#1166 – Early Week Story

ENGLISH

So many topics to write down yet so little time to do so, so I will just write the key points on this post. We will see though whether I can be as concise as I would like or not, hahaha :)

Picking up my brother

I told you earlier this month that my brother is visiting me in Europe for Christmas break this year. And so, he arrived in Europe on Monday morning. He caught a Malaysia Airlines flight from Kuala Lumpur (so he had to go from Jakarta to Kuala Lumpur first) to Amsterdam, the MH 16 flight on a Boeing 777-200ER flight.

This flight was scheduled to arrive at Schiphol at 6:35. :shock: Yes, so early!! :shock: As a good brother, of course I was going to pick him up. He already told me the day before that his flight was somehow delayed as he boarded the plane a little bit (about 40 minutes) late. To get to Schiphol, I decided to take the 6:05 Intercity from Delft (I got up at 3:45 that morning. I don’t know, it is a bit weird though that I always get up too soon when I try to get to bed a bit earlier, like this time) and I arrived at Schiphol at around 6:45. There, I found out that his flight was indeed late and would land at, approximately, 7:45!!

Well, in a way, it was also my fault though as when I left my apartment, his flight was still above Romania. How did I know? Well, I used the online flight radar (http://www.flightradar24.com/) and at that time, it was like this:

Flight MH 16 on December 24th, 2012

So, yeah…

I was thinking of going to the Panorama Terrace. However, at that time, it was still closed because it was still too early (during winter, it was opened at 9 AM). And so I just waited there in front of the arrival gate, hahaha. Long story short, at 7:41 AM, his flight landed and at 8:10 AM, he finally got off the arrival area.

Zaanse Schans and Amsterdam

After checking in at his hotel, our first destination was the Zaanse Schans. Zaanse Schans is a place north to Amsterdam where we can see some old-fashioned windmills. Yes, it is a little bit like Kinderdijk, which I already visited some months ago, but the windmills are a little bit different. And I had never been to Zaanse Schans before, so why not? :)

We took a public bus ride to get there. Long story short, we arrived in Zaanse Schans. Zaanse Schans was a very nice place. Yes, so Dutch, right? ;) I liked it a little bit more than Kinderdijk: even though in Kinderdijk there were more windmills but in a way, Zaanse Schans offered a little bit more as there was a (very tiny) cheese-making exhibition near there. So it wasn’t only about the windmills, though the windmills were definitely the main attraction.

Anyway, after spending about 40 minutes there, we decided to go back to Amsterdam. And so we spent the rest of the day exploring Amsterdam, mostly on foot, huahaha :lol: . We had lunch and dinner there, and went back to his hotel at around 19:00.

Pempek and Stuffs

I went back to my apartment that evening bringing a lot of stuffs for me that my brother brought from Indonesia. One of those stuffs was: pempek!! Yay!! Finally I could eat pempek after all this time in Europe!! Hahahaha :D Well, I mean, actually it wouldn’t be that impossible to find someone who sells pempek here in the Netherlands (there are a lot of Indonesian living here anyway), but so far I haven’t got the urge to look for it myself.

He brought a lot of other stuffs as well, like fried chicken from Tojoyo (one of my favorite restaurants in Yogyakarta), my grandma’s nasi goreng (fried rice) sauce, sausage from Bali, etc. Nice!! :D

Den Haag and Scheveningen

Today, we went to Den Haag and Scheveningen. Well, because today is the first Christmas Day (December 25th), most shops were closed the whole day. So Den Haag was kinda dull. Later in the afternoon, we decided to go to Scheveningen. Surprisingly, Scheveningen was much more alive than the Den Haag city center!! There were a lot of people there (enjoying their off day with their family or loved ones or friends, mostly)! And it was so windy!! :)

Later on that night, we had dinner at my apartment in Delft. Now, he is already back in his hotel in Amsterdam. I am writing this post and after this I will have to pack for my year end trip which will start tomorrow!! hahaha :)

BAHASA INDONESIA

Ada banyak sekali topik yang ingin kutulis tetapi hanya ada sedikit sekali waktu untuk itu. Jadi kayaknya aku akan menulis yang inti-intinya saja deh di posting ini. Kita lihat saja apakah aku bisa seringkas yang kuinginkan atau tidak, hahaha :)

Menjemput adikku

Seperti yang kubilang awal bulan ini, adikku akan berkunjung ke Eropa dalam rangka liburan Natal tahun ini. Dan jadilah ia tiba di Eropa di hari Senin pagi kemarin. Ia naik penerbangannya Malaysia Airlines dari Kuala Lumpur (jadi sebelumnya ia harus terbang dari Jakarta ke Kuala Lumpur dulu) ke Amsterdam, dengan penerbangan MH 16 di pesawat Boeing 777-200ER.

