#1100 – Summer Break Updates

ENGLISH

As I said two weeks ago, the summer break has (of course) started and even though I don’t really “celebrate” this summer break, I still definitely feel its presence. Here, I have been really busy with writing about my back to back trips to Norway and London lately, and so I haven’t really got the time to write about my life during this summer break. So, how was it? Well, here we go…

Packing and Cleaning

Even though I am not going to move to my new apartment until two weeks from now, I have started to prepare myself for it, a little bit. I have cleaned some parts of my rooms and thrown some stuffs I did not need anymore away. There are still a lot other things on my list to do for this packing, cleaning, and moving stuff, but I still have two weeks for it so hopefully it is more than enough to do all of those. I think, time-wise, it is enough though, especially given that I have started doing things a little bit early, but I am still crossing my fingers for that, hahaha. I plan to do what I call the “grand-cleaning” some time this weekend, where I will clean every corner of my room. Ah, it is going to be a big weekend I guess, hahaha :lol:

Rain, rain, everywhere

Those who open 9gag frequently might notice that lately, there have been some posts (like this one and this one) about the weather in the Netherlands. And I can confirm those posts: they are true!! So, the past two weeks or so, the weather here hasn’t been that nice as it pretty much constantly rains all the time!! And of course it sucks!! You know, sometimes I felt like I wanted to do light exercise (like jogging or walking) or cycling, which were outdoor activities of course, but then it was raining!! It was not like that I could just bring my umbrella while doing these activities, hahaha… :lol: .

Now I really think that season-wise, I had my summer trips a little bit too early (in June). I should have done what I did last year: having a trip in July to at least escape some of the rains. Of course those trips in June were unmodifiable time-wise as they were for two tennis tournaments (with fixed schedule) and an international workshop (also with predetermined date). But what I mean is that I should have planned another trip this July, huahaha :lol: . Okay, lesson learned and I will definitely put this on consideration when planning for my activities next summer next year! :D

All are busy

Of course one activity that I could do during this summer break was to play tennis. But the problem was, all people that I know were either very busy with their thesis works or going on a vacation somewhere, hahaha :lol: . Well, I don’t know, maybe it is time to just practice my serve again just like what I did last winter? hahaha :lol: .

BAHASA INDONESIA

Seperti yang aku bilang dua minggu yang lalu, liburan musim panas (tentunya) sudah dimulai dan walaupun aku nggak terlalu “merayakan” liburan musim panas ini, aku masih sangat merasakan aura kehadirannya. Di blog ini, akhir-akhir ini aku fokus menulis tentang perjalananku yang berturutan ke Norwegia dan London, dan jadilah aku tidak memiliki waktu untuk sedikit menceritakan tentang kehidupanku sepanjang liburan musim panas ini sejauh ini. Jadi, bagaimanakah kehidupanku itu? Mari kita mulai…

Mengepak dan Bersih-Bersih

Walaupun aku masih belum akan pindah ke apartemenku sampai setidaknya dua minggu lagi dari sekarang, setidaknya aku sudah mulai mempersiapkan diriku untuk itu loh, walau sedikit-sedikit sih. Aku sudah mulai membersihkan beberapa bagian dari kamarku dan membuang beberapa barang yang tidak aku butuhkan. Masih ada banyak hal sih yang harus aku lakukan untuk rangkaian kegiatan mengepak, bersih-bersih, dan pindahan ini, tapi aku masih ada waktu dua minggu kan ya jadi semoga waktunya cukup deh untuk itu semua. Menurutku sih, secara waktu, seharusnya lebih dari cukup lah waktu segitu, apalagi aku juga sudah mulai mencicil sedikit. Tapi aku masih berharap juga sih mudah-mudahan beneran cukup, hahaha. Aku merencanakan apa yang akan kusebut sebagai “bersih-bersih akbar” di suatu waktu di akhir pekan ini, dimana aku akan membersihkan setiap bagian dari apartemenku. Ah, sepertinya akhir pekan ini akan menjadi akhir pekan yang menyibukkan ya, hahaha :lol: .

Hujan dimana-mana

Yang pada membuka 9gag cukup sering mungkin menyadari bahwa akhir-akhir ini, ada beberapa posting (seperti yang ini atau yang ini) mengenai cuaca di Belanda. Dan bisa aku konfirmasi bahwa posting-posting tersebut benar adanya loh!! Jadi, dua minggu belakangan ini, cuaca disini nggak terlalu ok gitu deh karena sepanjang waktu itu hujan melulu!!  Dan tentu saja ini menyebalkan!! Tahulah, kadang aku merasa ingin berolahraga ringan gitu (seperti jogging santai atau berjalan-kaki) atau sepedaan, yang mana aku lakukan outdoor tentunya ya, tetapi kemudian cuacanya malah hujan dong!!  Males banget kan kalau mau beraktivitas semacam ini tetapi harus sambil payungan gitu, hahaha… :lol: .

Sekarang aku jadi berpikir bahwa sepertinya perjalanan liburan musim panasku agak kecepetan nih (di bulan Juni). Seharusnya aku melakukan apa yang aku lakukan tahun lalu ya: jalan-jalannya di bulan Juli untuk setidaknya menghindari beberapa hujan yang turun ini. Eh, tentu saja perjalanan di bulan Juni kemarin ini juga nggak mungkin dipindah-pindah waktunya sih karena kan perjalanan-perjalanan tersebut untuk dua turnamen tenis (dengan jadwal tetap) dan sebuah workshop internasional (dengan tanggal yang telah ditentukan). Maksudku adalah, seharusnya aku merencanakan sebuah perjalanan lain gitu di bulan Juli ini, huahaha :lol: . Oke, satu pelajaran diambil deh, dan aku akan mempertimbangkan ini ketika merencanakan aktivitasku di musim panas tahun depan! :D

Semuanya sibuk

Tentu saja satu aktivitas yang bisa kulakukan di masa liburan musim panas ini adalah main tenis. Tapi masalahnya adalah, semua orang yang kukenal kok antara sedang sibuk sekali dengan kerjaan tesis mereka atau sedang pergi liburan gitu ya, hahaha :lol: . Yah, nggak tahu deh, mungkin ini adalah saat yang baik buat melatih servisku seperti yang aku lakukan di musim dingin yang lalu? hahaha :lol: .

#1094 – New Place, Summer Break, and Humidity

ENGLISH

Due to my two recent trips to Norway and London, I haven’t got much time to write a little bit about my life lately, haha. So, before publishing the next part of the 2012 Norway Trip story, I will take a few moments to share a little bit of the updates…

New Place

My contract with my current apartment will end by the end of this month. I already mentioned it three months ago that this contract is non-renewable which means that I will have to find a new place after the contract ends. After trying to find one myself and was not really happy nor satisfied with the result while time was ticking at the same time (and I also had the plans to go on trips to Norway and London), I decided to go with a housing agency provided by the university.

