#1177 – 2013 Australian Open

ENGLISH

So, the first grand slam tournament of 2013 has just been concluded today. And as usual, I am going to make a short review about it. :)

Women’s Singles

Even since before the first match of the tournament was played, the title had already been “given” to one player. She was, interestingly enough, not the number one player in the world; but had been in dominating form for the second half of 2012 and this form seemed to continue to 2013 as she won the title in Brisbane, which had a strong field (9 of the top 10 players competed there), easily. She was, obviously, the heavy favorite. She was none other than Serena Williams.

Nevertheless, tennis is a sport and someone still needs to win seven matches to get the singles trophy. Anything can happen, anything. And something did happen. In her first round match, Serena rolled her right ankle, badly. But she still won that match, devastatingly as well, with 6–0, 6–0 scoreline. She appeared fine by putting together devastating performance to reach the quarterfinals. There, however, another injury was exposed: a back injury. She lost in the quarterfinals through a tough three-setter.

Meanwhile, on the other side of the draw, the second-seed, Maria Sharapova, also put together impressive performance. She reached the semifinals just by losing nine games along the way! :shock: So, with Serena’s loss, the title was automatically “given” to her. But again, this is tennis. Sharapova had to win two more matches if she wanted that title. And she didn’t. The sixth-seed, Li Na from China, put together a very impressive performance, destroying Sharapova 6–2, 6–2 in the semifinals.

The defending-champion and world no.1, Victoria Azarenka, had tougher road along the way. But nevertheless, she managed to go through it all and reached the final. The final was another dramatic match. Li Na took the first set 6–4 before rolling her left ankle mid-way in the second set. Azarenka then took the second set 6–4. In the third set, Li Na, again, rolled the same ankle and fell down, and her had banged the court. :shock: I was like “What the hell” when it happened. So weird! Azarenka took the third set 6–3 and won her second grandslam title.

By doing so, Azarenka maintains her world number 1 status (if she had lost, Serena Williams would have replaced her as number 1). Serena raised to number 2 and Sharapova stepped down to number 3.

Anyway, congratulations Victoria Azarenka! You definitely deserve it!

Men’s Singles

One of the headlines before the start of the tournament was the absence of Rafael Nadal. So, this grand slam was the second in a row which he missed due to the prolonged injury. But still, the rest of the top four in the men’s game were still the favorite, with the world number 1, Novak Djokovic, as the defending champion.

Djokovic made his way to the final, after overcoming an epic fourth round encounter against Stanislas Wawrinka. He cruised through his semifinals match against the fourth-seeded, David Ferrer. On the other side of the draw, the second and third seeds, Roger Federer and Andy Murray, were on collision track and they did meet in the semifinals. Coming to the match, Murray was 10–9 against Federer but 0–5 in grand slam. This time, it was Murray’s time. He beat Federer in five set to reach his third Australian Open final.

In the final, Andy Murray made the first move, taking the first set 7–6(2) despite having no break point along the set (while Djokovic had some). Things were kept on level in the second set which forced another tiebreak to be played. This time, Murray was a little unlucky serving at 2–3 in the tiebreak when a bird feather fell down disturbing his concentration. He double-faulted at that point and it seemed the momentum heavily swayed to Djokovic afterwards, and the rest of the match. Djokovic won the tiebreak 7–3, and the last two sets 6–3, 6–2. He won his fourth Australian Open title, and third in a row. By doing so, he became the first man in the Open Era to win three consecutive Australian Open title.

Congratulations Novak Djokovic!!

Fans-Friendly Grandslam

Just like last year, what I really like about this grandslam is their interaction with fans. The same Pick Em Game that was introduced last year was run for the second time in a row this year. Even, the game expanded to not only cover the Australian Open itself, but also three of the warm-up tournaments leading up to it: Brisbane (men and women), Sydney (men and women), and Hobart (women).

I finished the game ranked 164th (out of 4808 participants) last year. So it made sense that my target was to finish within the top 100 this year, huahaha :lol: . There were 3207 participants this year. I was quite in a good position coming in to the final stage of the tournament. I think I was sitting somewhere inside the top 50. But then I was so unfortunate in the final where I made some wrong predictions, causing my position to drop, hahaha :lol: . In the end, I ended the game ranked 65th overall. Not bad, I guess.

Victoria Azarenka successfully defended her title. Photo credit: Michael Dodge/Getty Images AsiaPac

Victoria Azarenka successfully defended her title. Photo credit: Michael Dodge/Getty Images AsiaPac

Novak Djokovic won his fourth Australian Open title. Photo credit: Julian Finney/Getty Images AsiaPac

Novak Djokovic won his fourth Australian Open title. Photo credit: Julian Finney/Getty Images AsiaPac

BAHASA INDONESIA

Jadi, turnamen grand slam pertama tahun 2013 baru saja berakhir. Dan seperti biasa, aku ingin menulis sebuah review singkat tentangnya. :)

Tunggal Putri

Bahkan semenjak sebelum pertandingan pertama di turnamen ini dimainkan, titelnya telah “diberikan” ke satu orang pemain. Ia, menariknya, bukanlah pemain berperingkat satu dunia; hanya saja ia berada dalam form yang sangat mendominasi di setengah tahun 2012 dan form ini nampak berlanjut ke tahun 2013 dimana ia menjuarai turnamen pemanasan di Brisbane, yang mana field-nya kuat (9 dari 10 pemain 10 besar bermain disana), dengan amat mudah. Tentu saja ia adalah yang difavoritkan untuk juara. Ia, tak lain dan tak bukan, adalah Serena Williams.

Walaupun begitu, tenis adalah sebuah olahraga permainan dan seorang pemain harus menang tujuh pertandingan sebelum mendapatkan piala juara tunggal. Apa saja bisa terjadi, apa saja. Dan sesuatu beneran terjadi. Di pertandingan babak pertamanya, Serena mencederai pergelangan kaki kanannya, dengan amat parah. Tetapi ia masih memenangi pertandingan ini, dengan amat meyakinkan malah, dengan skor 6–0, 6–0. Ia nampak baik-baik saja dengan bermain secara meyakinkan sehingga ia mencapai perempat-final. Hanya saja, disana, sebuah cedera lain mulai menampakkan dirinya: cedera punggung bawah. Ia kalah di perempat-final melalui pertandingan tiga set.

Sementara itu, di sisi lain undiannya, unggulan kedua, Maria Sharapova, juga bermain dengan impresif. Ia mencapai semifinal hanya dengan kehilangan sembilan game saja! :shock: Jadi, dengan kalahnya Serena, titel-nya otomatis “diberikan” kepadanya. Tapi sekali lagi, ini adalah tenis. Sharapova harus menang dua pertandingan lagi kalau ia mau mendapatkan titel itu. Dan ia gagal. Unggulan keenam, Li Na dari China, bermain impresif dengan menghancurkan Sharapova 6–2, 6–2 di semifinal.

Sang juara bertahan dan peringkat satu dunia, Victoria Azarenka, harus menjalani jalan yang lebih berbatu. Walaupun begitu, ia berhasil melalui semuanya dan mencapai final. Finalnya adalah final yang dramatis lagi. Li Na memenangi set pertama 6–4 sebelum mencederai pergelangan kaki kirinya di tengah set kedua. Azarenka memenangi set kedua 6–4. Di set ketiga, Li Na, lagi-lagi, mencederai pergelangan kaki kirinya yang sama dan jatuh, dan kepalanya menghantam permukaan lapangan. :shock: Waktu nonton itu, reaksiku “Gila, apa-apaan sih ini“. Aneh banget! Azarenka memenangi set ketiga 6–3 dan memenangi gelar grandslam keduanya.

Dengan begitu, Azarenka mempertahankan peringkat 1 dunianya (andaikata ia kalah, Serena Williams akan menggantikannya sebagai nomor 1). Serena naik ke nomor 2 dan Sharapova turun ke nomor 3.

Anyway, selamat untuk Victoria Azarenka! Kamu benar-benar berhak mendapatkannya!

Tunggal Putra

Satu berita utama sebelum turnamen dimulai adalah mundurnya Rafael Nadal. Jadi, ini adalah grandslam kedua dimana ia absen karena cedera berkepanjangan. Walaupun begitu, pemain empat besar lainnya masihlah favoritnya untuk juara, dengan peringkat 1 dunia, Novak Djokovic, sebagai juara bertahan.

Djokovic berhasil masuk ke final, setelah melewati pertandingan epik di babak keempat melawan Stanislas Wawrinka. Ia memenangi pertandingan semifinalnya melawan unggulan keempat, David Ferrer, dengan mudah. Di sisi lain undian, unggulan kedua dan ketiga, Roger Federer dan Andy Murray, terus melaju dan saling berhadapan di semifinal. Masuk ke pertandingan ini, rekornya Murray melawan Federer adalah 10–9 tetapi 0–5 di grand slam. Kali ini adalah waktunya Murray. Ia menang dari Federer dalam lima set dan mencapai final Australian Open ketiganya.

Di final, Andy Murray membuat gebrakan pertama, memenangi set pertama 7–6(2) walaupun tidak mendapat kesempatan untuk mematahkan servis Djokovic di sepanjang set (sementara Djokovic memiliki beberapa kesempatan). Pertandingan berlangsung imbang di set kedua sehingga tiebreak harus dimainkan lagi. Kali ini, Murray agak kurang beruntung ketika sedang akan servis di posisi 2–3 di tiebreak ketika satu bulu burung jatuh dan mengganggu konsentrasinya. Ia melakukan double-fault di poin ini dan karena itu, nampaknya, momentum beralih ke sisi Djokovic setelahnya, dan sepanjang sisa pertandingan. Djokovic memenangi tiebreak itu 7–3, dan dua set selanjutnya 6–3, 6–2. Ia memenangi gelar Australian Open keempatnya, dan yang ketiga berturutan. Dengan begitu, ia menjadi petenis putra pertama di Era Terbuka yang memenangi tiga Australian Open berturutan.

Selamat Novak Djokovic!!

Grandslam yang Ramah Fans

Seperti tahun lalu, yang aku suka dari grandslam ini adalah interaksi mereka dengan fans. Game Pick Em yang sama yang diperkenalkan tahun lalu diadakan lagi tahun ini untuk kedua kalinya. Bahkan, game-nya dikembangkan tidak hanya mencakup Australian Open-nya saja lho, tetapi juga tiga turnamen pemanasan ke Australian Open ini: Brisbane (putra dan putri), Sydney (putra dan putri), dan Hobart (putri).

Tahun lalu, aku menyelesaikan game ini berperingkat 164 (dari 4808 peserta). Jadi, wajar dong kalau targetku tahun ini adalah selesai dengan masuk ke peringkat 100 besar, huahaha :lol: . Ada 3207 peserta tahun ini. Aku berada dalam posisi yang baik sebenarnya ketika masuk ke final. Kalau nggak salah aku berada dalam posisi 50 besar deh. Tapi kemudian aku sial di final dimana aku membuat beberapa prediksi yang salah, sehingga posisiku turun deh, hahaha :lol: . Akhirnya, aku beraada di peringkat 65 secara keseluruhan. Lumayan lah ya.

#1122 – 2012 US Open

ENGLISH

Okay, I think me not making any prediction prior to a big tennis tournament is really a good jinx for my favorites. For the third consecutive time now (after Wimbledon and the Olympics), my favorite players performed really well at the US Open!! Okay, so I think I will not make any prediction prior to the start of any tournament ever again! huahaha :lol: .

Anyway, so let me start. The fourth and final grand slam tournament of the year, the US Open, has just come to a conclusion. And I will start by first saying:

So Many Retirements

This might be one of the highlights of this edition of the tournament: there were so many retirements from the top athletes! Well, it was not ‘retirement’ as in they could not play their matches because of injury or something, but it was a real ‘retirement’ where they retired from the sport and shall never compete in professional level any more.

There were three notable names who retired during the fortnight of the event. Two names were very popular names and many might not have heard the third name if they were not big tennis fans. They were: Kim Clijsters, Andy Roddick, and Mark Knowles.

Kim Clijsters already announced from months before that this US Open would be her last tournament. She decided to end her career in a grand slam tournament where she had had the most success at. She did not come to the tournament as an overwhelming favorite, I think, but of course she was expected to do some damages. However, she had a rather shocking second round loss to Laura Robson. One day after this loss, Andy Roddick announced his decision to retire as well. One week after that, Mark Knowles also decided to stop competing.

Ah, so many great players decided to stop at this one tournament!! It was a bit sad as they were all great players, but surely life has to move on, and this was basically what they did…

Men’s Singles

The spotlight of the men’s singles was, as always recently, revolving around the top four players in the world. However, one member of this elite group, Rafael Nadal, withdrew from the tournament because of a knee injury. So, four already became three. Roger Federer was looking to win his 6th US Open title, Novak Djokovic was looking to defend his title, and Andy Murray was (still) looking for his first grand slam singles title.

However, Federer lost in the quarterfinals to Tomáš Berdych (for the second time in a grand slam quarterfinal); many might see this as an opening for Murray. Indeed, he took this chance; he beat Berdych in the semifinal to reach the final, albeit with a lot of fight. Murray would face the defending champion, Djokovic, who showed a stellar form to reach the final.

For the fifth consecutive year now (seriously, this should have shown a serious problem in the scheduling of the US Open as it has constantly been disrupted with weather), the men’s singles final was delayed to a Monday showing. I could not watch the match as it was scheduled at 4 PM  local time, or 10 PM Delft time. I only watched a few points of the first set before I had to hit the bed.

This morning, when I got up, the first thing I did (while surfing the internet) was to check the result. And what I found already made my day: Andy Murray won his first grand slam singles title!! Yaay!! He defeated Djokovic in a five-set thriller, by 7-6(10), 7-5, 2-6, 3-6, 6-2.

I watched the highlight of the match, and it seemed to be a really nice, almost 5 hour, final contest!! The score spoke for itself though, Djokovic showed his champion spirit for still being able to force a fifth set after losing the first two sets with close score!! But in the end, only one man could still stand still, and it was Murray’s turn this time.