Penerbangan ini dijadwalkan tiba di Schiphol jam 6:35 :shock: Iya, pagi banget!! :shock: Sebagai saudara yang baik, tentu saja aku akan menjemputnya dong. Ia sudah memberi-tahuku sih di waktu keberangkatannya itu bahwa penerbangannya agak terlambat karena boarding-nya agak (sekitar 40 menit) terlambat. Nah, untuk ke Schiphol, aku memutuskan untuk naik Intercity jam 6:05 dari Delft (aku bangun jam 3:45 pagi itu. Entah kenapa ya, aneh deh, aku selalu bangun terlalu awal ketika aku mencoba untuk tidur lebih awal, seperti waktu ini) dan tiba di Schiphol sekitar jam 6:45. Disana, aku mendapatkan informasi bahwa penerbangannya beneran terlambat dong, dan baru akan mendarat, diperkirakan, jam 7:45!! 

Yah, di satu sisi, salahku juga sih soalnya ketika aku berangkat dari apartemenku, pesawatnya kan masih di atasnya Romania. Eh, kok aku tahu? Yah, aku menggunakan radar penerbangan online dong (http://www.flightradar24.com/) dan waktu itu, kayak gini deh:

Penerbangan MH 16 tanggal 24 December, 2012

Ya gitu deh…

Awalnya aku berencana untuk jalan-jalan di Panorama Terrace. Namun, waktu itu terasnya masih ditutup karena masih terlalu pagi (di musim dingin, baru dibuka jam 9 pagi). Dan jadilah aku menunggu gitu di depan gerbang kedatangannya, hahaha. Singkat cerita, jam 7:41 pagi pesawatnya mendarat dan jam 8:10 pagi, ia akhirnya keluar dari area kedatangannya itu.

Zaanse Schans dan Amsterdam

Setelah ia check-in di hotelnya, tujuan pertama kami adalah Zaanse Schans. Zaanse Schans adalah sebuah tempat di utaranya Amsterdam dimana disana terdapat beberapa kincir angin kuno. Nah, Belanda banget kan?? ;) Iya sih, memang agak mirip-mirip Kinderdijk gitu, yang pernah kukunjungi beberapa bulan yang lalu juga, tapi kincir anginnya kan agak berbeda. Dan toh aku belum pernah ke Zaanse Schans juga, jadi kenapa tidak? :)

Kami naik bus umum untuk kesana. Singkat cerita, tibalah kami di Zaanse Schans. Zaanse Schans keren loh. Aku menyukainya sedikit lebih daripada Kinderdijk deh: walaupun di Kinderdijk ada lebih banyak kincir angin tetapi, di satu sisi, Zaanse Schans menawarkan lebih juga karena ada pameran pembuatan keju (kecil) gitu disana. Jadi nggak cuma kincir angin aja gitu, walaupun tentu saja atraksi utamanya ya kincir anginnya itu ya.

Anyway, setelah menghabiskan waktu selama sekitar 40 menit disana, kami memutuskan untuk kembali ke Amsterdam. Sisa hari itu kami habiskan di Amsterdam deh, dan kebanyakan jalan kaki loh, huahaha :lol: . Kami makan siang dan malam disana, dan kembali ke hotelnya adikku sekitar jam 19:00.

Pempek dan Barang-barang

Aku kembali ke apartemenku malam ini dengan membawa banyak barang yang dibawakan adikku dari Indonesia. Salah satu dari barang-barang itu adalah: pempek!! Yay!! Akhirnya aku bisa makan pempek juga setelah selama ini di Eropa!! Hahahaha :D Eh, maksudku sebenarnya bukannya nggak mungkin gitu ya mencari seseorang yang jualan pempek di Belanda (kan ada banyak orang Indonesia disini juga), tapi sejauh ini kan aku masih belum ngidam-ngidam amat sampai harus mencari-cari sendiri gitu.