I subscribed at their website about three weeks ago while I was in Norway. Finally, earlier this week, I just got a confirmation and earlier today I already booked my new place!! hehe :) Phew, I am so relieved right now. It is nice to have, at least, made certain of one of the things that were uncertain… . Even though I will only be able to stay at this new place for one year, it is okay for me as I plan to go with another housing agency to find me another place when this one year period ends. And for this one, I will start much much sooner :) .

By the way, yes, it means that I am planning on staying in the Netherlands after my graduation from this Master program. I plan to have my thesis defense this August which means that I will graduate quite soon. Why August and what will I do next? Hmm, I am keeping these stories for the (hopefully near) future as now is still not the time, yet, to write things down here, hehehe :) So, keep your eyes on!! :)

Summer Break

Anyway, actually, the summer break has officially started here in TU Delft. Well, I did not really get the “hype” of the starting of the summer break though (I kinda did last year). Probably it was because I was not in Delft when the summer break started (I was in London at that time); or probably it was simply because I did not have the obligations to go to any classes anymore this quarter so that I had my “own” schedule which did not necessarily correlate to the exams and classes schedule, hmmm. So, the starting of the summer break was not something that was “big” for me as I still have works to do before my thesis defense in August.

Yet, the summer break atmosphere is, of course, apparent around the campus. It is much more relaxed and much less busy or crowded… . A lot of students are taking their break by going on trips or vacations somewhere. So, Delft is a bit of a less busy town now, hahaha.

Humid

It is summer now, and I can tell you, again, that Dutch summer is really humid. A bit like Indonesian climate, in a way. I played tennis with Nick a couple of days ago and just after about 90 minutes, we felt really tired. I mean, usually, of course we do feel tired after playing for 90 minutes, but not this tired. You know what I mean?? It was not that hot temperature-wise, so it must have been the humidity, hahaha… .

Anyway, tennis playing wise, I think I have found a little bit of a playing style that I like though. Theoretically, it may not be best-suited to clay (the tennis courts in my campus are all clay), but so far it has been working fine, hahaha :)

BAHASA INDONESIA

Karena dua perjalananku baru-baru ini ke Norwegia dan London, aku tidak memiliki banyak waktu untuk sedikit bercerita mengenai kehidupanku, haha. Jadi, sebelum mempublikasikan bagian selanjutnya dari cerita perjalanan ke Norwegia ini, aku akan menggunakan waktu ini untuk sedikit bercerita mengenai kehidupanku akhir-akhir ini…

Tempat Baru

Kontrakku dengan apartemen yang sekarang akan berakhir akhir bulan ini. Sudah kusebutkan tiga bulan yang lalu bahwa kontrak ini tidak dapat diperpanjang yang mana artinya aku harus mencari tempat baru setelah kontrak berakhir. Setelah berusaha mencari sendiri dan kurang puas dengan hasilnya sementara waktu juga semakin mepet (apalagi aku ada rencana pergi ke Norwegia dan London gitu kan), aku memutuskan untuk menggunakan jasa sebuah agen tempat tinggal gitu yang disediakan universitas.

Aku mendaftarkan diri di website-nya mereka sekitar tiga minggu yang lalu ketika aku berada di Norwegia. Akhirnya, awal minggu ini, aku mendapatkan konfirmasi dari mereka dan hari ini tadi aku sudah memesan tempatku yang baru!! hehe :) Fiuh, lega deh aku sekarang. Senang juga sudah setidaknya membuat satu hal yang sebelumnya masih tidak pasti menjadi pasti… . Walau aku hanya bisa tinggal di tempat baru ini selama setahun saja, tapi nggak papa lah ya karena untuk selanjutnya kan aku bisa menggunakan jasa agen yang lain untuk mencarikan tempat gitu setelah periode setahun ini berakhir. Dan untuk yang selanjutnya ini, aku akan mulai lebih awal deh :) .

By the way, ya, ini berarti aku memang berencana tinggal di Belanda setelah studi S2-ku ini selesai. Aku merencanakan sidang tesisku untuk diadakan di bulan Agustus ini yang mana artinya aku akan segera lulus. Kenapa bulan Agustus dan apa yang akan aku lakukan selanjutnya? Hmm, aku harus menyimpan cerita ini untuk yang akan datang nih (mudah-mudahan segera sih ya) karena sekarang ini masihlah belum merupakan waktu yang tepat untuk menuliskannya disini, hehehe :) Jadi, tunggu saja!! :)

Liburan Musim Panas

Anyway, sebenarnya, liburan musim panas sudah secara resmi dimulai loh di TU Delft. Hmm, aku nggak terlalu merasakan “hype” dimulainya liburan musim panas sih (sementara tahun lalu iya). Mungkin ini karena aku sedang tidak berada di Delft ketika liburan musim panas ini dimulai (aku sedang di London waktu itu); atau mungkin karena aku tidak harus mengikuti kelas apa pun kuarter ini sehingga aku memiliki jadwalku “sendiri” yang mana tidaklah terlalu terikat dengan jadwal ujian dan kelas, hmmm. Jadi, dimulainya liburan musim panas ini bukanlah sesuatu yang “besar” deh untukku kali ini karena toh aku masih ada kerjaan untuk mempersiapkan sidang tesis bulan Agustus nanti.

Walaupun begitu, suasana liburan musim panas, tentu, sudah sangat terasa deh di sekitar kampus. Atmosfernya lebih santai dan lebih tidak sibuk ataupun ramai… . Banyak mahasiswa yang menggunakan waktu ini untuk bepergian kemana atau liburan kemana gitu. Jadilah Delft sekarang tidaklah terlalu sibuk, hahaha.

Lembab

Sekarang ini sudah musim panas kan, dan aku bisa bilang lagi deh bahwa musim panas di Belanda itu amatlah lembab. Agak mirip-mirip sama iklim di Indonesia gitu deh, di satu sisi. Aku bermain tenis dengan Nick dua hari yang lalu dan setelah 90 menit, kami merasa capek banget loh. Maksudku, biasanya setelah main 90 menit ya tentunya capek juga ya, tapi tidak secapek ini gitu. Ngerti kah maksudku?? Secara temperatur sebenarnya tidak terlalu panas sih, jadi kayaknya memang karena kelembabannya deh, hahaha… .