It was a very well-deserved victory for Andy Murray, who has been battling with this question of not having won a grand slam title for the past several years. He trully deserved it. He has been trying to find the answer to that question. And his decision to hire Ivan Lendl at the beginning of the season seemed to be a smart answer. Also, I guess, his victory at the Olympics helped him mental-wise as it built the confidence in him even more.

Well, so, yeah, congratulations Andy Murray!! And I am very happy now! :D

Women’s Singles

In the women’s side, Serena Williams, Victoria Azarenka, Maria Sharapova, and Petra Kvitová were the favorites to win the title. Williams waltzed her way  through to the final, with the loss of just 19 games in six matches. The other side of the draw was more brutal; but eventually the semifinals there was between Azarenka and Sharapova. Azarenka edged Sharapova just a little bit, however, to advance to her first US Open final.

Serena was in imperious form and so she was the favorite to win the title, even though her opponent, Azarenka, was the world no.1. Serena started the match really well, dictating the entire first set and won 6-2. However, things started to get more complicated and interesting in the second set. Serena’s game level dropped while Azarenka’s raised; and Azarenka seized this opportunity by gaining the momentum, winning the second set 6-2 and took the momentum to the third set.

Me, who was watching the match live, was dying (lol :lol: ) in the third set as Serena went 1-3 down; even though she managed to level it back to 3-3, she quickly fell behind and found herself down 3-5. Azarenka was 2 points from victory at this 3-5, at 30-30, on Serena’s serve. Serena saved this to 4-5, but now it was Azarenka’s turn to serve for the championships. But a match is never over until the umpire says “game, set, and match“, especially when Serena Williams is playing; and here was the drama got to the climax. Somehow, Serena broke back and leveled it back to 5-5. She followed this with a solid hold of service to lead 6-5. Now, more pressure was shifted to Azarenka’s shoulders as she had to hold to stay in the match. Serena seized this chance, broke Azarenka’s serve, and somehow won the third set 7-5!! :shock:

This final was definitely the most thrilling women’s final of a grand slam in the past several years. My adrenaline was still rushing even after the conclusion of the match, due to this really thrilling match!! :shock: Really! I was shaking just by watching!! Tennis-quality-wise, it might not be a “clean” match (clean match: match with a lot of winner shots and relatively low number of unforced errors); but a tennis match is not only about “clean” hitting (or ‘winners’), right? Especially when this match was a grand slam final. There were a lot of involved factors and this match was one prime example to that.

I am really glad in the end Serena pulled it off :D . And it was not a waste of time for me to stay up until 1.30 AM on Sunday night (where I would have to go to work on Monday morning of course :D ), huahaha :lol: .

Anyway, so, congratulations Serena Williams!! A tennis player who won her first grand slam title 13 years ago and even now she is still playing very sharp!!

Andy Roddick retired at the 2012 US Open. Photo credit: Matthew Stockman/Getty Images North America

Kim Clijsters retired at the 2012 US Open. Photo credit: Al Bello/Getty Images North America

Andy Murray won his first grand slam title at the 2012 US Open. Photo credit: Chris Trotman/Getty Images North America

Serena Williams won her 2nd grand slam singles title of the year, 4th US Open singles title, and 15th grand slam singles title at the 2012 US Open. Photo credit: Cameron Spencer/Getty Images North America

BAHASA INDONESIA

Oke, aku rasa, aku tidak membuat prediksi apa pun sebelum turnamen tenis besar itu malah membawa keberuntungan deh untuk para pemain favoritku. Untuk ketiga kalinya berturut-turut sekarang (setelah Wimbledon dan Olimpiade), pemain favoritku mendapatkan hasil yang amat baik loh di US Open kali ini!! Oke, jadi kayaknya memang sebaiknya aku nggak usah bikin prediksi-prediksian gitu lagi deh ya di turnamen-turnamen yang akan datang! huahaha :lol: .

Anyway, mari kita mulai saja. Turnamen grand slam keempat dan terakhir tahun ini, US Open, baru saja berakhir. Dan aku akan memulai posting ini dengan mengatakan:

Banyak yang mengundurkan diri

Ini mungkin adalah salah satu highlight dari turnamen US Open edisi kali ini: ada banyak sekali pemain top yang mengundurkan diri! Mereka bukan sekedar mundur dari pertandingan karena cedera atau apa gitu ya, tapi ini beneran ‘mundur’ dalam artian mereka beneran ‘pensiun’ gitu dari olahraga ini dan nggak akan pernah berkompetisi di level profesional lagi.

Ada tiga nama yang pensiun di turnamen ini. Dua nama sangatlah terkenal dan mungkin kebanyakan nggak kenal nama ketiga kalau nggak nge-fans sama tenis. Mereka adalah: Kim Clijsters, Andy Roddick, dan Mark Knowles.

Kim Clijsters sudah mengumumkan semenjak berbulan-bulan yang lalu bahwa US Open ini akan menjadi turnamen terakhirnya. Ia memutuskan untuk gantung raket di turnamen grand slam dimana ia mendapatkan paling banyak sukses. Ia tidak datang ke turnamen ini sebagai favorit sih, menurutku ya, tapi tentu saja ia bisa diharapkan untuk bertahan cukup lama. Namun, ia justru kalah dengan mengejutkan di babak kedua dari Laura Robson. Sehari setelah kekalahan Clijsters ini, Andy Roddick juga mengumumkan keputusannya untuk pensiun. Dan seminggu kemudian, giliran Mark Knowles lah yang pensiun.

Ah, banyak pemain-pemain hebat yang pensiun di satu turnamen ini nih!! Agak menyedihkan juga karena mereka kan pemain hebat, tapi yang namanya hidup itu harus selalu berlanjut kan, dan inilah yang pada dasarnya mereka lakukan…

Tunggal Putra

Fokus perhatian tunggal putra sih, seperti biasanya beberapa tahun belakangan ini, berada di empat pemain peringkat teratas dunia. Namun, satu anggota dari grup elit ini, Rafael Nadal, memutuskan untuk mengundurkan diri sebelum turnamen karena cedera lutut. Jadi, empat menjadi tiga deh. Roger Federer ingin memenangi gelar US Open keenamnya, Novak Djokovic ingin mempertahankan gelar juaranya, dan Andy Murray (masih) ingin memenangi gelar grand slam pertamanya.

Namun, Federer kalah di perempat final dari Tomáš Berdych (untuk kedua kalinya Berdych mengalahkan Federer di perempat final grand slam); banyak yang melihat ini sebagai kesempatan bagi Murray. Dan ia memang mengambil kesempatan itu; ia mengalahkan Berdych di semifinal dan melaju ke final, walau dengan susah payah. Murray akan menghadapi Djokovic, yang menunjukkan performa yang apik untuk mencapai final.

Untuk kelima kalinya berturut-turut sekarang (beneran deh, seharusnya ini sudah pertanda jelas kalau ada masalah serius di penjadwalan US Open ya karena setiap tahun kok selalu terganggu cuaca gitu), pertandinga final tunggal putra ditunda ke hari Senin. Aku nggak bisa menontonnya karena pertandingannya dijadwalkan dimainkan jam 4 sore waktu lokal, alias jam 10 malam waktu Delft. Aku hanya sempat menonton beberapa poin dari set pertama saja sebelum tidur.

Pagi tadi, ketika aku bangun, hal pertama yang kulakukan (ketika internetan) adalah mengecek hasilnya. Dan apa yang kubaca langsung membuat hariku cerah loh: Andy Murray memenangi gelar grand slam pertamanya!! Yaay!!  Ia mengalahkan Djokovic melalui pertandingan lima set yang ketat, dengan skor 7-6(10), 7-5, 2-6, 3-6, 6-2.

Aku menonton highlight pertandingannya, dan sepertinya memang final ini adalah sebuah final sepanjang nyaris 5 jam yang seru!! Dari skornya sudah jelas lah ya, Djokovic terus berjuang gigih dengan semangat juaranya sehingga ia masih bisa memaksa set kelima untuk dimainkan padahal ia kehilangan dua set pertama dengan skor tipis!! Tapi akhirnya, hanya satu pemain saja yang bisa berdiri sebagai juara, dan kali ini adalah gilirannya Murray.

Ini adalah kemenangan sangat berhak didapatkan oleh Andy Murray, yang telah harus selalu menghadapi pertanyaan kapan akan menang grand slam selama beberapa tahun terakhir. Ia benar-benar berhak mendapatkannya. Ia sudah selalu berusaha mencari jawaban pertanyaan itu. Dan keputusannya untuk mempekerjakan Ivan Lendl sebagai pelatihnya di awal musim ini sepertinya adalah sebuah jawaban yang cerdas. Juga, aku rasa kemenangannya di Olimpiade sangat membantunya, dari segi mental, dan ini membangun kepercayaan diri di dalam dirinya.

Jadi, ya, selamat Andy Murray!! Dan aku sangat senang sekarang! :D

Tunggal Putri

Di sisi putri, Serena Williams, Victoria Azarenka, Maria Sharapova, dan Petra Kvitová adalah favorit untuk juara. Williams melaju ke final dengan sangat mulus, dimana ia kehilangan hanya 19 games dalam enam pertandingan. Sisi lain dari undian adalah sisi yang brutal; tapi pada akhirnya pertandingan semifinalnya adalah antara Azarenka dan Sharapova. Azarenka sedikit lebih unggul daripada Sharapova dan berhasil melaju ke final US Open pertamanya.

Level permainan Serena sedang berada dalam kondisi yang menakjubkan sehingga ialah yang difavoritkan untuk juara, walaupun lawannya, Azarenka, adalah pemain peringkat 1 dunia. Serena memulai pertandingan final dengan amat baik, ia mendikte set pertama dan memenanginya 6-2. Namun, pertandingan menjadi semakin rumit dan seru di set kedua. Level permainannya Serena menurun sementara levelnya Azarenka sedikit naik; dan Azarenka tentu memanfaatkan kesempatan ini. Ia mengambil momentum ini dengan memenangi set kedua dan membawa momentum di atas angin ini ke set ketiga.

Aku, yang menonton langsung pertandingan ini, merana loh (huahaha :lol: ) di set ketiga karena Serena langsung tertinggal 1-3 gitu; walaupun ia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3, tapi kemudian ia langsung tertinggal lagi 3-5. Bahkan, Azarenka hanya terpaut 2 poin dari kemenangan di posisi 3-5 ini, di poin 30-30, di servisnya Serena. Serena berhasil menyelamatkannya sehingga kedudukan menjadi 4-5, tetapi kali ini adalah gilirannya Azarenka untuk melakukan servis untuk memenangi turnamen. Tapi, sebuah pertandingan itu belumlah selesai sampai wasit berkata “game, set, and match“, terutama kalau Serena Williams sedang bermain; dan disinilah klimaks dramanya tercapai. Entah bagaimana, Serena berhasil mematahkan servis Azarenka dan menyamakan kedudukan menjadi 5-5. Performa ini ia dukung dengan mempertahankan servisnya dengan solid sehingga kimi ia memimpin 6-5.  Kini, tekanan teralihkan ke bahu Azarenka dimana ia harus mempertahankan servisnya untuk menghindari kekalahan. Serena memanfaatkan kesempatan ini, mematahkan servis Azarenka lagi, dan memenangi set ketiga 7-5!! :shock:

Final ini adalah final grand slam putri paling seru deh selama beberapa tahun belakangan ini. Adrenalin mengalir di badanku bahkan ketika pertandingannya sudah selesai, saking serunya!! :shock: Beneran deh! Aku sampai bergetar gitu padahal kan cuma nonton aja ya!! huahaha :lol: Secara kualitas tenis sih, pertandingan ini mungkin bukanlah pertandingan yang ‘resik’ (pertandingan resik: pertandingan dengan banyak pukulan winners dan (relatif) sedikit kesalahan sendiri (unforced error)); tapi tenis kan nggak hanya tentang ‘keresikan’ atau pukulan winners saja kan? Apalagi di final sebuah grand slam. Ada banyak faktor yang terlibat dan pertandingan ini adalah sebuah contoh yang pas.

Dan aku lega banget deh akhirnya Serena berhasil menang :D . Jadi kan nggak sia-sia gitu aku  mengikuti pertandingan ini sampai jam 1.30 pagi di malam Senin (dimana Senin paginya aku harus masuk ke kantor tentunya :D ), huahaha :lol: .

Anyway, selamat buat Serena Williams! Seorang pemain yang menjuarai gelar grand slam pertamanya 13 tahun yang lalu, dan kini ia pun masih bermain dengan amat hebat!!

#1107 – Tennis at the 2012 Summer Olympics

ENGLISH

Today, the tennis event at the 2012 Summer Olympics Games in London was concluded. And because Olympics is such a special event, not only because it is held only once every four years; but in tennis, if a tennis player has won titles from the four grandslams AND the Olympics, they are said to have accomplished the “Golden Slam”. Because of this, I would like to write a special post for this event, hehehe :) .

Anyway, prior to this Olympics, only three players in the history of tennis have won Golden Slam in singles: Steffi Graf, Andre Agassi, and Rafael Nadal; two teams in doubles: Todd Woodbridge/Mark Woodforde and Venus Williams/Serena Williams. In this edition of the Olympics, three singles players competing in this year’s Olympics are bidding for that title: Roger Federer, Serena Williams, and Maria Sharapova; and one doubles team: Bob Bryan/Mike Bryan. Interestingly enough, ALL of them advanced to the final of their respective events! :shock:

Btw, just as Wimbledon last month, I did not make any prediction prior to this event. And AGAIN, it was proven to be a good jinx because not only my favorite players performed well in the competition, they WON!! :) So, maybe I should never again make any prediction prior to the start of any tournament, huahaha :lol: .

The Golden Slam

As I said above, one of the highlight of this Olympics that stayed last until the very end was the topic of the Golden Slam. All three “Golden Slam” chasers in singles and one team in doubles made it to the final.