Ia juga membawakanku barang-barang lain juga, kayak ayam gorengnya Tojoyo (satu restoran favoritku di Yogyakarta), bumbu nasi goreng omaku, sosis dari Bali, dll. Yeah!!  :D

Den Haag dan Scheveningen

Hari ini, kami pergi ke Den Haag dan Scheveningen. Yah, karena hari ini adalah hari Natal pertama (25 Desember), kebanyakan tutup deh sepanjang hari. Jadi ya Den Haag agak membosankan gitu. Siangnya, kami memutuskan untuk pergi ke Scheveningen. Yang mengejutkan, ternyata Scheveningen malah lebih hidup loh daripada pusat kotanya Den Haag!! Ada banyak banget orang (yang lagi menikmati liburan dengan keluarga atau teman, kebanyakan) disana! Dan berangin banget dah cuacanya!! :)

Malamnya, kami makan malam di apartemenku di Delft. Sekarang, dia sudah kembali ke hotelnya di Amsterdam. Aku menulis posting ini dan setelah ini aku harus sibuk packing untuk acara jalan-jalan akhir tahunku yang dimulai besok nih!! hahaha :)

#1046 – Second Weekend of March

ENGLISH

Busy Weekend

As I said, this latest weekend of mine was quite hectic. I had to run several simulations over the weekend to get some results by Monday morning. It was fine though, as most that I had to do was (after editing the code a little bit, updating some variables, and clicked “run”) not to forget not to turn my laptop off when the simulation was running (some simulations took about 14 hours to complete; so for this kind of simulations, I just let it run when I had my night sleep), hahaha :lol: . And the good news was that everything finished on time (or a little earlier than I expected), just as I planned.

Aside from that, the reason I call this weekend ‘busy’ was because I also had other things to do, like cleaning my apartment and doing my laundry, huahaha :lol: . I also had a Skype conversation with my parents in between. So yeah, I really had to exploit my time-management skill this latest weekend, hahaha :lol: .

Den Haag on Saturday

Anyway, as I also promised in the previous post (link above), I went to Den Haag to have cheesecake there last Saturday. I already described how good the cheesecake was in that post, so it is now time to write about the activity.

So, a friend of mine just came back from Japan for a 2 month research there for a project (damn, I so envy all the students who have projects (for their course(s) in TU Delft) abroad. By abroad, well, I know some (all of them were from other departments though) went to South America, USA, Africa, other European countries (not surprising), and Asia (including Indonesia) for their projects. Why don’t I have one? :cry: ). Anyway, she was so excited and would like to share her experience to some friends (including me). So, we decided to meet in Den Haag in that cheesecake cafe for the chat.

Listening to the story made me WANT TO GO TO JAPAN BADLY!!! Arrrrggghhh. From her story, it seemed that Japan was indeed so awesome, super cool, culturally interesting to see, and a very important factor: the food was SUPER DELICIOUS!! Hmm, I guess I have to start planning now though. Well, not the details of course, but at least putting the idea of going to Japan in my mind so I can probably slide it in in my schedule in the future somewhere; and maybe also opening a savings for a trip there, hahaha :lol: .

Pempek Trial 1: Fail

In the weekend, I also did an experiment in my kitchen: I tried to cook pempek (a fish-based Indonesian delicacy from South Sumatra). But it failed, badly, huahaha :lol: . I guess I will leave the next trial until after my scholarship and my part-time job salary for next and this month (respectively) are transferred to my account (because the price of fish is crazy here: much more expensive than chicken/pork/beef! Hmmm…).

In the end, I just fried the dough and made a “fish and chips without chips”, huahaha :lol: . It was good though, but the dough was definitely not pempek material, hmmm.

Green Tea KitKat from Japan. It was unique, and delicious!