Anyway, ngomongin tentang main tenis, aku rasa aku sudah menemukan sebuah gaya permainan yang aku sukai deh. Secara teori, mungkin gaya ini tidak terlalu cocok untuk lapangan tanah liat sih (lapangan-lapangan tenis di kampusku semuanya tanah liat), tapi sejauh ini baik-baik saja kok, hahaha :)

#946 – Leftovers from Germany and Switzerland

ENGLISH

Well, to close the entries sequence about my summer trip to Germany and Switzerland, I would like to share some stuffs that my friends and I encountered during our stay in those two countries. Well, of course these are the stuffs that have not yet been covered here.

note: hopefully you are not bored with this :P

1. So many Britons in Germany!

Well, during our stay in Germany, we met so many Britons. And by many, it means “many” that somehow made me bring this up in this entry, :lol: . At one point I was thinking: “I am in Germany now but why have I seen more Britons than Germans?:P How did we know they were Britons? Well, not like that we (or I) talked to every single of them. It was just that we heard they spoke English, and of course with British accent. And we met them pretty much everywhere: in Köln, Bingen, Stuttgart, etc. I think most of them were school group (as they were ranging from elementary school kids up to high school students, I think), who had summer break trip to Germany, haha. I guess it means that Germany is a favorite place for Britons to go on vacation? :D

2. Super weird card-set

During our stay in Winnenden, we decided to buy a set of playing card (because we had nothing else to do that evening). Of course we picked one set with the lowest price in one of the shops. In the hotel, we unwrapped the card set and wanted to play one game. But then, we realized something: apparently in that pack there was only HALF SET of card! So, the cards did not start from 2 to ace, but started from 7 to ace! So, there was NO 2,3,4,5,nor 6!! :shock:  *kaboom boom boom boom!!!* Huaaaaa!! What the hell was this!?!?!?!? How were we supposed to play card, when the card was only half set complete!?!? This was madness!! And maybe that was why that set of cards had the lowest price, because it was only half complete!! :lol:

Thinking about it, it was quite funny though. It is like we went to a shoes store and there was big discount for some of the shoes, but for those shoes, we could only get one of the pair: either the left or right one! zzzz…. :roll:

3. Train in Germany

During our trip in Germany, we mostly used train. And after several intercity train trips, we realized something in the train that was very different with Dutch train. In the Netherlands, people really value privacy and silence. Well, even some of the coaches here are known as “Silence” or “Stilte” cars, in which people sitting in it are not supposed to make noise (nor talk loudly as a result). But I mean, even in general coaches, generally it is not that noisy either. Some people might still talk, but not to the decibel that irritates other passengers. Well, I have encountered though some people who talked really loudly in the train here, but it does not happen very often, at least based on my experience. While in Germany, it was very different. People (mostly youngsters though) talked really loudly in the train that even me who sat in the middle of the couch could hear them, who sat pretty much in the far end of the couch! In our trip from Stuttgart to Konstanz, we were in the same couch as some group of teenagers, and they talked really really loud in the train and were very noisy! Lucky I was bringing my mp3 player so that I could reduce the loudness of them.

Well, I am not sure if this was a valid observation though, because I do not live in Germany and this incident happened during my five day stay in that country during the summer, where many youngsters travelled. I mean, you know, being young and travelling with your friends during holiday, you must be very excited, right? And this “excitement” possibly “makes” you talk louder than you usually do. It just happened that I travelled during this period of time. ;)

4. Feeling Old (?)

Haha, this one is not that important actually and don’t kill me for writing this :P FYI, I am (technically) still 22 now. But at one point during my trip, sometimes I felt kinda “old” because, well, the reason has been mentioned in some previous lines above, there were so many teenagers travelling in Germany! hahaha :P But my friends, who are older than me, told me that every time I am travelling with them, I should feel “young”, :lol: .

BAHASA INDONESIA

Yah, untuk menutup rangkaian cerita perjalanan musim panasku ke Jerman dan Swiss, aku ingin menulis beberapa hal yang aku dan teman-temanku alami nih selama perjalanan ke dua negara itu. Yah, tentu saja ya ini adalah hal-hal yang belum aku tulis disini.

note: mudah-mudahan pada nggak bosen deh :P

1. Di Jerman ada banyak orang Inggris loh!

Ya, selama masa tinggal kami di Jerman, kami bertemu banyak sekali orang Inggris. Ya, maksudnya banyak itu ya “banyak” sampai-sampai aku merasa ingin menuliskannya di posting ini, :lol: . Sampai di satu titik aku berpikir: “Aku kan sekarang di Jerman ya tapi kenapa aku malah sudah bertemu lebih banyak orang Inggris daripada orang Jerman?:P Bagaimanakah kami tahu mereka orang Inggris? Ya, bukannya kami (atau aku) berbincang-bincang dengan mereka satu per satu sih. Hanya saja kami mendengar mereka bercakap-cakap dengan bahasa Inggris dan tentu saja aksen bahasa Inggris mereka itu aksen British. Dan kami menemukannya di banyak tempat loh: di Köln, Bingen, Stuttgart, dll. Aku rasa kebanyakan adalah rombongan sekolah deh (soalnya kayanya mereka itu anak-anak SD sampai anak-anak SMA gitu), yang sedang liburan musim panas ke Jerman, haha. Ya, aku rasa sih Jerman itu adalah tempat favorit untuk liburan bagi orang Inggris mungkin yah? :D

2. Kartu yang sangat aneh sekali

Nah, ketika kami berada Winnenden, kami memutuskan untuk membeli satu set kartu remi (soalnya nggak ada kerjaan sih buat malamnya). Tentu saja kami memilih satu set kartu dengan harga termurah dong ya. Di hotel, kami membuka bungkusnya dan mau bermain satu permainan deh. Tapi kemudian, kami menyadari sesuatu: ternyata isi dari satu pak itu cuma SETENGAH SET kartu loh! Jadi kartunya nggak mulai dari 2 sampai as, tapi dari 7 sampai as! Jadi, 2,3,4,5,6-nya NGGAK ADA!! :shock:  *duar duar duar duar!!!* Huaaaaa!! Apa-apaan ini maksudnya!?!?!?!? Gimana coba mau mainnya, kalau kartunya cuma setengah komplit doang!?!? Gila kan!! Dan mungkin ini yah alasan satu set kartu itu harganya termurah, lha isinya cuma setengah set!! :lol:

Kalau dipikir-pikir lagi, lucu juga ya. Jadi seakan-akan tuh kita pergi ke toko sepatu dan ada diskon besar untuk beberapa model, tapi untuk sepatu-sepatu itu kita cuma dapat sebelah saja! zzzz…. :roll:

3. Kereta di Jerman

Selama masa tinggal kami di Jerman, kebanyakan kami naik kereta. Dan setelah menaiki beberapa perjalanan kereta antarkota, kami menyadari perbedaan antara kereta di Jerman dan kereta di Belanda. Di Belanda, orang-orang disini itu sangat menghargai privasi dan ketenangan. Malah, ada beberapa gerbong khusus yang dinamai gerbong “Silence” atau “Stilte” loh, dimana penumpang yang duduk di dalamnya itu tidak boleh membuat bunyi-bunyian (apalagi berbicara dengan keras). Cuma maksudku adalah, walau di gerbong yang biasa, biasanya sih suasananya juga nggak ribut sama sekali. Beberapa orang mungkin masih berbicara, tapi nggak keras-keras amat yang sampai menggangu penumpang lain. Yah, memang sih aku sudah beberapa kali juga bertemu orang-orang yang berbicara dengan keras disini, tapi kejadiannya nggak sering deh, setidaknya berdasarkan pengalamanku yah. Sementara di Jerman, beda sekali deh. Orang-orang (kebanyakan anak muda sih) berbicara dengan keras sekali loh di kereta sampai-sampai aku aja yang duduk di tengah gerbong mendengar suara mereka yang duduknya di ujung gerbong sana! Di perjalanan kami dari Stuttgart ke Konstanz, kami malah duduk di gerbong yang sama bersama segrup ABG-ABG Jerman, dan mereka ngobrol dengan berisik sekali loh! Untungnya aku membawa mp3 player-ku jadi aku bisa sedikit mengurangi keberisikan mereka.