Serena Williams

The first ones to take the stage were the two ladies, Serena Wiliams and Maria Sharapova who advanced to the final of the women’s singles event. Coming to the final, Serena Williams was the huge favorite because she had been performing incredibly well in the tournament, losing just 16 games in five matches to get there, including outclassing the world no.1, Victoria Azarenka, 6-1, 6-2 in the semifinals. Combining this factor with the stat that she lost her last seven matches against Serena, and also that this was the same grass court where Serena just triumphed in Wimbledon Championships four weeks prior, a few would have picked Sharapova to win the match. However, very few would have expected the final to be very lopsided where Sharapova only managed to win one game. Serena Williams played an incredibly confident tennis (this is Sharapova’s words) in the final, winning 6-0, 6-1! :shock: Thus, Serena Williams only lost a total of 17 games in the entire tournament, which translated to a loss of just less than three games in average per match!! That is stunning stat!!

With the victory, Serena Williams won a gold medal, and earned the “Career Golden Slam” title in singles. She became just the second woman to do so, after Steffi Graf. However, one more fact that is, sometimes, forgotten is that Serena Williams has also achieved the “Golden Slam” in doubles, twice. Yes, she has won all grandslam titles and Olympics gold medal in singles and doubles!! With this, she is the only tennis player, male or female, in the history of tennis, that has achieved such a feat!! Yes, she has had, indeed, a very incredible career!!

Bob and Mike Bryan

The second one who took the stage was Bob and Mike Bryan, or the Bryan twins. The legendary pair had not won an Olympics gold medal before, even though they won bronze in Beijing in 2008. In London this time, they tried to step it up two notches. Their opponent in the final was Jo-Wilfried Tsonga/Michaël Llodra from France. Llodra was quite a doubles-specialist, ranked 6th in the doubles ranking, while Tsonga was a more singles specialist; so it was indeed a good chance for the Bryans because their opponent did not play together that much on a more regular basis. And indeed, the Bryans took advantage of this by winning the gold medal match 6-4, 7-6(2). It turned out to not be an easy match, still, by no means, but the Bryans still got the gold.

Roger Federer

It was a repeat of the Wimbledon final. Roger Federer was taking on local hope, Andy Murray. Unlike the previous rounds in the Olympics, the final would be a best of five sets match, just like Wimbledon’s final. Bouncing well from the Wimbledon loss, however, Andy Murray played incredible tennis while Federer’s level was not as good as during Wimbledon’s final, while it was still not bad either actually. Andy Murray won in straight sets 6-2, 6-1, 6-4 to win the gold medal!! :shock: He denied Roger Federer the Career Golden Slam title!! It was such an impressive performance by Murray!!

And for me, as Murray’s fan, I do hope that this incredible experience will boost his performance in the grandslam finals to come. It was a perfect experience for him because the match was on Centre Court of Wimbledon in a best of five sets match! It was just like a grandslam final! And he could win that match, against the Roger Federer!! Yes, Andy Murray has it in him, he just needs to unleash it in the next grandslam final to finally win at least one title!!

My Thought of the Olympics

The singles competition in the Olympics is recognized by the ATP and WTA, the two governing bodies that run the men’s and women’s tennis tour respectively; which means that the results from the Olympics count toward the ATP and WTA world rankings. The ATP puts the Olympics in the middle between the ATP Masters 1000, which rewards 1000 point to the titlist, and ATP World Tour 500, which rewards 500 point to the titlist; while the WTA puts it between WTA Premier 5, which rewards 900 point to the titlist, and WTA Premier, which rewards 470 point to the titlist. Therefore, Andy Murray earns 750 point and Serena Williams earns 685 point for winning gold in singles.

Well, as much as I understand the ATP’s and WTA’s decision to categorize this Olympics event to where they are now (perhaps so that their “main” events are still more prestigious, at least ranking-point-wise, than the Olympics, which is held by the ITF (grandslams are held by the ITF as well btw)); I do think the event itself deserves more “recognition” than that, ranking-point-wise. The players field in the event was wonderfully very strong while the “smaller” draw than grandslam put some very interesting match-up already in the earlier rounds; and millions of people around the world had their eyes on the event (just because it was the Olympics). In my opinion, if the points rewarded should not be as much as ATP 1000 or WTA Premier 5, it should be, at least, leaning towards them rather than sitting in the middle between them and ATP 500 or WTA Premier, respectively. So, instead of giving 1:1 weight, 2:1 or 3:1 might be better, again, in my opinion. Ah, but well, it is their decision anyway. I am just a fan who wants to let out some ideas I have in my mind, hahaha :lol:

***

So anyway, the bottom line is. Congratulations to all the medalists of this event!! In the other two events, Venus and Serena Williams played impressive doubles matches to win their third gold medal in women’s doubles together; and Victoria Azarenka and Max Mirnyi from Belarus won the gold medal in mixed doubles.

Serena Williams completed the Career Golden Slam in singles. Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images Europe

Bob and Mike Bryan completed Career Golden Slam in doubles. Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images

Andy Murray defeated Roger Federer to win gold in men’s singles event. Photo credit: Luis Acosta/AFP/GettyImages

Serena and Venus Williams won their third gold medal together. Photo credit: Julian Finney/Getty Images Europe

BAHASA INDONESIA

Hari ini, event tenis di Olimpiade Musim Panas di London telah berakhir. Dan karena Olimpiade itu adalah sebuah acara yang amat spesial, bukan hanya karena diadakan satu kali setiap empat tahun saja; tetapi di tenis, jika seorang pemain tenis telah memenangi seluruh empat gelar grandslam DAN Olimpiade, ia dikatakan telah meraih apa yang disebut “Golden Slam”. Oleh karenanya, aku ingin menulis sebuah posting khusus tentang event ini, hehehe :) .

Anyway, sebelum Olimpiade kali ini, hanya tiga pemain di sejarah tenis yang telah mendapatkan Golden Slam di sektor tunggal: Steffi Graf, Andre Agassi, dan Rafael Nadal; dan dua tim di sektor ganda: Todd Woodbridge/Mark Woodforde dan Venus Williams/Serena Williams. Nah, di edisi Olimpiade kali ini, tiga pemain yang berkompetisi di sektor tunggal berkesempatan memasuki jajaran elit tersebut pula: Roger Federer, Serena Williams, dan Maria Sharapova; dan ada satu tim ganda yang juga mengejar gelar yang sama: Bob Bryan/Mike Bryan. Yang menarik, KESEMUANYA berhasil lolos ke final di event-nya masing-masing loh! :shock:

Btw, seperti Wimbledon bulan lalu, aku tidak membuat prediksi apa pun kan sebelum turnamen ini dimulai. Dan LAGI-LAGI, ternyata ini adalah sebuah keputusan yang bagus karena nggak hanya pemain favoritku tampil baik di turnamen ini, mereka MENANG!! :) Jadi, kayaknya memang sebaiknya aku tidak usah lagi deh ya membuat prediksi-prediksian gitu di turnamen-turnamen yang selanjutnya, huahaha :lol: .

Golden Slam

Seperti yang kubilang di atas, satu fokus dari Olimpiade kali ini yang bertahan hingga akhir adalah topik Golden Slam. Kesemua pengejar gelar “Golden Slam” di tunggal dan ganda berhasil lolos ke final.

Serena Williams

Yang pertama-tama naik ke panggung final adalah kedua petenis putri, Serena Williams dan Maria Sharapova yang lolos ke final tunggal putri. Masuk ke final, Serena Williams adalah yang lebih difavoritkan karena performa briliannya sepanjang turnamen ini, yang mana ia hanya kehilangan 16 games dari lima pertandingan yang ia mainkan untuk lolos ke final, termasuk menghancurkan pemain peringkat 1 dunia, Victoria Azarenka, 6-1, 6-2 di semifinal. Menggabungkan ini dengan statistik bahwa ia selalu kalah dari Serena di tujuh pertandingan terakhir, dan lagi final diadakan di lapangan rumput yang sama dimana Serena baru saja menjuarai Kejuaraan Wimbledon empat minggu sebelumnya, hanya sedikit saja yang mungkin memfavoritkan Sharapova untuk menang. Walaupun begitu, aku rasa hanya sedikit saja yang menduga finalnya akan sangatlah berat sebelah dimana Sharapova hanya berhasil memenangi satu game saja. Serena Williams memainkan tenis yang sangat amat menakjubkan di final, dan menang telak 6-0, 6-1! :shock: Oleh karenanya, Serena Williams hanya kehilangan total 17 games sepanjang turnamen ini, yang artinyarata-rata ia hanya kehilangan kurang dari tiga games per pertandingan!! Ini adalah statistik yang sungguh mengagumkan!!

Dengan kemenangan ini, Serena Williams memenangi medali emas, dan mendapatkan gelar “Career Golden Slam” di sisi tunggal. Ia menjadi wanita kedua saja yang berhasil mraih gelar ini, setelah Steffi Graf. Namun, satu fakta lagi yang, kadang kala, terkesampingkan adalah Serena Williams telah meraih “Golden Slam” di sektor ganda juga loh, dua kali malahan. Ya, ia telah memenangi kesemua gelar grandslam dan juga medali emas Olimpiade di sektor tunggal dan ganda!! Dan dengan ini, ia adalah satu-satunya petenis, baik putra maupun putri, yang telah meraih raihan ini!! Ya, memang ia memiliki sebuah karir yang sangat fenomenal!!

Bob dan Mike Bryan

Yang  kedua yang naik ke arena final adalah Bob dan Mike Bryan, alias si kembar Bryan. Pasangan ganda legendaris ini belum pernah memenangi medali emas Olimpiade sebelumnya, walaupun mereka berhasil meraih perunggu di Beijing di tahun 2008 sih. Di London kali ini, mereka mencoba meningkatkan prestasi itu dua tingkat. Lawan mereka di final adalah Jo-Wilfried Tsonga/Michaël Llodra dari Prancis. Llodra adalah pemain spesialis ganda yang berperingkat 6 dunia di sektor ganda, sementara Tsonga merupakan pemain yang lebih spesialis ke sektor tunggal; jadi memang inilah kesempatan baik bagi si kembar Bryan karena lawannya tidaklah sering bermain bersama. Dan memang, si kembar Bryan memanfaatkan ini dan memenangi medali emas dengan skor 6-4, 7-6(2). Finalnya ternyata bukanlah final yang mudah ya, tapi toh si kembar Bryan tetap berhasil memenangi emas.

Roger Federer

Ini adalah ulangan final Wimbledon. Roger Federer akan melawan pemain tuan rumah, Andy Murray. Tidak seperti babak-babak sebelumnya di Olimpiade, finalnya ini adalah pertandingan best of five sets, seperti finalnya Wimbledon. Namun, seperti telah [ulih dengan baik semenjak kekalahannya di final Wimbledon, Andy Murray bermain dengan amat baik sementara levelnya Federer tidak sebaik levelnya ketika ia berada di final Wimbledon, walaupun ia juga tidaklah bermain buruk. Andy Murray menang dalam straight sets langsung 6-2, 6-1, 6-4 dan memenangi medali emas!! :shock: Ia menggagalkan harapan Roger Federer untuk mendapatkan gelar Career Golden Slam itu!! Benar-benar sebuah performa yang brilian dari Murray!!

Dan untukku, sebagai fans-nya Murray, aku sangat berharap final ini akan menjadi pengalaman amat berharga yang akan meningkatkan performanya di final-final grandslam selanjutnya. Ini adalah pengalaman yang sempurna baginya karena pertandingan ini diadakan di Centre Court-nya Wimbledon, di pertandingan best of five sets! Auranya mirip sekali dengan final sebuah grandslam! Dan ia berhasil memenanginya, melawan sang Roger Federer!! Ya, Andy Murray memang memilikinya di dalam dirinya, ia hanya perlu mengeluarkannya di final-final grandslam selanjutnya untuk memenangi setidaknya satu gelar!!

Pendapatku akan Olimpiade

Kompetisi tunggal di Olimpiade diakui oleh ATP dan WTA, dua badan yang menjalankan tur putra dan tur putri; yang mana artinya hasil dari Olimpiade bakal ikut dalam perhitungan peringkat pemain di ATP dan WTA. ATP mengategorikan Olimpiade di tengah-tengah di antara ATP Masters 1000, yang memberikan 1000 poin ke si juara, dan ATP World Tour 500, yang memberikan 500 poin untuk juara; sementara WTA mengategorikannya berada di tengah-tengah di antara WTA Premier 5, yang memberikan 900 poin untuk juara, dan WTA Premier, yang memberikan 470 poin untuk juara. Artinya, Andy Murray mendapatkan 750 poin dan Serena Williams mendapatkan 685 poin dengan kemenangan medali emas yang mereka peroleh.

Yah, walaupun aku mengerti latar belakang keputusannya ATP dan WTA ini untuk mengategorikan Olimpiade seperti sekarang ini (mungkin supaya event “utama”-nya mereka itu tetap lebih prestigius, setidaknya dari segi pemberian poin, daripada Olimpiade, yang diadakan oleh ITF (grandslam juga diadakan oleh ITF btw)); aku merasa event Olimpiade ini sendiri berhak mendapatkan “pengakuan” lebih dari ini deh, dari segi poin yang diberikan. Daftar pemain yang berpartisipasi di Olimpiade ini sungguhlah bagus sekali sementara undian yang lebih “kecil” daripada grandslam memungkinkan pertemuan yang menarik antara beberapa pemain terjadi di babak-babak awal turnamen; dan juga toh jutaan mata menonton acara ini di seluruh dunia (ini kan Olimpiade gitu ya). Jadi, menurutku sih, kalau pun banyaknya poin yang diberikan tidak bisa sebanyak ATP 1000 atau WTA Premier 5, seharusnya sih, setidaknya, poinnya berada agak lebih dekat ke kedua kategori ini deh dan bukannya berada tepat di tengah-tengah antara keduanya dan ATP 500 dan WTA Premier. Jadi, bukan bobot 1:1 yang diberikan, mungkin 2:1 atau 3:1 lebih pantas deh, menurutku sih ya. Ah, tapi ini toh keputusan mereka. Aku kan hanya fans saja yang ingin mengeluarkan unek-unek di kepala ini, hahaha :lol:

***

Jadi, akhirnya, intinya adalah: Selamat buat para peraih medali dari Olimpiade kali ini!! Di dua event lainnya, Venus dan Serena Williams bermain ganda putri dengan amat menakjubkan dan berhasil meraih emas untuk sektor ini; dan Victoria Azarenka dan Max Mirnyi dari Belarusia berhasil meraih emas untuk sektor ganda campuran.

