh. Steak Angus-nya juga oke banget. Walau porsinya tidak nampak besar, tetapi setelah selesai memakannya tuh tetap terasa kenyang kok, jadi nggak masalah deh. Karena aku sedang mentraktir diriku sendiri, aku juga memutuskan untuk memesan menu penutup. Dari semua pilihan yang ada, aku berhasil menyempitkan pilihan menjadi dua saja: antara pannacotta atau Chocolate and Vin Santo Pot. Aku bertanya ke pelayannya dan ia menyarankan pot coklat; dan jadilah aku memilih pot coklat. Dan ya, memang enak loh itu dessert-nya…

Setelah makan malam, aku memutuskan untuk berjalan-jalan di area itu sebentar sebelum kembali ke hostel. Aku berjalan menuju arah Soho (Piccadilly Circus). Mungkin masih pada ingat bahwa hari ini adalah hari diselenggarakannya final Euro Cup. Dan waktu ini, Spanyol baru saja mengalahkan Italia. Sebagai akibatnya, pendukungnya Spanyol gila-gilaan gitu deh merayakan kemenangannya di lapangan itu (satu orang pria malah memanjat patung Eros di lapangannya itu dong; dan aku penasaran deh apa ya yang bakal terjadi andaikata patungnya patah gitu, hmmm); sementara pendukungnya Italia lemah lesu gitu deh. Beberapa polisi juga harus turun tangan untuk mencegah perayaan ini menjadi kekacauan…

Setelah itu, aku kembali ke hostelku dengan menaiki tube, dan berakhirlah hari ini…

Hari 8 (Senin, 2 Juli 2012)

Aku meninggalkan hostel sekitar jam 10 pagi dan langsung pergi ke Stasiun Internasional St. Pancras. Sebelum kesana tapinya, aku mampir dulu di Stasiun King’s Cross yang lokasinya berada persis di sebelahnya St. Pancras. Untuk apa aku kesana? Yah, untuk foto-foto sama Peron 9 3/4-nya Harry Potter yang terkenal itu dong, huahaha :lol: . Waktu itu beneran pas banget deh karena aku membawa koper besarku jadi aku bisa berpose seakan-akan aku baru keluar dari Peron 9 3/4 gitu menuju dunia Muggle, huahaha :lol: . (Fotonya sudah aku upload di posting pembukaan).

Kereta Eurostarku dijadwalkan berangkat jam 12.57 siang dari St. Pancras International. Artinya, aku masih ada banyak waktu dan jadilah aku sarapan dulu di sebuah restoran di stasiunnya. Setelah sarapan, aku check in dan melewati meja imigrasi. Di ruang tunggu, ternyata ada wifi dan jadilah aku internetan sambil menunggu keberangkatan keretaku.

Jam 12.57 siang, kereta Eurostar berangkat dari Stasiun St. Pancras London. Kereta tiba di Stasiun Brussels Midi sekitar jam 4.08 sore dan untungnya ada kereta tujuan Rotterdam yang berangkat jam 4.15 sore. Hanya saja, kereta ini berangkat di peron yang mana ada di sisi lain stasiun dong! :shock: Jadilah aku berlarian dari satu ujung stasiun ke ujung satunya, dan untungnya masih keburu!! hahaha :D Aku menaiki kereta itu, dan dua jam kemudian tibalah aku di Rotterdam Centraal. Aku menaiki kereta InterCity lain tujuan Stasiun Delft, dan disinilah perjalananku ini resmi berakhir :)

SELESAI.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 123 other followers