Yah, aku juga nggak yakin sih kalau ini adalah observasi yang valid atau tidak, soalnya kan aku tidak tinggal di Jerman dan insiden ini terjadi ketika aku sedang jalan-jalan kesana selama lima hari, di tengah musim panas dimana banyak anak-anak muda yang berpergian. Maksudku, tahu lah, yang namanya jalan-jalan sama teman-teman dekat di masa liburan, pasti merasa bersemangat banget? Dan “rasa bersemangat” ini kan memang berpotensi “membuat” seseorang berbicara dengan lebih lantang dari biasanya. Mungkin kebetulan aja aku yang jalan-jalan di waktu-waktu ini. ;)

4. Merasa tua (?)

Haha, yang ini nggak penting banget sih dan jangan marah ya karena aku menulis ini :P FYI, sekarang sih (secara teknis) aku masih 22 tahun loh. Dan di satu titik ketika jalan-jalan kemarin, kadang aku merasa “tua” karena, ya, alasannya sih sudah disebutkan sih beberapa kali di atas, ada banyak remaja yang jalan-jalan di Jerman! hahaha :P Tapi teman-temanku, yang lebih tua daripada aku, berkata kalau selama aku bepergian dengan mereka, seharusnya aku merasa “muda”, :lol: .

#943 – Holiday Syndrome and Bike

ENGLISH

Post Holiday Syndrome

Well, technically I am STILL having my summer break until the end of August. Pretty much I am half way through (only) in this summer break. But still, people don’t call TU Delft “TU Delft” for nothing. I still have something to finish by mid of August. Well, actually it is optional though so it was my decision to try to work on it *well, it is your own fault then, Zilko :D . Indeed, maybe it is :P *.

The problem is, I was having a one month off last July as I was pretty much staying away from all things related to campus. I planned to start working on that project this week. However, well, I should have thought about this earlier though, somehow it was kinda difficult just to start it! Dammit!! I felt soo lazy as this holiday has been sooo relaxing! Just type of days I had been craving for since I started my days in TU Delft! :lol:

I felt the urge to keep procrastinating working on it. But I knew I should not. And so I gave my self a little bit of kick in the ass and went to my office yesterday. Still, I knew I could not (and should not) force myself to work full time from morning to evening as it was not going to work and it would just ruin my holiday mood, which I should enjoy while I can until the end of this month. :P Somehow I should find a balance between maintaining my holiday mood (since the purpose of having a break is to have a break, right? :D ) and getting this small project done. And so, my current plan is to take it one day at a time and not pushing myself too hard. I started a little bit yesterday, even my work was better and much more than I expected, which makes me really happy now! :)

And finally today I did not forget to postpone my Dutch class from this next quarter to the quarter after that (due to my hectic upcoming schedule this quarter). Yeah! It was not too late yet!!

I feel like an engineer!

Anyway, yesterday when I was biking around, my bike broke down! Dammit! I was stopping in a traffic light and when it turned green, I tried to paddle my bike but it did not work! It seemed that I paddled nothing! And so I moved to the curb and decided to walk back home right away. It was around 9 PM btw. I was thinking about going to the bike’s store (where I bought it three weeks ago) today to get it repaired. And I was kinda pissed because maybe I would have to pay for it since the two-week guarantee period had passed.

However, on the way back home, I looked at the paddles and realized that apparently the bike’s chain had been fallen off! Well, I was no mechanic nor bike expert but it did not look right and I suspected it was the cause of the break down. I brought my bike to my apartment (lucky my room is in the ground floor, hahaha :D ) and tried to repair it myself first. If I messed things up, then I would bring it to the bike’s store, huahahaha :lol: .

Anyway, I tried to repair it but it did not work. I knew something was wrong with the technique I did. There should be some sort of tricks on how to repair it as it did not look like a too complicated problem to work on by myself. So I googled it and found some tips online. I tried to apply those tips carefully, and after some time, it worked! I put the chain back on! Still, I had to test my bike first whether the problem was already solved or not. Testing it, it seemed fine!! And I was so happy that I repaired it by myself!! :D

Well, for some people, just repairing this super small and simple problem might not be a really “big” thing. But for those who know me well, I am (or was (?) :P ) not really a mechanical person. But I guess studying in a technical university, as a student of TU Delft whose name is very famous, and also living here in the Netherlands where everything is much more expensive in general have forced me to try to do it myself first, to be less dependent to other people in this area. This bike incident and this incident make me really happy, since they prove that having been living here for one year definitely has taught me something useful! :)

A bike's chain

BAHASA INDONESIA

Sindrom Pasca Liburan

Yah, secara teknis sih aku MASIH akan berada dalam masa liburan musim panas sampai akhir Agustus nanti. Jadi ya sejauh ini (baru) setengahnya lah yang sudah terlewati. Tapi ya, nama besar TU Delft itu bukan sekedar nama saja. Aku masih ada satu proyek yang harus kuselesaikan sebelum pertengahan Agustus. Yah, sebenarnya ini pilihan sih, nggak harus aku kerjain gitu maksudnya, jadi ya ini memang keputusanku untuk mengerjakannya *ya kalo gitu sapa suruh dong ngambil proyek ini :D Salah sendiri. Hmm, benar juga yah, salahku sendiri dong ya :P *.