#1095 – 2012 Wimbledon Championships

ENGLISH

Today, the third grandslam tournament of the year, the Wimbledon Championships, has just been concluded. This time, I did not make any prediction (like I usually do prior to the start of a grandslam tournament) mainly because I was busy travelling (huahaha :lol: ). Maybe it is good though (that I did not make any prediction) as some of my favorites players fared really good in the tournament; while every time I made those predictions, they did not fare as well. Maybe I should not make any prediction in the future, lol :lol: .

Gentlemen’s Singles

As “usual”, the limelight was directed towards the top four players in the world. Novak Djokovic was the defending champion, Rafael Nadal was coming ‘fresh’ from his triumph at Roland Garros three weeks prior, Roger Federer was eyeing to be the world no.1 (if he won the title), and Andy Murray was still chasing his first grandslam title.

However, these people are just human. Of course they don’t win all the time. Rafael Nadal suffered one of the biggest shocks in a grandslam history after falling to an unknown Czech player who was ranked at 100th in the world, Lukáš Rosol, in the second round. It was his earliest exit from a grandslam tournament since Wimbledon in 2005. Many dubbed this shock as a good opening for Andy Murray, who was in this side of the draw, to finally reach his Wimbledon final. And he did. He became the first British man to reach a Wimbledon singles final since 1938. The semifinals of other side of the draw featured Novak Djokovic and Roger Federer. Federer defeated the subpar Djokovic to reach his eight Wimbledon final.

Between Murray and Federer, it would be their third grandslam final meeting (Federer won the first two); but this time, it would take place in the UK, Murray’s home nation. Most of the crowd would be behind Murray’s back. His improved mentality and approach to big moments, instilled by his current coach, Ivan Lendl, might also widen his chance of winning. Indeed, Lendl’s influence was visible in the final. Murray didn’t play not at his best (as he did in his first three grandslam finals). He was toe to toe with Federer and took the first set 6-4. Late break in the second set, however, gave Federer the momentum and he won the last three sets 7-5, 6-3, 6-4. Federer claimed his seventh Wimbledon title, his 17th grandslam singles title, and also the world no.1 title. As for Murray, it was nothing to be ashamed of as he had showed much improvement in the final, and most importantly: played a great final.

Ladies’ Singles

As “usual”, the women’s side was much more unpredictable than the men’s side. Serena Williams, the world no.1: Maria Sharapova, and the defending champion: Petra Kvitová were probably the three hot favorites to win the title. However, Serena Williams’ early loss at the French Open made it even more tentative. Beside, two unseeded players were also under the spotlight: Kim Clijsters and Venus Williams.

Venus Williams came to the tournament unseeded since her debut in 1997. Venus, still battling the Sjögren’s syndrome, was in an “unknown” form coming to the tournament. Noone knew what to expect form her. And indeed, she was really erratic in her first round match, looking nothing like her best self which saw her triumphing five time in singles on the Wimbledon grass. She lost 1-6, 3-6 to Elena Vesnina. Kim Clijsters performed well but was knocked out in the fourth round to Angelique Kerber, the no.8 seed. It was Kim Clijsters’ last match at Wimbledon. The world no.1, Maria Sharapova, fell in the fourth round to big-hitter, Sabine Lisicki; the woman she beat in the semifinal last year. For some, these losses, sort of, affirmed the ‘openness’ of the women’s tour these past a few years…

Serena Williams played some descent (but not so spectacular) tennis in the first week of Wimbledon. However, her serving was ominous and her fighting spirit was still exemplary. She managed to get to the quarterfinals with two three-setters in the third and fourth round. Just like a champion, she raised her game when she needed to and she overplayed the defending champion, Petra Kvitová, and overpowered the world no.2, Victoria Azarenka, in the quarterfinals and semifinals respectively to reach her seventh Wimbledon singles final. Moving more “quietly” in the other side of the draw, the no.3 seed Agnieszka Radwańska progressed to her first grandslam final.

In the final, Williams quickly took control of the match and won the first set 6-1 and led by a break in the second. At this point, errors started to creep into Williams’ game while Radwańska shut her nervousness down and brought up her game level. Radwańska took the second set 7-5. Williams roared back in the third set, including winning one game with four consecutive aces. She claimed the third set 6-2; and thus, won her fifth Wimbledon singles title and her 14th grandslam singles title!!

Wimbledon is still under the Williams’ legacy now because 10 of the past 13 championships were won by either Venus or Serena; and 11 of the past 13 finals were contested by at least of the sisters.

Ladies Doubles

To underline their legacy over Wimbledon even stronger, Serena and Venus Williams also won the doubles title together! :shock: Playing in their first tournament at the competitive level since 2010 Wimbledon, the unseeded team defeated the no.4 seed and also the number 1 doubles players in the world to reach the final. They beat the sixth seeded team, Andrea Hlaváčková and Lucie Hradecká, in a good-contest final by 7-5, 6-4, to claim their fifth Wimbledon doubles title and 13th grandslam doubles title overall.

Roger Federer won Wimbledon for the seventh time. Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images Europe

Serena Williams claimed her fifth Wimbledon singles title. Photo credit: Julian Finney/Getty Images Europe

The Williams sisters also teamed up to win the doubles title, their fifth at Wimbledon, in 2012. Photo Credit: Paul Gilham/Getty Images Europe

BAHASA INDONESIA

Hari ini, turnamen grandslam ketiga tahun ini, Wimbledon Championships, telah selesai. Kali ini, aku tidak membuat prediksi apa pun (seperti yang biasanya aku lakukan setiap sebelum turnamen grandslam dimulai) karena aku sibuk bepergian (huahaha :lol: ). Eh, tapi ini mungkin bagus juga (aku tidak membuat prediksi apa pun) karena beberapa pemain favoritku malah mendapatkan hasil yang baik loh di turnamen ini; sementara setiap kali aku membuat prediksi gitu malah hasilnya tidak sebaik ini. Jadi kayaknya memang mending aku nggak usah membuat prediksi aja ya nanti, lol :lol: .

Tunggal Putra

Seperti “biasa”, sorotan tentu diarahkan ke pemain empat teratas di dunia. Novak Djokovic adalah sang juara bertahan, Rafael Nadal datang ke turnamen ini setelah memenangi Roland Garros tiga minggu sebelumnya, Roger Federer mengincar gelar nomor 1 dunia (yang akan ia raih kalau ia memenangi turnamen ini), dan Andy Murray mengejar gelar grandslam pertamanya.

Namun, bagaimanapun juga mereka-mereka ini adalah manusia biasa kan. Tentu saja mereka tidak selalu menang. Rafael Nadal mendapatkan salah satu hasil yang paling mengagetkan di sepanjang sejarah turnamen grandslam setelah kalah dari pemain tidak terkenal dari Ceko yang berperingkat 100 dunia, Lukáš Rosol, di babak kedua. Kekalahan ini adalah kekalahan terawalnya di sebuah turnamen grandslam semenjak Wimbledon di tahun 2005. Banyak yang kemudian mengatakan bahwa ini adalah sebuah kesempatan emas bagi Andy Murray, yang berada di sisi undian yang sama, untuk melaju ke final Wimbledon pertamanya. Dan ia melakukannya. Ia menjadi seorang petenis putra Inggris pertama yang berhasil mencapai finalnya Wimbledon semenjak tahun 1938 loh. Semifinal di sisi yang lain mempertemukan Novak Djokovic dan Roger Federer. Federer mengalahkan Djokovic yang tidak bermain dengan baik untuk mencapai final Wimbledon kedelapannya.

Di antara Murray dan Federer, ini akan menjadi pertemuan ketiga mereka di final sebuah grandslam (Federer memenangi dua pertemuan pertamanya); tapi kali ini, pertandingan akan berlangsung di Inggris Raya, di negara asalnya Murray. Sebagian besar penonton tentu akan mendukung Andy Murray. Selain itu, mentalitas dan pendekatannya dia akan saat-saat genting juga telah meningkat, dan ini atas berkat masukan dari pelatihnya kini, Ivan Lendl. Pada akhirnya, memang pengaruhnya Lendl terlihat dengan jelas di final ini. Murray tidak lagi tidak bermain dengan baik (ia tidak bermain dengan baik di tiga final grandslam pertamanya). Ia bermain dengan alot dengan Federer dan bahkan mengambil set pertama 6-4. Patahnya servis Murray di akhir set kedua memberikan momentum segar kepada Federer sehingga ia memenangi tiga selanjutnya dengan skor 7-5, 6-3, 6-4. Federer mengklaim gelar Wimbledon ketujuhnya, gelar grandslam ke-17-nya, dan juga peringkat 1 dunia. Untuk Murray, ia tidak perlu berkecil hati karena ia telah menunjukkan kemajuan yang sangat berarti di final, dan yang paling penting: mempersembahkan sebuah final yang seru.

Tunggal Putri

Seperti “biasa” pula, sisi putri lebih sulit diprediksi daripada sisi putra. Serena Williams, pemain peringkat 1 dunia: Maria Sharapova, dan sang juara bertahan: Petra Kvitová mungkin adalah tiga pemain yang paling difavoritkan untuk juara. Namun, kekalahannya Serena Williams di babak pertama French Open juga membuat sisi putri lebih tentatif. Di samping itu, ada dua pemain tak diunggulkan yang juga mendapatkan sorotan: Kim Clijsters dan Venus Williams.

Venus Williams datang ke turnamen ini tidak diunggulkan untuk pertama kalinya semenjak debutnya di tahun 1997. Venus, masih berjuang melawan Sindrom Sjögren, berada dalam performa yang “tak diketahui”. Tidak ada yang tahu apa yang bisa diharapkan dari penampilannya. Dan memang, ia nampak sangat tak menentu dan kacau di pertandingan babak pertamanya, sama sekali tidak terlihat performa terbaiknya yang membawanya menuju lima gelar tunggal Wimbledon. Ia kalah 1-6, 3-6 dari Elena Vesnina. Kim Clijsters tampil dengan baik tetapi kalah di babak keempat dari Angelique Kerber, unggulan ke-8. Pertandingan itu adalah pertandingannya Kim Clijsters di Wimbledon. Pemain nomor 1 dunia, Maria Sharapova, kalah di babak keempat dari pemain berpukulan keras, Sabine Lisicki; wanita yang ia kalahkan di semifinal tahun lalu. Bagi beberapa orang, ini menegaskan “keterbukaannya” tur tenis wanita beberapa tahun belakangan ini…

Serena Williams bermain dengan baik (tetapi tidak spektakuler) di minggu pertama Wimbledon. Namun, servis-nya sangat mematikan dan daya juangnya juga patut dikagumi. Ia berhasil lolos ke perempat final setelah melalui dua pertandingan tiga set di babak ketiga dan keempat. Seperti layaknya seorang juara, ia meningkatkan levelnya ketika ia membutuhkannya dan ia mengalahkan sang juara bertahan, Petra Kvitová, dan juga Victoria Azarenka, di perempat final dan semifinal berturut-turut untuk mencapai final tunggal Wimbledon ketujuhnya. Di sisi lain dari undian, Agnieszka Radwańska menembus final dengan perjalanan yang relatif lebih “tenang”.

Di final, Williams dengan cepat mengambil kontrol pertandingan dan memenangi set pertama 6-1 dan memimpin dengan satu break di set kedua. Di saat ini, ia mulai melakukan banyak kesalahan sendiri sementara pada saat yang sama Radwańska mengesampingkan rasa gugupnya dan meningkatkan level permainannya. Radwańska memenangi set kedua 7-5. Williams bangkit kembali di set ketiga, bahkan memenangi satu game dengan empat servis ace berturutan. Ia memenangi set ini 6-2; dan artinya, ia menjuarai gelar tunggal kelimanya di Wimbledon dan gelar grandslam ke-14-nya!!

Kini, Wimbledon masih berada dalam genggaman keluarga Williams karena 10 dari 13 turnamen terakhir dimenangi oleh Venus atau Serena; dan 11 dari 13 final terakhir dimainkan setidaknya oleh satu di antara bersaudari ini.

Ganda Putri

Nampak seperti untuk mempertegas genggamannya akan Wimbledon, Serena dan Venus Williams juga memenangi gelar gandanya! :shock: Bermain di turnamen pertamanya di level kompetisi semenjak Wimbledon 2012, tim yang tidak diunggulkan ini mengalahkan unggulan ke-4 dan pemain peringkat 1 dunia di ganda untuk mencapai final. Mereka mengalahkan tim unggulan keenam, Andrea Hlaváčková dan Lucie Hradecká, di final yang seru dengan skor 7-5, 6-4 untuk memenangi gelar ganda Wimbledon kelimanya dan gelar grandslam ke-13-nya secara keseluruhan.