BAHASA INDONESIA

Weekend Menyibukkan

Seperti yang kubilang, weekend-ku yang lalu ini sangat menyibukkan loh. Aku harus menjalankan beberapa simulasi sepanjang weekend untuk mendapatkan beberapa hasil Senin pagi. Sebenarnya ini nggak masalah sih, toh yang harus aku lakukan sebenarnya adalah (setelah meng-edit kodenya, meng-update beberapa variabel, dan mengeklik tombol “run”) untuk tidak melupakan untuk tidak mematikan laptopku selama simulasinya sedang berlangsung (beberapa simulasi bisa memakan waktu sampai 14 jam loh sampai beres; makanya untuk simulasi yang kayak gini, aku menjalankannya ketika waktuku tidur malam aja deh), hahaha :lol: . Dan berita baiknya adalah semuanya selesai tepat waktu (sebenarnya malah agak sedikit lebih awal dari jangkaanku sih), seperti yang sudah kurencanakan.

Di samping itu, alasan aku menyebut weekend lalu itu ‘menyibukkan’ jugalah karena aku harus melakukan hal-hal lain, seperti misalnya bersih-bersih apartemen dan me-laundry pakaian, huahaha :lol: . Aku juga ngobrol bareng orangtuaku di Skype loh di sela-selanya. Ya gitu deh, aku beneran harus menggunakan kemampuan manajemen-waktuku deh weekend kemarin, hahaha :lol: .

Den Haag di hari Sabtu

Ngomong-ngomong, seperti yang kujanjikan di posting sebelumnya (tautan di atas), kan aku pergi ke Den Haag untuk makan cheesecake tuh Sabtu kemarin. Sudah kudeskripsikan bagaimana enaknya cheesecake-nya di posting itu, nah sekarang waktunya menulis tentang aktivitasnya deh.

Jadi, seorang temanku baru kembali dari Jepang dalam rangka riset 2 bulan disana untuk sebuah proyek (huh, iri deh saya sama mahasiswa-mahasiswa yang memiliki proyek (untuk kelasnya di TU Delft) di luar negeri. Maksudnya luar negeri itu ya, hmm, aku tahu beberapa (semuanya dari jurusan lain sih) yang harus pergi ke Amerika Selatan, USA, Afrika, beberapa negara Eropa lainnya (ini nggak mengejutkan sih), dan juga Asia (termasuk Indonesia) loh untuk proyek-proyeknya. Kenapa aku tidak?? :cry: ). Anyway, jadi ceritanya temanku ini sangat bersemangat sekali dan ingin berbagi cerita gitu ke beberapa temannya (termasuk aku). Jadilah kita ketemuan di Den Haag di kafe cheesecake itu buat ngobrol.

Mendengarkan ceritanya itu, aku kok jadi INGIN BANGET PERGI KE JEPANG ya!!! Arrrrggghhh. Dari ceritanya itu, sepertinya Jepang itu memang beneran keren banget, hebat, kulturnya menarik, dan faktor yang penting: makanannya ENAK-ENAK!! Hmm, sepertinya aku harus mulai membuat perencanaan nih ya. Hmm, bukan perencanaan yang men-detail sih, tetapi setidaknya memiliki ide di kepalaku untuk pergi kesana jadinya mungkin ntar kapan siapa tahu aku bisa menyelipkan acara jalan-jalan ke Jepang di suatu jadwalku gitu; atau setidaknya juga mulai menabung deh untuk pergi kesana, hahaha :lol: .

Pempek Percobaan 1: Gagal

Weekend lalu, aku juga melakukan sebuah eksperimen di dapurku: aku mencoba memasak pempek. Tapi gagal deh, dan gagalnya parah loh, huahaha :lol: . Nah, aku rasa percobaan selanjutnya akan aku tunda sampai setelah uang beasiswa dan gaji kerjaan part-time untuk bulan depan dan bulan ini (berturutan) cair deh ya (soalnya harga ikan disini gila nih: lebih mahal daripada daging ayam/daging sapi/daging babi loh! Hmmm…).

Akhirnya, adonannya malah aku goreng saja dan aku buat “fish and chips tanpa chips“, huahaha :lol: . Dibikin ini rasanya enak juga loh, tapi memang adonannya itu nggak cocok sama sekali buat pempek sih, hmmm.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 123 other followers