Masalahnya adalah, bulan Juli kemarin tuh aku beneran menjauhkan diri dari semua hal yang berhubungan sama kampus deh. Dan aku berencana untuk memulai mengerjakan proyek itu minggu ini. Namun, harusnya aku sudah memperkirakan ini akan terjadi sih, entah bagaimana koq rasanya susaaah ya mau memulainya! Sial!! Aku merasa agak-agak malas gitu soalnya liburan ini beneran sudah santai banget nih! Beneran tipe-tipe hari yang ingin aku lalui semenjak aku memulai hari-hariku di TU Delft! *lebay* :lol:

Ada perasaan untuk mencoba menunda pekerjaan ini. Tapi aku tahu sebaiknya aku tidak melakukannya. Dan makanya aku sedikit memaksa diriku kemarin dan aku pergi ke kantor. Aku tahu aku tidak akan (dan sebaiknya memang tidak) memaksa langsung bekerja penuh dari pagi sampai malam karena itu nggak akan berhasil dan akan merusak mood liburanku kan, yang harus aku nikmati mumpung aku ada liburan ini sampai akhir bulan. :P Aku harus mampu menemukan keseimbangan antara menjaga mood liburanku (karena tujuan dari adanya liburan ya adalah untuk liburan kan? :D ) dan menyelesaikan satu proyek kecil ini. Dan oleh karenanya rencanaku sekarang adalah mengerjakannya dengan pelan-pelan dulu dan tidak terlalu memaksa diriku. Aku memulai sedikit kemarin, dan hasilnya ternyata jauh lebih baik dan banyak dari perkiraanku loh. Dan aku senang karenanya! :)

Dan akhirnya juga hari ini aku tidak lupa untuk menunda kelas bahasa Belandaku dari kuarter depan ini ke kuarter selanjutnya (karena jadwalku yang akan sangat amat padat kuarter ini). Yeah!! Untung belum terlambat!!

Berasa seperti insinyur!

Ngomong-ngomong, kemarin ini ketika aku sedang sepedaan, sepedaku rusak dong! Sial! Waktu itu aku lagi berhenti di lampu merah dan ketika lampunya hijau, aku mulai mengayuh sepeda kan, tapi kayuhannya nggak jalan! Serasa seperti aku tidak mengayuh apa-apa loh! Makanya aku lalu ke tepi jalan dan akhirnya memutuskan untuk berjalan pulang deh. Btw, waktu itu sekitar jam 9 malam deh. Aku lalu berpikir untuk pergi ke toko sepeda ini (dimana aku membelinya tiga minggu yang lalu) dan menservisnya. Dan agak jengkel juga soalnya mungkin kan aku harus membayar ongkos reparasinya soalnya masa garansi dua minggu sudah lewat.

Lalu, ketika sedang berjalan pulang, aku melihat padelnya dan menyadari bahwa ternyata rantai sepedanya itu lepas! Yah, aku memang bukan mekanik ataupun ahli sepeda tapi jelas dong itu tidak terlihat baik-baik saja dan aku duga sih itulah penyebab nggak jalannya sepedaku. Aku lalu membawa sepedaku ke dalam apartemenku (untungnya kamarku ada di lantai dasar, hahaha :D ) dan mencoba memperbaikinya. Kalau ternyata aku malah membuat masalah semakin parah, baru deh aku bawa ke toko sepedanya, huahahaha :lol: .

Kemudian aku mencoba memperbaikinya tetapi gagal deh. Aku tahu ada yang salah dengan teknik yang kulakukan. Seharusnya ada lah trik atau apa lah gitu untuk memperbaikinya karena permasalahannya tidak terlihat rumit koq untuk dibenerin sendiri. Jadi lah aku meng-google-nya dan menemukan beberapa tips di internet. Aku mencoba mengaplikasikan tips itu dengan hati-hati, dan setelah beberapa waktu, berhasil loh! Aku memasang rantainya kembali! Tapi masih lah ya sepedanya harus aku tes dulu untuk melihat apakah masalahnya sudah terselesaikan atau belum. Setelah mengetesnya, semua baik-baik saja loh!! Dan aku senang sekali karena berhasil memperbaikinya sendiri!! :D

Yah, bagi banyak orang, memperbaiki masalah sepele dan sederhana gini mungkin bukanlah hal yang “besar” banget yah. Tapi bagi mereka yang kenal aku, aku tuh (dulu (?)) bukanlah orang yang mekanis banget loh. Aku rasa sih belajar di sebuah universitas teknik, sebagai mahasiswa TU Delft yang namanya besar, dan juga hidup di Belanda yang apa-apanya mahal ini telah memaksaku untuk mencoba untuk mengerjakan sesuatu sendiri dulu, untuk tidak terlalu bergantung sama orang lain. Insiden sepeda dan insiden ini membuatku senang karena dua insiden itu membuktikan bahwa telah hidup selama setahun disini memang telah mengajarkanku sesuatu yang berguna! :)

#939 – 2011 Germany-Switzerland Summer Trip (Part II)

Cerita sebelumnya : Zilko dan teman-temannya bepergian ke Jerman dalam rangka liburan musim panas. Setelah dengan suksesnya menaklukkan hambatan-hambatan yang terjadi di kereta, kini mereka berada dalam perjalanan kereta api dengan tujuan Koblenz.

===

Naik kereta cepat itu memang enak loh, soalnya keretanya cepat (iyalah), :lol: . Hanya dalam waktu sekitar setengah jam, kami sudah tiba di stasiun Koblenz. Setelah menyimpan barang bawaan kami di stasiun kereta (ada locker dimana kami hanya perlu membayar 1,5 euro untuk satu locker besar untuk enam jam penyimpanan (dan ini murah loh, di stasiun Roma Termini di Roma, aku harus membayar sekitar 6 atau 7 euro kalau nggak salah untuk menitipkan satu tas untuk waktu penyimpanan delapan jam!)), kami langsung deh mengeksplor Koblenz.

Kami berencana untuk mengikuti boat tour selama satu jam siang hari itu. Artinya, karena in total kami mengalokasikan waktu sekitar tiga jam disana (supaya sampai di Bingen nggak kemalaman), makin sempit deh waktu kami di Koblenz. Kami langsung berjalan menuju pinggiran sungai Rhein. Dan Koblenz ternyata memang kota yang menarik untuk dikunjungi! Suasananya enak, dan memang touristy banget. Dan lagi, aku merasa sangat muda disana soalnya kebanyakan turis yang jalan-jalan disana pada hari itu adalah orang-orang tua, huahaha :lol: .

Pemandangan di pinggiran sungai Rhein-nya juga menarik sekali. Di seberang sungai, berdiri bangunan-bangunan rumah berarsitektur Eropa yang warna-warni. Ada juga gereja yang berdiri disana. Di sisi lain, kelihatan pula sebuah bekas benteng (yang bentuknya mirip kastil) bernama Ehrenbreitstein. Ditambah dengan dinginnya temperatur udara pada saat itu, makin terasa deh atmosfernya.

Kastil Ehrenbreitstein di Koblenz

Kami kemudian membeli tiket untuk boat tour selama sejam di sungai Rhein itu. Jam dua belas, kapalnya berangkat. Tentu saja dong kami memilih duduk di balkon kapalnya yang di atas itu, jadi kan pemandangannya jelas, hahaha. Turnya berlangsung selama sejam dan kapalnya muter-muter aja gitu di sungai Rhein. Pemandangannya memang bagus, dan asyik juga melihatnya dari atas kapal yang berjalan santai. Btw, sebenarnya bisa juga sih kami pergi ke Bingen naik kapal semacam ini (selain tur, mereka juga menyediakan layanan transportasi antar kota menggunakan kapal). Hanya saja, waktu tempuhnya lama banget loh (sekitar enam jam) dan harga tiketnya mahal, hahaha.