#1087 – Paris Trip: 2012 Roland Garros (Part III)

ENGLISH

Previously on Paris Trip: 2012 Roland Garros: Zilko went to Paris to watch the second grandslam tournament of the year, Roland Garros (or the French Open). He had access for three days to the tournament; and he had spent his first two days there. Now he couldn’t wait to go to his third and last day…

***

Day 4 (Friday, 1 June 2012)

Doing exactly the same procedure as the previous two days, I got into the grounds at around, again, 9.45 AM. Just like Thursday, I also got Philippe Chatrier access this day. However, unlike the previous access, I was not that much excited as this was the schedule of play in Philippe Chatrier for this day:
1. Sloane Stephens (USA) vs Mathilde Johansson (FRA) at 11 AM; followed by:
2. Agnieszka Radwańska [3] (POL) vs Svetlana Kuznetsova [29] (RUS); followed by:
3. Fabio Fognini (ITA) vs Jo-Wilfried Tsonga [5] (FRA); and followed by:
4. Roger Federer [3] (SUI) vs Nicolas Mahut (FRA).

In my opinion, the schedule of play in Suzanne Lenglen for this day was much more interesting. The cancelled Ayumi Morita vs Maria Sharapova which was supposed to be played the day before in Philippe Chatrier was played today but in Court Suzanne Lenglen (damnit! :( ). However, there was still one big name in Philippe Chatrier today: Roger Federer.

Anyway, the guess I made the previous day was correct. Serena Williams’ mixed doubles match was scheduled to be played this Friday! :shock: Yaaay! It would be the last (fourth) match at one of the outer courts, Court no.2, after the Andreas Seppi [22] vs Fernando Verdasco [14] match. Because Court no.2 was one of the outer courts where everyone in the grounds could access it, there was no seat number in the court. For this kind of courts, the system was “one out one in“. Court no.2 was probably the most famous outer courts (it was indeed the “biggest” outer court) and I knew a lot of people would like to queue to watch the matches played in it. Because Serena’s match would be the last match, I had to strategize a little bit to be able to get a seat for her match. My strategy was to queue in the middle of the match before hers (thus, the Seppi vs Verdasco match) to hopefully get a seat before that match was over. Smart, right? Well, but it came with a price where I had to quite sacrifice my seat in Philippe Chatrier. But whatever, the matches in Philippe Chatrier were not that interesting for me anyway… :)

Btw, as much respect as I have towards Roger Federer, as I believe he is one of the greatest tennis players ever in the history of tennis, I am never really a fan of his. I don’t know why. Therefore, even though I got access to watch Federer’s match, I was willing to sacrifice this access to increase my chance of watching Serena’s match, hahaha :lol: #bigfanindeed .

Like the previous days, I also walked around the courts to see some players preparing themselves for their matches. That morning, I saw Ryan Harrison, Matthew Ebden, Tomáš Berdych, Dominika Cibulková, Kaia Kanepi, Samantha Stosur, Nuria Llagostera Vives, Anabel Medina Garrigues, Ayumi Morita, Robert Lindstedt, Horia Tecău, Mariusz Fyrstenberg, Marcin Matkowski, and Robin Haase, the current Dutch number 1 at number 39 in the world. After seeing all these players across the grounds, I walked back to Philippe Chatrier as I felt quite tired. But then, in one of the TV screens, I saw that Maria Sharapova was practicing at one of the outer courts. It was Court no. 14 and it was at the other end of the venue (read: so far away from where I was at that time). But whatever, I decided to run to Court 14 so that even though I didn’t get the chance to see Sharapova in a match, I still got the chance to see her practicing, huahaha :lol: .

After that, I was somehow quite hungry and decided to buy a French sandwich for lunch (it was like sandwich but instead of using normal bread, it used French bread, so it was huuuge!! :D ). After that, I decided to take a quick look at some underway doubles matches at Court no.2 and Court no.3. In Court no.3, Argentinian pair, Gisela Dulko and Paola Suárez, were in action; while Ryan Harrison and Matthew Ebden were taking a French team in Court no.2. After awhile, Sloane Stephens vs Mathilde Johansson match was almost concluded and I decided to go to Philippe Chatrier, well, to at least watch one match there (as the element that made my ticket more expensive that day was the access to Philippe Chatrier, so I should use this special access at least once, right? :) ).

Sloane Stephens, the promising young American, defeated the Frenchwomen handily 6-3, 6-2. The next match was supposed to be interesting on paper as the number three player in the world, Agnieszka Radwańska, was taking on the 29th seeded and 2009 French Open champion, Svetlana Kuznetsova. However, it turned out to be a very one-sided match, with the side heavily favoring Kuznetsova. She quickly built a 5-0 lead in the first set before sealing it 6-1. The second set went pretty much in the same fashion. Radwańska did put a fight earlier in the second though; but she just couldn’t match Kuznetsova, who was performing incredibly well. Kuznetsova upset Radwańska 6-1, 6-2 in just 72 minutes.

I stayed for the first three or five games of the next match between Fabio Fognini and Jo-Wilfried Tsonga before I decided to leave the court to prepare myself to queue for Court no.2. I still had time though, so I decided to walk around the grounds, again. I stopped at Court no. 12 to see the Chinese player, Li Na, practicing. When I was taking some pictures, someone was passing me just by my side (I didn’t really pay attention who it was because I was busy taking pictures) before I realized that Amelie Mauresmo, a tennis professional retiree and former number 1 player in the world, was also coming from the same direction. Two seconds later, I remembered that Amelie Mauresmo was hired by the current world no.1, Victoria Azarenka, to assist her during the clay season. And then I realized that that someone who was just passing by me was the freaking Victoria Azarenka!! :shock:

So, Victoria Azarenka took over the court from Li Na for her practice session. And I stayed there for awhile to see how the number one women’s player practiced. After watching the practice, I realized the difference between Azarenka and Sharapova, who are both known as the women’s tour’s loudest grunters. During their practice session, Sharapova was very quiet (she didn’t make any noise) while Azarenka was just being Azarenka. She also grunted the same way during practice as she was in a match. And the grunt got louder and louder as the practice went on…

Anyway, time was ticking (to Serena’s match) and my camera’s battery was also quite concerning. So I decided to go to the charger to recharge my camera’s battery a little bit to make sure I had enough power until Serena’s match. After charging my camera for around 25 minutes, I did my final preparation before joining the queue to enter Court no.2: I bought some snacks (so in case I got hungry inside Court no.2, I would not need to get out which was equivalent to sacrificing my spot in the court) and also peed, hahaha :lol: . At the time, Tsonga’s match was getting closer to the conclusion where he won in straight sets.

I started to queue at one of the three lines toward Court no.2. And indeed it looked like a really long queue. At the time, the Federer’s match at Court Philippe Chatrier was already started. Finally, after queuing for around 1 hour (yeah, it was that long), I got my access to Court no.2. The Seppi vs Verdasco’s match hadn’t ended yet and it was 2 set to 1 for Seppi. The fourth set was played and Verdasco was able to win the set forcing the fifth set to be played. And I was like: “Dear God, please don’t let this fifth set take too long like the Isner-Mathieu match“. I mean, I didn’t want the next match to be cancelled because of the longevity of this match, hehe. And so I was like supporting whoever got ahead first in the fifth set, so that the match would finish quicker, hahaha :lol: . Andreas Seppi quickly took control of the set though, and he won 6-2 in the fifth to set up a meeting against the world no.1, Novak Djokovic, in the next round.

After the match, however, there was an announcement that I did not understand (because it was in French). Some guys spread the word that the next match was forfeited or something like that. I quickly became disappointed, of course. But then, there was an official announcement in the scoreboard that the match was not forfeited, but moved to Court no.3!! And so I dashed out from Court no.2 and quickly joined the crowd to enter Court no.3!! And I was like: “Damnit, had I known it would be moved to Court no.3, I could have watched at least the first set of Federer’s match!!“. But well, who knew this would happen anyway?? hahaha.

I was quite worried I would not get access to Court no.3 as there were so many people entering the Court no.3′s gate that we literally didn’t have to walk to enter the gate as everyone was pushing. So we were, sort of, automatically pushed towards the gate, hahaha. But lucky there was still room for me!! Yeaaah!!  And then, yes, Serena Williams and Bob Bryan (and also their opponent, Gisela Dulko and Eduardo Schwank) were really warming up for the match on the court!! And I was really really happy!! hahaha :)

I took a seat in the court; and btw, because Court no.3 was one of the outer courts (which were generally smaller), it provided a much up close view to the court itself; as a result, I could see the players much clearer as they were just standing like 5 meter in front of me!! And it was Serena Williams, who normally played in big or main courts and so it would be quite difficult to get a more up close view. I also realized that in the exactly opposite side of the court, the Williams team (including Venus Williams) were sitting cheering for Serena, hahaha.

Anyway, so the match began. Serena showed a lot of signs of rust in doubles though; as everyone could hear Bob Bryan shouted out some basic instructions to Serena like  ”up” and “switch” and other basic stuffs in doubles play during the match. Serena’s reflex was also still quite in singles mode as she made a fatal mistake at one point where she tried to run for a ball which was actually within Bob Bryan’s reach (so she left her post). Serena ended up hitting the ball, but not good enough unfortunately, and Dulko/Schwank could easily hit it back to the now left-open area. It cost them a point. But well, this was actually understandable though; as it was Serena’s first competitive doubles match since Wimbledon (July) 2010, first with someone else other than Venus Williams since Leipzig (September) in 2002, and first with a male partner since Australian Open (January) in 1999 (yeah, I did my research, hahaha :D ). So a little bit of rust was quite expected.

In the end, Serena Williams/Bob Bryan lost the match 5-7, 6-3, [6-10] against the more doubles-in-form team, even though leading 5-3 in the first set. Serena also saved a match point by serving an ace in the super tie-break (typical Serena though, hitting a very good serve to save a match point, hahaha :lol: ), but in the end it wasn’t enough. But well, it should be an interesting a few months heading to Wimbledon and the Summer Olympics in London!

After the match, I decided to go back to my hostel; and there my trip to this year’s edition of Roland Garros ended. And I was really happy…

Day 5 (Saturday, 2 June 2012)

I checked out from my hostel at around 10 AM and went directly to the bus station to take my 11.30 AM bus to Den Haag. Well, it was another long bus-ride, though a bit faster and more on time than my departure trip. However, this return trip was better because there were not so many people along the trip (so there was more space) and the aircon worked better, hahaha. Btw, here is the bus route from Paris to Den Haag and back (I forgot to attach this route map file in the Part I post :P ).

Paris Gallieni International Bus Station to Den Haag Centraal Station

We arrived at 6.40 PM at Den Haag Centraal Station and I took an intercity to get back to Delft. And here my trip officially ended…

THE END.

BAHASA INDONESIA

Sebelumnya dalam Paris Trip: 2012 Roland Garros: Zilko pergi ke Paris dalam rangka menonton turnamen grandslam kedua tahun ini, Roland Garros (alias French Open). Ia mendapatkan akses selama tiga hari ke turnamennya; dan ia telah menghabiskan waktu dua hari disana. Kini ia tidak sabar untuk menggunakan akses hari ketiganya, yang juga hari terakhirnya disana…

***

Hari 4 (Jumat, 1 Juni 2012)

Melakukan hal yang sama persis seperti dua hari sebelumnya, aku masuk ke dalam area turnamennya, lagi-lagi, sekitar jam 9.45 pagi. Seperti hari Kamisnya, aku juga mendapatkan akses ke Philippe Chatrier hari ini. Namun, tidak seperti hari sebelumnya, aku tidak terlalu tertarik dengan jadwal pertandingan di Philippe Chatrier untuk hari ini:
1. Sloane Stephens (USA) vs Mathilde Johansson (FRA) jam 11 pagi; diikuti oleh:
2. Agnieszka Radwańska [3] (POL) vs Svetlana Kuznetsova [29] (RUS);  diikuti oleh:
3. Fabio Fognini (ITA) vs Jo-Wilfried Tsonga [5] (FRA); dan diikuti oleh:
4. Roger Federer [3] (SUI) vs Nicolas Mahut (FRA).

Menurutku, jadwal di Lapangan Suzanne Lenglen hari ini lebih menarik deh. Pertandingan antara Ayumi Morita dan Maria Sharapova yang seharusnya dimainkan sehari sebelumnya di Philippe Chatrier akhirnya dimainkan hari ini, tetapi di Lapangan Suzanne Lenglen (sial! :( ). Namun, masih ada satu nama besar sih di Philippe Chatrier hari ini: Roger Federer.

Anyway, tebakan yang aku buat di hari sebelumnya ternyata benar. Pertandingan ganda campurannya Serena Williams dijadwalkan untuk dimainkan hari Jumat ini loh! :shock: Yaaay!  Pertandingannya akan menjadi pertandingan terakhir (keempat) di salah satu lapangan luar, yaitu Lapangan no.2, setelah pertandingan antara Andreas Seppi [22] dan Fernando Verdasco [14]. Karena Lapangan no.2 adalah lapangan luar dimana semua orang di dalam area turnamen bisa bebas mengaksesnya, di lapangan ini nggak ada nomor kursi deh. Untuk lapangan semacam ini, sistem yang digunakan adalah “satu keluar satu masuk“. Lapangan no.2 mungkin merupakan lapangan luar yang paling terkenal (dan memang lapangan yang paling besar) dan aku tahu ada banyak orang yang akan mengantri untuk menonton pertandingan di dalamnya. Karena pertandingannya Serena adalah pertandingan terakhir, aku jadi harus berstrategi supaya bisa mendapatkan kursi untuk pertandingannya. Jadilah strategiku adalah untuk mulai mengantri di tengah pertandigan sebelumnya (yaitu Seppi vs Verdasco) untuk mudah-mudahan mendapat kursi sebelum pertandingan ini selesai. Cerdas kan? Hmm, tapi ini juga harus ‘kubayar’ karena ini berarti aku harus mengorbankan kursiku di Philippe Chatrier sih. Ah, tapi biar lah, toh pertandingan di Philippe Chatrier juga kurang menarik buatku… :)

Btw, sebagaimana hormatnya aku akan Roger Federer, karena aku pun yakin ia adalah salah seorang pemain tenis terhebat sepanjang masa, entah kenapa aku nggak terlalu pernah ngefans sama dia deh. Nggak tahu deh kenapa. Makanya, walaupun aku mendapatkan akses untuk menonton pertandingannya Federer (hoki-hokian lho supaya bisa mendapat akses seperti ini), aku rela untuk mengorbankannya deh demi melihat pertandingannya Serena, hahaha :lol: #fansberatmemang .