Pemandangan kota Koblenz yang berlokasi di tepian sungai Rhein

Monumen dan taman di Deutsches Eck, Koblenz

Kapal kemudian merapat di dermaga di Koblenz sekitar jam satu siang. Masih ada waktu satu jam-an sampai kereta kami berangkat. Rencananya kami ingin jalan-jalan melewati Deutsches Eck, lokasi bergabungnya sungai Mosel dan sungai Rhein di Koblenz. Tapi masuk areanya (yang juga ada tamannya dan di tamannya itu ada kereta gantung menyebrangi sungai Rhein menuju benteng Ehrenbreitstein) harus bayar loh, lumayan mahal lagi. Berhubung waktu sempit dan lagi pelit, nggak jadi masuklah kami, huahaha :lol: . Akhirnya kami jalan-jalan aja melewati pusat kotanya sambil berjalan mengarah ke stasiun.

Di stasiun, masih ada waktu 20 menitan sebelum kereta berangkat. Ya udah, berhubung lapar, aku membeli sebuah menu kuliner khas Jerman buat dibawa ke kereta: bratwurst! Keren ya namanya, Jerman banget! Tapii, pas menunya keluar, ternyata bratwurst yang kupesan itu cuma berupa hot dog, hahaha. Tapi memang sih sosisnya itu enak. :)

Makan bratwurst untuk pertama kalinya :)

Kami tidak salah naik kereta kali ini. Dan ternyata memang ya, kereta yang murah itu jauh lebih nggak enak atau nyaman daripada kereta yang mahal dan cepat, huahahaha :lol: . Butuh waktu sekitar satu jam bagi kereta itu untuk tiba di Bingen. Btw, pemandangan di sepanjang perjalanan itu juga bagus banget karena rel keretanya berada di pinggiran sungai Rhein. Jadi, selama perjalanan itu kami bisa melihat pemandangan di sungai Rhein yang berbukit-bukit, beberapa desa atau kota kecil di pinggiran sungai yang kami lewati, dan juga beberapa kastil kuno. Keren banget deh!

Setelah tiba di Bingen dan berolahraga buat mencapai hostel yang telah kami pesan sebelumnya (hostelnya ada di atas bukit ternyata 8-O ), kami check in di hostel juga. Kamar hostelnya oke loh, dan dapat kamar yang pemandangan dari jendelanya bagus: menghadap ke arah sungai Rhein dan kota Bingen! Keren banget deh view-nya pokoknya! Setelah istirahat sejenak, kami meninggalkan hostel dan berjalan menuju kota untuk kemudian menyeberang ke kota tujuan utama kami: Rüdesheim yang berada di seberang sungai dari Bingen.

Pemandangan dari kamar di hostel!

Di tengah jalan, kami harus melewati rel kereta api. Waktu itu lagi ada kereta mau lewat jadi palang keretanya menutup jalan. Setelah kereta lewat, palangnya nggak dibuka :!:Ah, mungkin bentar lagi ada kereta lain yang mau lewat, jadi disekalianin aja kali yah“, begitu pikir kami. Beberapa menit kemudian, ada dua kereta yang lewat bersamaan (relnya rel ganda). Setelah dua kereta itu lewat, palang masih nggak dibuka 8-O :!: “Apa-apan sih ini maksudnya!”, mulai sebal deh saya :evil: . Kami sudah berdiri di situ sekitar lima belas menitan loh, dan palangnya koq nggak dibuka-dibuka sih. Lima menit kemudian, ada satu kereta lain yang lewat. Setelah ini, barulah si palang dibuka. Jadi, ada deh dua puluh menit waktu kami terbuang disitu cuma untuk nungguin kereta lewat doang, hahaha :lol: Heran deh, kenapa ya setelah satu kereta lewat palangnya nggak dibuka? Kereta selanjutnya kan baru lewat lima menit kemudian, masa kita harus nunggu disitu? :roll:

Jadilah karena insiden kereta lewat itu kami jadi ketinggalan ferry yang jam 4 sore. Kami tiba di loketnya jam 4 lebih 5 menit (tuh kan andai palangnya dibuka setelah kereta pertama, masih sempat deh naik ferry yang jam 4 itu). Ferry berikutnya baru datang jam 4.40. Ya sudah deh kami mau nggak mau harus menunggu, kan nggak mungkin dong ya trus kami malah berenang menyebrang sungai yang lebarnya sekitar 450an meter itu :lol: . Di dekat dermaga itu ada taman yang ada kursinya buat duduk-duduk. Nah, disain kursinya kueren banget loh, duduk disitu PW banget dah. Kursinya tuh semacam kursi buat berjemur gitu, jadi lumayan lah bisa sambil tiduran, hahaha.

Ferry kemudian datang dan menyeberanglah kami ke Rüdesheim. Rüdesheim ternyata memang kota kecil yang indah banget! Tata kotanya bagus banget, dan memang sepertinya didisain buat dikunjungi turis deh! hahaha :) Kami kemudian membeli tiket kereta gantung untuk naik ke atas bukit, ke tempat yang bernama Niederwald. Rencananya kami ingin membeli paket dimana kita naik kereta gantung ke atas, dan turunnya naik chairlift yang turun ke desa Assmannhausen di sisi lain dari sungai Rhein. Sayang, waktu sudah terlalu sore jadi chairlift-nya sudah tidak beroperasi di hari itu. Naik kereta gantungnya keren juga. Rute kereta gantungnya adalah naik/turun Niederwald dan melewati hamparan kebun anggur (vineyard) di sepanjang perjalanan. Di samping itu, kereta gantungnya juga nggak dibuat terlalu tinggi sehingga masih nyaman buat mereka yang fobia ketinggian, sekaligus penumpang jadi lebih bisa menikmati suasana kebun anggurnya itu kan.

Suasana di Rüdesheim

Kebun anggur di Rüdesheim, terlihat dari kereta gantung

Kemudian, tibalah kami di Niederwald. Pemandangan dari atas sana keren banget loh! Kami bisa melihat sungai Rhein beserta kota Rüdesheim dan Bingen yang terletak di kedua sisinya. Di Niederwald sebenarnya ada sebuah patung raksasa yang bernama Germania. Sayang, waktu kami kesana patungnya sedang direnovasi/dirawat, jadi tidak begitu terlihat deh.

Pemandangan dari Niederwald

Setelah puas berkeliling, turunlah kami kembali ke Rüdesheim. Kami makan malam disana, dan lagi-lagi memesan schnitzel. Schnitzel kali ini rasanya lebih enak daripada schnitzel yang kami makan di Köln sehari sebelumnya, hanya memang porsinya lebih kecil (porsi yang ini lebih cocok untuk disebut sebagai porsi untuk satu orang, huahaha… :lol: ). Setelah makan, kami kemudian naik ferry kembali ke Bingen untuk kemudian tidur.