Seperti hari-hari sebelumnya, pagi itu aku berkeliling areanya untuk melihat-lihat beberapa pemain mempersiapkan pertandingannya. Pagi itu, aku melihat Ryan Harrison, Matthew Ebden, Tomáš Berdych, Dominika Cibulková, Kaia Kanepi, Samantha Stosur, Nuria Llagostera Vives, Anabel Medina Garrigues, Ayumi Morita, Robert Lindstedt, Horia Tecău, Mariusz Fyrstenberg, Marcin Matkowski, dan Robin Haase, pemain Belanda berperingkat tertinggi sekarang di posisi nomor 39. Setelah berkeliling melihat para pemain itu, aku berjalan kembali ke Philippe Chatrier karena merasa lumayan lelah juga. Tapi kemudian, di salah satu layar TV, aku melihat bahwa Maria Sharapova sedang latihan dong di salah satu lapangan luar. Lapangan itu adalah Lapangan no.14 yang berada di ujung lain dari area turnamen (baca: jauh sekali dari lokasi dimana aku berada saat itu). Tapi biar deh, aku memutuskan untuk berlari ke Lapangan no.14 sehingga biarpun aku nggak berkesempatan nonton Sharapova bertanding, seenggaknya bisa melihat dia latihan deh, huahaha :lol: .

Setelahnya, aku merasa cukup lapar dan memutuskan untuk makan sebuah sandwich ala Prancis untuk makan siang (makanannya itu kayak sandwich tapi rotinya bukan roti tawar biasa gitu, tapi roti pentung Prancis, jadi ukurannya guedee!! :D ). Setelahnya, aku memutuskan untuk melihat sedikit pertandingan ganda yang berlangsung di Lapangan no.2 dan Lapangan no.3. Di Lapangan no.3, tim ganda asal Argentina, Gisela Dulko and Paola Suárez, sedang beraksi; sementara Ryan Harrison dan Matthew Ebden sedang melawan ganda Prancis di Lapangan no.2. Setelah beberapa waktu, pertandingan antara Sloane Stephens dan Mathilde Johansson hampir selesai dan aku memutuskan untuk pergi ke Philippe Chatrier untuk menonton setidaknya satu pertandingan disana (karena elemen yang membuat tiketku hari ini lebih mahal kan akses ke Philippe Chatrier ini, jadi aku harus menggunakan akses khusus ini setidaknya satu kali dong, betul? :) ).

Sloane Stephens, pemain muda dari Amerika yang berbakat, mengalahkan si pemain Prancis dengan mudah, 6-3, 6-2. Pertandingan berikutnya seharusnya cukup seru di atas kertas karena pemain nomor tiga dunia, Agnieszka Radwańska, akan melawan unggulan ke-29 yang juga merupakan juara French Open 2009, Svetlana Kuznetsova. Namun, pertandingan yang berlangsung ternyata berat sebelah, dimana ‘lebih berat’-nya ini adalah ‘lebih berat’ ke Kuznetsova. Dengan cepat ia langsung unggul 5-0 di set pertama sebelum menutupnya dengan skor 6-1. Set kedua berlangsung dengan pola yang mirip. Radwańska memberikan perlawanan di awal babak kedua sih; tetapi nampaknya tidak cukup untuk menghadapi Kuznetsova yang sedang tampil amat baik. Pada akhirnya, Kuznetsova mengalahkan Radwańska 6-1, 6-2 hanya dalam waktu 72 menit.

Aku tetap duduk disana sampai tiga atau lima game pertama pertandingan selanjutnya antara Fabio Fognini dan Jo-Wilfried Tsonga sebelum aku memutuskan untuk meninggalkan arena untuk menyiapkan diri mengantri untuk Lapangan no.2. Masih ada waktu sih, jadilah aku berjalan-jalan keliling areanya, lagi. Aku berhenti sejenak di Lapangan no.12 dimana seorang pemain Cina, Li Na, sedang berlatih. Ketika aku sedang fokus mengambil foto, seseorang lewat tepat banget di sebelahku (aku nggak terlalu perhatian siapa itu karena aku fokus banget mengambil foto) sebelum aku kemudian menyadari bahwa Amelie Mauresmo, mantan petenis profesional yang dulunya pemain nomor 1 dunia, datang dari arah yang sama. Dua detik kemudian, aku ingat bahwa Amelie Mauresmo kan dipekerjakan pemain nomor 1 dunia saat itu, Victoria Azarenka, untuk mendampinginya sepanjang musim tanah liat. Dan jadilah aku baru sadar bahwa seseorang yang barusan lewat di sebelahku itu Victoria Azarenka dong!! :shock:

Jadi ceritanya, Victoria Azarenka menggunakan lapangan itu setelah Li Na untuk sesi latihannya. Jadilah aku tinggal disana sebentar untuk melihat sesi latihannya petenis wanita nomor satu dunia. Setelah menonton sesi latihannya itu, aku menyadari perbedaan antara Azarenka dan Sharapova, yang mana keduanya dikenal sebagai pemain top grunters (aku nggak tahu nih padanan katanya di bahasa Indonesia apa) terberisik di tur wanita. Di sesi latihannya, Sharapova itu tenang sekali lho (ia nggak berisik sama sekali) sementara Azarenka ya seperti Azarenka gitu deh. Ia juga grunting di sesi latihan sama seperti di pertandingan. Dan grunting-nya juga semakin keras gitu deh sepanjang latihan…

Anyway, waktu semakin mendekati waktu perkiraan pertandingannya Serena dan kondisi baterai kameraku agak mengkhawatirkan. Oleh karenanya, aku memutuskan untuk menge-charge baterai kameraku dulu supaya aku yakin aku memiliki cukup baterai sampai pertandingannya Serena. Setelah aku menge-charge-nya selama sekitar 25 menit, aku melakukan persiapan terakhir sebelum bergabung di antrian menuju Lapangan no.2: aku membeli beberapa snack (siapa tahu kan aku lapar ketika di dalam lapangan, sehingga aku nggak harus keluar gitu yang ekuivalen dengan mengorbankan tempatku di dalam lapangan) dan juga ke toilet dulu deh, hahaha :lol: . Pada waktu itu, pertandingannya Tsonga sudah semakin mendekati akhir dimana ia menang dengan straight sets.

Aku mulai mengantri di salah satu dari tiga antrian panjang menuju Lapangan no.2. Dan antriannya beneran panjang sekali lho. Pada waktu itu, pertandingannya Federer di Court Philippe Chatrier sudah dimulai. Akhirnya, setelah mengantri selama satu jam (iya, selama itu deh ngantrinya), aku mendapatkan akses masuk ke Lapangan no.2 Pertandingannya Seppi dan Verdasco juga masih belum selesai dan waktu itu Seppi unggul 2 set melawan 1. Set keempat dimainkan dan Verdasco berhasil memenanginya sehingga set kelima harus dimainkan. Dan waktu itu yang aku pikirkan adalah: “Aduh, jangan sampai set kelima ini berlangsung terlalu lama kayak pertandingannya Isner-Mathieu deh“. Maksudku, aku nggak mau dong lagi-lagi pertandingan selanjutnya harus dibatalkan saking panjangnya pertandingan yang ini, hehe. Dan jadilah aku mendukung siapapun yang lebih dulu unggul di set kelima, supaya pertandingannya beres lebih cepat gitu, hahaha :lol: . Andreas Seppi dengan cepat mengambil kontrol di set kelima, dan akhirnya ia menang 6-2 untuk mendapatkan tiket ke babak selanjutnya dimana ia akan bermain melawan pemain nomor 1 dunia, Novak Djokovic.

Setelah pertandingannya selesai, tiba-tiba ada pengumuman gitu yang aku nggak ngerti deh artinya apa (soalnya pakai bahasa Prancis sih). Beberapa orang menyebarkan berita kalau pertandingan berikutnya dibatalkan atau gimana gitu. Jadilah aku kecewa dong, jelas aja. Tapi kemudian, tiba-tiba ada pengumuman di papan skornya bahwa pertandingan selanjutnya itu bukannya dibatalkan, tetapi dipindah ke Lapangan no.3!! Dan jadilah aku langsung berlari keluar Lapangan no.2 dan buru-buru memasuki Lapangan no.3!! Dan reaksiku waktu itu: “Sialan, tahu begini kan aku bisa setidaknya nonton set pertama dari pertandingannya Federer!!“. Ah, tapi siapa juga yang tahu ini akan terjadi kan?? hahaha.

Aku agak khawatir aku tidak akan mendapatkan akses ke Lapangan no.3 karena ada banyak sekali orang yang mau masuk ke Lapangan no.3 bahkan sampai-sampai kami nggak harus berjalan loh untuk memasuki lapangan karena semua orang mendorong gitu deh (ini beneran!). Jadi ya kami tuh secara otomatis didorong masuk ke gerbangnya gitu deh, hahaha. Untungnya aku masih kebagian tempat!! Yeaaah!! Dan ya, waktu itu, Serena Williams dan Bob Bryan (dan juga lawannya, Gisela Dulko dan Eduardo Schwank) sedang pemanasan di lapangan!! Dan aku merasa bahagia deh!! hahaha :)

Aku duduk di lapangannya; dan btw, karena Lapangan no.3 itu jugalah salah satu lapangan luar (yang secara umum ukurannya lebih kecil), lapangan ini memberikan pandangan yang cukup up close ke lapangannya loh; yang mana artinya kita bisa melihat para pemainnya dengan amat jelas sekali karena mereka bermain sekitar 5 meter aja di depan kita!! Dan yang ketika itu bermain adalah Serena Williams, yang biasanya bermain di lapangan besar atau utama sehingga sulit deh untuk menontonnya dengan up close gitu. Btw, kemudian aku juga menyadari yang duduk tepat di seberang lapangan adalah tim Williams (termasuk Venus Williams) yang berada disana untuk mendukung Serena, hahaha.

Anyway, kemudian pertandingannya dimulai. Serena menunjukkan ‘karat’ yang cukup banyak di pertandingan ganda; karena semua orang bisa mendengar Bob Bryan meneriakkan beberapa instruksi dasar ke Serena semacam  ”up” dan “switch” dan beberapa hal mendasar lainnya di permainan ganda di sepanjang pertandingan. Refleks-nya Serena juga masih berada di mode tunggal sehingga pada suatu waktu ia membuat kesalahan fatal dimana ia mengejar bola yang sebenarnya berada dalam jangkauannya Bob Bryan (jadi Serena meninggalkan posnya gitu). Serena akhirnya memukul bola itu, sayangnya tidak terlalu baik, sehingga Dulko/Schwank bisa dengan mudah memukul bola itu balik ke area yang kini ‘terbuka’. Williams/Bryan kehilangan satu poin karenanya. Ah, tapi ‘karat’ ini bisa dimaklumi sih; karena ini adalah pertandingan kompetitif ganda pertamanya Serena semenjak Wimbledon (Juli) 2010, pertama kali dengan pasangan selain Venus Williams semenjak Leipzig (September) 2002, dan pertama kalinya dengan pasangan pria semenjak Australian Open (Januari) tahun 1999 (yoi, aku riset dulu dong, hahaha :D ). Jadi ya adanya ‘karat’ adalah sesuatu yang bisa dijangka lah ya.

Pada akhirnya, Serena Williams/Bob Bryan kalah 5-7, 6-3, [6-10] melawan tim ganda yang lebih in-form, walaupun mereka sebenarnya sempat unggul 5-3 lho di babak pertama. Serena juga sempat menyelamatkan match point dengan membuat servis ace di set super tie-break (tipikal Serena sih, memukul serve yang amat baik untuk menyelamatkan match point, hahaha :lol: ), tapi akhirnya itu tetaplah tidak cukup. Tapi, yah, bagaimanapun juga, beberapa bulan ini akan menjadi lebih menarik karena Wimbledon dan Olimpiade di London akan segera berlangsung kan!

Setelah pertandingan, aku memutuskan untuk kembali ke hostelku; yang mana ini berarti perjalananku ke Roland Garros tahun ini berakhir sudah. Dan aku merasa sangat senang…

Hari 5 (Sabtu, 2 Juni 2012)

Aku check out dari hostelku sekitar jam 10 pagi dan langsung pergi ke terminal bus untuk naik bus jam 11.30 pagiku ke Den Haag. Yah, perjalanan ini kembali menjadi perjalanan yang panjang ya, walaupun sedikit lebih cepat daripada keberangkatannya sih. Eh, tapi perjalanan pulang ini lebih enak lho soalnya di sepanjang perjalanan ada nggak terlalu banyak penumpang (jadi ada lebih banyak ruang gitu) dan AC-nya bekerja dengan lebih baik, hahaha. Btw, berikut ini peta rute perjalanan busnya dari Paris ke Den Haag dan sebaliknya (pas di posting bagian pertama aku lupa meng-attach peta rutenya soalnya :P ).

Terminal Bus Internasional Paris Gallieni ke Stasiun Kereta Den Haag Centraal

Aku tiba sekitar jam 6.40 sore di Stasiun Den Haag Centraal dan kemudian aku naik kereta intercity untuk kembali ke Delft. Dan kemudian perjalananku resmi berakhir…

SELESAI.

#1080 – 2012 French Open Prediction

ENGLISH

Okay, just like what I always do before a grandslam tournament’s main draw starts, it is time to make my pre-tournament prediction about the second grandslam tournament of the year, the French Open.