Berakhir sudah hari kedua kami yang sangatlah panjang…

BERSAMBUNG…

Di bagian selanjutnya: perjalanan menuju Stuttgart, “tersesat” di Stuttgart, dan museum mobil di pusatnya mobil di Eropa :)

#938 – 2011 Germany-Switzerland Summer Trip (Part I b)

catatan : bagi yang belum membaca bagian sebelumnya, aku sarankan sebaiknya membaca bagian pertama dulu deh jadi ceritanya bisa lebih mengalir dengan oke :)

Cerita sebelumnya: Zilko bersama teman-temannya pergi ke Jerman. Di hari kedua, mereka bepergian naik kereta dari Bonn menuju Koblenz. Ketika kereta sudah berjalan, mereka menyadari bahwa mereka berada di kereta yang salah (tidak sesuai dengan tiket). Ketika itulah sang kondektur datang memasuki gerbong untuk memeriksa tiket.

=====

Apa yang ada di pikiranku saat itu? Jelas deg-degan lah ya. Rasanya tuh seperti mangsa yang sedang bersembunyi dari pemangsanya tetapi si mangsa tahu bahwa tinggal menunggu waktu saja sampai “ditangkap”. Tapi kami juga nggak senaif itu dong. Kami berpikir langkah-langkah apa yang bisa kami lakukan:
1. Kabur ke gerbong lain : koq kayaknya nggak mungkin ya? Soalnya kan kami bawa beberapa tas bawaan tuh. Mencurigakan dong kalau kami tiba-tiba pindah ke gerbong lain?
2. Bersembunyi : bersembunyi dimana coba? Di bawah kursi? Malah mencurigakan juga dong ya. Di toilet? Masak banyak orang langsung masuk toilet? Dikira mau ngapain lagi kan, huahahaha :lol:

Jadi, ya sepertinya memang tidak ada pilihan lain selain menghadapi sang kondektur face to face. Namun, kami masih punya satu strategi terakhir: akting dan sok cool aja :cool: . Iya dong, kan dulu waktu zamannya SD-SMA di kelas bahasa Indonesia ada kan tuh pelajaran drama? Ternyata pelajaran itu penting juga loh, biar bisa akting dikit-dikit di saat yang dibutuhkan, huahaha :lol: . Kami bisa berpura-pura nggak tahu kan kalau kami salah naik kereta? Toh juga andaikan aku nggak iseng mengintip ke luar jendela kereta sewaktu kereta mulai berjalan, kami juga nggak bakalan tahu kalau kami salah kereta. Kami hanya tahu kereta ini bergerak menuju Koblenz, begitu saja. Ditambah lagi, posisi kami juga nggak buruk-buruk amat, karena:

1. Kami punya tiket, hanya salah naik kereta. Jadi bukannya kami berniat naik kereta sebagai penumpang gelap yah, enggak sama sekali. Buat Länder Tickets itu kan kami bayar juga.
2. Kereta ini kan kereta yang terlambat yang kebetulan tujuannya sama dengan tujuan kami, dan berangkat dari peron yang sama dari kereta yang seharusnya kami naiki (yang berangkatnya mungkin sekitar 5 menit setelah kereta ini).
3. Kami kan hanyalah turis yang bukan orang Jerman. Wajar lah kalau nggak memperhatikan detail seperti ini, haha :)

Kira-kira itulah argumen yang telah aku siapkan, sekalian buat menenangkan diri sendiri, haha. ;)

Lalu, sang kondektur tiba di kursi tempat kami duduk dan meminta tiket kami. Deg-degan juga loh waktu menyerahkan tiket itu ke kondekturnya. Langsung deh kepikiran untuk merelakan banyak uang yang nggak tahu berapa jumlahnya untuk dibayarkan sebagai denda. Tapi nggak papa deh kehilangan uang sebagai denda, mudah-mudahan yang penting data kami nggak dimasukin catatan kriminal itu aja. Duh, deg-degannya. Sang kondektur lalu melihat dan membaca tiket kami dengan seksama, dan kemudian percakapan berikut berlangsung:

Kondektur : “Kalian mau kemana?
Kami : “Koblenz.”
Kondektur : “Oh, Koblenz. Itu adalah pemberhentian selanjutnya, ya kira-kira 10-15 menit lagi kita tiba disana.”
Kami : “Oke.”
Kondektur : “Terima kasih. Have a nice day” *sambil mengembalikan tiket trus berpindah ke kursi selanjutnya*

*Duar duar duar!!* Ternyata cuma GITU DOANK!?!?!?!? Muahahahahaha :lol: Beneran deh setelah itu langsung kami merasa legaaaaa!! Leganya dobel karena: (1) masih memiliki clean record; (2) gak harus bayar denda. Dan langsung deh komentar kami akan kejadian yang baru terjadi adalah: “that was exciting“. :lol:

Koq nggak diapa-apain ya sama kondekturnya? *tapi memang nggak berharap diapa-apain, hahaha :PDugaan kami adalah, karena tujuan kami tidaklah terlalu jauh (Koblenz, dari Bonn), sehingga masih bisa ditolerir lah kesalahan yang kami buat itu. Ditambah lagi dengan kondisi dimana kereta itu adalah kereta yang terlambat yang tujuannya sama dan berangkat dari peron yang sama, makin bisa dimaafkan deh kesalahan yang kami buat. Nggak tahu juga sih, ini hanya dugaan kami saja. Yang penting sih: semuanya lancar dan terkendali, dan kami nggak terkena masalah apa-apa, haha. Itu membuat kami merasa sangat bersyukur dan lega! :)

Tapi bukan berarti kami malah berniat akan melakukan kesalahan yang sama lagi. Menurut kami, “keuntungan” dari kesalahan seperti itu tidaklah worth it sama sekali dibanding risiko yang ada (bukan dendanya yang menjadi masalah, tapi catatan kriminalnya itu lho). Kami mengetahui dimana kesalahan yang kami buat, dan kami memantapkan diri untuk tidak membuat kesalahan yang sama lagi, supaya clean record itu tetap terjaga.

Dan aku tidak menyarankan pembaca untuk sengaja melakukan kesalahan yang sama lho ya. Kalau pada ngeyel tetap melakukan kesalahan yang sama dan tertangkap, ya itu salah kalian sendiri koq malah sengaja bermain-main dengan api, huahahaha… :lol: .

BERSAMBUNG …

Di edisi selanjutnya: jalan-jalan di Koblenz, menyusuri kota Rüdesheim dan Bingen, dan perjalanan menuju Stuttgart.

#936 – Car, Flu, and Custom

ENGLISH

Hello all, I am back! This morning I took a flight back to Netherlands from Basel, Switzerland! I am so exhausted now! In short, it was a fun and interesting trip! Well, for now I still do not have the time (nor energy) to write about that trip in more details though. But at this occasion I would like to share about some things I learnt during the trip! :D

I can buy a car!

At one point during the trip, somehow my friends and I “got lost” to a small town near Stuttgart. And somehow, we managed to be in a BMW showroom. While we were there, we decided to look around for a while. As we were window-shopping the cars (there was no way I would buy a car anyway, :lol: ), I realized something. Well, I do not mean to be showing-off now, but it is just that I found out that the price for a car here in Europe was not that expensive! And it was BMW! Even with the living cost reimbursement of my scholarship money now, if I live tightly with it, I think I could afford a cheaper model of the car. Of course it was not that I could pay the bill at once. I would need a 10-year installments for that, :lol: . But still, it was that affordable! Well, wait wait, now I am still not that rich, and I can say this partly because as far as I know, apparently the price for a BMW in Europe is cheaper than in Indonesia, hahaha :D .

Finding this fact out definitely gave me some confidence! Well, not that I am buying this car now, since it is still too much for me. But it means that later in the future, when I am more stable financially, buying a car might not be a too luxurious thing to do as I thought before. However, before I can proceed to that step, I have to do another preparation step which IS extremely expensive in Europe: making a driving license! hahaha :) I heard, making driving license here costs at least around 1,000 euro, assuming you pass the test in the first trial. Some people need to take the test several times before passing and thus, spend like around 10,000 euro just to get a freaking driving license! haha :)

Being not fit during travelling sucks!

At one point during my trip, I did not feel well. I think I caught a flu. Well, not that I was to the point of being extremely weak and sick, no. I still could do the activities I wanted to do, but to some limited extent. And you know what, it sucked! To support my stamina, I decided to consume vitamin C after breakfast everyday (which btw, the price of vitamin C in Germany was waaay cheaper than in Netherlands! :) ). And it surely helped a lot!

Different custom

One thing I realized when I was in Germany was that people there were so task-oriented and “cold”, at least the people I met, especially them who worked in public services :D . It was not that they were not helpful. It was just that they sort of skipped the chitter-chatter and “good mannery” and just answered what I asked them. Unless I smiled, they would not smile back (even sometimes they still did not smile back). Well, I am not saying that it is bad, no. It is just a different custom and we cannot say it is good/bad. But I think some people might find it too “rigid” and “cold”, especially if they are not accustomed to this. :)

BAHASA INDONESIA

Halo semua, aku kembali! Pagi tadi aku balik ke Belanda naik penerbangan dari Basel, di Swiss! Sekarang aku capek deh! Singkatnya, liburanku sangatlah mengasyikkan dan menarik loh! Yah, sekarang sih aku lagi nggak ada waktu (dan tenaga) untuk menulis perjalananku secara lebih rinci sih. Hanya saja, aku ingin menuliskan beberapa hal yang aku dapatkan di liburan kemarin ini! :D

Aku bisa beli mobil loh!

Di satu waktu di liburanku kemarin itu, aku dan teman-temanku “kesasar” ke sebuah kota kecil di dekatnya Stuttgart. Dan entah bagaimana, kami tiba-tiba lewat di depan showroom-nya BMW. Ya udah sekalian aja kami lihat-lihat. Dan ketika kami melihat-lihat mobilnya (kan nggak mungkin dong ya aku langsung beli mobil pada saat itu juga, :lol: ), aku menyadari sesuatu. Yah, bukannya nyombong atau pamer, hanya saja aku tiba-tiba sadar bahwa harga mobil di Eropa itu nggak terlalu mahal yah! Dan mobilnya itu BMW loh! Bahkan dengan porsi biaya hidup dari uang beasiswaku sekarang, kalau aku hidup dengat sangat hemat, aku rasa aku bisa loh beli satu mobil itu (yang modelnya agak murah tentunya). Tentu saja bayarnya juga nggak sekali bayar lah ya, setidaknya butuh angsuran yang 10 tahun lah, :lol: . Tapi ya, harganya itu terjangkau! Eh, tunggu tunggu, aku masih belum sekaya itu, dan aku bisa berkata begini setengahnya karena sejauh yang aku tahu, harga mobil BMW di Eropa ini lebih murah daripada di Indonesia, hahaha :D .

Menyadari fakta ini membuatku makin percaya diri nih! Yah, aku bukannya mau beli mobilnya sekarang sih, masih terlalu “tinggi” buatku. Cuma maksudku buat nanti di masa depan, ketika aku sudah lebih stabil secara finansial, beli mobil di Eropa itu sepertinya bukan sesuatu yang sangatlah mewah seperti yang aku kira sebelum ini. Namun, sebelum aku bisa mencapai langkah itu, ada satu langkah persiapan lain nih yang di Eropa itu sangatlah mahal: bikin SIM! hahaha :) Denger-denger sih bikin SIM disini bakal habis minimal sekitar 1.000 euro deh, dengan asumsi kita langsung lulus ujian di tes pertama. Ada loh beberapa orang yang butuh beberapa kali tes biar lulus, dan totalnya bisa habis sampe 10.000an euro tuh hanya untuk mendapatkan SIM-nya aja! haha :)

p.s: kalau mau tahu berapa rupiah, 1 euro kira-kira setara dengan Rp 12.200,- (berdasarkan konversi mata uang di Yahoo Finance yang diakses tanggal 27 Juli 2011 jam 11.14 malam waktu Belanda) :D

Nggak fit saat jalan-jalan itu menyebalkan!

Di satu waktu saat jalan-jalan kemarin ini, aku merasa nggak fit. Kayaknya sih aku kena flu. Yah, bukannya aku sampai sakit banget terus lemas gitu sih. Aku masih bisa koq melakukan aktivitas yang ingin aku lakukan, hanya memang terbatas. Dan tahulah, itu sangat menyebalkan! Untuk menyokong stamina, aku memutuskan untuk minum vitamin C setelah sarapan setiap hari (btw, harga vitamin C di Jerman ternyata jauh lebih murah daripada di Belanda loh! :) ). Dan ini sangat membantu loh!

Beda kebiasaan

Satu hal lain yang aku sadari ketika aku berada di Jerman adalah orang-orang disana itu sangat fokus pada tugasnya dan “dingin”, setidaknya orang-orang yang aku temui sih, terutama mereka yang bekerja di layanan publik :D . Bukannya mereka nggak helpful yah. Hanya saja mereka cenderung untuk nggak berbasa-basi ato bertutur “ramah” dan langsung menjawab apa yang aku tanyakan. Mereka nggak akan senyum kalau aku nggak senyum duluan (bahkan kadang mereka juga nggak senyum loh padahal kan aku sudah senyum *sok ramah ceritanya*). Yah, aku nggak berkata kalau itu buruk yah, nggak sama sekali. Toh ini hanyalah perbedaan kebiasaan saja. Nggak bisa dong kita menilai hal ini baik/buruk ;) Hanya saja, aku rasa beberapa orang akan merasa orang Jerman itu sangat “kaku” dan “dingin” deh, terutama kalau mereka tidak terbiasa dengan kebiasaan ini. :)