Men’s Singles

For me, it is still very difficult to see the winner to be someone ranked outside of the top four in the world. Some non-top-four players, for sure, still have the chances to produce some upsets by advancing to the semifinals; but to win the title, I think it is almost impossible. And from the top four players in the world, I think it will be silly to not see Rafael Nadal, the king of clay who has won six titles at the French Open in the last seven years with win-loss percentage at this tournament at 97.83%, as the heavy favorite. In fact, coming to this year’s edition of the French Open, Rafa is even in a better position than last year when he got two upsets in the finals of Rome and Madrid to Novak Djokovic. This year, Rafa has won Monte Carlo and Rome (beating Novak in both finals), and also a smaller tournament in Barcelona. Even though he lost quite early in Madrid, it was still a tough match against Fernando Verdasco and the condition is very different between Madrid and Paris.

The more intriguing puzzle is to guess who is the most likely to be Rafa’s opponent in the final. The other top four players who are in the other half of the draw are Novak Djokovic (1st seed) and Roger Federer (3rd seed). Ranking-wise, Novak Djokovic should advance to the final; plus the fact that Novak just beat Roger in the semifinals of Rome last week should give him some favor. However, two top eight players who are in their side of the draw cannot be just sidelined. Tomáš Berdych, Roger Federer’s potential quarterfinals opponent, is in a good form coming to this French Open. He reached the final of Madrid (losing in a tight three sets to Roger) and he has had the experiences of beating some top players in grandslam tournaments. Jo-Wilfried Tsonga, who is in Novak’s quarter, is always a favorite especially as he is playing in home soil. But in the end, I will just go with the seeding; and that I think Novak Djokovic will reach the final.

But as I said, between Novak Djokovic and Rafael Nadal; I think Rafael Nadal will still triumph in his favorite grandslam tournament this year.

Women’s Singles

There is a crazy thing, in my opinion, that is going on in the women’s draw. Two women that have had the best results on clay this year coming to the French Open are Serena Williams and Maria Sharapova. Serena has a 100% winning percentage on clay this year (so far), and Sharapova at 91.67% (Sharapova’s only loss on clay this year so far was only to Serena Williams). So, it is natural that these two women are the two heavy favorite for the title this year; with the ideal meeting between them should be in the final. However, based on the draw, should they meet, they will meet in the quarterfinals!! :shock: To make things crazier, the two finalists last year (Li Na, the defending champion, and Francesca Schiavone) are also in the same half of the draw! But still, from this side of the draw, I do think the finalist will either be Serena Williams or Maria Sharapova. But if I have to pick one, I will choose Serena Williams.

This makes the other half of the draw seem to be relatively bland. Looking at the draw at a glance, it seems that Victoria Azarenka, the current world no.1, should have a relatively easy passage to the final. Sure, Agnieszka Radwanska is also in a good run this year, but in my opinion, she is slowly turning to ‘Dinara Safina’ or ‘Caroline Wozniacki’ who are playing “too many” tournaments; thus, hindering her performance in a grandslam. But there is one big name who is, sort of, a floater in this side of the draw: Venus Williams. She was sidelined almost the whole year last year with injuries and illness and she came back on the tour last March in Miami. She reached three quarterfinals from the four tournaments she has played this year, and she has had good results on clay, owning nine clay singles titles behind her name. Sure she has only gone beyond quarterfinals at the French Open once (when she reached the final in 2002 where she lost to her sister), so this might also need to be considered. But what I am saying is, I think Venus Williams is able to produce some “upsets” (ranking-wise) in her part of the draw. I completely have no idea who will advance to the final from this side of the draw. Ranking-wise, it should be Victoria Azarenka; but somehow I have a feeling she will not advance to the final, hmmm. My gut feeling says that this half of the draw will be represented by someone from the relatively lower seeds or rankings. Ah, I don’t know…

So, in my opinion, the final will be Serena Williams vs someone from the lower seeds or rankings. From this encounter, of course Serena Williams is the heavy favorite, hehehe :) It may be important to note that this year is the first time Serena Williams comes to the French Open with such a very positive result during the clay court season since her triumph at the dirt grandslam 10 years ago in 2002, the first grandslam title of her “Serena Slam” run. So, yeah, no wonder she is the favorite :) .

Btw, I wouldn’t believe that I would put Serena and Sharapova as the two favorites to win the French Open if you asked me several years ago as Serena and Sharapova are (or used to be) the players not-known as clay court specialists, hehehe :)

***

So, yeah, that is my prediction for this year’s French Open. :)

My pre-tournament picks for the singles winners of this year’s French Open: Rafael Nadal and Serena Williams

Note:
Rafael Nadal’s Photo Credit: Getty Images
Serena Williams’ Photo Credit: Jasper Juinen/Getty Images Europe

BAHASA INDONESIA

Oke, seperti yang selalu aku lakukan sebelum babak utama sebuah turnamen grandslam dimulai, sekarang adalah saatnya untuk membuat prediksi pre-turnamenku tentang turnamen grandslam kedua tahun ini, French Open.

Tunggal Putra

Untukku, sulit rasanya bagi seseorang pemain dengan peringkat di luar empat besar dunia untuk memenangi turnamen ini. Beberapa pemain di luar empat besar ini, tentu saja, memang memiliki peluang untuk membuat beberapa “kejutan” dengan mencapai semifinal misalnya; tetapi untuk memenanginya, rasanya kok agak mustahil yah. Dan dari empat besar dunia ini, aku rasa konyol apabila seseorang tidak melihat Rafael Nadal, si raja tanah liat yang menjuarai French Open enam kali dalam tujuh tahun terakhir dan memiliki persentase kemenangan 97,84% di turnamen ini, sebagai sang favorit untuk juara. Bahkan, masuk ke French Open ini tahun ini, Rafa berada dalam kondisi yang lebih baik daripada tahun lalu dimana ia baru saja terkejut dengan kalah dua kali berturutan di finalnya Roma dan Madrid dari Novak Djokovic. Tahun ini, Rafa telah menjuarai Monte Carlo dan Roma (mengalahkan Novak di final keduanya), dan juga sebuah turnamen yang agak kecil di Barcelona. Walaupun ia kalah cukup awal di Madrid, pertandingan itu adalah pertandingan super ketat melawan Fernando Verdasco dan kondisinya sangat berbeda antara Madrid dari Paris.

Nah, yang lebih seru adalah menebak siapa yang paling mungkin menjadi lawan tanding Rafa di final. Pemain empat besar yang berada di setengah undian yang lain dari Rafa adalah Novak Djokovic (unggulan pertama) dan Roger Federer (unggulan ketiga). Dari segi peringkat, Novak Djokovic-lah yang seharusnya lolos ke final; fakta bahwa Novak baru saja mengalahkan Roger di semifinal di Roma minggu lalu seharusnya juga memberikan sedikit lebih keuntungan padanya. Namun, dua pemain delapan besar yang berada di sisi undian mereka juga tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Tomáš Berdych, kemungkinan lawan tanding Roger Federer di perempat-final, sedang berada dalam performa yang bagus nih memasuki French Open ini. Ia menjadi finalnya Madrid (kalah dalam tiga set ketat dari Roger) dan ia juga memiliki pengalaman mengalahkan beberapa pemain top di turnamen grandslam. Jo-Wilfried Tsonga, yang berada di kuarter yang sama dengan Novak, tentulah favorit juga apalagi kini ia bermain di kandang sendiri. Tapi pada akhirnya, rasanya aku akan tetap mengikuti peringkat aja deh; dan aku duga Novak Djokovic yang akan mencapai final.

Tapi seperti yang kubilang, antara Novak Djokovic dan Rafael Nadal; aku rasa Rafael Nadal lah yang akan menang di turnamen grandslam favoritnya ini tahun ini.

Tunggal Putri

Ada hal gila, menurutku, yang terjadi di undian tunggal putri. Dua petenis wanita dengan hasil terbaik di tanah liat tahun ini masuk ke French Open adalah Serena Williams dan Maria Sharapova. Serena memiliki persentase kemenangan 100% di tanah liat tahun ini (sejauh ini) dan Sharapova berada di 91,67% (satu-satunya kekalahan Sharapova di tanah liat tahun ini sejauh ini adalah dari Serena Williams). Jadi, rasanya natural gitu ya bahwa dua petenis ini adalah dua favorit untuk menjadi juara tahun ini; yang mana idealnya pertemuan keduanya seharusnya terjadi di final. Namun, berdasarkan undiannya, andaikata mereka bertemu, mereka akan bertemu di perempat final dong!! :shock: Yang membuat hal makin ‘parah’, dua finalis tahun lalu (Li Na, sang juara bertahan, dan Francesca Schiavone) juga berada di sisi yang sama dari undian! Tapi masih sih, dari sisi undian yang ini, aku merasa yang akan masuk ke final ya antara Serena Williams atau Maria Sharapova deh. Dan kalau aku hanya boleh memilih satu, aku memfavoritkan Serena Williams.

Ini membuat sisi lain dari undian nampak agak kurang seru. Melihat undiannya secara sekilas, sepertinya Victoria Azarenka, pemain peringkat 1 dunia saat ini, mendapatkan jalan yang mulus ke final. Memang, Agnieszka Radwanska juga memiliki performa yang baik tahun ini, tapi menurutku nih ya, perlahan-lahan ia menjadi semakin seperti ‘Dinara Safina’ atau ‘Caroline Wozniacki’ gitu ya yang bermain “kebanyakan” turnamen; sehingga performanya di grandslam malah terganggu. Tapi, ada satu lagi nama besar yang, bisa dikatakan, seperti ‘bola liar’ di turnamen ini: Venus Williams. Ia absen karena cedera dan sakit tahun lalu dan ia baru saja kembali ke tur bulan Maret lalu di Miami. Ia mencapai tiga perempat final dari empat turnamen yang telah ia masuki, dan ia juga memiliki hasil yang baik di tanah liat loh, dengan sembilan titel tanah liat tunggal di belakang namanya. Memang, ia baru pernah menembus lebih dari perempat final di French Open satu kali saja (ketika ia mencapai final di tahun 2002 dimana ia kalah dari adiknya), jadi ini juga sepertinya perlu dipertimbangkan. Tapi maksudku adalah, aku rasa Venus Williams mampu menghasilkan beberapa “kejutan” (dari segi ranking pemain) di sisi undiannya. Aku bener-bener nggak tahu siapa yang akan masuk ke final dari sisi undian ini. Secara peringkat, seharusnya memang Victoria Azarenka ya; tetapi entah kenapa aku ada feeling bahwa ia nggak akan lolos ke final deh, hmmm. Feeling-ku malah mengatakan sisi undian yang ini akan diwakili oleh seorang pemain unggulan agak rendah atau berperingkat lebih rendah deh di final. Ah, nggak tahu ah…

Jadi, menurut pendapatku, finalnya adalah Serena Williams melawan seseorang dengan peringkat agak rendah. Dari pertemuan ini, jelas Serena Williams adalah favoritnya dong ya, hehehe :) Mungkin penting untuk dicatat bahwa tahun ini adalah kali pertama Serena Williams datang ke French Open dengan hasil yang sungguh positif di musim tanah liat semenjak ketika ia menjuarai turnamen grandslam tanah liat ini 10 tahun lalu di tahun 2002, titel grandslam pertama dari rangkaian “Serena Slam”-nya. Jadi, ya, nggak heran deh ia adalah favorit di tahun ini :) .

Btw, misalnya beberapa tahun yang lalu pada bilang bahwa Serena dan Sharapova adalah dua favorit utama untuk menjuarai French Open ini, aku nggak akan percaya loh karena Serena dan Sharapova kan tidak dikenal sebagai pemain spesialis tanah liat, hehehe :)

***

Jadi, ya, itulah prediksiku untuk French Open kali ini. :)

#1026 – 2012 Australian Open

ENGLISH

This year’s edition of the first grandslam tournament of the year, the Australian Open (AO), has just come to an end earlier today with the men’s singles final match being concluded. I made a prediction and updated it a little bit; and it turned out that my prediction of the winners was wrong, huahaha :lol: .

Women’s Singles

The finalists of the women’s singles competition were Victoria Azarenka (Vika) and Maria Sharapova. I did predict that Vika would make it to the final. I even correctly predicted her semifinal opponent, which was Kim Clijsters, whom outlasted world no.1 Caroline Wozniacki in the quarterfinals (I also correctly predicted this match :D ). However, I didn’t pick Vika as the winner because I thought the pressure of a grandslam final (it would be her first) might hurdle her a little bit and affected her performance. I was wrong, BIG TIME. Not only Victoria Azarenka eventually won the final match, she also demolished Maria Sharapova convincingly, beating the Russian 6-3, 6-0! Vika was quite nervous in the first two games, trailing 0-2, but then she came victorious winning 12 of the next 13 games to seal the final in just 1 hour and 22 minutes. She will also receive another reward (apart from a A$ 2,300,000 prize money and a grandslam title), as of next Monday, she will replace Caroline Wozniacki as the new world no.1! Sweet story!! As for Caroline Wozniacki, who has been criticized a lot for still not winning a slam despite having held the world no.1 ranking for 67 weeks, she will drop to world no.4 as of Monday, behind Petra Kvitová (2nd) and Maria Sharapova (3rd). She will have tough jobs ahead to defend a lot of points within the next 6 weeks, otherwise her ranking might slip down even further. Anyway, congratulations Vika! You truly deserve it!! (note: Victoria Azarenka also becomes the first female player to be ranked world no.1 without previously ever been ranked no.2 (her highest rank prior to this was 3rd)).

Men’s Singles

Now, the men’s singles. Well, it has been super extra-ordinary. My prediction for the finalists were wrong though, both Andy Murray and Roger Federer fell in the semifinals. Roger Federer fell in the hand of Rafael Nadal, whom came into the tournament in a questionable form because of a shoulder injury and apparent bandage on his knee. In the other side of the draw, I kinda hoped Andy Murray would pull the trigger even more and advanced to his third successive final appearance at the AO. He was seemingly in a good position for that after leading 2 sets to 1 after the third set; but instead he ran out of steam in the fourth set, succumbing 1-6, and thus the fifth set needed to be played. Novak Djokovic took an early lead in the fifth set before Murray began to regain his form, leveling the match. He had two break points at 5-5, but Novak served very well on those two occasions and held that important game. The next game, he broke Andy Murray to win the match after 4 hour and 50 minutes. I do think Andy Murray had his chance (but didn’t execute them). Some said it was the two break points he had at 5-5 in the fifth; but, IMO, I disagree. I think his chance was in the fourth set. He shouldn’t have let himself down in that fourth set. He had the momentum, he should have let that keep going on in his game. Ah, still, but this is good news for Andy Murray though: he is one of the big four, but yet there is still room for improvements. With the help of his new coach,Ivan Lendl, he will (hopefully) get there :)

The final started kinda slow. Both players didn’t seem to quite grasp their form. But this didn’t last that long. It turned out to be an epic match which lasted 5 hours and 53 minutes, the longest match in Australian Open history and the longest final of any grandslam tournaments! Both Novak and Rafa played cleanly and incredibly, before in the end the world no.1 prevailing and won 5-7, 6-4, 6-2, 6-7(6), 7-5! Both pretty much showcased the level of men’s tennis right now: where a lot of elements need to be possessed at once by a player who wants to be on top of the game. It was such an epic and super close match. Probably Rafa was a little unlucky at the end, but surely still nothing can be taken away from Novak Djokovic. He really is the world no.1 now!

Other Remarkable Incidents

Aside from those matches, this edition of Australian Open has been very interesting and entertaining for me as a fan. There were a few other “incidents” that happened during the two-week tournament which were equally memorable. One of the most highlighted was probably the incident in the second round where Marcos Baghdatis broke four rackets just within 60 seconds to release his frustration.  :shock: He didn’t even bothered to unwrap two of those rackets before breaking them! :shock: Another interesting incident was David Nalbandian’s outrage to the umpire in his second round match against John Isner. In the fifth set, Isner was firing a serve which the linesman called out but the umpire overruled it and said it was good, thus an ace for Isner. Nalbandian then took a careful look at the mark (he took like 6-7 seconds) on the court before in the end deciding to challenge the call. The umpire, however, didn’t let him because he had been taking too long to make the challenge. Nalbandian got mad. It is true though that a player should challenge right away if he/she feels the correct call hasn’t been made. Hmm…

Fans-Friendly Grandslam

Anyway, as a fan of tennis who couldn’t be in Australia these past two weeks, this particular grandslam has been super awesome. Why? Well, they have a feature in their website which involves the fans even more: they have an interactive game called Pick Em. This is a simple game actually. Everyday, they will ask the participants (whom should register with their Facebook account to play the game) to predict the winners of several matches (mostly ten, unless around the end of the tournament where there were less matches played). Every good prediction gained the player predetermined point(s). The awarded points were different for every stage of the match, with higher point given to more important (or later) matches in the tournament. Everyday, they gave away virtual medals (gold, silver, and bronze) to players with most points gained during that day. And in the end, they would award virtual cup for the overall winner and runner-up. As a fan, of course I joined this game, muahahaha :lol: .

In total, there were 4808 participants and my target was to finish within the top 100, muahahaha :lol: . After the first week, I was actually in a good position, with my temporary ranking was as high as world no. 23 . But then, you know, luck was not on my side as I made few prediction errors in the semifinals and finals (you can see that on my prediction). And these matches were “more important” matches with bigger points which meant that I lost a lot of points because of them. As a result, my ranking dropped, haha. I ended the game ranked no. 164 (well, not really bad considering it is out of 4808 players, right? haha :P ) and with four silver medals :D .

Ah, we gotta love this grandslam tournament. I hope the other three will follow their lead (by interacting with the fans more) and I cannot wait for next year’s AO!!

Victoria Azarenka, the 2012 Australian Open Champion, with her women's singles trophy. Photo credit: Nicolas Asfouri/AFP/Getty Images

Novak Djokovic expressed his feeling after coming victorious in an epic 5 sets battle in the final of the 2012 Australian Open. Photo credit: William West/AFP/Getty Images

note : both photos were taken from the official Facebook page of the Australian Open.

BAHASA INDONESIA

Edisi tahun ini dari turnamen grandslam pertama tahun ini, Australian Open (AO), akhirnya berakhir juga hari ini dengan pertandingan final tunggal putra yang telah selesai. Aku membuat sebuah prediksi dan meng-update-nya sedikit; dan ternyata prediksiku tentang pemenangnya salah, huahaha :lol: .

Tunggal Putri

Finalis dari partai tunggal putri adalah Victoria Azarenka (Vika) dan Maria Sharapova. Aku memang memprediksikan Vika akan masuk ke final. Bahkan, prediksiku akan lawannya di semifinal benar loh, Kim Clijsters, yang mengalahkan pemain peringkat 1 dunia Caroline Wozniacki di perempatfinal (aku juga memprediksi pertandingan ini dengan tepat :D ). Namun, aku tidak memilih Vika sebagai pemenangnya karena aku merasa bahwa tekanan dan aura dari final sebuah grandslam (ini kan akan menjadi final pertamanya gitu) berbeda dan bisa menjadi rintangan baginya di final. Ternyata aku salah, SALAH BANGET malahan. Victoria Azarenka tidak hanya akhirnya juara, tapi ia juga menghancurkan Maria Sharapova dengan meyakinkan, dengan skor 6-3, 6-0! Vika memang agak grogi di dua game pertama sehingga ketinggalan 0-2, tapi kemudian ia meningkatkan level permainannya dan memenangi 12 dari 13 game selanjutnya untuk menutup pertandingan dengan kemenangan hanya dalam 1 jam 22 menit saja. Ia juga akan menerima kado lain (selain hadiah uang senilai 2.300.000 dollar Australia (berarti sekitar 21 milyar rupiah gitu kan ya) dan sebuah gelar grandslam), mulai Senin besok, ia akan menggantikan Caroline Wozniacki sebagai pemain peringkat 1 dunia! Cerita yang manis ya buat Vika!! Untuk Caroline Wozniacki sendiri, yang sudah sering dikritik karena ia belum juga menjuarai grandslam padahal ia telah memegang gelar peringkat 1 selama 67 minggu, ia akan turun ke peringkat 4 dunia Senin besok, di bawah Petra Kvitová (2) dan Maria Sharapova (3). Ia juga akan mendapat tantangan besar untuk mempertahankan banyak sekali poin dalam waktu 6 minggu ke depan, kalau tidak, ranking-nya akan turun lebih jauh. Anyway, selamat buat Vika! Kamu benar-benar berhak mendapatkannya!! (catatan: Victoria Azarenka juga menjadi petenis putri pertama yang mendapatkan gelar peringkat 1 dunia tanpa pernah menempati peringkat 2 dunia sebelumnya (peringkat tertinggi yang pernah ia tempati sebelumnya adalah peringkat 3)).

Tunggal Putra

Sekarang, tunggal putra. Partai ini berlangsung sangat keren dan seru sekali. Prediksiku tentang finalisnya salah sih, karena Andy Murray dan Roger Federer kalah di semifinal. Roger Federer kalah di tangan Rafael Nadal, yang masuk ke turnamen ini dengan banyak ketidak-pastian karena cedera bahu dan perban yang ia pakai di lututnya. Di sisi lain dari undian, aku berharap Andy Murray akan bermain lebih berapi dan memenangkan semifinal itu untuk kemudian masuk ke putaran final untuk ketiga kali berturut-turut di AO. Ia nampak berada pada posisi yang menguntungkan setelah unggul 2 set lawan 1 di akhir set ketiga; tetapi ia malah loyo di set keempat dan kalah 1-6, sehingga set kelima perlu dimainkan. Novak Djokovic langsung unggul di awal set kelima sebelum Murray kembali mendapatkan momentumnya dan menyamakan skor. Ia memiliki dua break points di posisi 5-5, tapi Novak meluncurkan pukulan serve yang baik di kedua kesempatan itu untuk mempertahankan servisnya. Di game berikutnya, ia mematahkan servis Andy Murray dan memenangkan pertandingan itu setelah 4 jam 50 menit. Aku rasa sebenarnya Andy Murray memiliki kesempatan untuk menang ya (cuma ia tidak berhasil mengeksekusinya dengan baik). Beberapa berpendapat bahwa dua break points di posisi 5-5 itu adalah kesempatannya; tapi aku kurang setuju. Menurutku, sebenarnya kesempatannya berada di set keempat. Seharusnya ia tidak mengecewakan dirinya dengan bermain buruk di set itu. Ia sedang memegang momentum pertandingan, seharusnya ia bisa lebih memanfaatkannya dengan baik. Ah, tapi sebenarnya ini merupakan berita yang baik bagi Andy Murray sih: ia adalah salah seorang dari big four, tapi kalau dilihat-lihat lagi, masih ada ruang bagi perkembangan untuk permainannya. Dan dengan bantuan pelatih barunya, Ivan Lendl, ia (mudah-mudahan) bisa sampai di level itu :)

Finalnya sendiri dimulai agak pelan. Kedua pemain awalnya seperti belum “klik” dengan permainannya gitu. Tapi ini tidak berlangsung lama. Finalnya akhirnya menjadi sebuah pertandingan yang epik yang berlangsung selama 5 jam 53 menit, pertandingan terlama di sejarah Australian Open, dan pertandingan final terlama di turnamen grandslam manapun! Novak dan Rafa bermain dengan sangat baik dan indah, sebelum akhirnya si pemain peringkat 1 menutup pertandingan dan menang 5-7, 6-4, 6-2, 6-7(6), 7-5! Keduanya menunjukkan level tenis putra saat ini: dimana banyak elemen harus seseorang kuasai dengan sempurna bersamaan kalau mau menjadi pemain top. Finalnya adalah final yang seru dan sangat ketat. Mungkin Rafa agak sedikit kurang beruntung di akhir pertandingan, tapi memang aplaus dan pujian harus diberikan kepada Novak Djokovic. Ia memang adalah pemain nomor 1 sekarang!

Insiden Lain yang Juga Luar Biasa

Selain pertandingan-pertandingan tersebut di atas, edisi kali ini dari AO memang sangatlah menarik dan menghibur loh untuk fans. Ada beberapa “insiden” lain yang terjadi sepanjang turnamen selama dua minggu ini yang juga tidak kalah menarik. Satu yang paling dibahas mungkin adalah insiden di babak kedua dimana Marcos Baghdatis menghancurkan empat raketnya hanya dalam waktu 60 detik saja untuk melampiaskan kekesalannya. :shock: Malah, dua dari empat raket yang ia hancurkan itu masih terbungkus plastiknya gitu deh! :shock: Kejadian lain yang menarik adalah kemarahannya David Nalbandian ke wasit pertandingan babak keduanya melawan John Isner. Di set kelima, Isner melancarkan pukulan serve yang oleh hakim garisnya dinyatakan keluar, tapi keputusan ini ditolak oleh keputusan wasit yang menganggap serve itu baik, sehingga Isner mendapatkan sebuah poin dari ace. Nalbandian kemudian melihat dengan cermat bekas di lapangannya (ia memakan waktu sekitar 6-7 detik) dan akhirnya memutuskan untuk men-challenge keputusan itu.  Namun, wasitnya tidak mengizinkannya melakukan challenge karena ia dirasa terlalu lama dalam memutuskan apakah mau men-challenge atau tidak. Nalbandian kemudian marah. Yah, memang benar sih bahwa seorang pemain harus segera melakukan challenge apabila ia merasa keputusan yang salah (yang merugikannya) telah terjadi. Hmmm…

Grandslam yang Ramah Fans

Anyway, sebagai seorang fans dari tenis yang tidak bisa berada di Australia selama dua pekan terakhir, grandslam yang satu ini beneran telah menjadi sebuah grandslam yang fantastis dan berkesan deh. Mengapa? Yah, mereka memiliki satu fitur ini di website-nya mereka yang mana membuat fans ikut dilibatkan gitu: sebuah game interaktif. Game yang dinamakan Pick Em ini sederhana saja sih sebenarnya. Setiap hari, mereka bertanya kepada para peserta (yang harus mendaftar dengan akun Facebook mereka gitu deh untuk ikutan main) untuk memprediksi pemenang dari beberapa pertandingan (seringnya sepuluh sih, kecuali di akhir turnamen karena kan ada lebih sedikit pertandingan yang dimainkan) gitu. Setiap prediksi yang benar akan membuahkan sekian poin gitu deh. Poin yang diberikan juga berbeda di setiap babak, dengan lebih banyak poin dihadiahkan untuk pertandingan yang lebih penting (atau lebih akhir gitu) dari turnamennya. Setiap hari, mereka memberikan medali virtual (emas, perak, dan perunggu) kepada pemain yang mendapatkan paling banyak poin di hari itu. Dan di akhir, mereka memberikan piala virtual bagi juara dan runner-up keseluruhan. Sebagai fans, tentulah aku ikut permainan ini dong ya, muahahaha :lol: .

Totalnya, ada 4808 orang yang ikut game ini, dan target awalku adalah mengakhiri game ini dengan peringkat masuk 100 besar gitu lah, muahahaha :lol: . Setelah minggu pertama, aku sebenarnya berada di posisi yang baik loh, karena ranking sementaraku pernah mencapai peringkat 23 . Tapi kemudian, tahu lah, keberuntungan lari dari sisiku dan aku membuat prediksi yang salah di babak semifinal dan final (bisa dilihat di prediksiku kan). Dan pertandingan-pertandingan ini tuh pertandingan penting dengan poin besar gitu deh, sehingga aku kehilangan banyak poin gara-gara mereka. Akibatnya, peringkatku turun deh, haha. Aku mengakhiri game ini dengan peringkat 164 (ya sebenarnya lumayan juga sih ya soalnya kan ada 4808 pemain gitu, haha :P ) dan empat medali perak :D .

Ah, bagaimana mungkin kita tidak menyukai turnamen grandslam satu ini kan. Aku berharap tiga turnamen lainnya juga mengikuti langkah mereka nih (lebih berinteraksi dengan fans gitu) dan aku nggak sabar menunggu AO tahun depan!!